Jurnal Kesehatan Amanah Volume. Nomor. Oktober 2025 e-ISSN : 2962-6366. p-ISSN : 2580-4189. Hal. DOI: https://doi. org/10. 57214/jka. Tersedia: https://ejournal. id/index. php/jka Faktor yang Memengaruhi Tindakan Ibu Hamil dalam Mengatasi Kurang Energi Kronik di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Pining Kecamatan Pining Debby Lestari1*. Ismail Efendy2. Nur Aini3 Institut Kesehatan Helvetia. Medan. Indonesia *Penulis Korespondensi: aidebby018@gmail. Abstract. Chronic Energy Deficiency (CED) is a condition in which a personAos nutritional status is poor due to a prolonged or chronic lack of consumption of energy-rich foods containing macronutrients. The purpose of this study was to determine the factors that influence the prevention of chronic energy deficiency (CED) in pregnant women in the Pining Health Center Work Area. Pining District. Gayo Lues Regency. The type of research is quantitative with a cross-sectional design. The population in this study was 72 respondents with the sample being the total sampling. Data analysis used univariate, biavariate analysis using chi-square and multivariate test statistik with logistic regression test statistics at a confidence level of 95% (=0. Based on the research results of the study, it shows that there is an influence of income on overcoming CED . = 0,. , knowledge about overcoming CED . = 0,. , attitudes about overcoming CED . = 0,. , and family support on overcoming CED . = 0,. in the working area of the Pining Care Health Center. Pining District. Gayo Lues Regency. The conclusion of this research is that income, knowledge, attitude, and family support have an effect on the prevetion of chronic energy deficiency (CED). It is recommended that pregnant womenAos knowledge be continuously improved, both by seeking health information every time the importance of consuming a diverse diet to meet the mothers nutrition needs so that nutritional needs can be met. Keywords: Chronic Energy Deficiency. Pregnant Women. Income. Knowledge. Family Support Abstrak. Kekurangan Energi Kronis (KEK) adalah suatu keadaan dimana status gizi seseorang buruk disebabkan karena kurangnya konsumsi pangan sumber energi yang mengandung zat gizi makro yang berlangsung lama atau menahun. Penelitian ini untuk mengetahui faktor yang memengaruhi tindakan ibu hamil dalam mengatasi kurang energi kronik di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Pining Kecamatan Pining Kabupeten Gayo Lues. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 72 responden dengan sampel adalah total sampling. Analisis data yang digunakan dengan uji chi-square dan uji regresi logistik pada taraf kepercayaan 95% (=0,. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pendapatan tentang mengatasi KEK . =0,. , pengetahuan tentang mengatasi KEK . =0,. , sikap tentang mengatasi KEK . =0,. , dan dukungan keluarga tentang mengatasi KEK . =0,. di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Pining Kecamatan Pining Kabupeten Gayo Lues. Kesimpulan penelitian ini ada pengaruh pendapatan, pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga terhadap tindakan ibu hamil dalam mengatasi KEK. Disarankan peningkatan pengetahuan ibu hamil secara berkesinambungan baik dengan cara mencari informasi kesehatan setiap kali berkunjung ke tenaga kesehatan dan perlu adanya edukasi pada ibu hamil berisiko KEK terkait pengetahuan pentingnya konsumsi pangan yang beragam untuk pemenuhan kebutuhan gizi ibu sehingga kebutuhan gizi dapat terpenuhi. Kata Kunci: Kekurangan Energi Kronis. Ibu Hamil. Pendapatan. Pengetahuan. Dukungan Keluarga PENDAHULUAN Kurang Energi Kronis (KEK) pada wanita usia subur sedang menjadi fokus pemerintah dan tenaga kesehatan sekarang ini. Hal ini dikarenakan seorang wanita usia subur yang KEK memiliki resiko tinggi untuk melahirkan anak yang akan menderita KEK dikemudian hari. Selain itu, kekurangan gizi menimbulkan masalah kesehatan . orbiditas, mortalitas dan disabilita. , juga menurunkan kualitas Sumber Daya Manusia