JEBI Vol. No. 2 pp. Copyrigt A 2025 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UTS Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia PERAN PEMASARAN DIGITAL DAN BRANDING DALAM MEMPENGARUHI MINAT BELI MELALUI KESADARAN MEREK SEBAGAI INTERVENING The Role Of Digital Marketing and Branding In Influencing Purchase Intention Trough Brand Awareness as an Intervening Factor Ferry Agsta Pramudya1. Ambar Lukitaningsih2. Putri Dwi Cahyani3 1,2,3Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Email: fryagsta@gmail. Tanggal Diterima: 25 Desember 2025 ABSTRACT This study aims to analyze the role of digital marketing and branding in influencing purchase intention with brand awareness as an intervening variable among Starcross consumers in Yogyakarta. This research employs a quantitative method using primary data collected through a Likert-scale questionnaire. The sample consists of 105 respondents who are Starcross consumers, selected using purposive sampling technique. Data analysis was conducted using multiple linear regression and Sobel test with the assistance of SPSS software. The results indicate that digital marketing and branding have a positive and significant effect on brand awareness. Furthermore, digital marketing, branding, and brand awareness also have a positive and significant influence on purchase intention. The mediation test results reveal that brand awareness effectively mediates the relationship between digital marketing and branding toward purchase intention. These findings highlight the importance of integrating digital marketing and branding strategies to enhance brand awareness and stimulate consumersAo purchase intention, particularly in the local fashion Keywords: Digital Marketing. Branding. Brand Awareness. Purchase Intention ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran digital marketing dan branding dalam mempengaruhi purchase intention dengan brand awareness sebagai variabel intervening pada konsumen brand Starcross di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert. Sampel penelitian berjumlah 105 responden yang merupakan konsumen Starcross, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dan uji Sobel dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital marketing dan branding berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand awareness. Selain itu, digital marketing, branding, dan brand awareness juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention. Hasil uji mediasi menunjukkan bahwa brand awareness mampu memediasi pengaruh digital marketing dan branding terhadap purchase intention. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi strategi digital marketing dan branding dalam meningkatkan kesadaran merek serta mendorong minat beli konsumen, khususnya pada industri fashion lokal. Kata Kunci: Digital Marketing. Branding. Brand Awareness. Purchase Intention PENDAHULUAN Kemajuan teknologi yang pesat dalam bidang teknologi komunikasi dan internet, telah membawa perubahan serta inovasi baru dalam dunia bisnis. Kini, semakin mudah menjangkau dunia luar. Salah satu kemudahan yang hadir adalah keberadaan media sosial dan marketplace, yang memungkinkan kita memenuhi berbagai kebutuhan hanya dengan menggunakan perangkat mobile (Setianingsih & Aziz. Seiring dengan pesatnya perkembangan internet dan media sosial, pelanggan kini tidak lagi sekadar menjadi konsumen pasif. Mereka turut aktif dalam proses pemasaran dengan membagikan pengalaman, menulis ulasan, serta berinteraksi langsung dengan merek melalui berbagai platform Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia (Andirwan et al. , 2. Strategi promosi melalui media sosial sangat efektif dalam meningkatkan penjualan Media sosial mempermudah pelaku bisnis dalam memasarkan produk dengan lebih efisien, menjangkau lebih banyak orang dalam waktu singkat, serta memungkinkan penyebaran informasi dan respons yang cepat. Selain itu, akses yang luas dan biaya yang lebih terjangkau menjadikannya pilihan strategis bagi perusahaan untuk mencapai target Peran media sosial, konsumen di berbagai lokasi tetap dapat terhubung dan