Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X PENGARUH KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI UPTD PUSKESMAS ONOLALU KABUPATEN NIAS SELATAN Tety Suryani Gaho Mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nias Raya tetysuryanigaho@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi terhadap kinerja pegawai di UPTD Puskesmas Onolalu Kabupaten Nias Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuntitatif bersifat kausal. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 42 orang. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh komunikasi terhadap kinerja pegawai di UPTD Puskesmas Onolalu Kabupaten Nias Selatan. Dalam penelitian ini diperoleh persamaan regresi linear sederhana yaitu: Y = 19,132 0,638X dan diperoleh nilai thitung . > ttabel . dan nilai signifikan 0,000 < 0,05 maka keputusannya adalah H0 ditolak dan Ha diterima, maka dapat disimpulkan bahwa komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Kemudian diperoleh nilai koefisien determinasi (R. sebesar 0,396 . ,6%) sehingga dapat ditunjukkan bahwa 39,6% keragaman variabel komunikasi mampu menjelaskan kinerja pegawai, dan dapat dijelaskan sisanya 60,4% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model. Berdasarkan hasil penelitian ini dan pembahasan yang diuraikan, dapat ditarik kesimpulan bahwa komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di UPTD Puskesmas Onolalu Kabupaten Nias Selatan. Saran dalam penelitian ini yaitu untuk meningkatkan komunikasi yang baik, maka pegawai sebaiknya berkomunikasi antara atasan dan sesama pegawai. Kata Kunci: Komunikasi. Kinerja Pegawai. Kuantitatif Abstract This research aims to determine the effect of communication on employee performance at the Onolalu Public Health Center UPTD. South Nias Regency. This type of research is causal quantitative research. The sample in this study amounted to 42 people. The analytical method used in this research is simple linear regression analysis. The results of this research indicate that there is an influence of communication on employee performance at the UPTD of the Onolalu Community Health Center. South Nias Regency. In this research, a simple linear regression equation was obtained, namely: Y = 19. 638 has a positive and significant effect on employee performance. Then we obtained a coefficient of determination (R. 6%) so that it can be shown that 6% of the diversity of communication variables is able to explain employee performance, and it can be explained that the remaining 60. 4% is influenced by other variables outside the model. Based on the results of this research and the discussion described, it can be concluded that communication has a positive and significant effect on employee performance at the Onolalu Community Health https://jurnal. id/index. php/JIM Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Center UPTD. South Nias Regency. The suggestion in this research is that to improve good communication, employees should communicate between superiors and fellow employees. Keywords: Communication. Employee Performance. Pendahuluan Dalam sebuah organisasi baik swasta maupun pemerintah memiliki tujuan yang harus dicapai dan sumber daya yang harus diberdayakan secara maksimal. Melalui pemberdayaan sumber daya organisasi yang maksimal akan berdampak pada pencapaian tujuan organisasi. Organisasi merupakan sebuah wadah perkumpulan beberapa orang untuk berinteraksi dan mencapai tujuan organisasi. Melalui organisasi memungkinkan setiap orang untuk meraih hasil atau tujuan yang sebelumnya tidak dapat dicapai secara individu-individu. Dalam organisasi akan meningkatkan kerja sama antar individu. Selain itu, melalui organisasi akan menumbuhkan rasa tanggungjawab dalam bekerja demi tercapainya tujuan bersama. Dengan demikian, setiap orang yang terlibat dalam sebuah organisasi dapat bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama secara efisien dan efektif. Salah satu aspek tercapai tidaknya tujuan organisasi dapat ditinjau melaui efektivitas sumber daya organisasi yang dimiliki. Pegawai sebagai sumber daya manusia dalam sebuah organisasi