suatu bangsa. Kekurangan gizi menjadi ancaman bagi ketahanan dan kelangsungan hidup (Mboi, 2. Naskah Masuk: 29 Agustus, 2025. Revisi: 12 September, 2025. Diterima: 26 September, 2025. Terbit: 02 Oktober, 2025 Faktor yang Memengaruhi Tindakan Ibu Hamil dalam Mengatasi Kurang Energi Kronik di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Pining Kecamatan Pining Menurut data yang di terbitkan World Health organization (WHO) pada tahun 2020, melaporkan bahwa prevalensi KEK pada kehamilan global 35-37%. WHO juga mencatat 40% kematian ibu di negara berkembang berkaitan dengan KEK dengan prevalensi terbanyak dari kasus tersebut. KEK menyebabkan status gizi ibu hamil berkurang. Selain itu, gizi buruk pada ibu hamil harus dihindari karena ibu hamil yang menderita gizi buruk seperti KEK memiliki risiko penyakit yang lebih besar. Ibu hamil merupakan kelompok sasaran yang memerlukan perhatian khusus (WHO, 2. Upaya pemerintah dalam pencegahan KEK adanya penyuluhan kesehatan yang dilakukan pada ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan ibu hamil (Devi, 2. Prevalensi KEK pada wanita hamil di Indonesia mengalami penurunan pada tahun 2023 yang didapatkan dari Survei Kesehatan Indonesia bahwa prevalensi KEK pada wanita hamil di Indonesia mencapai 16,9%. Akan tetapi angka tersebut masih belum mencapai target yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam Rencana Stratrgis Kemenkes 2024, yaitu menurunkan prevalensi KEK pada wanita hamil hingga mencapai 10% pada tahun 2024 (Kemkes, 2. Kehamilan yang sehat membutuhkan persiapan fisik dan mental, maka harus ada perencanaan kehamilan yang dilakukan sebelum masa kehamilan. Proses kehamilan yang direncanakan dengan baik akan berdampak baik pada kondisi janin dan adaptasi fisik, serta psikologis ibu pada kehamilan yang lebih baik. Status gizi yang baik dapat mencegah masalah gizi pada saat kehamilan seperti KEK. Status gizi ibu hamil merupakan salah satu indikator dalam mengukur status gizi masyarakat. Sehingga kekurangan zat gizi tertentu yang diperlukan saat hamil tidak hanya berakibat pada bayi yang dilahirkannya, tetapi juga faktor resiko kematian ibu (Bronstein, 2. Pemenuhan kebutuhan gizi pada wanita usia subur ataupun ibu hamil berkaitan erat dengan tinggi rendahnya pengetahuan dan sikap tentang gizi. Sikap ditentukan dari pengetahuan, pikiran, keyakinan dan emosi. Hal tersebut ada kaitannya dengan perubahan pengetahuan dan sikap. Semakin tinggi pengetahuan seseorang maka sikapnya pun menjadi lebih baik. Begitu juga dengan seorang wanita dalam hal sikap terhadap kurangnya pemenuhan asupan nutrisi selama kehamilan. Sikap dan perilaku tersebut dipengaruhi oleh Menurut Simbolon . , pendampingan gizi dapat mempengaruhi umur, pendapatan, pengetahuan, dan sikap ibu dalam memenuhi kebutuhan gizi saat hamil. Selain itu, pada tingkatan selanjunya, yaitu sikap merupakan kecenderungan seseorang untuk bertindak, berupa respons tertutup terhadap stimulus maupun objek tertentu. Sikap bukanlah Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 e-ISSN : 2962-6366. p-ISSN : 2580-4189. Hal. suatu tindakan ataupun aktivitas, akan tetapi merupakan sebuah kecenderungan untuk melakukan tindakan atau perilaku (Nursalam, 2. Ibu hamil yang mengalami KEK akan lima kali berisiko untuk melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Bayi dikatakan BBLR apabila berat saat lahir kurang dari 2. 500 gram. Kejadian KEK memengaruhi status gizi ibu hamil sewaktu konsepsi, ekonomi ibu selama hamil, kesehatan dan gizi ibu, jarak kehamilan, paritas, usia kehamilan pertama, pengetahuan tentang makanan yang bergizi baik, perilaku yang masih dipengaruhi oleh adat atau pantangan pada makanan tertentu (Kemkes, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Kalsum. Harahap, dan Syahda tahun 2024 menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian kekurangan energi kronis pada ibu hamil . value= 0,. di Puskesmas Air Tiris (Kalsum, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Mariyatun. Herdiana, dan