Jurnal Baabu Al-Ilmi Ekonomi dan Perbankan Syariah https://ejournal. id/index. php/alilmi/ Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu ISSN: P 2727-4163 / E 2654-332X Vol. No. 02, 2025. Pages 247-256 This Article an open access under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Analisis Pengaruh Etos Kerja dan Pendampingan Terhadap Kesejahteraan Mustahik pada Program Zakat Produktif pada BAZNAS Provinsi Bengkulu Novaldi Arya Pratama1. Eka Sri Wahyuni2. Nonie Afrianty3 1 UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Indonesia. E-mail: faisal. rifqi46@gmail. 2 UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Indonesia. E-mail: nurul. hak@mail. 3 UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Indonesia. E-mail: andi. cahyono@mail. Abstract: This research aims to determine whether work ethic influences the welfare of mustahik, to find out whether mentorship impacts the welfare of mustahik, to analyze how work ethic and mentorship together influence the welfare of mustahik in productive zakat programs, to identify the most dominant factors affecting the welfare of mustahik in productive zakat programs, and to understand the extent of the influence of work ethic and mentorship on the welfare of mustahik in productive zakat programs. This research employs a quantitative research method, utilizing the Partial Least Square (PLS) technique, specifically Outer Loading Test and Inner Loading Test. The results of this study found that: First, work ethic has a direct impact on the well-being of beneficiaries. Second, mentoring does not have an impact on the well-being of beneficiaries. Third, work ethic (X. and mentoring (X. do not influence the well-being of beneficiaries (Y). Fourth, business mentoring does not have a significant impact on the well-being of beneficiaries, but work ethic does provide a significant impact. Fifth, a high work ethic is an important component in improving the well-being of However, some types of mentoring do not have a significant impact on the well-being of The estimated influence of work ethic is around 35%, while for mentoring it is < 5%, and the remaining 60% is influenced by variables outside the study. Keywords: Productive Zakat. Mustahik Welfare. Work Ethic. Accompaniment. Mustahik. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui etos kerja berpengaruh pada kesejahteraan mustahik, mengetahui pendampingan berpengaruh pada kesejahteraan mustahik, etos kerja dan pendampingan secara bersama-sama mempengaruhi kesejahteraan mustahik pada program zakat produktif, faktor yang paling dominan mempengaruhi kesejahteraan mustahik pada program zakat produktif, dan mengetahui seberapa besar pengaruh etos kerja dan pendampingan terhadap mempengaruhi kesejahteraan mustahik pada program zakat produktif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan Teknik Partial Least Square (PLS) yaitu Uji Outer Loading. Uji Inner Loading. Hasil penelitian ini Pertama. Etos kerja berpengaruh secara langsung terhadap kesejahteraan mustahik. Kedua. Pendampingan Tidak berpengaruh terhadap kesejahteraan Ketiga. Etos Kerja (X. dan Pendampingan (X. tidak berpengaruh terhadap kesejahteraan mustahik mustahik (Y). Ke empat. Pendampingan usaha tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan mustahik, tetapi etos kerja memberikan dampak yang signifikan. Kelima. Etos kerja yang tinggi adalah komponen penting dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik Namun, ada beberapa jenis pendampingan tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan mustahik. Dengan estimasi pengaruh etos kerja sekitar 35%, sedangkan untuk pendampingan adalah < 5% dan sisa 60% lainnya di pengaruhi oleh variabel diluar penelitian. Kata Kunci: Zakat Produktif. Kesejahteraan Mustahik. Etos Kerja. Pendampingan. Mustahik. Received: 21/07/2025 Accepted: 24/08/2025 Published: 21/09/2025 248 | Novaldi Arya Pratama1. Eka Sri Wahyuni2. Nonie Afrianty3 