Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 7 NOMOR 1 | OKTOBER 2025 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 Pijat Oksitosin sebagai Intervensi Non-Farmakologis dalam Meningkatkan Keberhasilan Dalam Produksi ASI Oxytocin Massage as a Non-Pharmacological Intervention to Improve the Success of Breast Milk Production Enggar Murniasih1*. Norif Didik Nur Imanah2. Dahlia Arief Rantauni3. Yuli SyaAobaniah Khomsah4 Mahasiswa Program Studi Di Kebidanan. STIKES Serulingmas Cilacap Dosen Program Studi Di Kebidanan. STIKES Serulingmas Cilacap 2,3,4 *Corresponding : enggarmurniasih038@gmail. ABSTRAK Produksi ASI yang sedikit dipengaruhi oleh hormon prolaktin dan oksitosin yang kurang bekerja. Pijat oksitosin merupakan solusi untuk meningkatkan produksi ASI dilakukan dengan memijat area sepanjang tulang belakang hingga tulang rusuk kelima dan keenam. Penelitian Pijat Oksitosin bertujuan sebagai terapi non farmakologis untuk meingkatkan produksi ASI. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif pada satu subjek. NY. E usia 28 tahun. Intervensi dilakukan dengan melakukan Pijat Oksitosin selama seminggu dilakukan sebanyak 1 kali sehari pada sore hari sebelum mandi. Hasil menunjukkan peningkatan volume ASI dari hari pertama meningkat 11 ml, hari kedua 4 ml, hari ketiga 25 ml, hari keempat 40 ml, hari kelima 65 ml, hari keenam 80 ml dan hari ketujuh 100 ml. Pemberian Pijat Oksitosin efektif dalam meningkatkan produksi ASI. Intervensi ini dapat dijadikan terapi komplementer dalam penanganan kurangnya Produksi ASI. Kata kunci: Pijat Oksitosin. ASI. Nifas ABSTRACT Breast milk production is influenced by the performance of the hormones prolactin and oxytocin. Oxytocin massage is a non-pharmacological solution aimed at increasing breast milk production by stimulating the area along the spine down to the fifth and sixth ribs. This study aimed to examine oxytocin massage as a non-pharmacological therapy to enhance breast milk production. A qualitative case study method was used involving one subject. Mrs. E, aged 28 years. The intervention consisted of administering oxytocin massage once daily in the afternoon before bathing, over a period of one week. The results showed a gradual increase in breast milk volume: 11 ml on the first day, 4 ml on the second day, 25 ml on the third day, 40 ml on the fourth day, 65 ml on the fifth day, 80 ml on the sixth day, and 100 ml on the seventh day. Oxytocin massage proved effective in enhancing breast milk production. This intervention may serve as a complementary therapy in addressing insufficient breast milk production. Keywords: Oxytocin Massage. Breast Milk. Postpartum Article History: Received: August 9 ,2025. Revised: September 11, 2025. Accepted: October 16, 2025 Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 7 NOMOR 1 | OKTOBER 2025 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 PENDAHULUAN Air Susu Ibu (ASI) merupakan cairan Tujuannya adalah untuk merangsang produksi emulsi lemak yang mengandung protein, laktosa, serta berbagai garam anorganik, yang diproduksi oleh kelenjar payudara ibu dan berfungsi sebagai sumber nutrisi utama bagi produksi ASI menjadi lebih lancar secara bayi serta memiliki manfaat penting bagi Studi kasus ini dilakukan pada Ny. tumbuh kembang anak dan daya tahan tubuh (Sar. Permasalahan dalam memberikan ASI (Muslimah et al. Sebuah penelitian terbaru pada hari pertama nifas yaitu dikarenakan tentang Pemberian pijat oksitosin pada ibu produksi asi yang sedikit, dimana produksi asi dilakukan pada ibu nifas dapat membuat rileks oksitosin, akibat dari kurangnya Pemberian Asi dan nyaman, sehingga dapat mengurangi rasa dapat menyebabkan meningkatnya angka lelah setelah melahirkan. Ibu nifas yang kematian bayi (AKB) karena buruknya status dilakukan pijat oksitosin mengatakan bahwa gizi sehingga berpengaruh pada Pijatan Pijat bayi dan kelangsungan hidup bayi (Saraung, merasa nyaman dan rileks sehingga selama Rompa. Angka kematian ibu di dunia pemijatan ibu merasakan adanya aliran ASI berdasarkan data World Health Organization yang menetes keluar (Hidayah and Dian (WHO) pada tahun 2017 setiap harinya adalah Anggrain. 