Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Nabuasa dkk. , 2025 KEMAMPUAN ADAPTASI PETANI TANAMAN PANGAN TERHADAP PERUBAHAN CUACA DI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Mirna Nabuasa. Marsianus Falo. Boanerges Putra Sipayung*,Ody Wolfrid Matoneng Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Sains, dan Kesehatan. Universitas Timor Jl. Km 09 Kelurahan Sasi. Kabupaten TTU-NTT *corresponding author : sipayung. boanerges@gmail. * Received for review April 21, 2025. Accepted for publication May 7, 2025 Abstract The adaptability of food crop farmers is the key to food security. North Central Timor Regency, which is one of the food crop centers in the border area between Indonesia and the Democratic Republic of Timor Leste, has experienced a decline in food crop production. The purpose of this study was to analyze factors influencing food crop production and the adaptability of food crop farmers in North Central Timor Regency. This study used quantitative analysis with Ordinary Least Square (OLS) analysis using the Cobb Douglass approach and multinominal logistic regression. The results showed that planting area affected food crop Food crop farmers need intensive assistance in dealing with weather changes. Farmers' knowledge and independence reduce the opportunities for farmers' adaptability. Keywords : Adaptation. Border Area. Food Crops. Weather Change Abstrak Kemampuan adaptasi petani tanaman pangan merupakan kunci menuju ketahanan pangan. Kabupaten Timor Tengah Utara yang menjadi salah satu sentra tanaman pangan di daerah perbatasan IndonesiaRepublik Demokrat Timor Leste mengalami penurunan produksi tanaman pangan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor produksi tanaman pangan dan kemampuan adaptasi petani tanaman pangan di Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan analisis Ordinary Least Square (OLS) menggunakan pendekatan Cobb Douglass dan regresi logistik multinominal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas tanam berpengaruh terhadap produksi tanaman pangan. Petani tanaman pangan membutuhkan pendampingan intensif dalam menghadapi perubahan cuaca. Pengetahuan dan kemandirian petani menurunkan peluang daya adaptasi petani. Kata kunci: Adaptasi. Perubahan Cuaca. Tanaman Pangan. Wilayah Perbatasan Copyright A 2025 The Author. This is an open access article under the CC BY-SA license PENDAHULUAN Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) merupakan salah satu kabupaten perbatasan Indonesia-Timor Leste yang menjadi sentra tanaman pangan di Kawasan Pulau Timor Barat. Mayoritas masyarakat Kabupaten TTU berusahatani pada subsector tanaman pangan dan merupakan petani tradisional (Badan Pusat Statistik Indonesia, 2. Produksi tanaman pangan di Kabupaten TTU mengalami penurunan dari tahun 2023 sampai tahun 2024 khususnya pada tanaman padi dan jagung (Badan Pusat Statistik, 2024. Pentingnya produksi subsector tanaman pangan khususnya tanaman padi dan jagung bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan di daerah perbatasan. Produksi beras di Kabupaten Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Nabuasa dkk. , 2025 TTU tahun 2022 sebesar 15 ribu ton, mengalami peningkatan sekitar 50 persen pada tahun 2023 yaitu 23 ribu ton. Penurunan terjadi sebesar 10% pada tahun 2024, produksi beras sekitar 21 ribu Hal yang sama juga terjadi pada produksi jagung di Kabupaten TTU. Penurunan produksi terjadi sebesar 20%. Pada tahun 2022 produksi jagung 44 ribu ton menurun di tahun 2023 sekitar 36 ribu ton (Badan Pusat Statistik, 2024. Penurunan produksi tanaman dapat disebabkan oleh banyak hal salah satunya yaitu factor teknis (Novia dan Satriani, 2. Faktor teknis dapat berupa input usahatani yaitu jumlah benih, penggunaan pupuk, dan luas tanam yang digunakan (Aprianti et al. , 2. Selain factor teknis, faktor manajemen usahatani menjadi faktor lain dalam peningkatan produksi (Bambang dan Fitri. Manajemen usahatani yang benar meningkatkan efisiensi produksi dan ekonomis. Manajemen usahatani dapat dilihat dari aspek penggunaan tenaga kerja dan kemampuan mengelola modal usahatani. Kedua hal ini dapat digunakan untuk menurunkan tingkat resiko usahatani (Windani, 2. Kondisi cuaca menjadi salah satu