JKM Jurnal Kesehatan Masyarakat ITEKES Cendekia Utama Kudus P-ISSN 2338-6347 E-ISSN 2580-992X Vol. No. April 2026 EFEKTIVITAS PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) TERHADAP STATUS GIZI. KESIAPAN BELAJAR. DAN LUARAN PENDIDIKAN PESERTA DIDIK: TINJAUAN SISTEMATIS Ananda Anis Saputri1. Diah Mulyawati Utari2 Departemen Gizi. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Indonesia E-mail: ananda. anis@ui. ABSTRAK Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan intervensi kesehatan masyarakat berbasis sekolah yang ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi peserta didik sekaligus memperkuat kesiapan belajar. Kajian ini bertujuan menilai bukti empiris mengenai keterkaitan MBG dengan status gizi, konsentrasi/ motivasi belajar, kehadiran sekolah, dan prestasi akademik melalui systematic literature review (SLR). Penelusuran dan seleksi literatur mengikuti pedoman PRISMA 2020, dengan pencarian pada Google Scholar. Garuda. DOAJ, dan Scopus untuk publikasi periode 2024Ae2026. Sepuluh artikel yang memenuhi kriteria inklusi disintesis secara naratif menggunakan pendekatan tematik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa bukti yang tersedia lebih konsisten pada luaran proksimal, terutama konsentrasi/ fokus, motivasi belajar, dan indikator kebugaran yang dirasakan . nergi, stamina, daya tahan tubu. Sebaliknya, luaran distal seperti status gizi dan kehadiran sekolah menunjukkan hasil yang lebih pada satu studi komparatif, status gizi tidak berbeda signifikan antara kelompok penerima dan non-penerima, sementara kehadiran lebih tinggi pada kelompok non-penerima. Bukti mengenai prestasi akademik menunjukkan indikasi peningkatan pada sebagian konteks, namun desain penelitian yang didominasi non-eksperimental membatasi interpretasi kausal. Studi kualitatif menegaskan bahwa kualitas implementasi seperti ketepatan distribusi, variasi menu, penerimaan siswa, pengendalian keamanan pangan, serta mekanisme pemantauan berperan penting dalam menentukan capaian program. Secara keseluruhan. MBG berpotensi menjadi intervensi antar lintas sektor kesehatan dan pendidikan yang memperkuat kesiapan belajar peserta didik, tetapi optimalisasi dampaknya memerlukan penguatan tata kelola dan pemantauan berbasis indikator, serta evaluasi berkelanjutan dengan desain penelitian yang lebih kuat untuk menilai luaran distal secara lebih akurat. Kata Kunc : Makan Bergizi Gratis. Kesiapan Belajar. Status Gizi. Prestasi Belajar. Systematic Literature Review ABSTRACT The Free Nutritious Meal Program (MBG) is a school-based public health intervention intended to support studentsAo nutritional needs while strengthening learning readiness. This review aims to assess empirical evidence on the association between MBG and nutritional status, learning concentration/ motivation, school attendance, and academic achievement through a systematic literature review (SLR). Literature searching and selection followed the PRISMA 2020 guideline, using Google Scholar. Garuda. DOAJ, and Scopus to identify publications from 2024 to 2026. Ten articles that met the inclusion criteria were synthesized narratively using a thematic approach. The synthesis indicates that the available evidence is more consistent for proximal outcomes, particularly concentration/ focus, learning motivation, and perceived physical fitness indicators . nergy, stamina, and enduranc. In contrast, distal outcomes such as nutritional status and school attendance show more variable findings. in one comparative study, nutritional status did not differ significantly between MBG recipients and non-recipients, while attendance was higher in the non-recipient Evidence on academic achievement suggests potential improvement in some contexts, yet the predominance of non-experimental study designs limits causal interpretation. Qualitative studies further highlight that implementation quality such as timely distribution, menu variety, student acceptability, food safety control, and monitoring mechanisms plays an important role in shaping program