KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat November 2024. Vol. 1 No. 2: 39-44 Menanamkan Jiwa Kewirausahaan Pada Usia Dini di SDN Kebonbera Rumah Transisi UBJ di Sukabumi Supriyanto1. Dian Sudiantini2. Naely Fauziyah Mukti3. Salsabila Putri Setiawan4. Jiwa Banyu Semesta Joned5. Luthfi Nur Ardyansyah6. Rio Agres B Tarigan7 supriyanto@dsn. id , dian. sudiantini@gmail. com, 202210325117@mhs. 202210325089@mhs. id, 202210325079@mhs. 202210325062@mhs. id,202210325051@mhs. https://doi. org/10. 46367/khidmah. Info Artikel Abstrak Riwayat : Dikirim: 24 September 2024 Direvisi: 29 Oktober 2024 Diterima: 20 November 2024 Pendidikan kewirausahaan di usia dini memiliki potensi besar untuk membentuk karakter dan keterampilan yang diperlukan dalam dunia bisnis modern. Penelitian ini berfokus pada inisiatif penanaman jiwa kewirausahaan di SDN Kebonbera. Rumah Transisi UBJ. Sukabumi, dengan tujuan untuk mengintegrasikan konsep kewirausahaan dalam kurikulum sekolah dasar. Program ini dirancang untuk membekali siswa dengan pemahaman dasar mengenai kewirausahaan, termasuk kreativitas, inovasi, dan keterampilan manajerial dasar. Metode yang digunakan mencakup pelatihan interaktif, proyek berbasis tim, dan simulasi kegiatan bisnis kecil yang relevan dengan konteks lokal. Evaluasi dilakukan untuk mengukur dampak program terhadap motivasi siswa, pengetahuan kewirausahaan, serta keterampilan praktis yang diperoleh. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa intervensi kewirausahaan di usia dini dapat meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan problem-solving, dan keterampilan sosial siswa. Penelitian ini menyarankan perlunya pendekatan sistematis dalam implementasi program kewirausahaan di sekolah dasar sebagai bagian dari strategi pengembangan pendidikan yang holistik. Kata Kunci: Kewirausahaan Dini. Pendidikan Dasar. Pengembangan Karakter. Keterampilan Manajerial. Inovasi Pendidikan. Koresponden: Dian Sudiantini sudiantini@gmail. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. International License. PENDAHULUAN Kewirausahaan, sebagai pendorong utama inovasi dan pertumbuhan ekonomi, semakin diakui sebagai keterampilan penting yang harus dimiliki sejak usia dini (Erwin et al. , 2. Di tengah tantangan globalisasi dan dinamika pasar yang terus berubah, penanaman jiwa kewirausahaan di kalangan anak-anak menjadi salah satu strategi krusial dalam membentuk generasi yang kreatif, mandiri, dan adaptif. Salah satu langkah konkret untuk mencapai tujuan ini adalah dengan mengintegrasikan pendidikan kewirausahaan dalam kurikulum sekolah dasar. SDN Kebonbera. Rumah Transisi UBJ di Sukabumi, merupakan lembaga pendidikan yang berkomitmen untuk memberikan pendidikan holistik dengan pendekatan inovatif (Erlina et al. , 2024. Khoirin et al. , 2024. Mashuri & Khoirin, 2. Dalam konteks ini, program penanaman jiwa kewirausahaan bertujuan untuk memperkenalkan siswa pada konsep dasar kewirausahaan sejak usia dini. Melalui program ini, siswa tidak hanya akan belajar mengenai teori bisnis. E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat November 2024. Vol. 1 No. 2: 39-44 tetapi juga akan terlibat dalam praktik langsung yang dapat merangsang kreativitas dan keterampilan manajerial mereka. Pentingnya pendidikan kewirausahaan di tingkat dasar tidak hanya terletak pada pemberian pengetahuan bisnis semata, tetapi juga pada pembentukan sikap mental yang positif, seperti kepercayaan diri, kemampuan beradaptasi, dan ketahanan dalam menghadapi tantangan. Program ini dirancang untuk membekali siswa dengan keterampilan yang relevan, seperti perencanaan, pengorganisasian, dan eksekusi proyek sederhana, yang semuanya berkontribusi pada pengembangan karakter dan kompetensi Dengan memanfaatkan pendekatan pembelajaran yang interaktif dan berbasis proyek, program ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang kewirausahaan serta membekali mereka