Jurnal Prestasi Vol. 10 No. Juni 2026: 25-31 p-ISSN : 2549-9394 e-ISSN : 2579-7093 Hubungan Antara Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Pendidikan Jasmani. Olahraga dan Kesehatan (PJOK) Siswa Kelas V SD Luthfi Muharram Tanjung*. Albadi Sinulingga Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Medan *Korespondensi: luthfimuharram06@gmail. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara motivasi belajar dan hasil belajar Pendidikan Jasmani. Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) pada siswa kelas V sekolah dasar melalui pendekatan tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur terhadap 25 artikel ilmiah yang relevan dengan topik motivasi belajar dan hasil belajar PJOK, yang dianalisis secara sistematis melalui proses pengkodean, analisis tematik, dan sintesis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan hasil belajar siswa dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Berdasarkan sintesis temuan, sekitar 85% penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar PJOK pada siswa dengan motivasi belajar tinggi, 75% menunjukkan peningkatan keaktifan dan partisipasi siswa dalam pembelajaran, dan 70% menunjukkan peningkatan disiplin dan kepercayaan diri siswa. Motivasi intrinsik ditemukan lebih dominan daripada motivasi ekstrinsik dalam mendorong konsistensi belajar dan keberhasilan siswa dalam mengikuti pembelajaran PJOK. Strategi pembelajaran guru, suasana kelas yang kondusif, dan ketersediaan fasilitas belajar juga berperan penting. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi belajar merupakan faktor yang sangat strategis dalam meningkatkan hasil belajar PJOK siswa sekolah dasar. Kata Kunci : Motivasi Belajar. Hasil Belajar. PJOK. Sekolah Dasar. Tinjauan Literatur Relationship Between Learning Motivation and Learning Outcomes of Physical Education. Sports and Health (PJOK) Among Grade V Elementary School Students Abstract: This study aims to analyze the relationship between learning motivation and learning outcomes in Physical Education. Sports, and Health (PJOK) among fifth-grade elementary school students through a literature review approach. The method used is a literature review of 25 scientific articles analyzed through coding, thematic analysis, and descriptive synthesis. The results indicate that learning motivation has a positive and significant relationship with student learning outcomes in cognitive, affective, and psychomotor aspects. Approximately 85% of studies showed improvements in PJOK learning outcomes among students with high learning motivation, 75% showed increased activeness and participation, and 70% showed improvements in discipline and self-confidence. Intrinsic motivation was found to have a more dominant influence than extrinsic motivation. The conclusion indicates that learning motivation is a highly strategic factor in improving PJOK learning outcomes among elementary school students. Keywords: Learning Motivation. Learning Outcomes. PJOK. Elementary School. Literature Review PENDAHULUAN Dalam beberapa tahun terakhir, isu rendahnya hasil belajar siswa dalam Pendidikan Jasmani. Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) menjadi perhatian penting dalam pendidikan dasar. Sebagai bagian integral dari kurikulum pendidikan. PJOK berperan strategis dalam mengembangkan kebugaran fisik, https://jurnal. id/2012/index. php/jpsi/index Jurnal Prestasi Vol. 10 No. Juni 2026: 25-31 p-ISSN : 2549-9394 e-ISSN : 2579-7093 keterampilan motorik, kesadaran kesehatan, dan pembentukan karakter siswa secara holistik. Namun, berbagai temuan menunjukkan bahwa pencapaian hasil belajar PJOK pada siswa sekolah dasar masih belum optimal, tercermin dari rendahnya tingkat partisipasi aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran, kurangnya semangat dalam sesi praktik, dan belum tercapainya kompetensi pembelajaran secara menyeluruh (Setiawan, 2. Motivasi belajar merupakan dorongan internal dan eksternal yang mendorong, mengarahkan, dan mempertahankan perilaku belajar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Dalam konteks pembelajaran PJOK, motivasi berperan penting karena keberhasilan siswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan kognitif, tetapi juga kesiapan mental, minat, dan kemauan untuk terlibat aktif dalam berbagai aktivitas fisik (Sardiman, 2. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan motivasi belajar tinggi cenderung menunjukkan semangat lebih besar, partisipasi aktif, dan hasil belajar lebih baik dibandingkan siswa dengan motivasi rendah (Emda, 2. Beberapa studi empiris menegaskan hubungan signifikan antara motivasi belajar dan hasil belajar siswa. Penelitian Pratiwi dan Setyawan . mengungkapkan bahwa motivasi belajar berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar PJOK siswa sekolah dasar. Temuan serupa dilaporkan Rahman dkk. , yang menyatakan bahwa motivasi intrinsik siswa berkontribusi signifikan terhadap keberhasilan pembelajaran PJOK, khususnya dalam meningkatkan keterampilan motorik dan pemahaman konsep kesehatan. Selanjutnya. Wulandari dan Nugroho . menemukan bahwa siswa dengan motivasi belajar tinggi menunjukkan disiplin, kepercayaan diri, dan ketekunan lebih baik selama proses pembelajaran PJOK. Secara teoritis, hubungan antara motivasi belajar dan hasil belajar dapat dijelaskan melalui teori motivasi pendidikan, yang menekankan bahwa motivasi merupakan salah satu penentu utama keberhasilan akademis siswa. Menurut Uno . , motivasi belajar berfungsi sebagai kekuatan pendorong internal yang mendorong siswa terlibat dalam kegiatan belajar secara konsisten dan Dalam pembelajaran PJOK, motivasi tidak hanya memengaruhi pencapaian aspek kognitif, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan aspek afektif dan psikomotor siswa. Meskipun berbagai penelitian menunjukkan hubungan positif antara motivasi belajar dan hasil belajar, sebagian besar penelitian masih memiliki keterbatasan metodologis. Banyak penelitian berfokus pada pengukuran hubungan antar variabel secara kuantitatif tanpa memberikan sintesis komprehensif tentang bagaimana motivasi belajar memengaruhi berbagai dimensi hasil belajar PJOK (Hidayat, 2. Hal ini menunjukkan perlunya kajian yang lebih sistematis untuk mendapatkan pemahaman lebih mendalam tentang hubungan antara motivasi belajar dan hasil belajar PJOK pada siswa sekolah dasar. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya mengembangkan sintesis ilmiah mengenai hubungan antara motivasi belajar dan hasil belajar PJOK siswa kelas V sekolah dasar melalui pendekatan tinjauan literatur. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran lebih komprehensif tentang peran motivasi belajar dalam meningkatkan hasil belajar siswa, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta implikasinya bagi strategi pembelajaran PJOK yang lebih efektif. METODE Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur yang bertujuan mengkaji, menganalisis, dan mensintesis temuan penelitian-penelitian terdahulu mengenai hubungan antara motivasi belajar dan hasil belajar PJOK pada siswa kelas V sekolah dasar. Metode ini dipilih karena mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai konsep motivasi belajar, faktor-faktor yang memengaruhinya, dan hubungannya dengan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran PJOK (Sardiman, 2018. Uno, 2. Data dalam penelitian ini diperoleh dari artikel ilmiah nasional terakreditasi, jurnal pendidikan, dan berbagai publikasi akademik yang relevan dengan topik motivasi belajar dan hasil belajar PJOK pada siswa sekolah dasar. Sumber utama penelitian ini terdiri dari 25 artikel ilmiah yang ditinjau dan dianalisis secara sistematis, dengan tahun publikasi berkisar antara 2017 hingga 2025. Artikel-artikel ini diperoleh dari berbagai jurnal pendidikan nasional dan internasional yang membahas motivasi belajar, hasil belajar, pendidikan jasmani, dan hubungan antara faktor psikologis siswa dengan keberhasilan belajar (Emda, 2017. Pratiwi & Setyawan, 2. https://jurnal. id/2012/index. php/jpsi/index Jurnal Prestasi Vol. 10 No. Juni 2026: 25-31 p-ISSN : 2549-9394 e-ISSN : 2579-7093 Kriteria inklusi dalam penelitian ini ditetapkan untuk memastikan artikel yang digunakan relevan dengan tujuan penelitian dan memiliki kualitas ilmiah yang memadai. Artikel yang dimasukkan adalah artikel ilmiah yang membahas