NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Volume 5. Issue 2. Mei 2024 DOI : https://doi. org/10. 55681/nusra. Homepage: ejournal. id/index. php/nusra p-ISSN: 2715-114X e-ISSN: 2723-4649 IMPLEMENTASI PENDEKATAN VALUES CLARIFICATION TECHNIQUE (VCT) BERBANTU POP UP BOOK DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SD Muhamad Ridwan Habibi1*. Meri Yuliani1. Munawir Gazali1. Zaitiun1 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Institut Pendidikan Nusantara Global. Indonesia *Corresponding author email: muhamadridwanhabibi@gmail. Article History ABSTRACT Received: 7 May 2024 Revised: 21 May 2024 Published: 30 May Education has a goal, namely to give birth to a generation that is intelligent, high quality, characterized and cultured. One of the goals of this education is to give birth to a generation of character, meaning that it is very important for students to instill good character. Teachers must familiarize students with instilling good values in students so that they will not only understand the material but instill good values that are important to apply. By using the VCT Approach with the help of Pop Up Books as a learning medium to increase students' curiosity in learning social studies, where social studies studies social sciences, there are values contained in each material. The aim of this research is to examine the application of the VCT approach assisted by Pop Up Books in class IV social studies learning at SDN Sumbek. The method used uses descriptive qualitative methods, with data collection through observation, interviews and documentation. Based on the data obtained, the application of the VCT approach assisted by Pop Up Books has been implemented well which can increase students' awareness in instilling the values that will be applied. It is hoped that this research will be useful to related parties who can benefit from it, such as school principals, teachers and students, as well as future researchers. Keywords: VCT Approach. Pop Up Book. Social Studies Learning Copyright A 2024. The Author. How to cite: Habibi. Yuliani. Gazali. , & Zaitiun. Implementasi Pendekatan Values Clarification Technique (VCT) Berbantu Pop Up Book dalam Pembelajaran IPS di SD. NUSRA : Jurnal Penelitian Dan Ilmu Pendidikan, 5. , 770Ae779. https://doi. org/10. 55681/nusra. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Volume 5. Issue 2. Mei 2024 LATAR BELAKANG Pendidikan sudah pasti tidak asing lagi untuk didengar, pendidikan termasuk hal yang sangat penting bagi seluruh manusia. Baik dari usia yang sangat rendah, remaja bahkan sampai usia yang sudah lanjut pun pendidikan masih berlanjut. Pada dasarnya pendidikan (UU SISDIKNAS No. 20 tahun 2. adalah usaha secara sadar dan terencana dalam mewujudkan suasana dan proses pembelajaran yang membuat peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dalam dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan Ki Hajar Dewantara mengartikan pendidikan itu sebagai tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat mendapat pencapaian setinggitingginya, yang berarti pendidikan ini sebuah proses pembelajaran dalam mengembangkan kemampuan potensi yang ada dalam diri peserta didik, yang mana akan menghasilkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan tingkah laku siswa dalam mencapai tujuan yang ingin dicapainya. Pelaksanaan pendidikan dibagi beberapa jenjang atau beberapa tingkat dari tingkat terendah sampai tertinggi, seperti TK. SD. SMP. SMA, dan perguruan tinggi. Pendidikan selama ini dikenal sebagai usaha untuk mendidik serta pengajaran kepada peserta didik untuk memiliki pemahaman dan mengerti terhadap suatu hal