menjangkau produk dengan mudah(Sabar & Moniharapon, 2. Media sosial memainkan peran krusial dalam strategi pemasaran. Hal ini disebabkan oleh berbagai peluang dan tantangan yang muncul seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial di era (Kurniawati et al. , 2. Branding visual elemen krusial dalam membangun identitas merek, mencakup berbagai aspek visual yang digunakan untuk memperkenalkan dan merepresentasikan merek kepada konsumen. Konsistensi dan estetika dalam desain visual berperan besar dalam membentuk persepsi konsumen, yang kerap kali menentukan keputusan pembelian berdasarkan daya tarik visual suatu produk sebelum mempertimbangkan faktor lain seperti harga atau kualitas(Ibrahim et al. , 2. Branding yang kuat, identitas dapat dikenali lebih mudah dan memiliki keunggulan dibandingkan pesaing. (Handini et al. , 2. Brand Awareness atau Brand Awareness menjadi salah satu tujuan utama dalam strategi pemasaran. Brand Awareness mengacu pada kemampuan konsumen untuk mengenali dan mengingat suatu merek di antara banyaknya pesaing. Tingkat kesadaran ini sangat dipengaruhi oleh efektivitas visual Branding yang diterapkan oleh Starcross (Kamuri, 2. Purchase Intention konsumen memiliki peran yang sangat penting dalam menjamin keberlangsungan daya saing Starcross. Tanpa adanya Purchase Intention dari konsumen, produk yang dihasilkan tidak akan mampu memberikan pendapatan yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas operasional perusahaan (Rupayana et al. , 2. Penelitian ini penting untuk dilakukan karena terdapat adanya kesenjangan penelitian di masing-masing variabel sebelumnya yakni Digital Marketing. Branding dan Brand Awareness menjadi pembahasan yang menarik bagi penulis untuk meneliti kembali yang nantinya dapat memberikan hasil signifikan bagi pelaku usaha, peneliti selanjutnya ataupun pemangku kepentingan lainnya. Kebaruan atau perbedaan dari penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh (Edwin, 2. adalah menambahkan variabel Branding sebagai variabel independent. Alasan penulis memilih judul Peran Digital Marketing Dan Branding Dalam Mempengaruhi Purchase Intention Melalui Brand Awareness Sebagai Intervening adalah Minimnya Penelitian Terpadu antara Digital Marketing dan Branding dalam Konteks Purchase Intention. Sebagian besar penelitian terfokus pada Digital Marketing atau Branding secara Penelitian yang mengintegrasikan kedua elemen ini dalam mempengaruhi Purchase Intention konsumen masih Sample Penelitian Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus dari (Hair et al. , 2. Metode AuRule of ThumbAy atau Aturan Empiris. Yaitu metode yang digunakan untuk menentukan ukuran sampel berdasarkan jumlah indikator dalam kuesioner atau instrumen penelitian. Teknik Pengambilan Sample Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah nonprobability sampling dengan menggunakan teknik purpose Non-probability sampling adalah Teknik pengambilan sampel dimana tidak semua anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel (Sugiyono, 2. Teknik purposive sampling berdasar pertimbanga kriteria responden sebagai berikut: Konsumen yang pernah membeli produk dari STARCROSS Konsumen yang menerima pelayanan media sosial dari STARCROSS Konsumen berusia lebih dari 17 tahun Kriteria responden difokuskan terhadap konsumen yang pernah membeli produk dari STARCROSS, hal ini dilakukan agar data yang diperoleh mencerminkan pengalaman terhadap brand STARCROSS. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan kuesioner. Kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan butir pertanyaan tertulis pada responden untuk dijawab. Kuesioner dalam penelitian ini disebarkan secara online melalui Google Formulir (G-for. Untuk mengukur hasil dari responden, kuesioner dibuat dalam bentuk skala likert. Pada skala likert setiap pertanyaan dibagi menjadi 5 skala ukur. Tabel 1. Skala Likert Pernyataan Disingkat Skor Sangat Tidak setuju Tidak Setuju Netral Setuju Sangat Setuju STS Tempat dan Waktu Pengambilan Data Penelitian ini akan dilaksanakan di wilayah Yogyakarta. Dengan subyek penelitian yaitu konsumen brand STARCROSS. Waktu