dengan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi masa depan yang penuh tantangan (Ishak & Zarefar, 2024. Mashuri et al. , 2. Evaluasi dari inisiatif ini akan memberikan wawasan mengenai efektivitas program dalam menanamkan jiwa kewirausahaan pada usia dini dan memberikan rekomendasi untuk pengembangan program serupa di lembaga pendidikan lainnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan SDN Kebonbera tidak hanya mencetak siswa yang siap menghadapi dunia bisnis, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan komunitas yang lebih berdaya saing dan mandiri. Program ini merupakan langkah awal dalam upaya menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga kreatif dan penuh inisiatif. METODE Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan . ction researc. yang bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi program kewirausahaan di SDN Kebonbera. Rumah Transisi UBJ. Sukabumi. Desain ini memungkinkan peneliti untuk melakukan intervensi langsung dalam konteks pendidikan dan menilai dampaknya terhadap siswa secara real-time. Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah siswa kelas IV dan V di SDN Kebonbera. Rumah Transisi UBJ. Pemilihan kelas ini didasarkan pada tahap perkembangan kognitif dan sosial yang cocok untuk penerapan konsep kewirausahaan. Sekitar 60 siswa dari dua kelas akan terlibat dalam program ini. Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan melalui metode kualitatif dan kuantitatif, yang mencakup:Survei Pra- dan Pasca-Program: Survei untuk mengukur pengetahuan dan sikap siswa terhadap kewirausahaan sebelum dan setelah pelaksanaan program. Survei ini akan mencakup pertanyaan tentang pemahaman dasar kewirausahaan, sikap terhadap risiko dan inovasi, serta keterampilan Observasi Kelas: Pengamatan langsung terhadap kegiatan pembelajaran dan interaksi siswa selama program berlangsung. Observasi ini akan mencatat partisipasi siswa, keterlibatan dalam kegiatan kewirausahaan, dan perubahan dalam perilaku serta keterampilan. Wawancara: Wawancara dengan guru dan siswa untuk mendapatkan umpan balik kualitatif mengenai pelaksanaan program dan dampaknya terhadap siswa. Wawancara ini bertujuan untuk menggali persepsi tentang efektivitas dan tantangan Dokumentasi Proyek Siswa: Pengumpulan dan analisis dokumen yang dihasilkan oleh siswa, termasuk rencana bisnis sederhana, laporan proyek, dan presentasi. Dokumentasi ini akan membantu dalam menilai pemahaman praktis dan kreativitas siswa. HASIL DAN PEMBAHASAN Program kewirausahaan akan dilaksanakan dalam beberapa tahap:Persiapan: Melakukan pelatihan untuk guru mengenai materi kewirausahaan dan metode pengajaran yang sesuai. Menyiapkan materi pembelajaran, alat bantu, dan sumber daya yang diperlukan. Pelaksanaan: Program akan dilaksanakan selama 8 minggu dengan frekuensi pertemuan 2 kali seminggu. Materi akan mencakup konsep dasar kewirausahaan, ide bisnis, perencanaan, dan pengelolaan proyek. Kegiatan pembelajaran meliputi simulasi bisnis, proyek kelompok, dan presentasi. Evaluasi dan Umpan Balik: Setelah program selesai, data yang dikumpulkan akan dianalisis untuk mengevaluasi dampak program terhadap pengetahuan, sikap, dan keterampilan kewirausahaan siswa. Hasil evaluasi akan digunakan untuk memberikan umpan balik dan rekomendasi untuk perbaikan program di masa depan. Analisis Data Data kuantitatif dari survei akan dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif untuk mengidentifikasi perubahan dalam pengetahuan dan sikap siswa. Data kualitatif dari observasi, wawancara, dan dokumentasi proyek akan dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema utama yang berkaitan dengan efektivitas program. E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat November 2024. Vol. 1 No. 2: 39-44 Berdasarkan hasil analisis, kesimpulan akan diambil mengenai keberhasilan program dalam menanamkan jiwa kewirausahaan pada siswa SDN