SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Volume 3. Nomor 1. Juni 2025 E-ISSN 2988-0823 | P-ISSN 2988-0858 Website: https://ejurnal-unisap. id/index. php/sibernetik/index Email: ejurnal. sibernetik@gmail. EFEKTIVITAS PEMANFAATAN MEDIA DADU PUTAR AuKANTONG AJAIBAy DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA ANAK USIA 4-5 TAHUN Sekar Agni Novi Natalia1. Usep Kustiawan2. Wuri Astuti3 Universitas Negeri Malang1,2,3 Email Korespondensi: sekaragni809@gmail. comuO Info Artikel Histori Artikel: Masuk: 08 Juni 2025 Diterima: 28 Juni 2025 Diterbitkan: 30 Juni 2025 Kata Kunci: Media Dadu Putar. Kantong Ajaib. Kemampuan Membaca. Bahasa AUD. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media dadu putar AuKantong AjaibAy dalam meningkatkan kemampuan membaca anak usia 4Ae5 tahun di TK Ulil Albab Sawojajar. Malang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya kemampuan membaca sebagai bagian dari aspek keaksaraan dalam perkembangan bahasa anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment design tipe nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas 30 anak, dengan pembagian 14 anak sebagai kelompok kontrol dan 16 anak sebagai kelompok eksperimen. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan instrumen berupa lembar kerja peserta didik (LKPD) yang telah divalidasi. Uji validitas dan reliabilitas instrumen menggunakan bantuan SPSS 21. 0 menunjukkan bahwa instrumen yang digunakan valid dan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai t hitung = -1,101 dan signifikansi sebesar 0,28 (Ou 0,. , sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Dengan demikian, penggunaan media dadu putar AuKantong AjaibAy tidak efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca anak usia 4Ae5 tahun di TK Ulil Albab. Namun demikian, media ini tetap dapat dipertimbangkan untuk dikembangkan dan diterapkan di lembaga lain sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik. This is an open access article under the CC BY-SA license. PENDAHULUAN Usia anak 0-5 tahun merupakan usia golden age merupakan fase perttumbuhan yang ditandai oleh percepatan perkembangan otak dan tubuh anak, sehingga sangat penting untuk menstimulus perkembangan anak usia dini agar kelak ketika dewasa mampu beradaptasi dan berkembang secara Salah satu keterampilan yang penting untuk tumbuh kembang anak yaitu kemampuan berbahasa yang dimana kemampuan bahasa sebagai pondasi awal untuk melakukan interaksi dan bertukar informasi dengan individu lain sebagai makhluk sosial. Bahasa adalah keterampilan yang secara umum dimiliki oleh individu ketika akan menyampaikan sesuatu dengan tujuan untuk memberitahukan suatu informasi (Hastuti & Neviyarni, 2. Perkembangan bahasa anak usia dini yaitu salah satu dari aspek dalam tahap perkembangan anak usia dini yang perlu diperhatikan oleh pendidik serta orang tua (Kholilullah. Hamdan, 2. Perkembangan anak usia dini juga dapat diartikan sebagai gabungan antara sosial emosional anak, kemampuan kognitif anak serta fisik motorik anak (Wahidah & Latipah, 2. Dapat ditarik kesimpulan bahwa bahasa merupakan kemampuan untuk menyampaikan suatu tujuan serta salah satu faktor agar memperhatikan perkembanfan anak usia dini berkembang secara maksimal yang juga meliputi kemampuan kognitif, sosial emosional serta fisik motorik anak juga berkembang. CopyrightA 2025 | SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran | Volume 3. Nomor 1. Juni 2025 Kemampuan bahasa merupakan kesediaan, perbendaharaan kata, pikiran dan perasaan yang dimiliki oleh setiap manusia dengan melalui suatu bunyi yang dipergunakan untuk kerja sama, interaksi serta mengidentifikasikan diri ketika berkomunikasi dengan baik (Setyawan & Setyawan, 2. Kemampuan bahasa dapat mempermudah dalam melakukan kegiatan untuk berkomunikasi dalam segala aktivitas yang berlangsung dalam hidup (Mutira, 2. Kemampuan bahasa sendiri juga berarti suatu kesanggupan yang dimiliki oleh seseorang dengan menggunakan bahasa yang memadai seperti sistem bahasa yang meliputi sopan santun, memahami ketika akan berkomunikasi dengan orang lain. Kesimpulannya yaitu kemampuan bahasa merupakan keterampilan yangdimiliki setiap otang untuk