Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah ISSN: 2527 - 6344 (Printe. ISSN: 2580 - 5800 (Onlin. Accredited No. 204/E/KPT/2022 DOI: https://doi. org/10. 30651/jms. Volume 11. No. 2, 2026 . - 1. PENGARUH PENYALURAN DANA ZIS DAN TINGKAT INFLASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI BENGKULU PERIODE Annisa1. Asnaini2. Nonie Afrianty3 Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu annisa0773@gmail. com1 asnaini@mail. na@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penyaluran dana ZIS dan tingkat inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu periode 2021-2024. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik regresi linear Data yang digunakan adalah data sekunder dengan mengumpulkan data penyaluran dana ZIS dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Bengkulu dan data tingkat inflasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu periode 2021-2024 yang mencakup data bulanan seluruh Provinsi Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyaluran dana ZIS (X. berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu dan tingkat inflasi (X. tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu sedangkan penyaluran dana ZIS dan tingkat inflasi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu periode Kata Kunci: Penyaluran Dana ZIS. Tingkat Inflasi. Pertumbuhan Ekonomi. BAZNAS. Provinsi Bengkulu Abstract This study aims to analyze the effect of ZIS fund distribution and the inflation rate on economic growth in Bengkulu Province for the 2021-2024 period. The research method used a quantitative approach with multiple linear regression techniques. The data used were secondary data collected from the National Zakat Agency (BAZNAS) of Bengkulu Province and inflation rate data from the Central Statistics Agency (BPS) of Bengkulu Province for the 2021-2024 period, covering monthly data for the entire province. The results show that ZIS fund distribution (X. has a negative and significant effect on economic growth in Bengkulu Province, and the inflation rate (X. has no significant effect on economic growth in Bengkulu Province. Meanwhile. ZIS fund distribution and the inflation rate together have a significant effect on economic growth in Bengkulu Province for the 2021-2024 period. Keywords: ZIS Fund Distribution. Inflation Rate. Economic Growth. BAZNAS. Bengkulu Province Pendahuluan Pembangunan ekonomi adalah perkembangan pendapatan per kapita dalam suatu masyarakat bersamaan dengan perombakan dan modernisasi dalam struktur ekonomi dari tradisional ke modern. Suatu negara dapat dikatakan ada pertumbuhan ekonomi apabila terdapat lebih banyak output, dan dikatakan terjadi pembangunan/perkembangan ekonomi apabila tidak hanya terdapat lebih banyak output, tetapi juga terjadi perubahan perubahan dalam kelembagaan dan pengetahuan teknik . erjadi modernisas. dalam menghasilkan output yang lebih banyak tersebut. 1 Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi suatu wilayah. Dimana pertumbuhan ekonomi dapat diukur melalui Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang dapat mencerminkan keberhasilan suatu pembangunan di wilayah tersebut. Tabel 1. 1 Data Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi di Provinsi Bengkulu Berdasarkan Statistik BPS Periode 2021-2024 Tahun Laju pertumbuhan Ekonomi (%) 5,31 Inflasi (%) 2,42 7,11 5,92 6,10 3,09 4,62 0,84 Sumber: https://bengkulu. id/id Pusat Statistik Inflasi Provinsi Bengkulu 2021-2024 Dapat dilihat pada tabel 1. 