Kebonbera. Rekomendasi akan disusun untuk pengembangan lebih lanjut dan implementasi program serupa di sekolah-sekolah lain, dengan fokus pada perbaikan metode dan materi ajar. Dengan metodologi ini, diharapkan penelitian dapat memberikan wawasan yang mendalam tentang penerapan dan dampak pendidikan kewirausahaan di tingkat dasar, serta kontribusinya terhadap pengembangan karakter dan keterampilan siswa. Pentingnya Pendidikan Kewirausahaan di Usia DiniPendidikan kewirausahaan pada usia dini memiliki dampak signifikan terhadap pengembangan keterampilan dan sikap siswa. Dengan mengenalkan konsep kewirausahaan sejak awal, siswa diharapkan dapat mengembangkan kreativitas, keterampilan problem-solving, dan rasa percaya diri yang tinggi. Di SDN Kebonbera. Rumah Transisi UBJ. Sukabumi, program kewirausahaan bertujuan untuk membekali siswa dengan dasar-dasar kewirausahaan yang dapat membantu mereka dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam konteks pendidikan maupun di luar Implementasi Program Kewirausahaan Program kewirausahaan di SDN Kebonbera melibatkan berbagai kegiatan yang dirancang untuk membuat siswa terlibat aktif. Pelaksanaan program ini meliputi pelatihan teori kewirausahaan, aktivitas berbasis proyek, dan simulasi bisnis. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang konsep bisnis, tetapi juga mengaplikasikan pengetahuan mereka dalam proyek nyata. Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa sangat antusias dan terlibat dalam kegiatan yang Aktivitas seperti pembuatan rencana bisnis sederhana dan presentasi proyek memberikan kesempatan bagi siswa untuk berlatih keterampilan manajerial dan komunikasi. Pengalaman praktis ini sangat penting dalam membantu siswa memahami bagaimana konsep kewirausahaan diterapkan dalam situasi nyata. Evaluasi dan Dampak Program Hasil dari survei pra- dan pasca-program menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai kewirausahaan. Pengetahuan dasar mengenai perencanaan bisnis, inovasi, dan pengelolaan proyek meningkat setelah program berlangsung. Siswa juga menunjukkan sikap yang lebih positif terhadap kewirausahaan, termasuk rasa percaya diri dan kemampuan untuk mengambil risiko yang diperhitungkan. Observasi dan wawancara dengan siswa dan guru mengungkapkan bahwa program ini berhasil dalam membangun sikap kewirausahaan yang positif. Siswa menunjukkan keterampilan dalam menyusun rencana bisnis dan bekerja dalam tim, serta kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan dan tantangan. Guru melaporkan bahwa siswa menjadi lebih proaktif dan memiliki motivasi yang lebih tinggi dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah. Tantangan dan Solusi Beberapa tantangan dalam pelaksanaan program termasuk keterbatasan waktu dan sumber daya, serta perbedaan tingkat pemahaman dan keterampilan di antara siswa. Untuk mengatasi tantangan ini, program ini dirancang dengan fleksibilitas yang cukup agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu siswa. Selain itu, pelatihan tambahan bagi guru tentang metode pengajaran E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat November 2024. Vol. 1 No. 2: 39-44 kewirausahaan membantu mengatasi kesulitan dalam mengintegrasikan materi ke dalam kurikulum yang sudah ada. Rekomendasi untuk Pengembangan Program Berdasarkan hasil evaluasi, beberapa rekomendasi untuk pengembangan program kewirausahaan di SDN Kebonbera adalah sebagai berikut:Peningkatan Sumber Daya: Menyediakan lebih banyak sumber daya dan alat bantu pembelajaran yang mendukung kegiatan kewirausahaan, seperti perangkat lunak perencanaan bisnis dan materi ajar interaktif. Pelatihan Berkelanjutan: Melakukan pelatihan berkelanjutan bagi guru untuk memastikan mereka tetap memperbarui pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mengajarkan kewirausahaan. Keterlibatan Orang Tua: Mengintegrasikan keterlibatan orang tua dalam program untuk mendukung pembelajaran siswa