Rini tahun 2023 menunjukkan pola nutrisi nilai, sikap, dan dukungan keluarga ada hubungan yang bermakna terhadap kejadian KEK pada ibu hamil (Mariyatun, 2. Berdasarkan masalah di Puskesmas Perawatan Pining aspek status gizi, ibu hamil yang mengalami KEK juga merupakan faktor risiko untuk terjadinya anemia. Ibu hamil dengan KEK berpeluang menderita anemia gizi 2,76 kali lebih besar dibandingkan dengan ibu hamil yang memiliki status normal. Selain itu, aspek budaya juga merupakan faktor resiko terjadinya anemia ibu hamil, perilaku berpantangan makanan tertentu yang meliputi golongan hewan selama hamil diduga mempunyai kontribusi yang cukup besar terhadap kejadian anemia ibu hamil. Penelitian yang dilakukan oleh Maimunah tahun 2021 ada hubungan umur . =0,. , paritas . =0,. , pendapatan . =0,. , budaya makan . =0,. dan pengetahuan . =0,. (Maimunah, 2. Data dari Dinas Kesehatan Kabupatan Gayo Lues tahun 2024 ibu hamil yang mengalami KEK sebanyak 236 dari sejumlah ibu hamil 3. 274 orang. Data BBLR di Kabupaten Gayo Lues tahun 2024 dengan prevalensi 6,88%. Berdasarkan survei awal peneliti melakukan wawancara di Puskesmas Perawatan Pining tahun 2024 terhadap 10 orang ibu hamil menunjukkan ada 7 ibu hamil menyatakan tidak mengetahui tentang kekurangan energi kronis (KEK) terhadap kehamilan, selain itu ibu hamil tidak mengkonsumsi makanan yang beragam, dikarenakan nafsu makan yang kurang dan kurangnya sikap dan pendapatan yang masih kurang memadai. Sedangkan 3 ibu hamil mengetahui KEK pada kehamilan, sehingga ibu bisa mencegahnya dengan mengkonsumsi makanan beragam dan adanya perilaku menentukan pola makanan yang dibeli. Semakin Faktor yang Memengaruhi Tindakan Ibu Hamil dalam Mengatasi Kurang Energi Kronik di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Pining Kecamatan Pining tinggi adanya tindakan untuk pencegahan kurang energy kronis, maka ada kecenderungan yang dapat meningkatkan status gizi. Begitu sebaliknya jika sikap rendah, semakin rendah kecenderungan untuk mengkonsumsi makanan yang beragam. Begitu juga terkait dengan umur pada masa kehamilan sangat berpengaruh karena akan bahaya ibu hamil yang dibawah 25 tahun dan di atas 35 tahun, dan pada pendapatan sangat berpengaruh pada status gizi ibu hamil apakah selalu terpenuhi kebutuhan gizi yang dikonsumsi pada ibu hamil atau tidak. Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti ingin mengetahui AuFaktor Yang Memengaruhi Tindakan Ibu Hamil Dalam Mengatasi Kurang Energi Kronik di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Pining Kecamatan Pining Kabupeten Gayo LuesAy. KAJIAN TEORI Kurang Energi Kronis (KEK) adalah keadaan malnutrisi. Ibu KEK menderita kekurangan makanan yang berlangsung menahun . yang mengakibatkan timbulnya keadaan malnutrisi atau keadaan patologis akibat secara relatif atau absolut satu atau lebih zat gizi dan gangguan kesehatan pada ibu (Bappenas, 2. Kurang energi kronis yang berdampak buruk terhadap kesehatan ibu dan pertumbuhan perkembangan janin. Ibu hamil dikategorikan KEK jika Lingkar Lengan Atas (LiLA) < 23,5 Masalah gizi pada ibu hamil masih masalah antara lain Anemia Gizi Besi (AGB) dan Kurang Energy Kronik (KEK). Kekurangan Energi Kronis merupakan suatu keadaan dimana status gizi seseorang buruk disebabkan karena kurangnya konsumsi pangan sumber energi yang mengandung zat gizi makro yang berlangsung lama atau menahun (Bappenas, 2. KEK merupakan suatu keadaan dimana status gizi buruk disebabkan kurangnya konsumsi pangan sumber energi yang berlangsung lama atau menahun. Masalah KEK pada wanita usia subur (WUS) dan wanita hamil yang berumur 15-49 tahun, berdasarkan indikator LILA (Bappenas, 2. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik observasional pendekatan Desain penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sumber data dari variabel independen dan variabel dependen dengan menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Perawatan Pining. Populasi dalam penelitian ini adalah Puskesmas Perawatan Pining dengan mengambil populasi yaitu Total Sampling secara keseluruhan yang berjumlah 72 orang. Analisis data menggunakan program SPSS dengan uji Chi-Square dan analisis data multivariat dengan uji refresi logistik. Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 e-ISSN : 2962-6366. p-ISSN : 2580-4189. Hal. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Karakteristik di Puskesmas Perawatan Pining. No. Karakteristik Umur 20-25 Tahun 26-30 Tahun 31-35 Tahun Jumlah Pendidikan SMA/SMK D4/S1 Jumlah Frekuensi . Persentase (%) Berdasarkan Tabel 1. dari dari 72 responden, diketahui responden yang umur 20-25 Tahun sebanyak 54 responden . ,0%), 26-30 Tahun sebanyak 16 responden . ,2%), 31-25 Tahun sebanyak 2 responden . ,8%) dan karakteristik pendidikan SMA/SMK sebanyak 60 responden . ,3%). D3 sebanyak 1 responden . ,4%). D4/S1 sebanyak 11 responden . ,3%), dan S2 sebanyak 0 responden . ,0%). Analisis Bivariat Analisis Bivariat bertujuan untuk mengetahui hubungan anatra variabel pendapatan. Pengetahuan. Sikap, dan Dukungan Keluarga dengan tindakan ibu hamil dalam mengatasi KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Pining Kecamatan Pining Kabupeten Gayo Lues dengan menggunakan Chi-square. Tabel 2. Faktor yang Hubungan dengan Tindakan Ibu Hamil dalam Mengatasi KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Pining Kecamatan Pining Kabupeten Gayo Lues. No. Variabel Pendapatan UMR: Kelas Bawah > UMR: Kelas Atas Total Pengetahuan Kurang Baik Total Sikap Kurang Baik Total Dukungan Keluarga Kurang Baik Total Tindakan Ibu Hamil dalam Mengatasi KEK Kurang Baik Total Sig-p 0,012 0,004 0,021 0,038 Faktor yang Memengaruhi Tindakan Ibu Hamil dalam Mengatasi Kurang Energi Kronik di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Pining Kecamatan Pining Berdasarkan tabel 2. hasil uji analisis chi square hubungan antara pendapatan dengan tindakan ibu hamil dalam mengatasi KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Pining Kecamatan Pining Kabupeten Gayo Lues p-value 0,012. Hasil uji analisis chi square hubungan antara pengetahuan dengan tindakan ibu hamil dalam mengatasi KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Pining Kecamatan Pining Kabupeten Gayo Lues p-value 0,004. Hasil uji analisis chi square hubungan antara sikap dengan tindakan ibu hamil dalam mengatasi KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Pining Kecamatan Pining Kabupeten Gayo Lues p-value 0,021. Hasil uji analisis chi square hubungan antara dukungan keluarga dengan tindakan ibu hamil dalam mengatasi KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Pining Kecamatan Pining Kabupeten Gayo Lues p-value 0,038. Analisis Multivariat Tabel 3. Uji Regresi Logistik Step 1. Step 1a Variabel Pendapatan Pengetahuan Sikap Dukungan Keluarga 0,975 1,444 0,154 0,870 Sig-p 0,002 0,000 0,007 0,002 Exp () 2,650 4,238 1,167 2,386 Berdasarkan Tabel 3. di atas uji regresi logistik Step 1 yang dilakukan yaitu: Pendapatan memiliki nilai sig-p 0,002 < 0,05, (Exp ()= 2,. artinya pendapatan memiliki pengaruh secara signifikan terhadap tindakan ibu hamil dalam mengatasi KEK. Pengetahuan memiliki nilai sig-p 0,000 < 0,05, (Exp ()= 4,. artinya pengetahuan memiliki pengaruh secara signifikan terhadap tindakan ibu hamil dalam mengatasi KEK. Sikap memiliki nilai sig-p 0,007 < 0,05, (Exp ()= 1,. artinya sikap memiliki pengaruh secara signifikan terhadap tindakan ibu hamil dalam mengatasi KEK. Dukungan Keluarga memiliki nilai sig-p 0,002 < 0,05, (Exp ()= 2,. artinya dukungan keluarga memiliki pengaruh secara signifikan terhadap tindakan ibu hamil dalam mengatasi KEK. Pengaruh Pendapatan terhadap Tindakan Ibu Hamil dalam Mengatasi KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Pining Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa variabel pendapatan memiliki nilai sig-p 0,012 < 0,05 artinya pendapatan memiliki hubungan secara signifikan dengan tindakan ibu hamil dalam mengatasi KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Pining Kecamatan Pining Kabupeten Gayo Lues. Berdasarkan hasil penelitian uji statistik secara multivariat dengan uji regresi logistik ganda diperoleh hasil bahwa pendapatan memiliki pengaruh secara signifikan terhadap tindakan ibu hamil dalam mengatasi KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Pining Kecamatan Pining Kabupeten Gayo Lues dengan nilai p = 0,002<0,05, (Exp ()= 2,. Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 e-ISSN : 2962-6366. p-ISSN : 2580-4189. Hal. Pendapatan adalah faktor yang paling menentukan kualitas dan kuantitas hidangan. Semakin banyak mempunyai uang berarti semakin baik makanan yang diperoleh dengan kata lain semakin tinggi pengahasilan semakin besar pula persentase dari penghasilan tersebut untuk membeli buah, sayuran dan beberapa jenis makan lainnya (Supariasa, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Puspasari. Aisyah. Rahmawati dan Minata tahun 2024 yang berjudul AuUsia, pengetahuan, dan pendapatan berkorelasi dengan kejadian kurang energi kronik (KEK) pada ibu hamilAy hasil uji statistik didapatkan p-value usia = 0,019, p-value pengetahuan = 0,004 dan p-value pendapatan = 0,007 (Puspasari, 2. Menurut asumsi peneliti bahwa pendapatan merupakan hal yang substansial dalam memenuhi kebutuhan atau konsumsi. Ibu hamil dengan kondisi pendapatan keluarga tinggi akan lebih mudah dalam memenuhi kebutuhan kehamilannya atau nutrisi yang diperlukan ibu dan janin. Sementara ibu hamil dengan pendapatan keluarga kurang atau rendah makan terbatas kesempatan dalam memilih makanan yang memiliki nilai gizi tinggi atau diperlukan selama kehamilan. Asupan energi selama masa kehamilan menjadi penentu kesehatan ibu hamil dan juga janin di dalam kandungnnya. Asupan energi dari makanan yang sehat dan bernutrisi tentu dapat berdampak positif untuk tubuh. Status gizi menjadi salah satu aspek penting dapat menjadi penentu apakah ibu hamil bisa melewati masa-masa kehamilannya dengan baik tanpa gangguan apapun atau tidak. Pendapatan keluarga yang lebih tinggi biasanya meningkatkan akses ibu hamil terhadap makanan berkualitas dan nutrisi yang cukup. Keluarga dengan pendapatan yang lebih tinggi juga lebih mampu mendapatkan perawatan prenatal yang berkualitas. Perawatan kesehatan yang baik ini dapat membantu mendeteksi dan mengelola masalah kesehatan yang dapat berkontribusi pada kurang energi kronis. Sedangkan keluarga dengan pendapatan rendah akan memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan. Seseorang yang hidup dalam kondisi kekurangan akan menghadapi stres keuangan yang lebih tinggi, stres ini dapat memengaruhi kesejahteraan mental dan fisik ibu hamil yang pada gilirannya dapat berdampak pada tingkat energi. Faktor resiko pendapatan pada kurang energi kronik yaitu kondisi ekonomi keluarga yang sulit dapat membatasi akses ibu hamil terhadap makanan bergizi dalam layanan kesheatan yang memadai, keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan, kondisi kesehatan pada ibu hamil akan semakin turun, mental dan fisik ibu hamil. Faktor yang Memengaruhi Tindakan Ibu Hamil dalam Mengatasi Kurang Energi Kronik di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Pining Kecamatan Pining Program dukungan sosial dan perawatan kesehatan yang memadai dapat membantu mengatasi berbagai dampak negatif dari pendapatan keluarga yang rendah pada ibu hamil. Selain itu, memastikan bahwa ibu hamil mendapatkan asupan nutrisi yang cukup perawatan prenatal yang tepat sangat penting untuk mengurangi risiko kurang energi kronik. Pengaruh Pengetahuan terhadap Tindakan Ibu Hamil dalam Mengatasi KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Pining Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa variabel pengetahuan memiliki nilai sig-p 0,004 < 0,05 artinya pengetahuan memiliki hubungan secara signifikan dengan tindakan ibu hamil dalam mengatasi KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Pining Kecamatan Pining Kabupeten Gayo Lues. Berdasarkan hasil penelitian uji statistik secara multivariat dengan uji regresi logistik