Overall. MBG has the potential to serve as a cross-sector healthAe education intervention that strengthens studentsAo learning readiness. maximizing its impact requires strengthened governance and indicator-based monitoring, as well as continuous evaluation using stronger study designs to assess distal outcomes more accurately. Keywords: Free Nutritious Meal. Learning Readiness. Nutritional Status. Academic Achievement. Systematic Literature Review LATAR BELAKANG Pemenuhan gizi anak usia sekolah merupakan isu fundamental dalam kesehatan masyarakat dengan implikasi jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Pada masa ini, pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif berjalan simultan sehingga anak membutuhkan dukungan asupan gizi yang memadai. Kekurangan gizi dapat menurunkan kebugaran, melemahkan daya tahan tubuh, dan mengganggu konsentrasi, sehingga proses belajar berpotensi tidak optimal . Di Indonesia, masalah gizi anak berlangsung dalam konteks sosialekonomi yang kompleks, termasuk ketimpangan akses pangan bergizi dan kendala distribusi, terutama di wilayah tertentu. Studi di Papua menegaskan pentingnya memahami status gizi awal peserta didik karena kondisi geografis dan sosial-ekonomi lokal dapat memunculkan risiko gizi yang berbeda dibandingkan daerah perkotaan . Dalam kerangka pembangunan nasional 2025Ae2029, agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia menempatkan intervensi gizi sebagai bagian penting dari upaya memperkuat layanan dasar . Sebagai respons, pemerintah mendorong Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai strategi nasional yang menghubungkan agenda gizi dan pendidikan melalui intervensi berbasis sekolah. UNICEF menekankan pentingnya penguatan basis bukti dan pembelajaran implementasi agar program berskala besar seperti MBG dapat diarahkan secara efektif dan berkelanjutan . Pedoman tata kelola program juga menekankan perlunya sistem yang tertata mulai dari sasaran, standar mutu menu dan keamanan pangan, hingga koordinasi pelaksanaan agar implementasi berjalan konsisten . Namun, efektivitas program sangat bergantung pada kesiapan sistem dan kapasitas pelaksanaan di lapangan. distribusi, keterbatasan sumber daya, dan koordinasi antar-aktor masih berpotensi memengaruhi capaian program . Pada tingkat satuan pendidikan, keberhasilan MBG dipengaruhi oleh ketepatan waktu distribusi, variasi dan kualitas menu, kebersihan, serta dukungan manajemen. Selain aspek teknis, penerimaan masyarakat juga dipengaruhi komunikasi publik. transparansi informasi dibutuhkan untuk menjaga kepercayaan orang tua terkait keamanan pangan dan ketepatan sasaran, terutama ketika beredar informasi yang tidak tervalidasi . Meskipun publikasi terkait MBG meningkat pada fase awal pelaksanaan 2024Ae2026, bukti ilmiah masih tersebar dalam beragam desain dan luaran, sehingga belum mudah dibandingkan untuk menarik kesimpulan yang utuh mengenai luaran yang paling konsisten serta faktor implementasi yang paling menentukan. Karena itu, diperlukan sintesis bukti yang terstruktur untuk memetakan capaian awal serta ruang perbaikan kebijakan dan implementasi . Berdasarkan melakukan systematic literature review mengenai efektivitas MBG terhadap status gizi, kesiapan belajar . onsentrasi/ motivas. , serta luaran pendidikan . ehadiran dan prestas. pada publikasi tahun 2024Ae2026, guna memperkuat dasar evidence bagi rekomendasi kebijakan dan perbaikan pelaksanaan program secara berkelanjutan . ,6,. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan systematic literature review (SLR) untuk menilai efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap status gizi, konsentrasi/ kesiapan belajar, kehadiran, dan prestasi belajar peserta Proses penyusunan dan pelaporan mengikuti pedoman PRISMA 2020 guna memastikan tahapan identifikasi, skrining, penilaian kelayakan full-text, hingga inklusi artikel berlangsung transparan dan sistematis . Pencarian literatur dilakukan pada Google Scholar. Garuda. DOAJ, dan Scopus untuk publikasi periode 2024Ae2026. Strategi pencarian menggunakan kombinasi kata kunci Bahasa Indonesia dan Inggris dengan operator Boolean (AND/OR) dan tanda kutip untuk frasa, yang menggabungkan istilah program, setting sekolah, dan luaran yang ditinjau. Secara umum, string yang digunakan mencakup: (Aumakan bergizi gratisAy OR MBG OR Aufree nutritious mealAy OR Aufree school mealA. AND . iswa OR student OR Aupeserta didikA. AND (SD OR SMP OR SMA OR Auelementary schoolAy OR Ausecondary schoolA. AND . izi OR Aunutritional statusAy OR BMI OR IMT OR konsentrasi OR Aulearning concentrationAy OR motivasi OR attendance OR kehadiran OR prestasi OR Aulearning achievementA. , dengan penyesuaian seperlunya sesuai fitur pencarian masing-masing basis data. Artikel yang diperoleh dikelola melalui deduplikasi, dilanjutkan dengan skrining judul dan abstrak, serta telaah full-text. Kriteria inklusi meliputi: . penelitian primer berbasis data empiris. membahas MBG atau program Ide Skr Sejumlah artikel diidentifikasi melalui pencarian pada basis data untuk periode 2024Ae2026, dengan rincian sebagai berikut: C Google Scholar: n = 390 artikel C Garuda: n = 133 artikel C DOAJ (Directory of Open Access Journal. : n = 11 artikel C Scopus: n = 3 artikel Total artikel yang teridentifikasi: n = 537 artikel Artikel duplikat yang dihapus sebelum skrining: n = 53 artikel Artikel yang masuk tahap skrining judul/ abstrak: n = 484 artikel Artikel yang dikeluarkan pada tahap skrining judul/ abstrak: n = 395 artikel Artikel full-text yang dinilai n = 89 artikel Dii Artikel yang masuk sintesis n = 10 artikel Artikel full-text yang dikeluarkan . eserta alasa. = 79 artike. , antara lain: A tidak berfokus pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG). A populasi bukan peserta didik usia sekolah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah . isalnya studi pada masyarakat umum, mahasiswa, atau populasi non-sekola. A jenis publikasi tidak sesuai . isalnya tinjauan naratif, editorial, protokol, artikel opini, komentar, atau publikasi non-rise. A informasi metodologi tidak memadai atau tidak A teks lengkap . ull-tex. tidak tersedia atau tidak dapat diakses. A terbit di luar rentang waktu yang telah ditetapkan . eriode 2024Ae2. Gambar 1. Diagram Alur PRISMA 2020 pemberian makan bergizi yang setara di sekolah. melibatkan peserta didik jenjang pendidikan dasar dan/ atau menengah. melaporkan luaran yang relevan . isalnya status gizi/ kualitas menu, konsentrasi/ kesiapan belajar, kehadiran, atau prestasi akademi. tersedia dalam full-text. terbit pada periode 2024Ae2026. Artikel yang tidak memenuhi kriteria dikeluarkan, dan ringkasan jumlah artikel pada tiap tahap disajikan dalam diagram alur PRISMA (Gambar . Data dari artikel yang memenuhi kriteria kemudian diekstraksi menggunakan lembar terstruktur yang memuat penulis dan tahun publikasi, desain penelitian, karakteristik populasi/ sampel, serta indikator Sintesis dilakukan secara naratif dengan pendekatan tematik, dengan pengelompokan bukti berdasarkan tiga kelompok outcome utama: status gizi/ kualitas menu, . konsentrasi dan kehadiran, serta . prestasi belajar. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan tahapan identifikasi, skrining, telaah full-text, dan inklusi literatur sesuai pedoman PRISMA 2020, diperoleh sepuluh artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan relevan dengan tujuan kajian. Artikel-artikel tersebut menelaah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam kaitannya dengan status gizi, konsentrasi/ fokus dan motivasi belajar, kehadiran sekolah, serta prestasi akademik peserta didik. Studi yang terinklusi menunjukkan heterogenitas desain, mencakup kuantitatif . ross-sectional, survei, komparatif/ case-control, korelasional, dan one-group pretestAe posttes. serta kualitatif evaluatif dengan kerangka ContextAeInputAe ProcessAeProduct (CIPP). Keragaman desain dan konteks (SD hingga SMA) membuat sintesis dilakukan secara naratif-tematik, sehingga temuan ditafsirkan sebagai indikasi/ asosiasi dan belum seluruhnya dapat dimaknai sebagai bukti kausal. Secara umum, bukti