penelitian dilaksanakan mulai bulan Maret 2025 sampai selesai. Pengembangan Instrumen Penelitian Penyusunan instrument pada penelitian ini, peneliti mengadopsi pertanyaan dari beberapa jurnal ilmiah yang telah disesuaikan dengan kebutuhan penelitian. Bagian pertama berisikan tentang identitas diri responden seperti nama, jenis kelamin, rentan usia, nomor telepon. Bagian kedua berisikan pertanyaan-pertanyaan menggunakan skala likert dengan pilihan 5 jawaban, yaitu sangat tidak setuju (STS), tidak setuju (TS), netral, setuju (S), sangat setuju(SS). HASIL DAN PEMBAHASAN METODE PENELITIAN Gambaran Umum Objek dan Subjek Penelitian Dalam penelitian ini, menggunakan metode kuantitatif dengan data primer, sedangkan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dengan media google form skala likert. Jumlah sample yang digunakan Adalah 105 responden yang merupakan konsumen dari brand Starcross. Penelitian ini berfokus pada merek clothing lokal Starcross yang berlokasi di Yogyakarta. Brand tersebut merupakan salah satu pelaku industri fashion anak muda yang menawarkan produk streetwear termasuk kaos, jaket, kemeja, celana, serta JEBI Vol. No. 2, pp. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia aksesoris dan mengembangkan dirinya melalui aktivitas komunitas dan kolaborasi kreatif. Subjek penelitian terdiri dari variabel-variabel berikut: . strategi pemasaran/promosi yang dilakukan oleh Starcross, termasuk event komunitas dan kolaborasi media sosial, . Brand Awareness yang dimiliki oleh target pasar anak muda terhadap merek Starcross, serta . niat pembelian yang dilatar belakangi oleh persepsi merek. Dengan demikian, penelitian ini berupaya mengungkap bagaimana strategi pemasaran digital dan Branding Starcross memengaruhi Brand Awareness dan kemudian berdampak pada niat pembelian di kalangan anak muda di Yogyakarta. Statistik Deskriptif Digital Marketing Dalam penelitian ini Digital Marketing memiliki 4 indikator yang terdiri dari interaktivitas, demassifikasi, pemanfaatan media sosial, dan optimasi mesin pencari (SEO). Sehubungan dengan tanggapan responden terhadap digital marketing. Skor rata-rata sebesar 3,86. Penilaian tertinggi terjadi pada pernyataan Auinformasi produk perusahaan muncul dihalaman pertama hasil pencarianAy sebesar 3,96. Sedangkan penilaian terendah yang terdapat pada variabel Digital Marketing terjadi pada pernyataan AuIklan digital yang saya terima sesuai dengan minat dan kebutuhan sayaAy sebesar 3,79. Tabel 2. Hasil Uji Validitas Variabel Digital Marketing( X. Branding (X. Brand Awareness (Z) Analisis Deskriptif Variabel Branding Dalam penelitian ini Branding memiliki 3 indikator yang terdiri dari citra produk, citra perusahaan, dan citra pengguna. Sehubungan dengan tanggapan responden terhadap branding. Skor rata-rata sebesar 3,96. Penilaian tertinggi terjadi pada pernyataan AuProduk ini memiliki desain yang menarik dan mudah dikenaliAy. AuProduk ini memiliki desain yang menarik dan mudah dikenaliAy, dan AuSaya percaya bahwa perusahaan ini berkomitmen terhadap kualitasAy sebesar 4,00. Sedangkan penilaian terendah yang terdapat pada variabel branding terjadi pada pernyataan AuProduk ini sering digunakan oleh orang-orang yang saya kagumiAy sebesar 3,90. Analisis Deskriptif Variabel Brand Awareness Dalam penelitian ini brand awareness memiliki 4 indikator yang terdiri dari daya ingat merek, pengenalan merek, konsumsi merek, dan kefamiliaran merek. Sehubungan dengan tanggapan responden terhadap brand awareness. Skor rata-rata sebesar 4,00. Penilaian tertinggi terjadi pada pernyataan AuSaya lebih memilih produk dari merek ini dibandingkan merek lain. Ay sebesar 4,36. Sedangkan penilaian terendah yang terdapat pada variabel brand awareness terjadi pada pernyataan AuSaya mengenali merek ini ketika melihat logonyaAy sebesar 3,61. Analisis Deskriptif Variabel Purchase Intention Dalam penelitian ini purchase intention memiliki 4 indikator yang terdiri dari niat untuk membeli, keinginan untuk membeli, kemungkinan untuk membeli, dan preferensi terhadap produk. Sehubungan dengan tanggapan responden terhadap purchase intention. Skor