1 di atas bahwa laju pertumbuhan ekonomi dan inflasi Provinsi Bengkulu selama periode 2021-2024 mengalami fluktuasi. Pertumbuhan ekonomi sempat meningkat tajam hingga mencapai puncaknya di tahun 2022 . ,11%), namun kemudian melambat hingga 4,62% pada 2024. Sementara itu, inflasi mengikuti pola serupa: naik signifikan di 2022 . ,92%), lalu turun drastis hingga hanya 0,84% di 2024. Tommy Prio Haryanto. AoPengaruh Pengeluaran Pemerintah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2007-2011Ao . Economics Development Analysis Journal, 2. , h. Prisilia Tempone. Josep. AoPengaruh Belanja Langsung Dan Belanja Tidak Langsung Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Siau Tagulandang BiaroAo. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 20. , h. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pencapaian pertumbuhan ekonomi di suatu Negara salah satunya indikator ekonomi makro yang digunakan untuk melihat/mengukur stabilitas perekonomian suatu negara adalah inflasi. Perubahan dalam indikator ini akan berdampak terhadap dinamika pertumbuhan Dalam perspektif ekonomi, inflasi merupakan fenomena moneter dalam suatu negara dimana naik turunnya inflasi cenderung mengakibatkan terjadinya gejolak ekonomi. Selain itu, faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, dalam perspektif ekonomi Islam juga terdapat faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi salah satunya adalah penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Penyaluran dana ZIS ini merupakan salah satu faktor pendorong dalam ekonomi. Dalam Islam setiap individu diwajibkan untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah yang sudah dituangkan dalam al quran dan hadist. Zakat harus dilakukan sesuai syariat Islam dan disalurkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya, yaitu 8 ashnaf . akir, miskin, amil, mualaf, riqab, ghorim, fisabilillah, dan ibnu sabi. Tabel 1. 2 Data Penyaluran Dana ZIS Pada BAZNAS Provinsi Bengkulu Periode 2021-2024 Tahun Penyaluran dana ZIS (R. Sumber: https://bengkulu. id/ Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Bengkulu 2021-2024 Dapat dilihat pada tabel 1. 2 di atas bahwa jumlah penyaluran dana ZIS di Provinsi Bengkulu selama periode 2021Ae2024 mengalami fluktuasi. Penyaluran dana ZIS sempat mengalami penurunan signifikan pada tahun 2022 sebesar Rp4,81 miliar, turun sekitar 20% dibandingkan tahun 2021 (Rp6,01 milia. , yang kemungkinan dipengaruhi oleh keterbatasan penghimpunan zakat selama masa transisi pasca-pandemi serta penyesuaian operasional lembaga zakat. Namun, sejak tahun 2023, penyaluran kembali meningkat menjadi Rp6,36 miliar dan mencapai titik tertinggi pada tahun 2024 sebesar Rp6,66 miliar. Peningkatan ini mencerminkan pemulihan kapasitas penghimpunan dan pendistribusian ZIS, serta optimalisasi program oleh BAZNAS Provinsi Bengkulu dalam menjangkau mustahik secara lebih efektif. Rachmasari,Tika. AoPengaruh Penyaluran Dana ZIS Dan Tingkat Inflasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Periode 2011-2015Ao. Falah: Jurnal Ekonomi Syariah, 3. , h. Andira Tsaniya Al-Labiyah and others. AoPeran ZIS Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Sosial Di IndonesiaAo. Islamic Economics and Business Review, 2. , h. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 Kajian Pustaka 1 Teori Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi adalah bentuk upaya dalam meningkatkan kapasitas produksi dalam menciptakan jumlah output yang terus meningkat dan adanya peningkatan disektor pendapatan rill dan serta diukur dengan Produk Domestik Bruto (PDB) Dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dalam suatu Negara. 5 Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator yang menandakan berhasilnya pembangunan dalam suatu perekonomian sebuah negara. Kemajuan suatu perekonomian ditentukan oleh besarnya pertumbuhan output nasional. Pertumbuhan ekonomi merupakan upaya peningkatan kapasitas produksi untuk mencapai penambahan output, yang diukur menggunakan Produk Domestik Bruto (PDB) maupun menggunakan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dalam suatu wilayah. 