https://greenationpublisher. org/JGPP. Vol. No. November 2023 DOI: https://doi. org/10. 38035/jgpp. https://creativecommons. org/licenses/by/4. Peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Kelembagaan Kelompok Tani Terhadap Penerapan Teknologi dan Implikasinya pada Keberhasilan Usahatani Padi (Oryza sativ. Shinta Rosdiana1. Euis Dasipah2. Dety Sukmawati3 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Karawang. Indonesia, shintarose2806@gmail. Universitas Winaya Mukti. Bandung. Indonesia Universitas Winaya Mukti. Bandung. Indonesia Corresponding Author: shintarose2806@gmail. Abstract: Role Demonstration Field Agricultural Extension (PPL) is a series of tasks carried out to develop the abilities, knowledge, skills and attitudes of main actors . and business actors through counseling. Diuur with the extension function approach as: Advisor / Technician. Liaison. Organizers. and Reformers/innovators. Obtained 70. 67% good Farmer Group Role Demonstration is a series of tasks and functions carried out by the Farmer Group managed by the management to provide services to its member farmers, including: As a learning class. production units. and cooperation containers. The role of PPL is related to rice farming activities in Cilaku District which consists of the following dimensions: Advisors. Technician. Liaison. Organizers. and Reformers / innovators obtained an achievement rate of 73. 48% criteria. Demonstration of the Application of Rice Farming Technology is a series of uses and applications either partially or wholly to aspects of materials, tools and methods in the production process of rice farming, consisting of 7 . farms, namely: Land processing and basic fertilization. Seeding. Planting. Fertilization. HPT control . ests of plant disease. and harvest and post-harvest 31%, good criteria. Farm Success Demonstration is the achievement of farm performance during one planting season, measured from the dimensions of: productivity. The selling price of rice and revenue obtained 78. 56$ Good criteria. There is a positive relationship between PPL Performance and PPL Role shown by the correlation coefficient r = 0. implies that the better the role of PPL, the better its performance. The Role of PPL and the Role of Farmer Groups have a positive influence on the Application of Rice Farming Technology. The magnitude of each influence was 42. 45% and 37. 59, the remaining 19. was influenced by other factors. The Role of PPL, the Role of Farmer Groups and the Application of Farmer Technology have a positive influence on the success of rice farming. The magnitude of influence is 69. 09%, 6. 78, and 19. 06, the remaining 5. 07% is influenced by other factors. Keyword: Extantion. Institution. Technologi. Success 155 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP. Vol. No. November 2023 Abstrak: Demonstrasi Peran Penyuluhan Pertanian Lapangan (PPL) merupakan serangkaian tugas yang dilaksanakan untuk mengembangkan kemampuan, pengetahuan, keterampilan dan sikap pelaku utama . dan pelaku usaha melalui penyuluhan. Diurus dengan pendekatan fungsi penyuluhan sebagai: Pembimbing/penasihat. Teknisi. Penghubung. Penyelenggara. dan Pembaharu/inovator. Diperoleh 70,67% kriteria baik. Demonstrasi Peran Kelompok Tani merupakan serangkaian tugas dan fungsi yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani yang dikelola oleh pengurus untuk memberikan pelayanan kepada petani anggotanya, meliputi: Sebagai kelas belajar. unit produksi. dan wadah koperasi. Peran PPL terkait dengan kegiatan usahatani padi sawah di Kecamatan Cilaku yang terdiri dari dimensi: Pembimbing. Teknisi. Penghubung. Penyelenggara. dan Pembaharu/inovator memperoleh angka capaian kriteria sebesar 73,48%. Demonstrasi Penerapan Teknologi Usahatani Padi merupakan serangkaian pemanfaatan dan penerapan baik sebagian maupun keseluruhan terhadap aspek bahan, alat dan metode dalam proses produksi usahatani padi yang terdiri dari 7 . usahatani yaitu: Pengolahan lahan dan pemupukan dasar. Penyemaian. Penanaman. Pemupukan. Pengairan. Pengendalian HPT . ama penyakit tanama. serta panen dan pasca panen tercapai 73,31% dengan kriteria baik. Demonstrasi Keberhasilan Usahatani merupakan pencapaian kinerja usahatani selama satu musim tanam yang diukur dari dimensi: Produktivitas. Harga jual gabah dan pendapatan diperoleh 78,56% dengan kriteria Baik. Terdapat hubungan yang positif antara Kinerja PPL dengan Peran PPL yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi r = 0,65. Hal ini mengandung makna bahwa semakin baik Peran PPL maka kinerjanya semakin Peran PPL dan Peran Kelompok Tani berpengaruh positif terhadap Penerapan Teknologi Usahatani Padi. Besarnya pengaruh masing-masing sebesar 42,45% dan 37,59, sisanya sebesar 19,96% dipengaruhi oleh faktor lain. Peran PPL. Peran Kelompok Tani dan Penerapan Teknologi Tani berpengaruh positif terhadap keberhasilan usahatani padi. Besarnya pengaruh masing-masing sebesar 69,09%, 6,78, dan 19,06, sisanya sebesar 5,07% dipengaruhi oleh faktor lain. Kata Kunci: Ekstensi. Institusi. Teknologi. Kesuksesan PENDAHULUAN Pertanian di Indonesia yang meliputi tanaman pangan, tanaman perkebunan, kehutanan, dan perikanan yang diupayakan oleh masyarakat tani Indonesia. Diiharapkan dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri bahkan dapat dijadikan untuk sumber devisa negara dengan memerlukan upaya dukungan dan perhatian dari pemerintah melalui kebijakankebijjakan pembangunan petanian seccara berkelanjutan. (Sukmawati. , dkk. Pembangunan pertanian Indonesia yang dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan dengan pendekatan agribisnis dengan harapan dapat meningkatkan produksi pertanian semaksimal mungkin sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani dalam mencapai kesejahteraan (Marina. , & Sulandjari. Salah satu komoditas yang penting untuk terus ditingkankan adalah padi dengan pendekatan konsep agribisnis (Suwandi, 2. Berkembangnnya agribisnis padi secara factual harus didukung oleh kecocokan agroekosistem seperti tanah, iklim, dan ekosistem wilayah yang mendukung terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi. (Sukmawati. , dkk. Selain itu juga didukung oleh agrososio-ekonomisnya dimana adanya kelompok-kelompok tani dan secara historis adanya kebiasaan dan kemapuan petani yang mampu membudidayakan tanaman padi dan adanya komitmen daerah untuk menjadikan produk padi sebagai salah satu produk unggulan dan cirri khas produk lokal (. Halimah dan Subari, 2. Salah satu wilayah yang sangat potensial dalam agribisnis padi adalah Kabupaten Karawang dan sudah dikenal dengan predikat sebagai lumbung beras nasional. 156 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP. Vol. No. November 2023 METODE Bentuk penelitian ini adalah penelitian verifikatif . yaitu suatu penelitian untuk membuktikan kebenaran hipotesis berdasarkan verifikasi data di lapangan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Survei yang dimaksud adalah survei terhadap sejumlah petani anggota kelompok tani yang berada di wilayah kerja Kecamatan Rengasdengklok. Kabupaten Karawang. Operasionalisasi Variabel Variabel X1 Variabel X1 yaitu Peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) merupakan serangkaian tugas yang