rata-rata sebesar 4,04. Penilaian tertinggi terjadi pada pernyataan AuKemungkinan saya membeli produk ini cukup tinggiAy sebesar 4,51. Sedangkan penilaian terendah yang terdapat pada variabel purchase intention terjadi pada pernyataan AuSaya akan mempertimbangkan produk ini saat melakukan pembelianAy sebesar 3,58. JEBI Vol. No. 2, pp. Purchase Intention (Y) Item Pernya Pearson Correlati 0,843 Rtabel Ket 0,105 Valid 0,785 0,803 0,829 0,771 0,810 0,782 0,836 0,856 0,105 0,105 0,105 0,105 0,105 0,105 0,105 0,105 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 0,843 0,841 0,843 0,838 0,817 0,763 0,105 0,105 0,105 0,105 0,105 0,105 Valid Valid Valid Valid Valid Valid 0,773 0,709 0,486 0,595 0,808 0,609 0,650 0,777 0,105 0,105 0,105 0,105 0,105 0,105 0,105 0,105 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 0,745 0,736 0,652 0,789 0,755 0,791 0,788 0,105 0,105 0,105 0,105 0,105 0,105 0,105 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan tabel diatas dsapat disimpulkan bahwa semua butir pernyataan dinyataklan valid. Hal ini diotunjukan dengan nilai pearson corelation yang lebih besar dari r tabel. Tabel 3. Uji Reliabilitas Variabel Digital Marketing Branding Brand Awareness Purchase Intention CronbachAos Alpha Jumlah Item Keteranga 0,924 Reliabel 0,916 0,892 Reliabel Reliabel 0,828 Reliabel Berdasarkan hasil uji SPSS dalam tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa semua variabel dinyatakan reliabel. Hal ini dibuktikan dengan nilai cronbachAos alpha yang lebih besar dari 0,600. Analisis Asumsi Klasik Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Tabel 5. Uji Normalitas Model 1 One-Sample Kolmogrov-Smirnov Test Normal Parameter Most Extrame Differences Mean Std. Deviation Absolute Unstandardized Residual ,0000000 2,26256855 ,047 Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. c Sumber: Data primer diolah 2025 Gambar di atas menunjukkan titik mengikuti garis diagonal sehingga dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi dengan normal. ,047 -,038 ,047 ,200d Hasil uji normalitas kolmogrov smirnov monte carlo pada tabel diatas dengan dependent Z menunjukkan bahwa nilai Asymp Sig . -taile. 200 > 0. 05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi dengan normal. Tabel 6. Hasil Uji Validitas Model 2 One-Sample Kolmogrov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parameter Mean ,0000000 Std. Deviation 2,22974374 Most Extrame Absolute ,066 Differences Positive ,055 Negative -,066 Test Statistic ,066 Asymp. Sig. ,200d Sumber: Data primer diolah 2025 Hasil uji normalitas kolmogrov smirnov tabel di atas dengan Y sebagai dependent menunjukan bahwa nilai Asymp. Sig. sebesar 0,200 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang digunakan pada penelitian ini berdistribusi normal dan memenuhu uji normalitas P Plot Gambar 2. Hasil Uji Normalitas menggunakan P-Plot Gambar diatas menunjukkan titik mengikuti garis diagonal sehingga dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi dengan normal. Uji Multikolinearitas Tabel 6. Hasil Uji Multikolinearitas Model 1 Model Unstandardized Coefficients Std. Error 14,613 1,515 ,301 ,035 (Constan. Peer to peer lending (X. Digital ,346 ,043 Payment (X. 2 Dependent Variable: Z Sumber: Data primer diolah, 2025 Coeficientsa Standardized Coefficients Beta Sig. ,035 9,644 8,631 <,001 <,001 1,000 1,000 ,043 7,965 <,001 1,000 1,000 Collinearity Statistics Tolerance VIF Dapat dilihat dari tabel di atas dengan Z sewbagai dependent bahwa nilai tolerance > 0. 1 dan VIF < 10. Berdasarkan hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi Tabel 7. Hasil Uji Multikolinearitas Model 2 Model Unstandardized Coefficients Std. Error 2,944 2,075 ,265 ,045 (Constan. Peer to peer lending (X. Digital ,237 ,055 Payment (X. Literasi ,485 ,098 Keuangan (Z) 2 Dependent Variable: Y Sumber: Data primer, 2024, diolah Gambar 1. Hasil Uji Normalitas menggunakan P-Plot JEBI Vol. No. 2, pp. Coeficientsa Standardized Coefficients Beta Sig. ,408 1,419 5,837 ,007 ,001 ,578 1,730 ,292 4,313 ,001 ,616 1,622 ,403 4,947 ,001 ,427 2,343 Collinearity Statistics Tolerance VIF Tabel di atas, dengan