Tinjauan Pustaka Efek Statin dalam Menurunkan Angka Kejadian Penyakit Kardiovaskular Nicholas Wijayanto. Andrew Kencana Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Alamat Korespondensi: Jalan Arjuna Utara No. 6 Jakarta 11510 Abstrak Statin adalah golongan obat penurun kadar lemak yang dikenal juga sebagai penghambat HMG-CoA reductase yang memiliki efek penurunan Low Density Lipoprotein (LDL), anti inflamasi, anti trombotik, anti proliferatif, dan anti oksidan. Keuntungan pemakaian statin dalam menurunkan insiden terjadinya Cardio Vascular Disease (CVD) telah banyak diketahui dari berbagai penelitian. The National Cholesterol Education Program Adult Treatment Panel i (NCEP ATP . 2004 dan American Heart Association (AHA) 2013 merekomendasikan statin sebagai terapi pada CVD, dimana didapatkan jumlah pasien yang layak untuk diberikan terapi statin meningkat pada rekomendasi AHA 2013 dibandingkan NCEP ATP i 2004. Penelitian lain juga memperlihatkan efek positif dari penggunaan statin terhadap insiden CVD pada pasien Peripheral Arterial Disease (PAD). Diabetes Melitus (DM). Chronic Kidney Disease (CKD), dan Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). Statin terbukti bermanfaat dalam menurunkan insiden CVD pada berbagai kasus. Kata Kunci: Statin. CVD. AHA. NCEP ATP i The Effects of Statin in Reducing the Incidence of Cardiovascular Disease Abstract Statins are class of lipid lowering drugs also known as HMG-CoA reductase inhibitor which have Low Density Lipoprotein (LDL)-lowering effect, anti inflammation, anti thrombotic, anti proliferative, and anti oxidant. The advantage of using statins in lowering the incidence of Cardio Vascular Disease (CVD) has been widely known from various studies. The National Cholesterol Education Program Adult Treatment Panel i (NCEP ATP . 2004 and American Heart Association (AHA) 2013 also recommend statin as therapy for CVD, where AHA 2013 recommendation showed that the number of eligible patients for statin therapy was increased compare to the NCEP ATP i 2004. The other studies also showed the positive effect of statin in reducing the incidence of CVD particularly in patient with underlying disease such as Peripheral Arterial Disease (PAD). Diabetes Mellitus (DM). Chronic Kidney Disease (CKD), and Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). Statin has been proven to be beneficial in reducing the incidence of CVD in many cases. Keywords : Statin. CVD. AHA. NCEP ATP i Pendahuluan Penyakit merupakan masalah kesehatan yang utama di Indonesia, karena menyebabkan tingginya angka perawatan dan kematian. Sudah diketahui secara luas, banyak faktor risiko dari penyakit kardiovaskular, merupakan faktor yang dapat dimodifikasi, baik dengan atau dengan penggunaan terapi farmakologis. Beberapa faktor risiko tersebut adalah merokok, adanya riwayat hipertensi, dan kadar Low Density Lipoprotein (LDL) yang tinggi. Kolesterol LDL merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan terjadinya Atherosclerotic Heart Disease. Seperti yang diketahui, 60-70% kolesterol di dalam tubuh terdapat dalam Kedokt Meditek Volume 22. No. 60 Sept-Des 2016 Efek Statin dalam Menurunkan Angka Kejadian Penyakit Kardiovaskular bentuk LDL, dimana LDL sendiri merupakan faktor utama terbentuknya Atherosclerotic plaque, sedangkan sisanya terdapat dalam bentuk kolesterol High Density Lipoprotein (HDL) yang berguna untuk mengikat kolesterol di perifer untuk kembali ke hepar untuk di metabolisme dan Trigliserida yang tersimpan dalam bentuk jaringan adiposa. The National Cholesterol Education Program Adult Treatment Panel i (NCEP ATP . pada tahun 2004, merekomendasikan penurunan kadar lipid secara intensif bagi memiliki penyakit kardiovaskular, atau bagi pasien yang memiliki beberapa faktor risiko yang akan menyebabkan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular sebesar 20% dalam waktu 10 American Heart Association (AHA), pada tahun 2013, memberikan rekomendasi untuk menggantikan rekomendasi dari NCEP ATP i, dimana pada perubahan ini, jumlah pasien yang layak untuk mendapatkan terapi farmakologis, meningkat. 