Volume . Issue . Maret / 2026 JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS https://journal. id/index. php/jpeb Pengaruh Keterampilan Mengelola Kelas Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 3 Biluhu. Adelivia S. Dalango1*. Roy Hasiru2. Sudirman3. Frahmawati Bumulo4. Maya Novrita Dama5 Universitas Negeri Gorontalo1-5 adeliviadalango@gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dari keterampilan mengelola kelas terhadaap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ips Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 33 orang. Instrumen yang digunakan yaitu angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari keterampilan mengelola kelas terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ips terpadu di SMP Negeri 3 Biluhu. Besar pengaruh keterampilan mengelola kelas terhadap hasil belajar siswa adalah sebesar 50,8% dan sisanya 49,2% sisanya, atau nilai residu, dipengaruhi oleh faktorfaktor lain yang tidak diinvestigasi dalam penelitian ini. Kata Kunci: Keterampilan Mengelola Kelas. Hasil Belajar Siswa Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. Volume 3 No. 1 Maret 2026 14 - 28 Pendahuluan Sistem pendidikan Nasional yang berfungsi mencerdaskan kehidupan bangsa, merupakan tanggung jawab bersama antara guru, orang tua dan Untuk mewujudkan semua itu guru dan orang tua memegang peran penting dalam meningkatkan kemajuan belajar anak didik. Dalam meningkatkan hasil belajar siswa, maka guru merupakan factor terpenting dalam proses pembelajaran, karena pada hakikatnya guru yang secaralangsung memfasilitasi proses pembelajaran. Sebagai seorang guru harus mampu memberikan pembelajaran yang memungkinkan bagi siswa terjadi proses belajar yang efektif agar tercapainya keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Proses pembelajaran yang baik harus menggunakan metode yang tepat yang disesuaikan dengan permasalahan yang ada. metode pembelajaran yang di perlukan adalah pembelajaran yang dapat menumbuhkan minat belajar siswa, mendorong siswa menjadi aktif. Sehingga mereka bersifat aktif dalam memahami materi yang di Salah satu metode yang tepat adalah metode tanya jawab. Pembelajaran merupakan proses yang melibatkan penerimaan, pemahaman, dan pengaplikasian informasi atau keterampilan baru. Proses ini dapat terjadi dalam berbagai konteks, mulai dari ruang kelas tradisional hingga lingkungan belajar yang lebih informal seperti di tempat kerja atau melalui pengalaman sehari-hari. Di setiap tahapan pembelajaran, individu terlibat dalam proses kognitif yang kompleks, yang melibatkan perhatian, pemrosesan informasi, dan penyimpanan dalam ingatan. Berbagai teori pembelajaran, seperti teori konstruktivisme dan teori belajar sosial, memberikan wawasan tentang bagaimana individu membangun pengetahuan dan keterampilan mereka melalui interaksi dengan lingkungan dan orang lain. Seperti yang diungkapkan oleh (Idris, 2. Belajar merupakan proses internal yang meliputi ranah-ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Untuk mencapainya dihadapkan dengan proses pembelajaran yang dipandu oleh guru. Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal. Suatu kondisi belajar yang optimal dapat tercapai jika guru mampu menciptakan hubungan belajar yang kondusif, berupa pengaturan siswa, pengadaan sarana pengajaran, menciptakan suasana menyenangkan dan menjalin interaksi yang baik antara guru dengan siswa dan antar sesama siswa yang dapat berjalan secara efektif dan efisien (Yanti, 2. Hal yang sama dikemukakan oleh (Asmara & Nindianti, 2. bahwa pengelolaan kelas merupakan kegiatan yang berupaya menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar mengajar. Adapun pendapat Noer Rohmah dalam (Mahmudah, 2. menjelaskan "Pengelolaan kelas adalah suatu usaha yang dengan sengaja dilakukan guna mencapai tujuan pengajaran atau kegiatan pengaturan kelas untuk kepentingan pengajaran". Pengelolaan kelas menjadi tugas seorang