Journal for Quality in Women's Health Vol. 3 No. 1 Maret 2020 | pp. 82 Ae 86 p-ISSN: 2615-6660 | e-ISSN: 2615-6644 DOI: 10. 30994/jqwh. Hubungan Anemia Dengan Prestasi Belajar Siswi di SMP Negeri Kelila Kabupaten Mamberamo Tengah Tahun 2018 Jenny Anna Siauta,Triana Indrayani. Kartini Bombing Universitas Nasional. Jakarta Corresponding author: Jenny Anna Siauta . ennysiauta2017@gmail. Received: December, 16 2019. Accepted: January, 19 2020. Published: March, 16 2020 ABSTRAK Prevalensi anemia dunia berkisar 40-88% pada remaja putri pada tahun 2013. Anemia pada remaja menyebabkan penurunan tingkat kebugaran, daya imun, daya ingat, dan daya Daya konsentrasi yang rendah menyebabkan kemampuan belajar menurun dan akan mempengaruhi prestasi belajar remaja. Desain penelitian ini bersifat deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 52 siswi. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Random Sampling. Instrumen penelitian terdiri dari Hb Quick Check dan nilai raport siswi. Data dianalisis menggunakan chi square untuk mengetahui hubungan antara anemia dengan prestasi belajar. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara anemia dengan prestasi belajar . = 0,. maka p < 0,05. Terdapat Hubungan yang signifikan antara anemia dengan prestasi belajar pada siswi di SMP Negeri Kelila Kabupaten Mamberamo Tengah tahun 2018. Kata Kunci: Kinerja Kader. Partisipasi ibu. Penimbangan Balita. Posyandu This is an open-acces article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. PENDAHULUAN Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia terutama negara berkembang yang diperkirakan 30% penduduk dunia menderita anemia. Anemia banyak terjadi pada masyarakat terutama pada remaja dan ibu hamil. Prevalensi anemia dunia berkisar 40-88% pada remaja putri sampai saat ini masih cukup tinggi (WHO, 2. Anemia adalah kondisi berkurangnya sel darah merah . dalam sirkulasi darah atau massa hemoglobin, sehingga tidak mampu memenuhi fungsinya sebagai pembawa oksigen ke seluruh jaringan (Tarwoto, 2. Anemia banyak terjadi pada masyarakat terutama pada remaja dan ibu hamil. Prevalensi anemia dunia berkisar 40-88% pada remaja putri sampai saat ini masih cukup tinggi (WHO, 2. Berdasarkan data WHO . , prevalensi anemia di Asia Tenggara masih tinggi, seperti Brunei 20,4%. Malaysia 30,1%. Vietnam 24,3% dan Thailand 17,8%. Website: http://jqwh. org | Email: publikasistrada@gmail. Hubungan Anemia Dengan Prestasi BelajarA. Secara global jumlah penduduk usia remaja . tahun di Indonesia sebesar 26,2% yang terdiri dari 50,9% laki-laki dan 49,1% perempuan. Dari data Riskesdas didapatkan prevalensi anemia gizi besi secara nasional pada remaja usia 13-18 tahun sebesar 22,7% (Kemenkes RI, 2. Survei anemia oleh Dinas Kesehatan Provinsi Papua prevalensi anemia pada remaja putri usia 10-14 tahun sebesar 57,1% dan pada wanita usia subur sebesar 39,5%. Serta didapatkan data di kabupaten Mamberamo Tengah sebesar 12% yang meningkat dari tahun sebelumnya (Dinkes Prov Papua, 2. Anemia pada remaja disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya menstruasi setiap bulan, kurangnya kadar zat besi dalam tubuh, kekurangan asam folat, vitamin B12, penyakit kronis, penyakit malaria, infeksi cacing tambang, keturunan atau genetic (WHO, 2. Anemia yang sering ditemukan adalah karena kekurangan atau defisiensi zat besi. Salah satunya disebabkan oleh mentruasi setiap