JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 2 Juni 2025 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Peningkatan Kemampuan Literasi Melalui Program Kampus Mengajar Di SD Negeri 1 Dempel Kabupaten Wonosobo Mailani Salsabila1*. Ahmad Khoiri2. Kurniawati Mutmainah3. Nurma Khusna Khanifa4 1,2,3,4 Universitas Sains Al-QurAoan. Wonosobo Email: mailanisalsabila17@gmail. com 1* Abstrak Kemampuan literasi menjadi indikator penting dalam pembangunan sumber daya manusia dan ekonomi suatu negara. Oleh karena itu diperlukan kerja sama, baik dari siswa, guru, orang tua, maupun pihak lain yang memiliki ide untuk membantu meningkatkan literasi siswa. Salah satunya adalah melalui program Kampus Mengajar dari Kemendikbudristek. Mahasiswa di tugaskan untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa SD Negeri 1 Dempel Kalibawang Wonosobo dengan beberapa program literasi yang sudah disiapkan. Program peningkatan kemampuan literasi dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus sampai dengan tanggal 31 Desember 2024 menggunakan pendekatan sistematis . erencanaan dan persiapan, implementasi program serta evaluas. Pengabdian dalam program Kampus Mengajar ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) dan dianalisa menggunakan teknik deskriptif kualitatif didasari paradigma fenomenologis. Pelaksanaan pendampingan Kampus Mengajar menggunakan prinsip Auservice masteryAy. Program yang dipilih untuk meningkatkan kemampuan literasi diantaranya, pohon literasi, pojok baca, revitalisasi perpustakaan, mading, membaca nyaring, dan kelas khusus baca tulis. Hasil program tersebut menunjukkan peningkatan kemampuan literasi siswa dari 58% menjadi 80%. Hal ini menunjukkan bahwa program yang dirancang efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi. Keywords: Literasi. Kampus mengajar. SD Negeri 1 Dempel PENDAHULUAN Pendidikan memegang peran strategis dalam mempersiapkan generasi penerus yang mampu bersaing di era globalisasi dan revolusi industri 4. Dalam konteks pendidikan dasar, literasi menjadi keterampilan fundamental yang sangat krusial. Literasi tidak hanya digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis, akan tetapi digunakan untuk meningkatkan kemampuan memahami informasi yang kompleks serta diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Literasi menjadi dasar dari belajar sepanjang hayat . ifelong learnin. yang sangat diperlukan sebagai adaptasi di tengah perubahan sosial dan teknologi yang dinamis (Susanti dkk. Mengingat pentingnya literasi tersebut, seharusnya sudah menjadi budaya bagi masyarakat Indonesia dalam mengakses pengetahuan. Data hasil Rapor Pendidikan 2025 adanya peningkatan proporsi murid yang mencapai kompetensi minimum literasi dari 59,49% pada 2022 menjadi 70,03% pada 2024. Tidak berarti Indonesia sudah memiliki kemampuan literasi yang tinggi justru budaya literasi tetap masih masih rendah selama 2 tahun . peningkatan hanya 54% (Prastanto 2. Hal ini menunjukan bahwa kemampuan literasi khususnya anak berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Dari sini terdapat adanya kesenjangan yang JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 2 Juni 2025 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 cukup besar antara target yang diinginkan dengan realitas di lapangan. Kesenjangan ini bukan hanya soal angka, tetapi berdampak jangka panjang pada kualitas sumber daya manusia Indonesia, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi daya saing nasional di tingkat global. Maka dari itu dibutuhkan problem solving melalui pendidikan yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (Pendidikan. Sumber, dan Manusia 2. Pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membangun karakter serta cara berpikir yang kritis dan inovatif. Dalam era globalisasi dan persaingan yang semakin ketat, kualitas sumber daya manusia sangat penting untuk kemajuan sebuah negara. Oleh karena itu, meningkatkan kualitas pendidikan sangat penting untuk menghasilkan generasi yang dapat memberikan kontribusi terbaik untuk pembangunan nasional (Harapan dkk. Pendidikan juga menjadi salah satu