http://ejournal. Analisis Sistem Prosedur Penggunaan Peralatan Keselamatan Kerja Untuk Menghindari KecelakaanKerja Di Atas Kapal MT. Surya Eka Budi Tjahjono. Fahmi Umasangadji. Oktavia Fatmawati Jurusan Nautika Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta Jalan Marunda Makmur No. 1 Cilincing. Jakarta Utara. Jakarta 14150 Abstrak Dalam pengoperasian kapal ditemukan banyak pekerjaan berat yang beresiko terhadap keselamatan awak Dalam skripsi ini penulis mengamati aspek keselamatan kerja awak kapal di atas kapal MT. Surya Chandra. Selama penulis melaksanakan praktek laut di atas kapal MT. Surya Chandra, penulis seringkali menemukan pelanggaran pelanggaran yang dilakukan oleh beberapa awak kapal yang tidak mematuhi perturan tentang prosedur diatas kapal. Beberapa kali pun sering terjadi kecelakaan kecelakaan yang diakibatkan kelalaian dan ketidaktaatan awak kapal dalam menjalankan prosedur keselamatan kerja Dengan dasar seperti itu penulis akan memaparkan pengalaman dan ilmu yang diperoleh selama di kapal pada saat praktek laut dan dalam skripsi ini secara penulis melaksanakan penelitian dengan sifat penelitian yaitu secara metodologi penelitian kualitatif , yakni penulis lebih menggunakan teknik analisis, mengkaji masalah secara khusus dengan cara menuliskan kendala-kendala dalam penerapan penggunaan alat keselamatan kerja guna menghindari kecelakaan di atas kapal pada saat melaksanakan praktek laut di atas kapal MT. SURYA CHANDRAPeraturan-peraturan ini secara global bertujuan untuk mencegah dan atau mengurangi kecelakaan dan akibatnya serta menjamin keselamatan kerja bagi kru di atas kapal. Manfaat dari penelitian ini untuk mendapatkan model yang paling tepat dalam menerapkan sistem prosedur keselamatan kerja diatas MT. Surya Chandra. Kata kunci : safety, docking, bongkar, muat Permalink/DOI : https://doi. org/10. 36101/pcsa. PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Definisi alat-alat terhadap keselamatan kerja adalah suatu Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), prosedur adalah tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas. kegiatan untuk mencegah semua bentuk kecelakaan STCW 1978 Amandemen 1995, yaitu Alat mengenai standar pelatihan bagi para keselamatan kerja adalah segala sesuatu yang berguna dan digunakan sebagai Internasioanl pelindung untuk menyelamatkan hidup Code. Safety Management melindungi diri. Sebab-sebab tersebut keselamatan pengoperasin kapal dan bersumber pada alat Aealat mekanik dan pencegahan pencemaran. lingkungan serta kepada manusianya sendiri(SumaAomur. Untuk mengenai petunjuk-petunjuk tentang prosedur keselamatan kerja pada penyebab ini harus dihilangkan. Dari suatu peralatan, pengoperasian kapal statistik diketahui bahwa 80% dari semua dan lain-lain. Internasional Code of practice, yaitu kecelakaan dikapal disebabakan oleh kesalahan manusia sehingga ada suatu Peraturan-peraturan pendapat bahwa secara langsung atau tidak langsung semua adalah karena faktor mengurangi kecelakaan dan akibatnya serta manusia (Michel Blanc, 2. Pada menjamin keselamatan kerja bagi kru di kenyataannya menunjukkan bahwa 75-79 atas kapal. % dari kesalahan manusia tadi disebabkan Penulis mengamati bahwa sering terjadinya oleh sistem manajemen yang buruk(Nina insiden atau kecelakaan pada awak kapal Nurhasanah, 2. Oleh karena itu sewaktu bekerja baik di deck maupun pengaruh pemerintah serta organisasi- dikamar mesin, seperti tertimpa benda jatuh, terjepit oleh benda, terjatuh, terkena memberikan tekanan terhadap perusahaan arus listrik dan sebagainya yang disebabkan pelayaran untuk lebih memperhatikan segi keselamatan dari pada awak kapal nya. megutamakan keselamatan. Banyak awak Peraturan peraturan yang terkait dengan keselamatan kerja di kapal antaralain: Undang-undang No 1 tahun 1970, keselamatan kerja dikarenakan mereka IMO,ILO tentang keselamatankerja. SOLAS persyaratan keselamatan kapal. menggunakan alat-alat keselamatan kerja. Para awak kapal juga