http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 29 No. Hal. 28-39 . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. PROSES PERAWATAN MESIN HYDRANT DI PT. PAL INDONESIA (PERSERO) Bima Arif Wicaksono1. Manggi Dwi Cahyono2. Dadan Rachmat3 Program Studi Teknik Mesin Ae Universitas 45 Surabaya Program Studi Teknik Industri Ae Universitas 45 Surabaya Email: manggidwicahyono45@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses perawatan dan pemeliharaan sistem hydrant sebagai sarana proteksi kebakaran di PT. PAL Indonesia (Perser. Sistem hydrant memiliki peranan penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran sehingga diperlukan kegiatan inspeksi, pengujian, dan pemeliharaan secara berkala untuk menjamin keandalannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur yang mengacu pada standar pemeliharaan sistem proteksi kebakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan perawatan hydrant di PT. PAL Indonesia (Perser. meliputi pemeriksaan jaringan pipa, hydrant box, hydrant pillar, pressure gauge, valve, serta perawatan pompa kebakaran yang terdiri dari jockey pump, electric pump, dan diesel pump. Selain itu dilakukan pengujian tekanan dan inspeksi visual untuk memastikan seluruh komponen berada dalam kondisi baik dan siap digunakan saat terjadi keadaan darurat. Dari hasil evaluasi diketahui bahwa sistem hydrant secara umum berfungsi dengan baik, namun tetap diperlukan pemeliharaan preventif dan penggantian komponen yang mengalami kerusakan atau penurunan performa agar tingkat keandalan sistem tetap terjaga. Kata Kunci: Hydrant. Pemeliharaan. Proteksi Kebakaran. Preventive Maintenance PENDAHULUAN Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang industri perkapalan dan rekayasa maritim. PT. PAL Indonesia (Perser. memiliki berbagai fasilitas produksi, bengkel kerja, gudang penyimpanan material, instalasi kelistrikan, serta area fabrikasi yang memiliki potensi risiko kebakaran cukup tinggi. Aktivitas pengelasan, pemotongan logam, penggunaan bahan bakar, serta pengoperasian mesin-mesin produksi secara terus-menerus dapat menjadi sumber terjadinya kebakaran apabila tidak didukung oleh sistem keselamatan kerja yang memadai. Oleh karena itu, penerapan sistem proteksi kebakaran yang andal merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga keselamatan pekerja, aset perusahaan, dan kelancaran proses produksi. Salah satu sistem proteksi kebakaran aktif yang digunakan di PT. PAL Indonesia (Perser. adalah sistem hydrant. Sistem hydrant berfungsi sebagai sarana utama pemadaman kebakaran dengan memanfaatkan suplai air bertekanan yang disalurkan melalui jaringan pipa, hydrant box, hydrant pillar, dan pompa hydrant . Keberhasilan sistem hydrant dalam menanggulangi kebakaran sangat dipengaruhi oleh kondisi dan kinerja setiap komponen yang terdapat di dalam sistem tersebut. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan inspeksi, pengujian, serta pemeliharaan secara berkala untuk memastikan seluruh peralatan selalu berada dalam kondisi siap operasi . http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 29 No. Hal. 28-39 . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. Komponen utama dalam sistem hydrant adalah pompa hydrant yang terdiri dari jockey pump, electric pump, dan diesel pump . Pompa tersebut berfungsi untuk menyuplai air dengan tekanan yang sesuai ke seluruh jaringan hydrant ketika terjadi kondisi darurat . Apabila pompa mengalami kerusakan atau penurunan performa akibat kurangnya perawatan, maka kemampuan sistem hydrant dalam memadamkan kebakaran akan menurun dan berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih besar. Oleh karena itu, kegiatan perawatan pompa hydrant menjadi faktor yang sangat penting dalam menjaga keandalan sistem proteksi kebakaran . Perawatan sistem hydrant meliputi pemeriksaan kondisi pompa, pengecekan tekanan air, pemeriksaan jaringan pipa distribusi, valve, pressure gauge, hydrant box, hydrant pillar, serta pengujian fungsi sistem secara menyeluruh . Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendeteksi sedini mungkin adanya kerusakan, kebocoran, korosi, maupun penurunan kinerja komponen sehingga tindakan perbaikan dapat segera dilakukan sebelum terjadi kegagalan sistem . Dengan adanya program pemeliharaan yang baik, tingkat kesiapan sistem hydrant dapat terus dipertahankan sesuai dengan standar keselamatan kebakaran yang berlaku. Berdasarkan pentingnya peran sistem hydrant dalam mendukung keselamatan kerja dan perlindungan aset perusahaan, maka perlu dilakukan kajian mengenai proses perawatan mesin hydrant di PT. PAL Indonesia (Perser. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan inspeksi, pengujian, dan pemeliharaan yang diterapkan pada sistem hydrant serta mengevaluasi efektivitasnya dalam menjaga keandalan sistem proteksi kebakaran . Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi perusahaan dalam meningkatkan kualitas pemeliharaan sistem hydrant sehingga mampu memberikan perlindungan yang optimal terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan kerja. TINJAUAN PUSTAKA Pompa Hydrant Hydrant merupakan suatu sistem keamanan untuk perlindungan kebakaran yang mekanisme kerjanya menggunakan sistem pompa air dengan tekanan cukup tinggi yang dapat bekerja yang dapat bekerja secara otomatis apabila terjadi kebakaran pada ruang atau bagian utama dari bangunan. Menurut Kepmen PU No. 02/KPTS/1985, pompa yang digunakan untuk sistem hydrant ini terdiri dari . ain electric pum. , jockey pump dan diesel pump . Gambar 1. Pompa Pemadam Kebakaran Hydrant http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 29 No. Hal. 28-39 . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. Klasifikasi Pompa Displacement Pump/Pompa Pendesak Pompa pendesak adalah pompa . ebagai lift udara atau pulsomete. yang menaikkan atau mentransfer fluida dengan perpindahan langsung tanpa transformasi energi kinetik karena gerakan fluida menjadi energi potensial karena tekanan pemindahan zat cairnya. Pompa Dinamis Pompa ini disebut juga dengan AuNon Positive Displacement PumpAu, pompa tekanan dinamis terdiri dari poros, sudu Ae sudu impeller, rumah volut, dan saluran Energi mekanis dari luar diberikan pada poros pompa untuk memutar Akibat putaran dari impeller menyebabkanhead dari fluida menjadi lebih tinggi karena mengalami percepatan. Ditinjau dari arah aliran yang mengalir melalui sudu Ae sudu gerak. Pompa Sentrifugal Cairan dipaksa menuju sebuah impeller oleh tekanan atmosfir, atau dalam hal jet pump oleh tekanan buatan. Baling-baling impeller meneruskan energi kinetik ke cairan, sehingga menyebabkan cairan berputar. Cairan meninggalkan impeller pada kecepatan Impeller dikelilingi oleh volute casing atau dalam hal pompa turbin digunakan cincin diffuser stasioner. Volute atau cincin diffuser stasioner mengubah energi kinetik menjadi energi tekanan . Gambar 2. Skema Pompa Sentrifugal http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 29 No. Hal. 28-39 . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. Gambar 3. Kontruksi Dalam Pompa Sentrifugal Gambar 4. Kontruksi Pompa Sentrifugal Klasifikasi Bangunan Berdasarkan Tingkat Kebakaran Klasifikasi bangunan menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26/PRT/M/2008 tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan berdasarkan tingkat kebakaran dibedakan menjadi . Hunian bahaya kebakaran ringan (Light Hazard Occupancie. Yaitu gedung atau bagian dari gedung yang memiliki kuantitas dan keterbakaran isi gedung rendah dan kecepatan pelepasan panas dari api rendah. Contohnya adalah sekolah, rumah sakit, museum, perpustakaan, kantor, tempat tinggal, area tempat duduk restauran, teater, dan auditorium. Hunian bahaya kebakaran sedang (Ordinary/Moderate Hazard Occupancie. Jenis ini terdiri dari dua golongan, yaitu: Group I adalah gedung atau bagian dari gedung yang memiliki kuantitas dan keterbakaran isi gedung sedang, dan timbunan benda-benda yang mudah terbakar tidak lebih dari 8 ft . , kecepatan pelepasan panas dari api sedang. Contohnya tempat parkir mobil, pabrik roti, pembuatan minuman, pengalengan, pengolahan susu, pabrik elektronika, tempat cuci pakaian, dan pabrik gelas. http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 29 No. Hal. 28-39 . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. Group II adalah adalah gedung atau bagian dari gedung yang memiliki kuantitas dan keterbakaran isi gedung sedang, dan timbunan benda-benda yang mudah terbakar tidak lebih dari 12 ft . Contohnya gudangcold storage, pabrik pakaian, tumpukan buku perpustakaan, percetakan,dan pabrik tembakau. Hunian bahaya kebakaran tinggi (Extra/High Hazard Occupancie. Yaitu gedung atau bagian dari gedung yang memiliki kuantitas dan keterbakaran isi gedung tinggi dan memiliki cairan, bubuk, kain, ataubenda lainnya yang mudah terbakar . aik flammable maupun combustibl. , sehingga kecepatan pelepasan panas dari api sangat tinggi. Jenis ini terdiri dari dua group, yaitu: Group I adalah hunian bahaya kebakaran tinggi yang tidak atau hanya sedikit mengandung cairan yang flammable atau yang combustible. Group II adalah hunian bahaya kebakaran tinggi yang mengandung cairan yang flammable atau yang combustible dalam jumlah sedang. Klasifikasi Bangunan Berdasarkan Tinggi dan Jumlah Lantai Klasifikasi Bangunan Berdasarkan Tinggi dan jumlah lantai menurut AuPanduan Sistem Hydrant untuk Pencegah Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan GedungAy. Departemen Pekerjaan Umum, 1987. Lihat Pada Tabel 1. Tabel 1. Klasifikasi Bangunan menurut Tinggi dan Jumlah Lantai Klasifikasi Bangunan Ketinggian dan Jumlah Lantai Ketinggian kurang dari 8m atau 1 lantai Ketinggian sampai dengan 8m atau 2 lantai Ketinggian sampai dengan 14m atau 4 lantai Ketinggian sampai dengan 40m atau 8 lantai Ketinggian lebih dari 40m atau diatas 8 lantai Instalasi Pemadam Kebakaran Pada instalasi pemadam kebakaran yang terdapat di PT PAL Indonesia (Perser. dapat dilihat pada Tabel 2. http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 29 No. Hal. 28-39 . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. Tabel 2. Jumlah Hydrant atau Pemadam Api Ringan Keterangan Divisi Kaprang Divisi GE Divisi Kania Gedung PIP Lantai Dasar Gedung PIP Lantai 1 Gedung PIP Lantai 2 Gedung PIP Lantai 3 Gedung PIP Lantai 4 Gedung PIP Lantai 5 Gedung PIP Lantai 6 Indoor Hydrant Box Jumlah . Riser Elevasi Lantai . Hydrant Box Hydrant Box dapat dibagi menjadi dua yaitu berupa Indoor Hydrant . erletak di dalam gedun. dan Outdoor Hydrant . erletak di luar gedun. Pemasangan Hydrant Box ini biasanya disesuaikan dengan kebutuhan dan luas ukuran ruangan serta luas gedung. Hydrant Pillar Alat ini memiliki fungsi yang sama dengan Indoor Hydrant Box, hanya saja diletakan di luar gedung. Biasanya di sebelah hydrant pillar terdapat terdapat yang hanya berisi hose Peletakan hydrant pillar di tentukan dari luas lahan dan ditempatkan