Journal of Pharmaceutical and Sciences Electronic ISSN: 2656-3088 DOI: https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Homepage: https://journal-jps. ORIGINAL ARTICLE JPS. 2026, 9. , 327-335 Determination of Retinoic Acid Content in Anti-Acne Creams in Blora Regency Using UV Spectrophotometry Penetapan Kadar Asam Retinoat Pada Krim Anti Acne di Kabupaten Blora dengan Spektrofotometri UV Herdania Puan Andieni a. Ika Trisharyanti Dian Kusumowati a* a Program Studi Farmasi. Fakultas Farmasi. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Jawa Tengah. Indonesia *Corresponding Authors: Ika. Trisharyanti@ums. Abstract Acne is a skin disorder characterized by chronic inflammation involving the sebaceous glands and excessive bacterial colonization. Management of acne generally requires external treatment, focusing on maintaining facial hygiene using facial cleansers supported by the use of anti-acne products. Anti-acne creams are cosmetic products formulated with active ingredients that help prevent and treat acne. One of the active ingredients commonly used in such products to improve acne-prone skin conditions is retinoic acid. Based on BPOM RI 2007, that use of retinoic acid requires a doctorAos prescription. The purpose of this study to identify the levels of retinoic acid in anti-acne cream product circulating in the Blora regency area. Qualitative testing using Thin Layer Chromatography (TLC) method obtained 1 sample out of 5 containing retinoic acid. Based on the calculating of validation parameters, the equation Y = 0. 1488x Ae 0. 0026 with a correlation coefficient . exLOD 0. 554 ppm. LOQ 1. 681 ppm, %RSD 1. 8895% and %Recovery 83. 823 Ae 109. The calculating of the levels in sample that positive for containing retinoic acid, sample E obtained at 0. 103036%, which exceeds the limit established in the National Formulary. Keywords: Antiacne cream. Retinoic acid. Thin Layer Chromatography. Spectrophotometri-UV Abstrak Jerawat adalah penyakit kulit yang disebabkan karena adanya peradangan kronis yang melibatkan kelenjar sebasesa, kolonisasi bakteri berlebih. Dalam mengatasi jerawat diperlukan perawatan secara eksternal yang difokuskan pada kebersihan kulit wajah dengan sabun cuci muka dan dukungan dari penggunaan produk anti jerawat. Krim Antijerawat merupakan produk kosmetik yang mengandung bahan aktif yang dapat membantu untuk mencegah dan mengobati jerawat. Salah satu bahan aktif yang digunakan dalam produk krim antijerawat yang mampu membantu dalam merawat kondisi muka yang berjerawat adalah asam Berdasarkan BPOM RI 2007 penggunaan asam retinoat harus menggunakan resep dokter. Tujuan penelitian ini untuk mengindentifiasi kadar asam retinoat dalam produk krim antijerawat yang beredar di wilayah Kabupaten Blora. Pengujian kualitatif dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) diperoleh 1 sampel dari 5 mengandung asam retinoat. Berdasarkan perhitungan parameter validasi, diperoleh persamaan Y = 0. 1488x Ae 0. 0026 dengan koefisien korelasi . LoD 0. 554 ppm. LoQ 1. 681 ppm, %RSD 1. dan %Recovery 83. Perhitungan kadar pada sampel yang positif mengandung asam retionat yaitu pada sampel E diperoleh sebesar 0. 103036%, sehingga melebihi batas yang ditetapkan dalam Formularium Nasional. Kata Kunci: Krim Antiacne. Asam Retinoat. Kromatografi Lapis Tipis. Spektrofotometri-UV. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2026. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Copyright A 2020 The author. You are free to : Share . opy and redistribute the material in any medium or forma. and Adapt . emix, transform, and build upon the materia. under the following terms: Attribution Ai You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use. NonCommercial Ai You may not use the material for commercial ShareAlike Ai If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original. Content from this work may be used under the terms of the a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International (CC BY-NC-SA 4. License Article History: Received: 07/11/2025. Revised: 15/01/2026. Accepted: 15/01/2026. Available Online: 03/02/2026. QR access this Article https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Pendahuluan Pada era modern ini penampilan adalah faktor utama untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Mempunyai kulit yang sehat, kenyal dan bersih tanpa flek, komedo atau jerawat adalah dambaan dari setiap orang, khususnya pada perempuan. Jerawat bisa menjadi masalah dan menakutkan bagi perempuan. Beberapa konsekuensi yang signifikan meliputi penurunan kepercayaan diri, risiko terjadinya depresi, serta munculnya kecemasan yang dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya . Jerawat umumnya muncul pada periode remaja hingga dewasa muda. Faktor fisik, psikologis, seperti setres dan fluktuasi emosi berperan dalam memperburuk kondisi ini . Mikrokomedo sebagai fase awal dalam proses munculnya jerawat. Upaya dalam mengurangi munculnya jerawat bisa dengan melakukan perawatan kulit secara internal maupun eksternal. Unutk perawatan internal difokuskan pada pola konsumsi makanan dengan pemiligan makanan yang kaya akan nutrisi sehingga mampu mendukung kesehatan kulit serta menghindari olahn produk diary, makanan cepat saji, dan makanan yang kaya akan gula. Sementara itu, perawatan secara eksternal difokuskan pada menjaga kebersihan kulit wajah dimulai dengan mencuci muka dua kali sehari dengan sabun muka atau cleanser dan didukung dengan penggunaan produk antiacne . Salah satu kandungan produk antiacne yang mampu membantu dalam merawat kondisi muka yang berjerawat adalah asam retinoat. Asam retinoat adalah bentuk asam dan bentuk aktif dari vitamin A . , senyawa ini sering dipakai sebagai sediaan vitami A . Tretinoin, yang dikenal juga sebagai Retinoic Acid atau Asam Retinoat, dikategorikan sebagai obat keras yang memerlukan resep dokter untuk Senyawa ini dianggap sebagai agen paling efektif dengan efek antipenuaan yang terbukti pada kulit dan dapat ditemukan dalam formulasi yang disetujui sebagai obat untuk perawatan topikal jerawat, kerutan wajah, dan hiperpigmentasi . Retinoid topikal memiliki peran utama dalam pengobatan jerawat. Retinoid ini menunjukkan aktivitas komedolitik dan anti-inflamasi, memperbaiki dispigmentasi, dan membantu menjaga kulit tetap bersih. Namun, penggunaan bahan aktif ini apabila berlebihan berpotensi menimbulkan beberapa risiko kesehatan kulit, antara lain: kulit menjadi kering, menimbulkan sensasi terbakar pada area yang diaplikasikan, serta memiliki sifat teratogenik yang berbahaya bagi kehamilan . Penelitian sebelumnya menemukan kadar asam retinoat pada krim anti jerawat di Kota Batam sebesar 0,1%. 0,1%. dan 0,09% . di Klaten ditemukan sebesar 0,060%. 0,125%. 0,151%, 0,165% . Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara kualitatif keberadaan asam retinoat dalam krim antiacne yang diracik di Kabupaten Blora dengan menggunakan KLT, menetapan kadar asam retinoat pada sampel yang positif secara kuantiatif menggunakan spektrofotometri UV, dan membandingkan kadar yang ditemukan dengan batas yang diizinkan menurut peraturan yang berlaku sehingga masyarakat khususnya di daerah Kabupaten Blora dapat mengetauhi keamanan krim antiacne yang digunakan sehingga terhindar dari bahaya penggunaan krim yang mengandung asam retinoat dengan kadar yang berlebih. Metode Penelitian Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan untuk penelitian ini adalah Spektrofotometri UV (Shimadzu Mini-1240A), kuvet (HellmaA), timbangan analatik (OhausA), alat-alat gelas (PyrexA), mikropipet . -1000 AAL). Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2026. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. 