factor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani (Adiyoga dan Basuki, 2. Salah satu indicator cuaca merupakan curah hujan. Curah dan pola hujan memiliki keterkaitan terhadap produktivitas tanaman pangan khususnya padi (Saputro et al. Kabupaten TTU yang memiliki karakteristik lahan kering iklim kering, biasanya memiliki bulan basah sebanyak 4 bulan dan selama 8 bulan kering. Perubahan cuaca di Kabupaten TTU dapat dilihat dari jumlah bulan basah yang bertambah dan berkurangnya bulan kering. Bulan basah di Kabupaten TTU meningkat dari 4 bulan menjadi 5 bulan dan terdapat 1 bulan lembab(Badan Pusat Statistik, 2024. Perubahan cuaca tersebut dapat mengakibatkan gagal tanam dan gagal panen(Ruminta et al. , 2. Petani di Kabupaten TTU yang mayoritas merupakan petani tradisional dengan tingkat pendidikan dan kemampuan mengakses informasi yang rendah (Sipayung et al. , 2. Kondisi petani seperti ini cenderung memiliki kemampuan adaptasi yang rendah. Kemampuan adaptasi yang rendah dapat ditandai dengan penurunan produksi, gagal panen, kesulitan penentuan pola tanam, dan munculnya penyakit baru terhadap tanaman (Syukur, 2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis factor produksi dan kemampuan adaptasi petani tanaman pangan khususnya tanaman padi dan jagung terhadap perubahan cuaca di Kabupaten TTU. BAHAN DAN METODE Metode Penelitian ini dilaksanakan pada kecamatan sentra tanaman pangan khususnya padi dan jagung yang terletak di Kabupaten Timor Tengah Utara yaitu Kecamatan Biboki Utara. Biboki Anleu. Biboki Moenleu, dan Noemuti. Penelitian dilaksanakan pada Maret 2024 dengan jumlah sampel sebanyak 150 KK petani tanaman padi dan jagung. Untuk menganalisis faktor produksi tanaman pangan menggunakan regresi linear berganda dengan pendekatan Cobb-Douglass. Secara matematik, fungsi Cobb-Douglass dinyatakan dalam hubungan X dan Y maka: ycU = yaycU1yca1 , ycU2yca2 . A A A , ycUycuycaycu yce yc Fungsi tersebut diubah dalam bentuk linear, dinyatakan dalam persamaan: dengan menggunakan logaritma, yang Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Nabuasa dkk. , 2025 yaycu ycU = ya yca1 yaycu ycU1 yca2 yaycuycU2 yca3 yaycuycU3 yca4 yaycuycU4 yca5 yaycu ycU5 yce Dimana: = Nilai produksi tanaman pangan . = Pengalaman Usahatani . = Luas Tanam . = Biaya variabel . = Biaya Tetap . = Tenaga kerja (HOK) = kesalahan pengganggu ( disturbance ter. (Greene, 2. Untuk menganalisis faktor adaptasi petani tanaman pangan menggunakan regresi logistik multinominal , yang dinyatakan dalam persamaan: C ycUC1 = . cUyc. = 1 eOe. 1X1 UnX. Model logit yang digunakan: ycEycUycn (X. =ln 1Oeycy. cUyc. = o 1HOK 2 KMI 3 Motivasi 4 Kemandirian e Dimana: = Peubah peluang atau proporsi kemampuan adaptasi petani tanaman pangan Kab. TTU. OI ycuycnycoycaycn ycyycycuyccycycoycycn = ycoycnycuycyc , maka diberi angka 0 yang berarti tidak mampu beradaptasi. OI ycuycnycoycaycn ycyycycuyccycycoycycn = 0, maka diberi angka 1, dengan arti sedang beradaptasi, dan maka sedang beradaptasi, dan jika OI ycuycnycoycaycn ycyycycuyccycycoycycn = ycyycuycycnycycnyce , maka diberi angka 2 yang berarti sudah mampu HOK = Jumlah penggunaan tenaga Kerja KMI = Kemampuan petani responden mengakses informasi dan internet Motivasi = Nilai Motivasi petani responden Kemandirian = Nilai Kemandirian petani responden. Beberapa variabel diukur menggunakan metode pembobotan skala likert. Variabel tersebut adalah kemampuan mengakses informasi dan internet, motivasi, dan kemandirian. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Karakteristik Demografi Responden Kabupaten Timor Tengah Utara Penelitiaan ini menggunakan lama pendidikan, usia, dan pengalaman usaha tani sebagai karakteristik demografi petani responden dapat dilihat pada Tabel 1. Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Nabuasa dkk. , 2025 Tabel 1. Karakteristik Demografi Responden Petani Tanaman Pangan Karakteristik petani Tingkatan Jumlah responden Lama pendidikan Usia . >60 Pengalaman usahatani <20 >21 Sumber: data primer diolah tahun 2025. Persentase (%) 9,33 25,33 47,33 Petani responden mayoritas petani dalam kelompok umur produktif dan berpengalaman dalam melakukan usahatani tanaman pangan, khususnya tanaman padi dan beras. Mayoritas petani responden memiliki tingkat pendidikan yang rendah. Petani dengan karakteristik tersebut membutuhkan pendampingan terhadap adaptasi teknologi (Damanik dan Meilvis, 2. 