ganda diperoleh hasil bahwa pengetahuan memiliki pengaruh secara signifikan terhadap tindakan ibu hamil dalam mengatasi KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Pining Kecamatan Pining Kabupeten Gayo Lues dengan nilai p = 0,000<0,05, (Exp ()= 4,. Pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah seseorang mengadakan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan yang telah melalui panca indera manusia, yaitu indera penglihatan, pendengaraan, penciuman, rasa dan raba. Sebagain besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Notoatmodjo. Pengetahuan sangat dipengaruhi oleh faktor pendidikan formal, di mana diharapkan dengan pendidikan yang tinggi maka seseorang akan semakin luas pengetahuannya (Notoatmodjo, 2. Pengetahuan merupakan hal yang sangat penting untuk terbentuknya suatu tindakan Apabila pengetahuan gizi ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maka akan berpengaruh pada keadaan gizi seseorang. Dengan pengetahuan gizi yang memadai diharapkan seseorang mampu memilih jumlah dan jenis bahan makanan yang dikonsumsi sehingga pengetahuan yang baik belum tentu seseorang menerapkan dalam memilih jumlah dan jenis makanan yang sesuai dengan kebutuhan (Notoatmodjo, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hilda Carmitha Panjaitan dkk tahun 2022 tentang Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Kejadian KEK pada Ibu Hamil di Puskesmas Gemolong dengan sampel 22 orang ibu hamil. Hasilnya menunjukkan terkait pengetahuan dan KEK diperoleh p-value 0,001 yang berarti bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian KEK. Sedangkan, terkait sikap dan KEK diperoleh p-value 0,09 yang berarti tidak terdapat hubungan yang bermakna antara sikap dengan kejadian KEK (Hilda, 2. Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 e-ISSN : 2962-6366. p-ISSN : 2580-4189. Hal. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Marlinda tahun 2023, yang menunjukkan peran tenaga kesehatan dengan perilaku pencegahan KeK p-value = 0,510, pengetahuan terhadap pencegahan KEK p-value = 0,030, nilai OR = 5. 400 dan status ekonomi dengan perilaku pencegahan KEK p-value = 0,001, nilai OR = 17. 500 (Marlinda. Menurut asumsi peneliti pengetahuan ibu hamil merupakan salah satu faktor penyebab ibu hamil mengalami KEK. Pengetahuan tentang gizi kehamilan sangat penting bagi pemenuhan nutrisi selama kehamilan. Bagi ibu hamil, kebutuhan nutrisi bukan hanya untuk dirinya sendiri namun juga untuk janin yang dikandungnya. Semakin tercukupi kebutuhan gizi ibu hamil, maka kebutuhan nutrisi janin juga akan terpenuhi dengan baik, sehingga tahap pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan dapat terjadi dengan Namun sebagian besar ibu hamil tidak mementingkan asupan gizi yang dikandung dalam makanannya, karena kurang pemahanan dan pengetahuan tentang makanan yang mengandung gizi seimbang untuk ibu hamil yang mengalami KEK. Faktor resiko pengetahuan pada kurang energi kronik ini ibu hamil yang kurang memehami kebutuhan nutrisi selama kehamilan lebih rentah mengalami KEK. Mereka mungkin tidak menyadari jenis makanan yang harus dikonsumsi atau porsi yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dan zat gizi mikro. Janin dalam kandungan membutuhkan zat gizi dan hanya ibu yang dapat memberikannya, oleh sebab itu makanan ibu hamil harus cukup untuk berdua, yaitu untuk ibu dan janin di dalam kandungannya. Makanan yang cukup mengandung gizi selama hamil sangat penting. Apabila jumlah makanan dikurangi maka bayi yang dilahirkan akan menjadi lebih kecil. Pengaruh Sikap terhadap Tindakan Ibu Hamil dalam Mengatasi KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Pining Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa variabel sikap memiliki nilai sig-p 0,021 < 0,05 artinya sikap memiliki hubungan secara signifikan dengan tindakan ibu hamil dalam mengatasi KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Pining Kecamatan Pining Kabupeten Gayo Lues. Berdasarkan hasil penelitian uji statistik