Kontekstualisasi Motif Batik Tumpal Pada Desain Back Drop Area Resepsionis di Lobby Hotel Butik Kosenda Jakarta 1,2,3 Clarissa Florence Bellina1. Heru Budi Kusuma*2. Sri Fariyanti Pane3 Prodi Desain Interior. Fakultas Seni Rupa dan Desain. Universitas Tarumanagara. Jakarta 615200030@stu. id, heruk@fsrd. id, srif@fsrd. *Pen. Korespondensi Abstrak Ai Hotel Butik Kosenda merupakan hotel bintang 4 yang terletak di jantung Kota Jakarta, tepatnya Jalan K. Wahid Hasyim. Tanah Abang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hasil dari penerapan bentuk geometris segitiga yang ada pada Batik Betawi Motif Tumpal pada rancangan interior area khusus lobby Hotel Butik Kosenda. Lobby adalah ruangan yang pertama kali dikunjungi dan dilihat oleh tamu. Oleh karena itu, lobby perlu di desain unik agar meninggalkan kesan pada tamu. Metode yang digunakan adalah metode Rosemary Kilmer yang terdiri dari 8 tahap. Pada hasil akhir berisi gambar-gambar penerapan bentuk geometris wajik yang diterapkan pada dinding area lobby Hotel Butiik Kosenda. Bentuk yang digunakan merupakan segitiga yang dipadukan dengan bentuk wajik, serta motif-motif flora yang terinspirasi dari batik tumpal. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan bentuk geometris motif tumpal pada interior lobby hotel dapat memberikan tampilan yang lebih artistik serta citra unik. Kata kunci: Geometris. Hotel Butik. Interior. Tumpal. PENDAHULUAN pada tahun 2013. Hotel Butik Kosenda Hotel Butik adalah hotel mewah dengan merupakan hotel milik Bapak Ruben jumlah kamar sedikit yang berfokus pada Kosenda. Hotel ini menggunakan gaya mid- century tetapi tetap menerapkan sentuhan experience kepada tamu hotel (Zenita budaya pada interiornya. Pada penelitian Rahmatia et al. , 2. Hotel butik ini, difokuskan pada penerapan desain di umumnya didesain unik dan berbeda. Hotel Butik Kosenda. Standar hotel berbeda dari hotel-hotel Mid-century mulai popular pada tahun 1950-an. Ciri khas mid-century adalah memiliki fasilitas dan pelayanan seperti hotel bintang lima tetapi kamar yang terintegrasi dengan alam. Warna yang paling sering digunakan dalam desain ini Hotel Butik Kosenda merupakan hotel adalah warna hangat dan alami seperti bintang 4 yang terletak di tengah Kota cokelat (Fulbertus & Indrani, 2. Selain Jakarta, tepatnya di Jalan K. Wahid itu, warna lain yang umum dipilih adalah Hasyim No. Hotel Butik Kosenda hijau zaitun, oranye, kuning, atau abu-abu. dibangun pada tahun 2011 dan diresmikan Ciri lainnya adalah: MEZANIN Ae Vol. 7 No. Desember . A Menggunakan material alami yang Di daerah Jawa, terdapat kain-kain dibiarkan apa adanya India yang memiliki nama Serasah. Kumitri. A Banyak pencahayaan alami dan Sembagi. Ciri khas yang dimiliki ketiga A Penggunaan kaca kain tersebut adalah semuanya memiliki A Sifat motif segitiga (Sandika, 2. sehingga antara indoor dan outdoor memiliki hubungan A Menggunakan Lobby menghubungkan bagian luar dan dalam bangunan (Abigail & Indrianti, 2. Lobby adalah tempat penerimaan tamu, ruang duduk, dan sebagai waiting area. Lobby dikunjungi dan dilihat oleh tamu (Aulia Rahman & Jamaludin, 2. Oleh karena Gambar 1: Kain Serasa asal India (Sumber: itu, lobby perlu di desain unik agar meninggalkan kesan pada tamu. Pada Motif tumpal sudah ada sejak masa penelitian ini, lobby hotel Butik Kosenda prasejarah hingga sekarang. Motif tumpal akan menerapkan motif batik tumpal pada memiliki makna simbolik (Rina, 2. bagian backdrop resepsionis. Secara numerologis, satu