motivasi belajar siswa dalam konteks pendidikan formal, khususnya yang berkaitan dengan pembelajaran PJOK di sekolah dasar, dengan metode penelitian yang jelas seperti penelitian kuantitatif korelasional, penelitian eksperimental, penelitian tindakan kelas, atau tinjauan literatur yang relevan. Artikel yang tidak secara khusus membahas motivasi belajar atau tidak relevan dengan pembelajaran PJOK pada tingkat sekolah dasar dikecualikan dari proses analisis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pendekatan tinjauan literatur terstruktur untuk memastikan data yang diperoleh relevan, valid, dan berkualitas tinggi. Proses pengumpulan data dimulai dengan menentukan fokus penelitian, yaitu hubungan antara motivasi belajar dan hasil belajar PJOK pada siswa kelas V sekolah dasar. Tahap berikutnya melibatkan pencarian artikel ilmiah melalui berbagai basis data akademik seperti Google Scholar. Garuda. DOAJ, dan jurnal pendidikan nasional menggunakan kata kunci seperti Aumotivasi belajar,Ay Auhasil belajar PJOK,Ay Auhubungan motivasi dan hasil belajar,Ay dan Ausiswa PJOK sekolah dasar. Ay Proses akhir menghasilkan 25 artikel ilmiah yang memenuhi kriteria dan digunakan sebagai sumber utama dalam tinjauan literatur ini. Analisis data dilakukan secara sistematis melalui tiga tahap utama. Pertama, pengkodean . : setiap artikel diberi kode berdasarkan nama penulis dan tahun publikasi, dan informasi penting seperti jenis motivasi belajar, indikator hasil belajar, metode penelitian, dan temuan utama diekstraksi serta dirangkum dalam tabel analisis. Kedua, analisis tematik: data yang telah dikodekan dianalisis dengan mengelompokkan temuan ke dalam beberapa tema utama, yaitu bentuk dan indikator motivasi belajar siswa dalam pembelajaran PJOK, faktor yang memengaruhi motivasi belajar, dan hubungan antara motivasi belajar dengan hasil belajar PJOK. Ketiga, sintesis deskriptif: tahap akhir menyusun sintesis deskriptif untuk menggabungkan berbagai temuan penelitian yang telah dianalisis. HASIL DAN PEMBAHASAN Temuan Penelitian Hasil tinjauan literatur dari 25 artikel ilmiah menunjukkan pola konsisten bahwa motivasi belajar memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan peningkatan hasil belajar siswa sekolah Sebagian besar penelitian melaporkan bahwa siswa dengan motivasi belajar tinggi cenderung menunjukkan keterlibatan lebih aktif dalam proses pembelajaran, semangat lebih besar dalam mengikuti kegiatan PJOK, dan pencapaian pembelajaran lebih optimal dibandingkan siswa dengan motivasi belajar rendah. Berbagai aspek yang dievaluasi dalam penelitian meliputi motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik, partisipasi siswa dalam pembelajaran, disiplin belajar, dan prestasi belajar dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Penelitian Pratiwi dan Setyawan . menunjukkan bahwa motivasi belajar memiliki korelasi positif yang signifikan dengan hasil belajar PJOK siswa sekolah Temuan ini diperkuat oleh Rahman dkk. , yang melaporkan bahwa motivasi intrinsik siswa sangat memengaruhi peningkatan keterampilan motorik dasar, partisipasi aktif, dan pemahaman konsep kesehatan. Penelitian lain yang dilakukan Wulandari dan Nugroho . menunjukkan bahwa siswa dengan tingkat motivasi belajar tinggi menunjukkan disiplin, kepercayaan diri, dan semangat lebih baik selama proses pembelajaran. Hidayat . menemukan bahwa motivasi belajar yang kuat dapat membantu siswa mengatasi hambatan psikologis seperti rasa malu, kurang percaya diri, dan ketakutan gagal dalam mengikuti aktivitas fisik selama pembelajaran PJOK. Namun, beberapa penelitian mengindikasikan bahwa motivasi belajar tidak selalu menghasilkan dampak optimal terhadap hasil belajar jika tidak didukung oleh strategi pembelajaran yang tepat, fasilitas yang memadai, dan pendekatan pengajaran yang mampu menciptakan suasana belajar Penelitian Setiawan . menunjukkan bahwa kurangnya variasi dalam metode pengajaran PJOK dapat menyebabkan penurunan motivasi siswa, meskipun siswa pada dasarnya memiliki minat terhadap kegiatan olahraga. https://jurnal. id/2012/index. php/jpsi/index Jurnal Prestasi Vol. 10 No. Juni 2026: 25-31 p-ISSN : 2549-9394 e-ISSN : 2579-7093 Pola Konsistensi dan Sintesis Temuan Penelitian Secara keseluruhan, sintesis artikel yang dianalisis menunjukkan pola konsistensi yang kuat mengenai pentingnya motivasi belajar dalam meningkatkan hasil belajar PJOK siswa sekolah dasar: sekitar 85% penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar secara signifikan memengaruhi hasil belajar PJOK, baik dari sisi prestasi akademik maupun keterampilan praktis (Pratiwi & Setyawan. Rahman dkk. , 2. sekitar 75% penelitian menemukan bahwa motivasi belajar juga berkontribusi pada peningkatan keaktifan dan partisipasi siswa (Wulandari & Nugroho, 2. 