guru untuk menciptakan, memperbaiki dan memelihara sistem atau organisasi kelas, sehingga siswa dapat memanfaatkan kemampuan, bakat dan energinya pada tugas-tugas individual. Dari sebelumnya Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. Volume 3 No. 1 Maret 2026 14 - 28 dapat disimpulkan bahwa pengertian pengelolaan kelas merupakan keterampilan seorang guru untuk menciptakan suasana yang menyenangkan dalam proses pembelajaran demi mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien. Hasil belajar merupakan perubahan perilaku atau sikap yang diperoleh siswa setelah melakukan proses pembelajaran. Menurut (Sudirman. S , 2. Perubahan yang terjadi pada diri individu yang belajar, bukan hanya perubahan dalam pengetahuan mereka, tetapi juga perubahan dalam kemampuan mereka untuk membangun keahlian, kebiasaan sikap, pemahaman tentang penguasaan dan penghargaan. Ini dikenal sebagai hasil belajar. Hasil belajar merupakan suatu hasil yang dicapai oleh siswa setelah pembelajaran dalam selang waktu tertentu yang diukur dengan menggunakan alat evaluasi tes. Menurut (Sudirman. S , 2. Hasil belajar adalah pola- pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian- pengertian, sikap-sikap, apresiasi dan keterampilan. Selanjutnya Supratiknya dikutip oleh (Sudirman. S , 2. mengusulkan bahwa hasil belajar yang menjadi subjek penilaian kelas adalah keterampilan baru yang dimiliki siswa sebagai hasil dari proses pembelajaran dalam mata pelajaran tertentu. Masalah yang sering dihadapi dalam meningkatkan hasil belajar siswa yaitu intelegensi setiap siswa berbeda-beda, perhatian, bakat, minat belajar, motivasi belajar siswa, ada juga yang bersumber dari faktor lingkungan keluarga, penerepan kurikulum, dan proses belajar mengajar. Masing-masing memberika pengaruh yeng berbeda terhadap hasil belajar siswa. Dalam proses pendidikan, hasil belajar harus selalu di perhatikan guna membantu dalam mengukur kemampuan siswa yang di peroleh dari kegiatan Interaksi yang terjadi antara guru dan peserta didik melalui kegiatan belajar dan mengajar dapat berpengaruh terhadap perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar yang mencakup perubahan bidang kognitif, afektif, dan Hasil belajar yang diperoleh menjadikan siswa lebih mengetahui sejauh mana usaha yang dilakukannya dalam belajar dan mengetahui kekuatan dan kelemahannya. Hal ini juga sangat berpengaruh terhadap guru, dimana guru jadi tahu sejauh mana dan dalam hal apa ia berhasil ataupun gagal dalam Mengetahui kegagalan atau kelemahan usahanya sangat penting bagi guru untuk membantu dalam usaha memperbaiki metode mengajarnya, meningkatkan pengelolaan kelas, dan meningkatkan tanggung jawab . dalam pembelajaran. Kegiatan mengajar pada hakikatnya adalah menyediakan kondisi belajar yang baik dengan cara mengatur dan mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar siswa. Untuk meningkatkan hasil belajar tentu terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa tersebut. Hasil yang dilakukan oleh siswa dalam proses pembelajaran merupakan salah satu faktor penting yang sangat mempengaruhi hasil belajar siswa. Aktivitas siswa selama proses belajar mengajar merupakan salah satu indikator adanya keinginan siswa untuk belajar. Oleh karena itu perlunya melihat faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas belajar tersebut untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik. Belajar dikatakan sempurna jika dipenuhi . aspek yakni: kognitif, afektif dan Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. Volume 3 No. 1 Maret 2026 14 - 28 psikomotor, seharusnya dikatakan prestasi kurang memuaskan jika seseorang belum mampu memenuhi target dalam ketiga kriteria tersebut. Rendahnya hasil belajar itu sendiri karena dipengaruhi faktor-faktor yaitu faktor internal melalui faktor jasmani dan faktor psikologi, sedangkan faktor eksternal yaitu faktor keluarga, faktor sekolah dan faktor masyarakat (Slameto,2. Di