Pengembangan Model Layanan Bimbingan Dan Konseling Berbasis Mobile (Androi. Tri LeksononC. Sri Sayekti. Sri Redjeki Bimbingan dan Konseling. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas IVET. Indonesia Info Article Abstrak ___________________ ____________________________________________________________ Keywords: Arus komunikasi dan informasi yang semakin cepat dan canggih memiliki dampak negatif, yang dapat mengancam kehidupan berkeluarga dan Dalam bidang pendidikan, kebutuhan akan suatu konsep, mekanisme belajar mengajar, dan layanan bimbingan dan konseling berbasis TI tidak dapat dielakkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model layanan Bimbingan dan Konseling berbasis ponsel (Androi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R&D), pendekatan yang dipilih karena mampu memenuhi tujuan penelitian, yaitu untuk memperoleh pengembangan layanan bimbingan dan konseling berbasis seluler di Kota Semarang. Pengumpulan data menggunakan instrumen skala harga diri. Berdasarkan temuan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan dan konseling selama ini memiliki beberapa keterbatasan dalam frekuensi, materi, kuantitas, serta kendala waktu dan tenaga antara konselor dan konseli. Produk penelitian ini berupa layanan bimbingan dan konseling berbantuan media seluler (Androi. Diharapkan melalui media aplikasi ini, dapat membantu dan memberikan solusi dalam penanganan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Android-based. and counseling ____________________ Abstract ____________________________________________________________ The current wave of globalization has negatively impacted family and state life due to the rapid and sophisticated flow of communication and information, often leading to insufficient parental, teacher, and child attention and communication. In the field of education, the need for IT- Joined Journal (Journal of Informatics Educatio. nC Alamat Korespondensi: based concepts and mechanisms for teaching, learning, and guidance and counseling services is unavoidable. This study aims to develop a Mobile (Androi. -based Guidance and Counseling service model. The research used the Research and Development (R&D) approach, chosen because it can achieve the goal of developing mobile-based guidance and counseling services in Semarang City. Data collection utilized a self-esteem scale Based on the findings, it is concluded that previous guidance and counseling services suffered from limitations in frequency, materials, quantity, time, and effort between the counselor and the counselee. The research product is a guidance and counseling service assisted by mobile media (Androi. It is expected that this application medium can help and provide a solution for handling guidance and counseling services in p-ISSN 2621-9484 E-mail: trileksono@gmail. e-ISSN 2620-8415 Joined Journal (Journal of Informatics Educatio. PENDAHULUAN Gelombang globalisasi saat ini menyebabkan perhatian dan komunikasi antara orang tua, guru, dan anak seringkali kurang terjaga karena banyak orang tua hanya mengejar kebutuhan hidup tanpa memikirkan keberhasilan dalam membina anak. Arus komunikasi dan informasi yang semakin cepat dan canggih tidak hanya menguntungkan, tetapi juga berdampak negatif yang mengancam kehidupan berkeluarga dan bernegara. Kualitas suatu pendidikan sangat bergantung pada banyaknya media yang dapat digunakan sebagai sarana komunikasi dan penyampaian informasi, baik elektronik seperti telepon seluler, internet, televisi, maupun radio. Telepon seluler saat ini menjadi media yang paling diminati oleh masyarakat karena kelebihan yang dimilikinya, dengan sistem operasi Android sebagai yang paling populer. Teknologi telah menyumbangkan banyak kemudahan sekaligus cara-cara baru dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Dalam bidang pendidikan, kebutuhan akan suatu konsep, mekanisme belajar mengajar, dan layanan bimbingan dan konseling berbasis Teknologi Informasi (TI) tidak dapat dielakkan. Bimbingan dan konseling daring menjadi alternatif yang efektif apabila permasalahan yang dihadapi membutuhkan penyelesaian segera sementara terkendala jarak untuk melakukan tatap muka (Ifdil, 2. Penelitian menunjukkan bahwa pengguna media sosial dengan harga diri rendah cenderung khawatir dan menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial untuk memantau konten serta menghapus postingan yang mendapat tanggapan negatif (Sundar, 2. Selain itu, pertumbuhan dalam penggunaan teknologi akan menciptakan peluang bagi konselor untuk menyediakan bimbingan dan konseling daring sebagai alternatif dari bantuan tradisional (Bastemur dan Bastemur, 2. Layanan bimbingan dan konseling konvensional selama ini memiliki beberapa keterbatasan dalam frekuensi, materi, kuantitas, waktu, dan tenaga antara konselor dan Oleh karena itu, diperlukan pengembangan model layanan yang mampu mendukung kebutuhan konseli di mana jarak dan waktu bukan lagi menjadi hambatan dalam berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model layanan Bimbingan dan Konseling berbasis ponsel (Androi. , sebagai solusi yang dirancang untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh siswa. Joined Journal (Journal of Informatics Educatio. METODE Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R&D). Pendekatan ini dipilih karena mampu memenuhi tujuan penelitian, yaitu untuk memperoleh pengembangan layanan bimbingan dan konseling berbasis seluler . di Semarang. R&D didefinisikan sebagai model pengembangan