JISPENDIORA: Jurnal Ilmu Sosial. Pendidikan Dan Humaniora Vol. No. 3 Desember 2023 E-ISSN : 2829-3886. P-ISSN : 2829-3479. Hal 48-61 DOI: https://doi. org/10. 56910/jispendiora. Pengaruh Lingkungan Sekolah terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas XI Dalam Mata Pelajaran PAI di SMA Negeri 7 Sijunjung Tahnia Mafatihul Khairah1. Afrinaldi2. Salmi Wati3. Deswalantri4 1,2,3,4Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Sumatera Barat E-mail : tahniamafatihu@gmail. com1, abangafrinaldi@gmail. com2, salmiwati73@gmail. deswalantri@uinbukittinggi. Abstract. The writing is motivated by the low learning motivation of class XI MIPA students at SMA Negeri 7 Sijunjung. Based on the results of observations, it can be see that the school environment at SMA Negeri 7 Sijunjung as a whole is in good condition. This is not in accordance with the theory which states that the more conducive the scool environment, the higher the studentAos learning motivation. This research is a correlation research using a quantitative approach. The data collection technique in this study is to use a lift or questionnaire. The informants in this study were students of class XI MIPA at SMA Negeri 7 Sijunjung. Data analysis was carried out by means of normal traffic test, linearity test, hypothesis testing, and coefficient of determination test. Based on the results of the study it was found that the data in this study were normally distributed with a significance value of 0,200. This value indicates that the significant value is more than 0,05, which means that the data is normally distributed. From the results of the linearity test it is known that the significance value is 0,051 > 0,05, which means that there is a linear relationship between the school environment and studentsAo learning motivation. From the calculation results obtained rxy = 0,652 and rtabel = 0,234. With the testing criteria Ho is accepted if rxy O rtabel and Ho is rejected if rxy Ou rtabel. The results of the sampel hypothesis test with the pearson product moment correlation obtained a significance value of 0,652 Ou 0,234, so it can be concluded that Ho is rejected and Ha is accepted. So it can be concluded that the hypothesis in this study is accepted, yes that there is an influence of the school environment on the learning motivation of class XI MIPA students at SMA Negeri 7 Sijunjung. Based on the test results of the coefficient of determination, the result is 0,425. So it can be concluded that the influence of the school environment on student learning motivation is 42,5%. Keywords: Influence. School environment. Motivation to learn. Abstrak. Penulisan ini dilatar belakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa kelas XI MIPA di SMA Negeri 7 Sijunjung. Berdasarkan hasil observasi dapat dilihat bahwa lingkungan sekolah di SMA Negeri 7 Sijunjung secara keseluruhan dalam kondisi baik. Hal ini tidak sesuai dengan teori yang menyatakan bahwasannya semakin kondusif lingkungan sekolah maka semakin tinggi motivasi belajar siswa. Penelitian ini bersifat penelitian korelasi dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan angket atau kuisioner. Informan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA di SMA Negeri 7 Sijunjung. Analisis data dilakukan dengan cara uji normalitas, uji linearitas, uji hipotesis dan uji koefisien Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa data dalam penelitian ini berdistribusi normal dengan nilai signifikansi 0,200 nilai tersebut menunjukkan bahwa nilai signifikansi lebih dari 0,05 yang artinya data berdistribusi normal. Dari hasil uji linearitas diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0,051 > 0,05 yang artinya terdapat hubungan yang linear antara lingkungan sekolah dengan motivasi belajar siswa. Dari hasil perhitungan diperoleh rxy = 0,652 dan rtabel = 0,234. Dengan kriteria pengujian Ho diterima jika rxy O rtabel dan Ho ditolak jika rxy Ou rtabel. Hasil uji hipotesis sampel dengan korelasi pearson product moment diperoleh nilai signifikansi 0,652 Ou 0,234 maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan hipotesis dalam penelitian ini diterima, yaitu terdapat pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa kelas XI MIPA di SMA Negeri 7 Sijunjung. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi didapatkan hasil 0,415. Jadi dapat disimpulkan bahwasannya pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa sebesar 42,5%. Kata Kunci: Pengaruh. Lingkungan Sekolah. Motivasi Belajar Received Agustus 30, 2023. Revised September 02, 2023. Accepted Oktober 14, 2023 * Tahnia Mafatihul Khairah, tahniamafatihu@gmail. Pengaruh Lingkungan Sekolah terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas XI Dalam Mata Pelajaran PAI di SMA Negeri 7 Sijunjung LATAR BELAKANG Pendidikan bisa diperoleh melalui berbagai macam jalur, salah satunya adalah melalui pendidikan formal. Di sekolah siswa tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan tetapi siswa juga dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitar seperti guru dan lingkungan fisik yang Dalam proses pembelajaran disekolah, tentunya melibatkan interaksi antara siswa dan guru. Dalam proses pembelajaran maka perlu adanya motivasi belajar Motivasi belajar adalah seluruh daya penggerak yang ada didalam diri individu serta dapat menimbulkan kegiatan belajar dan memberi arah kegiatan belajar siswa untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan (Fathurohman dan Sulistyorini,2. Sehingga siswa yang tidak memiliki motivasi akan berdampak dengan belajar yang tidak baik dan tidak bersemangat sehingga hasil belajarnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, sedangkan siswa yang mempunyai ,motivasi yang baik akan selalu bersemangat dalam belajar (Hamzah,2. Tinggi rendahnya motivasi belajar dapat terlihat dari sikap yang ditunjukkan siswa pada saat pelaksanaan kegiatan belajar mengajar seperti minat, semangat, tanggung jawab, rasa senang dalam mengerjakan tugas, reaksi yang ditunjukkan siswa terhadap stimulus yang diberikan guru (Nana Sudjana,2. Motivasi belajar juga berarti suatu dorongan atau daya penggerak dari dalam diri individu yang memberikan arah dan semangat pada kegiatan belajar sehingga dapat mencapai tujuan yang dikehendaki. Jadi motivasi ini memiliki peran yang sangat penting dalam belajar. Karena dengan adanya motivasi akan meningkatkan, memperkuat dan mengarahkan proses belajarnya, sehingga akan diperoleh keefektifan dalam belajar (Abdul Saman & Agustan Arifin,2. Proses belajar harus dapat mendorong atau memotivasi siswa agar dapat belajar dengan Motif yang dimiliki siswa adalah pendorong/ penggerak untuk berfikir dan memusatkan perhatian, melaksanakan kegiatan yang menunjang belajar yang dipengaruhi oleh keadaan Motivasi ini tercermin melalui ketekunan yang tidak mudah putus asa untuk (Hermawan,2. Bagi orang yang beriman, tantangan itu tidak perlu menjadi hambatan. Sebab selain tantangan, ia juga memiliki motivasi yang sangat besar. Orang-orang yang mencari ilmu dengan ikhlas akan dibantu oleh Allah Swt. dan akan dimudahkan baginya jalan menuju surge. Hal ini dapat dipahami dari hadis berikut ini: JISPENDIORA-VOLUME 2. NO. DESEMBER 2023 E-ISSN : 2829-3886. P-ISSN : 2829-3479. Hal 48-61 AUae ca aa ea a a a a a a aEA Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw, bersabda. AuBarangsiapa yang menempuh jalan menuntut ilmu, akan dimudahkan Allah Swt. jalan untuknya ke surgaAy (HR. Muslim. At-Tirmidzi. Ahmad, dan Al-Baihaq. Menurut Ibnu Hajar, kata ilmu yang berarti mencakup semua jalan atau cara untuk mendapatkan ilmu agama, baik sedikit atau banyak. AuAllah Swt. memudahkan baginya jalanAy yaitu Allah Swt. memudahkan baginya