indikator yang mempengaruhi ekonomi suatu negara. Menurut Hanushek dan Wobmann . , faktor yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara bukanlah persentase penduduk yang menerima pendidikan formal. Sebaliknya, kemajuan pertumbuhan ekonomi suatu negara ditentukan oleh kemampuan kognitif penduduk yang dihasilkan dari pendidikan. Kemampuan tersebut ialah kemampuan literasi. Literasi memfokuskan kemampuan seseorang dalam berbahasa, termasuk kemampuan membaca, berbicara, menyimak, dan menulis, yang digunakan untuk tujuan komunikasi. Literasi juga mencakup kemampuan seseorang untuk menggunakan bahasa dengan benar dalam berbagai Kemampuan ini sangat penting untuk berkomunikasi, memahami, dan berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari (Palupi, et al. Mengutip data dari kemendikdasmen. Indonesia memiliki lebih dari 50 juta siswa, 3 juta pendidik, dan 400 ribu sekolah, dan merupakan negara dengan sistem pendidikan terbesar ketiga di Asia dan keempat terbesar di dunia. Data dari Rapor Pendidikan Indonesia tahun 2025 menunjukkan bahwa baru 61,53% murid jenjang sekolah dasar yang memiliki kemampuan literasi melebihi standar minimum (Pusat Data dan Teknologi Informasi 2. Artinya, masih ada banyak siswa di Indonesia yang membutuhkan peningkatan kemampuan literasi. Guna meningkatkan kemampuan literasi siswa, diperlukan kerja sama yang efektif antara siswa, guru, orang tua, dan individu lain yang memiliki gagasan atau pendekatan yang dapat membantu meningkatkan literasi siswa. Untuk mencapai tujuan ini. Kemendikbudristek mengembangkan program Kampus Mengajar dengan mengirimkan mahasiwa ke sekolah pada tingkat SD. SMP, dan SMA/SMK sederajat. Program ini memungkinkan guru bekerja sama dengan mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan literasi maupun numerasi siswa melalui program-program yang telah disesuaikan dengan kondisi siswa di sekolah (Pamungkas. Prayitno, dan Purnomo 2. JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 2 Juni 2025 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Salah satu sekolah yang menjadi tempat penugasan atau sasaran peningkatan kemampuan literasi dan numerasi yaitu SD Negeri 1 Dempel. Berdasarkan hasil observasi lapangan, kemampuan literasi siswa masih sangat rendah. Sehingga, dibutuhkan program-program yang dapat membantu meningkatkan kemampuan literasi para siswa. Selain itu, keterbatasan tenaga pengajar dan kurangnya kolaborasi atau kerja sama antara guru dan siswa menjadi salah satu penghambat literasi di lingkungan sekolah. Untuk itu, diperlukan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui kegiatan Kampus Mengajar. Adanya PkM diharapkan mahasiswa dan guru dapat berkolaborasi menemukan ide dan strategi yang tepat untuk meningkatkan kemampuan literasi Selain itu, melalui program-program yang menarik diharapkan para siswa menjadi lebih semangat dalam mengikuti program peningkatan literasi dan sadar akan pentingnya literasi untuk kehidupan sehari-hari. METODE KEGIATAN Program peningkatan kemampuan literasi dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus sampai dengan tanggal 31 Desember 2024 di SD Negeri 1 Dempel yang berlokasi di Kecamatan Kalibawang. Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah. Pengabdian ini melibatkan empat mahasiswa peserta Program Kampus Mengajar angkatan 8. Tiga mahasiswa dari Universitas Sains AlQurAoan Jawa tengah di Wonosobo dan satu mahasiswa dari Universitas PGRI Yogyakarta, dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari Universitas Sains Al-QurAoan Jawa tengah di Wonosobo. Peningkatan kemampuan literasi pada program Kampus Mengajar angkatan 8 menggunakan pendekatan sistematis yang terbagi dalam tiga tahapan utama. Tahap pertama dimulai dengan perencanaan dan persiapan yang komprehensif. Pada tahap ini, tim melakukan analisis kebutuhan dan pemetaan kondisi siswa untuk memahami karakteristik dan kebutuhan Dilanjutkan pengembangan media pembelajaran interaktif yang kontekstual. Koordinasi intensif dengan guru menjadi bagian integral dari tahap persiapan ini. Sebagai langkah akhir persiapan, tim menyusun instrumen monitoring