berkomukasi sejak dini untuk menggungkapkan perasaan, pikiran untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan baik. Kemampuan bahasa penting karena sebagai fondasi dalam proses tumbuh kembang anak terutama dalam bidang kognitif dan sosial emosional anak. Kemampuan bahasa merupakan faktor krusial yang dibutuhkan oleh anak dini sebagai wadah mengungkapkan kondisi emosional dalam diri serta dengan bahasa juga mampu menerapkan moral sopan santun kepada anak usia dini (Hasiana & Wirastania, 2. Penanaman moral dan mengekspresikan emosi sejak dini berpengaruhi ketika beranjak dewasa sehingga saat dewasa memiliki moral dan kemampuan interaksi yang baik. Kemampuan bahasa anak jika kemampuan untuk berkomunikasinya kurang sempurna maka kemampuan bahasanya kurang, sebaliknya jika kemampuan untuk berkomunikasinya baik maka kemamampuan sudah baik (N. Herawati & Katoningsih, 2. Kemampuan bahasa anak usia dini meliputi 3 aspek yaitu . bahasa reseptif. bahasa ekspresif. bahasa keaksaraan (Etnawati, 2. Listriani menyatakan bahwa : . bahasa reseptif yaitu kemampuan yang digunakan untuk memperoleh informasi . embaca, mendengarkan serta menyima. bahasa ekspresif yaitu kemampuan dengan mempergunakan pikiran serta perasaan untuk mengungkapkannya kepada sesama ( bercerita dan menyimak ). bahasa keaksaraan yaitu kemampuan untuk mengenal aksara atau tulisan ( membaca, menulis, menghitun. (Listriani et al. , 2. Ketiga aspek tersebut merupakan bentuk kecakapan berbahasa anak usia dini yang penting karena stimulus yang tepat merupakan hal yang penting dalam mengungkapkan pikiran, perasaan, berinteraksi dengan orang lain. Kemampuan membaca masuk ke dalam aspek bahasa keaksaraan. Kemampuan membaca permulaan dapat diartikan sebagai kemampuan bahasa yang meliputi menyebutkan simbol huruf, mengenal bunyi huruf, membedakan huruf, bunyi huruf awal, membedakan suara hewan dan benda, membaca serta menyusun suku kata dan menjodohkan kata dengan gambar (Ganarsih et al. , 2. Kemampuan membaca pada anak usia dini mampu membentuk pribadi diri anak, berfikit kritis serta kreatif (Setyaningsih & Indrawati, 2. Anak usia 4-5 tahun memiliki capaian kemampuan membaca yaitu : . menyebutkan simbol huruf. mengenal huruf. melafalkan huruf. membedakan huruf. membedakan suara hewan dan benda, serta. membaca suku kata dan menjodohkan kata dengan gambar (Ganarsih et al. , 2. Kemampuan mebaca permulaan dilakukan pertama kali pada anak dengan rentan umur 4-5 tahun yang dimana peran dari guru berfungsi menjadi fasilitator dan motivator sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Kemampuan membaca anak usia dini mampu distimulus dengan media pembelajaran saat proses kegiatan mengajar di kelas. Peran guru dalam proses pembelajaran yaitu menentukan sumber belajar, fasilitas selama proses pembelajaran, pemberian motivasi serta mengorganisir yang memerlukan kekreativitasan, daripada itu guru perlu adanya media pembelajaran yang tepat dalam mengajar membaca awal pada umur 4-5 tahun (Wahab et al. , 2. Kegiatan pendidikan, media pembelajaran dapat diartika sebagai alat pendukung gua meningkatkan dan memperjelas pennyampaian materi selama kegiatan pembelajaran (Nurfadhillah et , 2. Media pembelajaran berfungsi sebagai instruksi untuk memberikan informasi yang ada dalam media yang melibatkan anak baik dalam bentuk metal atau aktivitas nyata sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung (Junaidi, 2. Media pembelajaran memiliki peran yaitu . mampu menstimulasi perkembangan fismot kasar maupun halus. menstimulasi perkembangan bahasa. menstimulasi perkembangan kognitif. menstimulasi perkembangan seni seperti meningkatkan minat CopyrightA 2025 | SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran | Volume 3. Nomor 1. Juni 2025 pada diri anak. menstimulasi perkembangan sosial emosional anak dengan anggota keluarga. menstimulasi perkembangan nilai moral serta agama pada diri anak (Abyadh, 2. Pada hasil penelitian terdahulu menyatakan bahwa sebagian guru PAUD mengalami kesulitan ketika para gutu hendak meningkatkan kualitas dan efektivitas pembelajaran di sekolah sehingga para guru belum mempunyai wawasan yang cukup dalam membiat media pembelajaran (Kustiawan