yang akan mengarah dalam pencapaian cita-cita. Dalam pendidikan sudah pastinya ada faktor yang dapat dikatakan apabila pendidikan itu mempunyai keunggulan yang tinggi salah satunya yaitu apabila guru mempunyai kelebihan atau kualitas yang tinggi. Setiap jenjang pendidikan sebaiknya mempunyai keunggulan, karena yang nantinya akan melahirkan generasi yang memiliki potensi yang luas dan dimulai dari pendidikan dasar terlebih dahulu. Pendidikan dasar dikenal dengan sekolah dasar (SD) yang dapat diartikan menyelenggarakan atau memberikan proses pendidikan dasar dan mendasari proses pendidikan selanjutnya. Pendidikan sekolah dasar terdapat beberapa bagian mata Salah satu mata pelajaran di Sekolah Dasar adalah pelajaran IPS (Ilmu pengetahuan Sosia. yang biasanya dalam pembelajaran IPS ini tidak menekankan pada teoritis melainkan kepada bidang praktis dalam mempelajari masalah sosial yang terdapat di lingkungan masyarakat. Tidak hanya itu saja, tetapi terdapat beberapa cabang ilmu sosial lainnya, seperti sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, antropologi, filsafat, dan psikologi Materi dalam pembelajaran IPS dapat membuat peserta didik menganggap kualitas pembelajaran ini rendah salah satu faktornya yaitu guru yang masih biasa dalam Bahkan menganggap bahwa pendidikan IPS kurang memiliki nilai manfaat dibandingkan dengan bidang studi lain seperti IPA. Dengan adanya argument seperti itu sebenarnya persepsi yang salah dalam menilai pendidikan IPS lebih rendah dibanding dengan bidang studi lainnya, sebenarnya secara materi pembelajarannya memerlukan kemampuan intelektual dan motivasi yang tinggi. Terdapat hal lain yang dapat dikatakan pembelajaran IPS tidak menarik dan membuat bosan yaitu karena pembelajaran ini tidak dapat menerapkan untuk mengetahui sejauh mana yang Implementasi Pendekatan Values Clarification Technique (VCT) Berbantu Pop Up Book Dalam Pembelajaran . Oe Habibi et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan pembelajaran IPS dianggap hanya sekedar untuk kepentingan sesaat, tanpa mengetahui adanya manfaat dalam kehidupan sehari hari Oleh karena itu, peserta didik tidak tertarik dengan apa yang disampaikan IPS. Karena pembelajaran IPS memuat materi yang mungkin didengar sangat bosan padahal sangat penting untuk dipelajari, seperti materi sejarah pahlawan, sejarah perjuangan dan masih banyak yang lainnya. Sudah pastinya ada penyebab yang menyebabkan peserta didik berargumen atau menilai seperti itu baik dari internal maupun Eksternal bisa datang dari guru pada saat menyampaikan materi yang membuat bosan atau membuat peserta didik tidak nyaman dengan apa yang telah disampaikan. Karena guru mempunyai peran yang sangat dominan dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, guru harus mempunyai kreatifitas dalam cara mengajarnya, bisa seperti diubah pendekatan pembelajarannya dan media pembelajarannya yang bisa membuat peserta didik lebih tertarik dalam pembelajaran IPS sehingga tidak menganggap biasa saja. Bahkan sebaiknya guru membuat peserta didik tidak hanya aktif, paham saja melainkan peserta didik dibiasakan untuk menanamkan atau menerapkan nilainilai positif apa saja yang harus diterapkan dalam Sesuai dengan tujuan pendidikan (UU No. 20 Tahun 2. yaitu mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Artinya dengan adanya tujuan pendidikan tersebut, pemerintah berupaya Volume 5. Issue 2. Mei 2024 untuk meningkatkan kualitas pendidikan agar dapat menghasilkan sumber daya berkarakter dan berbudaya. Oleh karena itu guru harus bisa mewujudkan generasi yang tidak hanya paham akan materi saja melainkan mereka harus menanamkan nilai-nilai dari materi yang sudah