jalan di akhirat kelak atau memudahkan baginya jalan di dunia dengan cara memberi hidayah untuk melakukan perbuatan baik yang dapat mengantarkannya menuju surga. Dalam hadis ini. Rasulullah Saw menggunakan pendekatan fungsional. Beliau memberikan motivasi belajar kepada para sahabat . nya dengan mengemukakan manfaat, keuntungan dan kemudahan yang akan didapat oleh setiap orang yang berusaha mengikuti proses belajar. Setiap orang beriman ingin mendapatkan kemudahan untuk masuk surga. Caranya tempuhlah jalan atau ikutilah proses mencari ilmu dengan ikhlas karena Allah Swt. (Bukhari Umar,2. Menurut sardiman, motivasi belajar dapat timbul karena faktor intrinsic dan faktor Faktor intrinsiknya berupa hasrat dan keinginan untuk berhasil dan dorongan kebutuhan belajar, harapan akan cita-cita. Sedangkan faktor ekstrinsiknya adalah adanya penghargaan lingkungan yang kondusif dan kegiatan belajar yang menarik. Lingkungan yang kondusif dan kegiatan belajar yang menarik dapat membangkitkan motivasi belajar siswa. Artinya semakin kondusif lingkungan sekolah maka semakin tinggi motivasi belajar siswa (Sardiman,2. Salah satu pengaruh yang dapat mendukung suatu motivasi belajar yaitu faktor lingkungan yang kondusif yaitu lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa. lingkungan sekolah secara fisik meliputi keadaan fisik sekolah, sarana dan prasarana didalam kelas, keadaan gedung sekolah dan Faktor lingkungan sekolah yang mempengaruhi motivasi belajar meliputi metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, disiplin sekolah, pelajaran dan waktu sekolah, keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah (Slameto,1. Lingkungan sekolah yang nyaman dan bersih dapat menimbulkan kenyamanan dalam pembelajaran, karena siswa dapat lebih berkonsentrasi serta kreatif sehingga dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar. Selain kenyamanan siswa dalam belajar disekolah, fasilitas yang memadai juga dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa. sarana dan prasarana sekolah harus mampu mendukung dan memberikan pelayanan dalam proses belajar siswa dan Pengaruh Lingkungan Sekolah terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas XI Dalam Mata Pelajaran PAI di SMA Negeri 7 Sijunjung mengajar guru. Lingkungan yang aman dan nyaman bisa mendorong dan menumbuhkan semangat untuk belajar, sebaliknya lingkungan yang kurang menyenangkan seperti kegaduhan, kekacauan dan tidak bersih dapat mengganggu konsentrasi siswa dan membuat siswa malas untuk belajar (Slameto,2. Berdasarkan hasil observasi peneliti menunjukkan bahwa kondisi lingkungan sekolah di SMA N 7 Sijunjung cukup bersih. Di setiap kelas terdapat taman yang indah walaupun ada beberapa yang tidak. Didekat lapangan upacara ada pepohonan yang rindang dan kebersihannya juga terjaga. Kondisi ruangan kelas nyaman dan tertata dengan rapi. Kelengkapan fasilitas disekolah juga sudah memadai. Di SMA N 7 Sijunjung juga ada ruangan perpustakaan yang menyediakan banyak buku yang bisa digunakan untuk siswa untuk belajar. Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Rahayu Yuliasman. Pd. I selaku guru mata pelajaran PAI di SMA N 7 Sijunjung dapat disimpulkan meskipun lingkungan sekolah di SMA N 7 Sijunjung kondusif namun kurangnya motivasi belajar siswa, hal ini dibuktikan dengan adanya siswa yang tidak bersemangat didalam proses pembelajaran, siswa yang berbicara saat guru menjelaskan, siswa tidur saat proses pembelajaran, siswa yang tidak mengerjakan tugas tepat waktu atau mengerjakan pr disekolah, siswa cepat putus asa dalam menghadapi kesulitan, siswa tidak aktif dalam proses pembelajaran, siswa tidak bisa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru, dan terlambat mengikuti proses pembelajaran bahkan juga ada siswa yang memiliki tingkat kehadiran yang rendah. siswa mempunyai masalah personal, pergaulan siswa