et al. , 2. Peran para orang tua dan para guru memegang peranan penting untuk ttumbuh kembang anak usia dini, pemilihan media pembelajaran guna meningkatkan kemampuan membaca juga penting karena anak mampu mengeksplor kemampuan lainnya yaitu seperti menambah wawasan anak. Teori Goodman . tentang kemampuan membaca berpendapat bahwa membaca merupakan suatu proses yang tepat dimana melibatkan beberapa aktivitas yaitu pendapat dan mengidentifikasi huruf, kata, pengejaan dan bagian bahasa yang lebih besar dengan tepat secara rinci dan urut (Ramesh Chandra Pradhani, 2. Pendekatan secara universal lebih menyeluruh guna memberikan anak gambaran secara menyeluruh di awal sebelum anak mengerti kemampuan yang dimiliki setiap pribadi (Arnita et al. , 2. F Skinner mengemukakan teori behavioristik . tentang media pembelajaran yaitu tentang teori tingkah laku bahwa penggunaan media mempengaruhi dalam kegiatan pembelajaran yang dimana mendorong untuk memperhatikan anak ketika proses mengajar dimulai dan mendidik merupakan cara untuk mengubah tingkah laku anak (Junaidi, 2. F Skinner mengemukakan teori behavioristik mendorong setiap perubahan tingkah laku sebagai suatu kebiasaan ke arah tingkah laku yang positif degan tujuan yang diinginkan sehingga diciptakannya media sebagai hasil dari proses pembelajaran. Wawancara dilaksanakan oleh peneliti sebagai bagian dari penelitian yakni secara online menggunakan whatsapp dan offline dengan guru jelas TK A di 3 sekolah yaitu TK Ulil Albab. TK Yala Widya dan TK Anak Hebar 2. Hasil wawancara yang telah dilakukan yaitu perkembagan bahasa anak sudah baik karena anak sudah mampu mengucapkan salam dan membalas salam, mengucapkan terima kasih dan meminta tolong, dan memahami instruksi yang diberikan dan bercerita tentang apa yang mereka alami. Aspek membacanya sendiri di TK Yala Widya dan TK Hebaht 2, anak pada tahap pengenalan huruf dan angka. TK Ulil Albab sebagai tempat penelitian, pada perkembangan bahasa masih dalam pengenalan huruf, mencocokkan kata dengan gambar serta kebingungan dalam menyusun Pada permasalahan tersebut perlu adanya stimulus yang diberikan pada anak usai 4-5 tahun yang mulai mengembangkan kecakapan dasar membaca distimulus yang digunakan yaitu dengan media pembelajaran yaitu Media Dadu Putar AuKantong AjaibAy. Media Dadu Putar AuKantong AjaibAy merupakan media pembelajaran hasil modifikasi dari dadu putar yang dikembangkan oleh Yulli dan Ghina pada tahun 2023. Permainan dadu putar AuKantong AjaibAy dilakukan berkelompok dengan jumlah anggota sebanyak 2-5 anak supaya setiap anak mampu menyebutkan huruf sehingga menstimulus ingatan kepada anak yang lain (Y. Herawati & Wulansuci, 2. Penelitian ini dilaksanakan sebagai upaya mengembangkan kecakapa membaca anak usia dini secara lebih maksimal. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini berjudul AuEfektivitas Pemanfaatan Media Dadu Putar AuKantong AjaibAy dalam meningkatkan Kemampuan Membaca Anak Usia 4-5 TahunAy dilakukan di TK Ulil Albab Sawojajar. Malang. METODE PENELITIAN Penelitian kuantitatif yaitu penelitian yang digunakasn sebagai penguji teori tertentu melalui penelitian antar variabel (Berlianti et al. , 2. Penelitian kuantitatif melipuri metode deskriptif, komperatif, korelasi, survey, eksperimen, dll (Syahrizal & Jailani, 2. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Jenis penelitiannya yaitu kuantitatif eksperimen dengan pendekatan quasi experiment design dengan desain kelompok nonequivalent control group design serta penggunaan uji-t sebagai teknik analisis data. Penelitian eksperimen yaitu penelitian CopyrightA 2025 | SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran | Volume 3. Nomor 1. Juni 2025 dengan tujuan untuk menunjukkan pengaruh antara perlakuan dengan akibat terhadap perlakuan itu sendiri (Arib et al. , 2. Penelitian ini melibatkan dua variabel terdiri dari variabel bebas . dengan lambang X dan variabel terikat . dengan lambang Y. Variabel tersebut berarti variabel bebas mempengaruhi sedangkan variabel terikat yang dipengaruhi. Variabel X dan Y yang digunakan yakni Au media dadu putarAy sebagai variabel X . dan Auhasil belajar anakAy sebagai vaiabel Y . Penelitian dilakukan di