dalam proses pendidikan terutama pada sistem pembelajaran, siswa diharapkan meningkatkan prestasi belajar yang baik dan bermutu agar semua siswa menjadi lulusan yang berintelektual, kreatif serta menjadi caloncalon tenaga pendidikan yang profesional maupun pribadi yang bertanggung jawab. Rendahnya hasil belajar siswa ini yang dikarenakan siswa cenderung lebih banyak mengabiskan waktunya untuk bermain HP namun bukan untuk membuka aplikasi pembelajaran akan tetapi untuk mengkases media sosial atau pun game. Ada siswa tidak menyelesaikan tugas yang diberikan untuk di rumah. Siswa sering berdalih izin ke toilet akan tetapi yang terjadi siswa jajan ke kantin, dan siswa sering memainkan handphone pada saat di kelas. Game secara tidak langsung berdampak pada motivasi belajar karena waktu dan tenaga yang dipergunakan banyak dihabiskan untuk bermain daripada belajar, anak menjadi malas belajar, menunda tugas sekolah, dan bermain game ketika proses Motivasi sangat diperlukan dalam proses belajar, sebab seseorang yang tidak memiliki motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Motivasi menimbulkan gairah, semangat dan merasa senang untuk belajar. Semakin besar motivasi seseorang maka semakin besar pula energi yang dimilikinya untuk belajar Fenomena tersebut mengindikasikan bahwa siswa memiliki hasil belajar yang kurang baik atau rendah. Peserta didik yang rendah motivasinya akan terlihat acuh tak acuh, cepat bosan, mudah putus asa dan berusaha menghindar dari kegiatan. Hasil belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor internal dan eksternal. Dalam lingkup hasil belajar, faktor/penyebab internal meliputi biologi, psikologi, kedewasaan, kecerdasan, kecerdasan, pelatihan, motivasi, dan sikap siswa terhadap pembelajaran. Pada faktor eksternal adalah faktor pengaruh dari luar individu seperti lingkungan keluarga, masyarat dan sekolah. Dengan kata lain, salah satu yang mempengaruhi hasil belajar adalah faktor kecerdasan emosional yang dimiliki siswa secara individu. Kajian Teoritis Pengertian Hasil Belajar Hasil belajar terdiri dari dua kata yaitu hasil dan belajar, kedua kata tersebut memiliki arti yang berbeda, sehingga untuk memahami pengertian hasil belajar maka penulis akan jabarkan makna dari kedua kata tersebut. Menurut Hamdan dan Khader (Hamna & Windar, 2. menjelaskan bahwa hasil belajar merupakan dasar untuk mengukur dan melaporkan prestasi akademi siswa, serta merupakan kunci dalam mengembangkan desain pembelajaran selanjutnya yang lebih efektif yang memiliki keselarasan antara apa yang akan dipelajari siswa Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. Volume 3 No. 1 Maret 2026 14 - 28 dan bagaimana mereka akan dinilai. Sebagai sebuah produk akhir dari proses pembelajaran, hasil belajar dinilai dapat menunjukan apa yang telah siswa ketahui dan di kembangkan. Hasil belajar adalah salah satu yang diperlukan guru untuk menilai potensi yang dimiliki masing-masing, karena setiap siswa memiliki perbedaan dalam hal akademik ataupun potensinya yang dapat dicapai. Dalam hal ini dipengaruhi oleh fasilitas belajar siswa yang merupakan salah satu faktor penunjang dalam pencapaian keberhasilah proses belajar mengajar (Meliyana et al. , 2. Hasil belajar ialah pengalaman yang telah didapatkan siswa setelah siswa menerima pembelajaran. Sesuai dengan pernyataan Febryananda . dalam (Fauhah & Rosy, 2. bahwa hasil belajar adalah penguasaan yang sudah didapat seseorang atau siswa selepas siswa menyerap pengalaman belajar. Menurut Sudjana (Utomo, 2. Auhasil belajar adalah kemampuankemampuan yang dimiliki peserta didik setelah ia menerima pengelaman belajarnyaAy. Nasution (Busta. , menyatakan bahwa hasil belajar adalah suatu perubahan yang terjadi pada individu yang belajar, bukan saja perubahan mengenai pengetahuan, tetapi juga untuk membentuk kecakapan dan penghargaan dalam diri pribadi yang belajar. Dari pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa berpacu pada perilaku perubahan hasil belajar siswa yang berupa pengetahuan, pemahaman, sikap, dan tingkah laku individu siswa. Sedangkan perbedaanya hasil belajar siswa merupakan kunci dalam mengembangkan desain pembelajaran yang lebih efektif. Indikator Hasil Belajar Menurut Moore . alam Ricardo & Meilani, 2. indikator hasil belajar ada tiga ranah, yaitu: Ranah kognitif, diantaranya pengetahuan, pemahaman, pengaplikasian, pengkajian, pembuatan, serta evaluasi. Ranah efektif, meliputi penerimaan, menjawab, dan menentukan nilai. Ranah psikomotorik, meliputi fundamental movement, generic movement, ordinative movement, creative movement. Faktor- Faktor yang mempengaruhi hasil belajar. Faktor yang mempengaruhi hasil belajar itu diantaranya adalah Faktor-faktor yang berasal dari luar diri pelajar, yang digolongkan menjadi dua golongan yaitu: Faktor-faktor non-sosial dalam belajar. Faktor-faktor ini boleh dikatakan juga tak terbilang jumlahnya, misalnya: keadaan udara, cuaca, waktu, tempat . etaknya, pergedunganny. , alat-alat yang disukai untuk belajar dan Faktor-faktor sosial dalam belajar. Faktor-faktor sosial disini adalah faktor manusia . esama manusi. , baik manusia itu ada . maupun tidak Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. Volume 3 No. 1 Maret 2026 14 - 28 langsung hadir. Jadi dapat dikatakan kehadiran orang atau orang-orang lain pada waktu seseorang sedang belajar, sangat mengganggu belajar. Faktor-faktor yang berasal dari dalam diri pelajar, yang di golongkan menjadi dua yaitu: Faktor-faktor fisiologis yaitu faktor-faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik individu. Kondisi fisik yang bugar dan sehat akan memberikan dampak positif pada kegiatan belajar seseorang. Faktor-faktor psikologis adalah keadaan psikologi seseorang yang dapat mempengaruhi proses belajar (Kurniawan et al. , 2. Jenis-Jenis Hasil Belajar Menurut Gagne . alam Parwati. Suryawan, & Apsari 2018: . terdapat dua jenis hasil belajar, yaitu sebagai berikut: Informasi verbal Informasi verbal adalah tingkat pengetahuan yang dimiliki seseorang yang dapat diungkapkan melalui bahasa lisan maupun tertulis kepada orang lain. Kemahiran intelektual Kemahiran intelektual menunjukan pada kemampuan seseorang yang berhubungan dengan lingkungan hidup dan dirinya sendiri. Penilaian Hasil Belajar Menurut Susanto . penilaian hasil belajar dibedakan menjadi penilaian hasil belajar pengetahuan, penilaian hasil belajar kognitif dan penilian hasil belajar afektif dan moral. Penilaian Hasil Belajar Pengetahuan Penilaian hasil belajar berdasarkan pengetahuan dapat dibedakan menjadi 4 jenis yaitu: Penilaian Pengetahuan Faktual Penilaian Pengetahuan Konseptual Penilaian Pengetahuan Prosedural Penilaian Pengetahuan Prosedural secara konkret Penilaian Hasil Belajar Kognitif Hasil belajar kognitif adalah hasil belajar yang menyangkut terbentuknya kemampuan kognitif siswa setelah menempuh pelajaran tertentu. Kemampuan kognitif yang dimaksud adalah mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Penilaian Kemampuan Mengingat Penilaian kemampuan mengingat dapat dilakukan dengan meminta siswa mengungkap kembali pengetahuan yang sudah dihafalkan. Penilaian Kemampuan Pemahaman Penilaian Kemampuan Mengaplikasikan Penilaian Kemampuan Menganalisis Penilaian Kemampuan Mengevaluasi Penilaian Hasil Belajar Sikap (Afektif dan Mora. Penilaian Hasil Belajar Afektif Penilaian Hasil Belajar Moral Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. Volume 3 No. 1 Maret 2026 14 - 28 Pengelolaan Kelas Pengertian Pengelolaan Kelas Pengelolaan kelas adalah upaya yang dilakukan oleh guru, meliputi kegiatan perencanaan, pengaturan, pengoptimalan, berbagai bahan, sumber, serta sarana pembelajaran yang ada di kelas dengan tujuan menciptakan kegiatan pembelajaran yang efektif, dan berkualitas bagi peserta didik (Widiasworo, 2. Pengelolaan kelas merupakan upaya yang dilakukan dalam mengelola peserta didik dalam