3 Beberapa guidelines merekomendasikan statin sebagai pengobatan farmakologis lini pertama untuk menurunkan kadar LDL pada pasien. Statin (HMG-CoA reductas. merupakan penghambat kompetitif untuk menurunkan biosintesis lipid. Beberapa Randomized Clinical Trial menunjukkan bahwa statin dapat menurunkan kejadian penyakit kardiovaskular, dimana efek statin sendiri adalah menurunkan progresifitas dari pembentukan Atherosclerotic plaque. Perbandingan Rekomendasi NCEP ATP i 2004 vs AHA 2013 Pada tahun 2004. NCEP ATP i mengeluarkan rekomendasi inisiasi awal terapi Pada rekomendasi ini, didapatkan Tabel 1. Kriteria Terapi Statin Menurut NCEP ATP i 2004. No Kategori Resiko CVD dalam 10 tahun Kadar LDL . g/dL) > 100 Resiko sangat tinggi / > 2 faktor Resiko tinggi / > 2 faktor resiko 10-20% > 130 Resiko sedang / > 2 faktor resiko > 160 Resiko rendah / o-1 faktor resiko < 10% > 190 *Faktor risiko: merokok, hipertensi, kadar HDL < 40 mg/dL. Diabetes Melitus, riwayat penyakit jantung dini pada keluarga . aki-laki < 50 tahun, perempuan < 65 tahu. Sedangkan pada rekomendasi AHA tahun 2013, didapatkan kriteria sebagai berikut: Tabel 2. Kriteria Terapi Statin Menurut AHA 2013. No Kriteria Usia > 21 tahun dengan kadar LDL > 190 mg/dL Usia 40 Ae 75 tahun dengan Diabetes Melitus, kadar LDL 70 Ae 189 mg/dL Usia 40 Ae 75 tahun tanpa DM dan gejala ASCVD*, namun dengan resiko ASCVD > 7. 5%**, LDL 70 Ae 189 mg/dL *ASCVD : Atherosclerotic Cardiovascular Disease **Risiko ASCVD > 7. 5% dalam 10 tahun, dihitung dengan menggunakan parameter Pooled Cohort Equations, meliputi jenis kelamin, umur, ras, total kolesterol, kolesterol HDL, tekanan darah sistolik, riwayat Diabetes Melitus, merokok, dan penggunaan obat anti-hipertensi. Mekanisme Kerja Statin Statin, 3-hidroxi-3-metilglutarilcoenzime A (HMG-CoA) reductase inhibitor, tergolong dalam golongan obat yang dapat menurunkan kadar lipid. Obat dalam golongan Kedokt Meditek Volume 22. No. 60 Sept-Des 2016 ini, menginhibisi secara kompetitif bio-sintesis lipid, yaitu menghambat konversi HMG-CoA menjadi mefalonat yang akan mencegah biosintesis kolesterol. Beberapa tahun belakangan ini, beberapa literatur melaporkan adanya efek statin dalam menurunkan inflamasi vaskular Efek Statin dalam Menurunkan Angka Kejadian Penyakit Kardiovaskular dan penurunan terjadinya aterosklerotik, efek ini dikenal dengan nama pleiotropic effect. Statin juga dilaporkan memiliki efek anti inflamasi, anti oksidan, anti platelet, dan Statin peningkatan stabilitas dari plak, melalui penurunan kadar lipid, makrofag, dan matrix metalloproteinase, dan mencegah disfungsi Efek Statin Aterogenesis Menurunkan Salah satu efek dari terapi statin pembuluh darah. Suatu studi yang dilakukan oleh Song et al, menunjukkan penggunaan statin pada binatang percobaan mencit, dapat Hasil pembentukan lesi aterosklerosis sebesar 47% pada mencit yang diterapi dengan simvastatin. Studi lain, yang dilakukan oleh Nicoles et al, menunjukkan pada penggunaan atorvastatin dan rosuvastatin selama 104 minggu, menunjukkan regresi yang signifikan dari aterosklerosis koronaria. Walaupun penurunan LDL dan peningkatan HDL dicapai lebih baik pada grup rosuvastatin, namun regresi dari aterosklerosis pada kedua grup didapatkan hasil yang sama. Efek Statin terhadap Penurunan Insiden MACE (Major Adverse Cardiovascular and Cerebrovascular Event. pada Pasien dengan ABI < 0. Banyak studi telah menunjukkan efek statin dalam menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular. Dibawah ini adalah salah satu studi yang menunjukkan penurunan risiko penyakit kardiovaskular pada subjek dengan PAD (Peripheral Arterial Diseas. yang asimtomatik. Studi ini dilakukan oleh Ramos, et al. Studi ini ingin menunjukkan apakah ada hubungan antara terapi statin dengan penurunan risiko kejadian penyakit Pada penelitian ini, terdapat 480 sampel, dimana sampel berada pada usia diantara 35Ae85 tahun, dengan nilai ABI < 95, tanpa ada gejala CVD (Cardiovascular Diseas. Hasil dari studi ini didapatkan pada subjek yang menggunakan statin, angka insidensi