TK Ulil Albab Sawojajar. Malang pada tanggal 10 April dan 16 April 2025 dengan populasi yang diambil yaitu anak di kelas TK A dengan jumlah sampel sebanyak 30 anak ( A1 . elas kontro. = 14 anak dan A2 . elas eksperime. = 16 ana. Pengukuran dalam penelitian ini dilaksakan sebanyak dua kali yaitu pre-test dan post-test. Berikut merupakan desain penelitian yang Gambar 1. Desain Pre-test dan Post-test control group design (Fauzia, 2. Keterangan : : pre-tet kelompok kontrol dan kelompok eksperimen :post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen : kelas eksperimen : kelas kontrol Tahap pengumpulan data merupakan bagian dari tahap krusial yang berperan penting dalam pelaksanaan suatu penelitian guna menentukan validitas dan kualitas pada hasil akhir yang hendak diperoleh (Romdona S. , 2. Adapun teknik yang digunakan untuk mengumpukan data dalam penelitian ini meliputi : . Wawancara: digunakan agar mengetahui permasalahan dan data terkait keterampilan membaca anak usia 4-5 tahun. Dokumentasi : digunakan untuk memenihi kebutuha penelitian ketika melakukan kegiatan penelitian di kelas kontrol dan kelas eksperimen. dipakai untuk mengumpulkan data pre-test dan post-test anak di kelas kontrol. Instrumen penelitian memiliki pengertian yaitu alat ukur yag dirancang untuk menangkap dan mengevaluasi fenomena atau bentuk interaksi sosial yang memfokuskan pada pengamatan (Muliadi & Setyawan, 2. Instrumen penelitian yag dipakai untuk mengukur kemampuan membaca berupa lembar observasi yang berfungsi untuk mengukur keterampilan membaca pada anak yang berumur 4-5 tahun. Lembar observasi menggunakan LKPD atau Lembar Kerja Peserta Didik yang dimana sebelum digunakan validator terlebih dahulu memvalidasi instrumen penilaian Instrumen penilaian setelah divalidasi oleh ahli materi, maka dilakukan uji validitas instrumen penelitian adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Proses uji validitas dilakukan guna memastikan dan menjamin data yang diperoleh keakurata dan kebenaran dari instrumen penelitian yang relevan dan sesuai dengan variabel yang diteliti, sedangkan uji reliabilitas digynakan untuk mengetahui variabel yang digunakan dalam pengukuran sudah reliabel (Sanaky, 2. Guna mengukur validitas intrumen, penelitian ini memanfaatkan teknik Corrected Item Total Correlation kemudian dianalisis melalui program SPSS 21. 0 dan item pada intrumen dinyataksn valid apabila nilai korelasi yang didapatkan sama dengan atau lebih besar dari 0,30 sebagai batas Uji reliabilitas yang digunakan yaitu teknik alpha menggunakan batuan SPPS 21. 0 dengan acuan nilai < 0,7 maka reliabelitas rendah, namun sebaliknya apabila Ou 0,7 maka reliabilitas dinyatakan Teknik analisis data mencakup tiga jenis analisis yaitu : . Uji normalitas, dipergunakan mengetahui sebaran data yang digunakan berdistribusi normal atau tidak normal (Sintia et al. , 2. pada penelitian ini menggunakan uji normalitas Kolmogrov Smirrov. Uji homogenitas, alat ukur CopyrightA 2025 | SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran | Volume 3. Nomor 1. Juni 2025 untuk mengukur kesamaan atau homogenitas dua atau lebih kelompok sampel memiliki varians yang seragam atau homogen (Sianturi, 2. Uji Hipotesis, pengolahan hasil penelitian dilakukan melalui proses analisis data berupa uji-t yang dimana membandingka dua kelompok. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Subjek dalam kegiata penelitian dilangsungkan pada anak-anak kelompok TK A dengan umur 45 tahun. Proses pengumpulan data, digunakan 2 kelas berbeda yakni kelas A1 sebagai kontrol daan kelas A2 sebagai eksperimen guna membandingkan hasil perlakuan yang diberikan. Proses pengambilan data dilakukan pre-test post-test pada kelas kontrol tanpa diberikan perlakuan dan pre-test post-test pada kelas eksperimen diberikan perlakukan yakni penggunaan Media Dadu Putar AuKantong AjaibAy. Data dikumpulkan dan dilaksanakan dalam 2 hari yakni tanggal 10 dan 16 April 2025 guna mengidentifikasi kecakapan membaca anak usia 4-5 tahun dan mengetahui perbedaan hasil dengan adanya perlakuan dan tanpa adanya perlakuan. Berikut merupakan data hasil pre-test pada kelas kontrol dan kelas eksperimen: Tabel 1. Hasil Pre-test