di tempat yang mudah diakses. Siamesse Connection Alat ini memiliki fungsi yang sama dengan Pillar Hydrant, hanya saja tidak terdapat Hydrant box. Dan biasanya petugas pemadam kebakaran menggunakan outlet ini dan disambungkan ke selang yang dibawa oleh petugas pemadam kebakaran. Peletakan Siamesse Connection di tentukan dari jumlah akses untuk masuk ke wilayah gedung Pressure Reduce Valve (PRV SET) PRV SET terdiri dari PRV, butterfly valve, dan preasure gauge. PRV berfungsi untuk mengurangi tekanan dari pompa sesuai tekanan yang di inginkan. http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 29 No. Hal. 28-39 . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai proses perawatan sistem hydrant di PT. PAL Indonesia (Perser. Tahapan penelitian dilakukan sebagai berikut: A Studi Literatur Pengumpulan referensi mengenai sistem hydrant, pompa sentrifugal, sistem proteksi kebakaran, serta standar pemeliharaan hydrant berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26/PRT/M/2008 dan SNI 03-6570-2001. A Observasi Lapangan Pengamatan secara langsung terhadap kondisi sistem hydrant yang meliputi jaringan pipa distribusi, hydrant box, hydrant pillar, pressure gauge, valve, serta unit pompa kebakaran. A Pengumpulan Data Data diperoleh melalui dokumentasi kegiatan pemeliharaan, hasil inspeksi lapangan, data tekanan sistem, serta wawancara dengan teknisi dan petugas pemeliharaan hydrant. A Pemeriksaan dan Pengujian Dilakukan pemeriksaan visual terhadap kondisi fisik peralatan, pengujian tekanan air, pengecekan fungsi pompa jockey, electric pump, dan diesel pump, serta pengecekan kelengkapan hydrant. A Analisis Data Data hasil inspeksi dan pengujian dianalisis untuk mengetahui kondisi sistem hydrant, tingkat kesiapan operasional, serta kebutuhan perbaikan dan pemeliharaan lanjutan. A Penarikan Kesimpulan Hasil analisis digunakan sebagai dasar untuk menyusun kesimpulan mengenai efektivitas proses perawatan hydrant serta rekomendasi perbaikan guna meningkatkan keandalan sistem proteksi kebakaran. http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 29 No. Hal. 28-39 . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. HASIL DAN PEMBAHASAN Pemeliharaan Sistem Hydrant Pemeliharaan Fire Hydrant System harus dijadwalkan secara berkala sesuai dengan ketentuan untuk memastikan kinerja peralatan penanggulangan kebakaran dalam kondisi baik dan siap digunakan kapan saja jika terjadi kondisi darurat atau bahaya kebakaran. Pemeriksaan, pengujian dan perawatan fire Hydrant system meliputi seluruh peralatan yang terpasang seperti pompa kebakaran yang terdiri dari pompa jockey, pompa elektrikal dan pompa diesel, sistem pipa tegak, selang kebakaran, katup-katup . Hydrant pillar, peralatan mekanikal dan elektrikal termasuk sistem kontrol, alat pengukur tekanan dan proteksi pipa dari gangguan karat atau korosif. Gambar 5. Pengecekan Sistem Hydrant Tanggung jawab atas pemeliharaan dan perawatan sistem proteksi kebakaran secara baik dan benar terletak pada pemilik/pengelola bangunan. Dengan cara inspeksi/pemeriksaan, pengujian dan pemeliharaan berkala, semua peralatan harus ditunjukkan ada dalam kondisi operasi yang baik, atau setiap kerusakan dan kelemahan dapat diketahui. Tujuan dari inspeksi adalah untuk verifikasi secara visuil bahwa sistem proteksi kebakaran dan perlengkapannya tampak dalam kondisi operasi dan bebas dari kerusakan fisik. Tujuan dari pengujian adalah untuk menjamin operasi otomatik atau manual atas kebutuhan dan pengiriman kontinyu dari output sistem proteksi kebakaran yang disyaratkan, dan untuk mendeteksi ketidaksempurnaan sistem proteksi kebakaran yang tidak tampak pada saat Sedangkan tujuan dari pemeliharaan sistem proteksi kebakaran adalah perawatan pencegahan . reventive maintenanc. dan perbaikan . orrective maintenanc. untuk mempertahankan fungsi optimum dari peralatannya. http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 29 No. Hal. 28-39 . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. Perawatan Sistem Pompa Kebakaran (Fire Hydrant Pum. Pompa kebakaran yang terdiri dari Jockey Pump. Electrical Pump dan Diesel Pump merupakan peralatan utama pada rangkaian fire Hydrant system. Pompa kebakaran berfungsi untuk mengisap air dari dalam bak penampung air / ground water tank / reservoir untuk kemudian dialirkan melalui sistem pipa tegak dan jalur pipa Hydrant agar dapat digunakan untuk memadamkan api pada titik-titik kebakaran menggunakan Hydrant pillar dan selang kebakaran . ire hos. Gambar 6. Pembersihan Pompa Hydrant Sistem ini harus meliputi pompa kebakaran dan motor penggeraknya, dan alat kontrol atau panelnya. Prosedur uji serah terima, inspeksi/pemeriksaan, pengujian dan pemeliharaan berkala harus mengikuti SNI 03-6570-2001 atau edisi terakhir. Instalasi yang dipasang tetap untuk proteksi kebakaran. Prosedur pengujian tahunan harus mengikuti SNI 03-6570-2001. Frekuensi inspeksi/pemeriksaan, pengujian dan pemeliharaan berkala harus sesuai dengan ketentuan berdasarkan Peraturan Menteri PU Nomor: 26/PRT/M/2008. http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 29 No. Hal. 28-39 . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. Tabel 3. Pelaksanaan dan Pemeliharaan Sistem Hydrant http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 29 No. Hal. 28-39 . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan A Sistem hydrant di PT. PAL Indonesia (Perser. telah dilaksanakan sesuai prosedur pemeliharaan dan inspeksi berkala guna menjaga kesiapan operasional dalam menghadapi kondisi darurat kebakaran. A Kegiatan pemeliharaan meliputi pemeriksaan jaringan pipa, hydrant box, hydrant pillar, pressure gauge, valve, serta perawatan pompa kebakaran yang terdiri dari jockey pump, electric pump, dan diesel pump. A Pengujian sistem menunjukkan bahwa tekanan dan distribusi air hydrant masih berada dalam kondisi yang baik sehingga mampu mendukung proses pemadaman kebakaran secara efektif. A Pemeliharaan preventif yang dilakukan secara berkala mampu mengurangi risiko kerusakan peralatan, memperpanjang umur pakai komponen, serta meningkatkan keandalan sistem proteksi kebakaran. A Keberhasilan sistem hydrant tidak hanya bergantung pada kondisi peralatan, tetapi juga pada kedisiplinan pelaksanaan inspeksi, pengujian, dan pemeliharaan oleh personel yang bertanggung jawab. Saran A Jadwal inspeksi dan pemeliharaan sistem hydrant perlu dilakukan secara konsisten dan terdokumentasi dengan baik agar kondisi setiap komponen dapat dipantau secara berkala. A Diperlukan pelatihan rutin bagi petugas pemeliharaan untuk meningkatkan kemampuan dalam melakukan pemeriksaan, pengujian, dan penanganan gangguan pada sistem hydrant. A Komponen yang mengalami korosi, kebocoran, atau penurunan performa harus segera diperbaiki atau diganti guna menghindari kegagalan sistem saat terjadi A Perlu dilakukan pengujian performa sistem hydrant secara menyeluruh minimal satu kali dalam setahun sesuai standar yang berlaku. A Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan menganalisis tingkat keandalan . dan biaya pemeliharaan sistem hydrant untuk memperoleh strategi perawatan yang lebih optimal. http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 29 No. Hal. 28-39 . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. DAFTAR PUSTAKA