dari MACE adalah sebesar 19. menggunakan statin, adalah sebesar 24. Gambar 1. Perbandingan Kejadian MACE pada Pengguna Statin dan Bukan Pengguna Statin. Efek Statin terhadap Penurunan Insiden MI (Myocardial Infarctio. pada Lansia Tanpa CVD Telah diketahui bahwa statin memiliki efek menurunkan aterogenesis, atau yang dikenal juga pleiotropic effect. Suatu studi meta-analisis yang dilakukan oleh Saverese yang membandingkan 8 studi acak terkontrol dimana studi-studi tersebut membandingkan insiden MI pada subjek yang menggunakan statin dan subjek yang menggunakan plasebo. Studi ini memiliki total subjek sebanyak 674, dengan kriteria usia > 65 tahun dan tidak memiliki penyakit kardiovaskular. Hasil meta-analisis signifikan menurunkan angka kejadian MI Kedokt Meditek Volume 22. No. 60 Sept-Des 2016 Efek Statin dalam Menurunkan Angka Kejadian Penyakit Kardiovaskular kesimpulan studi meta-analisis ini adalah statin secara nyata menurunkan MI. Gambar 2. Perbandingan Meta-analisis Kejadian MI pada Pengguna Statin dan Plasebo. Efek Statin terhadap Penurunan Insiden CVD pada Pasien Diabetes Melitus Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu faktor risiko terjadinya CVD. Pada AHA 2013, penggunaan statin pada pasien diabetes melitus dikaitkan dengan penurunan angka kejadian CVD. Salah satu studi metaanalisis yang dilakukan oleh De vries, et al, membandingkan insiden terjadinya MI pada pasien diabetes melitus yang diberikan terapi statin dan plasebo. Besar sampel adalah 4. Hasil daripada studi ini menunjukkan, penurunan relative risk terjadinya MI sebesar 15% untuk subjek yang mendapat terapi statin dibandingkan dengan subjek yang diberikan Gambar 3. Perbandingan Meta-Analisis. Kejadian MI pada Pasien DM Pengguna Statin dan Plasebo. Kedokt Meditek Volume 22. No. 60 Sept-Des 2016 Efek Statin dalam Menurunkan Angka Kejadian Penyakit Kardiovaskular Efek Statin terhadap Penurunan Insiden CVD pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Beberapa studi telah mengemukakan bahwa pada pasien dengan CKD, angka kematian akibat CVD sepuluh kali lebih tinggi dibandingkan populasi normal. Penggunaan kardiovaskular pada pasien CKD telah Berdasarkan penelitian Zhang et al, didapatkan hasil bahwa terapi statin memiliki efek menurunkan angka kejadian kardiovaskular dan angka kematian pada pasien dengan gangguan ginjal ringan sampai sedang. Keberhasilan terapi statin berkaitan erat dengan Glomerular Filtration Rate (GFR), level kreatin, dan adanya riwayat penyakit kardiovaskular sebelumnya. Hal senada juga dikemukakan oleh Wanner, dimana terapi statin memberikan efek penurunan angka kejadian dan kematian akibat kardiovaskular pasien CKD stadium awal. Pada penelitian ini, 10,11 Gambar 4. Efek Statin dalam Menurunkan CVD pada Pasien CKD. Efek Statin dalam Menurunkan CVD pada Pasien Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) COPD adalah penyempitan parsial kronik dari disebabkan oleh inflamasi yang abnormal pada saluran pernafasan dan bersifat progesif. Pasien dengan COPD, mempunyai risiko terjadinya kardiovaskular dan angka kematian lebih tinggi dari populasi normal. Studi yang dilakukan oleh Sheng et al menunjukkan pada pasien dengan COPD, penggunaan terapi statin menurunkan angka kejadian dan angka kematian akibat penyakit kardiovaskular pada . udah mengalami CVD), namun tidak pada pencegahan primer . elum pernah mengalami CVD). Penggunaan statin pada studi ini juga kelangsungan hidup, tanpa memandang adanya riwayat penyakit kardiovaskular 12,13 Kedokt Meditek Volume 22. No. 60 Sept-Des 2016 Efek Statin dalam Menurunkan Angka Kejadian Penyakit Kardiovaskular Gambar 5. Efek Statin dalam Menurunkan CVD pada Pasien COPD. Penutup Penggunaan statin sebagai pencegahan terjadinya kejadian kardiovaskular telah terbukti bermanfaat, baik sebagai pencegahan primer maupun pencegahan sekunder. Pada pasien dengan penyakit DM. PAD. COPD. CKD, penggunaan statin terbukti menurunkan Selain daripada efek menurunkan LDL, statin juga memiliki efek anti-inflamasi, anti-trombotik, anti-proliferatif, dan anti-oksidan. Daftar Pustaka