dipelajarinya. Karena masih banyak peserta didik yang sudah paham dengan materi yang disampaikan tetapi tidak mengamalkan nilai-nilai positif yang sudah dipelajarinya untuk nilai kepribadian dalam diri peserta didik. Dengan mengajarkan tidak hanya ingin membuat peserta didik paham materi yang sudah disampaikan, tetapi peserta didik dapat mengamalkan atau melakukan apa yang sudah dipelajarinya apalagi dalam pembelajaran IPS ini pasti selalu ada nilai-nilai positif yang dapat diambil dan diterapkan. Karena sangat penting menanamkan nilai-nilai baik dalam diri peserta didik yang akan menjadi kebiasaan baik dalam keseharian mereka. Guru harus mempunyai kreatifitas dalam mengajar agar peserta didik tidak merasa malas atau bosan dan tetap nilai-nilai pembelajaran IPS. Dengan ini, perlu adanya penerapan pembelajaran yang kira-kira sesuai dengan permasalahan yang sudah dijelaskan di atas dengan melalui pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan kesadaran nilai . atau nilai-nilai pembelajaran IPS. Ada beberapa pendekatan yang digunakan dalam pendidikan nilai dan karakter, terdapat salah satu pendekatan pembelajaran yang sekiranya sesuai, peneliti memilih pendekatan pembelajaran yang pembelajaran melalui klarifikasi nilai-nilai Implementasi Pendekatan Values Clarification Technique (VCT) Berbantu Pop Up Book Dalam Pembelajaran . Oe Habibi et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan karakter atau pendekatan values clarification technique (VCT). Pendekatan VCT ini melibatkan partisipasi siswa yang aktif, dengan permasalahan yang nyata dan bermakna. Penerapan pendekatan VCT diharapkan peserta didik dapat menemukan, memilih, memutuskan, menganalisis, dan mempunyai pendirian dalam mengambil keputusan sikap sendiri mengenai nilai-nilai baik, sehingga dapat berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yang yang telah dipilih dan diyakini oleh Pendekatan clarification technique (VCT) dapat diartikan juga sebagai pendekatan dengan teknik pengajaran yang dapat membantu peserta didik dalam mencari dan menentukan suatu nilai yang baik dalam menghadapi suatu permasalahan dengan menganalisis nilai baik yang sudah ada atau dan tertanam dalam diri peserta didik. Dan pendekatan VCT ini peserta didik dibantu untuk memahami nilai hidup mana yang sebaiknya diutamakan dan dilaksanakan. Pendekatan VCT ini berarti adanya klarifikasi nilai yang mana peserta didik tidak ditekankan untuk menghafal nilai-nilai pembelajaran melainkan dibantu menemuka n, menganalisis, mempertanggungjawabka, nilai-nilai Jadi. Values Clarification Technique (VCT) ini memberi penekanan pada peserta didik untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang nilainilai baik yang sudah dipelajari dan Menurut (Wijayanti, 2. dalam pendekatan Values clarification technique (VCT) yang dilaksanakan di SD Sekarsuli mendapatkan hasil bahwa penerapan Volume 5. Issue 2. Mei 2024 pembelajaran IPS menjadi bermakna artinya pembelajaran berjalan lebih berpengaruh kepada peserta didik dan dengan adanya pendekatan VCT ini membuat peserta didik menampakkan perilaku positif yang sesuai dengan materi yang peserta didik pelajari. Seperti dalam penelitian sebelumnya ini perilaku positifnya yaitu aspek nilai taat dalam beribadah, sikap toleransi yang ditanamkan, dan lainnya. Dengan adanya perilaku positif atau nilai-nilai baik yang diterapkan akan menjadi kebiasaan bagi peserta didik apabila selalu dilaksanakan dalam kesehariannya. Penelitian selanjutnya menurut (Haris dan Gunansyah, 2. yang mana dalam penelitiannya juga mengenai pendekatan values clarification technique (VCT) yang dilaksanakan di SDN Sinambong Sidoarjo mendapatkan