dan evaluasi yang akan digunakan sepanjang program. Tahap kedua merupakan implementasi program Kampus Mengajar Angkatan 8 untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa dibuat setelah dilaksanakannya observasi dan diskusi bersama guru. Program tersebut diantaranya . pohon literasi. Pohon Literasi dirancang untuk menumbuhkan minat siswa dalam membaca dan meningkatkan kemampuan literasi. Pojok baca, pojok baca ini dirancang untuk menyediakan berbagai jenis bahan bacaan, seperti buku cerita, majalah, koran, dan materi literasi lainnya yang dapat diakses oleh siswa kapan saja. Revitalisasi perpustakaan, revitalisasi perpustakaan mencakup peningkatan fasilitas fisik perpustakaan, penataan ruang yang lebih nyaman dan menarik, dan penambahan koleksi bahan JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 2 Juni 2025 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 bacaan yang beragam. Mading, mading mendorong siswa untuk menulis dan membaca secara aktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara tertulis. Membaca nyaring, membaca nyaring membantu siswa memahami struktur kalimat, intonasi, dan kosa kata dengan lebih baik. Kelas khusus baca tulis, program ini bertujuan untuk memberikan waktu belajar rutin kepada siswa yang mengalami kesulitan membaca dan menulis. Tahap ketiga merupakan evaluasi dan tindak lanjut program. Pada tahap ini, tim melakukan evaluasi capaian pembelajaran, yang dilanjutkan dengan analisis perubahan perilaku dan pemahaman budaya. Hasil evaluasi kemudian digunakan sebagai dasar penyusunan rekomendasi pengembangan program dan perencanaan keberlanjutan program ke depan. Pengabdian dalam program Kampus Mengajar ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) dan dianalisa menggunakan teknik deskriptif kualitatif didasari paradigma (Khanifa Pelaksanaan Kampus Mengajar menggunakan prinsip Auservice masteryAy yaitu ketuntasan dalam mencapai tujuan atau target kegiatan melalui model ketuntasan dalam kegiatan pengabdian masyarakat. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Kampus Mengajar di SD Negeri 1 Dempel diawali dengan observasi yang dibantu oleh Kepala Sekolah serta Guru Pamong serta Bapak/Ibu Guru SD Negeri 1 Dempel. Dari hasil observasi didapati bahwa SD Negeri 1 Dempel, yang terletak di Desa Dempel. Kecamatan Kalibawang. Kabupaten Wonosobo. Provinsi Jawa Tengah, merupakan sekolah dasar negeri yang telah berdiri sejak tahun 1984. Dengan akreditasi B yang diperoleh pada tahun 2017, sekolah berkomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas bagi siswa-siswinya. SD Negeri 1 Dempel memiliki luas tanah mencapai 5. 282 m2 yang memungkinkan pengembangan fasilitas belajar dan ruang terbuka bagi siswa. Sekolah dilengkapi dengan akses internet untuk menunjang proses belajar mengajar yang modern. Didukung oleh sumber listrik PLN, kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan. SD Negeri 1 Dempel menerapkan sistem pembelajaran 6 hari dengan waktu penyelenggaraan pagi, menunjukkan dedikasi sekolah untuk memberikan waktu belajar yang optimal bagi siswa. Dari hasil observasi tersebut kemudian tim Kampus Mengajar angakatan 8 di SD Negeri 1 Dempel menganalisis kebutuhan sekolah yang belum ada seperti pojok baca, mading, pemanfaatan media belajar yang kurang optimal, perpustakaan yang kurang memadai, dan kelas literasi yang belum dilaksanakan dengan maksimal. Setelah melakukan observasi di minggu pertama, maka tim Kampus Mengajar merancang program kerja pada minggu kedua penugasan. pelaksanaan program dimulai minggu ketiga, adapun hasil dari pelaksanaan program-program penguat literasi di SD Negeri 1 Dempel yaitu sebagai berikut: JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 2 Juni 2025 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Pohon Literasi Pohon literasi merupakan alat atau media pembelajaran yang dibentuk menjadi gambar Dengan mengaplikasikan media ini menjadikan daya tarik siswa serta meningkatkan belajar anak dalam membaca. Hasil penelitian Siti Nurhayati menyatakan bahwa pohon literasi ini bertujuan untuk membangun kreativitas peserta didik dan memberi semangat