0-5000 AAL ). Silica 60 GFcICE 10x10 cm, pipa kapiler, kertas saring Whatman No. 41, dan Bahan-bahan yang digunakan adalah sampel krim antiacne, methanol p. a, n-heksan p. a, aseton p. etanol p. a, dan serbuk asam retinoat. Pengambilan Sampel Sampel yang digunakan untuk penelitian adalah sediaan krim antiacne dengan kriteria krim antiacne yang diracik dan diambil dari 5 klinik kecantikan yang berada di daerah Kabupaten Blora. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan kriteria, yaitu: . krim adalah sediaan yang secara khusus diracik oleh klinik untuk menangani keluhan jerawat. tidak memiliki merk dagang dan hanya digunakan sebagai produk layanan internal klinik. dikemas dalam wadah pot standar klinik dengan label berwarna biru yang menjadi penanda kategori produk antiacne. produk yang digunakan adalah produk berkisaran Rp 50. 000- Rp 85. Preparasi Sampel Kualitatif Sampel krim masing-masing ditimbang sebanyak 3000 mg, dilarutkaan dengan 10 mL methanol pa. Didingikan dalam es selama 15 menit, lalu disaring dengan kertas Whatman No. Hasil filtrat ditampung dalam flakon. Uji Kualitatif Diaktifkan lempeng Silica 60 GFcICE dengan dilakukan pemanasan pada suhu 105 EE selama 30 menit. Kemudian ditotolkan larutan baku asam retinoat dan sampel dengan diberi jarak antar totolan sebesar 1 cm, kemudian dibiarkan kering. Setelah kering lempeng KLT dimasukkan kedalam chamber yang berisi fase gerak berupa n-heksan dan aseton . yang telah dijenuhkan. Noda pada lempeng KLT diamati dibawah sinar UV 254 nm. Sinar akan berfluoresensi menjadi bercak gelap yang menunjukan terdapat kandungan asam retinoat . Validasi Metode Validasi metode analisis dilakukan untuk memastikan bahwa metode yang digunakan memenuhi persyaratan kinerja analitik dan layak diterapkan sesuai dengan tujuan penggunaannya. Parameter validasi yang dievaluasi dalam penelitian ini meliputi linearitas, presisi, akurasi, batas deteksi . imit of detection. LoD), dan batas kuantifikasi . imit of quantification. LoQ). Uji linearitas bertujuan untuk menilai kemampuan metode dalam menghasilkan respons analitik yang proporsional terhadap konsentrasi analit dalam sampel dan dilakukan menggunakan tujuh larutan standar dengan variasi konsentrasi . Kriteria penerimaan linearitas ditetapkan berdasarkan nilai koefisien korelasi . Ou 0,999 . Uji presisi dilakukan dengan menganalisis sampel sebanyak 1000 mg yang direplikasi tujuh kali menggunakan metode spektrofotometri UV, kemudian dievaluasi berdasarkan nilai relative standard deviation (RSD). Uji akurasi dilakukan melalui metode penambahan baku pada tingkat konsentrasi 0%, 80%, 100%, dan 120%, dengan masing-masing dilakukan tiga kali replikasi, dan hasilnya dinyatakan sebagai persentase perolehan kembali (% recover. Preparasi Sampel Kuantitatif Sampel krim masing-masing ditimbang 1000 mg dilarutkaan dengan 10 mL methanol pa. Didingikan dalam es selama 15 menit, lalu disaring dengan kertas Whatman No. Hasil filtrat ditampung dalam flakon. Larutan Baku Asam Retinoat Asam retinoat ditimbang sebesar 10 mg dilarutkan dengan methanol p. a ke dalam labu ukur 50 mL hingga tanda batas menghasilkan larutan baku 200 ppm, kemudian diambil 2,5 mL dilarutkan dengan methanol p. a ke dalam labu ukur 50 mL hingga tanda batas, menghasilkan larutan baku 10 ppm. Penentuan Panjang Gelombang Maksimum Larutan baku 10 ppm diambil sebesar 2,5 mL dilarutkan dengan methanol p. a ke dalam labu ukur 10 mL hingga tanda batas diperoleh hasil konsentrasi 5 ppm, kemudian diukur dengan Spektrofotometri UV pada panjang gelombang 200-400 nm dengan blanko methanol. Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2026. