p-ISSN: 2548-7655 e-ISSN: 2614-0489 http://mediteg. id/index. php/mediteg Pengembangan Perpustakaan Digital Berbasis SLiMS Pada SD Muhammadiyah IDI Tello Baru Andi Risfan Rizaldi1*. Asriani Hasan2 Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Makassar Sultan Alauddin. Makassar. Sulawesi Selatan. Indonesia risfan@unismuh. Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Makassar Sultan Alauddin. Makassar. Sulawesi Selatan. Indonesia hasan@unismuh. Abstrak Perpustakaan SD Muhammadiyah IDI Tello Baru Makassar merupakan salah satu dari perpustakaan yang dinaungi oleh Persyarikatan Muhammadiyah. Saat ini mengelola 600 eksemplar buku dengan beragam genre yang terdiri dari buku pelajaran sampai buku fiksi. Kendala yang dihadapi saat ini adalah sistem klasifikasi pustaka yang digunakan belum mengadopsi sistem klasifikasi berstandar internasional seperti Dewey Decimal Classification (DDC) serta sistem pengelolaan masih manual. Akibatnya, pengelola kesulitan dalam mengorganisasi koleksi secara efisien. Kendala tersebut semakin terasa jika jumlah koleksi nantinya bertambah banyak mengingat jumlah member terdaftar mencapai 195 orang. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi pengelola dalam mengintegrasikan sistem DDC dan SLiMS dalam pengembangan perpustakaan berbasis digital dengan menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan yang diikuti oleh 15 peserta yang terdiri dari pengelola, guru dan mahasiswa. Hasilnya, peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengintegrasikan DDC dan SLiMS ke dalam sistem pengelolaan perpustakaan sehingga kendala yang dihadapi bisa diatasi. Kata kunci: Perpustakaan digital. SLiMS. Dewey Decimal Classification (DDC). SD Muhammadiyah Abstract The Muhammadiyah IDI Tello Baru Elementary School Library is one of the libraries managed under the Muhammadiyah Organization. Currently, it manages 600 copies of books across various genres, ranging from textbooks to fiction books. However, the library faces challenges due to its classification system not yet adopting an internationally standardized system, such as the Dewey Decimal Classification (DDC), and its management system still being manual. As a result, the library administrators encounter difficulties in organizing the collection efficiently, a challenge that is expected to intensify as the collection grows, given that the library has 195 registered members. This Community Service Program aims to provide knowledge and skills to library administrators by integrating the DDC system and SLiMS into digital library development. The program includes training sessions and mentoring, involving 15 participants, consisting of library administrators, teachers, and students. We can see from the results that the participants learned how to add DDC and SLiMS to the library management system. This helped them organize their collections better and made the library run better. Keyword: Digital Library. SLiMS. Dewey Decimal Classification (DDC). Muhammadiyah Elementary School Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 10. Nomor 1. Juni 2025 Copyright A 2025 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG http://mediteg. id/index. php/mediteg PENDAHULUAN SD Muhammadiyah IDI Tello Baru merupakan salah satu Sekolah Dasar Swasta yang berada dibawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah. Sekolah ini berrdiri pada tanggal 18 November 2016 dengan nomor SK Pendirian Sekolah 2/7165/DPK/XII/2016 yang berlokasi di jl. Prof. Dr. Leimena Komp. IDI Kota Makassar (Data Pokok MUHAMMADIYAH IDI TELLO BARU, 2. SDS Muhammadiyah IDI Tello Baru memiliki perpustakaan yang berperan penting dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah. Dengan jumlah peserta didik mencapai 