1 Juni 2025 2024 [Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Vani Angraini Putri, dkk. MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI BANGUN DATAR DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBER HEAD TOGETHER Vani Anggraini Putri*1 . Lian G. Otaya2 . Asriyati Nadjamuddin3 1,2,3 PGMI IAIN Sultan Amai Gorontalo * 1 Anggrainiputrivani@g mail. 2lianotaya82@iaingorontalo. 3 asriyati_nn@iaingorontalo. Abstract The purpose of this study is to improve the learning outcomes of fifth grade students in learning mathematics on flat shapes using the Number Head Together (NHT) learning This type of research is Classroom Action Research (CAR). CAR is a research conducted by teachers in the classroom . where they teach with an emphasis on improving or enhancing the learning process and practice. The Number Head Together (NHT) learning model can improve student learning outcomes in learning mathematics on flat shapes. This can be seen from the results of the pre-cycle test with a classical percentage of 20%, then the action was carried out in cycle 1 using the model which increased to 33%, then to get the percentage of completeness, the action was continued in cycle II and the results were 80%, meaning that it had increased and achieved the expected Learning models that aim to involve students in the world of education are very numerous and varied, one of which is the Number Head Together (NHT) learning mode l, where this learning involves many students, both individual and group work, in addition by working and thinking together students know more about the learning material, students are also more active and enthusiastic in following the learning. Keywords: Number Head Together (NHT) Model. Plane Building. Mathematics Abstrak Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V pada pembelajaran matematika materi bangun datar dengan menggunakan model pembelajaran Number Head Together (NHT). Jenis penelitin ini adalah Penelitin Tindakan Kelas (PTK). PTK adalah penelitian yang dilakukan oleh guru dikelas . tempat ia mengajar dengan tekanan pada penyempurnaan atau peningkatan proses dan praksis pembelajaran. Model pembelajaran Number Head Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika materi bangun datar. Hal ini dapat dilihat dari hasil test pra -siklus dengan perolehan presentase klasikal 20% , kemudian dilakukan tindakan pada siklus 1 yan g menggunakan model tersebut meningkat menjadi 33%, selanjutnya untuk mendapatkan presentase ketuntasan dilanjutkan tindakan pada siklus II dan diperoleh hasil 80% dengan artian sudah meningkat dan mencapai hasil yang diharapkan. Model pembelajaran yang be rtujuan untuk melibatkan siswa di dunia pendidikan sangat banyak dan bervariasi , salah satunya model pembelajaran Number Head Together (NHT), yang dimana pembelajaran ini banyak melibatkan siswa baik kerja individu maupun kelompok, selain itu dengan bekerja dan berfikir bersama siswa lebih banyak mengetahui banyak hal mengenai materi pembelajaran, siswa juga lebih aktif dan semangat mengikuti pembelajaran tersebut. Kata Kunci: Model Number Head Together (NHT). Bangun Datar. Matematika Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 2024 [Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Vani Angraini Putri, dkk. PENDAHULUAN Pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas sangat bergantung pada sistem pendidikan yang bermutu. Pendidikan yang bermutu didefinisikan sebagai pendidikan yang mampu mengoptimalkan potensi positif yang ada dalam diri setiap peserta didik. Melalui pendidikan berkualitas, diharapkan dapat menghasilkan generasi muda yang tangguh dan siap berkompetisi di tingkat global. Oleh karena itu, upaya peningkatan kualitas pendidikan menjadi prioritas yang tidak dapat ditawar dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Pendidikan, dalam konteks yang lebih luas, merupakan proses sistematis yang bertujuan untuk meningkatkan martabat manusia secara holistik. Filosofi pendidikan menekankan pada aktualisasi tiga dimensi kemanusiaan yang fundamental. Pertama, dimensi afektif yang tercermin dalam kualitas keimanan, ketakwaan, etika, estetika, akhlak mulia, dan budi pekerti Kedua, dimensi kognitif yang termanifestasi dalam kapasitas berpikir, daya intelektual, kemampuan menggali ilmu pengetahuan, serta pengembangan dan penguasaan teknologi. Ketiga, dimensi psikomotorik yang terlihat dalam kemampuan mengembangkan keterampilan teknis dan kecakapan praktis. Realitas Indonesia Kualitas pendidikan mengalami penurunan yang signifikan, disebabkan oleh berbagai permasalahan sistemik dalam sistem pendidikan nasional. Salah satu faktor utama adalah kelemahan dalam sektor manajemen pendidikan, yang mengakibatkan inefisiensi