kelas yang dilakukan untuk mempertahankan dan menciptakan kondisi dan suasana kelas yang dapat menunjang proses pembelajaran yang kondusif bagi peserta didik sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik (Efendi & Gustriani, 2. Pengelolaan kelas adalah kemampuan dan keterampilan yang dimiliki guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar peserta didik yang optimal dan mengembalikan kondisi tersebut apabila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar (Saifuddin, 2. Dari beberapa definisi pengelolaan kelas di atas dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelas dalam penelitian ini merupakan upaya yang didukung oleh kemampuan dan tanggung jawab guru dalam memelihara kondisi belajar peserta didik supaya pembelajaran berjalan dengan optimal. Indikator Pengelolaan Kelas Menurut Arikunto . , indikator pengelolaan kelas sendiri terdiri dari: Terciptanya lingkungan belajar yang kondusif, tertib, disiplin dan bergairah. adanya hubungan yang baik antara siswa dan guru maupun guru dan siswa secara interpersonal. Tujuan Pengelolaan Kelas Pengelolaan kelas bertujuan untuk meningkatkan efektifitas juga memaksimalakan waktu belajar dengan tujuan pencapaian pembelajaran yang Keberhasilan suatu kegiatan dapat dilihat dari hasil yang dicapaianya, salam proses pengelolaan kelas keberhasilan pengelolaan kelas dapat dilihat dari tujuan yang ingin dicapainya, oleh karena itu guru harus menetapkan tujuan apa yang ingin dicapai dengan kegiatan pengelolaan atau pengelolaan kelas yang dilakukannya (Efendi & Gustriani, 2. Fungsi Pengelolaan Kelas Erwin Widiasworo . , menyatakan pengelolaan kelas berfungsi untuk membuat perubahan-perubahan dalam kelas, sehingga peserta didik dapat bekerja sama dan mengembangkan kontrol diri. Peserta didik harus mampu mengontrol diri dan mengembangkan sikap aktif, khususnya dalam belajar. Untuk itu peserta didik perlu mengembangkan sikap kerja sama di dalam kelas guna menumbuhkan semangat belajar para anggotanya. Berkaitan dengan hal tersebut, guru harus mampu mengelola peserta didik terkait perkembangan sikap kerja sama dalam kegiatan pembelajaran. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. Volume 3 No. 1 Maret 2026 14 - 28 Faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan kelas Djamarah dalam Euis Karwati . menyebutkan, keberhasilan pengelolaan kelas dalam memberikan dukungan terhadap pencapaian tujuan pembelajaran, dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain: Lingkungan Fisik. Lingkungan fisik tempat belajar mempunyai pengaruh penting terhadap hasil pembelajaran. Lingkungan fisik yang dimaksud Ruangan tempat belajar harus memungkinkan semua peserta didik bergerak leluasa, tidak berdesak-desakan, dan tidak saling mengganggu pada saat melaksanakan aktivitas belajar. Pengaturan Tempat Duduk Dalam mengatur tempat duduk yang paling penting adalah memungkinkan terjadinya tatap muka, dimana dengan demikian guru dapat sekaligus mengontrol tingkah laku peserta didik. Ventilasi dan Pengaturan Cahaya Suhu, ventilasi dan penerangan adalah aset penting untuk terciptanya suasana belajar yang nyaman. Oleh karena itu, ventilasi harus cukup menjamin kesehatan peserta didik. Pengaturan Penyimpanan Barang-Barang. Barang-barang hendaknya disimpan pada tempat khusus yang mudah dicapai kalau segera diperlukan dan akan dipergunakan bagi kepentingan belajar. Metode Penelitian. Sugiyono, . kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan filsafat, positivisme digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel teretntu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistic, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Dalam hal ini variable yang kan diuji adalah variabel bebas pengelolaan kelas (X) serta variabel terikat hasil belajar siswa (Y). Hasil Penelitian Dan Pembahasan Hasil Analisis Regresi Setelah memastikan bahwa data memenuhi syarat normalitas, langkah selanjutnya adalah melakukan analisis regresi untuk menguji hubungan antara keterampilan mengelola kelas terhadap hasil belajar. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear sederhana. Metode statistik yang akan diterapkan adalah regresi sederhana dengan model regresi yang akan dibahas sebagai = a bx (Sugiyono, 2. Keterangan: : Hasil Belajar X: Keterampilan Mengelola Kelas Analisis regresi yang dilakukan dengan bantuan SPSS menghasilkan temuan yang disajikan sebagai berikut: Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. Volume 3 No. 1 Maret 2026 14 - 28 Tabel 4. 7 Hasil Analisis Regresi Sumber: Data Primer yang diolah SPSS, 2025. Hasil regresi menunjukkan persamaan model Y = 59,162 0,453, setiap peningkatan dalam variabel keterampilan mengelola kelas diprediksikan meningkatkan hasil belajar sebesar 0,453. Nilai koefisien regresi yang positif yang mengindikasikan adanya pengaruh positif keterampilan mengelola kelas terhadap hasil belajar. Dengan rampungnya estimasi model, penelitian ini beralih ke pengujian berikutnya, yakni menilai signifikansi pengaruh keterampilan mengelola kelas terhadap hasil belajar. Berikut disajikan tahapan-tahapan pengujian yang akan dilakukan: Penentuan Hipotesis Ho: Tidak ada cukup bukti kuat yang menunjukkan bahwa keterampilan mengelola kelas terhadap hasil belajar memiliki efek positif. H1: Terdapat pengaruh positif dari variabel keterampilan mengelola kelas terhadap hasil belajar. Penetapan dalam penelitian ini kemungkinan 5% hasil yang diperoleh adalah keliru, dengan mentetapkan tingkat kepercayaan 95%. Penentuan statistik uji t diterapkan untuk memahami apakah model regresi memiliki pengaruh yang signifikan. Penentuan dalam penerimaan atau penolakan hipotesis nol (H. dalam pengujian ini didasarkan pada perbandingan Dalam pengujian statistik, nilai t hitung di bandingkan dengan nilai t tabel . -tabl. Apabila nilai t hitung lebih besar, maka H0 akan ditolak. Nilai signifikansi yang dihasilkan dari analisis dapat dibandingkan dengan nilai alpha yang telah ditentukan sebelumnya untuk menentukan apakah H0 diterima atau ditolak. Apabila nilai signifikansi lebih besar daripada alpha, maka H0 tidak ditolak. Berikut adalah hasil pengujian yang dilakukan menggunakan SPSS: Tabel 4. 8 Hasil Penentuan Kriteria Uji Regresi Secara Parsial Sumber: Data Primer Yang diolah SPSS, 2025. Berdasarkan hasil analisis, nilai t-hitung untuk variabel keterampilan mengelola kelas adalah 5,657, untuk menentukan apakah Ho diterima atau ditolak, nilai t-tabel dihitung dengan tingkat signifikansi statistik 5%. Nilai t- Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. Volume 3 No. 1 Maret 2026 14 - 28 tabel yang diperoleh adalah 1,695. Perbandingan menunjukkan bahwa nilai thitung lebih besar dari pada nilai t-tabel. Hal ini mengantarkan pada penolakan Ho, yang menyiratkan adanya pengaruh yang signifikan antara keterampilan mengelola kelas terhadap hasil belajar. Berdasarkan penelitian ini, terbukti bahwa keterampilan mengelola kelas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar. Oleh karena itu, langkah berikutnya adalah untuk mengetahui seberapa besar dampak tersebut. Nilai koefisien determinasi dianalisis untuk mengukur proporsi variasi dalam variabel terikat yang dapat dijelaskan oleh variabel bebas. Nilai ini berkisar antara 0% hingga 100%, dengan nilai yang lebih tinggi menunjukkan proporsi penjelasan yang lebih besar. Berikut tingkat kecocokan antara variabel dalam model regresi keterampilan mengelola kelas terhadap hasil belajar berikut ini: Tabel 4. 