p-ISSN: 2808-2443 e-ISSN: 2808-2222 Volume. No. 6, 2025 Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business ANALISIS VARIABEL FUNDAMENTAL DAN TEKNIKAL TERHADAP HARGA SAHAM DENGAN UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING Panji Akbar Nur Banten1. Suyanto2 Article History Received: 15-02-2025 Revision: 17-02-2025 Accepted: 17-02-2025 Published: 20-02-2025 Universitas IPWIJA. Jl. Letda Natsir. Bogor. Indonesia Email: panjiakbar79@gmail. Abstract. Stocks are an investment instrument that is widely chosen by investors because stocks are able to provide an attractive level of profit. Stock price assessment is very important and fundamental for investors before making an investment because stocks are one type of investment that is promising for In conducting stock analysis, there are two approaches, namely fundamental analysis and technical analysis. In this study, fundamental analysis is carried out for analysis that tries to estimate stock prices in the future. While technical analysis is information that provides investors with an overview to determine when to buy shares and when the shares are sold or exchanged for other shares in order to obtain maximum profit. This study is a form of research with a quantitative approach using secondary data in the form of annual reports and financial reports of food and beverage sector companies on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2019-2023 period with a sample of 24 companies. In this study there are independent variables, namely ROA (X. DER (X. Trading Volume (X. Stock Price Index (X. Intervening Variable Company Size (X. and the dependent variable is Stock Price (Y). The data analysis used is panel data regression analysis where in testing this writing will be carried out with the help of the Stata computer program. Keywords: Share Prices. Investment. Indonesian Stock Exchange (BEI) Abstrak. Saham merupakan instrument investasi yang banyak dipilih para investor karena saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik. Penilaian harga saham merupakan hal yang sangat penting dan mendasar bagi para investor sebelum melakukan investasi karena saham merupakan salah satu jenis investasi yang menjanjikan untuk para investor. Dalam melakukan analisis saham terdapat dua pendekatan yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal. Pada penelitian ini, analisis fundamental dilakukan untuk analisis yang mencoba memperkirakan harga saham dimasa yang akan datang. Sedangkan analisis teknikal merupakan suatu informasi yang memberikan gambaran kepada investor untuk menentukan kapan pembelian saham dilakukan dan kapan saham tersebut dijual atau ditukar dengan saham yang lain agar memperoleh keuntungan yang Penelitian ini merupakan bentuk penelitian dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder berupa laporan tahunan dan laporan keuangan perusahaan sektor makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019-2023 dengan sampel sebanyak 24 perusahaan. Dalam penelitian ini terdapat variabel independen yaitu ROA (X. DER (X. Volume Perdagangan (X. Indeks Harga Saham (X. Variabel Intervening Ukuran Perusahaan (X. serta variabel dependen yaitu Harga Saham (Y). Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi data panel dimana dalam pengujiannya penulisan ini akan dilakukan dengan bantuan program computer Stata. Kata Kunci : Harga Saham. Investasi. Bursa Efek Indonesia (BEI) How to Cite: Banten. N & Suyanto. Analisis Variabel Fundamental Dan Teknikal Terhadap Harga Saham Dengan Ukuran Perusahaan Sebagai Variabel Intervening. Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business, 4 . , 4156-4173. 