secara multivariat dengan uji regresi logistik ganda diperoleh hasil bahwa sikap memiliki pengaruh secara signifikan terhadap tindakan ibu hamil dalam mengatasi KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Pining Kecamatan Pining Kabupeten Gayo Lues dengan nilai p = 0,007<0,05, (Exp ()= 1,. Faktor yang Memengaruhi Tindakan Ibu Hamil dalam Mengatasi Kurang Energi Kronik di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Pining Kecamatan Pining Perubahan sikap pada dasarnya dipengeruhi oleh faktor pengetahuan yang didapatkan pada pendidikan atau proses belajar. Perubahan sikap bisa berupa penambahan, pengalihatan atau modifikasi dari suatu atau lebih komponen sikap. Sikap positif terhadap nilai-nilai sehat tidak selalu terwujud dalam suatu tindakan. Perubahan sikap tidak dapat langsung dilihat, tetapi hanya ditafsirkan terlebih dahulu dari peilaku yang tertutup (Notoatmodjo, 2. Sikap merupakan suatu pola perilaku, tendensi atau kesiapan antisipatif, predisposisi untuk menyesuaikan diri dalam situasi sosial, atau secara sederhana, sikap adalah respon terhadap stimuli sosial yang telah terkondisikan. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi sikap, yaitu faktor internal individu dan faktor eksternal indivifu, faktor internal individu terdiri dari: emosi intelegensia, pengalaman pribadi, kepribadian, konsep diri dan faktor eksternal terdiri dari: institusi atau lembaga pendidikan atau lembaga agama, kebudayaan, lingkungan, media massa, orang lain yang dianggap penting dan situasi (Azwar, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hilda Carmitha Panjaitan dkk tahun 2022 tentang Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Kejadian KEK pada Ibu Hamil di Puskesmas Gemolong dengan sampel 22 orang ibu hamil. Hasilnya menunjukkan terkait pengetahuan dan KEK diperoleh p-value 0,001 yang berarti bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian KEK. Sedangkan, terkait sikap dan KEK diperoleh p-value 0,09 yang berarti tidak terdapat hubungan yang bermakna antara sikap dengan kejadian KEK (Hilda, 2. Menurut asumsi peneliti bahwa sikap yang lebih mementingkan makanan untuk anak dan suaminya merupakan sikap yang sangat merugikan kesehatan, walaupun mungkin menurut kebudayaan yang ada dianggap sebagai sikap yang bijaksana sebagai seorang ibu dalam suatu keluarga. Sikap terhadap perilaku pemenuhan kebutuhan gizi akan sangat berpengaruh terhadap KEK. Seseorang yang memiliki sikap baik terhadap KEK akan mempunyai kecenderungan berperilaku baik dalam memenuhi kebutuhan gizinya, begitupun Sikap yang kurang terhadap perilaku pemenuhan kebutuhan gizi jika dimanifestasikan dalam bentuk perilaku akan menyebabkan KEK yang kurang akan sangat rawan sekali terhadap masalah kesehatan. Dan salah satu masalah kesehatan yang timbul akibat dari asupan gizi yang kurang adalah kekurangan energi kronik. Faktor resiko sikap pada KEK yaitu beberapa ibu hamil mungkin memiliki preferensi makanan yang kurang sehat atau menghindari makanan bergizi karena alasan selera, biaya atau ketersediaan. Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 e-ISSN : 2962-6366. p-ISSN : 2580-4189. Hal. Pencegahan sikap dapat dilakukan memberikan konseling individual kepada ibu hamil untuk membantu mereka merecanakan dan menerapkan pola makan sehat sesuai kebutuhan. Konseling ini dapat membantu mengatasi hambatan dalam mengakses dan mengonsumsi makanan bergizi. Pengaruh Dukungan Keluarga terhadap Tindakan Ibu Hamil dalam Mengatasi KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Pining Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa variabel dukungan keluarga memiliki nilai sig-p 0,038 < 0,05 artinya dukungan keluarga memiliki hubungan secara signifikan dengan tindakan ibu hamil dalam mengatasi KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Pining Kecamatan Pining Kabupeten Gayo Lues. Berdasarkan hasil penelitian uji statistik secara multivariat dengan uji regresi logistik ganda diperoleh hasil bahwa dukungan keluarga memiliki