Y sebagai dependent Menunjukan bahwa nilai tolerance >0,1 dan VIF <10. Berdasarkan hasil uji tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia mempunyai pengaruh yang positif terhadap Brand Awareness yang berarti setiap kenaikan 1 satuan variabel Digital Marketing maka akan mempengaruhi Brand Awareness sebesar 0,301, dengan asumsi bahwa variabel lain tidak diteliti dalam penelitian ini. Uji Heteroskedastisitas Pada variabel Branding mempunyai nilai koefisien regresi sebesar 0,346, menunjukan variabel Branding mempunyai pengaruh yang positif terhadap Brand Awareness yang berarti setiap kenaikan 1 satuan variabel Branding maka akan mempengaruhi Brand Awareness sebesar 0,346, dengan asumsi variabel lain tidak diteliti dalam penelitian ini. Gambar 3. Hasil Uji Heteroskedastisitas Model 1 Berdasarkan gambar diatas dapat diketahui bahwa hasil satterplot menunjukkan titik menyebar dan tidak berada pada satu area tertentu, dengan demikian variabel yang diajukan dalam penelitian ini bebas dari gangguan heteroskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Hasil harus jelas dan ringkas. Hasilnya harus meringkas temuan . daripada memberikan data secara rinci. Harap soroti perbedaan antara hasil atau temuan Anda dan publikasi sebelumnya oleh peneliti lain. Diskusi harus mengeksplorasi pentingnya hasil penelitian, bukan mengulanginya. Bagian Hasil dan Diskusi gabungan sering kali cocok. Hindari kutipan dan diskusi ekstensif tentang literatur yang diterbitkan. Tabel 9. Hasil Uji Regresi Linear Berganda Model 2 Model Unstandardized Coefficient Std. Error 2,944 2,075 ,265 ,045 (Constan. Digital Marketing Branding ,237 ,055 Brand Awareness ,485 ,098 Dependent Variable: Purchase Intention Sumber: Data primer diolah, 2025 Standardized Coefficient Beta Sig. ,408 1,419 5,837 ,159 ,001 ,292 ,403 4,313 4,947 ,001 ,001 Pada persamaan kedua terdapat tiga variabel independen yaitu Digital Marketing. Branding dan Brand Awareness dengan variabel dependen yaitu Purchase Intention. Adapun persamaan dari analisis regresi linear berganda pada persamaan dua yaitu: Gambar 4. Hasil Uji Heteroskedastisitas Model 2 Berdasarkan gambar diatas dapat disimpulkan hasil scatterplot menunjukkan bahwa titik menyebar dan tidak ada di satu area Dengan demikian variabel yang diajukan dalam penelitian ini tidak terjadi heteroskedastisitas. Regresi Linear Berganda Tabel 8. Hasil Uji Regresi Linear Berganda Model 1 Model Unstandardized Coefficient Std. Error 14,613 1,515 ,301 ,035 (Constan. Digital Marketing Branding ,346 ,043 Dependent Variable: Brand Awareness Sumber: Data primer diolah, 2025 Standardized Coefficient Beta Sig. ,558 9,644 8,631 ,001 ,001 ,515 7,965 ,001 Pada persamaan pertama terdapat dua variabel independen yaitu Digital Marketing dan Branding dengan variabel dependen yaitu Brand Awareness. Adapun persamaan dari analisis regresi linear berganda pada persamaan satu yaitu: = a b1. X1 b2. =14,613 0,301DM 0,346BR = a b1. X1 b2. X2 b3. = 2,944 0,265DM 0,237BR 0,485BA Pada variabel Digital Marketing mempunyai nilai koefisien regresi sebesar 0,265, menunjukan variabel Digital Marketing mempunyai pengaruh yang positif terhadap Purchase Intention yang berarti setiap kenaikan 1 satuan variabel Digital Marketing maka akan mempengaruhi Purchase Intention sebesar 0,265, dengan asumsi bahwa variabel lain tidak diteliti dalam penelitian ini. Pada variabel Branding mempunyai nilai koefisien regresi sebesar 0,237, menunjukan variabel Branding mempunyai pengaruh yang positif terhadap Purchase Intention yang berarti setiap kenaikan 1 satuan variabel Branding maka akan mempengaruhi Purchase Intention sebesar 0,237, dengan asumsi bahwa variabel lain tidak diteliti dalam penelitian ini. Pada variabel Brand Awareness mempunyai nilai koefisien regresi sebesar 0,485, menunjukan variabel Brand Awareness mempunyai pengaruh yang positif terhadap Purchase Intention yang berarti setiap kenaikan 1 satuan variabel Brand Awareness maka akan mempengaruhi Purchase Intention sebesar 0,485, dengan asumsi bahwa variabel lain tidak diteliti dalam penelitian ini. Pada variabel Digital Marketing mempunyai nilai koefisien regresi sebesar 0,301, menunjukan variabel Digital Marketing JEBI Vol. No. 2, pp. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Uji Simultan(F) Model 2 Tabel 10. Hasil Uji F Model 1 Tabel 13. Hasil Uji Parsial (Uji . Model 2 Mod Sum of Squares Mean Square Sig. Regr 715,163 2 357,582 68,508 Resi 532,399 5,220 Total 1247,562 Dependent Variable : Brand Awareness Predictors: . Digital Marketing. Branding Sumber : data primer diolah 2025 <,001 Hasil dari tabel diatas menunjukan bahwa nilai F hitung diperoleh sebesar 68,508 sedangkan nilai F tabel df 1=k . umlah variabel beba. diperoleh sebesar 2, df=n-k-1 . =102 sebesar 3. Dapat disimpulkan bahwa hasil menunjukan F hitung lebih besar dari F tabel . ,508>3. dengan nilai signifikan 0,001<0,05, hasil menunjukan bahwa Digital Marketing dan Branding berpengaruh secara simultan pada Brand Awareness. Sum of Squares Mean Square Sig. Regr 1295,185 3 431,728 84,331 <,001 Resi 517,063 5,119 Total 1812,248 Dependent Variable : Purchase Intenteion Predictors: . Digital Marketing. Branding. Brand Awareness Sumber : data primer diolah 2025 Hasil dari tabel diatas menunjukan bahwa nilai F hitung diperoleh sebesar 68,508 sedangkan nilai F tabel df 1=k . umlah variabel beba. diperoleh sebesar 2, df=n-k-1 . =100 sebesar 2. Dapat disimpulkan bahwa hasil menunjukan F hitung lebih besar dari F tabel . ,331>2. dengan nilai signifikan 0,001<0,05, hasil menunjukan bahwa Digital Marketing. Branding, dan Brand Awareness berpengaruh secara simultan pada Purchase Intention. Model 1 Model (Constan. Digital Marketing Unstandardized Coefficient Std. Error 14,613 1,515 ,301 ,035 Standardized Coefficient Beta Branding ,346 ,043 Dependent Variable: Brand Awareness Sumber: Data primer diolah, 2025 Sig. ,558 9,644 8,631 ,001 ,001 ,515 7,965 ,001 Sig. ,408 1,419 5,837 ,159 ,001 ,292 ,403 4,313 4,947 ,001 ,001 Berdasarkan dari tabel model 1 hasil dari variabel Digital Mraketing. Branding, dan Brand Awareness terhadap Purchase Intention, dapat disimpulkan: Uji Parsial (Uji . Tabel 12. Hasil Uji Parsial (Uji . Model 1 Standardized Coefficient Beta (Constan. Digital Marketing Branding ,237 ,055 Brand ,485 ,098 Awareness Dependent Variable: Purchase Intention Sumber: Data primer diolah, 2025 Tabel 11. Hasil Uji F Model 2 Mod Unstandardized Coefficient Std. Error 2,944 2,075 ,265 ,045 Model Digital Marketing terhadap Purchase Intention. Tabel model 1 menghasilkan nilai t variabel Digital Marketing sebesar 5,837 dengan skala signifikan sebesar 0,001. Jadi nilai t hitung . > dari t tabel . ,65. dengan nilai signifikan 0,001<0,05. Nilai tersebut membuktikan Ha1 diterima, terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel Digital Marketing terhadap Purchase Intention. Branding terhadap Purchase Intention. Tabel model 1 menghasilkan nilai t variabel Branding sebesar 4,313 dengan skala signifikan sebesar 0,001. Jadi nilai t hitung . > dari t tabel . ,65. dengan nilai signifikan 0,001<0,05. Nilai tersebut membuktikan Ha2 diterima, terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel Branding terhadap Purchase Intention. Digital Marketing terhadap Brand Awareness. Tabel model 2 menghasilkan nilai t variabel Digital Marketing sebesar 8,631 dengan skala signifikan sebesar 0,001. Jadi nilai t hitung . > dari t tabel . ,65. dengan nilai signifikan 0,001<0,05. Nilai tersebut membuktikan Ha3 diterima, terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel Digital Marketing terhadap Brand Awareness Branding terhadap Brand Awareness. Tabel model 2 menghasilkan nilai t variabel Branding sebesar 7,965 dengan skala signifikan sebesar 0,001. Jadi nilai t hitung . > dari t tabel . ,65. dengan nilai signifikan 0,001<0,05. Nilai tersebut membuktikan Ha4 diterima, terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel Branding terhadap Purchase Brand Awareness. Brand Awareness terhadap Purchase Intention. Tabel model 1 menghasilkan nilai t variabel Branding sebesar 4,947 dengan skala signifikan sebesar 0,001. Jadi nilai t hitung . > dari t tabel . ,65. dengan nilai signifikan 0,001<0,05. Nilai tersebut membuktikan Ha4 