yang kurang baik, kemajuan teknologi yang semakin canggih mempengaruhi motivasi belajar siswa, dan lemahnya motivasi didalam diri siswa itu sendiri. Berdasarkan latar belakang diatas, maka dalam hal ini penulis tergugah utuk meneliti lebih lanjut tentang pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa. Oleh karena itu penulis mengangkat judul penelitian ini yaitu AuPengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas XI MIPA Dalam Mata Pelajaran PAI di SMA Negeri 7 SijunjungAy untuk mengetahui seberapa besar pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa kelas XI MIPA dalam mata pelajaran PAI di SMA Negeri 7 Sijunjung. METODE PENELITIAN Penelitian ini bersifat penelitian korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mencari seberapa besar pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa kelas XI MIPA dalam mata pelajaran PAI di SMA Negeri 7 Sijunjung. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan angket atau kuisioner. Angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan beberapa JISPENDIORA-VOLUME 2. NO. DESEMBER 2023 E-ISSN : 2829-3886. P-ISSN : 2829-3479. Hal 48-61 pertanyaan atau pernyataan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari Informan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA di SMA Negeri 7 Sijunjung. Uji instrument dilakukan dengan uji validitas dan uji reliabilitas instrument. Analisis data dilakukan dengan cara uji normalitas, uji linearitas, uji hipotesis, dan uji koefisien HASIL DAN PEMBAHASAN Sebelum melakukan analisis data, maka harus menguji instrument penelitian dengan melakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Validasi atau kesahihan instrument adalah ukuran seberapa tepat instrument itu mampu menghasilkan data sesuai dengan ukuran yang sesungguhnya yang ingin diukur. Validasi suatu instrument yaitu seberapa jauh instrument itu benar-benar mengukur apa . yang hendak diukur. Semakin tinggi validitas suatu instrument, maka semakin baik instrument itu untuk digunakan (Zainal,2. Berdasarkan uji coba angket penelitian tentang lingkungan sekolah yang terdiri dari 16 butir pernyataan, setelah diuji cobakan pada 71 siswa, lalu kemudian dianalisis dengan menggunakan uji validitas product moment. Hasil pengujian validitas terhadap 16 butir pernyataan ditunjukkan pada tabel di bawah ini: Tabel 1. Hasil Uji Validitas Lingkungan Sekolah No Item Pernyataan Rxy 0,48802 0,48046 0,59257 0,42006 0,54382 0,59643 0,49018 0,36001 0,67011 0,58265 0,54318 0,49933 0,64113 0,70374 0,43417 0,43417 Sumber : Microsoft Excel 2010 Validitas Rtabel 0,234 0,234 0,234 0,234 0,234 0,234 0,234 0,234 0,234 0,234 0,234 0,234 0,234 0,234 0,234 0,234 Kesimpulan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Pengaruh Lingkungan Sekolah terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas XI Dalam Mata Pelajaran PAI di SMA Negeri 7 Sijunjung Berdasarkan hasil uji validitas tentang lingkungan sekolah di atas menunjukkan bahwa 16 item pernyataan dinyatakan valid karena rxy besar dari AurAytabel. Berdasarkan uji coba angket penelitian tentang motivasi belajar siswa yang terdiri dari 20 butir pernyataan, setelah diuji cobakan pada 71 siswa, lalu kemudian dianalisis dengan menggunakan uji validitas product moment. Hasil pengujian validitas terhadap 20 butir pernyataan ditunjukkan pada tabel di bawah ini: Tabel 2. Hasil Uji Validitas Motivasi Belajar No Item Pernyataan Rxy 0,501946 0,472691 0,568347 0,551996 0,481351 0,669449 0,456457 0,556331 0,532556 0,741967 0,548748 0,54306 0,524942 0,393037 0,449943 0,637255 0,408992 0,74821 0,697001 0,39964 Sumber : Microsoft Excel 2010 Validitas Rtabel 0,234 0,234 0,234 0,234 0,234 0,234 0,234 0,234 0,234 0,234 0,234 0,234 0,234 0,234 0,234 0,234 0,234 0,234 0,234 0,234 Kesimpulan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan hasil uji validitas tentang