6 Faktor- faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi: Sumber Daya Alam Sumber daya alam merupakan faktor utama yang berpengaruh terhadap perkembangan perkonomian. Kekayaan alam suatu negara meliputi luas dan kesuburan tanah, keadaa kekurangan sumber daya alam tidakdapat membangun dengan cepat. Sumber Daya Manusia Sumber daya manusia merupaksn faktor yang penting dalam suatu Jika dikembangkan kualitasnya, mereka dapat terdorong untuk melakukan perubahan sikap, kemampuan, serta tingkah laku individu dan kelompok. Sumber daya manusia akan menentukan perkembangan dunia industri dan perkembangan teknologi untuk kesejahteraan umat manusia. Pembentukan Modal Pembentukan modal yang meliputi semua bentuk atau jenis investasi baru yang ditanamkan pada tanah, peralatan fisik, dan modal atau sumber daya manusia. Investasi penting sekali untuk pembangunan karena dengan tersedianya modal yang lebih banyak, produksi barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat akan tersedia lebih banyak. Kemajuan Teknologi Teknologi merupakan operasional sangat melekat dengan kemampuan sumber daya manusia, sehingga perlu dipikirkan bagaimana meningkatkan kemampuan sumber daya manusia agar dapat faisal. Resi. Asnaini. AoAnalisis Peran Strategis Bank Syariah Indonesia Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia Pasca Covid-19Ao. JOVISHE : Journal of Visionary Sharia Economy, 01. , h. Qoyyim. AoAnalisis Strategi Penyaluran Dana Zakat. Infak. Sedekah (ZIS) Dan Tingkat Inflasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia Pada Periode 2015-2019Ao. Jurnal Al Azhar Indonesia Seri Ilmu Sosia, 1. , h. Tri Maryani. AoPengaruh Pertumbuhan Ekonomi . Upah Minimum Dan Tingkat Pendidikan Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Kota SalatigaAo, jurnal ilmu manajamen, ekonomi dan kewirausahaan, 3. , h. Maykasari Dila. Enjelina. AoPeranan Sumber Daya Ekonomi Dalam Pembangunan Berkelanjutan Pasca Pandemi Covid-19Ao. Jurnal Logistics & Supply Chain (Logi. , 1. , h. Maryani. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 menerapkan teknologi yang sudah ada, guna menghasilkan output dengan lebih cepat. 2 Teori Penyaluran Dana ZIS Penyaluran dana Zakat. Infak, dan Sedekah (ZIS) adalah suatu proses atau mekanisme untuk menyalurkan dana ZIS dari pemberi . uzakki/munfiq/muhsi. kepada penerima . yang berhak, dengan tujuan mencapai kesejahteraan mustahik dan mengubah mereka menjadi muzakki baru. Penyaluran dana ZIS adalah proses atau kegiatan untuk mendistribusikan dana ZIS dari pihak yang mengeluarkannya kepada pihak yang berhak menerima, berdasarkan syarat dan ketentuan yang ditetapkan dalam syariat Islam. Penyaluran ini tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif, yang bertujuan untuk memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan penerima, seperti melalui program bantuan usaha, beasiswa, atau alat pertanian. 3 Teori Inflasi Inflasi didefinisikan sebagai kecenderungan kenaikan harga secara umum yang bersifat terus-menerus. Inflasi dapat dihitung berdasarkan penghitungan sekelompok barang dan jasa yang dikonsumsi oleh sebagian besar Inflasi diukur dengan tingkat inflasi . ate of inflatio. yaitu tingkat perubahan dari tingkat harga secara umum. Konsep Inflasi Perspektif Islam tidak mengenal istilah inflasi, karena mata uangnya stabil dengan digunakannya mata uang dinar dan dirham. inflasi merupakan salah satu kejadian yang menggambarkan situasi dan kondisi dimana harga barang mengalami kenaikan dan nilai mata uang mengalami pelemahan, dan jika terjadi secara terus menerus, maka akan mengakibatkan pada memburuknya kondisi ekonomi secara menyeluruh serta mampu mengguncang tatanan stabilitas politik suatu negara. Indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat inflasi dalam suatu negara atau wilayah adalah menggunanakan Indeks Harga Konsumen (IHK). Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Indeks Harga Konsumen (IHK) digunakan untuk menghitung perubahan harga rata-rata selama periode waktu tertentu dari kumpulan barang dan jasa yang digunakan oleh penduduk dan rumah tangga selama periode waktu tertentu. IHK biasanya memberikan informasi tentang tren harga untuk sekelompok Mursalin Veronika. Silvia. AoPengaruh teknologi informasi, resiko, dan handling complaint terhadap minat mahasiswa uin fatmawati sukarno bengkulu dalam penggunaan bsi mobileAo. Jurnal Tabarru : Islamic Banking and Finance, 2. , h. Ulfah Alfiyah. Aoimplementasi operasional zakat infak dan sedekah dalam mewujudkan kesejahteraan perspektif ekonomi islam (Studi Di Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Fajar Metr. Ao. Ijtimaiyya: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 1 . , h. Andira Tsaniya. AoPeran ZIS Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Sosial Di IndonesiaAo. Islamic Economics and Business Review, 2. Susilo. Chenny. Asnaini. AoPengaruh Inflasi. Kurs. Dan Bi 7-Day Rate Terhadap Indeks Saham Syariah Indonesia (Iss. Periode 2015-2020Ao. MALIA: Journal of Islamic Banking and Finance, 5. , h. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 barang atau jasa yang dikonsumsi oleh rumah tanggapada suatu titik waktu tertentu. 4 Teori Pengaruh Penyaluran Dana ZIS dan inflasi terhadap Pertumbuhan Ekonomi Penyaluran Dana ZIS (Zakat. Infak. Sedeka. merupakan salah satu instrumen keuangan sosial yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat mustahik. Dana ZIS yang disalurkan secara efektif dapat meningkatkan daya beli dan konsumsi masyarakat miskin, yang pada gilirannya mendorong aktivitas ekonomi dan produksi nasional. Selain itu, dana ZIS berperan dalam mengurangi ketimpangan sosial dan kemiskinan sehingga memperkuat basis pertumbuhan ekonomi inklusif. Studi oleh Qoyyim . menemukan bahwa penyaluran dana ZIS memiliki pengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam periode 2015-2019, serta bersama-sama dengan inflasi berpengaruh signifikan secara simultan terhadap pertumbuhan ekonomi. Inflasi sendiri secara teori mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara negatif apabila terjadi secara berlebihan. Inflasi tinggi meningkatkan biaya produksi yang berpotensi menurunkan investasi dan konsumsi yang menahan laju pertumbuhan ekonomi. Namun, inflasi rendah atau terkendali dapat bersifat netral atau sedikit positif bagi pertumbuhan ekonomi. Dalam konteks Indonesia, hasil penelitian variasi efek inflasi terhadap ekonomi cukup bervariasi. studi menyatakan bahwa inflasi tidak berpengaruh secara parsial signifikan, namun secara simultan dengan variabel lain tetap berperan penting. Hubungan Simultan Dana ZIS dan Inflasi menunjukkan bahwa penyaluran dana ZIS dapat membantu mengurangi dampak negatif inflasi terhadap kelompok miskin melalui peningkatan daya beli, sehingga secara simultan keduanya dapat berkontribusi pada pertumbuhan yang lebih stabil. Metode Penelitian Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik regresi linear berganda. Pendekatan kuantitatif dipilih karena bertujuan untuk menguji pengaruh variabel-variabel numerik secara objektif dan terukur, yaitu pengaruh penyaluran dana ZIS dan tingkat inflasi . ariabel independe. terhadap pertumbuhan ekonomi . ariabel depende. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh data time series bulanan periode Januari 2021-2024 yang mencakup tiga variabel: . total penyaluran dana ZIS dari Badan Amil Zakat Rahmat Aditya. Asnaini. AoPengaruh PDRB Dan Inflasi Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka Dalam Perspektif Ekonomi Islam Di Kota Bengkulu Tahun 2015-2023Ao. Jurnal Ekonomi Syariah Pelita Bangsa, 10. , h. Sarah. AoAnalisis Strategi Penyaluran Dana Zakat. Infak. Sedekah (ZIS) Dan Tingkat Inflasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia Pada Periode 2015-2019Ao. Jurnal Al Azhar Indonesia Seri Ilmu Sosial, 1. , h. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 Nasional (BAZNAS) Provinsi Bengkulu, . tingkat inflasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, dan . pertumbuhan ekonomi yang diukur melalui laju perubahan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan dari BPS Provinsi Bengkulu. Karena data yang digunakan adalah seluruh data bulanan selama 4 tahun . otal 48 dat. , maka penelitian ini tidak menggunakan teknik pengambilan sampel. Seluruh data periode tersebut langsung dianalisis tanpa dikurangi atau dipilih sebagian. Hasil dan Pembahasan 1 Hasil 1 Uji Normalitas Uji ini digunakan dalam analisis untuk menguji apakah suatu data terdistribusi normal karena dalam analisis statistik parametik, asumsi yang harus dimiliki oleh data adalah bahwa data harus terdistribusi secara normal. Uji normalitas juga digunakan sebagai syarat uji Ttest. Kriteria uji normalitas datayang digunakan pada penelitian ini menggunakan pengujian shapiro wilk dikarenakan data yang digunakan kurang dari < 50. Tabel 4. 1 Uji Normalitas Pedoman pengujian: -Jika nilai Sig. > 0,05 maka data penelitian terdistribusi normal. Dan sebaliknya. Pada tabel 4. 1 diatas menunjukan hasil uji One-Sample Kolmogorov-Smirnov pada residual model regresi (N = . , nilai signifikansi asimtotik sebesar 0,009 (< 0,. menunjukkan ketidaknormalan secara formal. Namun, mengingat ukuran sampel yang relatif kecil . < . , analisis lebih lanjut menggunakan simulasi Monte Carlo . 000 replikasi, starting seed = 926214. menghasilkan signifikansi sebesar 0,216 (> 0,. Hal ini mengindikasikan bahwa residual berdistribusi normal secara Dengan demikian, asumsi normalitas dalam model regresi Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 2 Uji Mulkoleneritas Uji ini digunakan untuk menentukan apakah ada kolinearitas, atau hubungan yang sangat kuat, antara variabel independen dalam model regresi. Untuk mendeteksi adanya multikolinearitas, dapat dilihat dari value inflation factor (VIP). Apabila nilai VIF > 10, dan dilihat dari nilai Tolerance apabila nilai tolerance > 0,1 maka terjadi Tabel 4. 2 Uji Multikolinearitas Data Pedoman pengujian: -Jika nilai Tolerance > 0,1 dan nilai VIF < 10,00 berarti tidak terjadi gejala multikolinearitas. Dan sebaliknya Pada tabel 4. 1 di atas nilai nilai Tolerance untuk variabel X1 . n_zi. dan X2 (Tingkat inflas. masing-masing sebesar 1,000, yang lebih besar dari batas ambang 0,10. Sementara nilai VIF keduanya sebesar 1,000, lebih kecil dari batas kritis 10,00. Kondisi ini menunjukkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas antar variabel bebas dalam model regresi. 3 Uji Heteroskedasitas Uji ini digunakan untuk menentukan apakah suatu masalah heterokesdastistas atau penyimpangan asumsi klasik. Pada uji ini menggunakan metode uji Glejser dimana metode ini umum digunakan untuk mendeteksi heteroskesdastitas secara akurat dengan cara meregresikan variabel independen dengan varibael absolut residual (Abs_Re. Tabel 4. 3 Uji Heteroskesdastitas Data Pedoman pengujian: -Jika nilai Signifikansi (> 0,. maka tidak terjadi gejala Dan sebaliknya. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 Pada tabel 4. 