9 Hasil Koefisien Determinasi Sumber: Data Primer di atas yang diolah SPSS, 2025. Analisis regresi menunjukkan koefisien determinasi sebesar 0,508, yang mengindikasikan bahwa 50,8% variasi hasil belajar dijelaskan oleh keterampilan mengelola kelas. Hal ini menandakan hubungan positif antara keterampilan mengelola kelas terhadap hasil belajar, dimana semakin bagus keterampilan mengelola kelas, semakin meningkat pula hasil belajar, 49,2% sisanya, atau nilai residu, dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diinvestigasi dalam penelitian ini. Pembahasan Pada bagian ini di kemukakan pembahasan hasil penelitian tentang pengaruh keterampilan mengelola kelas terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS terpadu di SMP Negeri 3 Biluhu. Variabel tentang keterampilan mengelola kelas di konstruk oleh indikator dari teori oleh Arikunto . mencakup terciptanya lingkungan belajar yang kondusif, tertib, disiplin, dan bergairah dan adanya hubungan yang baik antara siswa dan guru maupun guru dan siswa secara interpersonal sedangkan variabel tentang hasil belajar dikonstruk oleh indikator dari teori Moore . yang mencakup ranah kognitif, ranah afektif, ranah psikomotorik. Operasionalisasi teori tentang Pengelolaan kelas dalam penelitian ini adalah Pengelolaan kelas adalah upaya yang dilakukan oleh guru, meliputi kegiatan perencanaan, pengaturan, pengoptimalan, berbagai bahan, sumber, serta sarana pembelajaran yang ada di kelas dengan tujuan menciptakan kegiatan Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. Volume 3 No. 1 Maret 2026 14 - 28 pembelajaran yang efektif, dan berkualitas bagi peserta didik. Sedangkan Hasil Belajar merupakan perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yaang lebih luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif regresi linier sederhana yang melihat pengaruh antara satu variabel bebas dan satu variabel terikat. Adapun variabel bebas pada penelitian ini adalah Pengelolaan Kelas . ariabel X) dan variabel terikat adalah Hasil Belajar . ariabel Y). Subjek penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 3 Biluhu yang berjumlah 33 siswa dengan jumlah sampel yang diambil yaitu 33 yang terdiri seluruh siswa. Masalah dan tujuan penelitian yaitu peneliti ingin mengukur besarnya pengaruh Pengelolaan Kelas terhadap Hasil Belajar dengan tahap Ae tahapan penelitian diantaranya yaitu: pengujian validitas dan reliabilitas item soal atau instrument kedua variabel yang dimaksudkan untuk menguji ketepatan alat ukur yang akan digunakan untuk penelitian ini. Seluruh item butir soal yang berjumlah 50 butir soal diantaranya variabel Pengelolaan Kelas (X) berjumlah 25 butir soal dan variabel Hasil Belajar (Y) yaitu 25 butir soal. Semua item butir soal dinyatakan valid dengan melihat nilai Rhitung > dari Rtabel. Kemudian nilai reliabilitas untuk kedua variabel dinyatakan sangat tinggi dan reliabel . untuk digunakan sebagai instrumen dalam penelitian ini. Selanjutnya diadakan pengujian asumsi klasik sebagai Persyaratan yang harus dipenuhi sebelum melakukan analisis regresi adalah normalitas data atau sebaran yang normal untuk variabel dependen. Dalam uji asumsi yang pertama harus dilakukan adalah uji normalitas, jika sebaran data tidak normal, analisis tidak dapat dilanjutkan karena tidak memenuhi persyaratan normalitas data. Pada penelitian ini, hasil belajar merupakan variabel endogen sehingga residu harus berdistribusi normal untuk memenuhi syarat pengujian regresi, uji normalitas data menggunakan bantuan komputer software SPSS relase 20. Hal ini berarti bahwa residual persamaan hasil belajar yang diteliti berdistribusi normal, karena uji asumsi normalitas telah terpenuhi maka dapat digunakan teknik statistik persamaan dengan regresi. selanjutnya adalah melakukan analisis regresi untuk menguji hubungan antara keterampilan mengelola kelas terhadap hasil belajar. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear sederhana. Hasil regresi menunjukkan persamaan model Y = 59,162 0,453, setiap peningkatan dalam variabel keterampilan mengelola kelas diprediksikan meningkatkan hasil belajar sebesar 0,453. Nilai koefisien regresi yang positif yang mengindikasikan adanya pengaruh positif keterampilan mengelola kelas terhadap hasil belajar. Dengan rampungnya estimasi model, penelitian ini beralih ke pengujian berikutnya, yakni menilai signifikansi pengaruh keterampilan mengelola kelas terhadap hasil belajar. Berdasarkan hasil analisis dengan regresi sederhana dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan keterampilan mengelola kelas terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu Di SMP Negeri 3 Biluhu, hasil analisis juga membuktikan signifikan, yang dapat dilihat dari nilai t hitung terbukti lebih besar dari nilai t tabel. Dengan demikian hipotesis yang berbunyi Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. Volume 3 No. 1 Maret 2026 14 - 28 keterampilan mengelola kelas berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu Di SMP Negeri 3 Biluhu, dinyatakan diterima. Analisis regresi menunjukkan koefisien determinasi sebesar 0,508, yang mengindikasikan bahwa 50,8% variasi hasil belajar dijelaskan oleh keterampilan mengelola kelas. Hal ini menandakan hubungan positif antara keterampilan mengelola kelas terhadap hasil belajar, dimana semakin bagus keterampilan mengelola kelas, semakin meningkat pula hasil belajar, 49,2% sisanya, atau nilai residu, dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diinvestigasi dalam penelitian ini. Penentuan statistik uji t diterapkan untuk memahami apakah model regresi memiliki pengaruh yang signifikan. Penentuan dalam penerimaan atau penolakan hipotesis nol (H. dalam pengujian ini didasarkan pada perbandingan Dalam pengujian statistik, nilai t hitung dibandingkan dengan nilai t tabel . Apabila nilai t hitung lebih besar, maka H0 akan ditolak. Nilai signifikansi yang dihasilkan dari analisis dapat dibandingkan dengan nilai alpha yang telah ditentukan sebelumnya untuk menentukan apakah H0 diterima atau ditolak. Apabila nilai signifikansi lebih besar daripada alpha, maka H0 tidak ditolak. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 33 responden di sekolah SMP Negeri 3 Biluhu dengan tujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dari keterampilan mengelola kelas terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu. Hasil pengelohan data primer menunjukkan besar pengaruh keterampilan mengelola kelas terhadap hasil belajar siswa adalah sebesar 50,8% dan sisanya 49,2% atau nilai residu di pengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak di investigasi dalam penilaian ini. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan teoritis empiris dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara keterampilan mengelola kelas terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu Di SMP Negeri 3 Biluhu, tanda positif mempunyai makna bahwa semakin baik nilai variabel keterampilan mengelola kelas, maka akan semakin meningkat pula hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu Di SMP Negeri 3 Biluhu, jika terjadi perubahan pada keterampilan mengelola kelas maka akan terjadi perubahan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu Di SMP Negeri 3 Biluhu pada arah yang sama. Nilai koefisien determinasi juga menunjukan bahwa variasi hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu Di SMP Negeri 3 Biluhu mampu dijelaskan oleh keterampilan mengelola kelas. Saran Berdasarkan kesimpulan di atas, maka saran yang bisa berikan oleh peneliti adalah sebagai berikut. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. Volume 3 No. 1 Maret 2026 14 - 28 Guru disarankan untuk terus meningkatkan keterampilan dalam mengelola kelas, baik dalam hal pengaturan fisik kelas, pengelolaan waktu, pengelolaan interaksi siswa, maupun penanganan perilaku siswa. Pengelolaan kelas yang efektif akan menciptakan suasana belajar yang kondusif dan meningkatkan motivasi serta fokus siswa dalam mengikuti pelajaran. Pihak sekolah diharapkan memberikan pelatihan atau workshop secara berkala kepada guru-guru terkait strategi dan teknik pengelolaan kelas yang Sekolah juga dapat menyediakan fasilitas penunjang yang mendukung terciptanya lingkungan belajar yang nyaman dan terorganisir. Daftar Pustaka