hasil bahwa pendekatan VCT ini dapat meningkatkan kesadaran nilai yang pembelajarannya mengenai jasa pahlawan jadi, peserta didik lebih menghargai jasa para pahlawan yang sudah berjuang. Dan respon peserta didik pada saat pembelajaran berlangsung mereka merasa senang, lebih tertarik sehingga tidak merasa bosan, mendapatkan wawasan yang lebih luas, dan membuat peserta didik aktif dalam pembelajaran dengan materi yang mudah dipahami serta adanya Kerjasama dalam Implementasi pendekatan VCT pada pembelajaran IPS agar lebih menarik dan tetap tidak membosankan pada saat menggunakan pop up book. Yang mana pop up book ini membuat peserta didik lebih tertarik untuk belajar. Jadi guru menyampaikan materi dengan mengimplementasikan pendekatan VCT yang dibantu dengan pop up book. Pop up book ini media yang menarik karena bisa Implementasi Pendekatan Values Clarification Technique (VCT) Berbantu Pop Up Book Dalam Pembelajaran . Oe Habibi et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan disebut buku yang tidak monoton hanya dengan tulisan saja, adanya unsur dua dimensi dan tiga dimensi yang dipadukan sehingga menjadi menarik. Pop up book merupakan buku yang dibuat bersifat 3 dimensi yang mana adanya lipatan-lipatan kertas pada saat dibuka akan menimbulkan kesan timbul yang menarik dan berisi sesuai dengan materi yang disampaikan. Dengan adanya pop up book ini dapat memicu rasa ingin tahu peserta didik terhadap apa yang disampaikan oleh guru. Latar belakang yang sudah dijelaskan maka dapat disimpulkan berlangsung peserta didik tidak hanya memahaminya saja melainkan menerapkan nilai-nilai Oleh karena itu, sebagai guru harus kreatif dalam menerapkan pendekatan pembelajaran agar peserta didik tetap memahami dan menerapkannya nilai-nilai baik tanpa harus merasakan bosan. Salah satu pendekatan pembelajaran yang sekiranya dapat menekankan untuk menerapkan nilai-nilai dalam pembelajaran yaitu VCT (Values Clarification Techniqu. Salah satu sekolah yang sudah menerapkan pendekatan VCT berbantu Pop Up Book dalam pembelajaran IPS ini adalah MI IAoanatusshibyan di kelas 4B. Pembelajaran IPS menjadi pilihan pelajaran yang akan diterapkannya pendekatan ini, karena masih banyaknya peserta didik yang sekedar ingin memahami pelajarannya saja tanpa ingin mengetahui nilai-nilai apa yang terkandung dalam pembelajaran dan rasa bosan yang dirasakan saat pembelajaran berlangsung. Setelah pendekatan VCT berbantu Pop Up Book ini diterapkan pembelajaran berjalan sesuai tujuan pembelajaran dan membuat peserta didik dapat menganalisis serta Volume 5. Issue 2. Mei 2024 memilih nilai yang baik untuk diutamakan ditanamkan dalam diri mereka dan meningkatkan rasa ingin tahu. Di kelas IV SDN Sumbek Lombok Tengah sudah menerapkan pendekatan VCT berbantu Pop Up Book yang mana berjalan dengan baik. Dengan ini peneliti akan melakukan penelitian di sekolah yang bertempat di kelas IV SDN Sumbek Lombok Tengah dengan judul AuImplementasi Pendekatan VCT (Values Clarification Techniqu. berbantu Pop Up Book dalam Pembelajaran IPSAy, karena ingin mengetahui bagaimana proses pendekatan ini diterapkan sehingga dapat menanamkan nilai kepada peserta didik. METODE PENELITIAN Menurut (Sugiyono, 2. metode penelitian merupakan suatu cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan adanya tujuan serta kegunaan tertentu. Dalam penelitian ini akan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan metode ini data yang diperoleh akan lebih lengkap serta bermakna demi mencapai tujuan penelitian ini melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik dalam perencanaan penelitian yang digunakan sebagai panduan untuk membangun strategi yang menghasilkan