motivasi belajar siswa di atas menunjukkan bahwa 20 item pernyataan dinyatakan valid karena rxy besar dari AurAytabel. Maka instrument tersebut dinyatakan valid sehingga dapat digunakan sebagai alat ukur penelitian. Setelah melakukan uji validitas, maka selanjutnya dilakukan uji reliabilitas butir soal. uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui reliabilitas soal. Reliable adalah suatu alat ukur tersebut dapat dipercaya atau diandalkan. JISPENDIORA-VOLUME 2. NO. DESEMBER 2023 E-ISSN : 2829-3886. P-ISSN : 2829-3479. Hal 48-61 Tabel 3. Uji Reliabilitas Lingkungan Sekolah Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Sumber: SPSS 24 Jadi Reliabilitas instrument lingkungan sekolah adalah 0,831. Hal ini menunjukkan bahwa angket tersebut dinyatakan reliable karena r = 0,831 > 080, . Maka instrument tersebut dapat dipercaya dan mampu menjadi alat pengumpulan data sehingga dapat digunakan dalam Tabel 4. Uji Reliabilitas Motivasi Belajar Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Sumber : SPSS 24 Dari hasil perhitungan uji reliabilitas terhadap angket motivasi belajar yang dilakukan dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach, dapat dilihat pada perhitungan sebagai berikut: Jadi Reliabilitas instrument motivasi belajar adalah 0,870. Hal ini menunjukkan bahwa angket tersebut dinyatakan reliable karena r = 0,870 > 0,80 . Maka instrument tersebut dapat dipercaya dan mampu menjadi alat pengumpulan data sehingga dapat digunakan dalam Analisis Data Uji Normalitas Tabel 5. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Mean Parametersa,b Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Sumber: SPSS 24 Pengaruh Lingkungan Sekolah terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas XI Dalam Mata Pelajaran PAI di SMA Negeri 7 Sijunjung Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Dapat dilihat bahwa diperoleh nilai signifikansi 0,200. Nilai tersebut menunjukkan bahwa nilai signifikansi lebih dari 0,05 . ,200 > 0,. maka data tersebut berdistribusi normal. Selanjutnya analisis data menggunakan uji linearitas yang dapat dilihat pada tabel Tabel 6. Uji Linearitas ANOVA Table Sum of Mean Squares df Square Sig. Motivas Between (Combine. 230 26 197. Groups Linearity 059 1 3063. Belajar Deviation 171 25 82. Lingku Linearity Within Groups 700 44 47. Sekolah Total Sumber: SPSS 24 Berdasarkan uji linearitas diketahui nilai sig deviation from linearity sebesar 0,051 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linear antara lingkungan sekolah dengan motivasi belajar siswa. Setelah dilakukan uji normalitas dan uji linearitas diketahui data berdistribusi normal dan terdapat hubungan yang linear. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan teknik korelasi pearson product moment. Tabel 7. UJi Koefisien Korelasi Correlations Religiusitas Agresivitas Religiusitas Pearson Correlation Sig. -taile. Agresivitas Pearson Correlation Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Sumber: SPSS 24 Berdasarkan tabel di atas kriteria pengujian adalah Ho diterima apabila nilai signifikansi > 0,05 dan Ho ditolak apabila nilai signifikansi < 0,05. Hasil uji hipotesis dengan menggunakan SPSS diperoleh nilai signifikansi =0,00 < 0,05 maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha JISPENDIORA-VOLUME 2. NO. DESEMBER 2023 E-ISSN : 2829-3886. P-ISSN : 2829-3479. Hal 48-61 Jadi dapat disimpulkan hipotesis dalam penelitian ini diterima, yaitu terdapat pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa kelas XI MIPA di SMA Negeri 7 Sijunjung. Lingkungan sekolah merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi belajar Menurut Hamzah B. Uno pada umumnya motif dasar yang bersifat pribadi muncul dalam tindakan individu setelah dibentuk oleh pengaruh lingkungan. Oleh karena itu motif indifidu setelah dibentuk oleh pengaruh lingkungan. Oleh