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Pembuatan Kurva Baku Larutan baku 10 ppm diambil sebanyak 0,5 mL. 1,0 mL. 1,5 mL. 2,0 mL. 2,5 mL. 3,0 mL. 3,5 mL, kemudian dilarutkan dengan methanol p. a ke dalam labu ukur 10 mL hingga tanda batas. Konsentrasi yang diperoleh adalah 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm, 4 ppm, 5 ppm, 6 ppm, 7 ppm. Penetapan Kadar Asam Retinoat Masing-masing sampel krim ditimbang 1000 mg, dilarutkan dengan 10 mL methanol dan diaduk sampai homogen. Kemudian didinginkan dalam es selama 15 menit dan disaring menggunakan kertas saring Whatman no 41. Lalu hasil filtrasi diambil sebanyak 1 mL dilarutkan dengan methanol p. a ke dalam labu ukur 5 mL hingga tanda batas lalu diencerkan lagi dengan mengambil 1 mL dan dilarutkan ke dalam labu ukur 5 mL sampai tanda batas dengan methanol p. Kemudian dilakukan pengkuran kadar dengan menggunakan Spektrofotometri UV. Hasil dan Diskusi Pengujian yang dilakukan adalah pengujian secara kualitatif dan kuantitaif. Secara kualitatif dengan menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT) dan secara kuantitatif menggunakan metode spektrofotometri uv. Metode KLT sebagai uji kualitatif untuk memastikan keberadaan asam retinoat dengan membandingkan antara nilai Rf sampel dan standar. Sementara itu, metode spektrofotometri uv untuk menentukan kadar asam retinoat yang terkandung dalam sampel. Uji Kualitatif Analisis retinoat pada sampel krim antijerwat dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Metode KLT pada uji kualitatif ini menggunakan sistem B dengan menggunakan fase gerak n-heksan: v/v berdasarkan prosedur penelitian yang dilakukan oleh BPOM RI . Noda hasil KLT dilihat dengan menggunakan sinar UV 254 nm. Gambar 1. Hasil KLT dibawah Sinar UV 254 nm Pada Gambar 1 hasil pengamatan di bawah sinar UV 254 nm, pada standar dan sampel krim A,B,C,D,E terdapat adanya noda pada plat yang menunjukkan bercak berwarna gelap biru tua . Sehingga dalam 5 sampel tersebut memungkinkan terdapat adanya kandungan senyawa asam retinoat. Tabel 1. Analisis Nilai Rf Pada Plat KLT Sampel Standar Nilai Rf Selisih Nilai Rf UV 254 nm Bercak gelap warna biru tua Bercak gelap warna biru tua Bercak gelap warna biru tua Bercak gelap warna biru tua Bercak gelap warna biru tua Bercak gelap warna biru tua Ket. ( ) (-) (-) (-) (-) ( ) Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2026. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. Studi yang dilakukan oleh Suhartini . juga menyatakan, merujuk pada Gritter . , bahwa identifikasi senyawa pada KLT didasarkan pada kesesuaian nilai Rf antara sampel dan standar yang diujikan pada silica gel yang sama. Sampel dapat dikatakan ( ) apabila memiliki selisih nilai Rf dengan pembanding standar sebesar O 0,050 . Berdasarkan Tabel 1, menunjukkan hasil dari pengujian asam retinoat untuk sampel E dikatakan positif ( ) mengandung asam retinoat dikarenakan Rf sama dengan pembanding standar untuk sampel A,B,C,D memiliki selisih Rf dengan pembanding standar >0,050 sehingga kemungkinan pada sampel tersebut tidak terdapat asam retinoat. Meskipun pada seluruh sampel menunjukkan bercak berwarna gelap ketika diamati pada UV 254, hal ini belum bisa dianggap sebagai bukti yang spesifik bahwa sampel mengandung asam retinoat. Kesamaan nilai Rf menjadi indikator awal dalam penentuan keberadaan asam retinoat. Uji KLT bersifat sebagai penyaringan awal . ceening tes. sehingga hasilnya memerlukan konfirmasi dengan metode lain. Dalam penelitian ini, konfirmasi dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri UV, mesikpun metode tersebut juga memiliki keterbatasan karena bisa terjadi interfensi dari komponen lain dalam krim yang menyerap panjang gelombang yang sama . Penentuan Panjang Gelombang Maksimum Selanjutnya dilanjutkan melakukan uji kuantitatif dengan menggunakan Spektrofotometri UV. Pengukuran Panjang gelombang maksimum dilakukan pada rentang 200 nm Ae 400 nm. Secara teoritis panjang gelombang maksimum dari asam retinoat aalah 352 nm . Hasil penentuan panjang gelombang dari larutan baku asam retinoat yang diperoleh sebesar 352 nm. Penentuan Kurva Baku Pembuatan kurva baku dengan mengukur tujuh seri konsentrasi yaitu 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm, 4 ppm, 5 ppm, 6 ppm, dan 7 ppm. Tabel 2. Nilai Absorbansi Larutan Baku Asam Retinoat Konsentrasi . Absorbansi (Ab. Berdasarkan dari Tabel 2, dibuat grafik untuk mengetauhi hubungan linearitas antara konsentrasi dari larutan baku asam retinoat dan absorbansi. Grafik Linearitas 1,074 0,882 Absorbansi 0,604 0,688 0,446 y = 0,1488x - 0,0026 RA = 0,993 0,304 0,151 Konsenterasi . Gambar 2. Grafik Hubungan Antara Absorbansi dan Konseterasi Kurva baku merupakan grafik yang menunjukkan hubungan antara konsentrasi larutan standar dengan nilai absorbansi yang diperoleh sehingga hasilnya membentuk suatu garis linier. Hasil perolehan Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2026. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. persaamaan Y dari pengukuran kurva baku antara absorbansi dan konsentrasi Y = 0,1488x Ae 0,0026 dengan perolehan nilai koefisien korelasi . yaitu 0,993. Nilai koefisien korelasi . yang medekati 1 menunjukkan adanya hubungan linear yang antara konsentrasi larutan dan absorbansi yang diukur. Hasil ini sesuai dengan hukum Lambert-Beer yang menyatakan bahwa asborbansi meningkat ketika konsentrasi analit meningakat . Presisi Presisi merupakan salah satu parameter yang menunjukkan derajat kesesuaian ketika sampel diuji secara berulang kali yang dinyatakan dengan nilai RSD . Syarat dari nilai RSD O 2%, maka semakin kecil nilai RSD yang diperoleh, maka ketelitiannya semakin tinggi, begitupun sebaliknya . Berdasarkan Tabel 3, hasil perhitungan uji presisi pada sampel E diperoleh %RSD sebesar 1,8895%. Hasil tersebut menunjukkan uji presisi mempunyai ketelitian yang tinggi karena nilai %RSD < 2%. Sehingga metode analisis asam retinoat dengan menggunakan spektrofotometri UV dapat digunakan dalam penetapan kadar asam retinoat pada sediaan krim. Tabel 3. Hasil Uji Presisi Sampel Absorbansi . Kadar . Rata-Rata Kadar %RSD LoD dan LoQ Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh nilai dari limit of detection (LOD) sebesar 0. 554 ppm dan limit of quantitation (LOQ) sebesar 1. 681 ppm untuk penetapan kadar asam retinoat menggunakan spektrofotometri UV pada panjang gelombang 352 nm. Nilai LOD menunjukkan bahwa metode ini mampu mendeteksi keberadaan asam retinoat hingga konsentrasi terendah yaitu 0. 554 ppm meskipun pada kadar tersebut belum bisa diukur secara akurat. Sementara itu untuk hasil nilai LOQ yaitu sebesar 1. 681 ppm menunjukkan bahwa metode ini dapat dilakukan pengukuran secara kuantitatif secara akurat mulai dari konsentrasi tersebut. Akurasi Tabel 4. Hasil Uji Akurasi Pe an Kadar . %Recovery Rata-Rata %Recovery Akurasi adalah metode analisis yang menggambarkan kedekatan hasil pengujian dengan nilai sebenarnya yang dihitung sebagai persen recovery . , %recovery memenuhi syarat keberterimaan uji akurasi yaitu 80-110% . Berdasarkan Tabel 4 hasil uji akurasi pada sampel E yang telah dilakukan Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2026. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. diperoleh hasil rata-rata % recovery atau perolehan kembali sebesar sebesar 100. 172% dari rentang 83. Secara teori, hasil penelitian yang diperoleh membuktikan bahwa metode yang dipakai mempunyai ketelitian yang baik dan nilai dari %recovery memenuhi syarat. Penetapan Kadar Asam Retinoat Penetapan kadar asam retinoat pada sampel yang positif mengandung asam retionat dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri UV pada panjang gelombang maksimum 352 nm. Penetapan kadar asam retinoat pada sampel E dilakukan dengan replikasi 3 kali. Hasil penetapan kadar asam retinoat pada sampel diperoleh hasil sebagai berikut. Tabel 5. Hasil Perhitungan Kadar Asam Retinoat Pada Sampel Sampel Absorbansi Kadar (%) Rata-Rata Kadar (%) Metode spektrofotometri UV dilakukan dalam penetapan dalam kadar asam retinoat karena asam retinoat mempunyai gugus kromofor dan gugus ausokrom serta ikatan rangkap dalam stuktur kimianya . , selain itu karena metode ini adalah metode yang relatif sederhana dan mampu mengukur kandungan zat dalam konsterasi yang kecil . Menurut