untuk penelitiannya. Dan desain penelitian ini juga merupakan gambaran yang akan dilakukan oleh peneliti. Terdapat desain penelitian yang dilakukan secara umum ada tiga tahapan, yaitu sebagai berikut. Tahap persiapan Pada tahap ini peneliti dalam merencanakan penelitian dan membuat rancangan penelitian yang nantinya akan Peneliti menentukan fokus masalah dalam penelitian yang dirancang dengan observasi awal dalam menemukan Implementasi Pendekatan Values Clarification Technique (VCT) Berbantu Pop Up Book Dalam Pembelajaran . Oe Habibi et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan permasalahan yang akan diteliti. Dengan ini peneliti mengajukan proposal penelitian tentang implementasi pendekatan values clarification technique (VCT). Yang mana peneliti mempunyai tujuan yaitu untuk mengetahui dampak dari pendekatan VCT dalam pembelajaran IPS ini. Tahap pelaksanaan Tahap pelaksanaan yaitu tahap untuk melakukan penelitian ke lapangan dengan mengumpulkan data melalui wawancara dan pedoman observasi telah dirancang sebelumnya dalam aspek-aspek yang akan diteliti di lapangan yaitu mengajukan pertanyaan dan mengamati mengenai dampak serta faktor pendukung dan penghambat dari pendekatan VCT. Tahap pelaporan Penyelesaian Tahap merupakan akhir pada penelitian, dalam tahap ini peneliti menganalisis data yang wawancara, dan dokumentasi. Setelah analisis data peneliti dapat menyimpulkan hasil penelitian yang telah dilakukan. Subjek Data Dalam penelitian ini menggunakan subjek data yaitu penelitian ini menggunakan teknik purposive sample dari di kelas IV SDN Sumbek Lombok Tengah yang menjadi objeknya adalah kelas IV SDN Sumbek Lombok Tengah, karena di kelas 4 sudah menerapkan pendekatan VCT berbantu Pop Up book dalam pembelajaran IPS. Teknik Pengumpulan Data Ada beberapa teknik pengumpulan data kualitatif, seperti observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Analisis Sebelum dilapangan Pada sebelumnya sudah melakukan analisis data dalam penelitian kualitatifnya. Analisis data dilakukan melalui data hasil studi Volume 5. Issue 2. Mei 2024 pendahuluan, atau data sekunder yang akan digunakan untuk menentukan fokus Tetapi, fokus penelitian kualitatif ini masih bersifat sementara, dan bisa saja akan berkembang setelah peneliti masuk dan selama di lapangan (Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini analisis data di lapangan menggunakan analisis Miles dan Huberman. Yang mana Miles dan Huberman dalam (Sugiyono, 2. menyatakan bahwa analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas. HASIL DAN PEMBAHASAN Observasi yang dilakukan guna untuk mendapatkan data mengenai bagaimana proses pendekatan VCT berbantu Pop Up Book dalam pembelajaran IPS ini diterapkan di kelas IV SDN Sumbek Lombok Tengah. Selanjutnya wawancara dilakukan untuk peneliti lebih mengetahui atau menggali informasi dari peserta didik terkait penanaman nilai yang mereka pilih. Dokumentasi digunakan untuk mendapatka n data-data sebagai pelengkap data yang didapat dari observasi dan wawancara. Setelah pengumpulan data, peneliti melakukan analisis data untuk tahap Yang mana terdapat tiga tahap analisis data, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Reduksi data berarti memilah merangkum hal-hal yang pokok dengan tujuan peneliti mengetahui proses pendekatan VCT berbantu Pop Up Book ini. Penyajian data dilakukan guna untuk memberi informasi yang lebih dan menarik Yang terakhir ada verifikasi yang mana menarik kesimpulan dengan bukti-bukti yang nyata. Wawancara yang sudah dijelaskan dan diberi kesimpulan dari setiap kelompoknya mendapatkan hasil yang berbeda-beda. Implementasi Pendekatan Values Clarification