diterima, terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel Brand Awareness terhadap Purchase Intention. Koefisien Determinasi . djusted r. Tabel 14. Hasil Uji Koefisien Determasi Model 1 Mod JEBI Vol. No. 2, pp. Squ Adjuste Square Std. Error of the Estimate DurbinWatson Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia ,845 ,715 ,706 2,26262 2,023 Predictors: . Digital Marketing. Branding. Brand Awareness Dependent Variable : Purchase Intenteion Sumber : data primer diolah 2025 Dari tabel diatas menunjukan bahwa koefisien determinasi . djusted r. = 0,706, jika nilai mendekati satu maka dapat dikatakan bahwa hubungan antar variabel memiliki pengaruh yang sangat kuat. Variabel bebas Digital Marketing. Branding, dan Brand Awareness terhadap Purchase Intention sebesar 70,9% sisanya 29,1% oleh variabel yang tidak dimasukan kedalam model penelitian. Tabel 15. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model 2 Mod Adjusted Std. Error DurbinSqua R Square of the Watson Estimate ,757 ,573 ,565 2,28464 1,985 Predictors: . Digital Marketing. Branding. Brand Awareness Dependent Variable : Purchase Intenteion Sumber : data primer diolah 2025 Dari tabel diatas menunjukan bahwa koefisien determinasi . djusted r. = 0,565, jika nilai mendekati satu maka dapat dikatakan bahwa hubungan antar variabel memiliki pengaruh yang sangat kuat. Variabel bebas Digital Marketing dan Branding terhadap variabel Brand Awareness sebesar 56,5% sisanya 43,5% oleh variabel yang tidak dimasukan kedalam model penelitian. Uji Sobel X1-Z-Y Berdasarkan perhitungan diatas diketahui bahwa Digital Marketing terhadap Intention melalui Brand Equity memiliki 215 > 1. 960 yang berarti Brand Awareness mampu memediasi Branding terhadap Purchase Intention. Pembahasan Pengaruh Digital Marketing terhadap Brand Awareness Hasil analisis uji Hipotesis yang dilakukan dengan SBM SPSS menunjukan bahwa variabel Digital Marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Brand Awareness. Hal ini dapat dilihat melalui hasil regresi nilai t hitung . > dari t tabel . dengan nilai signifikan 0,001 < 0,05 Nilai tersebut menunjukan bahwa Hipotesis 3 diterima. Menurut (Edwin, 2. dalam penelitiannya Digital Marketing mempengaruhi Brand Awareness karena Penggunaan Digital Marketing yang baik dan efisien akan meningkatkan Brand Awareness kepada masyarakat melalui konten pemasaran media digital. Dan juga penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Sari & Widodo, 2. menunjukan bahwa Digital Marketing berpengaruh signifikan terhadap Brand Awareness Pengaruh Branding terhadap Brand Awareness Hasil uji hipotesis yang dilakukan dengan menggunakan SBM SPSS menunjukan bahwa variabel Branding berpengaruh signifikan tehradap variabel Brand Awareness. Hal ini dapat dilihat melalui hasil regresi nilai t hitung . > dari t tabel . dengan nilai signifikan 0,001 < 0,05. Nilai tersebut menunjukan bahwa Hipotesis 4 diterima. Berdasarkan perhitungan diatas diketahui bahwa Digital Marketing terhadap Intention melalui Brand Equity memiliki 289 > 1. 960 yang berarti Brand Awareness mampu memediasi Digital Marketing terhadap Purchase Intention. X2-Z-Y JEBI Vol. No. 2, pp. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Wulandari & Kuntari, 2. Strategi Branding, seperti penggunaan template visual, tagline, dan konten kreatif, berpengaruh positif terhadap Brand Awareness. Branding yang kuat terutama melalui konten sosial yang konsisten dan narasi merek yang emosional memudahkan konsumen mengenali dan mengingat merek, sebagaimana dibuktikan oleh (Kartini et al. , 2. dan (Sutariningsih & Widagda K, 2. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Pengaruh Digital Marketing terhadap Purchase Intention Hasil analisis uji hipotesis yang dilakukan dengan menggunakan IBM SPSS menunjukan bahwa variabel Digital Marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Purchase Intention. Hal ini dapat dilihat melalui hasil regresi nilai t hitung . > dari t tabel . dengan nilai signifikan 0,001 < 0,05. Nilai tersebut menunjukan bahwa Hipotesis 1 diterima. Penelitian (Fanlikhin et al. , 2. menemukan bahwa pemasaran digital memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan Purchase Intention konsumen. Ungkapan tersebut didukung oleh (Prasetio & Zahira, 2. pada penelitiannya yang mengungkapkan social media marketing memiliki peranan penting dalam mendorong minat beli konsumen. Strategi pemasaran media sosial yang efektif dapat memengaruhi keputusan konsumen untuk membeli suatu produk. penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Hati & Audika Daningsih, 2. dan (Sari & Widodo, 2. menunjukkan bahwa social media marketing berpengaruh signifikan terhadap Purchase Intention. Dari penilitian yang dilakukan oleh (Julianto, 2. menyatakan bahwa Digital Marketing memberikan pengaruh positif terhadap Purchase Intention. Hal ini juga didukung oleh (Prasetyo & Hapsari, 2. yang mengatakan pada penelitiannya bahwa Digital Marketing secara signifikan meningkatkan Purchase Intention konsumen, khususnya pada industri fashion online. Akan tetapi menurut (Handayani & Nugroho, 2. Tidak terdapat pengaruh signifikan antara Digital Marketing dan Purchase Intention. hal ini dipengaruhi oleh rendahnya kepercayaan konsumen terhadap promosi Pengaruh Branding terhadap Purchase Intention Hasil uji hipotesis yang dilakukan dengan menggunakan IBM SPSS menunjukan bahwa variabel Branding berpengaruh positif dan signifikan terhadap Purchase Intention. Hal ini dapat dilihat melalui hasil regresi nilai t hitung . > dari t tabel . dengan nilai signifikan 0,001 < 0,05. Nilai tersebut menunjukan bahwa hipotesis 2 diterima. Strategi Branding berpengaruh positif dan signifikan terhadap Purchase Intention. Dimana Strategi Branding ini sangat penting sebelum mengambil keputusan Purchase Intention Jika Strategi Branding mengalami peningkatan, maka hal ini dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen (Wahyudi et al. , 2. Pengaruh Brand Awareness terhadap Purchase Intention Hasil uji hipotesis yang dilakukan menggunakan SBM SPSS menujukan bahwa variabel Brand Awareness berpengaruh positif dan signifikan terhadap Variabel Purchase Intention. Hal ini dapat dilihat melalui hasil regresi nilai t hitung . > dari t tabel . dengan nilai signifikan 0,001 < 0,05. Nilai tersebut menunjukan Hipotesis 5 diterima. Menurut (Fetais et al. , 2. Penggunaan berbagai platform media sosial memungkinkan konsumen untuk berdiskusi. JEBI Vol. No. 2, pp. berbagi ide, dan membahas merek tertentu dengan orang lain, sehingga dapat memperkuat keterlibatan konsumen. Interaksi langsung yang terjadi melalui media sosial turut memberikan dampak signifikan terhadap hubungan antara konsumen dan merek, yang pada akhirnya dapat memengaruhi niat beli Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Chen, 2. dan (Manganelli et al. , 2. Brand Awareness terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Purchase Intention konsumen KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dari penelitian yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan bahwa H1 diterima. Digital Marketing berpengatuh posistif dan signifikan terhadap Brand Awareness. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi nilai Digital Marketing akan meningkatkan Brand Awareness konsumen dari Brand Starcross. Branding berpengaruh positif dan signifikan terhadap Brand Awareness. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi nilai Branding maka akan meningkatkan Brand Awareness konsumen dari Starcross. H3 diterima. Digital Marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Purchase Intention. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi nilai Digital Marketing maka akan meningkatkan Purchase Intention pada konsumen brand Starcross. H4 diterima. Branding berpengaruh positif dan signifikan terhadap Purchase Intention. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi nilai Branding maka akan meningkatkan nilai Purchase Intention pada konsumen brand Starcross. H5 diterima. Brand Awareness berpengaruh positif dan signifikan terhadap Purchase Intention. hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi nilai Brand Awareness maka akan meningkatkan nilai Purchase Intention pada konsumen brand Starcross. DAFTAR PUSTAKA