karena itu motif individu untuk melakukan sesuatu, misalnya untuk belajar dengan baik, dapat dikembangkan, diperbaiki, dan diubah melalui belajar dan latihan dengan perkataan lain melalui pengaruh lingkungan (Hamzah,2. Salah satu pengaruh yang dapat mendukung suatu motivasi belajar yaitu faktor lingkungan sekolah yang kondusif. Lingkungan sekolah secara fisik meliputi keadaan fisik sekolah, sarana dan prasarana didalam kelas, keadaan gedung sekolah dan sebagainya. Faktor lingkungan sekolah yang mempengaruhi motivasi belajar meliputi metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, disiplin sekolah, pelajaran dan waktu sekolah, keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah (Slameto,2. Maka dari itu sebagai seorang guru haruslah bisa mengkondisikan kelas agar tetap kondusif. Melakukan tindakan preventif dan Sebelum memulai pembelajaran guru haruslah menata kelas dengan baik. Mempersiapkan peserta didik agar siap untuk memulai pembelajaran dan menerima ilmu, guru bisa menata tempat duduk, menyingkirkan hal-hal yang tidak penting dan akan mengganggu seorang guru harus mempunyai mata yang jeli. Apabila ada siswa yang mulai terganggu konsentrasinya hingga membuat siswa tidak fokus, guru harus segera mengatasinya. Agar pembelajaran menjadi tidak jenuh maka guru hendaklah menggunakan media pembelajaran yang menarik. Selain itu guru juga diharuskan mempunyai relasi yang baik dengan siswanya. Guru yang professional harus memenuhi 4 kompetensi yaitu kompetensi pedagogic, personal, sosial dan professional. Dimyati dan Mudjiono mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa, terdiri atas cita-cita. Aspirasi, tingkat kemampuan, kondisi lingkungan, unsur-unsur dinamis dalam proses pembelajaran, serta upaya guru dalam membelajarkan siswa, salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi adalah kondisi lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat sekitar merupakan faktor eksternal yang akan berpengaruh terhadap tingkat efektivitas kegiatan belajar mengajar yang berlangsung disekolah baik itu kondisi fisiknya maupun pengaruh sosialnya (Dimyanti & Mudjiono,2. Pengaruh Lingkungan Sekolah terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas XI Dalam Mata Pelajaran PAI di SMA Negeri 7 Sijunjung Setelah mengetahui bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara lingkungan sekolah dengan motivasi belajar siswa selanjutnya peneliti akan mencari seberapa besar pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa dengan menggunakan uji koefisien Tabel 8. Uji Koefisien Determinasi Model Summary Adjusted R Std. Error of Model R Square Square the Estimate Predictors: (Constan. Religiusitas Sumber: SPSS 24 Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS 24 dapat diketahui bahwa nilai rA atau pengaruh antara lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa sebesar 0,425. Jadi dapat disimpulkan bahwasannya pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa sebesar 42,5% sedangkan 57,5% lainnya motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh faktor lain seperti lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat dan pengaruh dari setan. Keluarga adalah lingkungan pertama bagi anak dimana ia berinterksi, dari hal ini anak akan memperoleh unsur dan ciri dasar sebagai pembentukan kepribadiannya sendiri, melalui akhlak, nilai-nilai, kebiasaan-kebiasaan dan emosi yang nantinya akan ditampilkan didalam kehidupannya (Abdul Kabir,2. Komponen utama dalam keluarga adalah orangtua. Mereka adalah orang yang paling berpeluang mempengaruhi peserta didik. Hal itu dimungkinkan karena merekalah yang paling awal bergaul dengan anaknya, paling dekat dalam berkomunikasi, dan paling banyak menyediakan waktu untuk anak, terutama ketika ia masih kecil. Tidak sulit dipahami jika orangtua memiliki pengaruh yang besar dalam perkembangan anaknya. eA