dijalankan untuk melakukan pengembangan kemampuan, pengetahuan, keterampilan serta sikap pelaku utama . dan pelaku usaha melalui penyuluhan. Diuur dengan pendekatan fungsi penyuluh sebagai: Penasehat/advisor. Teknisi. Penghubung. Organisator. dan Pembaharu/innovator. Pengukurannya dilakukan penilaian dengan menggunakan teknik skor berdasarkan 4 . tingkat: skor 4 untuk kriteria sangat baik, skor 3 untuk kriteria baik, skor 2 untuk kriteria cukup, skor 1 untuk kriteria kurang atau rendah (Imelda. , & Marina. Variabel X2 Variabel X2, yaitu Peran Kelompok Tani merupakan serangkaian tugas dan fungsi yang dijalankan oleh Kelompok Tani yang dikelola oleh pengurus untuk memberikan pelayanan kepada petani anggotanya, meliputi: Sebagai kelas belajar. unit produksi. wadah kerjasama. Pengukurannya dilakukan penilaian dengan menggunakan teknik skor berdasarkan 4 . tingkat: skor 4 untuk kriteria sangat baik, skor 3 untuk kriteria baik, skor 2 untuk kriteria cukup , skor 1 untuk kriteria kurang atau rendah (Marina. , dkk. Variabel Y Variabel Y, yaitu Penerapan Teknologi Usahatani Padi adalah serangkaian penggunaan dan penerapan baik sebagian atau seluruhnya terhadap aspek bahan, alat dan cara pada kegiatan proses produksi usahatani padi, terdiri atas 7 . usahatani yaitu: Pengolahan lahan dan pemupukan dasar. pengendalian HPT . ama penyakit tanama. dan panen dan paskapanen. Untuk mengukur Tingkat penerapan teknologi dilakukan penilaian berdasarkan scoring 4 . tingkatan yaitu: skor 4 untuk kriteria sangat baik, skor 3 untuk kriteria baik, skor 2 untuk kriteria cukup , skor 1 untuk kriteria kurang atau rendah. (Sukmawati. , dkk. Variabel (Z) Variabel (Z), yaitu Keberhasilan Usahatani adalah capaian kinerja usahatani selama satu musim tanam, diukur dari dimensi: produktivitas. harga jual padi dan pendapatan yang Untuk mengukur dilakukan penilaian berdasarkan scoring 4 . tingkatan yaitu: skor 4 untuk kriteria sangat baik, skor 3 untuk kriteria baik, skor 2 untuk kriteria cukup , skor 1 untuk kriteria kurang atau rendah. (Marina. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan cara wawancara dan pengisian kuesioner kepada petani sebagai responden. Data sekunder diperoleh dari dinas terkait dan studi pustaka yang ada kaitannya dengan penelitian. Populasi target pada penelitian ini adalah petani anggota kelompok yang sudah berlangsung paling tidak 4 musim tanam di Kecamatan Rengasdengklok. Kabupaten Karawang. Berdasarkan informasi terdapat petani yang melakukan usahatani padi sesuai denga kriteria diatas, atau disebut dengan populasi target terdapat 70 orang. Apabila memperhatikan kebutuhan data berkaitan dengan alat analisis yang digunakan yaitu analisis jalur dimana banyaknya dimensi 19 buah dan indicator sejumlah 48 buah, maka data diperlukan paling tidak adalah = 19 buah x 4 . ingkat skor tertingg. = 76 unit. Rencana penelitian ini dilakukann terhadap petani dalam satu Gapoktan dengan jumlah anggota petani 157 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP. Vol. No. November 2023 padi yang aktif adalah 70 orang yang melakukan kegiatan usahatani padi pada Musim Tanam I pada bulan Oktober2021 sampai Januari 2022. Oleh karenanya dengan populasi target sebanyak 70 orang yang akan diambil seluruhnya sebagai responden. Teknik penentuan responden dilakukan secara sensus. Data yang diperoleh dari kuisioner memiliki skala pengukuran ordinal maka skala pengukuran harus diubah terlebih dahulu menjadi skala interval dengan menggunakan Methode Successive Interval (MSI) yang merupakan metode untuk mengoperasikan data yang berskala ordinal menjadi data yang berskala interval. Selain itu dalam analisis jalur, data yang digunakan harus mempunyai tingkat pengukuran sekurang-kurangnya interval. Penelitian ini dilakukan pada petani padi di Kecamatan Rengasdengklok. Kabupaten Karawang. Alasan dan pertimbangannya adalah karena Kecamatan Rengasdengklok merupakan wilayah sentra produksi padi disamping komoditas sayuran dataran rendah. Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan penelitian ini sekitar 3 . HASIL DAN PEMBAHASAN Hubungan Antara Peran PPL dan Peran Kelompok Tani Keberlanjutan dan pengembangan agribisnis padi, maka tidak terlepas dari penerapan teknologi yang diterapkan para petani, kelompok tani serta kegiatan penyuluhan perrtanian di lapangan memiliki peran yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang Penyuluhan pertanian adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraannya serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup, (UU No 16/2006, tentang Sistem Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutana. Untuk dapat berjalannya proses adopsi inovasi teknologi serta peningkatan kemampuan kelompok tani maka diperlukan adanya kehadiran penyuluh yang berfungsi dalam penyampaian dan penyebaran informasi berkaitan dengan pemanfaatan teknologi yang tepat guna dalam usaha budidaya padi sawah. Hal di atas pada dasarnya adalah sejauhmana kelompok tani sebagai wadah kegiatan . saha dan socia. petani hendaknya dirasakan menfaatnya bagi para petani anggotanya. Manfaat kelompok tani akan menjadi stimulant bagi petani anggotanya untuk memberikan partisipasinya dalam bermacam bentuk. Selain itu peran penyuluh dalam peneraan teknologi kepada petani anggota kelompok sangat penting. Munier, dkk . , bahwa penyuluhan pertanian merupakan proses komunikasi yang dipengaruhi oleh modal sosial. Kinerja penyuluh cukup baik dan para petani sangat senang dengan bantuan yang diberikan penyuluh terutama adalah dalam penyediaan informasi dan teknologi tentang pertanian yang mereka praktikkan. Dalam kegiatan penyuluhan maka akan melibatkan pihak yang menyampaikan informasi yang disebut penyuluh dan sejumlah orang yang menerima informasi tersebut yang disebut petani sehingga mereka dapat mengambil keputusan yang benar. (Mardikanto, 2. menyebutkan istilah penyuluhan pada dasarnya diturunkan dari kata extension yang dipakai secara meluas di banyak kalangan. Extension dalam bahasa aslinya dapat diartikan sebagai perluasan atau penyebarluasan. Proses penyebarluasan yang dimaksud adalah proses peyebarluasan informasi yang berkaitan dengan upaya perbaikan cara-cara bertani dan berusahatani demi tercapainya peningkatan produktivitas, pendapatan petani, dan perbaikan kesejahteraan keluarga atau masyarakat yang diupayakan melalui kegiatan pembangunan Kegiatan penyuluhan pertanian dilaksanakan oleh petugas Penyuluh Pertanian lapangan atau disebut sebagai PPL. Penyuluh dapat diartikan sebagai seseorang yang atas nama Pemerintah atau lembaga penyuluhan berkewajiban untuk mempengaruhi proses 158 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP. Vol. No. November 2023 pengambilan keputusan yang dilakukan oleh . penerima manfaat penyuluhan untuk mengadopsi inovasi (Mardikanto, 2. Keberadaan mereka sangat sentral dalam membantu terlaksananya proses inovasi dan adopsi teknologi pertanian. Fungsi penyuluh pertanian adalah berperan sebagai motivator, fasilitator, dan dinamisator dalam kegiatan penyuluhan pertanian seperti membantu mencarikan informasi inovasi/teknologi, permodalan, pemasaran, mengajarkan keterampilan, menawarkan/merekomendasikan paket teknologi, menfasilitasi, dan mengembangkan swadaya dan swakarya petani (Totok Mardikanto, 