54373/ifijeb. Banten. N & Suyanto. Analisis Variabel Fundamental Dan Teknikal A PENDAHULUAN Seiring dengan terus berkembangnya perekonomian dan bisnis di Indonesia, semakin banyak pula perusahaan-perusahaan yang memerlukan modal dalam jumlah besar, sehingga banyak perusahaan mencoba untuk menerapkan penawaran umum pada Bursa Efek Indonesia lebih tepatnya di pasar modal, hal tersebut dilakukan dengan cara melakukan penawaran saham kepada publik serta kemudian berubah ke perusahaan publik (Irpandi & Prasetyanta, 2. Ketika berinvestasi pada suatu perusahaan, investor akan melihat bagaimana nilai perusahaan Menurut Harahap . , ukuran perusahaan dapat dijadikan sebagai suatu keadaan capaian perusahaan yang mencerminkan bagaimana kepercayaan masyarakat terhadap Besar kecilnya perusahaan dapat dihubungkan dengan harga saham maupun kesejahteraan para pemegang saham (Shittu et al. , 2. Perekonomian Dunia diiringi dengan peningkatan perkembangan jumlah penduduk di Indonesia serta didukung oleh tingginya daya beli masyarakat membuat perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman mengalami peningkatan permintaan cukup tinggi, dalam memberikan keputusan terhadap investasi akan berdasarkan kepada informasi yang ada pada pasar modal. Analisis yang dilakukan terhadap saham dapat dibedakan menjadi dua aspek yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal (Irpandi & Prasetyanta, 2. Sebelum membuat keputusan dalam berinvestasi maka salah satu informasi yang bisa dijadikan sebagai dasar oleh investor adalah data laporan keuangan dari perusahaan. Berbagai laporan seperti posisi keuangan, laba rugi, dan arus kas bisa berguna dalam melakukan analisis dengan menggunakan analisis rasio. Dimana salah satu rasio yang bisa dijadikan sebagai penilaian kinerja perusahaan adalah Debt to Equity Ratio (DER) (Kasmir, 2. Selain Debt to Equity Ratio (DER). ROA juga digunakan sebagai variabel fundamental. Hal ini dikarenakan Return On Assets (ROA) mampu memberikan gambaran perputaran aset dengan alat ukurnya adalah penjualan, jika rasio ini memiliki nilai yang besar maka asset dapat lebih cepat memperoleh imbal hasil serta mengembalikan keuntungan, tolak ukur ROA mampu menggambarkan bahwa tingginya ROA akan memberikan return yang tinggi juga kepada investor (Napiajo et al. , 2. Analisis teknikal juga menjadi pertimbangan bagi para investor dalam melakukan investasi berupa gambaran yang diberikan kepada investor terkait waktu pembelian saham dan waktu untuk menjual atau menukarkan saham tersebut dengan saham lain sehingga keuntungan didapatkan dengan maksimal. Volume perdagangan dan Indeks Harga Saham digunakan karena dapat dijadikan sebagai acuan dari bagaimana respon pasar modal akan berbagai informasi yang didapat melalui volume saham yang beredar pada saat itu (Pratiwi, 2. Volume perdagangan saham yang Banten. N & Suyanto. Analisis Variabel Fundamental Dan Teknikal A mengalami perubahan mampu memberikan pengaruh kepada Indeks Harga Saham (IHS) dimana hasil akhirnya adalah dapat memberikan pengaruh terhadap kesejahteraan investor. Meningkatnya volume transaksi saham pada pasar modal menyebabkan IHS meningkat. Di sisi lain, jika volume transaksi saham mengalami penurunan maka akan menyebabkan HIS juga mengalami penurunan. Perubahan IHS mencerminkan perkembangan perusahaan atau industri suatu negara. Turunnya indeks harga saham bisa jadi disebabkan oleh keadaan perekonomian dalam negeri yang saat ini sedang mengalami permasalahan. Di sisi lain, kenaikan indeks harga saham dapat mengindikasikan membaiknya kinerja perekonomian di negara tersebut. Ukuran perusahaan dan indikator total aset mempunyai dampat yang lumayan besar. Dampak tersebut mampu membuat perusahaan yang mempunyai asset yang besar, selain itu dampak ini mampu membuat investor menanamkan modal terhadap perusahaan tersebut, sehingga kenaikan harga saham dapat terjadi akibat bertambahnya investor dan calon investor yang tertarik dalam melakukan penanaman modal (Prasetyorini, 2. Pakaryaningsih . menjelaskan bahwa ukuran perusahaan merupakan ukuran yang mana perusahaan mampu dikelompokkan menjadi besar atau kecil berdasarkan