dan ketidakefektifan dalam implementasi kebijakan pendidikan. Perbedaan yang mencolok dalam hal sarana dan prasarana pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan juga menjadi isu menciptakan kesenjangan kualitas pendidikan yang semakin melebar. Dukungan pemerintah yang belum optimal dalam sektor pendidikan turut berkontribusi pada permasalahan Selain itu, pola pikir tradisional yang masih mengakar dalam sebagian masyarakat menjadi hambatan dalam pengembangan pendidikan modern. Kualitas sumber daya pengajar yang belum memadai juga menjadi tantangan besar. Banyak tenaga pendidik yang belum memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi tuntutan pendidikan kontemporer. Terakhir, evaluasi pembelajaran dalam mengukur meningkatkan kualitas pendidikan secara akurat dan efektif. Rendahnya kualitas pendidikan juga terjadi di daerah khusunya Kabupaten Gorontalo, selain angka putus sekolah yang semakin Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 2024 [Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Vani Angraini Putri, dkk. meningkat kualitas tenaga pendidik dan model serta strategi di sekolah-sekolah dasar masih terbilang rendah. (Siti Fadiah Nur Putri, 2021:. Untuk itu di butuhkan pengusaan Model Pembelajaran yang di laksanakan di Sekolah oleh tenaga pendidik agar pembelajaran yang dilakukan berkesan dan dapat meningkatkan minat belajar siswa. Dengan begitu hasil belajar siswa dapat meningkat dengan solusi tersebut. Cara mengajar guru di dalam kelas sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa, guru seharusnya menggunakan model pembelajaran yang cocok dengan karakteristik peserta didik agar pemahaman siswa terhadap suatu materi lebih mudah terserap. Salah satu mata pelajaran wajib yang di pelajari mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi adalah maematika. Pada jenjang sekolah dasar pembelajaran matematika di tujukan untuk menyiapkan kemampuan peserta didik berpikir secara logis, mendalam , kritis, dan kreatif dan kolaborasi. Matematika di tingkat sekolah dasar memuat konsep-konsep dasar seperti materi geometri. (Yulia, 2019:1-. Pembelajaran matematika tidak terlepas dari materi bangun datar yang mencakup segitiga, persegi, persegi panjang, jajar genjang, belah ketupat, layang-layang, dan trapesium serta lingkaran. menurut bangun datar merupakan suatu bidang datar atau plane Geometry yang terbentuk melalui titik atau garis hingga mambangun 2 dimensi dan memiliki luas dan keliling. (Siti Ruqoyah, 2019: . Matematika juga merupakan salah satu mata pelajaran yang di dalam pengajarannya juga sangat membutuhkan model yang sesuai dengan karakteristik siswa didalam kelas, agar setiap cara memecahkan masalah pada pembelajaran ini muda dipahami oleh siswa. Model pembelajaran sangat dibutuhkan untuk membantu siswa memahami materi yang di sampaikan, selain itu memotivasi siswa untuk lebih aktif dan tidak monoton, karena matematika salah satu mata pelajaran yang di anggap menakutkan dan membosankan yang di sebabkan oleh penekanan guru terhadap siswa. Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang di gunakan sebagai pedoman secara sitematis untuk mencapai tujuan belajar yang menyangkut sintaksi, sistem sosial, prinsip reaksi dan sistem pendukung (Joice & Well. Untuk itu salah satu model pembelajaran yang di anggap bisa membantu untuk meningkatkan gairah belajar matematika siswa yaitu model pembelajaran Number head Together (NHT). Model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together (NHT), yang dikembangkan oleh Spencer Kagan pada tahun 1992, merupakan pendekatan inovatif dalam proses belajar19 Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 2024 [Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Vani Angraini Putri, dkk. Sebagaimana dikutip oleh Husriani Husain . , model ini dirancang untuk mempertimbangkan jawaban yang paling akurat secara kolaboratif. NHT tidak hanya mendorong partisipasi aktif, pada fleksibilitasnya, tetapi juga memotivasi peserta didik Keunggulan model ini terletak penerapannya dalam berbagai mata pelajaran dan tingkatan kelas. Salah satu aspek penting dari NHT adalah kemampuannya untuk mengurangi kesenjangan antara peserta didik dengan kemampuan akademik yang berbeda. Model ini menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, di mana setiap peserta didik, terlepas dari tingkat kecerdasannya, didorong untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok. Sekolah yang menjadi lokasi penelitian adalah SD 4 Muhammadiyah Limboto ini merupakan salah satu satuan pendidikan dengan jenjang sekolah dasar yang berada di Kelurahan Bongohulawa. Kecamatan Limboto. Kabupaten Gorontalo berada dibawah naungan Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan. Situasi