2. Hasil penelitian Halimah dan Subari . , bahwa peran penyuluh sebagai fasilitator, dinamisator motivator, dan inovator berpengaruh secara signifikan terhadap pengembangan kelompok tani padi sawah. Hasil penelitian yang senada Marbun, dkk . , bahwa peran penyuluh pertanian berpengaruh terhadap pengembangan kelompok tani. Terhadap penerappan . teknologi maka peran PPL juga adalah menentukan. Hasil penelitian Andrian, dkk . , melaporkan hasil penelitian bahwa terdapat pengaruh faktor sosial dan ekonomi petani dalam inovasi adopsi pertanian. Selanjutnya bahwa peran penyuluh, motivasi petani dan sikap memiliki dampak positif dan signifikan pada inovasi adopsi pertanian padi. Mardikanto, . menyatakan bahwa ada beberapa peran penyuluh pertanian. Memfasilitasi proses pembelajaran bagi pelaku utama dan pelaku usaha Mengupayakan kemudahan akses pelaku utama dan pelaku usaha ke sumber informasi, teknologi, dan sumberdaya lainnya Meningkatkan kemampuan kepemimpinan, manajerial, dan kewirausahaan pelaku utama dan pelaku usaha Membantu pelaku utama dan pelaku usaha dalam menumbuh-kembangkan organisasinya menjadi organisasi ekonomi yang berdaya saing tinggi produktif, menerapkan tata kelola berusaha yang baik dan berkelanjutan Membantu menganalisis dan memecahkan masalah serta merespon peluang dan tantangan yang dihadapi pelaku utama dan pelaku usaha dalam mengelola usaha Menumbuhkan kesadaran pelaku utama dan pelaku usaha terhadap kelestarian fungsi Melembagakan nilai-nilai budaya pembangunan pertanian yang maju dan modern bagi pelaku utama dan pelaku usaha secara berkelanjutan. PPL dalam memerankan fungsinya senantiasa mengacu pada tugas pokok penyuluh Selanjutnya dalam menyuluh dapat dibagi menjadi menyiapkan, melaksanakan, mengembangkan, mengevaluasi dan melaporkan kegiatan penyuluhan. Hasil dari keseluruhan tugas pokoknya dalam jangka waktu tertentu akan dihasilkan kinerja penyuluh. Kinerja Penyuluh dapat menjadi barometer keberhasilan seorang penyuluh yang dinilai oleh beragam Salah satu yang menilai kinerja penyuluh adalah para petani anggota kelompok itu Persepsi dan penilaian para petani satu dengan yang lainya sudah barang tentu akan beragam (Sukmawati et al. , 2. Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa petani sangat beragam dalam merespon fungsi atau peran penyuluh pertanian. Hartono dan Syam . , menyatakan bahwa kinerja penyuluh pertanian belum optimal, hal tersebut disebabkan oleh: motivasi penyuluh dalam melaksanakan tugas hanya sekedar untuk memenuhi kewajibannya, kemampuan penyuluh masih terbatas, dan tingkat partisipasi petani dalam pelaksanaan kegiatan usahatani juga ikut Refiswal . , bahwa factor umur, jarak wilayah kerja dan jumlah desa binaan berpengaruh negatif terhadap penyuluh menjalankan fungsinya. Mardikanto . menjelaskan bahwa fungsi penyuluh pertanian dapat dibagi menjadi lima utama yaitu Penyuluh sebagai penasehat/advisor Penyuluh sebagai teknisi 159 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP. Vol. No. November 2023 Penyuluh sebagai penghubung Penyuluh sebagai organisator Penyuluh sebagai agen pembaharu Baik buruknya fungsi dan peran yang dijalankan penyuluh akan berkontribusi terhadap pencapaian keberdayaan petani anggota kelompok tani. Akan tetapi partisipasi petani anggota kelompok juga berkontribusi guna tercapainya tujuan dan keberdayaan kelompok. Senada dengan hasi penelitian Joni Jafri, dkk . , bahwa interaksi partisipatif antara penyuluh pertanian dan kelompok tani secara nyata ditentukan oleh kapasitas penyuluh pertanian dan kapasitas kelompok tani. Kapasitas kelompok tani memberikan pengaruh lebih nyata terhadap