3 di atas menunjukkan nilai signifikansi untuk variabel X1 . n_zi. sebesar 0,213 dan X2 (Tingkat inflas. sebesar 0,713, keduanya lebih besar dari tingkat signifikansi = 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa tidak terdapat gejala heteroskedastisitas dalam model regresi, sehingga asumsi homoskedastisitas 4 Uji Autokorelasi Uji ini digunakan untuk memeriksa apakah ada hubungan atau ketergantungan antara residual dalam model regresi atau data runtun Pada uji autokorelasi ini menggunakan metode pengujian durbin watsonkarena metode ini sangat umum digunakan para peneliti dalam menentukan kesimpulan ada atau tidaknya autokorelasi. Tabel 4. 4 Uji Autokorelasi Data Pedoman pengujian: -Syarat untuk tidak terjadinya autokorelasi = DU F-tabel atau Sig. < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima Ie terdapat pengaruh simultan yang signifikan. -Jika sebaliknya, maka Ho diterima dan Ha ditolak. Tabel 4. 7 Uji F (Hipotesis Simulta. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 Berdasarkan tabel 4. 7 di atas dapat diketahui bahwa nilai signifikansi kedua variabel bebas X1 dan X2 secara bersama-sama adalah sebesar 0,002 < 0,05 dan pada nilai F-hitung sebesar 7,002 > . ebih besa. dari F-tabel sebesar 3,20. Dimana dapat disimpulkan bahwa (H. diterima dan (H. ditolak serta kedua variabel bebas X1 . n_zi. dan X2 (Tingkat inflas. secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat Y . ertumbuhan 7 Uji Koefisien Determinasi (R. Dalam penelitian ini koefisien determinasi digunakan untuk menentukan seberapa baik model regresi yang diamati. Jika R2 mendekati 1, menunjukkan bahwa model dapat menjelaskan sebagian besar variabilitas data. Sebaliknya, jika R2 mendekati 0, itu menunjukkan bahwa model hanya dapat menjelaskan beberapa variabilitas data. Pada uji ini yaitu dengan melihat nilai R Square berapa sumbangan besar variabilitas suatu data. Tabel 4. 8 Uji Koefisien Determinasi Berdasarkan Tabel 4. 8, nilai koefisien determinasi (R Squar. tercatat sebesar 0,237. Hal ini menunjukkan bahwa variabel n_zis dan tingkat inflas. memberikan kontribusi 23,7% ertumbuhan_ekonom. Adapun sisanya, yaitu sebesar 76,3%, dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar variabel yang dianalisis dalam penelitian ini. 2 Pembahasan Pengaruh Penyaluran Dana ZIS terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Bengkulu Periode 2021-2024 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penyaluran dana ZIS (X. berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu periode 2021-2024. Berdasarkan hasil uji t, nilai signifikansi untuk variabel ln_zis sebesar 0,001 (< 0,. , yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari penyaluran dana ZIS terhadap pertumbuhan ekonomi. Hasil analisis menunjukkan koefisien regresi variabel ln_zis bernilai 0,279 . , yang artinya apabila penyaluran dana ZIS meningkat satu satuan dalam logaritma natural . isalnya dari ln (Rp500 jut. ke ln (Rp1,3 milia. , maka pertumbuhan ekonomi cenderung menurun sebesar 0,279%. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 Temuan ini sejalan dengan penelitian Teguh Kurniawan dan Dessy Maulina dalam studi "Pengaruh Penyaluran Dana Zakat. Infaq. Sedekah (ZIS) dan Inflasi terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Selatan pada Periode 2011-2020", yang juga menemukan bahwa variabel penyaluran dana ZIS memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. 