70% penelitian menekankan bahwa motivasi intrinsik memiliki pengaruh lebih besar daripada motivasi ekstrinsik (Uno, 2. dan sekitar 60% penelitian mengindikasikan bahwa strategi pembelajaran guru berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa secara berkelanjutan (Emda, 2017. Sardiman, 2. Tabel 1. Sintesis Temuan Penelitian Tentang Hubungan Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar PJOK Aspek yang Diteliti Indikator Persentase Temuan Keterangan Hasil belajar PJOK Nilai dan pencapaian A85% Motivasi intrinsik Minat, semangat, kemauan A75% Motivasi ekstrinsik Dukungan guru, penghargaan, lingkungan A68% Keaktifan siswa Partisipasi dalam kegiatan PJOK A75% Disiplin belajar Kehadiran dan tanggung A70% Kepercayaan diri A65% Strategi guru Keberanian mencoba aktivitas fisik Metode dan pendekatan Faktor penghambat Fasilitas, lingkungan, metode monoton A45% Sebagian besar Sangat hasil belajar Membantu Pembelajaran menjadi lebih Motivasi tinggi Memengaruhi performa praktik Meningkatkan motivasi belajar Menghambat A60% Pembahasan Penelitian Secara keseluruhan, hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa motivasi belajar memainkan peran yang sangat penting dalam meningkatkan hasil belajar PJOK pada siswa kelas V sekolah dasar. Motivasi belajar yang tinggi memungkinkan siswa menunjukkan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran, mengikuti instruksi guru lebih efektif, dan mengerahkan upaya maksimal dalam menyelesaikan berbagai aktivitas fisik dan tugas pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi belajar merupakan salah satu faktor psikologis utama yang mendukung keberhasilan siswa dalam mencapai kompetensi pembelajaran PJOK secara optimal (Uno, 2. https://jurnal. id/2012/index. php/jpsi/index Jurnal Prestasi Vol. 10 No. Juni 2026: 25-31 p-ISSN : 2549-9394 e-ISSN : 2579-7093 Selain berkontribusi pada peningkatan hasil belajar, motivasi belajar juga berdampak positif terhadap aspek afektif dan sosial siswa. Siswa dengan motivasi belajar tinggi cenderung lebih percaya diri dalam melakukan aktivitas fisik, lebih bersedia mencoba gerakan baru, dan lebih mampu bekerja sama dengan teman sekelas dalam berbagai kegiatan pembelajaran kelompok. Penelitian Wulandari dan Nugroho . menunjukkan bahwa siswa dengan tingkat motivasi yang baik menunjukkan disiplin belajar lebih tinggi, tanggung jawab lebih kuat, dan semangat kompetitif lebih sehat selama kegiatan pembelajaran PJOK. Selanjutnya, motivasi belajar berfungsi sebagai kekuatan pendorong internal yang membantu siswa menghadapi tantangan dalam pembelajaran PJOK yang sering kali memerlukan kesiapan fisik dan mental. Siswa yang termotivasi cenderung lebih mampu mengatasi rasa takut gagal, rasa malu, dan hambatan psikologis lain yang dapat menghambat partisipasi mereka dalam kegiatan Penelitian Rahman dkk. menekankan bahwa motivasi intrinsik memiliki hubungan signifikan dengan peningkatan keberanian, ketekunan, dan konsistensi siswa dalam mengikuti pembelajaran PJOK. Namun demikian, beberapa penelitian mengindikasikan bahwa pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar dapat menurun jika tidak didukung oleh strategi instruksional yang tepat. Keterbatasan fasilitas olahraga, metode pengajaran yang monoton, dan kurangnya variasi aktivitas fisik dapat menyebabkan penurunan motivasi siswa, bahkan ketika siswa pada awalnya memiliki minat terhadap pembelajaran PJOK. Oleh karena itu, guru dituntut berperan aktif dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan mendorong partisipasi maksimal siswa. Interpretasi Temuan Utama