195 orang yang terbagi dari kelas 1 hingga kelas 6, perpustakaan ini harus mampu memenuhi kebutuhan siswa akan bahan bacaan yang Namun, dari hasil observasi yang dilakukan, tampak beberapa tantangan yang dihadapi oleh perpustakaan ini, utamanya dari segi sistem pengelolaan maupun sumber daya manusia. Perpustakaan yang berukuran 3x1 meter persegi ini relatif tergolong kecil dalam menampung jumlah siswa yang Walaupun demikian, fasilitas yang dimiliki relatif cukup dalam mendukung aktivitas perpustakaan. Koleksi buku juga mencakup berbagai genre mulai dari buku pelajaran hingga buku fiksi mencapai 600 eksemplar namun sistem pengelolaan pengklasifikasian koleksi buku yang tidak menggunakan sistem klasifikasi standar internasional seperti Dewey Decimal Classification (DDC). Dewey Decimal Classification (DDC) merupakan sistem klasifikasi perpustakaan yang telah diakui di seluruh dunia yang ditemukan pertama kali oleh Melvil Dewey (Klasifikasi Persepuluhan Dewey - Wikipedia Bahasa Indonesia. Ensiklopedia Bebas, 2. Akibatnya, pengelola kesulitan dalam mengorganisasi koleksi secara efisien, baik untuk melacak jumlah buku yang dipinjam, yang hilang, atau rusak. Dengan satu orang pustakawan yang telah berpengalaman selama 14 tahun, perpustakaan saat ini mengalami tantangan dalam memantau aktivitas peminjaman siswa yang semakin Dengan bertambahnya jumlah siswa, sistem manual ini akan semakin membebani pengelola, terutama dalam pencatatan transaksi peminjaman dan pengembalian buku, serta pemantauan tren minat siswa terhadap genre buku yang paling diminati. Gambar 1. Perpustakaan SD Muhammadiyah IDI Tello Baru Berdasarkan analisis situasi yang Perpustakaan Muhammadiyah IDI Tello Baru menghadapi sejumlah kendala dalam pengelolaan koleksi bahan pustaka dan Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 10. Nomor 1. Juni 2025 Copyright A 2025 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG p-ISSN: 2548-7655 e-ISSN: 2614-0489 Risfan & Hasan manajemen member, terutama terkait sistem klasifikasi dan pencatatan yang masih manual. Bertambahnya koleksi buku Penggunaan sistem klasifikasi yang tidak standar dengan tidak Dewey Decimal Classification (DDC), kesulitan dalam melacak dan menemukan Pustakawan mengidentifikasi status buku yang dipinjam, tersedia, atau rusak, yang memperlambat operasional perpustakaan dan meningkatkan risiko kesalahan Pertumbuhan jumlah member juga menambah tantangan dalam pemantauan aktivitas peminjaman dan pengembalian Dengan sistem pencatatan manual, peminjaman, memahami genre buku yang diminati, serta mengidentifikasi member yang berisiko terlambat atau gagal mengembalikan buku. Untuk mengatasi mengadopsi sistem manajemen yang lebih modern, seperti SLiMS (Senayan Library Management Syste. , yang dapat diintegrasikan dengan Dewey Decimal Classification (DDC). Sistem ini akan membantu pengelolaan koleksi dan aktivitas peminjaman secara lebih efisien, mendukung layanan perpustakaan yang lebih berkualitas dan pada akhirnya secara jangka panjang akan meningkatkan kemampuan literasi masyarakat (Rizaldi & Hasan, 2. Secara keseluruhan, perpustakaan SD Muhammadiyah IDI Tello Baru memerlukan peningkatan dalam sistem manajemennya, termasuk adopsi sistem otomatisasi seperti SLiMS (Senayan Library Management Syste. peminjaman secara lebih efisien (Kesuma et al. , 2021. Rizaldi & Hasan, 2. Pengadopsian software SLiMS (Senayan Library Management Syste. sangat penting mengingat perannya sebagai sistem automasi perpustakaan berbasis web yang pertama kali dikembangkan dan Perpustakan Kemendikbudristek (Perpustakaan Kemendikbudristek RI, 2. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengalaman membaca siswa, dan mendukung pembelajaran yang lebih optimal di sekolah. Mengingat perubahan perilaku masyarakat utamanya generasi muda yang sangat bergantung pada aktivitasnya (Persada et al. , 2. Tujuan kegiatan ini adalah memfasilitasi mitra dalam meningkatkan layanan tentang sistem klasifikasi Dewey Decimal Classification (DDC) dan integrasi sistem pencatatan kepustakaan dengan teknologi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 10. Nomor 1. Juni 2025 Copyright A 2025 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG http://mediteg. id/index. php/mediteg digital menggunakan SLiMS (Senayan Library Management Syste. untuk meningkatkan efektivitas manajemen Adapun fokus kegiatan PKM ini antara lain: . memberikan pengetahuan tentang perpustakaan yang berkualitas, . memberikan pelatihan menggunakan Dewey Decimal Classification (DDC), dan . memberikan menggunakan aplikasi SLiMS dalam mendukung digitalisasi perpustakaan. Sebagai upaya dalam menyelesaikan masalah tersebut, kami sebagai tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar melakukan pelatihan dan pendampingan dengan Pengembangan Perpustakaan Digital Berbasis Sistem SLiMS untuk Meningkatkan Aksesibilitas dan Efisiensi Layanan Perpustakaan Muhammadiyah IDI Tello Baru. Makassar. Kegiatan ini diselenggrakan bekerjasama dengan SD Muhammadiyah IDI Tello Baru sebagai mitra sekaligus tempat pelatihan Pelatihan ini diikuti 15 peserta yang terdiri dari pustakawan, guru dan Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali materi dan praktik mengenai Sistem Pencatatan Kepustakaan Dewey Decimal Classification (DDC) dan digitalisasi sistem pencatatan kepustakaan menggunakan SLiMS (Senayan Library Management Syste. diharapkan mampu memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi oleh Impact yang diharapkan dalam pelatihan ini adalah . Digitalisasi memberikan efisiensi dan kemudahan dalam memberikan layanan perpustakaan, . Mitra dapat menggunakan informasi dari aplikasi SLiMS (Senayan Library Management Syste. dalam pengambilan keputusan strategis terkait peningkatan minat baca siswa. II. METODE Pelatihan ini dilaksanakan pada SD Muhammadiyah IDI Tello Baru Makassar selama satu hari yang diikuti sebanyak 15 Pelatihan ini dilaksanakan dengan melibatkan tiga tahapan yaitu, tahap persiapan yang meliputi analisis situasi untuk identifikasi masalah dan solusi yang Proses analisis situasi ini metode Focus Group Discussion (FGD) Bersama mitra. Hasil dari Focus Group Discussion (FGD) ini menjadi masukan untuk melaksanakan pelatihan dengan terlebih dahulu mempersiapkan materi dan modul pelatihan, software SLiMS, laptop, printer, scanner, kertas, dan buku koleksi, lokasi dan waktu pelaksanaan serta peserta yang akan diikutsertakan dalam pelatihan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 10. Nomor 1. Juni 2025 Copyright A 2025 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG p-ISSN: 2548-7655 e-ISSN: 2614-0489 Risfan & Hasan Tahap pelaksanaan yang terbagi dalam dua tahap antara lain: . Capacity Building manajemen tata kelola perpustakaan yang memberikan wawasan dan keterampilan kepada peserta terkait konsep dasar tata kelola perpustakaan, konsep dasar dan praktik penggunaan Dewey Decimal Classification (DDC). Pelatihan Penggunaan SLiMS (Senayan Library Management Syste. yang memberikan wawasan dan keterampilan kepada peserta mengenai konsep dasar, praktik instalasi dan penggunaan aplikasi SLiMS (Senayan Library Management Syste. dan mengintegrasikannya dengan Dewey Decimal Classification (DDC). Dalam melakukan simulasi pembuatan klasifikasi buku, peserta akan menggunakan database E-DDC pada plugin SLiMS sehingga peserta tidak perlu mencari secara manual klasifikasi buku yang dicari. Hal ini menjadi salah satu keuntungan SLiMS, keuntungan SLiMS juga terletak pada user interface yang mudah dipahami dan tidak harus menggunakan internet untuk Tahap pendampingan dan monitoring. Tahapan memberikan kesempatan kepada mitra untuk melakukan konsultasi dengan kami selaku pelaksanaan pelatihan terhadap kendala yang dihadapi selama proses digitalisasi perpustakaan sekaligus menjadi bagian dari monitoring pelaksanaan memastikan output pelatihan tercapai. Gambar 2. Tahapan Pelatihan i. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelatihan ini berjudul Pengembangan perpustakaan digital berbasis sistem SLiMS untuk meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi layanan di perpustakaan SD Muhammadiyah IDI Tello Baru. Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 19 Februari 2025 yang berlokasi di kelurahan Tello Baru Kota Makassar. Pelatihan ini merupakan inisiasi dari dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar Muhammadiyah IDI Tello Baru Makassar dengan memanfaatkan dana hibah RISETMU Majelis Pendidikan Tinggi Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pelaksana pelatihan ini adalah Andi Risfan Rizaldi dan Asriani Hasan selaku dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar dan Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 10. Nomor 1. Juni 2025 Copyright A 2025 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG http://mediteg. id/index. php/mediteg dibantu oleh tiga orang mahasiswa sebagai asisten pelaksana. Pelatihan ini dilaksanakan dalam dua tahapan yang masing-masing tahapan akan menjawab dua kendala utama yang dihadapi oleh mitra. Tahap pertama pencatatan kepustakaan yang belum terstandarisasi dan tahap kedua menjawab kendala mengenai mitra yang belum mengadopsi sistem digitalisasi dalam pengorganisasian bahan pustaka. Tahap pertama dilaksanakan dengan memberikan wawasan mengenai tata kelola perpustakaan publik yang difasilitasi oleh Andi Risfan Rizaldi. Materi ini berisi perpustakaan dengan profesional dengan memberikan pelayanan yang optimal sehingga dapat meningkatkan minat baca siswa dan menyediakan sumber bacaan yang relevan (Arita Marini, 2022. Khasanah & Amalia, 2. Untuk dapat mencapai perpustakaan perlu memahami landasan filosofis, sosial dan budaya yang menjadi ruh perpustakaan. Secara filosofis, perpustakaan memiliki peran dalam mencerdaskan anak bangsa dengan menyediakan akses ilmu pengetahuan yang luas dan inklusif. Secara sosial, pengetahuan ke khalayak dan secara budaya, perpustakaan menjadi wadah pelestarian budaya melalui pengarsipan kasrya sastra dan ilmiah (Adriani Salim et , 2021. Iskandar, 2017. Kurniati, 2. Dengan memahami ketiga landasan Selain itu, peserta juga dibekali dengan pemahaman tentang teori konstruktivisme dan Teori pembelajaran sosial sebagai kerangka pengetahuan dalam membantu perpustakaan menjadi wadah untuk siswa dalam meningkatkan minat membaca (Au, 1998. Hilmawan et , 2022. Lesilolo, 2. Setelah itu. Gambaran perkembangan perpustakaan yang saat ini pengetahuan dan kompetensi digital bagi pengelola dan adopsi teknologi digital dalam pengelolaan perpustakaan juga menjadi hal yang sangat penting. Gambar 3. Pemberian materi mengenai pengelolaan perpustakaan publik Materi selanjutnya yang diberikan adalah konsep dasar dan praktik penggunaan Dewey Decimal Classification (DDC). Materi ini dibawakan oleh Asriani Hasan dengan memberikan wawasan kepada peserta tentang apa dan bagaimana Dewey Decimal Classification (DDC) penting untuk diadopsi dalam sistem klasifikasi pustaka. Dewey Decimal Classification (DDC) merupakan sistem klasifikasi pustaka yang Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 10. Nomor 1. Juni 2025 Copyright A 2025 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Risfan & Hasan diciptakan oleh Melvil Dewey pada tahun 1873 dan pertama kali diterbitkan