pengaruh secara signifikan terhadap tindakan ibu hamil dalam mengatasi KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Pining Kecamatan Pining Kabupeten Gayo Lues dengan nilai p = 0,002<0,05, (Exp ()= 2,. Dukungan keluarga adalah komunikasi verbal dan non verbal, saran, bantuan yang nyata atau tingkah laku yang diberikan oleh suami terhadap ibu dalam lingkungan sosialnya. Dukungan keluarga merupakan suatu bentuk wujud dari sikap penelitian dan kasih sayang. Dukungan dapat diberikan baik fisik maupun psikis. Keluarga memiliki andil yang cukup besar dalam menentukan status kesehatan ibu. Dukungan keluarga yang baik dapat memberikan motivasi yang baik pada ibu untuk memeriksakan kehamilannya (Umami. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Mariyatu. Herdiana, dan Rini yang berjudul AuHubungan pola nutrisi, sikap dan dukungan keluarga terhadap kejadian KEK pada ibu hamil di Puskesmas Simpang TeritipAy menunjukan nilai p = 0,012 pola nutrisi, sikap nilai p = 0,028 dan dukungan keluarga nilai p = 0,020 sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pola nutrisi, sikap dan dukungan keluarga terhadap kejadian KEK pada ibu hamil (Mariyatun, 2. Menurut asumsi peneliti bahwa dukungan keluarga mempengaruhi dalam pemeriksaan kehamilan di puskesmas. Peran keluarga dalam perilaku pemanfaatan pelayanan gizi sangat penting, keluarga sebagai orang terdekat ibu hamil sebagai motivator untuk memeriksakan kehamilannya serta mendukung ibu hamil baik secara moril maupun materil, sehingga ibu dapat melalui kehamilannya dengan baik. Faktor yang Memengaruhi Tindakan Ibu Hamil dalam Mengatasi Kurang Energi Kronik di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Pining Kecamatan Pining Faktor resiko dukungan keluarga pada KEK yaitu keluarga yang kurang memahami pentingnya nutrisi seimbang selama kehamilan mungkin tidak memberikan dukungan yang tepat dalam hal penyediaan makanan bergizi. Ibu hamil membutuhkan dukungan emosional yang kuat dari keluarga untuk menghadapi perubahan fisik dan psikologis selama kehamilan. Kurangnya dukungan ini dapat menyebabkan stres dan memengaruhi asupan nutrisi. Pencegahan dukungan keluarga dengan program edukasi gizi tidak hanya ditunjukan kepada ibu hamil, tetapi juga kepada anggota keluarga lainnya. Edukasi ini harus menekankan pentingnya nutrisi seimbang untuk ibu hamil dan cara menyediakan makanan bergizi yang terjangkau. Konseling keluarga dapat meningkatkan komunikasi dalam keluarga, sehingga menciptakan lingkungan yang suportif bagi ibu hamil. Memudahkan akses keluarga terhadap informasi kesehatan dan gizi ibu hamil melalui berbagai media, seperti leaflet, seminar, atau aplikasi kesehatan. Bidan dan kader kesehatan dapat berperan penting dalam memberikan edukasi dan dukungan kepada ibu hamil dan keluarganya. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Puskesmas Perawatan Pining dapat disimpulkan bahwa terdapat ada pengaruh yang signifikan antara pendapatan terhadap tindakan ibu hamil dalam mengatasi KEK p-value 0,002<0,05, (Exp ()= 2,. , ada pengaruh yang signifikan antara pengetahuan terhadap tindakan ibu hamil dalam mengatasi KEK p-value 0,000<0,05, (Exp ()= 4,. , ada pengaruh yang signifikan antara sikap terhadap tindakan ibu hamil dalam mengatasi KEK p-value 0,007<0,05, (Exp ()= 1,. , ada pengaruh yang signifikan antara dukungan keluarga terhadap tindakan ibu hamil dalam mengatasi KEK p-value 0,002<0,05, (Exp ()= 2,. Diharapkan meningkatkan kunjungan antenatal care untuk mengurangi angka kejadian KEK pada ibu hamil dan juga dianjurkan melakukan peningkatan pengetahuan ibu hamil secara berkesinambungan baik dengan cara mencari informasi kesehatan setiap kali berkunjung ke tenaga kesehatan dan perlu adanya edukasi pada ibu hamil berisiko KEK terkait pengetahuan pentingnya konsumsi pangan yang beragam untuk pemenuhan kebutuhan gizi ibu sehingga kebutuhan gizi dapat terpenuhi. Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 e-ISSN : 2962-6366. p-ISSN : 2580-4189. Hal. UCAPAN TERIMA KASIH