a aUa e a Oa a ac e au ae ae a ae aa aUa e aiEea a eaEacaa Na a c a a aOA a AA A aa aE ae A: A a aU ea aa aEA a AA a aAUae acae aa ea a A Aa a a aOe a a ca a a au aua a e ae a e a ai a eoa a e ae a e aia ae aa O ae eaa a eUaa aA c a a Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahwa Nabi Saw bersabda. Au Setiap anak, dilahirkan dalam keadaan fitrah . otensi beragama Isla. Selanjutnya, kedua orangtuanyalah yang membelokkannya menjadi Yahudi. Nasrani, atau Majusi bagaikan binatang melahirkan binatang, apakah kamu melihat kekurangan padanya?Ay (HR. Al-Bukhar. Keluarga atau orangtua memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan anak dan meningkatkan motivasi belajarnya. Orangtua harus melaksanakan proses pendidikan terhadap perkembangan anak dan begitu juga anggota keluarga yang lain. Pendidikan yang JISPENDIORA-VOLUME 2. NO. DESEMBER 2023 E-ISSN : 2829-3886. P-ISSN : 2829-3479. Hal 48-61 dilaksanakan harus sesuai dengan tuntutan ajaran Islam yang disebut Pendidikan Islam. Menurut Al-Jamali. AuPendidikan Islam adalah proses yang mengarahkan manusia kepada kehidupan yang baik dan yang mengangkat derajat kemanusiaannya sesuai dengan kemampuan dasar . dan kemampuan ajarannya . engaruh dari lua. Orangtua harus menciptakan kondisi yang kondusif agar semua potensi anak dapat berkembang optimal. Apabila orangtua tidak mendidik anaknya atau melaksanakan pendidikan anak tidak dengan sungguh-sungguh, maka akibatnya anak tidak akan berkembang sesuai dengan harapan. Cara orangtua mendidik anak sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak dan motivasi belajarnya. Apabila anak dari kecil telah dididik dan diajarkan untuk selalu belajar setiap hari, maka ia akan terbiasa sampai ia dewasa. Oleh karena itu juga memicu anak memiliki semangat yang tinggi untuk mencapai masa depannya. Relasi antara anggota keluarga sangatlah penting, tidak hanya hubungan orang tua dengan anak tetapi juga hubungan antara saudaranya. Relasi antara keluarga ini akan menghasilkan kasih sayang atau kebencian, sikap terlalu keras, acuh tak acuh dan lain Jika komunikasi antar angota keluarganya baik maka akan memberikan pengaruh positif terhadap motivasi belajarnya. Karena siswa membutuhkan rasa aman dan kenyamanan dalam belajar. Siswa membutuhkan fikiran yang jernih sehingga mereka bisa fokus dan terus semangat dalam belajar hingga mencapai tujuan yang diinginkannya. Seorang anak menginginkan kenyamanan, kehangatan, cinta dan kasih sayang. Suasana rumah yang bagus berdampak positif terhadap anak. Orangtua harus menyediakan waktu yang cukup untuk untuk terlibat dalam kegiatan belajar anak. Selain menciptakan iklim rumah yang dapat mendukung anak untuk belajar, interaksi orangtua dengan anak ternyata juga dapat meningkatkan motivasi belajar anak. Orangtua juga bisa memberikan penghargaan atau respon yang positif terhadap prestasi yang diraih oleh anak. Dalam hadis disebutkan : A a aUa e a Oa a a aa aE aua a a a ae a aa Oa e a a ae e a au aua a a a a A a aU ea Uaa aeA a AA a aAUae aca ae a A eAa ea eoa aa a eoaa a aOe aa a a Oa uaa e a a ae a Ca caa aoa aOe uaA a a ea eoa Oa auea e a a a a eUa aoa a e aa A a a Acaoa aOe aa a a ea aA Abu Musa ra. meriwayatkan bahwa Nabi Saw bersabda. AuPerumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk bagaikan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Terhadap pemilik minyak wangi, kamu dapat menikmati minyak wangi dengan cara membeli kepadanya atau menimal mencium aromanya yang harum. Sementara itu terhadap pandai besi, mungkin badan atau pakaianmu terbakar atau kamu mencium bau yang tidak sedap. Ay (HR Al-Bukhari dan Musli. Pengaruh Lingkungan Sekolah terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas XI Dalam Mata Pelajaran PAI di SMA Negeri 7 Sijunjung a aa au e ae a aA Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi Saw bersabda. Au