2 Faktor yang Mempengaruhi Produksi Tanaman Pangan di Kabupaten Timor Tengah Utara Penelitian menggunakan variabel pengalaman usahatani, luas tanam, biaya variabel, biaya tetap, dan jumlah tenaga kerja untuk menganalisis produksi tanaman pangan di Kabupaten Timor Tengah Utara. Hasil analisis dapat dilihat pada tabel 2. Tabel2. Hasil Analisis Produksi Tanaman Pangan di Kabupaten Timor Tengah Utara Variabel Koefisien (B) t-hitung Sig. (Constan. Pengalaman usahatani (X. 0,051 Luas Tanam (X. Biaya variabel (X. Biaya tetap (X. Tenaga kerja (HOK) (X. Adjusted R square F hitung Sig. F hitung Sumber: Data primer diolah tahun 2025. Keterangan: a signifikan pada = 5%. Nilai Koefisien determinasi . djusted R. sebesar 43,4, yang menyatakan bahwa variabel independen (X) yang digunakan dalam penelitian ini berpengaruh sebesar 43,4% terhadap variabel dependen Y . ilai produksi tanaman panga. , sisanya sebesar 56,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak digunakan penelitian ini. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependen yang dapat dilihat dari nilai signifikansi F hitung yang memiliki <5%. Variabel luas tanam memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap nilai produksi tanaman pangan di Kabupaten Timor Tengah Utara. Hal ini menyatakan bahwa peningkatan 1% luas tanaman pangan akan meningkatkan nilai produksi sebesar 0,711 nilai produksi tanaman pangan di Kabupaten Timor tengah Utara. Hal ini sesuai dengan Ishaq et al. , 2017. Sutikno, 2021 yang menyatakan bahwa luas panen berpengaruh positif terhadap nilai produksi tanaman pangan khususnya tanaman padi dan jagung. Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Nabuasa dkk. , 2025 Variabel kemampuan manajemen dan pengelolaan modal tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi tanaman pangan di Kabupaten Timor Tengah Utara. Variabel kemampuan manajemen seperti pengalaman usahatani dan jumlah penggunaan tenaga kerja tidak signifikan terhadap produksi. Petani hanya melakukan usahatani berdasarkan kebiasaan yang telah dilakukan bertahun-tahun (Sipayung et al. , 2. Variabel pengelolaan modal yaitu biaya tetap dan variabel tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi tanaman pangan disebabkan keterbatasan petani terhadap teknologi seperti alat dan mesin pertanian, tidak efektif menggunakan pupuk, dan tidak menggunakan benih unggul (Painneon et al. , 2022. Taena et al. , 2. 3 Faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Adaptasi Petani Tanaman Pangan di Kabupaten Timor Tengah Utara Penelitian ini menggunakan jumlah tenaga kerja, kemampuan mengakses informasi, motivasi, dan kemandirian sebagai variabel untuk menganalisis kemampuan adaptasi petani di Kabupaten Timor Tengah Utara. Hasil analisis dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. Faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Adaptasi Petani Tanaman Pangan Kabupaten Timor Tengah Utara Variabel Sig. Exp (B) tidak mampu beradaptasi Intercept HOK KMI Motivasi Kemandirian sedang beradaptasi Intercept HOK KMI Motivasi Kemandirian 031a 0,191 Chi-Square Hosmer dan Lameshow Test Omnibus Test Nagelkerke R square 0,897 Sumber: Data primer diolah tahun 2025. Keterangan: a signifikan pada =5%. Nilai Nagelkerke R Square digunakan untuk menjelaskan ketepatan model. Penggunaan nilai ini untuk menjelaskan bahwa variabel dependen dipengaruhi oleh variabel independen. Nilai Nagelkerke R Square dalam analisis ini adalah sebesar 0. 897 menunjukkan pengaruh variabel indenpenden sebesar 89. 7% terhadap variabel dependen, sisanya sebesar 10. 3% dijelaskan di luar variabel yang digunakan sebagai model. Nilai Omnimbus test dan Hosmer Lemeshow digunakan untuk menguji kebaikan model. Nilai omnimbus test memiliki < 0. Nilai Hosmer Lemeshow memiliki >0. Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen yang digunakan memiliki pengaruh terhadap variabel dependennya. Dari uji ketepatan dan kebaikan model, bahwa model yang dirancang dapat menginterpretasikan kemungkinan kemampuan adaptasi petani tanaman pangan terhadap perubahan cuaca di Kabupaten Timor Tengah Utara. Kemandirian petani berpengaruh signifikan terhadap kemampuan adaptasi petani terhadap perubahan cuaca. Dalam petani yang sedang beradaptasi, kemandirian petani menurunkan peluang kemampuan adaptasi petani terhadap perubahan cuaca. Petani dengan kemandirian yang lebih Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Nabuasa dkk. , 2025 tinggi menurun kemampuan adaptasinya sebesar 0. 191 kali dibanding petani dengan kemampuan kemandirian yang lebih rendah. Kemandirian petani dibutuhkan petani memiliki sumber daya dan pengetahuan yang cukup. Kemandirian petani akan memiliki dampak yang baik jika petani tersebut memiliki kemampuan akses informasi yang baik. Akses informasi dan kemampuan menggunakan alat mesin pertanian, serta kemandirian yang kuat meningkatkan produksi pertanian (Taena et al. Variabel jumlah penggunaan tenaga kerja, motivasi petani, dan kemampuan mengakses informasi tidak berpengaruh terhadap peluang kemampuan adaptasi petani di Kabupaten Timor Tengah Utara. Kemampuan mengakses informasi dan internet yang rendah menjadikan petani tidak memiliki informasi yang jelas mengenai perubahan cuaca yang terjadi. Keterbatasan informasi seringkali disebabkan kekurangan sarana informasi yang tersedia. Petani hanya melakukan kegiatan usahatani berdasarkan ingatan bukan data yang bermanfaat bagi penentuan waktu tanam. Petani dengan seringkali hanya pasrah dengan hasil pertaniannya. Motivasi yang rendah untuk belajar dan mengakses informasi berdampak terhadap rendahnya produksi dan produktivitas petani tanaman pangan di Kabupaten Timor Tengah Utara (Fallo, 2. 4 Adaptasi Petani Tanaman Pangan Terhadap Perubahan Cuaca di Kabupaten Timor Tengah Utara Petani tanaman pangan di Kabupaten Timor Tengah Utara mayoritas petani tradisional dengan tingkat pendidikan yang rendah. Petani tanaman pangan memiliki produktivitas yang Petani hanya memiliki kemungkinan untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan melakukan Petani tidak memiliki ketrampilan lainnya serta tidak mampu untuk mendapatkan informasi mengenai usahatani. Peningkatan produksi tanaman pangan di Kabupaten Timor Tengah Utara hanya berharap dengan peningkatan luas tanam . kstensifikasi pertania. Kondisi diperparah dengan perubahan cuaca. Petani di Kabupaten Timor Tengah Utara dalam kondisi perubahan cuaca seringkali gagal panen dan gagal tanam. Hal ini mengakibatkan penurunan nilai produksi tanaman pangan khususnya tanaman padi dan jagung. Hal ini sesuai dengan Gomathy & Kalaiselvi, 2023. Tun Oo et al. , 2023, menyatakan bahwa petani tradisional seringkali gagal dalam adaptasi menghadapi perubahan cuaca yang mengakibatkan gagal tanam dan panen. Petani tanaman pangan di Kabupaten Timor Tengah Utara memerlukan pendampingan baik dari penyuluh pertanian maupun akademisi. Rendahnya tingkat pendidikan mengakibatkan rendahnya pengetahuan mengenai usahatani. Pendampingan untuk mengakses internet dan kemampuan teknis dapat diiberikan dalam membantu petani di Kabupaten Timor Tengah Utara dalam menghadapi perubahan cuaca. Perubahan cuaca mengakibatkan petani mengalami kebingungan dalam menentukan musim tanam usahatani. Petani di Kabupaten Timor Tengah Utara hanya mengandalkan ingatan dan pengalaman dalam penentuan musim tanam usahatani. Kemandirian petani dalam menghadapi perubahan cuaca cenderung mengakibatkan kerugian Pendampingan dan pelatihan menjadi kata kunci dalam membantu petani di Kabupaten Timor Tengah Utara. Pendampingan dan pelatihan menjadikan petani tradisional lebih mudah untuk adaptasi dalam teknologi dan perubahan cuaca (Ruminta et al. , 2022. Siregar, 2. SIMPULAN Luas tanam merupakan faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan produksi tanaman pangan di Kabupaten Timor Tengah Utara. Petani tanaman pangan di Kabupaten Timor Tengah Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Nabuasa dkk. , 2025 Utara merupakan petani tradisional dengan tingkat kemampuan adaptasi yang rendah. Kemandirian dan pengetahuan petani tanaman pangan di Kabupaten Timor Tengah Utara belum cukup memberi dampak yang positif terhadap kemampuan adaptasi petani. Dibutuhkan pendampingan dan pelatihan terhadap petani tanaman pangan baik dalam mengakses informasi dan kemampuan teknis untuk menghadapi perubahan cuaca yang terjadi. DAFTAR PUSTAKA