tentunya memiliki peran dalam mencapai tujuan organisasi. Setiap individu yang bekerja dalam setiap organisasi disebut sebagai pegawai. Individu-individu dalam sebuah organisasi memiliki tugas dan tanggungjawab yang berbeda-beda berdasarkan jabatan dalam Dalam setiap organisasi, adanya pimpinan dan bawahan yang memiliki Tentunya dalam mencapai tujuan https://jurnal. id/index. php/JIM organisasi, perlu interaksi antara individu atau pegawai dalam organisasi melalui komunikasi yang baik. Hal ini akan berdampak pada peningkatan pencapaian kerja melalui kinerja pegawai. Organisasi memiliki berbagai suatu Permasalahan dalam berkomunikasi akan Interaksi dalam berkomunikasi bertujuan untuk menyatukan aspek kegiatan sebuah organisasi dalam bekerja. Suatu organisasi juga harus memiliki kerjasama yang baik dan mewujudkan kerjasama yang baik dalam sebuah organisasi perlu adanya komunikasi yang baik antara setiap individu sehingga setiap aspek kegiatan dalam organisasi akan berjalan degan baik dalam mencapai Komunikasi antara pimpinan dengan pegawai dan sesama pegawai dalam memudahkan pegawai dalam melakukan pekerjaan yang diemban dan mengurangi kesalahpahaman anatar sesama pegawai dalam melakukan pekerjaannya apabila ada sesuatu hal yang kurang dipahami. Untuk meminimalisir kesalahpahaman komunikasi yang baik pada setiap interaksi dalam sebuah organisasi supaya dapat menghasilkan atau menyatukan dan mensinkronkan seluruh aspek untuk kepentingan bersama dalam sebuah Interaksi informasi, instruksi pemberian tugas dan komunikasi antar dua orang atau lebih. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 Interaksi dalam berkomunikasi sangat menentukan dalam tercapai tidaknya pekerjaan yang dikerjakan melalui kinerja Kinerja pegawai merupakan hal yang bersifat individual, karena setiap pegawai mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda-beda Setiap individu atau pegawai dalam bererja memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Keadaan ini perlu adanya sebuah perantara dalam mensinkronkan perbedaan yang ada. Melalui komunikasi yang baik tentunya akan menjembatani hal Pegawai merupakan sumber daya manusia dalam sebuah organisasi yang memiliki peran penting terhadap tercapai tidaknya tujuan organisasi. Melalui pencapaian kerja, pegawai telah berkontribusi dalam pencapaian Tentunya melaksakan pekerjaan yang diberikan, pegawai harus memiliki komunikasi yang baik kepada pimpinan dan sesama Selain itu juga pimpinan seharusnya memiliki komunikasi yang baik Memiliki komunikasi yang baik akan mempermudah pegawai dalam meningkatkan kinerja pegawai. Dengan meningkatnya kinerja pegawai akan berdampak pada peningkatan pencapaian tujuan organisasi. UPTD Puskesmas Onolalu merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang terletak di Kecamatan Onolalu Kabupaten Nias Selatan yang UPTD Puskesmas Onolalu memiliki pegawai yang memiliki tugas dan tanggungjawab untuk mencapai tujuan yang telah di rencanakan. Hal ini dapat ditinjau dari tingkat pencapaian kerja yang telah dicapai. https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Pencapaian UPTD Puskesmas Onolalu ditentukan oleh tingkat kinerja Segala aktivitas di UPTD Puskesmas Onolalu tidaklah terlepas dari interaksi antar pimpinan denga pegawai dan sebaliknya serta sesama antara Tentunya dalam setiap interaksi yang ada, perlu adanya komunikasi yang Hal ini yang mendasari perlu adanya komunikasi yang baik dalam segala aktivitas di UPTD Puskesmas Onolalu untuk meningkatkan kinerja pegawai demi tercapainya tujuan UPTD Puskesmas Onolalu Kabupaten Nias Selatan. Berdasarkan observasi awal yang telah dilakukan oleh peneliti di UPTD Puskesmas Onolalu Kabupaten Nias Selatan bahwa hasil kerja pegawai pegawai kurang sesuai dengan yang diinginkan oleh Ada beberapa yang dapat menyebabkan hal tersebut yaitu, hal ini dikarenakan kurangnya komunikasi yang baik antara pemimpin dan sesama pegawai sehingga pegawai kurang memahami pesan yang disampaikan oleh rekan Komunikasi yang terjadi dalam tersampaikan dengan sukses, sehingga hal ini berlangsung dalam suasana yang kurang menyenangkan antara sesama pegawai