beberapa hal antara lain total asset, nilai pasar saham, total penjualan, jumlah SDM, dan lain-lain. METODE Penelitian ini merupakan bentuk penelitian dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan melalui pendekatan deduktif yaitu, melakukan uji hipotesis antara variabel independen serta dependen (Sugiyono, 2. Harga Saham merupakan variabel dependen pada penelitian ini. Variabel Intervening terdiri dari ukuran perusahaan. Sedangkan untuk variabel independen yaitu variabel fundamental (ROA dan DER) serta variabel teknikal . olume perdagangan dan IHS). Model tersebut dapat berguna dalam memperlihatkan bagaimana hubungan antar variabel pada perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Populasi dalam penelitian yaitu perusahaan sektor makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019-2023. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling berdasarkan ketentuan kriteria yang ditetapkan. metode pengumpulan data yang dipakai adalah data sekunder. Data tersebut diperoleh dari beberapa macam sumber riset kepustakaan dengan mempelajari berbagai buku acuan mengenai teori yang relevan dengan penelitian ini untuk diperoleh informasi ataupun berupa data yang kemudian akan dianalisa. Analisis kuantitatif dan regresi digunakan dalam penelitian ini yang bertujuan untuk mengukur berbagai faktor yang memiliki pengaruh terhadap Harga Saham. Pengertian dari metode analisis data yaitu pengolahan data yang dikumpulkan dimana nanti akan memberikan Banten. N & Suyanto. Analisis Variabel Fundamental Dan Teknikal A interpretasi yang berguna. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi data panel yang mempunyai kelebihan memberikan data yang lebih baik untuk mendeteksi efek yang tidak dapat diamati dalam data time series dan cross section, serta lebih informatif. Dalam pengujiannya, penulisan ini akan dilakukan dengan bantuan program computer Stata. Gambar 1. Kerangka Pemikiran menggunakan Analisis Regresi Data Panel Gambar 2. Kerangka Pemikiran menggunakan Analisis Jalur Banten. N & Suyanto. Analisis Variabel Fundamental Dan Teknikal A Berdasarkan uraian kerangka pemikiran diatas, maka penulis menggunakan hipotesis dalam penulisan berikut ini yaitu: : Return On Assets (ROA) berpengaruh positif terhadap Harga Saham : Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh positif terhadap Harga Saham : Volume Perdagangan berpengaruh positif terhadap Harga Saham : IHS berpengaruh positif terhadap Harga Saham : Ukuran Perusahaan berpengaruh positif tecrhadap Harga Saham : Return On Assets (ROA) melalui Ukuran Perusahaan memberikan pengaruh positif terhadap Harga Saham : Debt to Equity Ratio (DER) melalui Ukuran Perusahaan memberikan pengaruh positif terhadap Harga Saham : Volume Perdagangan melalui Ukuran Perusahaan memberikan pengaruh positif terhadap Harga Saham : IHS melalui Ukuran Perusahaan memberikan pengaruh positif terhadap Harga Saham HASIL Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mendeteksi apakah data berdistribusi normal atau tidak. Pada penelitian ini, uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil uji normalitas Normal F[. dapat dilihat pada gambar dibawah ini: Gambar 3. Uji Normalitas Berdasarkan uji Kolmogorov-Smirnov maka diperoleh nilai sebesar 0,369 oleh karena itu dapat dikatakan bahwa residual berdistribusi normal karena memiliki nilai > 0,05. Banten. N & Suyanto. Analisis Variabel Fundamental Dan Teknikal A Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas merupakan suatu kondisi dimana terdapat korelasi antar variabel Uji multikolinearitas menggunakan Variance Inflation Factor (VIF) untuk mendeteksi gejala antar variabel independen. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan pada variabel dependen harga saham maka diperoleh VIF dari masing-masing variabel yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 1. Uji Multikoliniearitas ROA Variabel VIF 1,04 DER 1,02 Volume Perdagangan Indeks Harga Saham Ukuran Perusahaan 1,03 Mean VIF 1,03 1/VIF 0,9609 0,9821 0,9691 0,9481 0,9821 1,05 1,02 Sumber : Stata15 . Berdasarkan tabel diatas diperoleh bahwa masing-masing variabel independen memiliki nilai VIF dibawah 10, hal ini membuktikan bahwa tidak terdapat korelasi yang kuat antar variabel independen sehingga dapat digunakan untuk memprediksi pengaruhnya terhadap harga saham. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas digunakan untuk melihat apakah model regresi terjadi ketidaksamaan variance antar pengamatan. Apabila nilai uji heteroskedastisitas memiliki nilai > 0,05 maka tidak terjadi gejala heteroskedastisitas. Hasil pengujian heteroskedastisitas untuk variabel dependen harga saham dapat dilihat pada tabel dibawah : Tabel 2. Hasil Uji Heteroskedastisitas chi2 . 6,65 Prob>ch 0,0099 Sumber : Stata15 . Analisis Model Regresi Data Panel Sebelum dilakukan regresi data panel, maka terlebih dahulu perlu dilakukan Chow Test yang digunakan untuk mengetahui model yang tepat antara Common Effect Model dan Fixed Banten. N & Suyanto. Analisis Variabel Fundamental Dan Teknikal A Effect Model. Jika nilai probability . -valu. < 0,05 maka dapat dikatakan bahwa model yang digunakan adalah Fixed Effect Model. Uji selanjutnya yang dilakukan adalah Hausman Test yang digunakan untuk memilih model mana yang tepat diantara Fixed Effect Model dan Random Effect Model. Jika nilai probability . -valu. < 0,05 maka dapat dikatakan bahwa model yang digunakan adalah Fixed Effect Model. Dan uji terakhir dalam regresi data panel adalah Multiplier Test yaitu pengujian yang digunakan untuk memilih model yang tepat antara Random Effect Model dan Common Effect Model (OLS). Chow Test Dari analisis menggunakan Chow Test maka diperoleh hasil seperti tabel berikut : Tabel 3. Hasil Chow Test , . Prob > 13,65 0,0000 Sumber : Stata15 . Berdasarkan hasil dari tabel 4. 3, maka diperoleh probability sebesar 0,0000 dimana < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa model yang digunakan adalah Fixed Effect Model. Hausman Test Dari analisis menggunakan Hausman Test maka diperoleh hasil seperti tabel berikut : Tabel 4. Hasil Hausman Test , . Prob>ch 0,47 0,7976 Sumber : Stata15 . Berdasarkan hasil dari tabel 4. 4, maka diperoleh probability sebesar sebesar 0,7976 dimana > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa model yang digunakan adalah Random Effect Model. Multiplier Test Dari analisis menggunakan Multiplier Test maka diperoleh hasil seperti tabel berikut : Tabel 5. Hasil LM Test Wald chi2. Prob > chibar2 Sumber : Stata15 . 4,87 0,4314 Banten. N & Suyanto. Analisis Variabel Fundamental Dan Teknikal A Berdasarkan hasil dari tabel 4. 5, maka diperoleh probability sebesar sebesar 0,4314 dimana > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa model yang digunakan adalah Common Effect Model. Model Regresi Panel Analisis ini menggambarkan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dalam bentuk gabungan antara data time series dan data cross section. Analisis regresi linier data panel pada variabel dependen harga saham menggunakan Common Effect Model. Hasil regresi untuk harga saham adalah sebagai berikut : Tabel 6. Hasil Regresi Panel dengan Common Effect Model Variabel Coef Konstanta -12296,12 -2,55 ROA 24,56021 1,28 0,203 DER 9,463925 0,09 0,929 0,000000002 -0,1110646 -1,22 0,226 -0,22 0,830 1249,564 4,67 0,000 Volume Perdagangan Indeks Harga Saham Ukuran Perusahaan Probabili 0,012 Sumber : Stata15 . Berdasarkan tabel diatas, maka didapatkan persamaan regresi sebagai berikut : Yit = -12296,12 24,56021X1it 9,463925X2it Ae 0,0000000025X3it - 0,1110646X4it 1249,564X5it e Analisis Jalur (Path Analysi. Analisis Data 1 Tabel 7. Hasil Analisis Data 1 Variabel Coef Std. Error Sig 3642,81 1,085 ROA 28,244 20,811 1,357 DER -25,552 114,523 -0,223 Volume Perdagangan 1,482E- 0,000 -0,667 Banten. N & Suyanto. Analisis Variabel Fundamental Dan Teknikal A IHS -0,264 0,558 -0,473 Sumber : Stata15 . Tabel 8. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Weighted Statistics R-Squared 0,02 0,01 Adj RSquared Sumber : Stata15 . Analisis Data 2 Tabel 9. Hasil Analisis Data 2 Variabel Coef Std. Error Sig 12,494 1,081 11,556 Harga Saham 0,000 0,000 4,674 ROA -0,001 0,006 -0,111 DER -0,025 0,034 -0,731 Volume Perdagangan 1,009E12 0,000 1,534 HIS 8,849E5 0,000 -0,536 Sumber : Stata15 . Tabel 10. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Weighted Statistics R-Squared Adj RSquared Sumber : Stata15 . 0,17 0,14 Banten. N & Suyanto. Analisis Variabel Fundamental Dan Teknikal A Uji Determinasi (R. Uji koefisien determinasi (R. digunakan untuk menilai sejauh mana kemampuan suatu model untuk menjelaskn variabel dependen. Nilai R2 berikisar antara 0< R2<1. Semakin besar nilai R2 maka semakin besar kemampuan variabel independen dalam menjelaskan pengaruh nya terhadap variabel dependen. Berikut merupakan hasil uji determinasi (R. Tabel 11. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Weighted Statistics R-Squared 0,1792 Adj R-Squared 0,1432 Sumber : Stata15 . Berdasarkan hasil pengujian maka diperoleh R-Squared sebesar 0,1792. Variabel independen yang terdiri dari ROA. DER. Volume Perdagangan. Indeks Harga Saham serta variabel intervening Ukuran Perusahaan mampu menjelaskan variabel dependen Harga Saham sebesar 17,92% dan sisanya dijelaskan oleh variabel lain yaitu sebesar 82,08%. Uji Signifikansi Simultan (F-Tes. Uji ini digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel independen secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen. Uji ini dilakukan dengan menggunakan Ftest sebesar 0,05. Model dikatakan layak apabila signifikansi F < 0,05. Sebaliknya, model dikatakan tidak layak apabila signifikansi F > 0,05, yang berarti tidak ada pengaruh variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen. Berikut merupakan hasil pengujian secara simultan : Tabel 12. Hasil Pengujian Simultas (F-Tes. Weighted Statistics F-Statistic 4,98 Prob(FStatisti. 0,00 Sumber : Stata15 . Berdasarkan tabel 4. 8 maka diperoleh nilai probability sebesar 0,000 dimana < 0,05, artinya variabel independen ROA. DER. Volume Perdagangan. Indeks Harga Saham serta variabel intervening Ukuran Perusahaan berpengaruh secara simultan terhadap Harga Saham. Banten. N & Suyanto. Analisis Variabel Fundamental Dan Teknikal A Uji Signifikansi Parsial (T-Tes. Pengujian ini digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen (ROA. DER. Volume Perdagangan. Indeks Harga Saha. dan variabel intervening (Ukuran Perusahaa. berpengaruh terhadap variabel dependen (Harga Saha. Uji t dapat dilakukan dengan cara melihat nilai dari probability t-statistic. Jika hasil probability t-statistic < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Berikut merupakan hasil perhitungan uji t untuk variabel dependen Harga Saham : Tabel 13. Hasil Uji Signifikansi Parsial (T-Tes. Variabel Konstanta -12296,12 Probabili 0,012 ROA 24,56021 0,203 DER 9,463925 0,929 0,000000002 -0,1110646 0,226 1249,564 0,000 Coef Keterangan Tidak Signifikan Tidak Signifikan Signifikan Volume Perdagangan Indeks Harga Saham Ukuran Perusahaan Coef 0,830 Keterangan Tidak Signifikan Tidak Signifikan Tidak Signifikan Tidak Signifikan Signifikan Sumber : Stata15 . Variabel Konstanta 12,494434 Probabili 0,000 ROA -0,0006872 DER -0,0247196 Volume Perdagangan Indeks Harga Saham 0,000000001 -0,0000885 Tidak Signifikan Sumber : Stata15 . DISKUSI Pengaruh Return On Assets (ROA) terhadap Harga Saham Nilai probability untuk ROA terhadap Harga Saham sebesar 0,203 lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat signifikansi 0,05, dan nilai koefisiennya () sebesar 24,56021. Hal ini berarti dalam penelitian ROA memberikan pengaruh yang positif dan tidak signifikan Banten. N & Suyanto. Analisis Variabel Fundamental Dan Teknikal A terhadap Harga Saham. Variabel Return On Asset (ROA) dalam penelitian ini berpengaruh positif tidak signifikan. Variabel Return On Asset (ROA) yang positif menunjukkan bahwa ada peningkatan laba dibandingkan dengan aset perusahaan. Hal itu menunjukkan bahwa perusahaan semakin baik dalam pengelolaan asetnya dalam menghasilkan laba merupakan informasi yang baik sehingga akan menarik minat para investor untuk melakukan transaksi Semakin besar permintaan saham dibandingkan penawaran saham maka dapat meningkatkan harga saham. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Husaini . dan Anisma . yang menyatakan bahwa Return On Asset (ROA) berpengaruh positif terhadap harga saham. Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Harga Saham Nilai probability untuk DER terhadap Harga Saham sebesar 0,929 lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat signifikansi 0,05, dan nilai koefisiennya () sebesar 9,463925. Hal ini berarti dalam penelitian DER tidak berpengaruh terhadap Harga Saham. Semakin tinggi Debt To Equity Ratio (DER) maka semakin tinggi pula risiko suatu perusahaan. Hal tersebut akan mempengaruhi minat investor untuk bertransaksi dengan perusahan sehingga mengakibatkan peningkatan harga saham karena perusahaan akan menggunakan laba yang diperoleh untuk membayar utang. Penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Patriawan & Sufian . menyatakan bahwa Debt To Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh terhadap harga saham. Pengaruh Volume Perdagangan terhadap Harga Saham Nilai probability untuk Volume Perdagangan terhadap Harga Saham sebesar 0,226 lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat signifikansi 0,05, dan nilai koefisiennya () sebesar 0,0000000025. Hal ini berarti dalam penelitian Volume Perdagangan memberikan pengaruh yang negatif dengan kata lain tidak berpengaruh terhadap Harga Saham. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin banyak jumlah saham yang diperdagangkan menyebabkan harga saham yang menurun. Penurunan harga saham yang disebabkan oleh kenaikan volume perdagangan menunjukkan optimisme pasar terhadap sebuah saham (Sofyani & Wahyudi. Optimisme pasar inilah yang menyebabkan volume permintaan lebih besar dari pada volume penawaran yang terjadi di bursa (Hadianto, 2. Dengan demikian hasil penelitian ini konsisten dengan (Anam, 2. yang menyatakan Volume Perdagangan tidak berpengaruh terhadap Harga Saham. Pengaruh Indeks Harga Saham (IHS) terhadap Harga Saham Nilai probability untuk Indeks Harga Saham terhadap Harga Saham sebesar 0,830 lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat signifikansi 0,05, dan nilai koefisiennya () sebesar - Banten. N & Suyanto. Analisis Variabel Fundamental Dan Teknikal A 0,1110646. Hal ini berarti dalam penelitian Indeks Harga Saham memberikan pengaruh yang negatif dan tidak signifikan terhadap Harga Saham. Indeks Harga Saham merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi fluktuasi harga saham. IHS merupakan indeks yang menunjukkan pergerakan harga saham secara umum yang tercatat di bursa efek yang menjadi acuan tentang perkembangan kegiatan di pasar modal (Budiantara, 2. IHS ini bisa digunakan untuk menilai situasi pasar secara umum atau mengukur apakah harga saham mengalami kenaikan atau penurunan. IHS juga melibatkan seluruh harga saham yang tercatat di bursa. Beberapa hasil penelitian terdahulu mengenai pengaruh IHS terhadap Harga Saham, seperti penelitian yang dilakukan oleh Asmara . menyatakan bahwa IHS berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham. Sedangkan (Rismala & Elwisam, 2. mengemukakan bahwa IHS berpengaruh negatif terhadap harga saham. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Harga Saham Nilai probability untuk Ukuran Perusahan terhadap Harga Saham sebesar 0,000 lebih rendah dibandingkan dengan tingkat signifikansi 0,05, dan nilai koefisiennya () sebesar 1249,564. Hal ini berarti dalam penelitian Ukuran Perusahaan memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Harga Saham. Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap harga saham mengambarkan penggunaan aset perusahaan yang baik dengan total aset perusahaan meningkat bahwa sumber dana perusahaan dapat memberikan tambahan keuntungan bagi perusahaan sehingga mempengaruhi harga saham yang beredar. Hasil penelitian ini konsisten dengan Winata et al. yang menyatakan tingkat pengembalian saham lebih tinggi pada perusahaan skala besar dibandingkan skala kecil. Hasil penelitian ini sejalan dengan (Lombogia et al. , 2. yang menyatakan, ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Pengaruh Return On Assets (ROA) melalui Ukuran Perusahaan terhadap Harga Saham Nilai probability untuk ROA melalui ukuran perusahan terhadap harga saham sebesar 0,900 lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat signifikansi 0,05, dan nilai koefisiennya () sebesar -0,0006872. Hal ini berarti dalam penelitian ROA melalui ukuran perusahaan memberikan pengaruh yang negatif dan tidak signifikan terhadap Harga Saham. Pengaruh ROA terhadap harga saham dengan ukuran perusahaan sebagai variabel intervening, menunjukkan ROA berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap harga saham melalui ukuran perusahaan sebagai variabel intervening. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan ukuran perusahaan tidak dapat memediasi hubungan pengaruh antara variabel ROA terhadap harga saham. Hasil ini juga diperkuat dengan jurnal penelitian Takaful . Koefesien Banten. N & Suyanto. Analisis Variabel Fundamental Dan Teknikal A regresi untuk ROA menunjukkan kearah negatif, artinya jika ROA naik maka harga saham Jadi besar kecilnya ROA tidak serta merta mempengaruhi tinggi rendahnya harga saham. Kondisi ini, menggambarkan bahwa kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba dan untuk mengendalikan seluruh biaya-biaya operasional maupun non oprasional belum terlalu Tidak signifikannya variabel ini juga disebabkan adanya faktor lain diluar analisis rasio yang dapat mempengaruhi harga saham di pasar modal, seperti adanya perubahan tingkat inflasi, suku bunga, memburuknya perekonomian global yang mempengaruhi perekonomian domestik, dan faktor lainnya (Takaful, 2. Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) melalui Ukuran Perusahaan terhadap Harga Saham Nilai probability untuk DER melalui ukuran perusahan terhadap harga saham sebesar 0,187 lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat signifikansi 0,05, dan nilai koefisiennya () sebesar -0,0247196. Hal ini berarti dalam penelitian DER melalui ukuran perusahaan memberikan pengaruh yang negatif dan tidak signifikan terhadap Harga Saham. Pengaruh DER terhadap harga saham dengan ukuran perusahaan sebagai variabel intervening, menunjukkan DER berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap harga saham melalui ukuran perusahaan sebagai variabel intervening. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan ukuran perusahaan tidak dapat memediasi hubungan pengaruh antara variabel DER terhadap harga DER ini terkadang bukan menjadi perhatian bagi investor dalam melakukan investasi, para investor lebih melihat informasi-informasi baik lainnya. Selain itu perusahaan yang memiliki asset yang besar cenderung menetapkan laba ditahan lebih besar dan dijadikan kembali menjadi modal daripada pembagian deviden (Pradanimas & Sucipto, 2. Pengaruh Volume Perdagangan melalui Ukuran Perusahaan terhadap Harga Saham Nilai probability untuk volume perdagangan melalui ukuran perusahan terhadap harga saham sebesar 0,035 lebih rendah dibandingkan dengan tingkat signifikansi 0,05, dan nilai koefisiennya () sebesar 0,0000000012. Hal ini berarti dalam penelitian volume perdagangan melalui ukuran perusahaan memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Harga Saham. Pengaruh volume perdagangan terhadap harga saham dengan ukuran perusahaan sebagai variabel intervening, menunjukkan volume perdagangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham melalui ukuran perusahaan sebagai variabel intervening. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan ukuran perusahaan dapat memediasi hubungan pengaruh antara variabel volume perdagangan terhadap harga saham. Berdasarkan signaling theory, naiknya volume perdagangan merupakan kenaikan aktivitas jual beli oleh investor di pasar modal. Semakin meningkat volume penawaran dan permintaan suatu saham, semakin Banten. N & Suyanto. Analisis Variabel Fundamental Dan Teknikal A besar pengaruhnya terhadap fluktuasi harga saham bursa dan semakin meningkatnya volume perdagangan yang menunjukkan semakin diminatinya saham tersebut oleh masyarakat sehingga akan membawa pengaruh terhadap naiknya harga saham (Windasari & Purwanto. Pengaruh Indeks Harga Saham (IHS) melalui Ukuran Perusahaan terhadap Harga Saham Nilai probability untuk indeks harga saham melalui ukuran perusahan terhadap harga saham sebesar 0,623 lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat signifikansi 0,05, dan nilai koefisiennya () sebesar -0,0000885. Hal ini berarti dalam penelitian indeks harga saham melalui ukuran perusahaan memberikan pengaruh yang negatif dan tidak signifikan terhadap Harga Saham. Dengan demikian, hasil yang diperoleh menolak hipotesis (H. dimana Indeks Harga Saham melalui Ukuran Perusahaan memberikan pengaruh positif terhadap Harga Saham. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan ukuran perusahaan tidak dapat memediasi hubungan pengaruh antara variabel indeks harga saham terhadap harga saham. KESIMPULAN Hasil analisis dan pembahasan sebelumnya yaitu hipotesis pertama memperlihatkan adanya arah positif dan tidak terdapat hubungan dari ROA terhadap Harga Saham. Hipotesis kedua memperlihatkan tidak terdapat pengaruh maupun hubungan dari DER terhadap Harga Saham. Hipotesis ketiga memperlihatkan adanya arah negatif dan tidak terdapat hubungan dari Volume Perdagangan terhadap Harga Saham. Hipotesis keempat memperlihatkan adanya arah negatif dan tidak terdapat hubungan dari Indeks Harga Saham terhadap Harga Saham. Hipotesis kelima untuk variabel intervening adalah Ukuran Perusahaan memperlihatkan adanya arah positif dari Ukuran Perusahaan terhadap Harga Saham tetapi memiliki hubungan. Hipotesis keenam ROA melalui ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap harga saham. Hipotesis ketujuh DER melalui ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap harga saham. Hipotesis delapan volume perdagangan melalui ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Hipotesis sembilan indeks harga saham melalui ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap harga REKOMENDASI Terdapat beberapa kekurangan dan kelemahan yang disebabkan adanya keterbatasan yang dimiliki dari hasil yang ditemukan pada penelitian, diantaranya adalah sampel yang digunakan Banten. N & Suyanto. Analisis Variabel Fundamental Dan Teknikal A hanya sebatas perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman. Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya analissi fundamental tidak dicampur dengan analisis teknikal, karena kedianya mempunyai dasar keilmuan yang sangat berbeda, serta untuk selanjutnya sebaiknya dapat menggunakan jumlah sampel yang lebih besar atau mengikutsertakan lembaga yang bergerak dalam bidang Pengolahan Makanan dan Minuman melalui Perusahaan Anak lainnya yang juga terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Selain sampel, dilihat dari hasil pengujian maka penelitian ini mempunyai nilai R-Squared yang rendah dimana hal tersebut menunjukkan bahwa masih banyak variabel lain yang bisa digunakan dalam penelitian berikutnya. Variabel lain tersebut nantinya yang dapat mempengaruhi harga saham. REFERENSI