merasa mereka selama ini tidak pernah di berikan sanksi oleh Nakhoda maupun perwira kapal jika keselamatan kerja. Kurang nya familirisasi awak kapal tidak menggunakan alat-alat dari pihak kantor dalam penerimaan awak keselamatan kerja. Hal ini dikarenakan kapal tentang prosedur yang harus dijalani nahkoda hampir tidak pernah mengadakan di atas kapal, dan kurang nya pelatihan atau safety meeting yang harus diadakan setiap pemahaman yang harusnya dilakukan di satu bulan sekali yang membahas tentang memberikan sanksi kepada mereka awak pekerjaan di atas kapal. Minim nya kapal yang melanggar peraturan tentang pengetahuan awak kapal tentang sistem prosedur keselamatan kerja diatas kapal MT. Surya Chandra adalah salah satu menyebabkan kerugian bagi semua pihak peyebab terjadinya kecelakaan yang terjadi mulai dari kru itu sendirisampai pada di atas kapal. Dengan mengungkapkan tingkat perusahaan. Kerugian itu berupa faktor faktor yang menjadi penyebab penderitaan dan kerugian yang bersifat terjadinya kecelakaan pada awak kapal ekonomis, dalam bentuk luka/memar pada sewaktu bekerja, dan akibat-akibat yang anggota tubuh, cacat, terhentinya pekerjaan timbul karena kecelakaan tersebut, serta untuk beberapa saat, kerusakan pada alat upaya-upaya yang harus dilakukan untuk kerja dan sebagainya. meningkatkan keselamatan kerja bagi awak Dalam pengoperasian kapal ditemukan banyak pekerjaan berat yang beresiko Masalah terjadi karena adanya kendala terhadap keselamatan awak kapal. Dalam kedisiplinan awak kapal dalam hal prosedur skripsi ini penulis mengamati aspek dan pemakaian alat-alat keselamatan kerja, keselamatan kerja awak kapal di atas kapal karena kurangnya pemahaman tentang MT. Surya Chandra. Selama penulis peraturan keselamatan kerja, baik itu yang melaksanakan praktek laut di atas kapal dibuat oleh perusahaan maupun peraturan MT. Surya Chandra, penulis seringkali yang telah dibuat oleh pimpinan di atas menemukan pelanggaran pelanggaran yang Masalah lain yang juga mendorong dilakukan oleh beberapa awak kapal yang terjadinya kecelakan kerja adalah tidak tidak mematuhi perturan tentang prosedur adanya motivasi untuk bekerja secara diatas kapal. Beberapa kali pun sering serius, hal-hal seperti ini sering terjadi dan Kecelakaan-kecelakaan diakibatkan kelalaian dan ketidaktaatan menghambat jalannya pengoperasian kapal awak kapal dalam menjalankan prosedur sebagaimana yang diinginkan. Untuk mengubah sesuatu hal yang telah menjadi maka dalam penulisan skripsi ini penulis suatu kebiasaan lama ke suatu kebiasaan tertarik untuk mengambil judul, yaitu: yang baru memerlukan komunikasi dan AuANALISIS SISTEM PROSEDUR koordinasi, juga pelatihan yang harus PENGGUNAAN PERALATAN dilakukan secara terus - menerus. Meskipun KESELAMATAN KERJA UNTUK telah diterapkan manajemen keselamatan MENGHINDARI KECELAKAAN (SMS: Safety Management Syste. , awak kapal sudah KERJA DI ATAS KAPAL MT. SURYA CHANDRAAy terbiasa dengan pola kerja yang lama dan kurang mengindahkan / peduli terhadap faktor keselamatan pada dirinya sendiri seperti yang pernah penulis jumpai di atas TUJUAN DAN MANFAAT Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penulisan skripsi ini adalah : Untuk kapal untuk mencegah hal tersebut diatas jauh penerapan sistem prosedur dengan mengadakan latihan. Latihan untuk keselamatan kerja diatas kapal bekerja secara selamat tidak berbeda dari dilaksanakan oleh seluruh awak latihan untuk mencapai efisiensi kerja yang Pentingnya segi keselamatan harus . Untuk memastikan siapa yang ditekankan oleh pelatih bagi anak buah paling bertanggung jawab dan Latihan keselamatan ini diadakan hirarki tanggung jawab terhadap keterampilan terhadap pekerjaannya dan keselamatan kerja lingkungan dimana tingkat pertama dari 2. Manfaat penelitian latihan keterampilan adalah petunjuk- Secara teoritis petunjuk tentang ketentuan keselamatan Untuk mendapatkan model yang Anak buah baru dididik dan dilatih paling tepat dalam menerapkan tentang ketentuan-ketentuan