Technique (VCT) Berbantu Pop Up Book Dalam Pembelajaran . Oe Habibi et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan artinya peserta didik memilih nilai yang berbeda dengan alasan yang berbeda juga. Data wawancara yang sudah diperoleh mendapatkan hasil bahwa pendekatan VCT berbantu Pop Up Book berjalan sesuai dengan tahap/proses pendekatan yang seharusnya ada dalam pendekatan ini. Dari guru yang menyampaikan materi dengan memberi tahu nilai-nilai apa saja yang terkandung dalam pembelajaran kali ini, lalu peserta didik membuat kelompok dan Tahap pertama memilih dengan bebas, artinya dari hasil data peserta didik diberikan kebebasan dalam memilih nilai menganalisis terlebih dahulu. Tahap kedua menghargai, artinya peserta didik disini yakin atas pilihannya tidak malu mengungkapkan apa yang mereka pilih. Tahap terakhir bertindak, artinya peserta didik disini akan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Pop Up Book membuat peserta didik meningkatkan rasa ingin tahu saat berdiskusi bersama dengan menganalisis terlebih Tahap kedua menghargai, artinya peserta didik disini yakin atas pilihannya tidak malu mengungkapkan apa yang mereka pilih. Tahap terakhir bertindak, artinya peserta didik disini akan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Pop Up Book membuat peserta didik meningkatkan rasa ingin tahu saat berdiskusi bersama kelompok. Penerapan pendekatan VCT berbantu Pop Up Book ini berjalan dengan lancar dan baik, peserta didik memberikan respon yang sangat positif sehingga mendukung proses pembelajaran yang sesuai atau diharapkan. Peserta didik dapat berdiskusi dengan teman-temannya saling menyampaikan pendapat terkait dengan nilai yang akan mereka pilih untuk diterapkan. Pernyataan Volume 5. Issue 2. Mei 2024 yang terdapat dalam Pop Up Book dapat meningkatkan rasa ingin tahu peserta didik yang menjadikannya lebih aktif. Setelah berdiskusi masing-masing kelompok sangat antusias untuk mempresentasikan hasil Dan peserta didik berperilaku sesuai dengan nilai yang mereka pilih tidak semata hanya untuk dipilih saja. Saat proses pengumpulan data pada pembelajaran kegiatan belajar mengajar berlangsung terdapat hambatan dan dukungan Saat proses pengumpulan data pada pembelajaran kegiatan belajar mengajar berlangsung terdapat hambatan dan dukungan Selain adanya penghambat dalam proses pendekatan VCT berbantu Pop Up Book ini diterapkan terdapat peserta didik yang memberikan respon positif, aktif dalam bertanya atau adanya interaksi yang yang baik antara guru dengan peserta membuat pendekatan VCT berbantu Pop Up Book ini berjalan dengan baik dan sesuai. Peneliti menyampaikan interpretasi hasil penelitian ini bahwa dalam proses menanamkan nilai-nilai untuk diterapkan dalam diri peserta didik. Karena ini akan menjadi kebiasaan atau perilaku yang mereka lakukan. Apalagi sekarang banyak peserta didik yang tidak mengetahui apakah penting nilai baik untuk diterapkan ke diri sendiri bahkan hanya sekedar dalam mengetahui atau memahaminya saja tidak dengan mengetahui nilai-nilai yang pembelajarannya dan sebenarnya guru harus membiasakan setiap proses pembelajaran langsung harus ada nilai atau karakter yang baik untuk diterapkan. Apabila tidak dimulai dari gurunya yang membiasakan hal ini, maka peserta didik juga tidak akan Implementasi Pendekatan Values Clarification Technique (VCT) Berbantu Pop Up Book Dalam Pembelajaran . Oe Habibi et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan mengetahui hal yang seharusnya mereka Data yang sudah diperoleh dapat disimpulkan bahwa dari hasil wawancara peneliti kepada peserta didik terkait penanaman nilai ini sangat mempengaruhi apakah peserta