PENDAHULUAN Pembangunan ekonomi adalah salah satu faktor yang sangat penting di setiap negara. Pembangunan ekonomi bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup yang layak dan kesejahteraan untuk masyarakatnya. Hal ini menjadi salah satu indikator Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM) yaitu tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Badan Pusat Statistik (BPS) dalam mengukur tingkat kemiskinan masyarakat menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar. Zakat produktif, menurut Isnaini . , adalah jenis zakat yang digunakan untuk membiayai kegiatan usaha yang dapat menghasilkan pendapatan atau manfaat ekonomi, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan penerimanya dalam jangka panjang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui etos kerja berpengaruh pada kesejahteraan mustahik pada program zakat produktif di BAZNAS Provinsi Bengkulu. Mengetahui pendampingan berpengaruh pada kesejahteraan mustahik pada program zakat produktif di BAZNAS Provinsi Bengkulu. Mengetahui etos kerja dan pendampingan secara bersama-sama mempengaruhi kesejahteraan mustahik pada program zakat produktif di BAZNAS Provinsi Bengkulu. Untuk mengetahui faktor yang paling dominan mempengaruhi kesejahteraan mustahik pada program zakat produktif di BAZNAS Provinsi Bengkulu. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh etos kerja dan pendampingan terhadap mempengaruhi kesejahteraan mustahik pada program zakat. 1 Zakat Produktif Yang dimaksud dengan Auzakat produktifAy adalah zakat yang disalurkan kepada fakir miskin dalam bentuk modal usaha atau barang lain yang akan digunakan dalam usaha produktif yang akan meningkatkan taraf hidup masyarakat miskin. Alasan dikeluarkannya zakat ini adalah agar mustahiq dapat menjadi muzakki dalam hal dapat melibatkan sumber zakat untuk usahanya. Sedangan Qardhawi . menyatakan bahwa zakat produktif dapat menjadi salah satu instrument yang dapat digunakan dalam pengentasan kemiskinan dengan cara penyaluran zakat berupa modal usaha, melatih hardskill/softskill dan membimbing dalam usaha, serta mampu untuk memberikan dampak yang positif dalam jangka panjang untuk mustahik agar tidak butuh lagi menerima zakat ketika hidup ekonominya telah membaik, dengan sebab itu pemikiran atau perspektif terhadap penyaluran zakat yang awalnya berorientasi dalam pembagian konsumtif dapat diubah menjadi produktif. 2 Kesejahteraan Mustahik Kesejahteraan mustahik adalah ketika seseorang atau kelompok penerima zakat . dapat mencapai taraf hidup yang lebih baik daripada sebelumnya. Pemenuhan kebutuhan ekonomi, seperti sandang, pangan, dan papan, tetapi juga mencakup berbagai aspek kehidupan lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, sosial, dan spiritual. pemberdayaan, di mana mereka dibesarkan. Menurut Ratih Hantari . Dikatakan bahwa kesejahteraan mustahik berjalan dengan baik dan telah terpenuhi ketika masyarakat menjadi mandiri dan memiliki kualitas kehidupan dan kesejahteraan yang lebih baik. Pemberdayaan . yang memungkinkan anggota masyarakat untuk berpartisipasi dalam produksi atau institusi penunjang dalam proses produksi, kesetaraan . tanpa membedakan status dan keahlian, keamanan . , keberlanjutan . , dan kerjasama . adalah semua cara yang dapat digunakan This Article an open access under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Vol. No. 02, 2025. Pages 247-256 | 249 untuk mencapai kapasitas kesejahteraan masyarakat. Tujuan akhir pembangunan ekonomi. Secara material, kesejahteraan ditunjukkan dengan meningkatnya pendapatan dan membaiknya konsumsi masyarakat. 