interaksi partisipatif dibandingkan dengan kapasitas penyuluh pertanian. Rendahnya kapasitas penyuluh pertanian mengarah pada rendahnya pencapaian penyuluhan pertanian yang partisipatif. Rendahnya kapasitas petani secara keseluruhan semakin membutuhkan perhatian serius terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM) Tugas penyuluh salah satunya adalah membina kelompok tani berupaya sedemikian rupa sehingga kelompok tani efektif mencapai tujuannya. Mardikanto . , menjelaskan bahwa keefektifan kelompok tani yaitu keberhasilan kelompok untuk mencapai tujuannya, yang dapat dilihat pada tercapainya keadaan atau perubahan-perubahan . isik maupun non fisi. yang memuaskan anggotanya. Keberhasilan penyuluh menjalankan fungsinya akan berimplikasi terhadap keberhasilan kelompok tani menjalankan fungsinya sebagai kelas belajar, unit produksi dan wahana kerjasama. Kedua kelembagaan tersebut yaitu Penyuluh Pertanian (PPL) dan Kelompok Tani berkorelasi efektif dalam menjalankan fungsinya. Dari hasil analisis diperoleh korelasi . antara Peran PPL dan Peran Kelompok Tani yang ditunjukan oleh angka koefisien korelasi pearson rX1X2 = 0,817 sangat kuat. Artinya kedua variable akan saling mempengaruhi dan berperan penting terkait dengan penerapan teknologi usahatani padi dan selanjutnya terhadap keberhasilan usahatani Tugas pokok penyuluh pertanian adalah menyuluh, selanjutnya dalam menyuluh dapat dibagi menjadi menyiapkan, melaksanakan, mengembangkan, mengevaluasi dan melaporkan kegiatan penyuluhan. Berdasarkan urutan urgensinya, peranan, permasalahan di lapangan, kondisi para penyuluh, masalah petani, kebutuhan petani dan orientasi pembangunan pertanian, peranan penyuluh dapat dikelompokkan menjadi lima peranan utama yaitu : Penyuluh sebagai penasehat/advisor Penyuluh sebagai teknisi Penyuluh sebagai penghubung Penyuluh sebagai organisator Penyuluh sebagai agen pembaharu Berjalannya kegiatan penyuluhan pertanian dapat berhasil jika penyuluh dapat bekerjasama dengan petani secara kolektif untuk belajar dan saling berbagi pengetahuan dan pengalaman di bidang pertanian, sehingga modal sosial yang ada di masyarakat memiliki peranan demi keberhasilan kegiatan penyuluhan tersebut. Tiga unsur utama dalam modal sosial adalah trust . , reciprocal . ubungan timbal bali. , dan jaringan sosial . Kinerja penyuluh pertanian sangat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, antara lain factor individu penyuluh, psikologis dan organisasi. Pada sisi lain fungsi dan peran Kelompok tani sebagai organisasi petani hadir untuk mewadahi kegiatan petani. Peran kelompok tani dalam hal ini: sebagai kelas belajar. produksi dan wadah kerjasama untuk mengembangkan kegiatan usaha petani anggotanya. Peran kelompok tani tersebut dalam rincian kegiatan-kegiatan terintegrasi dengan tugas 160 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP. Vol. No. November 2023 pokok yang dijalankan para penyuluh (PL). Diperjelas lagi bahwa PPL adalah sebagai Pembina Kelompok Tani. Pengaruh Peran PPL dan Kelompok Tani Terhadap Penerapan Teknologi dan Keberhasilan Usahatani Padi Berdasarkan hasil analisis diperoleh pengaruh . variabel Peran PPL 42,45 % terhadap penerapan teknologi cukup besar. Peran PPL merupakan sebuah proses langsung yang ditujukan kepada para petani. Proses langsung tersebut menjadi alasan mengapa Peran PPL jauh lebih besar dari pada Peran Keompok Tani itu sendiri. Sesuai dengan hasil perhitungan secara deskriptifnya dimana Peran PPL yang terdiri atas dimensi: Penasehat/advisor. Teknisi. Penghubung. Organisator. dan Pembaharu/innovator diperoleh tingkat capaiannya 73,48 % criteria