Seseorang itu mengikuti agama temannya. Oleh sebab itu, kamu harus berhati-hati terhadap Ay (HR. At-Tirmidzi dan Abi Dawu. Menurut Muhammad Utsman Najati, selain orangtua, teman atau orang yang terdekat juga memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan perilaku anak, terutama pada masa Biasanya teman yang moralnya buruk kadang juga akan mempengaruhi orang yang sering menemaninya. Hal yang membuat para remaja banyak berperilaku menyimpang dan tenggelam ke dalam perilau buruk serta tindakan kriminal seringkali dikarenakan oleh pengaruh dari temannya yang buruk. Hal ini juga akan mempengaruhi motivasi belajar siswa. Teman sangat berpengaruh dalam kehidupan seseorang. Ada orang yang buruk berubah menjadi baik setelah berteman dengan orang baik. Sebaliknya tidak sedikit pula orang yang pada awalnya baik, tetapi kemudian berubah menjadi buruk setelah bergaul dengan teman yang Begitu juga dengan motivasi belajar siswa, ketika anak berteman dengan siswa yang rajin, maka ia akan semakin memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar. Namun apabila siswa bergaul dengan anak yang malas, maka tingkat motivasi belajarnya akan menjadi rendah. Motivasi belajar siswa juga disebabkan oleh pengaruh setan. Setan adalah makhluk Keberadaannya ditegaskan oleh Al-QurAoan. Namun wujudnya tidak dapat dilihat oleh Setan sangat banyak mempengaruhi perjalanan hidup manusia. Sehubungan dengan ini terdapat hadis antara lain sebagai berikut : A a aUa e a Oa a a aa aE aI a a a aIe aU ac a au e aa a a eoa e a aA a aA a aI a a aE A c A cea a aa a e a a aUA a AUae aUa eAaU aa ae a aa Oa aa aa aE Oa aca aaoena aUeaa aO a aiaa a au a e Oa a a e aaoe a a aa a ea eaa e oaa aoa a e Uae aa a e Oa a anA AaU a e a e aa ae aena a a e Oa a e a e aIe aea uacaA Dari Iyadh bin Himar Al-MujasyiAoI meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda. AuSesungguhnya Allah Swt. memerintahkanku untuk mengajarkan kepada kalian sesuatu yang belum kalian ketahui dan telah diajarkan kepadaku hari iniAy Dia berfirman. AoAku telah menciptakan hamba-Ku menjadi orang yang lurus semuanya. Akan tetapi, setam memalingkan mereka dari agamanya, mengharumkan apa yang Aku halalkan, dan menyuruh mereka mempersekutukan-Ku. AoAy (HR. Musli. Menurut An-Nawawi setan itu secara sembunyi-sembunyi pergi bersama manusia, selalu menyertai segala kondisi mereka, dan membawa mereka kepada yang batil. Dalam mempengaruhi manusia, setan menggunakan berbagai strategi yang licik dan memanfaatkan sarana yang ada dalam diri manusia, yaitu hawa nafsu. Dengan bujuk rayuannya, manusia kadang-kadang tidak menyadari bahwa keinginannya sudah dikendarai oleh setan. Agar JISPENDIORA-VOLUME 2. NO. DESEMBER 2023 E-ISSN : 2829-3886. P-ISSN : 2829-3479. Hal 48-61 terhindar dari gangguan setan, manusia diperintahkan untuk selalu mendekatkan diri dan memohon pertolongan kepada Allah Swt. ( Bukhari Umar, 2. KESIMPULAN Dari hasil perhitungan diperoleh rxy = 0,652 dan rtabel = 0,234. Dengan kriteria pengujian Ho diterima jika rxy O rtabel dan Ho ditolak jika rxy Ou rtabel. Hasil uji hipotesis sampel dengan teknik korelasi pearson product moment diperoleh signifikansi ),652 Ou 0,234 maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima. Dan berdasarkan hasil perhitungan uji koefisien determinasi diperoleh pengaruh sebesar 42,5%. Jadi dapat disimpulkan hipotesis dalam penelitian ini diterima, yaitu terdapat pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa kelas XI MIPA di SMA Negeri 7 Sijunjung dengan pengaruh sebesar 42,5%. Sedangkan 57,5% motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh faktor lain seperti lingkungan keluarga, lingkungan teman atau masyarakat, dan pengaruh dari setan. Pengaruh Lingkungan Sekolah terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas XI Dalam Mata Pelajaran PAI di SMA Negeri 7 Sijunjung DAFTAR PUSTAKA