atau kedua belah pihak. Kurangnya komunikasi yang efektif, hal ini dapat mempengaruhi setiap sikap dan perilaku pegawai dalam berkomunikasi. Serta komunikasi yang kurang efektif juga dapat menyebabkan perbedaan dalam hubungan antara pegawai dengan pegawai lainnya tidak akan terjalin dengan baik. Fenomena tersebut akan berdampak pada pekerjaan setiap pegawai, kurangnya kuantitas hasil kerja yang dihasilkan oleh setiap pegawai, dimana pegawai tidak bekerja sesuai dengan hasil kerja yang harus dicapai dan telah ditetapkan oleh Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 Kurangnya kualitas hasil kerja pegawai dalam menyelesaikan setiap pekerjaannya, contohnya pegawai tidak menghasilkan suatu pekerjaan yang diberikan kepadanya sesuai dengan tuntutan kualitas pekerjaan tertentu. Pegawai tidak menyelesaikan setiap menyelesaikan suatu pekerjaan dengan batas waktu tertentu akan tetapi pegawai tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu yang telah ditentukan. Kurangnya kerjasama pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan, contohnya para pegawai tidak bekerjasama dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak bisa diselesaikan oleh dua orang pegawai tau lebih. Tujuan Penelitian Merujuk dari rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah AuUntuk Mengetahui Pengaruh Komunikasi Terhadap Kinerja Pegawai di UPTD Puskesmas Onolalu Kabupaten Nias Selatan. Konsep Komunikasi (X) Menurut Ardiansyah Aukomunikasi merupakan pemindahan informasi dan seseorangAy. Menurut Wijaya dan RifaAoi . Aukomunikasi merupakan proses pertukaran pesan diantara unit-unit organisasi dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas-tugas untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efesienAy. Menurut Mangkunegara . menyatakan bahwa Aukomunikasi dapat diartikan sebagai proses pemindahan suatu informasi, ide, pengertian dari seseorang kepada orang lain dengan harapan orang lain tersebut dapat menginterprestasikannya sesuai dengan tujuan yang dimaksudAy. https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Kemudian, menurut Efendy . menyatakan bahwa: Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan dalam bentuk lambang bermakna sebagai pikiran dan perasaan berupa ide, informasi, kepercayaan, harapan, himbauan, dan sebagai panduan yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain, baik langsung secara tatap muka maupun tidak langsung melalui media, dengan tujuan mengubah sikap, pandangan atau perilaku. Konsep Kinerja Pegawai (Y) Menurut Busro . Aukinerja pegawai yaitu suatu hasil kerja yang diartikan untuk mencapai tujuan yang diharapkanAy. Menurut Bintoro Daryanto . menyatakan bahwa Aukinerja pegawai sangatlah perlu, sebab dengan kinerja ini akan diketahui seberapa melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanyaAy. Menurut Safitri . mengatakan bahwa Aukinerja pegawai adalah hasil kerja berupa kuantitas maupun kualitas setiap periode tertentuAy. Selanjutnya, menurut Priansa . mengartikan Aukinerja pegawai merupakan perwujudan dari kemampuan dalam bentuk karya nyata atau merupakan hasil kerja yang dicapai pegawai dalam mengemban tugas dan pekerjaan yang berasal dari instansiAy. Selanjutnya, menurut Uha . menyatakan bahwa Aukinerja pegawai adalah hasil perorangan dalam organisasiAy. Faktor-Faktor Mempengaruhi Komunikasi (X) Faktor-faktor Mangkunegara . Faktor dari sender atau komunikator yaitu, keterampilan, sikap, pengetahuan sender, media saluran yang digunakan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 Faktor dari pihak receiver, yaitu keterampilan receiver, sikap receiver, pengetahuan receiver, dan media saluran Selanjutnya, menurut Afandi . mengatakan bahwa faktor-faktor yang dapat mempengaruhi komunikasi yaitu: Gaya Kemampuan mendorong dan mengendalikan pegawai pegawai menerima atas arahan tersebut akan terjalin komunikasi kepada kedua Budaya organisasi. Persepsi yang dianut hubungan yang baik kepada sesama pegawai dalam melaksanakan tugas. Sarana Tersedianya peralatan kerja seperti computer, telepon, dan alat kerja yang mendukung melancarkan komunikasi kerja dalam