bulan. Menstruasi menyebabkan remaja putri kehilangan darah A30 ml/hari dan kehilangan zat besi A1,3 mg per hari (Ahmadi, 2. Zat besi dibutuhkan tubuh karena berperan dalam perkembangan otak, sistem kekebalan tubuh, mielogenesis dan pemeliharaan mielin, berfungsi sebagai hantar rangsangan melalui sel saraf. Kekurangan zat besi dapat menurunkan aktifitas monoamine oxidase. Aktifitas neurologikal berfungsi dalam sintesa dopamin dan serotonin. Dopamin dengan tirosin berfungsi dalam koordinasi motorik. Serotonin berguna untuk neurotransmiter dan pemusatan perhatian atau konsentrasi. Kadar zat besi yang rendah berdampak pada kinerja kognitif dan berpengaruh terhadap konsentrasi belajar (Ahmadi et al, 2. Anemia dapat menyebabkan mudah merasa lelah, konsentrasi belajar menurun sehingga prestasi belajar rendah dan dapat menurunkan produktivitas kerja. Disamping itu juga menurunkan daya tahan tubuh sehingga mudah terkena infeksi (Mansjoer, 2. Berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang hubungan antara anemia dengan prestasi belajar siswi di SMP Negeri Kelila Kabupaten Mamberamo Tengah METODE Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross Cross Sectional desain yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (Point Time Approac. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri Kelila Kabupaten Mamberamo Tengah bulan Desember 2018 Ae Maret 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas VII. Vi dan IX di SMP Negeri Kelila sebanyak 75 orang. Sampel yang dipakai dalam penelitian ini sebanyak 52 responden. HASIL PENELITIAN Tabel 1. Hasil Bivariat Hubungan Anemia dengan Prestasi Belajar di SMP Negeri Kelila Prestasi Belajar Anemia Baik Kurang Total p-Value Anemia 7,5% 0,000 Tidak Anemia 37 92,5% Total 40 100% 12 100% Journal for Quality in Women's Health Hubungan Anemia Dengan Prestasi BelajarA. Berdasarkan tabel 1 Siswi yang tidak mengalami anemia sebanyak 37 orang . ,5%) berprestasi baik, dan yang tidak anemia sebanyak 3 orang . %) berprestasi kurang. Sedangkan siswi yang anemia dengan prestasi baik sebannyak 3 orang . ,5%), dan siswi yang anemia dengan prestasi kurang sebanyak 9 orang . %). Analisa statistik uji Chi-Square (P Value O 0,. dengan hasil nilai signifikan . 0,000. Sehingga dapat diambil kesimpulan, bahwa terdapat hubungan antara anemia dengan prestasi belajar pada siswi di SMP Negeri Kelila dengan nilai OR 37,000 yang berarti siswi yang tidak mengalami anemia berpeluang 37 kali lebih besar mengalami prestasi dalam belajar yang baik dibandingkan siswi yang mengalami anemia. PEMBAHASAN Analisis Bivariat Hubungan antara Anemia dengan Prestasi Belajar Berdasarkan data hasil penelitian yang diperoleh dari 52 siswi, yang tidak mengalami anemia sebanyak 37 orang . ,5%) berprestasi baik, dan yang tidak anemia sebanyak 3 orang . %) berprestasi kurang. Sedangkan siswi yang anemia dengan prestasi baik sebanyak 3 orang . ,5%), dan siswi yang anemia dengan prestasi kurang sebanyak 9 orang . %). Analisa statistik uji Chi-Square (P Value O 0,. dengan hasil nilai signifikan . 