pada tahun 1876 dalam bentuk pamflet yang berjudul A Classification and Subject Index for Cataloguing and Arrangging the Books and Pamphlets of a Library (Anis Masruri & Khusnul Khotimah. Atas kontribusinya tersebut Melvil Dewey diberikan gelar bapak kepustakawanan Dewey Decimal Classification (DDC) mengelompokkan koleksi berdasarkan isi atau subjeknya sehingga membantu pustawakan dan pemustaka dalam menemukan koleksi dengan cepat dan tepat (Anis Masruri & Khusnul Khotimah. Setelah itu, peserta berlatih untuk melakukan pengklasifikasian berdasarkan konsep Dewey Decimal Classification (DDC). Materi ini bertujuan untuk keterampilan kepada peserta tentang sistem klasifikasi bahan pustaka yang berlaku internasional yang memberikan pemustaka dalam mengidentifikasi bahan Pustaka. p-ISSN: 2548-7655 e-ISSN: 2614-0489 Tahap kedua pelatihan, peserta diberikan wawasan dan keterampilan mengenai konsep SLiMS (Senayan Library Management Syste. sekaligus praktik penggunaan aplikasi tersebut. Materi ini difasilitasi oleh Andi Risfan Rizaldi dan dibantu oleh mahasiswa sebagai tim SLiMS (Senayan Library Management Syste. adalah salah satu aplikasi pengelolaan perpustakaan open source yang pertama kali dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional (Perpustakaan Kemendikbudristek RI. Aplikasi pengalaman kemudahan bagi pengguna karena memiliki user interface yang mudah dan dapat dijalankan menggunakan jaringan lokal . maupun internet sehingga menjadi aplikasi pengelola perpustakaan yang banyak digunakan. Selanjutnya, melaksanakan praktek instalasi aplikasi SLiMS ke dalam komputer dan kemudian peserta menjalankan aplikasi SLiMS sekaligus mengintegrasikannya dengan konsep Dewey Decimal Classification (DDC). Gambar 5. Praktik penggunaan SLiMS (Senayan Gambar 4. Praktik penggunaan Dewey Decimal Library Management Syste. Classification (DDC) Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 10. Nomor 1. Juni 2025 Copyright A 2025 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG http://mediteg. id/index. php/mediteg Pada tahap ini, peserta dilatih untuk menjalankan tiga menu utama dari SLiMS Dalam menu bibliografi, peserta dilatih untuk membuat daftar buku dengan menggunakan sistem klasifikasi Dewey Decimal Classification (DDC) kemudian mencetak label buku dan barkod eksemplar. Management Syste. meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi Muhammadiyah IDI Tello Baru. Selain itu, pelatihan ini akan dipublikasikan dalam bentuk jurnal pengabdian masyarakat serta dipublikasikan pada portal berita online dan youtube. Gambar 7. Praktik penggunaan barcode scanner Gambar 6. Pencetakan barcode label buku dan Pada menu keanggotaan, peserta dilatih untuk membuat daftar keanggotaan dan kemudian mencetak kartu anggota. Terakhir, melaksanakan aktifitas pinjam meminjam buku pada menu sirkulasi berdasarkan input data yang dilakukan sebelumnya. Selanjutnya, untuk lebih memudahkan peserta dalam mengelola SLiMS, peserta menggunakan scanner barcode. Barkod scanner digunakan untuk mengefisienkan waktu bagi pustakawan dalam mengelola perpustakaan karena tidak memerlukan lagi pengetikan dalam menu SLiMS yang digantikan dengan proses scan. Output terlaksananya pelatihan dengan judul Pengembangan berbasis sistem SLiMS (Senayan Library Manfaat yang diperoleh bagi peserta setelah mengikuti pelatihan ini adalah peserta memahami pentingnya tata kelola perpustakaan yang baik dalam rangka meningkatkan minat baca siswa. Selain itu, peserta juga memahami bagaimana konsep dasar Dewey Decimal Classification DDC sebagai sistem klasifikasi yang membantu pustkawan dalam melakukan klasifikasi bahan pustaka. Kedua manfaat tersebut telah menjawab masalah pertama yang dihadapi oleh pengelola perpustakaan terkait sistem pencatatan kepustakaan yang belum terstandarisasi. Selanjutnya, manfaat yang diperoleh dari pelatihan ini adalah peserta memahami konsep dasar SLiMS dan bagaimana mengaplikasikannya dalam proses pengelolaan bahan pustaka secara digital serta mengintegrasikannya dengan sistem Dewey Decimal Classification DDC yang telah diberikan sebelumnya. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 10. Nomor 1. Juni 2025 Copyright A 2025 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG p-ISSN: 2548-7655 e-ISSN: 2614-0489 Risfan & Hasan Kemampuan ini memberikan kemudahan bagi pustakawan dalam menyusun bibliografi, keanggotaan dan sirkulasi bahan pustaka secara cepat dan efisien. Manfaat tersebut telah menjawab pengorganisasi bahan pustaka belum mengadopsi sistem digitalisasi. Sepanjang pelaksanaan pelatihan, antusiasme peserta terlihat begitu baik. Hal ini terlihat dari interaksi peserta pada saat sesi praktik. Selain itu, kami tidak menemukan kendala yang cukup berarti dalam pelaksanaan pelatihan karena kemampuan peserta dalam menggunakan komputer sangat membantu dalam pelaksanaan praktik. IV. PENUTUP Pelatihan dengan judul Pengembangan perpustakaan digital berbasis sistem SLiMS untuk meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi layanan di perpustakaan SD Muhammadiyah IDI Tello Baru. Pelatihan ini dilaksanakan di SD Muhammadiyah IDI Tello Baru Makassar pada tanggal 19 Februari 2025 yang diikuti oleh 15 peserta yang terdiri dari pustakawan, guru dan Pelatihan ini dilaksanakan oleh dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar bekerja sama dengan SD Muhammadiyah IDI Tello Baru Makassar sebagai mitra Pengabdian kepada Masyarakat dengan dukungan dari program RISETMU batch Vi Majelis Pendidikan Tinggi Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pelatihan ini hadir untuk menjawab dua permasalahan utama yang dihadapi mitra yaitu . sistem pencatatan kepustakaan masih belum terstandarisasi, dan . perpustakaan belum mengadopsi sistem digitalisasi dalam proses pengorganisasian Identifikasi permasalahan utama ini hadir dari analisis menggunakan metode focus group discussion yang melibatkan kepala sekolah, pustakawan dan guru SD Muhammadiyah IDI Tello Baru. Pelatihan ini dilaksanakan dalam dua tahapan yang sistematis. Tahapan pertama dilakukan dengan memberikan wawasan dan keterampilan bagi peserta tentang manajemen perpustakaan yang terdiri dari konsep dasar tata kelola perpustakaan publik dan Dewey Decimal Classification (DDC). Tahapan kedua dilakukan dengan memberikan wawasan dan keterampilan peserta dalam menggunakan aplikasi SLiMS untuk mendorong digitalisasi tata kelola perpustakaan. Proses pelaksanaan pelatihan terbilang Hal ini karena kemampuan peserta dalam menggunakan komputer yang memang menjadi alat utama pelatihan sangat baik sehingga peserta dalam waktu singkat dapat memahami cara kerja aplikasi SLiMS yang diberikan. Pelatihan ini telah memberikan wawasan dan keterampilan bagi peserta dalam memahami dan mengaplikasikan Dewey Decimal Classification (DDC) serta mengintegrasikannya dengan aplikasi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 10. Nomor 1. Juni 2025 Copyright A 2025 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG http://mediteg. id/index. php/mediteg SLiMS (Senayan Syste. Library Management UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terima kasih Majelis Pendidikan Tinggi Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui hibah program RISETMU batch Vi tahun 2024 yang telah memberikan dukungan dana sehingga pelatihan ini dapat terselenggara dengan baik. Kami juga berterima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah memberikan kesempatan bagi kami untuk Pengabdian kepada Masyarakat. DAFTAR PUSTAKA