pada kelas kontrol dan kelas eksperimen Kelas Nilai Terendah Nilai tertinggi Mean Kontrol (A. Eksperimen (A. Pada pada tabel 1. Dari hasil pre-test yang telah dilaksanakan dapat diketahui di kelas kontrol nilai terendah yakni 20 dan nilai tertinggi yakni 60 sedangkan di kelas eksperimen nilai terindah yakni 9 dan nilai tertinggi yakni 54. Perolehan mean di kelas kontrol yakni 32,7 dan di kelas eksperimen yakni 26,3. Hasil tersebut diperoleh dari pengambilan data menggunakan lembar penilaian dari pengerjaan Lembar Kerja Peserta Didik. Hasil pre-test mengidenttifikasikan perlu adanya post-test pada kedua kelas yakni kelas kontrol dengan tanpa adanya perlakuan sedangkan kelas eksperimen menerima perlakuan dalam bentuk media pembelajaran Media Dadu Putar AuKantong AjaibAy guna mengetahu perubahan hasil belajar anak. Berikut merupakan data hasil post-test pada kelas kontrol dan kelas Tabel 2. Hasil Post-test pada kelas kontrol dan kelas eksperimen Kelas Nilai Terendah Nilai tertinggi Mean Kontrol (A. Eksperimen (A. Pada pada tabel 2. Hasil post-test di kelas kontrol dan eksperimen mendapatkan nilai terendah yakni 32 dan nilai tertinggi yakni 72 di kelas kontrol sedangkan nilai terendah yakni 16 dan nilai tertinggi yakni 72 di kelas eksperimen. Perolehan mean di kelas kontrol yakni 47,9 dan di kelas eksperimen yakni 52,9. Hasil tersebut diperoleh dari pengambilan data menggunakan lembar penilaian dari pengerjaan Lembar Kerja Peserta Didik. Hasil tersebut diperoleh setelah diadakan post-test, kelas kontrol berfungsi sebagai kelompok tanpa perlakuan, sementara kelas eksperimen diberikan perlakuan. Hasil penelitian yang diadapatkan dari pengambilan data di lapangan telah mendapatkan hasil yang terdapat pada tabel 1 dan 2, kemudian setelah mendapatkan data tersebut dilakukan analisis hasil data atau olah data guna membandingkan selisih antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen serta menguji keefektivitasan media dadu putar AuKantong AjaibAy di TK Ulil Albab Sawojajar. Malang. Analilis data yang diguakan yaitu pada instrumen penilaian adalah uji validitas dan reliabilitas sedangkan pada hasil pengambilan data yakni uji normalitas, uji homogenitas serta uji hipotesis . CopyrightA 2025 | SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran | Volume 3. Nomor 1. Juni 2025 . Uji validitas dilakukan melalui pendekatan Corrected Item Total Correlation dan suatu utem dinyataka valid jika nilai yang diperoleh lebih atau setara dengan taraf signifikansi ( Ou 30 ), maka item pada instrumen penilaian dinyatakan valid. Hasil bantuan SPSS 21. 0 dalam mengolah data pada uji validitas yaitu sebagai berikut: Gambar 1. Uji Validitas Hasil perolehan nilai pada gambar 1 yaitu setiap item soal mendapatkan nilai sebesar 1,00, maka dapat disimpulkan bahwa rhitng > rtabel = 1,000 > 0,30 segingga dinyatakan VALID digunakan dalam Perolehan uji validitas pada intrumen penilaian yang kemudian dilakukan uji reliabilitas pada instrumen penilaian. Uji Reliabilitas yang digunakan yaitu dengan metode alpha dengan bantuan SPSS 21. Hasil uji reliabilitas yang diperoleh yaitu sebagai berikut : Gambar 2. Uji Reliabilitas Perolehan uji reliabilitas pada gambar 2 yaitu 0,992, maka dengan acuan nilai alpha yaitu jika < 0,7 maka reliabilitas rendah dan jika Ou 0,7 mmaka relialibiltas tinggi. Hasil uji reliabilitas yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa 0,992 Ou 0,7 yang dinyataka reliabel atau riabel. Uji validitas dan uji reliabilitas sudah dilaksanakan guna untuk menguji instrumen penilaian kemudian intrumen penilaian digunakan untuk menilai kemampuan membaca anak usia dini melalui Lembar Kerja Peserta Didik. Dilakukan pengolahan data terhadap hasil data yang telah diperoleh dalam proses penelitian yaitu dengan Uji Normalitas. Uji Homogenitas dan Uji Hipotesis . Uji Normalitas dipakai guna mengetahui perolehan data dari pre-test dan post-test berdistribusi normal atau tidak normal. Berikut merupakan hasil uji normalitas melibatkan bantuan program SPSS 21. CopyrightA 2025 | SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran | Volume 3. Nomor 1. Juni 2025 Gambar 3. Hasil Data Analisis Uji Normalitas Pada gambar 3 diketahui hasil uji normaltias dengan niliai signifikansi pre-test pada kelas kontrol yakni 0,65 dan nilai signifikansi pre-test pada kelas eksperimen yakni 0,157. Berdasarkan kriteria K-S maka didapatkan nilai signifikansi data pre-test di kelas kontrol yaitu 0,065 > 0,05 dan nilai signifikansi data pre-test di kelas eksperimen yaitu 0,157 > 0,05. Hasil dari taraf signifikansi K-S yaitu p koefisien > 0,05 maka denyatakan normal, akan tetapi jika p koefisien < 0,05 menyatakan tidak normal. Hasil yang diperoleh dari analisis uji normalitas melibatkan bantuan program SPSS 21. 