0,000. Sehingga dapat diambil kesimpulan, bahwa terdapat hubungan antara anemia dengan prestasi belajar pada siswi di SMP Negeri Kelila Kabupaten Mamberamo Tengah. Penelitian yang sama juga telah dilakukan Wulan . di SMPN 2 Semarang bahwa sebagian besar siswi tidak mengalami anemia, dan adanya hubungan kadar hemoglobin dengan prestasi belajar yang didapatkan nilai p=0,042. Penelitian yang juga dilakukan oleh Rieska . pada siswi SMPN 2 Bringin Ngawi Jawa Timur bahwa adanya hubungan kadar hemoglobin dengan prestasi belajar. Berdasarkan penelitian Indah . terdapat 29 responden yang anemia terdapat 12 respoden . ,1%) mempunyai prestasi belajar yang baik, sementara 17 responden . ,3%) dengan prestasi belajar kurang baik. Terdapat 41 responden . 6%) yang tidak anemia, 30 responden . ,9%) mempunyai prestasi belajar yang baik sedangkan 11 responden . ,7%) dengan prestasi kurang baik. Berdasarkan hasil analisis Chi Square diperoleh nilai x2 = 7. dengan p = 0,007. Dengan hasil tersebut disimpulkan adanya hubungan antara kadar hemoglobin dengan prestasi belajar siswa SD Negeri 1 Bentangan Wonosari Kabupaten Klaten. Dikatakan bahwa pada kondisi anemia daya konsentrasi dalam belajar tampak menurun (Sediaoetama, 2. Anemia karena defisiensi zat besi pada anak-anak akan mengganggu kemampuan belajar mereka di sekolah. Bukti yang tersedia menunjukkan gangguan pada perkembangan psikomotor dan kemampuan intelektual serta perubahan perilaku setelah terjadi anemia defisiensi zat besi (Gibney dkk, 2. Kekurangan zat besi pada anak juga dapat menyebabkan penurunan nilai tes psikologi, tes konsentrasi, mengurangi kemampuan belajar konsep dan menurunkan daya ingat. Pada anak-anak kekurangan besi menimbulkan apatis, mudah tersinggung, menurunnya kemampuan untuk berkonsentrasi dan belajar (Almatsier, 2. Dukungan lingkungan untuk konsumsi Tablet Tambah Darah juga didapat dari Kemenkes RI. Mengeluarkan kebijakan dalam program Pembangunan Indonesia Journal for Quality in Women's Health Hubungan Anemia Dengan Prestasi BelajarA. Sehat dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yakni guna pembinaan dan perbaikan gizi masyarakat salah satunya adalah pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri dengan target sebesar 30% pada tahun 2019. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian mengenai hubungan anemia dengan prestasi belajar. Hasil simpulan yang didapat pada penelitian ini adalah: Berdasarkan hasil analisis univariat, dari 52 siswi di SMP Negeri Kelila Kabupaten Mamberamo Tengah yang diteliti didapatkan hasil siswi yang tidak mengalami anemia sebanyak . ,9%) dan yang mengalami anemia sebanyak . ,1%). Terdapat hubungan antara anemia dengan prestasi belajar pada siswi SMP Negeri Kelila Kabupaten Mamberamo Tengah Tahun 2018 (P-Value < . =0,. SARAN Bagi Sekolah Diharapkan kepada pihak sekolah agar bekerja sama antara pihak sekolah, masyarakat, dinas kesehatan dan puskesmas untuk mengadakan seminar mengenai anemia. Serta dapat melakukan pemeriksaan berkala. Dan jika siswa yang mempunyai kadar hemoglobin rendah agar bisa ditangani. Bagi Orang Tua Diharapkan agar mengingatkan kepada anaknya menjaga pola makan dan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi agar kebutuhan besi terpenuhi sehingga dapat meminimalkan kejadian anemia. Bagi Institusi Pendidikan Dapat memberikan masukan positif dalam upaya meningkatkan mahasiswa mengenai hubungan anemia dengan prestasi belajar. Bagi Pemerintah Bagi pemerintah diharapkan dapat melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah terutama daerah pedalaman agar program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) ini dapat tercapai dengan baik dan dapat menurunkan angka anemia pada remaja. DAFTAR PUSTAKA