BPOM RI dalam Public Warning. Tretinoin/Asam Retinoat merupakan golongan obat keras oleh karena itu dalam penggunaanya harus menggunakan resep dokter . Dalam Keputusan Menteri Republik Indonesia Nomor HK. 07/MENKES/2197/2023 Tentang Formularium Nasional asam retinoat obat topikal untuk kulit sebagai antiacne yang diperbolehkan yaitu krim 0,05% . Berdasarkan Tabel 5 sampel yang positif mengandung asam retinoat adalah pada sampel E dengan perolehan kadar sebesar 0,103036%. Kadar asam retinoat yang ditemukan pada sampel E melebihi batas maksimum yang diizinkan untuk sedian topikal antiacne menurut Formularium Nasioanal . 05%) atau setara dengan 06 kali lipat dari batas yang diizinkan. Asam retinoat digunakan sebagai zat aktif dalam produk kecantikan karena memiliki banyak manfaat. Tretinoin mampu menurunkan produksi sebum berlebih yang merupakan faktor penting dalam pembentukan jerawat, memiliki efek komedolitik . Selain itu mampu mengurangi hiperpigmentasi dan mempercepaat pergantian sel kulit, menekan produksi melanin sehingga kulit menjadi halus, cerah, dan kenyal . Namun apabila asam retinoat digunakan secara berlebihan mampu menimbulkan beberapa risiko kesehatan kulit yang serius, antara lain: kulit terasa kering, terdapat sensasi terbakar pada area yang diaplikasikan. BPOM juga menyatakan bawah senyawa ini memiliki sifat teratogenik yang berarti dapat memengaruhi perkembangan janin jika digunakan oleh wanita hamil . Oleh karena itu, kontrol kadar asam retinoat dalam produk antiacne menjadi hal yang penting untuk menjamin efektivitas dan keamanan bagi Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Pertama, jumlah sampel yang digunakan hanya lima, sehingga hasil penelitian ini belum dapat mewakili seluruh produk krim antiacne yang beredar di Kabupaten Blora. Dengan jumlah sampel yang kecil, variasi kandungan antar-produk juga belum bisa terlihat dengan Kedua, metode yang digunakan, yaitu spektrofotometri UV, cukup rentan terhadap gangguan dari bahan lain dalam krim. Beberapa komponen seperti pewangi, bahan dasar krim, atau bahan aktif lain dapat menyerap pada panjang gelombang yang hampir sama, sehingga bisa memengaruhi ketelitian hasil Ketiga, penelitian ini belum menggunakan metode konfirmasi yang lebih spesifik seperti HPLC, sehingga identifikasi dan penetapan kadar asam retinoat masih memiliki keterbatasan. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan menggunakan jumlah sampel yang lebih banyak dan lebih bervariasi agar hasilnya lebih menggambarkan kondisi di lapangan. Penggunaan metode analisis yang lebih spesifik seperti HPLC juga perlu dipertimbangkan agar hasil identifikasi dan penetapan kadar menjadi lebih akurat. Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis kualitatif menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT) mengidentifikasi adanya kandungan asam retinoat pada 1 dari 5 sampel produk krim antiakne yang Dari seluruh sampel yang dianalisis, hanya sampel E yang menunjukkan pola pemisahan dan nilai Electronic ISSN : 2656-3088 Homepage: https://w. journal-jps. Journal of Pharmaceutical and Sciences 2026. , . - https://doi. org/10. 36490/journal-jps. faktor retensi (R. yang sesuai dengan standar asam retinoat. Selanjutnya, berdasarkan analisis kuantitatif menggunakan metode spektrofotometri UV, kadar asam retinoat dalam sampel E sebesar 0,103036%, yang melebihi batas aman penggunaan topikal tanpa pengawasan medis. Temuan ini mengindikasikan adanya pelanggaran terhadap ketentuan yang ditetapkan oleh BPOM RI serta berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi pengguna. Secara keseluruhan, kombinasi metode kromatografi lapis tipis dan spektrofotometri UV terbukti efektif dalam menganalisis kandungan asam retinoat pada sampel krim antiakne cream anti acne. Acknowledgment Peneliti mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi membantu dan memberikan dukungan dalam menyelesaikan penelitian ini. Referensi