didik benar-benar memahami serta menanamkan nilai-nilai yang mereka pilih atau tidak. Karena apabila mereka hanya memilih saja tetapi tidak untuk diterapkan ini sama saja tidak ada hasilnya untuk mereka sendiri. Peserta didik juga tidak merasa keberatan atas apa yang mereka pelajari, memilih serta menerima dengan baik apa yang pendekatan yang diterapkan oleh guru selama pembelajaran berlangsung. Selain itu hasil pengamatan yang lingkungan sekolah di kelas IV SDN Sumbek Lombok Tengah sangat nyaman dan masyarakat baik guru maupun pegawai di sekolah ini sangat ramah selalu menegur sapa satu sama lain. Dan dalam pengamatan ini saat pendekatan VCT berbantu Pop Up book ini diterapkan berjalan dengan baik, semua ikut berpartisipasi dalam proses Dan Implementasi Pendekatan Values Clarification Technique (VCT) berbantu Pop Up Book dalam pembelajaran IPS yang dilaksanakan di kelas IV SDN Sumbek Lombok Tengah sangat mempengaruhi penanaman nilai-nilai positif untuk peserta didik yang akhirnya menjadi kebiasaan mereka saat berperilaku. Peserta didik jadi tahu dari setiap pembelajaran yang mereka pelajari terdapat nilai-nilai baik yang terkandung di dalamnya untuk diutamakan diterapkan. Walaupun ada faktor pendukung dan faktor penghambat saat diterapkannya pendekatan baik itu dari peserta didiknya atau gurunya langsung. Volume 5. Issue 2. Mei 2024 KESIMPULAN Berdasarkan dikumpulkan oleh peneliti mengenai Values Clarification Technique (VCT) berbantu Pop Up Book dalam pembelajaran IPS kelas 4 di MI IAoanatusshibyan, dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Implementasi Pendekatan Values Clarification Technique (VCT) berbantu Pop Up Book ini membuat peserta didik tidak cepat merasa bosan dalam IPS, mengembangkan dan menumbuhkan nilainilai baik dalam dirinya masing-masing. Proses yang membuat pendekatan VCT berbantu Pop Up Book dalam pembelajaran IPS menggunakan 3 tahap yaitu tahap memilih, menghargai, dan bertindak. Sebelumnya guru menyampaikan materi dan nilai yang terkandung dalam materi dengan ceramah, lalu peserta didik diarahkan untuk membuat kelompok dan berdiskusi. Pop Up Book diberikan saat kelompok berdiskusi. Dengan memilih dari beberapa nilai yang sudah disampaikan oleh guru untuk diutamakan menjadi kebiasaan dalam berperilaku, yang mana sebelumnya peserta didik dapat mengklarifikasi, menganalisis, keputusan yang mereka pilih. Diterapkan pendekatan ini juga dapat menumbuhkan atau meningkatkan kesadaran mereka tentang nilai-nilai yang akan diamalkan dan meningkatkan rasa ingin tahu peserta didik dengan bantuan Pop Up Book sebagai media Dapat dikatakan pendekatan ini dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Terdapat faktor pendukung dan faktor penghambat selama proses penerapan pendekatan VCT berbantu Pop Up Book dalam pembelajaran IPS di kelas 4 MI IAoanatusshibyan. Faktor pendukung dari proses pendekatan VCT ini Implementasi Pendekatan Values Clarification Technique (VCT) Berbantu Pop Up Book Dalam Pembelajaran . Oe Habibi et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan adalah adanya kinerja guru yang baik, interaksi antara guru dengan peserta didik yang baik, dan partisipasi aktif dari peserta didik yang menjadikan faktor pendukung utama dalam proses pendekatan VCT berbantu Pop Up Book diterapkan. Kemudian, ada faktor penghambat dari proses pembelajaran ini yaitu adanya karakter peserta didik yang berbeda-beda, jadi terdapat anak yang sulit untuk diatur untuk serius dalam mengikuti pembelajaran. Sebenarnya hal yang wajar bagi pendidik mengatasi hal seperti ini, maka dari itu pendidik harus bisa mengatasi hal ini apabila terjadi kegaduhan di dalam kelas. DAFTAR PUSTAKA