16 Hal ini mengindikasikan bahwa di wilayah dengan struktur ekonomi yang masih lemah dan dominasi alokasi ZIS bersifat konsumtif, peningkatan penyaluran ZIS justru mencerminkan respons terhadap kondisi ekonomi yang sedang melemah, bukan sebagai pendorong pertumbuhan, melainkan sebagai jaring pengaman sosial. Pengaruh Tingkat Inflasi Terhadap Pertumbuha Ekonomi di Provinsi Bengkulu Periode 2021-2014 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat inflasi (X. tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu periode 2021Ae2024. Berdasarkan hasil uji t, nilai signifikansi untuk variabel inflasi sebesar 0,878 (> 0,. , yang berarti Ho diterima dan Ha Koefisien regresi inflasi mendekati nol . menunjukkan bahwa perubahan tingkat inflasi baik naik maupun turun tidak memberikan dampak statistik yang bermakna terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Temuan ini dapat dijelaskan oleh teori threshold hypothesis yang menyatakan bahwa inflasi hanya berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi jika melebihi ambang kritis sekitar 7% hingga 11% per tahun untuk negara berkembang. Selama periode penelitian . 1Ae2. , tingkat inflasi di Provinsi Bengkulu berkisar antara 0,84% . hingga 5,92% . berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS, 2. , yang masih berada di bawah ambang kritis tersebut. Dalam rentang ini, fluktuasi harga tidak menciptakan distorsi signifikan pada keputusan konsumsi, investasi, atau produksi, sehingga tidak mengganggu stabilitas aktivitas ekonomi makro. Temuan ini sejalan dengan penelitian Rachmasari Anggraini dalam penelitiannya yang berjudul "pengaruh Penyaluran Dana ZIS dan Tingkat Inflasi Berpengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Periode 2011-2015", yang juga menyimpulkan bahwa inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. 18 Hal ini dapat dijelaskan oleh kondisi makroekonomi Indonesia khususnya di daerah seperti Bengkulu yang relatif stabil selama periode 2021-2024, di mana tingkat inflasi berada dalam kisaran aman . ata-rata 0,52,8% per bula. Dalam rentang tersebut, inflasi tidak cukup tinggi untuk mengganggu daya beli masyarakat atau menghambat investasi, sehingga tidak menciptakan tekanan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Teguh. Maulina. AoPengaruh Penyaluran Dana Zakat. Infaq. Sedekah (ZIS) Dan Inflasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Kalimantan Selatan Pada Periode 2011-2020Ao. JIEP: Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Pembangunan, 6. , h. S Ismaila. AoThreshold Effect of Inflation on Economic Growth in NigeriaAo. CBN Journal of Applied Statistics, 3. , h. Rachmasari Anggraini. AoAnalisis Pengaruh Dana ZIS Dan Inflasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia Periode 2011-2015Ao. Skripsi : Universitas Airlangga, 2016, h. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 Pengaruh Penyaluran Dana ZIS dan Tingkat Inflasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Bengkulu Periode 2021-2024 Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyaluran dana ZIS dan tingkat inflasi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu periode 2021-2024. Temuan ini diperoleh melalui Uji F, yang menguji pengaruh gabungan kedua variabel independen terhadap variabel dependen. Berdasarkan hasil uji F diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,002 (< 0,. dan F-hitung sebesar 7,002 yang lebih besar dari F-tabel sebesar 3,20 pada taraf signifikansi = 0,05. Kriteria pengujian menyatakan bahwa jika nilai signifikansi < 0,05 atau F-hitung > F-tabel, maka hipotesis nol (H) ditolak dan hipotesis alternatif (HC. Temuan ini sejalan dengan penelitian Sarah Hasanah Qoyyim dan Sisca Debyola Widuhung dalam studi "Analisis Strategi Penyaluran Dana Zakat. Infak. Sedekah (ZIS) dan Tingkat Inflasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia pada Periode 2015Ae2019", yang menyimpulkan bahwa: Variabel Dana ZIS dan Inflasi memiliki pengaruh signifikan secara simultan terhadap pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Besarnya Pengaruh Penyaluran Dana ZIS dan Tingkat Inflasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Bengkulu Periode 2021-2024 Berdasarkan hasil analisis koefisien