817 jiwa. Berdasarkan data UNICEF pada Berdasarkan Latar Belakang tahun 2020 Angka Kematian Bayi (AKB) di peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dunia mencapai 2,5 juta kematian sebelum dengan AuPijat Oksitosin sebagai Intervensi usia satu bulan (Husain and Jamaluddi. Non-Farmakologis Upaya yang telah dilakukan dalam Keberhasilan Dalam Produksi ASI ". Tujuan mengatasi produksi asi yang kurang lancar Oksitosin Meningkatkan AuPijat Intervensi Non- dengan metode non konvensional seperti pijat Farmakologis oksitosin untuk memperlancar produksi asi. Keberhasilan Dalam Produksi ASIAy dengan Pijat metode yang dilakukan metode kualitatif. Meningkatkan kelancaran ASI. Teknik ini dilakukan dengan METODE PENELITIAN memijat area sepanjang tulang belakang Penelitian ini menggunakan pendekatan hingga tulang rusuk kelima dan keenam. kualitatif dengan metode studi kasus yang Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 7 NOMOR 1 | OKTOBER 2025 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 dilaksanakan pada bulan Maret 2025. Subjek Hari Kedua 25 ml Hari 1 dalam penelitian ini adalah Ny. E usia 28 tahun dengan Pengekuaran ASI yang sedikit. Dalam intervensi ini, peneliti memberikan terapi Hari Ketiga 40 ml Hari 2 kepada Ny. E dengan Pijat Oksitosin sebagai upaya untuk meningkatkan produksi ASI. Jenis data yang digunakan mencakup data Data Hari Kempat 65 ml Hari 3 Sementara itu, data sekunder diperoleh dari literatur pendukung seperti jurnal, artikel Hari Kelima 80 ml Hari Keenam Hari 4 20 ml Hari 5 ilmiah, dan buku yang membahas terapi untuk meningkatkan produksi ASI. Teknik Hari Ketujuh penelitian yaitu dengan melakukan pemijatan Hari 6 selama satu minggu yang dilakukan sebanyak 1 kali disore hari sebelum mandi dengan lama Pemantauan dilakukan selama 7 hari pemijatan 15-30 menit. Pemantauan kenaikan berturut turut dengan dilakukan pemantauan produksi ASI dilakukan setiap hari. alam mililite. yang diproses sebelum dan sesudah HASIL DAN PEMBAHASAN pemberian pemijatan. Pada Hari Pertama. Tabel 1 Perubahan volume ASI sebelum dan volume sebelum pemberian tercatat sebanyak sesudah dilakukan Pijat Oksitosin 4 ml, dan meningkat menjadi 15 ml setelah Waktu Jumlah Pemantauan Produksi sebesar 11 ml. Kemudian, pada Hari Kedua. ASI peningkatan justru lebih kecil, yakni hanya 4 Hari Pertama 4 ml Keterangan Belum ml, dari 21 ml menjadi 25 ml. Mulai Hari Ketiga, peningkatan mulai tampak lebih signifikan. Volume sebelum pemberian adalah 15 ml, dan sesudah pemberian mencapai 40 ml, menghasilkan Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 7 NOMOR 1 | OKTOBER 2025 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 peningkatan sebesar 25 ml. Tren positif ini Hari Keempat, peningkatan 40 ml, dari 25 ml menjadi 65 ml. pengeluaran ASI nya tidak lancar. Peningkatan paling mencolok terjadi mulai Hari Kelima hingga Hari Ketujuh. Pada Hari Kelima, terjadi lonjakan volume dari 15 ml UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh responden sebesar 65 ml. Hal ini dilanjutkan dengan yang telah bersedia meluangkan waktu dan peningkatan lebih lanjut di Hari Keenam, dari 20 ml menjadi 100 ml, atau naik sebanyak 80 penelitian ini. Ucapan terima kasih juga Puncaknya terjadi pada Hari Ketujuh, disampaikan kepada Sekolah Tinggi Ilmu ketika volume sesudah pemberian mencapai Kesehatan (STIKe. Serulingmas Cilacap atas 120 ml, dari sebelumnya 20 ml, menghasilkan dukungan, bimbingan, dan fasilitas yang telah jumlah peningkatan tertinggi yaitu 100 ml. berjalan dengan baik dan lancar. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil observasi. Ny. E usia 28 tahun menyatakan bahwa jumlah ASI yang dihasilkan tidak mencukupi, sehingga bayinya menjadi lebih sering menangis dan tampak Kasus ini dimulai pada kunjungan rumah pada masa nifas yang dilakukan dikediaman Ny. E, pada kunjungan pertama dilakukan pengukuran volume pengeluaran ASI yaitu 4 ml, hasil pemeriksaan yang membuat penulis tertarik untuk memberikan terapi metode non farmalogis berupa terapi Pijat Oksitosin meningkatkan produksi ASI. Pemberian Pijat Oksitosin dilakukan sebanyak 1 kali sehari selama 1 minggu dilakukan pada sore hari sebelum mandi. Hasil pemijatan menunjukan adanya peningkatakan DAFTAR PUSTAKA