0 pada data pre-test di kelas kontrol dan kelas eksperimen dinyatakan berdistribusi normal. Data post-test di kelas kontrol mendapatkan nilai yakni 0,058 dan di kelas eksperimen mendapatkan yakni 0,067. Hasil tersebut menunjukkan nilai signifikansi dari data post-test di kelas kontrol yakni 0,058 > 0,05 dan nilai signifikansi data post-test di kelas eksperimen yakni 0,067 > 0,05 dengan demikian,kesimpulan yang diperoleh menunjukkan data post-test di kelas kontrol dan kelas eksperimen berdistribusi normal. Uji Homogenitas diterapkan guna memperoleh informasi mengenai data homogen atau tidak dari kelas kontrol dan kelas ekperimen. Bantuan SPSS 21. 0 guna mengetahui hasil data yang diperoleh. Taraf signifikansi yang digunakan yaitu 5% yang dimana jika F hitung < Ftabel dari taraf signifikansi sehingga kedua kelompok tidak memiliki homogenitas, namun sebaliknya jika Fhitung > Ftabel dari taraf signifikansi sehingga kedua kelompok memiliki homogenitas. Berikut merupakan hasil dan analisis uji Gambar 4. Hasil Data Uji Homogenitas pada Data Pre-test Pada gambar 4. Terkait data pre-test dengan bantuan SPSS 21. 0 dapat dinyatakan bahwa nilai signifikansi data pre-test yaitu 0,832 sehingga dengan nilai signifikansi uji homegenitas didapattkan hasul sig. 0,832 > 0,05 maka data pre-test dinyatakan homogen, daripada itu data pre-test di kelas kontrol dan kelas eksperimen yaitu sama. Diadakan uji homogenitas pada data post-test yaitu sebagai CopyrightA 2025 | SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran | Volume 3. Nomor 1. Juni 2025 Gambar 5. Hasil Data Uji Homogenitas pada Data Post-test Pada gambar 5. Terkait data post-test dengan bantuan SPSS 21. 0 nilai signifikansi dari data postest yakni diperoleh 0,991 dengan acuan nilai signfikansi uji homogenitas sebesar 0,991 > 0,05 sehingga data post-test di kelas konttrol dan kelas eksperimen menunjukkan hasil homogen . Uji Hipotesis ( uji-. , uji hipotesis yang digunakan yaitu uji-t guna menguji nilai dari data post-test antara penggunaan media Dadu Putar AuKantong AjaibAy dengan tidak dengan penggunaan media Dadu Putar AuKantong AjaibAy di kelas kontrol dan ekperimen. Nilai sigifikansi yang digunaka yaitu jika nilai < 0,05 maka H1 diterima dan H0 ditolak, sebaliknya jika nilai Ou 0,05 H1 ditolak dab H0 diterima. Berdasarkan hasil analisis uji-t menggunakan bantuan program SPSS 21. 0 disajikan pada tabel dibawah ini : Gambar 6. Hasil Data Uji-t Sebagaimana yang terlihat pada gambar 6 menunjukkan asil uji-t dengan perolehan nilai signifikansi . -taile. yakni 0,28. Nilai didapatkan yaitu 0,28 sehingga taraf signifikansinya yaitu 0,28 Ou 0,05 dan dapat disimpulkan bahwa H 1 ditolak dab H0 diterima yakni tidak ada perbedaan hasil yang singnifikan dari hasil belajar di kelas kontrol dan kelas eksperimen. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan batntuan program SPSS 21. 0, dapat disajikan pada tabel dibawah ini : Gambar 7. Hasil Uji Hipotesis Pada gambar 7 dapat diketahui bahwa nilai thitung yaitu Ae 1,101 dan nilai signifikasnsi yaitu 0,28. Perolehan nilai tersebut berarti tidak adanya perbedaan yang signifikan antara data kelas kontrol dan kelas eksperimen. Nilai mean kelas kontrol sebesar 47,93 dan di kelas ekperimen sebesar 52,7 yang dimana nilai yang didapatkan di kelas eksperimen lebih unggul namun hasil tersebut tidak jauh beda dengan hasil data post-test yang telah diperoleh. Perkembangan kemampuan anak usia dini dapat CopyrightA 2025 | SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran | Volume 3. Nomor 1. Juni 2025 dimaksimalkan dengan menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan dan kebutuhan anak, namun juga harus memperhatikan kemampuan anak dan memperhatikan media pembelajaran yang dipilih agar kemampuan anak dapat meningkat lebih pesat. Pembahasan Pembelajaran sebelum dan sesudah penggunaan Media Dadu Putar AuKantong AjaibAy telah dilakukan guna menganalisis data yang menunjukkan adanya selisih dengan hasil belajar yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kegiatan dilakukan untuk mengetahui hasil belajar anak yaitu menggunakan lembar observasi berupa LKPD (Lembar Kerja Peserta Didi. guna mengetahui hasil data pre-test dan post-test di kelas kontrol dan kelas eksperimen. Di kelas kontrol dilakukan pre-test dan post-test tanpa adanya perlakuan media pembelajaran berupa Media Dadu Putar AuKantong AjaibAy sedangkan di kelas eksperimen dilakukan pre-test dan post-test dengan adanya pemberian perlakuan media pembelajaran berupa Media Dadu Putar AuKantong AjaibAy. Pengerjaan LKPD yaitu anak diminta untuk menyusun huruf acak yang disediakan kemudian menempelkan pada kolom di LKPD yang sesuai dengan gambar yang tersedia. Perolehan data pre-test di kelas kontrol mendapatkan nilai paling rendah adalah 22 dan nilai paling tinggi mencapai 60 dengan skor maksimum yaitu 72 sedangkan di kelas eksperimen mendapatkan nilai paling rendah adalah 9 dan nilai paling tinggi mencapai 54 dengan skor maksimum Pengerjaan LKPD di kelas kontrol dan kelas eksperimen mengalami permasalahan tidak terlalu jauh perbedaannya yaitu anak masih kurang paham akan menyusun huruf, mencocokkan huruf dan masih bertanya huruf apakah sudah benar atau belum. Ngura et al. , 2024 menjelaskan bahwa peran guru saat membantu untuk megembangkan kemampuan literasi anak usia dini dengan banyak cara dan pendekatan seperti menstimulasi kemampuan anak dengan memberikan role model bagi anak untuk mengikutinya sehingga guru perlu memberikan metode pembelajaran yang menenoatkab guru sebagai pengendali utama dan fokus pada kebutuhan dan perkembangan anak. Pernyataan yang dikemukakan oleh Ngura dapat mendorong peningkatan kecakapan membaca anak usia prsekolah yaitu dari hasil data pre-test pada kelas kontrol dan eksperimen perlu adanya pendekatan pembelajaran yang menempatkan aak sebagi pusat kegiatan dan metode pendekatan kegiatan mengajar dimana guru menjadi sumber utama informasi seperti pemberian media pembelajaran Dadu Putar AuKantong AjaibAy guna meningkatkan kecakapan membaca anak usia 4-5 tahun di TK Ulil Albab Sawojajar. Hasil pre-test yang telah dilakukan maka perlu adanya pengambilan data post-test untuk mengdidentifikasi kecakapan membaca anak usia 4-5 di TK Ulil Albab mengalami peningkatan atau tidak. Kelas kontrol dilakukan post-test tanpa adanya perlakuan dengan media Dadu Putar AuKantong AjaibAydan di kelas eksperimen dilakukan post-test dengan perlakuan dari media Dadu Putar AuKantong AjaibAy. Hasil yang diperoleh dari post-test di kelas kontrol memperoleh nilai terendah yakni 32 dan skor tertinggi yakni 72 dengan skor maksimum 72 sedangkan di kelas eksperimen mendapattkan skor terendah yakni 16 dan skor tertinggi yakni 72 dengan skor maksimum 72. Pengerjaan post-test dapat dilihat dari hasil LKPD dapat diketahui bahwa kemampuan anak mengalami peningkatan dari hasil pre-test yang dikerjakan Rahmawati & Irja, 2012 mejelaskan bahwa ada tiga faktor yang berperan penting dalam perkembangan kemampuan membaca anak dengan . motivasi, . lingkungan keluarga, . bahan bacaan yang lebih dominan gambar daripada tulisan. Hasil pernyataan dari Rahmawati menunjukkan kesimpulan yakni pelaksanaan post-test di kelas kontrol dan kelas eksperimen memberikan gambaran perbandingan yang dapat dianalis bahwa perlu adanya dukungan dari keluarga agar memberikan contoh yakni mengulang kembali materi yang telah diajarka sekolah supaya kemampuan anak dapat meningkatkan kemampuan anak meningkat terutama kemampuan membaca. Penelitian ini menerapkan analisis uji yang bertujuan mengidentifikasikan keefektivitasan penggunaan media Dadu Putar AuKantong AjaibAy. Hasil hipotesis melalui proses pengolahan data dapat menunjukkan hasil yaitu nilai thitung = -1,101 dan nilai signifikansi sebesar 0,28 sehingga dengan taraf CopyrightA 2025 | SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran | Volume 3. Nomor 1. Juni 2025 signifikansi menunjukkan hasil 0,28 Ou 0,05 yang berarti H1 dan H0 dierima. Hasil itu menyatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media Dadu Putar AuKatong AjaibAy dinyatakan tidak efektif atau belum adanya peningkatan kemampuan membaca anak dengan rentan umur 4-5 tahun di TK Ulil Albab Sawojajar dengan tahun ajaran 2024/2025. Wahab et al. , 2023 menjelaskan bahwa guru berperan penting bagi tumbuh kembang anak yang berperan sebagai sumber belajar, fasilitator, motivator dan organisor yang diperlukan kekreativitasa dari guru yang kemudian pemelihan media pembelajaran yang tepat untuk berlangsungnya proses pembelajaran. Pernyataan yang diungkapkan Wahab bahwa ketika memilih bahan ajar yang tepat saat akan menerapkan dalam proses pembelajaran di kelas terutama terkait kecakapan membaca anak dengan rentan umur 4-5 tahun. Hasil olah data yang dilakukan menyatakan bahwa media Dadu Putar AuKantong AjaibAy di TK Ulil Albab Sawojajar dinyatakan tidak efektif atau pemilihan media Dadu Putar AuKantong AjaibAy kurang mendorong peningkatan kemampuan membaca anak usia 4-5 tahun di TK tempat penelitian. Hal tersebut akan tetapi tidak menyamaratakan di lembaga lain. Media Dadu Putar AuKantong AjaibAy bisa diterapkan di sekolah lain guna mendorong peningkatan kemampuan membaca anak usia 4-5 tahun. Pemberian stimulus berupa media pembelajaran sangatlah penting untuk meningkatkan kemampuan yang dimiliki anak sesuai dengan Proses pembelajaran yang berpusat kepada anak juga bertujuan untuk membangkitkan minat aak serta mendorong keaktifan anak selama kegiatan mengajar berlangsung atau berpusat kepada guru yang akan meningkatkan kosentrasi anak saat proses pembelajaran. Keefektivitas yaitu suatu kebeerhasilan dalam proses pembelajaran yang mampu berdasarkan kemampuan belajar yang diperoleh anak, jika hasil belajar anak dinyatakan menigkat berarti media pembelajaran dapat dinyatakan efektif, akan tetapi sebaliknya jika hasil pembelajaran menurun atau sama saja dapat dinyatakan media pembelajaran tidak efektif (MuthmaAoinnah et al. , 2. PENUTUP Hasil pembahasan yang telah dilakukan dalam penelitia, dapat ditarik kesimpulan bahwa . pembelajaran sebelum menggunakan media Dadu Putar AuKantong AjaibAy mendapatakan nilai mean di kelas kontrol mecapai 32,7 dan di kelas eksperimen mencapai 26,3. pembelajaran sesudah menggunakan media Dadu Putar AuKantong AjaibAy mendapatakan nilai mean di kelas kontrol sebesar 47,9 dan di kelas eksperimen sebesar 52,9. Penggunaan media Dadu Putar AuKantong AjaibAy di TK Ulil Albab Sawojajar. Malang mendapatkan hasil dari perhitunga uji-t yaitu tidak efektif antara hasil olah data di kelas kontrol dan kelas eksperimen di TK tempat penelitian, akan tetapi pengguanaan media Dadu Putar AuKantong AjaibAy dapat dilakukan guna menigkatkan keterampilan anak usia dini lembaga lain guna meningkatka kemampuan anak usia dini karena di beda lembaga maka hasil yag diterima akan Pemilihan media pembelajaran sangat penting guna menstimulus kemampuan anak untuk tumbuh kembang anak usia dini. Selanjutnya saran untuk beberapa pihak terkait hasil penelitian : . bagi pedidik, pemilihan media pembelajaran merupakan alternatif untuk anak sebagai bahan peningkatan kemampuan anak sehingga perlu memberikan beberapa media pembelajaran atau pemberian pigura terkait materi pembejaran. bagi kepala sekolah, kepala sekolah dapat menumbuhkan semangat kepada guru untuk melaksanakan proses mengajar dan orang tua agar memberikan semangat kepada anak supaya anak mampu meningkatkan kemampuan yang dimiliki serta pemberikan dorongan berupa media pembelajaram. bagi peneliti selanjutnya, media Dadu Putar AuKantong AjaibAy dapat digunakan dilembaga lain sebagai upaya mengembangkan kecakapan berbahasa anak usia dini dan disesuaikan proses pembelajaran di kelas. Terimaksih kepada semua pihak yang telah membatu dalam prose penelitian serta Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas kelacaran dan terselesaikannya penelitian ini dengan baik. CopyrightA 2025 | SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran | Volume 3. Nomor 1. Juni 2025 DAFTAR PUSTAKA