peserta didik untuk selalu membaca agar membaca menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan Pohon literasi diharapkan bisa meningkatkan kemampuan literasi peserta didik (Nurhayati dan Winata 2. Pohon Literasi dibuat di ruang atau sudut khusus di perpustakaan dengan semenarik dan senyaman mungkin untuk menjadi pusat kegiatan literasi di sekolah. Di tempat ini, siswa dapat membaca, berdiskusi, dan melakukan berbagai kegiatan yang membantu mereka lebih dekat dengan buku. Diharapkan gagasan ini dapat membangun budaya literasi di lingkungan sekolah yang menyenangkan dan berkelanjutan Gambar 1. Progres pembuatan pohon literasi Gambar 2. Pemanfaatan pohon literasi Dari gambar di atas, penggunaan pohon literasi dimaksudkan sebagai suatu hal yang merefleksian mengenai apa yang telah peserta didik baca dan difokuskan pada membaca suatu pemahaman untuk mengorganisasikan ide-ide gagasan. Hal ini sangat efektif untuk menarik perhatian siswa dan menumbuhkan budaya literasi di lingkungan sekolah, khususnya di ruang perpustakaan (Sumantri dan Ridwan 2. Pojok Baca Pojok baca merupakan salah satu bentuk komitmen dari program Kampus Mengajar kepada sekolah melalui perpustakaan mini dalam kelas sebagai upaya dalam mendukung Gerakan Wajib Membaca 15 menit. Penanaman daya baca kepada anak melalui pojok baca merupakan hal positif dalam meningkatkan dan mengembangkan kebiasaan membaca siswa. Melalui pojok baca diharapkan dapat menanamkan kepada siswa untuk menciptakan dan meningkankan budaya membaca dan kebiasaan berbagai hal yang berhubungan dengan gemar JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 2 Juni 2025 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Gambar 3. Pojok baca di Ruangan Kelas Pojok baca dibuat oleh mahasiswa Kampus Mengajar berada di pojok atau sudut setiap ruang kelas. Dalam membuat pojok baca, mahasiswa berkolaborasi dengan wali kelas serta siswa dengan membebaskan siswa untuk berkreasi sekreatif mungkin. Hasil penelitian Lama bahwa membaca di ruang kelas dengan berbagai koleksi buku membuat kegiatan membaca menjadi lebih mudah dan efektif. Siswa menjadi lebih sering menghabiskan waktu mereka dengan membaca buku yang tersedia di pojok baca (Lama dkk. Revitalisasi Perpustakaan Revitalisasi perpustakaan merupakan usaha yang dilakukan agar perpustakaan dapat memegang perannya kembali sebagaimana mestinya. Tujuan dari program ini adalah untuk mengembalikan peran perpustakaan sekolah sesuai dengan tujuan dan fungsinya yaitu melalui kegiatan pembaharuan pengelolaan perpustakaan sekolah, sehingga perpustakaan sekolah kembali berperan sebagai jantung sekolah dan dapat meningkatkan minat baca siswa. Oleh karenanya, perpustakaan memiliki fungsi untuk menciptakan masyarakat yang berliterasi. Hal ini sesuai dengan Lina yang menyampaikan bahwa untuk meningkatkan budaya literasi atau minat baca siswa di lingkungan sekolah perlu perhatian khusus dan layanan perpustakaan yang memadai (Agustina dkk. Gambar 4. Revitalisasi perpustakaan Revitalisasi perpustakaan bertujuan untuk merapihkan, menyeleksi, dan menyusun kembali buku-buku yang ada sesuai dengan jenisnya. Hal ini bertujuan untuk menarik perhatian siswa dan memudahkan mereka dalam mencari buku yang akan mereka baca. Selain itu, perpustakaan menjadi lebih rapih dan nyaman untuk dipakai. JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 2 Juni 2025 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Mading Majalah dinding atau yang di kenal dengan istilah atau singkatan AumadingAy merupakan salah satu media penyaluran minat dan bakat para siswa dalam sebuah sekolah. Dengan berbagai fitur yang ada dalam mading membuatnya sebagai salah satu atribut sekolah yang dapat menjadi media pembelajaran bagia seluruh warga sekolah khususnya guru dan siswa. Adanya program mading ini Bisa menjadi wahana untuk menerapkan kemampuan siswa terutama dalam bidang tulis menulis. Nantinya tulisan-tulisan yang ada di dalam majalah dinding dapat meningkatkan kompetensi dalam hal penulisan berita, opini, resensi, cerpen, puisi atapun gambar yang berasal dari siswa. Pada akhirnya menuntut lebih aktifnya siswa