baik. Teknologi sering diartikan sebagai ilmu yang berhubungan dengan keterampilan di bidang industri. Tetapi Mosher . mengartikan teknologi pertanian sebagai cara-cara untuk melakukan pekerjaan usaha tani. Didalamnya termasuk cara-cara bagaimana petani menyebarkan benih, memelihara tanaman dan memungut hasil serta memelihara ternak. Termasuk pula didalamnya benih, pupuk, pestisida, obat-obatan serta makanan ternak yang dipergunakan, perkakas, alat dan sumber tenaga. Termasuk juga didalamnya berbagai kombinasi cabang usaha, agar tenaga petani dan tanahnya dapat digunakan sebaik mungkin. Baik buruknya capaian penerapan teknologi tidak terlepas dari peran PPL. Implikasi dari hasil penelitian ini bahwa peran PPL sangat penting dalam melaksanakan fungsi-fungsinya dengan sebaik-baiknya agar penerapan teknologi berhasil dengan baik. Selanjutnya Peran PPL terhadap Keberhasilan Usahatani Padi adalah 69,09% tampak sangat dominan. Hal tersebut menjelaskan bahwa semakin baiknya peran PPL dalam penerapan teknologi yang diadopsi oleh petani berimplikasi terhadap semakin baiknya Keberhasilan Usahatani padi. Berbeda dengan capaian Peran Kelompok Tani yang memperlihatkan kontribusinya 37,50% lebih rendah. Demikian juga kontribusi Peran Kelompok Tani terhadap Keberhasilan Usahatani padi hanya 6,78 % sangat kecil. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis deskriptif data dan pengujian hipotesis serta uraian pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan penelitian sebagai berikut : Keragaan Peran Penyuluhan Pertanian Lapangan (PPL) merupakan serangkaian tugas yang dijalankan untuk melakukan pengembangan kemampuan, pengetahuan, keterampilan serta sikap pelaku utama . dan pelaku usaha melalui penyuluhan. Diukur dengan pendekatan fungsi penyuluh sebagai: Penasehat/advisor. Teknisi. Penghubung. Organisator. dan Pembaharu/ innovator. diperoleh capaian 70,67% criteria baik. Keragaan Peran Kelompok Tani merupakan serangkaian tugas dan fungsi yang dijalankan oleh Kelompok Tani yang dikelola oleh pengurus untuk memberikan pelayanan kepada petani anggotanya, meliputi: Sebagai kelas belajar. unit produksi. dan wadah kerjasama. Keragaan Peran PPL berkaitan dengan kegiatan usahatani padi di Kecamatan Cilaku yang terdiri atas dimensi: Penasehat/advisor. Teknisi. Penghubung. Organisator. Pembaharu/innovator diperoleh tingkat capaian 73,48% criteria baik. Keragaan Penerapan Teknologi Usahatani Padi adalah serangkaian penggunaan dan penerapan baik sebagian atau seluruhnya terhadap aspek bahan, alat dan cara pada kegiatan proses produksi usahatani padi, terdiri atas 7 . usahatani yaitu: Pengolahan lahan dan pemupukan dasar. pengendalian HPT . ama penyakit tanama. dan panen dan paskapanen diperoleh capaian 73,31%, criteria baik. 161 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP. Vol. No. November 2023 Keragaan Keberhasilan Usahatani adalah capaian kinerja usahatani selama satu musim tanam, diukur dari dimensi: produktivitas. harga jual padi dan pendapatan diperoleh 56$ kriteria Baik. Terdapat hubungan positif antara Kinerja PPL dengan Peran PPL yang dituunjukan oleh koefisien korelasi r = 0,65. berimplikasi semakin baik peran PPL maka akan semakin baik Peran PPL dan Peran Kelompok Tani berpengaruh positif terhadap Penerapan Teknologi Usahatani Padi. Besarnya pengaruh masing-masing adalah 42,45% dan 37,59 sisanya 19,96% dipengaruhi factor lain. Peran PPL. Peran Kelompok Tani dan Penerapan Teknilogi Usahatani berpengaruh positif terhadap Keberhasilan Usahatani Padi. Besarnya pengaruh masing-masing adalah 69,09%, 6,78, dan 19,06 sisanya 5,07% dipengaruhi factor lain. REFERENSI