yang tersedia lebih konsisten pada luaran yang bersifat proksimalAiterutama konsentrasi/ fokus, motivasi belajar, serta persepsi kebugaranAidibandingkan luaran distal seperti status gizi dan kehadiran, yang cenderung dipengaruhi banyak determinan di luar intervensi sekolah . Oleh karena itu, variasi temuan antar publikasi dipahami sebagai konsekuensi dari perbedaan desain penelitian, durasi dan kualitas implementasi, serta konteks sosial peserta didik. Ringkasan karakteristik studi, desain, sampel, dan temuan utama disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Matriks Ringkasan Artikel dalam Tinjauan Sistematis Judul artikel Analisis Hubungan Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis Motivasi Belajar Siswa MTsN 12 Pesisir Selatan Effectiveness of the Free Nutritious Meal (MBG) Program on Nutritional Status. Learning Concentration. Student Attendance in South Jakarta Elementary Schools Author Desain dan Sampel Penelitian Temuan Utama Syafti. Rahman Maharani . Korelasional. n=30 MTsN . elas 7Ae. Motivasi 4. 8%). r=0. RA=0. Y=1. Wahyuniar Pustakasari . Evaluasi Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD X Kota Bandar Lampung Habib et al. Hubungan Konsumsi Makanan Bergizi dengan Prestasi Belajar Anak Mamahit Dampak Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) Konsentrasi Motivasi Belajar Peserta Didik Sekolah Dasar Status gizi ns (OR p=0. Komparatif/case- konsentrasi n=200 rerata . =0. tapi SD . MBG. kategori ns . =1. 100 no. kehadiran lebih tinggi non-MBG (OR 5. p<0. Kendala dana/ menu/ Kualitatif CIPP. jadwal/ distribusi/ sisa. SPPG. KS. , tema: antusiasme & guru. , siswa. , ortu. status gizi belum diukur Cross-sectional. Kelengkapan giziAe n=30 SD. peserta MBG Ou6 (NA=6. p=0. Irawan PreAepost 1 grup. n=40 kelas V SD (Palemban. Konsentrasi 25Ie4. 40Ie4. r=0. =0. & r=0. =0. Implementation of the Evaluation of the Free Nutritious Meal Program (MBG) SMP X Blambangan Umpu Rahmayani et al. Kualitatif CIPP. guruAesiswaAe ortuAestaf. Nov Tema: input memadai. proses dengan QC & status gizi bertahap Manfaat Program Pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap Kesehatan dan Konsentrasi Belajar Siswa di SMAN 1 Zaenudin Survei. SMA n=250 Kesehatan rerata 4. konsentrasi rerata 3. No Judul artikel Author Desain dan Sampel Penelitian Temuan Utama Azzahra et Kualitatif. kesiswaan, guru. Tema: kesehatan/ kebiasaan tantangan anggaran Hasanuddin et al. Deskriptif. kelas iAeIV Fokus: kelas i 3. %). kelas IV 3. Pebayuran Pelaksanaan Uji Coba Program Makan Bergizi Gratis di SMP Negeri 4 Tangerang Pengaruh Program Makan Bergizi Gratis Kefokusan Belajar Siswa Kelas i dan IV di SD Kecil Salena The Influence Nutritious Food Consumption Patterns in the Free Nutritional Meal 10 Program (MBG) on the Mathematics Learning Achievement of Students SDS Maniamas Ngabang Yesi and Annur PreAepost 1 grup. n=35 kelas V Nilai 83Ie89. p=0. Dampak MBG pada Kesehatan dan Status Gizi Pada aspek kesehatan, beberapa studi menunjukkan bahwa MBG lebih mudah tercermin pada luaran fungsional yang dirasakan langsung seperti energi, daya tahan tubuh, dan stamina dibandingkan perubahan status gizi yang memerlukan waktu dan pengukuran antropometri yang Survei pada siswa SMA melaporkan skor kesehatan yang relatif tinggi pada indikator energi dan daya tahan tubuh, bersamaan dengan skor konsentrasi yang juga tinggi . Temuan serupa muncul pada studi kualitatif, di mana informan menilai adanya perbaikan kebugaran dan kesiapan belajar setelah program berjalan, meskipun sifat buktinya berbasis persepsi dan observasi . Sebaliknya, bukti kuantitatif mengenai status gizi menunjukkan hasil yang lebih terbatas. Studi komparatif di sekolah dasar Jakarta Selatan tidak menemukan perbedaan status gizi yang signifikan antara kelompok MBG non-penerima (OR p=0. mengindikasikan bahwa perubahan status gizi mungkin tidak segera terlihat pada fase awal pelaksanaan atau bergantung pada faktor pelaksanaan lain yang tidak seragam . Evaluasi implementasi di SD X Bandar Lampung juga menegaskan bahwa manfaat program dirasakan pada aspek antusiasme dan kesiapan belajar, namun pengukuran status gizi belum dilakukan secara objektif, sementara kendala operasional seperti ketidaksesuaian menu/ jadwal, distribusi yang terlambat, dan sisa makanan berpotensi memengaruhi asupan aktual peserta didik . Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa pada bukti yang tersedia. MBG lebih konsisten berkaitan dengan luaran kesehatan yang proksimal . ebugaran/ stamin. daripada status gizi. Karena itu. MBG implementasi, kualitas proses distribusi, serta konsistensi pemantauan antropometri agar perubahan status gizi dapat dinilai lebih akurat . ,13,. Dampak MBG pada Konsentrasi dan Motivasi Belajar Bukti yang tersedia menunjukkan bahwa MBG lebih konsisten berkaitan dengan luaran kesiapan belajar yang bersifat proksimal, terutama konsentrasi/ fokus dan motivasi. Pada jenjang SMA, survei di SMAN 1 Pebayuran melaporkan skor kesehatan dan konsentrasi yang relatif tinggi pada indikator energi, daya tahan tubuh, fokus perhatian, dan daya tangkap . Temuan ini memberi indikasi bahwa pemenuhan asupan saat jam sekolah dapat mendukung kebugaran dan mengurangi keluhan seperti lemas atau kantuk, sehingga siswa lebih siap mengikuti pembelajaran, meskipun desain survei tidak memungkinkan penarikan kesimpulan kausal. Bukti yang lebih langsung ditunjukkan oleh studi pretestAeposttest pada siswa SD yang melaporkan peningkatan rerata konsentrasi . 25Ie4. dan motivasi belajar . 40Ie4. setelah program berjalan, disertai korelasi antara intensitas keterlibatan MBG dengan konsentrasi . =0. p=0. dan motivasi . =0. p=0. Selain itu, studi korelasional di MTsN 12 Pesisir Selatan juga menemukan hubungan yang sangat kuat antara pelaksanaan MBG dan motivasi belajar . =0. RA=0. pemenuhan kebutuhan dasar dan keterlibatan siswa dalam aktivitas belajar . Pada konteks SD, hasil deskriptif juga mendukung pola yang sama: fokus belajar siswa penerima MBG dilaporkan berada pada kategori cukupAetinggi, khususnya pada jam pembelajaran awal . Secara keseluruhan, sintesis ini menunjukkan bahwa pengaruh MBG lebih mudah teramati pada fokus dan motivasi sebagai luaran yang cepat dirasakan, sementara kekuatan dampaknya tetap dipengaruhi variasi implementasi dan konteks peserta didik . Dampak MBG pada Prestasi Belajar dan Kehadiran Bukti empiris yang mengaitkan MBG dengan prestasi belajar masih terbatas, tetapi memberikan indikasi awal yang cenderung positif. Studi one-group pretestAeposttest siswa SDS Maniamas Ngabang melaporkan peningkatan nilai matematika yang signifikan setelah program . =0. Namun, karena tidak menggunakan kelompok kontrol, temuan ini perlu ditafsirkan hati-hati mengingat perubahan nilai juga dapat dipengaruhi faktor lain seperti intensitas pembelajaran, latihan yang berulang, atau familiarisasi terhadap tes . Dengan demikian, hasil tersebut lebih tepat dipahami sebagai indikasi awal yang memerlukan pengujian lanjutan dengan desain komparatif yang lebih kuat. Sejalan dengan itu, studi cross-sectional pada siswa SD peserta MBG Ou6 bulan menunjukkan hubungan signifikan antara kelengkapan konsumsi bergizi dan prestasi belajar (NA=6. p=0. Pola asosiasi ini konsisten dengan dugaan bahwa kecukupan asupan dapat mendukung fungsi kognitif dan stamina belajar, tetapi tidak serta-merta menunjukkan kausalitas karena prestasi juga dipengaruhi dukungan keluarga dan lingkungan belajar. Pada luaran kehadiran sekolah, temuan yang tersedia menunjukkan arah yang tidak selalu mendukung hipotesis manfaat langsung. Studi komparatif di SD Jakarta Selatan melaporkan kehadiran lebih tinggi pada kelompok non-penerima MBG (OR 5. p<0. Temuan ini mengindikasikan bahwa kehadiran merupakan outcome yang sangat sensitif terhadap determinan eksternal . isalnya akses/ transportasi dan kondisi keluarg. , sehingga tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya indikator efektivitas MBG. Secara keseluruhan, prestasi belajar dan kehadiran perlu dipahami sebagai luaran sistemik, di mana kontribusi MBG berinteraksi dengan faktor kontekstual lain di luar intervensi