Kedisplinan. Kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan organisasi dan norma-norma sosial yang hubungan yang semakin baik dalam Visi dan misi. Langkah, bentuk atau cara serta bagaimana untuk mewujudkannya dan juga gambaran secara keseluruhan apa yang diinginkan. Dengan demikian paparan atau gambaran yang dimuat akan memberikan sejumlah informasi kepada pegawai untuk melaksanakan tugas untuk mencapai tujuan organisasi. Pencapaian target. Keberhasilan suatu pekerjaan akan mengikat perserikatan pegawai atas keberhasilan secara bersama-sama https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X sehingga akan menjaga komunikasi antar sesama pegawai. Kualitas. Hubungan, terutama hubungan Kuantitas. Banyaknya jumlah pekerjaan yang akan diselesaikan oleh pegawai akan membuat keadaan yang mendesak dan memperlancar komunikasi terhadap sesama pegawai. Faktor-Faktor Mempengaruhi Kinerja Pegawai (Y) Menurut Edison, dkk . ada beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja diantaranya adalah: Komunikasi merupakan suatu proses dimana seseorang atau beberapa orang dalam kelompok atau informasi untuk terhubung dengan orang lain dan lingkungannya. Kemampuan atau keahlian seseorang untuk melaksanakan tugas dan perannya dapat mempengaruhi keberhasilan kinerja organisasi Adanya pengaruh dan dorongan dari atasan dan pemberian posisi kerja atau status tertentu kepada pegawai dapat membuat mengerjakan pekerjaanya. Kompensasi merupakan segala sesuatu yang diterima oleh orang karena alas an tertentu atau seluruh imbalan yang diterima oleh karyawan atas jasa atau hasil dari pekerjaannya dalam sebuah organisasi. istem/Prosedur. Prosedur merupakan bagian-bagian atau prosedur-prosedur Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 yang saling berinteraksi antara yang satu dengan yang lainnya dalam rangkaian secara menyeluruh untuk berfungsi bersama-sama dalam mencapai tujuan. emimpin dan kepemimpinan. Pemimpin merupakan seseorang yang bertindak mempengaruhi orang lain lebih dari tindakan orang lain mempengaruhi Kepemimpinan terjadi ketika satu anggota kelompok mengubah motivasi atau kompetensi orang lain dalam kelompoknya tersebut. udaya perusahaan dan lingkungan. Budaya perusahaan yang dimaksud bisa berupa keyakinan, kepercayaan, nilai dan juga norma bersama sebagai ciri perusahaan dan anggota diikuti juga oleh semua anggota. Dan lingkungannya dapat berupa kondisi dimana para tugas-tugas jabatannya dalam mengolah bahan kerja dengan peralatan kerja menjadi hasil ain-lain. Lain-lain dimaksudkan segala mempengaruhi kinerja pegawai dala suatu organisasi. Indikator Komunikasi (X) Menurut Sutardji . 6:10-. terdapat beberapa indikator-komunikasi yaitu sebagai berikut: Pemahaman. Kemampuan memahami pesan dengan cermat seperti yang dimaksud oleh komunikator. Tujuan komunikasi adalah terjadinya pemahaman bersama, dan untuk mencapai tujuan itu maka, seorang komunikator maupun komunikan harus saling memahami fungsinya masingmasing. Komunikator https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X komunikan dapat menerima pesan yang disampaikan oleh komunikator. Kesenangan. Jika proses komunikasi itu selain menyampaikan informasi dengan sukses, juga dapat P berlangsung dalam suasana yang menyenangkan antara kedua belah pihak. Suasana yang lebih santai dan menyenangkan akan lebih enak dalam berinteraksi dibandingkan dengan suasana yang tegang Karena komunikasi bersifat fleksibel. Dengan adanya suasana seperti itu, maka kesan yang menarik akan muncul. Pengaruh Tujuan Apabila berkomunikasi dengan orang lain kemudian terjadi perubahan pada perilakunya dalam hal ini dapat dikatakan komunikasi yang terjadi adalah efektif, dan jika tidak ada perubahan dalam sikap seseorang, maka komunikasi yang dilakukan tersebut tidak efektif. Hubungan yang makin baik. Bahwa dalam proses komunikasi yang efektif secara tidak sengaja meningkatkan kadar hubungan interpersonal. Sering kali, jika orang memiliki persepsi yang sama, kesamaan karakter, cocok, dengan sendirinya hubungan akan terjalin dengan baik. Indikator Kinerja Pegawai (Y) Menurut Asnawi 9:14-. indikator kinerja pegawai yaitu, sebagai Kuantitas pekerjaan. Hal ini menunjukkan jumlah pekerjaan yang dihasilkan individu atau kelompok sebagai persyaratan yang menjadi standar pekerjaan. Melakukan pekerjaan sesuai dengan target output yang harus dihasilkan perorang perjam kerja. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 Kualitas Setiap memenuhi persyaratan tertentu untuk dapat menghasilkan pekerjaan sesuai kualitas yang di tuntut suatu pekerjaan Ketepatan Setiap pekerjaan memiliki karakteristik yang berbeda, untuk jenis pekerjaan tertentu harus diselesaikan tepat waktu, karena memiliki ketergantungan atas pekerjaan Menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan deadline yang telah ditentukan. Kemampuan kerjasama. Tidak semua pekerjaan dapat diselesaikan oleh satu pegawai saja, untuk jenis pekerjaan tertentu mungkin harus diselesaikan oleh dua orang pegawai atau lebih. Metode Penelitian Jenis Penelitian Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian kuantitatif yang bersifat asosiatif. Jenis dan Sumber Data Data penelitian ini adalah data primer. Menurut Sunyoto . Audata primer adalah data asli yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti untuk menjawab masalah penelitiannya secara khususAy. Maka data dalam penelitian ini diperoleh melalui penyebaran angket kepada seluruh pegawai di UPTD Puskesmas Onolalu. Populasi dan Sampel Menurut Sugiyono AuPopulasi adalah wilayah generalisasi yang obyek/subyek mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang di terapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannyaAy. Teknik penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu desain non probability sampling dengan menggunakan teknik sampling jenuh. https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Menurut Sugiyono . Ausampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampelAy. Maka sampel dalam penelitian ini berjumlah 42 orang. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik angket dilakukan dengan cara observasi dan mengumpulkan data yang berisi daftar pertanyaan atau pernyataan kepada responden untuk di isi dengan menggunakan angket atau pertanyaan angket tertutup berdasarkan skala Likert dengan menggunakan butir pertanyaan. Menurut Sugiyono . menyatakan bahwa Auskala likert yaitu skala yang pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosialAy. Dalam penelitian ini fenomena sosial ini ditetapkan secara spesiifik oleh peneliti yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian pemberian skor positif sampai pada sangat negatif yakni, menurut Sugiyono . sebagai mana terlihat dibawah ini : Sangat Tidak Setuju (STS) = 1 Tidak Setuju (TS) Ragu-Ragu (RR) Setuju (S) Sangat Setuju (SS) Uji Instrumen Uji validitas. Uji validitas adalah uji yang digunakan untuk mengukur valid tidaknya suatu kuesioner. Menurut Sugiyono . Auuji Validitas adalah suatu langkah pengujian yang dilakukan terhadap isi atau content dari suatu mengukur ketepatan instrumen yang digunakan dalam suatu penelitianAy. Untuk memastikan instrumen penelitian ini digunakan korelasi Product Moment. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 dapat memastikan validitas instrumen penelitian digunakan rumus statistika koefisien korelasi, dengan rumus sebagai berikut, (Sugiyono, 2012:. Keterangan: = Koefisien determinasi = Jumlah responden = Skor setiap item (OcX) = Kuadrat jumlah skor item OcX2 = Jumlah kuadrat skor item Uji Reliabilitas. Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur, apakah alat pengukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang. Menurut Sugiyono . Aupengujian reliabilitas dapat dilakukan secara ekternal maupun internalAy. Salah satu teknik yang dapat digunakan adalah dengan metode konsistensi internal . nternal consistenc. , dalam hal ini digunakan koefisien Cronbach Alpha (G). Rumus (Sugiyono, 2012:. Keterangan: = reliabel instrument = jumlah item dalam instrument = mean skor total = varians total Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas. Uji merupakan sebuah uji yang dilakukan dengan tujuan untuk menilai sebaran data, apakah sebaran data berdistribusi normal ataukah tidak. Untuk mendeteksi apakah nilai residual terstandarisasi berdistribusi normal atau tidak, dapat dilakukan melalui uji statistik non paratmetrik Kolmogorov Sminorv (K-S). Jika Kolmogorov-Sminorv https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X menunjukkan nilai signifikan di atas 0,05 maka data residual terdistribusi dengan Uji Heteroskedastisitas. Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi adanya ketidaksamaan varian dan residual untuk semua pengamatan pada model regresi. Jika scater plot membentuk pola tertentu, maka hal ini menunjukkan adanya masalah heterokedastisitas. Jika scater plot menyebar secara acak, maka hal ini menunjukkan tidak adanya masalah heterokedastisitas Uji Hipotesis Uji t. Uji parsial digunakan untuk menguji hipotesis penelitian mengenai pengaruh variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat. Suatu variabel akan memiliki pengaruh yang berarti nilai thitung variabel tersebut lebih besar di banding dengan nilai ttabel. Untuk menentukan tingkat signifikan . sebesar 0,05 dengan membandingkan thitung dengan ttabel yang diperoleh dengan derajat kebebasan adalah df: n-k. Untuk digunakan rumus sebagai berikut (Suliyanto, 2008:. Keterangan: = nilai thitung = koefisien regresi = kesalahan baku koefisien regresi Koefisien Determinasi. Koefisien determinasi (R. digunakan untuk mengukur seberapa besar variabel bebas dapat menjelaskan variabel terikat. Formula untuk mengetahui besarnya koefisien determinasi yaitu sebagai berikut Suliyanto . R2 = Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 Keterangan: = koefisien dterminasi Oc(Y= kuadrat selisih nilai Y rill dengan nilai Y prediksi Oc(Y= kuadrat selisih nilai Y rill dengan nilai Y rata-rata. Metode Analisis Data Metode analisis yang akan dipakai untuk menguji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi linear sederhana. Regresi linear sederhana digunakan untuk menganalisis pengaruh satu variabel bebas terhadap satu variabel Untuk mengestimasi pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat digunakan rumus sebagai berikut Suliyanto . Y = a bX e Keterangan : Y = Nilai yang diramalkan a = Konstanta/intrcept b = Koefisisen regresi/slope X = Variabel bebas e = Nilai Residu Nilai a . dan nilai b . oefisien regres. dalam persamaan diatas dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut Suliyanto . Keterangan: = Variabel terikat = Konstanta = Koefisien regresi = Variabel bebas = Jumlah observasi Hasil Penelitian dan Pembahasan Uji Instrumen Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Variabel Komunikasi (X) https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Berdasarkan perhtiungan uji validitas pada item total statistik, maka diperoleh nilai koefisien korelasi rhitung pada butir pernyataan nomor 1 sampai 12 bernilai Maka di dapatkan rtabel pada responden 15 dengan taraf signifikan a = 0,05 adalah rtabel = 0,514. Sehingga dapat disimpulkan bahwa butir pernyataan nomor 1 sampai 12 dinyatakan valid karena rhitung > rtabel artinya semua pernyataan mengenai komunikasi X) yang terdapat dalam daftar pernyataan di anggap valid karena koefisien korelasi bernilai positif. Nilai Cronbach Alpha sebesar 0,879 > 0,60 . ilai standar reliabilita. Menurut Sunyoto . Ausuatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60Ay. Karena nilai Cronbach Alpha > 0,60 maka dapat disimpulkan bahwa butir-butir instrumen penelitian tersebut reliabel. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Variabel Kinerja Pegawai (Y) Berdasarkan perhtiungan uji validitas pada item total statistik, maka diperoleh nilai koefisien korelasi rhitung pada butir pernyataan nomor 1 sampai 12 bernilai Maka di dapatkan rtabel pada responden 15 dengan taraf signifikan a = 0,05 adalah rtabel = 0,514. Sehingga dapat disimpulkan bahwa butir pernyataan nomor 1 sampai 12 dinyatakan valid karena rhitung > rtabel artinya semua pernyataan mengenai kinerja pegawai (Y) yang terdapat dalam daftar pernyataan di anggap valid karena koefisien korelasi bernilai positif. Nilai Cronbach Alpha sebesar 0,879 > 0,60 . ilai standar reliabilita. Menurut Sunyoto . Ausuatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60Ay. Karena nilai Cronbach Alpha > 0,60 maka dapat disimpulkan bahwa butir-butir instrumen penelitian tersebut reliabel. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Data. Berdasarkan perhitungan maka dapat disimpulkan bahwa sampel yang diambil dari populasi terdistribusi normal karena nilai Kolmogorov Sminorv sebesar 0,670 dan signifikan Kolmogorov Sminorv sebesar 0,761 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa data residual berdistribusi normal. Uji Heteroskedastisitas. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan diperoleh hasil tidak terdapat adanya suatu masalah heteroskedastisitas karena gambar tidak menunjukkan suatu pola tertentu dan hanya data yang menyebar, memenuhi asumsi klasik. Uji Heteroskedastisitas Sumber: hasil olahan peneliti . , dengan SPSS 21. 0 For Windows Pengujian Hipotesis `Uji Parsial (Uji . Berdasarkan hasil dijelaskan bahwa secara parsial variabel komunikasi (X) berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja pegawai (Y) karena diperoleh nilai thitung sebesar 4,102 sementara nilai ttabel pada a = 0,005 dengan degree of freedom n-k . = 41 sebesar 1,683 dan nilai signifikan sebesar 000 < 0,05. Karena nilai thitung . > ttabel . maka keputusannya adalah H0 ditolak dan Ha diterima, maka dapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X Koefisien Determinasi (R. Dari hasil pengolahan data koefisien determinasi sebesar 0,396 . ,6%) sehingga dapat ditunjukkan bahwa 39,6% keragaman menjelaskan kinerja pegawai, sdan dapat dijelaskan sisanya 60,4% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model. Metode Analisis Data Berdasarkan hasil pengujian dapat diketahui persamaan regresi pengaruh komunikasi terhadap kinerja pegawai di UPTD Puskesmas Onolalu dapat dijelaskan dengan persamaan regresi di bawah ini: Y = 19,132 0,638X Berdasarkan hasil persamaan regresi linear sederhana di atas, dapat dijelaskan koefisien regresi variabel komunikasi memiliki tanda positif. Hal ini setiap peningkatan variabel komunikasi (X) dapat pegawai (Y). Interprestasi dari persamaan di atas, dapat diuraikan sebagai berikut: Konstanta 19,132 menunjukkan nilai tetap kinerja pegawai (Y) ketika nilai komunikasi sama dengan Koefisien regresi komunikasi (X) 0,638 komunikasi ketika naik satu satuan, maka akan meningkatkan nilai kinerja pegawai (Y) sebesar 0,638. Penutup Simpulan Berdasarkan hasil penelitian ini dan pembahasan yang diuraikan, dapat ditarik berpengaruh terhadap kinerja pegawai di UPTD Puskesmas Onolalu Kabupaten Nias Selatan. Berdasarkan model persamaan Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan Vol. 7 No. 2 Edisi Juli 2024 regresi Y = 19,132 0,638X, hal ini didukung oleh beberapa nilai pengujian sebagai berikut: Ada pengaruh komunikasi secara positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, karena nilai thitung . > ttabel . dan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Nilai Koefisien determinasi sebesar 0,396 artinya komunikasi mampu menjelaskan kinerja pegawai sebesar 39,6% 60,4% dipengaruhi variabel lain yang tidak disebutkan dalam penelitian ini. Saran Dalam menguraikan beberapa poin yang menjadi saran dalam penelitian ini di UPTD Puskesmas Onolalu yaitu: Untuk meningkatkan komunikasi yang berkomunikasi antara atasan dan sesama Dalam menyampaikan informasi kepada sesama pegawai, sebaiknya pegawai melakukan komunikasi yang efektif dengan sukses Untuk menjalin hubungan yang baik kepada rekan kerja, sebaiknya pegawai melakukan komunikasi sesama pegawai dengan secara efektif dan efesien Untuk menghasilkan kuantitas hasil kerja pegawai, maka pegawai harus bekerja dengan sungguh-sungguh dan menyelesaikan pekerjaan berdasarkan standar kerja yang telah ditetapkan Untuk menghasilkan kualitas hasil kerja melakukan pekerjaannya dengan penuh ketelitian sesuai dengan prosedur kerja yang telah ditetapkan Dalam menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan cepat, maka para pegawai https://jurnal. id/index. php/JIM E-ISSN : 2828-0946 P-ISSN: 2614-381X sebaiknya melakukan kerjasama dalam menyelesaikan setiap pekerjaan. Daftar Pustaka