dalam proses pembelajaran yang lebih mengedepankan kreativitas darisiswa sesuai dengan minat dan bakatnya Gambar 5. Literasi Pemanfaatan Mading Nursito . menyampaikan bahwa mading merupakan alat komunikasi tulis paling sederhana yang dapat digunakan untuk menyampaikan ide dan kreatifitas siswa. Siswa diberikan kebebasan untuk menuangkan ide dan kreatifitas mereka dalam bentuk karya tulis yang selanjutkan akan ditempel pada mading. Pengelolaan dan pemanfaatan mading di SD Negeri 1 Dempel berjalan dengan baik. Program ini dijalankan secara bergiliran dua minggu untuk setiap Program ini terbukti efektif untuk meningkatkan kreatifitas dan minat baca siswa SD Negeri 1 Dempel. Membaca Nyaring Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh tim Kampus Mengajar ditemukan bahwa dalam pembelajaran membaca nyaring siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal terutama kelas 1 atapun kelas 2. Maka salah satu cara guna meningkatkan kriteria tersebut dilakukan upaya peningkatakan kemampuan membaca nyaring melalui metode pembelajaran kooperatif (Cooperative Learnin. Adanya usaha meningkatkan literasi melalui membaca nyaring ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca. Hal ini sejalan dengan Darmiyati Zuhdi dan Budiasih bahwa membaca nyaring bagian dari belajar membaca akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan membaca lanjut (Zuchdi dan Budiasih 1. Sebagai kemampuan yang mendasari kemampuan berikutnya maka kemampuan membaca nyaring benarbenar memerlukan perhatian JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 2 Juni 2025 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Gambar 6. Pendampingan Membaca Nyaring Program membaca nyaring dilaksanakan berkelompok. Dalam kegiatan ini, siswa diminta untuk bergantian membaca dan menyimak bacaan, kemudian diakhir sesi akan diberi pertanyaan berkaitan dengan isi dari buku yang dibaca. Dalam kegiatan ini siswa tidak hanya dituntut untuk bisa membaca dengan baik, tetapi juga memahami dan menyampaikan isi dari bacaan tersebut dengan bahasa mereka sendiri. Membaca nyaring terbukti dapat meningkatkan kemampuan membaca, terutama pada siswa kelas 1 dan 2 (Kurniawaty dkk. Kelas Khusus Baca Tulis Literasi membaca dan menulis sudah menjadi bagian kebutuhan yang sangat penting. Dalam konteks modern, literasi merujuk kemampuan membaca dan menulis pada tahap yang memadai untuk berkomunikasi dalam suatu masyarakat yang literat. Oleh sebab itu kemampuan literasi adalah salah satu kompetensi wajib yang harus dimiliki oleh anak-anak sekolah dasar dalam rangka meningkatkan mutu sumber daya manusia di bangsa Indonesia. Maka dari itu tim Kampus Mengajar mengembangkan program literasi melalui pengadaan kelas khusus yang ditujukan pada baca dan tulis. Program ini bertujuan untuk memberikan waktu belajar rutin kepada siswa yang mengalami kesulitan membaca dan menulis. Latihan baca tulis secara intensif dapat membantu siswa secara bertahap meningkatkan kemampuan literasinya. Agar proses belajar menjadi lebih menarik dan tidak membosankan, program ini memanfaatkan berbagai media pembelajaran. Selain itu, pendekatan individual digunakan untuk menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan dan kemampuan setiap siswa. Hal ini memungkinkan siswa untuk berkembang sesuai dengan ritme belajarnya sendiri Gambar 7. Pendampingan Program Kelas Khusus Baca Tulis JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi Vol. No. 2 Juni 2025 e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Program ini bertujuan untuk memberikan bimbingan kepada siswa yang masih mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis. Mengajarkan membaca dan menulis secara intens terbukti dapat meningkatkan kemampuan literasi siswa (Claudia dkk. Dari beberapa program tersebut, untuk mempermudah dalam mengamati hasil dari pelaksanaan programprogram tersebut, maka tim menyajikan ringkasan kondisi sebelum dan sesudah siswa mengikuti program literasi terlihat dalam tabel berikut: Tabel 1. Perbandingan Kondisi Sebelum dan Sesudah Adanya Program Literasi Nama Program Pohon Literasi Kondisi Sebelum Perpustakaan selalu