yang berlaku sistem prosedur keselamatan di perusahaan. Ketentuan keselamatan kerja diatas MT. Surya Chandra Secara praktis penggunaan alat dan kewaspadaan dalam Untuk memberikan pedoman bekerja khusus awak kapal yang belum bagi perusahaan PT. Suryandra mempunyai pengalaman bekerja di kapal. Nusa dalam mengoptimalkan Sehubungan dengan hal tersebut diatas sistem prosedur keselamatan kerja di atas kapal MT. Surya metode dalam meneliti status sekelompok Chandra ,suatu ,suatu kondisi,suatu set pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang dengan METODE PENDEKATAN Dikarenakan obyek penelitian yang dibahas tujuan membat deskripsi, gambaran atau di dalam skripsi ini hanya satu, maka tidak lukisan secara sistematis, factual dan akurat digunakan metode populasi dan sampel, adapun metode penelitian yang dipilih hubungan antar fenomena yang diselidiki. adalah studi kasus. Pengertian dari studi fakta-fakta, sifat-sifat TEKNIK PENGUMPULAN DATA kasus adalah suatu metode penelitian yang Teknik yang digunakan dalam pengumpulan bertujuan untuk mengamati aspek tertentu data untuk penyusunan skripsi ini adalah atau secara spesifik untuk memperoleh data dengan mencari dan mengumpulkan data yang ada dan yang berhubungan dengan masalah yang sesuai dengan tujuan diangkat pada skripsi ini. Selain itu Metode studi kasus tidak hanya dapat pengumpulan data juga dilakukan dengan digunakan untuk satu kasus tetapi dapat penelitian langsung di lapangan. Adapun dilibatkan pula banyak kasus. Studi kasus merupakan deskripstif melalui individu, pengumpulan data adalah sebagai berikut : Metode Observasi diwawancarai maupun observasi. Menurut Riduwan ( 2003 : 56 ) dalam Studi kasus ini juga melibatkan penelitian Dasar-dasar terhadap arsip dan kepustakaan yang Alfabeta. Observasi adalah salah satu melibatkan sumber data yang banyak dari teknik pengumpulan data dengan Berdasarkan metode penelitian yang dipilih, maka yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah penerapan permasalahan yang akan diteliti sehingga Statistika. Bandung: keselamatan kerja di atas kapal MT. Teknik observasi digunakan SURYA CHANDRA. Teknik yang penulis dengan maksud untuk mendapatkan atau gunakan dalam penyusunan skripsi ini mengumpulkan data secara langsung selama melaksanakan praktek laut di atas deskriptif kualitatif. Menurut Buku Metode MT. SURYA Penelitian (Moh. Nazir. Ph. D,2014 : . mengenai kurangnya keterampilan dan Metode deskriptif kualitatif adalah suatu CHANDRA penggunaan peralatan keselamatan kerja Studi Kepustakaan merupakan salah satu untuk menghindari kecelakaan kerja di teknik pengumpulan data dengan cara atas kapal MT. SURYA CHANDRA. mencari dan membaca informasi dari tujuan dari observasi ini adalah untuk situs internet dan buku Ae buku yang mendapatkan data primer, yaitu suatu dijadikan bahan referensi yang ada data yang diperoleh dan dikumpulkan kaitannya dengan masalah yang dibahas. secara langsung di lapangan atau di atas Dimana dengan mencari dan membaca informasi dari situs internet dan buku Ae Teknik . memudahkan penulis untuk membahas Menurut Riduwan . dalam dan memberikan pengetahuan yang Dasar-dasar berhubungan dengan permasalahan yang Statistika. Bandung: dibahas dalam skripsi ini. Alfabeta, wawancara merupakan suatu cara pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung Penulis melakukan penelitian-penelitian dan dari sumbernya. Wawancara juga adalah mengumpulkan data yang berhubungan dengan proses tanya jawab secara lisan yang masalah penerapan alat keselamatan kerja di atas dilakukan seseorang, saling berhadapan Dalam hal ini penulis memfokuskan pada dan saling menerima serta memberi faktor pengetahuan dan kedisiplinan awak kapal tentang prosedur penerapan alat keselamatan dilakukan dengan para awak kapal MT. kerja agar tidak terjadi kecelakaan kerja di atas SURYA CHANDRA yaitu Master Capt. Andi Mappatunru . Chief Officer Didi mendapatkan beberapa temuan penelitian, yaitu : Rusadi ,2nd