Temuan tinjauan literatur ini menunjukkan bahwa motivasi belajar berdampak multidimensi terhadap hasil belajar PJOK siswa sekolah dasar. Dari perspektif akademik, motivasi belajar yang tinggi terbukti meningkatkan pencapaian siswa dalam aspek kognitif, seperti pemahaman konsep kesehatan, aturan permainan, dan strategi aktivitas fisik. Motivasi juga berkontribusi pada pengembangan aspek psikomotor, yaitu kemampuan siswa dalam melakukan gerakan dasar, koordinasi tubuh, dan keterampilan olahraga secara lebih optimal. Temuan ini sejalan dengan teori motivasi belajar yang dikemukakan Sardiman . , yang menjelaskan bahwa motivasi berfungsi sebagai energi penggerak yang menentukan arah, intensitas, dan ketekunan siswa dalam belajar. Efektivitas motivasi belajar sangat dipengaruhi oleh kualitas lingkungan belajar dan strategi instruksional guru. Guru yang mampu memberikan dorongan positif, penghargaan, dan pengalaman belajar yang menyenangkan lebih berhasil dalam meningkatkan motivasi siswa secara berkelanjutan. Sebaliknya, pendekatan instruksional yang terlalu kaku dan kurang bervariasi dapat menyebabkan siswa kehilangan minat dan mengalami penurunan dalam performa belajar. Kontribusi dan Kebaruan Penelitian Kebaruan utama dari tinjauan literatur ini terletak pada pemetaan sistematis hubungan antara motivasi belajar dan hasil belajar PJOK siswa kelas V sekolah dasar berdasarkan berbagai pendekatan penelitian yang dilakukan sebelumnya. Berbeda dari penelitian terdahulu yang umumnya hanya berfokus pada pengaruh motivasi terhadap aspek akademik tertentu, tinjauan ini mengintegrasikan berbagai dimensi hasil belajar, meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Penelitian ini juga menekankan bahwa motivasi belajar tidak hanya berfungsi sebagai faktor pendukung keberhasilan akademik, tetapi juga sebagai elemen strategis dalam pembentukan karakter, pengembangan keterampilan sosial, dan peningkatan kesiapan mental siswa dalam menghadapi tantangan pembelajaran PJOK. SIMPULAN Berdasarkan hasil tinjauan literatur dari 25 artikel ilmiah, dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan peningkatan hasil belajar PJOK pada siswa kelas V sekolah dasar. Motivasi belajar, baik intrinsik maupun ekstrinsik, terbukti berperan penting dalam mendorong siswa menjadi lebih aktif, disiplin, dan bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran PJOK. Siswa dengan motivasi belajar tinggi cenderung menunjukkan pencapaian https://jurnal. id/2012/index. php/jpsi/index Jurnal Prestasi Vol. 10 No. Juni 2026: 25-31 p-ISSN : 2549-9394 e-ISSN : 2579-7093 lebih baik dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotor dibandingkan siswa dengan motivasi rendah (Pratiwi & Setyawan, 2021. Rahman dkk. , 2. Selain berkontribusi pada pencapaian akademik, motivasi belajar juga berdampak positif terhadap perkembangan psikologis dan sosial siswa. Motivasi belajar yang tinggi dapat meningkatkan kepercayaan diri, keberanian dalam melakukan aktivitas fisik, disiplin, dan kemampuan bekerja sama dalam kegiatan pembelajaran PJOK. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi belajar berfungsi tidak hanya sebagai faktor pendorong keberhasilan akademik, tetapi juga sebagai elemen penting dalam pembentukan karakter dan pengembangan keterampilan sosial siswa (Wulandari & Nugroho, 2020. Sardiman, 2. Efektivitas motivasi belajar sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti strategi instruksional guru, suasana kelas, ketersediaan sarana dan prasarana, serta pendekatan pedagogis yang diterapkan dalam pembelajaran PJOK. Guru yang mampu menciptakan pengalaman belajar yang menarik, interaktif, dan berpusat pada siswa terbukti lebih berhasil dalam meningkatkan motivasi belajar siswa secara berkelanjutan. Sebaliknya, metode pengajaran yang monoton, kurangnya variasi kegiatan, dan keterbatasan fasilitas dapat menjadi hambatan dalam mempertahankan motivasi belajar siswa (Setiawan, 2020. Emda, 2. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan menggunakan pendekatan mixed-method dan studi longitudinal guna mengkaji lebih dalam dinamika hubungan antara motivasi belajar dan hasil belajar PJOK dari waktu ke waktu. DAFTAR PUSTAKA