sepi dan tidak digunakan sebagaimana mestinya. Tidak ada satupun hiasan dinding ataupun poster, sehingga terlihat tidak Tidak ada satu pun buku bacaan yang tersedia di Siswa tidak betah berlama-lama di dalam Perpustakaan menumpuk, dan bukubuku di rak yang sangat Kegiatan Melukis pohon literasi dengan warna cerah dan menyediakan meja serta karpet untuk siswa Menempelkan karya siswa ke dinding kelas dan menyediakan banyak buku bacaan. Mading Mading sekolah tidak terdapat kerusakan. Membaca Nyaring Siswa Mading beberapa siswa yang membaca karya tulis yang ada di mading. Dengan waktu, tingkat kepercayaan diri siswa Selain itu, kegiatan ini kemampuan literasi Melakukan pelatihan Siswa menjadi lebih intensif dengan media lancar lagi yang menarik. membaca dan menulis. Pojok Baca Revitalisasi Perpustakaan an membaca 15 menit sebelum pembelajaran. Banyak siswa yang malu untuk membaca dengan suara keras. Kelas Khusus Baca Tulis Terdapat beberapa siswa kelas atas yang masih belum bisa membaca dan menulis dengan benar. Menyusun buku sesuai barang barang seperti meja dan alat peraga membuang barang yang sudah rusak dan tidak Memperbaiki dan membuat program membuat karya tulis yang akan ditempel di mading bergiliran setiap dua minggu sekali. Membuat menyimak buku yang sudah dipilih. Kondisi Sesudah Perpustakaan menjadi ramai karena siswa yang selalu datang Siswa menghabiskan waktu luang mereka di dalam Perpustakaan menjadi lebih bersih, menarik, dan nyaman untuk Siswa semakin waktunya untuk datang Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Program-program tersebut sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa di SD Negeri 1 Dempel. Hasil evaluasi program diujikan pada siswa kelas 5 melalui Tes Assessment. Hasil tes assessment siswa kelas 5 sebelum adanya program yang dikembangkan oleh tim Kampus Mengajar kemapuan literasi siswa diperoleh hasil 58%. Kemudian setelah program-program tersebut berjalan selama 3 bulan, dilakukan tes akhir mendapatkan hasil Artinya terdapat kenaikan sebanyak 22%. Sehingga, dapat diartikan bahwa programprogram tersebut cukup efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa di SD Negeri 1 Dempel melalui pohon literasi, pojok baca, revitalisasi perpustakaan, mading, membaca nyaring, dan kelas khusus baca tulis yang dapat menarik minat siswa untuk membaca dan meningkatkan pemahaman mereka tentang isi bacaan. Keberhasilan kegiatan ini juga dipengaruhi oleh keterlibatan aktif guru dan mahasiswa Kampus Mengajar dalam merancang dan mendampingi jalannya program. KESIMPULAN Peningkatan kemampuan literasi siswa di SD Negeri 1 Dempel melalui programprogram yang dirancang oleh mahasiswa Kampus Mengajar yang berkolaborasi dengan guru terbukti mampu memberikan hasil yang baik. Program-program tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan literasi siswa, tetapi juga menumbuhkan budaya literasi di lingkungan sekolah. Siswa menjadi terbiasa dan senang menghabiskan waktu luang mereka dengan membaca buku maupun berdiskusi bersama teman. Dengan pencapaian tersebut, diharapkan guru dan siswa dapat terus meningkatkan kemampuan literasi dengan programprogram lain yang lebih baik lagi. Guru diharapkan dapat membuat program- program penguat literasi yang lebih menarik dan interaktif. Semangat siswa untuk meningkatkan kemampuan literasi juga diharapkan untuk terus berlanjut. Sehingga, tercipta lingkungan sekolah dengan siswa yang memiliki kemampuan literasi tinggi UCAPAN TERIMAKASIH Dengan penuh rasa syukur, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan Kampus Mengajar Angkatan 8 di SD Negeri 1 Dempel, khususnya kepada dosen pembimbing atas bimbingan yang diberikan, rekan-rekan tim atas kerja sama yang solid, serta seluruh guru dan siswa SD Negeri 1 Dempel yang telah menerima kami dengan baik dan bersedia berkolaborasi dalam meningkatkan literasi. Kami juga berterima kasih kepada Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi atas terselenggaranya program ini yang telah memberi kami pengalaman dan pembelajaran berharga di luar bangku perkuliahan. Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 DAFTAR PUSTAKA