3 Etos Kerja Definisi etos, menurut Geertz . alam kumorotomo 2014:. adalah "Sikap mendasar terhadap diri dan dunia yang dipacarkan hidup". Etik adalah komponen evaluatif yang dapat Oleh karena itu, yang diperdebatkan dalam pengertian etos adalah sumbersumber yang dapat mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu, apakah pekerjaan dianggap sebagai keharusan demi hidup, apakah pekerjaan dikaitkan dengan identitas diri atau . alam konteks pengaruh etos kerja dan lingkungan kerja terhadap prestasi kerja (Arsa. lingkup empiri. , atau apakah itu mendorong partisipasi dalam pembangunan. Selain itu, etos berfungsi sebagai landasan pikiran, ide, atau cita-cita yang akan membentuk skema 4 Pendampingan kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang, seperti membimbing, mengajar, mengontrol, mengawasi, dan membina sosial, dan sifatnya dapat mengendalikan orang yang di dampingi. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Suhartyni dan Ermi . bahwa seluruh kegitan pendampingan harus dikontrol sedemikian rupa oleh pihak pihak yang terkait seperti BAZNAS. Dengan adanya pola pendampingan yang dilakukan oleh BAZNAS, sehingga BAZNAS akan memiliki database yang mencatat secara lengkap mengenai perkembangan usaha yang dilakukan Mustahik. BAZNAS dengan mudah mempelajari tentang kelemahan dan perkembangan usaha dan BAZNAS dapat memberikan saran sesuai dengan kebutuhan masing masing sesuai dengan kasus yag mereka hadapi di lapangan. 5 Pengelolaan Zakat Di Indonesia Badan Amil Zakat adalah organisasi pengelolaan zakat yang dibentuk oleh pemerintah dengan kepengurusan terdiri atas unsur masyarakat dan pemerintah. Badan Amil Zakat yang dibentuk di tingkat nasional disebut Badan Amil Zakat Nasional disingkat BAZNAS dan yang dibentuk di daerah disebut Badan Amil Zakat. Badan Amil Zakat (BAZ) yang dibentuk negara tidak sama dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ). LAZ adalah organisasi berbasis masyarakat yang bertugas membantu penyebaran, pemanfaatan, dan penyaluran zakat. 6 Zakat Produktif Dalam Tinjauan Hukum Islam Secara garis besar pola zakat produktif itu dapat disimpulkan kedalam dua bentuk: . Harta zakat langsung diserahkan kepada mustahik dan menjadi milik mustahik, untuk seterusnya mereka sendiri yang mengembangkannya kedalam berbagai bentuk, baik dijadiakn sebagai modal usaha, atau dijadikan berupa alat utama kerja. Harta zakat tidak diberikan secara langsung kepada mustahik, namun oleh amil diberikan berupa modal usaha dalam bentuk hutang atau bagi hasil. METODE Penelitian ini menggunakan jenis penelitian asosiatif, yang dimana penelitian ini berupaya menentukan fungsi, dampak, dan hubungan sebab-akibat antara dua faktor atau Variabel-variabel yang ingin diteliti adalah variabel bebas atau independen, dan variabel terikat atau dependen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu 250 | Novaldi Arya Pratama1. Eka Sri Wahyuni2. Nonie Afrianty3 dan menguji variabel-variabel yang mempengaruhi perekonomian penerima zakat mustahiq di BAZNAS Provinsi Bengkulu melalui penyelenggaraan zakat produktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. peneliti menyatakan bahwa tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan bukti objektif yang dapat diukur untuk mendukung kesimpulan yang dilakukan. Populasi mustahik penerima zakat produktif dari BAZNAS Provinsi Bengkulu berjumlah 60 mustahik. Untuk penelitian ini, data primer dan sekunder dikumpulkan dan diproses dari organisasi, lembaga, dan sumber lainnya. metode pengumpulan data melalui metode observasi, dokumentasi. Kuisioner . Penelitian ini menggunakan teknik Partial Least Square (PLS) dengan Uji Outer Loading dan Uji Inner Loading. Berdasarkan hipotesis yang sudah dibangun sebelumnya, maka dalam penelitian ini analisis data statistik diukur dengan menggunakan software SmartPLS versi 4 lisensi Partial Least Square (PLS) merupakan metode analisis yang powerfull, artinya tidak harus memenuhi persyaratan asumsi normalitas data dan ukuran sampel tidak harus Seterusnya analisis persamaan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis varian dapat melakukan pengujian dengan 2 model, yaitu model pengukuran model . uter mode. , dan model structural . nner mode. Model pengukuran model . uter mode. untuk uji validitas dan reliabilitas, sedangkan model struktural . nner mode. untuk uji hipotesis dengan model prediksi. Uji outer model dilakukan untuk mengevaluasi kualitas indikator yang digunakan untuk mengukur konstruk laten . ariabel yang tidak dapat diukur secara langsung, seperti kepuasan, loyalitas, dl. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa indikator yang digunakan valid dan reliabel dalam merepresentasikan konstruk yang diukur. Outer loading: Nilai yang menunjukkan kontribusi indikator terhadap konstruk. Nilai ideal > 0. Composite Reliability (CR): Mengukur reliabilitas internal konstruk. Nilai minimum yang diterima adalah 0. Average Variance Extracted (AVE): Mengukur seberapa besar varians indikator yang dijelaskan oleh konstruk. Nilai ideal > 0. Discriminant Validity: Memastikan bahwa konstruk yang berbeda benar-benar mengukur konsep yang berbeda. Uji yang sering digunakan adalah HTMT (HeterotraitMonotrait Rati. , dan nilai ideal < 0. Evaluasi outer model penting agar dapat dipastikan bahwa konstruk benar-benar mencerminkan indikator yang digunakan, sehingga hasil analisis struktural dapat diinterpretasikan dengan akurat. Uji inner model bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antar konstruk laten dalam model struktural. Beberapa indikator utama dalam evaluasi inner model antara lain: Path Coefficient: Menunjukkan arah dan kekuatan hubungan antar konstruk. Diuji melalui bootstrapping untuk mendapatkan nilai t-statistik dan p-value. RA (R-Squar. : Menggambarkan seberapa besar variabel independen menjelaskan variabel dependen. Nilai 0. 25 = lemah, 0. 50 = sedang, 0. 75 = kuat. fA (Effect Siz. : Menilai besarnya pengaruh konstruk independen terhadap konstruk Nilai 0. 02 = kecil, 0. 15 = sedang, 0. 35 = besar. This Article an open access under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Vol. No. 02, 2025. Pages 247-256 | 251 HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 1. Hasil Outer Loading 1 Model Pengukuran (Outer Mode. Model pengukuran merupakan evaluasi model dari Partial Least Square untuk menguji validitas dan reliabilitas suatu instrument penelitian. Evaluasi model penelitian ini menggunakan program SmartPLS. Berikut hasil uji validitas dan reliabilitas: 2 Hasil Uji Validitas Ada dua jenis uji validitas dari Partial Least Square, yaitu validitas konvergen dan validitas diskriman. Hasil Uji Validitas Konvergen Rule of thumb untuk uji validitas konvergen adalah nilai Average Variance Extracted (AVE) > 0,50 dan outer loading > 0,50. Berikut Gambar 2 hasil uji validitas konvergen. Tabel 2. Hasil Nilai Average variance extracted (AVE Source: Data Di Olah, 2025 Berdasarkan Gambar 2 diperoleh besaran nilai AVE untuk variabel etos kerja sebesar 605, pendampingan sebesar 0. 694, kesejahteraan mustahik sebesar 0. Oleh karena itu, masing-masing variabel memiliki nilai AVE > 0,50 maka semua variabel dapat dinyatakan Hasil Uji Validitas Diskriman Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu 252 | Novaldi Arya Pratama1. Eka Sri Wahyuni2. Nonie Afrianty3 Tabel 2. Hasil Nilai Cross Loading Source : Data Di Olah, 2025 Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa item dari setiap variabel memiliki nilai cross loading di setiap item lebih besar terhadap variabel latennya dari pada variabel laten lainnya, dan dapat dikatakan bahwa indikator tidak berkorelasi tinggi terhadap variabel laten yang lain, sehingga item-item tersebut dikatakan valid. Hasil Uji Reliabilitas Hasil uji reliabilitas dalam penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 4. Tabel 3. Hasil Nilai Uji Reliabilitas Source : Data Di Olah, 2025 Berdasarkan Gambar 4 menunjukkan bahwa variabel etos kerja, pendampingan dan kesejahteraan mustahik memiliki nilai composite reliability > 0,70. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa seluruh pernyataan/pertanyaan yang digunakan dalam variabel penelitian ini dinyatakan handal dan sudah memenuhi kredibilitas. 