berbasis industri di mana temuan penelitian digunakan untuk merancang produk dan prosedur baru yang kemudian diuji secara sistematis di lapangan, dievaluasi, dan disempurnakan hingga memenuhi kriteria efektivitas, kualitas, atau standar serupa yang ditentukan (Borg dan Gall, 1. Secara konseptual, pendekatan penelitian dan pengembangan mencakup 10 langkah umum, yang melibatkan: Penelitian dan Pengumpulan Informasi (Studi literatur, observasi lapangan, perumusan kerangka kerja, dan pengumpulan informasi untuk menyusun produk sebagai solusi masala. Perencanaan (Merumuskan keterampilan dan keahlian, menentukan tujuan, dan melakukan studi kelayakan terbata. Mengembangkan Bentuk Awal Produk (Menyiapkan komponen pendukung, pedoman dan manual, dan mengevaluasi kelayakan alat pendukung, menghasilkan desain produk baru yang masih bersifat hipoteti. Uji Lapangan Pendahuluan (Pelaksanaan uji lapangan awal dalam skala terbatas, termasuk validasi desain yang melibatkan pakar atau ahli untuk menilai produk Revisi Produk (Perbaikan desain produk setelah divalidasi dan diidentifikasi kelemahannya melalui diskusi dengan para ahli dan praktis. Uji Coba Lapangan Utama (Dilakukan untuk mendapatkan informasi apakah produk baru lebih efektif dan efisien daripada produk lama, umumnya menggunakan desain penelitian eksperimenta. Revisi Produk Operasional (Penyempurnaan atau peningkatan terhadap hasil uji coba yang lebih lua. Uji Lapangan Operasional (Menentukan apakah produk yang dikembangkan benar-benar siap digunakan di lapangan tanpa didampingi oleh peneliti/pengembang produ. Revisi Produk Akhir (Penyempurnaan akhir dikembangkan untuk menghasilkan produk akhi. Diseminasi dan Implementasi (Menyebarluaskan produk yang dikembangkan kepada publik atau masyarakat luas, terutama di ranah pendidika. Joined Journal (Journal of Informatics Educatio. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil sampel dari siswa SMP se-Kota Semarang, dengan penentuan sampel konselor yang paling sering memberikan layanan BK. Instrumen yang digunakan untuk mengukur minat siswa disusun oleh Rosenberg pada tahun 1965, berupa item pernyataan menggunakan skala Likert empat kriteria, dan instrumen tersebut lolos uji validitas dengan koefisien alpha. Untuk mengukur efektivitas model layanan bimbingan dan konseling individual, desain yang digunakan peneliti adalah desain kelompok kontrol pretes-postes. Dalam desain ini, kelompok eksperimen diberikan media layanan dan kelompok kontrol tidak diberikan media layanan, tetapi keduanya diberikan pretes dan postes. Namun, produk penelitian ini hanya sampai pada tahap revisi produk operasional melalui efektivitas yang terbatas, dan tidak sampai pada tahap diseminasi dan HASIL DAN PEMBAHASAN Dari data awal, peneliti menemukan bahwa siswa SMP di Semarang membutuhkan model layanan bimbingan dan konseling berbasis seluler . Kebutuhan ini ditunjukkan dari hasil observasi dan wawancara dengan konselor sekolah di SMP di Semarang, yang sepakat bahwa pengembangan model layanan BK berbasis media seluler . Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah produk berupa layanan bimbingan dan konseling berbantuan media seluler . Produk ini dikembangkan melalui langkah-langkah R&D dan mencapai tahap revisi produk operasional . evisi produ. melalui efektivitas yang terbatas. Pada dasarnya, layanan bimbingan dan konseling selama ini memiliki beberapa keterbatasan frekuensi, materi, kuantitas, serta keterbatasan waktu dan tenaga antara konselor dan konseli. Keterbatasan ini menjadikan layanan bimbingan dan konseling daring sebagai alternatif penanggulangan permasalahan, terutama jika masalah yang dihadapi menghendaki penyelesaian segera atau terkendala jarak (Ifdil, 2. Pengembangan layanan bimbingan dan konseling berbasis seluler (Androi. dirancang untuk mendukung kebutuhan konseli dan mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh siswa. Dengan media ini, jarak dan waktu bukan lagi menjadi hambatan dalam berkomunikasi dan bimbingan konseling secara cyber. Pemanfaatan teknologi juga membawa tantangan, seperti keseriusan konseli yang kurang pasti, terbatasnya informasi yang diterima konselor, terabaikannya faktor emosional, dan kemungkinan munculnya jarak fisik maupun psikologis antara konseli dan konselor. Oleh karena itu, penerapan layanan bimbingan dan konseling berbasis elektronik memerlukan perencanaan dan manajemen yang baik, serta memerlukan persiapan infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, pendanaan, materi, sistem manajemen, dan penerimaan pengguna. Joined Journal (Journal of Informatics Educatio. SIMPULAN Berdasarkan temuan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan dan konseling yang selama ini ada memiliki keterbatasan frekuensi antara konselor dan konseli karena adanya keterbatasan waktu. Diharapkan melalui media aplikasi yang dikembangkan ini, dapat membantu dan memberikan solusi dalam penanganan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Penelitian ini memberikan saran kepada guru bimbingan dan konseling agar mendapatkan tambahan pengetahuan untuk menerapkan layanan bimbingan dan konseling yang menggunakan media aplikasi dalam menghadapi siswa sehari-hari. Selain itu, disarankan agar hasil penelitian ini dijadikan bahan pertimbangan dan referensi bagi penelitian selanjutnya untuk perbaikan berbagai keterbatasan, pengembangan ke sekolah lain, dan melakukan tindak lanjut untuk memantau dampak penggunaan layanan aplikasi media dalam bimbingan dan konseling. DAFTAR PUSTAKA