determinasi (RA), besarnya pengaruh penyaluran dana ZIS dan tingkat inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu periode 2021-2024 sebesar 0, 237 atau 23,7%. Artinya, kombinasi kedua variabel tersebut mampu menjelaskan 23,7% dari total variasi pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Provinsi Bengkulu selama empat tahun periode penelitian. Sisanya sebesar 76,3% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian ini, seperti investasi daerah . aik swasta maupun pemerinta. , belanja pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, kinerja sektor unggulan lokal . ertanian, perikanan, dan perkebuna. , serta kondisi eksternal seperti fluktuasi harga komoditas global dan kebijakan fiscal moneter nasional yang tidak tercakup dalam variabel penelitian. Nilai RA sebesar 23,7% menunjukkan bahwa model regresi memiliki kemampuan penjelasan yang moderat terhadap dinamika pertumbuhan ekonomi Bengkulu. Meskipun tidak mencapai tingkat penjelasan yang sangat tinggi . isalnya >50%), nilai ini tetap bermakna secara ekonomi karena mengonfirmasi bahwa instrumen keuangan sosial Islam (ZIS) dan stabilitas harga (Tingkat inflas. merupakan bagian dari determinan pertumbuhan ekonomi daerah. Temuan ini sejalan dengan karakteristik ekonomi daerah yang umumnya dipengaruhi oleh banyak faktor kompleks, sehingga wajar jika dua variabel saja tidak mampu menjelaskan seluruh Qoyyim and Widuhung. AoAnalisis Strategi Penyaluran Dana Zakat. Infak. Sedekah (ZIS) Dan Tingkat Inflasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia Pada Periode 2015-2019Ao,Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Ilmu Sosial, 1. , h. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 2, 2026 variasi pertumbuhan. 20 Namun demikian, kontribusi 23,7% tetap signifikan mengingat ZIS merupakan instrumen non-konvensional yang selama ini kurang dieksplorasi dalam literatur pertumbuhan ekonomi daerah. Kesimpulan Penyaluran dana ZIS berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu 2021Ae2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu satuan dalam ln_zis . isalnya dari Rp500 juta ke sekitar Rp1,3 milia. dikaitkan dengan penurunan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,279%. Hal ini mencerminkan bahwa alokasi ZIS di Bengkulu masih dominan bersifat konsumtif seperti bantuan sembako, biaya pengobatan, dan bantuan langsung tunai sehingga tidak menciptakan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan dalam PDRB. Oleh karena itu, hipotesis kerja (H. diterima dan hipotesis nol (H. Tingkat Inflasi tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu periode 2021Ae2024. Koefisien regresi mendekati nol . dengan nilai signifikansi sebesar 0,878 (> 0,. , yang menunjukkan bahwa fluktuasi tingkat inflasi dalam rentang normal . ata-rata di bawah 3%) tidak memberikan dampak nyata terhadap aktivitas ekonomi makro di Bengkulu. Dengan demikian, hipotesis kerja (H. ditolak dan hipotesis nol (H. Penyaluran dana ZIS dan Tingkat inflasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu periode 2021Ae2024. Hal ini ditunjukkan oleh nilai F-hitung = 7,002 dengan signifikansi 0,002 (< 0,. , yang berarti kombinasi kedua variabel tersebut mampu menjelaskan variasi pertumbuhan ekonomi. Meskipun tingkat inflasi tidak berpengaruh sendiri, keberadaannya dalam model tetap memberikan kontribusi dalam menjelaskan dinamika ekonomi daerah. Oleh karena itu, hipotesis kerja (H. diterima dan hipotesis nol (H. Besarnya pengaruh kedua variabel terhadap pertumbuhan ekonomi diukur melalui koefisien determinasi (RA) sebesar 0,237, artinya 23,7% variasi pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan oleh model, sedangkan 76,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini Daftar Pustaka