sisi segitiga Batik tumpal memiliki motif bentuk menggambarkan kekuatan dan sisi lainnya segitita runcing (Gischa, 2. Pada bagian dalam segitiga, biasanya memiliki motif kerap dikaitkan dengan tata kehidupan bunga yang menambah nilai seni. Motif manusia yang selaras dengan alam dan tumpal batik Betawi banyak dipengaruhi bersifat keduniaan menuju ketuhanan. oleh batik Lasem. Artinya. Tumpal pada batik yang berkembang saat ini merupakan hasil inspirasi dari Segitiga . ahankain, 2. budaya tekstil India (Nurul Ridha et al. MEZANIN Ae Vol. 7 No. Desember . jurnal dan website yang digunakan sebagai bahan analisis. Proses beberapa tahap yaitu. , menganalisis data dan informasi yang telah dikumpulkan. segitiga motif tumpal Betawi ke dalam interior lobby hotel sebagai Mengetahui geometris segitiga motif tumpal digunakan dalam menerapkan bentuk Rosemary Kilmer (Kilmer & Kilmer, 2. Metode ini terdiri dari 8 tahap. Yang pertama adalah tahap commit, pada tahap ini Penulis menerima dan berkomitmen menyelesaikan tugas dengan Menyusun identitas kebudayaan lokal, . geometris batik tumpal adalah metode maka penelitian ini bertujuan untuk: Selain itu, metode perancangan yang Berdasarkan latar belakang di atas. Mengetahui menarik kesimpulan. Gambar 2: Motif Batik Tumpal Betawi (Sumber: Tahap merupakan state. Penulis mengidentifikasi masalah untuk menyusun latar belakang yang meliputi profil proyek, latar belakang, interior lobby hotel. rumusan dan batasan masalah, serta tujuan perancangan. Kemudian pada tahap II. METODE Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yaitu dengan menyimpulkan data untuk mendapatkan pendekatan yang akan digunakan dalam penyusunan laporan. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan melalui observasi langsung ke site dan studi dokumen berupa collect, mengumpulkan data lapangan dan fakta yang berhubungan dengan proyek. Data terdiri dari data literatur, data lapangan, dan data persepsi. Kemudian menganalisa masalah berdasarkan data yang terlah dikumpulkan. Untuk tahapan analisis yang digunakan adalah komparasi, deskriptif, aktivitas, fasilitas dan besaran Bellina. Kusuma. Pane ruang, hubungan ruang, serta matriks. Tahap kelima yaitu ideate, pada tahap ini Penulis mulai menyusun ide ke dalam bentuk skematik dan konsep berupa mind mapping, citra, tema, konsep estetika. Kemudian dilanjutkan dengan membuat alternatif zoning, blocking, sirkulasi, layout. Gambar 3: Back drop Eksisting (Sumber: Bellina, 2. dan desain ruangan. Tahap keenam yaitu choose. Penulis memilih alternatif yang paling sesuai dengan perancangan. Kemudian ada tahap implement, yaitu tahapan dimana Penulis mulai membuat visualisasi 2 dimensi dan 3 dimensi yang kemudian disusun ke dalam bentuk presentasi secara manual atau Tahapan terakhir adalah evaluate. Penulis meninjau kembali desain yang mendapatkan hasil final. Untuk menampilkan bentuk geometris yang terinspirasi dari batik tumpal. Penulis disesuaikan dengan warna serta tone midcentury. Mid-century merupakan gaya interior yang diterapkan di seluruh hotel, mempertahakankan gaya mid-century. Bentuk-bentuk digunakan adalah segitia dan wajik yang dihasilkan dari susunan bentuk segitiga i. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada desain eksisting, back drop hanya garis-garis yang yang sejajar. Bentuk segitia disusun di bagian atas serta di bagian bawah sehingga saling bertemu di ujungnya. didapatkan dari kayu dengan warna hitam. Gaya yang digunakan adalah mid-century. MEZANIN Ae Vol. 7 No. Desember . Penulis merangkum batasan estetika perancangan ini, yaitu: Gambar 4: Batik Tumpal (Sumber: cermin-dunia. Pada bagian dalam segitiga, dapat Gambar 6: Batasan Estetika (Sumber: Bellina, 2. dilihat bahwa terdapat motif flora. Motif flora biasanya bermacam-macam tetapi terdiri dari bentuk-bentuk bunga kecil. Untuk penggunaan warna, disesuaikan Kemudian dilanjutkan dengan proses pembuatan konsep pada lobby Hotel Butik Kosenda. dengan tone mid-century tetapi tetap menggunakan warna-warna yang biasanya digunakan untuk pembuatan batik Betawi. Warna-warna jingga, kuning, dan hijau. Tapi tone warna Gambar 7: Konsep Estetika (Sumber: Bellina, 2. telah disesuaikan sehingga memiliki warna Setelah membuat beberapa alternatif yang agak gelap dan terkesan bold. Penulis memilih alternatif di bawah ini yang terinspirasi dari motif batik Gambar 5: Tone Warna Mid-Century (Sumber: Bellina. Gambar 8: Ide Desain Back Drop (Sumber: Bellina, 2. Bellina. Kusuma. Pane Berikut adalah hasil penerapan bentuk terdapat pada kain batik tumpal. Pada geometris motif batik tumpal ke dalam interior . ack dro. lobby Hotel Butik bentuk-bentuk Kosenda. terlihat kontras. Pada sisi segitiga yang membentuk wajik menggunakan material kaca agar back drop terkesan cerah dan elegan. Gambar 9: Penerapan Motif Tumpal Pada Back Drop Resepsionis (Sumber: Bellina, 2. Back drop resepsionis menggunakan bentuk geometris yang ada pada motif Gambar 11: Penerapan Motif Tumpal Pada Back Drop Resepsionis (Sumber: Bellina, 2. batik tumpal, yaitu segitiga. Material yang digunakan pada back drop adalah logam laser cutting untuk membentuk pola Berikut ini adalah gambar kerja elevasi dari lobby Hotel Butik Kosenda: segitiga yang simetris. Gambar 10: Penerapan Motif Tumpal Pada Back Drop Resepsionis (Sumber: Bellina, 2. Gambar 12: Gambar Kerja Elevasi(Sumber: Bellina, 2. Pada beberapa bagian segitiga terdapat motif wajik yang berulang. Motif ini MEZANIN Ae Vol. 7 No. Desember . perancangan akan menerapkan budaya Betawi yang difokuskan kepada bentuk geometris dari motif batik tumpal. Berdasarkan geometris batik tumpal pada interior lobby Hotel Butik Kosenda, dapat disimpulkan bahwa unsur geometris batik tumpal dapat menambah nilai estetika pada ruangan. Nilai estetika dapat dilihat dari berbagai karakteristik, seperti bentuk dan warna. Bentuk segitiga dan wajik memberikan kesan yang unik dan simetris pada tampilan ruang. Penggunaan warna merah, hijau, dan kuning menciptakan suasana yang segar dan penuh energi. Selain itu, penerapan ini memberikan unsur identitas kebudayaan lokal pada interior Hotel Butik Kosenda. Unsur budaya lokal difokuskan pada bentuk geometris Gambar 3. 1 Kode Material (Sumber: Bellina, 2. dari motif batik tumpal sehingga banyak menggunakan bentuk segitiga. Di bagian IV. SIMPULAN Desain interior, terutama pada area lobby memiliki fungsi yang penting karena dalam bentuk segitiga juga terdapat motif wajik kecil yang menggambarkan bentuk flora pada motif batik tumpal. area ini adalah area yang pertama kali Tampilan back drop yang menerapkan dimasuki oleh tamu. Selain itu, resepsionis motif batik tumpal dapat memberikan daya yang menjadi bagian utama lobby berperan penting dalam menampilkan kesan dan tema dari hotel. bentuk-bentuk Hotel Butik Kosenda berdiri di kawasan Selain memberikan kesan dinamis pada ruang. yang area sekitarnya masih berhubungan dengan budaya Betawi. Oleh karena itu. Bellina. Kusuma. Pane DAFTAR PUSTAKA