sekolah. Temuan Implementasi dan Evaluasi Program Temuan dari studi kualitatif berbasis CIPP dan studi implementasi menunjukkan bahwa capaian MBG sangat bergantung pada kekuatan sistem pelaksanaannya di sekolah. Evaluasi di SD X Bandar Lampung menilai program relevan dan berkaitan dengan meningkatnya antusiasme serta kesiapan belajar, tetapi pelaksanaan menghadapi hambatan operasional seperti keterlambatan pendanaan, ketidaksesuaian menu dengan rencana, distribusi yang tidak tepat waktu, dan sisa makanan, yang dapat menurunkan asupan aktual serta penerimaan siswa . Pola yang sejalan terlihat pada evaluasi CIPP di SMP X Blambangan Umpu. Input program (SDM dan sarana pendukun. dinilai memadai, dan proses pelaksanaan disertai quality control serta pengawasan keamanan Namun, studi ini menekankan perlunya perbaikan konsistensi variasi menu dan penerimaan siswa. manfaat pada pola makan, stamina, dan kesiapan belajar dilaporkan terjadi bertahap, sehingga keberlanjutan dampak tetap bergantung pada stabilitas pelaksanaan . Dalam konteks uji coba, studi di SMPN 4 Tangerang menunjukkan bahwa sinergi antara sekolah, pemerintah daerah, dan penyedia layanan membantu kelancaran pelaksanaan program serta mendorong keterlibatan orang tua. Namun, keberlanjutan program dinilai rentan karena sangat bergantung pada kestabilan anggaran dan kepastian kebijakan. Secara keseluruhan, ketiga studi tersebut menegaskan bahwa MBG merupakan intervensi berbasis sistem: kualitas input, ketepatan proses . ermasuk distribusi dan keamanan panga. , serta pemantauan rutin saling terkait dalam menentukan luaran. Ketidakkonsistenan pada salah satu komponen berpotensi melemahkan manfaat program, terutama untuk luaran distal yang memerlukan pelaksanaan jangka panjang . Ae. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan sintesis sepuluh studi. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi sebagai intervensi kesehatan masyarakat berbasis sekolah yang terutama berkaitan dengan perbaikan luaran proksimal kesiapan belajar. Temuan yang paling konsisten muncul pada konsentrasi/ fokus dan motivasi belajar, serta indikator kebugaran yang dirasakan . nergi, stamina, dan daya tahan tubu. , meskipun kekuatan bukti didominasi desain non-eksperimental sehingga tidak seluruhnya dapat ditafsirkan sebagai hubungan kausal. Sebaliknya, bukti mengenai luaran distal terutama status gizi dan kehadiran sekolah lebih bervariasi. Studi komparatif menunjukkan status gizi tidak berbeda signifikan antara penerima dan non-penerima MBG, sementara kehadiran justru lebih tinggi pada kelompok non-penerima pada satu konteks penelitian. Variasi ini mengindikasikan bahwa luaran distal dipengaruhi determinan yang lebih luas, termasuk konsistensi implementasi, penerimaan menu, ketepatan distribusi, serta faktor di luar sekolah . isalnya kondisi keluarga dan akses ke sekola. Dengan demikian. MBG relevan sebagai program lintas sektor kesehatanAe pelaksanaan dan sistem pemantauan yang berkelanjutan. Saran Pertama, diperlukan penguatan sistem pemantauan dan evaluasi . etepatan keamanan pangan, penerimaan menu, dan pengurangan sisa makana. serta luaran proksimal dan distal melalui indikator yang terstandar dan Kedua, peningkatan kualitas implementasi di tingkat sekolah dan penyedia layanan perlu diprioritaskan, termasuk konsistensi variasi menu, mekanisme quality control, dan koordinasi lintas aktor agar asupan aktual siswa tidak tereduksi oleh kendala operasional. Ketiga, untuk memperkuat basis bukti, penelitian berikutnya disarankan menggunakan desain yang lebih kuat . isalnya longitudinal atau eksperimental dengan kelompok kontro. dan memasukkan faktor kontekstual utama . tatus sosialekonomi, dukungan keluarga, dan akses sekola. agar kontribusi MBG terhadap luaran distal dapat dinilai lebih akurat dari perspektif kesehatan UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dr. Diah Mulyawati Utari. Gz. Kes. Dietisien selaku dosen pembimbing atas arahan, masukan, dan pendampingan yang diberikan selama proses penyusunan artikel ini. DAFTAR PUSTAKA