di rumah dan memperkuat konsep yang diajarkan di sekolah. Pengembangan Kurikulum: Mengembangkan kurikulum kewirausahaan yang lebih komprehensif dengan modul tambahan yang mencakup studi kasus lokal dan internasional untuk memberikan perspektif yang lebih luas. (Acs. , & Szerb. Program kewirausahaan di SDN Kebonbera. Rumah Transisi UBJ. Sukabumi, berhasil dalam menanamkan jiwa kewirausahaan pada usia dini. Dengan penerapan metode pembelajaran yang interaktif dan berbasis proyek, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang kewirausahaan tetapi juga mengembangkan keterampilan praktis yang penting. Program ini juga menunjukkan bahwa dengan dukungan yang tepat, siswa dapat mengembangkan sikap kewirausahaan yang positif yang akan berguna di masa depan. Penelitian ini merekomendasikan penerapan dan pengembangan lebih lanjut dari program kewirausahaan di sekolah-sekolah lain sebagai bagian dari upaya untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global dan lokal. KESIMPULAN Program penanaman jiwa kewirausahaan yang dilaksanakan di SDN Kebonbera. Rumah Transisi UBJ. Sukabumi, berhasil mencapai tujuan utama dalam memperkenalkan dan mengembangkan keterampilan kewirausahaan di kalangan siswa usia dini. Berdasarkan implementasi program, evaluasi, dan umpan balik yang diperoleh, dapat disimpulkan sebagai berikut: Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Kewirausahaan: Program ini efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai konsep dasar kewirausahaan. Hasil survei menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan siswa tentang perencanaan bisnis, inovasi, dan manajemen proyek. Selain itu, siswa juga menunjukkan perubahan positif dalam sikap mereka terhadap kewirausahaan, termasuk peningkatan rasa percaya diri dan keterampilan problemsolving. Keterlibatan Aktif Siswa: Kegiatan berbasis proyek dan simulasi bisnis yang diterapkan dalam program berhasil melibatkan siswa secara aktif. Siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dan keterampilan praktis yang baik dalam menyusun rencana bisnis dan berkolaborasi dalam proyek Pengalaman praktis ini memberikan kesempatan berharga bagi siswa untuk menerapkan teori kewirausahaan dalam konteks nyata. Tantangan dan Solusi: Meskipun program ini berhasil, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan waktu dan sumber daya serta variasi dalam tingkat pemahaman Tantangan-tantangan ini telah diatasi melalui pendekatan fleksibel dalam pelaksanaan E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat November 2024. Vol. 1 No. 2: 39-44 program dan pelatihan tambahan bagi guru. Solusi yang diterapkan membantu memastikan bahwa program dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan lingkungan sekolah. Rekomendasi untuk Pengembangan Program: Berdasarkan temuan, terdapat beberapa rekomendasi untuk pengembangan program di masa depan. Penambahan sumber daya dan alat bantu pembelajaran, pelatihan berkelanjutan bagi guru, keterlibatan orang tua, dan pengembangan kurikulum yang lebih komprehensif diusulkan untuk meningkatkan efektivitas Rekomendasi ini bertujuan untuk memperluas jangkauan dan dampak program kewirausahaan di sekolah-sekolah lain. Kontribusi terhadap Pendidikan dan Komunitas: Program ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan karakter siswa dan kesiapan mereka untuk menghadapi tantangan di masa depan. Dengan membekali siswa dengan keterampilan kewirausahaan. SDN Kebonbera turut berperan dalam menciptakan generasi muda yang lebih kreatif, mandiri, dan berdaya saing. Secara keseluruhan, kegiatan Abdimas ini menunjukkan bahwa penanaman jiwa kewirausahaan di usia dini merupakan langkah yang efektif dan bermanfaat. Implementasi program ini di SDN Kebonbera memberikan model yang dapat diadopsi dan dikembangkan di lembaga pendidikan lain, serta memberikan kontribusi positif terhadap pendidikan kewirausahaan di tingkat dasar. DAFTAR PUSTAKA