3 Model Struktural (Inner Mode. This Article an open access under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Vol. No. 02, 2025. Pages 247-256 | 253 Gambar 2. Path coefficient Source: Data Di Olah, 2025 4 Koefisien Determinasi (R-Squar. Pengujian model struktural dievaluasi dengan menggunakan R2 atau R-Square untuk konstruk dependen. Tabel 4. Hasil Nilai R-Square Source: Data Di Olah, 2025 Gambar 6 menunjukkan nilai R-Square untuk variabel kesejahteraan mustahik (Y) sebesar 0,907, bermakna bahwa etos kerja (X. , dan pendampingan (X. , mampu menjelaskan variasi kesejahteraan mustahik (Y) sebesar 90,7%, sedangkan sisanya 0,03% dijelaskan oleh variabel bebas lain yang tidak diikutkan pada model penelitian. 5 Hasil Pengujian Hipotesis Uji Path Coefficient Uji path coefficient bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Tabel 3. Hasil Uji Path Coefficient Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu 254 | Novaldi Arya Pratama1. Eka Sri Wahyuni2. Nonie Afrianty3 Source: Data Di Olah, 2025 Hasil pengujian hipotesis pertama dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Etos Kerja (X. terhadap kesejahteraan mustahik mustahik (Y). Hasil penelitian menunjukkan nilai t-statistik statistik . > 1,96 dan p-value . < 0,05 . Hasil analisis data menunjukkan bahwa etos kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan mustahik. Mustahik yang memiliki etos kerja tinggi, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, dan semangat dalam menjalankan usahanya, cenderung memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih baik. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan nilai-nilai kerja dalam diri mustahik dapat membantu mereka keluar dari ketergantungan terhadap bantuan zakat menuju kemandirian ekonomi. Temuan ini selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Maulana . , yang menemukan bahwa etos kerja memiliki kontribusi positif terhadap peningkatan pendapatan dan taraf hidup mustahik pelaku usaha mikro di bawah binaan lembaga amil zakat. Hasil pengujian hipotesis kedua dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Pendampingan (X. terhadap kesejahteraan mustahik mustahik (Y). Hasil penelitian menunjukkan nilai t-statistik . < 1,96 dan p-value . > 0,05. Berdasarkan hasil analisis data, pendampingan tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan mustahik. Meskipun pendampingan diberikan oleh lembaga amil zakat melalui berbagai program seperti pelatihan, monitoring usaha, dan motivasi, kenyataannya belum cukup efektif meningkatkan taraf hidup mustahik. Hal ini bisa disebabkan oleh ketidaksesuaian antara metode pendampingan yang diberikan dengan kebutuhan aktual mustahik di lapangan. Penelitian oleh Ramadhani dan Yusuf . mendukung hasil ini, di mana ditemukan bahwa program pendampingan belum berjalan optimal karena kurangnya frekuensi pertemuan serta lemahnya kualitas sumber daya manusia pendamping. Akibatnya, mustahik tidak mendapatkan bimbingan yang berkelanjutan dalam mengembangkan usaha produktif mereka. Hasil pengujian hipotesis ketiga dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Etos Kerja (X. dan Pendampingan (X. terhadap kesejahteraan mustahik mustahik (Y). Hasil penelitian Etos Kerja menunjukkan bahwa t-statistik . > 1,96 dan p-value . < 0,05 , maka H1 diterima. Sedangkan Hasil penelitian Pendampingan menunjukkan nilai t-statistik . < 1,96 dan p-value . > 0,05, maka H0 tidak Penelitian ini mengkaji pengaruh simultan antara etos kerja dan pendampingan terhadap kesejahteraan mustahik sebagai penerima manfaat dari program zakat produktif. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara bersama-sama, etos kerja dan pendampingan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kesejahteraan mustahik. Namun, ketika diuji secara parsial, etos kerja berpengaruh positif dan signifikan, sementara pendampingan justru tidak menunjukkan pengaruh yang positif atau signifikan terhadap kesejahteraan mereka. Dalam studinya di program Desa Ternak Mandiri DT Peduli Tasikmalaya. Badriatul Ummah . menyatakan bahwa etos kerja memberikan pengaruh besar terhadap peningkatan kesejahteraan mustahik, sementara pendampingan tidak mempengaruhi hasil ekonomi maupun sosial penerima manfaat. Diharapkan bahwa etos kerja dan pendampingan dapat bekerja sama untuk membantu orang miskin keluar dari Dalam program zakat produktif, etos kerja adalah faktor paling penting yang memengaruhi kesejahteraan mustahik. ini dibuat berdasarkan analisis teori dan dukungan dari berbagai penelitian dan komentar para ahli. Meskipun demikian, pendampingan tidak This Article an open access under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Vol. No. 02, 2025. Pages 247-256 | 255 selalu berhasil terutama jika tidak dilakukan secara kontekstual dan berkelanjutan. Oleh karena itu, agar intervensi yang diberikan berdampak maksimal dan berkelanjutan, program pemberdayaan zakat harus lebih berkonsentrasi pada meningkatkan nilai kerja, tanggung jawab, dan keinginan mustahik untuk berusaha. Pendampingan usaha tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan mustahik, tetapi etos kerja memberikan dampak yang signifikan, menurut penelitian Elza . Mereka yang memiliki etos kerja yang tinggi memiliki pendapatan dan kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang hanya menerima bimbingan tanpa motivasi untuk bekerja keras. Etos kerja yang tinggi adalah komponen penting dalam meningkatkan kesejahteraan Mereka yang memiliki semangat kerja, disiplin, tanggung jawab, dan keinginan untuk maju cenderung lebih baik mengendalikan bantuan zakat atau modal usaha ini meningkatkan pendapatan, produktivitas, dan kesejahteraan secara keseluruhan. Dan selain etos kerja Salah satu komponen utama pemberdayaan mustahik adalah pendampingan. Namun, beberapa jenis pendampingan tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan mustahik. Dalam kasus di mana etos kerja menunjukkan pengaruh signifikan dengan nilai t-statistik . > 1,96 dan p-value . < 0,05. Dengan estimasi pengaruh sekitar 35%. Sedangkan Hasil penelitian Pendampingan menunjukkan nilai t-statistik . < 1,96 dan p-value . > 0,05, sehingga kontribusi terhadap variable dependen sangat kecil yaitu kurang dari 5%, dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lainnya di luar penelitian. KESIMPULAN Berdasarkan hasil temuan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Etos kerja berpengaruh secara langsung terhadap kesejahteraan mustahik. Hal ini terlihat dari nilai t-statistik . > 1,96 dan p-value . < 0,05. Pendampingan Tidak berpengaruh terhadap kesejahteraan mustahik. Hal ini terlihat dari nilai t-statistik . 1,96 dan p-value . > 0,05. Etos Kerja (X. dan Pendampingan (X. tidak berpengaruh terhadap kesejahteraan mustahik mustahik (Y). hal ini terlihat dari etos kerja p-value . < 0,05 . Sedangkan pendampingan nilai p-value . > 0,05. Di antara varaibel etos kerja dan pendampingan yang paling dominan mempengaruhi Kesejahteraan Mustahik adalah variable etos kerja. Artinya. Etos kerja seringkali menjadi faktor utama dalam program zakat produktif untuk menentukan tingkat keberhasilan dan kesejahteraan mustahik. Namun, pendampingan kadang-kadang tidak efektif, terutama jika tidak dilakukan secara kontekstual dan berkelanjutan. Oleh karena itu, program pemberdayaan zakat harus lebih berfokus pada meningkatkan nilai kerja, tanggung jawab, dan keinginan mustahik untuk berusaha agar intervensi yang diberikan berdampak maksimal dan berkelanjutan. Kesejahteraan mustahik di pengaruhi oleh variabel etos kerja dan pendampingan Dengan estimasi pengaruh sekitar 35%, sedangkan 65% yang lain di pengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dalam kasus di mana etos kerja menunjukkan pengaruh signifikan dengan nilai t-statistik . > 1,96 dan p-value . < 0,05. Sedangkan hasil penelitian Pendampingan menunjukkan nilai t-statistik . < 1,96 dan p-value . > 0,05. REFERENSI