Officer M. Fachrurozy Noer Kurangnya upaya penanggung jawab atas keselamatan kerja di atas kapal untuk menggunakan cara terpimpin, yaitu mengoptimalisasi penerapan prosedur alat pewawancara membuat kerangka dan keselamatan kerja di atas kapal garis besar pokok-pokok pertanyaan. Ketidaksiapan Pertanyaan yang dilontarkan adalah mengakibatkan kapal tidak di ijinkan memasuki seputar prosedur prosedur penggunaan Oleh karena itu pelaksanaan tank cleaning haruslah dilakukan dengan baik dan benar untuk menghindari kecelakaan kerja di atas dapat memperlancar kapal untuk memasuki kapal MT. SURYA CHANDRA Dalam melaksanakan pembersihan tangki Pelaksanaan Bosun Abdul Studi Kepustakaan Latif Dari ruang muat untuk persiapan kapal dalam memasuki dock diperlukan sebuah manajemen pengawasan dari perwira kurang maka para agar pelaksanaan pembersihan tangki berjalan pekerja tersebut bisa melakukan pekerjaanya tanpa harus memastikan keselamatan mereka. pembersihan tangki yang kurang sesuai dengan Seperti yang dilakukan oleh salah satu pekerja ketentuan dapat menyebabkan keadaan tangki saat akan menuruni tangga didalam tanki kurang bersih sehingga mengakibatkan kapal terpleset pada saat kerja tidak memakai sepatu tidak diijinkan memasuki dock. Tanggal 28 dengan benar dan tidak menggunakan safety Januari 2020 di area berlabuh Tg. Priok MT. helmet akibatnya juru mudi tersebut jatuh di Surya Chandra melakukan tank cleaning untuk tanki dan mengalami benturan dikepala dan kaki. persiapan memasuki area dock untuk proses Setelah diketahui penyebab dari permasalahan docking di Dok Pantai Lamongan. Sungai yang terjadi dengan berlandaskan pada deskripsi Paknnig. Sesuai dengan permintaan dari si data dari semua permasalahan yang ada, maka pencharter, maka ada 13 tanki yang direncanakan pada pembahasan terhadap permasalahan yang akan dibersihkan yaitu tanki 1P , 1S , 1C , 2P , 2S telah digambarkan pada kronologis kejadian , 2C , 3C , 4P , 4S , 4C ,5P ,5S , 5C. Dikarenakan perintah dari pemilik kapal . hip owne. maka masalah tersebut dengan melakukan peninjauan, yang melakukan proses tank cleaning adalah dan melakukan perbandingan dengan teori yang pekerja khusus untuk tank cleaning dari darat Ini adalah salah satu contoh kurangnya berjumlah 25 orang. Dan ditargetkan selesai kesadaran diri akan pentingnya penerapan dalam waktu sebulan sampai tanggal 22 Februari keselamatan kerja guna mencegah terjadinya Pihak kantor memerintahkan seluruh awak kecelakaan kerja di atas kapal MT. Surya kapal melakukan pekerjaan harian dan jaga Chandra. Beberapa Gambar dari salah satu awak seperti biasa dan mengawasi pekerja tank kapal yang seringkali melepas atau tidak Karena pekerja sering kali tidak menggunakan sarung tangan pada saat sedang bekerja, menggunakan safety shoes tidak sesuai peraturan yang sudah di tetapkan di atas kapal untuk menemukan pemecahan dari pada saat melaksanakan tank cleaning mengenai prosedur jam kerja dan prosedur penerapan alat keselamatan kerja di atas kapal. Ketidak disiplinan pekerja tank cleaning juga dapat ditimbulkan dari kurangnya pengawasan oleh perwira kapal terhadap pekerja yang sedang melakukan kegiatan tank cleaning, terkadang pekerja tersebut sudah memiliki ilmu yang cukup mengenai tank cleaning akan tetapi karena b. Awak Personal Protektive Equipment (PPE) akibat dari Awak kapal kurang pelatihan Ae pengenalan mengenai alat alat Ae alat keselamatan serta bahaya kecelakaan kerja di atas kapal. Upaya penanggung jawab atas keselamatan kerja di atas kapal belum di jalankan Kepedulian perwira kepada Awak kapal masih kurang untuk sosialisasi / pengawasan ketat dalam menerapkan Standar Operasional Prosedure (SOP) setiap pekerjaan agar mengurangi resiko terjadi nya kecelakaan kerja di atas kapal Kurangnya perwira kepada Awak kapal terhadap penggunaan alat Ae alat keselamatan untuk meminimalisir resiko terjadinya kecelakaan pada saat bekerja di atas KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya. DAFTAR PUSTAKA