kelas V memiliki bangunan permanen dengan sarana dan prasarana yang masih kurang, keseuaian ukuran ruang kelas dengan jumlah siswa sudah sesuai. Berdasarkan hasil observasi peneliti di SD 4 Muhammdiyah Limboto khususnya dikelas V masih terdapat sebagian besar peserta didik yang kurang tertarik dengan pembelajaran matematika sehingga membuat hasil belajar mereka rendah dengan berbagai macam alasan, di antaranya peserta didik menganggap bahwa matematika adalah pelajaran yang menakutkan, membosankan dan sulit dipahami. Selain itu juga , guru kelas pada saat pembelajaran hanya menggunakan model pembelajaran yang tidak menarik rasa ingin tahu siswa sehingga terkesan membosankan. Padahal matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang bisa berguna baik untuk kehidupan dan bila di pelajari dengan baik matematika menjadi satu ilmu yang Dari beberapa studi terdahulu yang meneliti tentang matematika terdapat sebab-sebab rendahnya hasil belajar matematika salah satunya pemilihan model pembelajaran yang tidak tepat. Masalah ini di butuhkan jalan keluar untuk mencapai tujuan pembelajaran dari pengalaman yang pernah di alami peneliti juga bahwa pembelajaran matematika tergantung dari cara mengajar guru disekolah dan juga penggunaan media pembelajaran yang dapat menarik minat siswa untuk bereksplorasi. Selain itu menurut keterangan dari wali kelas bahwa Model Pembelajaran yang akan digunakan oleh peneliti Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 2024 [Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Vani Angraini Putri, dkk. belum pernah di gunakan di sekolah tersebut. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). PTK (Classroom Action Research-CAR) adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelas . tempat ia dengan tekanan pada penyempurnaan atau peningkatan proses dan praksis Penelitian tindakan kelas merupakan bentuk penelitian reflektif yang di lakukan oleh guru sendiri yang hasilnya dapat di manfaatkan sebagai alat untuk pengembangan dan perbaikan pembelajaran. Dari kedua definisi di atas dapat di simpulkan bahwa penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang di lakukan di dalam kelas oleh guru itu sendiri guna melihat dan mengembangkan pembelajaran yang di lakukan di dalam kelas. Subjek penelitian pada penelitian itu yakni siswa kelas V dengan jumlah 15 orang, siswa laki-laki 6 orang dan siswa perempuan 9 orang SD 4 Muhammadiyah Limboto dan Objek penelitian ini adalah hasil belajar matematika materi bangun datar siswa kelas V SD 4 Muhammadiyah Limboto. Tempat penelitian ini di laksanakan di SD 4 Muhammadiyah Limboto, kelurahan Bongohulawa. Kecamatan Limboto. Kabupaten Gorontalo. Provinsi Gorontalo. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan di SD 4 Muhammadiyah Limboto. Kecamatan Limboto. Kabupaten Gorontalo pada tanggal 8 juli Ae 16 juli 2024. Penelitian ini di peroleh melalui tahapan yang berupa siklus yaitu siklus I dan siklus II pembelajaran dalam proses belajar mengajar di kelas. Sebelum melakukan penelitian, peneliti memerikan surat pengantar atau surat izin penelitian dari Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo , kemudian meminta izin kepada kepala sekolah untuk melakukan penelitian. Peneliti diberikan izin untuk mengamati keadaan kelas dan berkonsultasi dengan guru kelas V tentang rencana penelitian yang akan dilakukan didalam kelas. Sebelum melakukan penelitian, peneliti terlebih dahulu menpersiapkan segala perangkat instrumen yang terdiri dari Modul Ajar untuk pembelajaran siklus I dan siklus II, lembar observasi untuk kegiatan Guru dan Siswa. Setelah dilaksanakan 2 siklus dengan setiap siklus 3 pertemuan terdapat banyak kekurangan sehingganya di lanjutkan ke siklus II untuk perbaikan dan peningkatan serta Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 2024 [Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Vani Angraini Putri, dkk. kesesuaian pembelajaran dengan modul ajar. Berikut beberapa hal yang dapat dilihat secara keseluruhan terkait pelaksanaan siklus 1 dan siklus II: Aktivitas Siswa Histogram 1. Aktivitas Siswa siklus II Dapat dilihat dari grafik di atas bahwa terjadi peningktan dari siklus 1 ke siklus II, pada aktivitas siklus 1 diperoleh hasil presentase 78 kemudian siklus II diperoleh 97 dengan kategori sangat baik, dengan artian terjadi peningkatan yang signifikan setelah di terapkannya model pembelajarn Number Heard Together (NHT) pada siklus II dan sudah sesuai dengan modul ajar. Hal ini diketahui dari proses observasi pada saat pembelajaran di dalamkelas oleh observer. Aktivias Guru Aktivitas Guru dalam proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran Number Head Together (NHT) terjadi peningkatan , hal ini dapat dilihat dari grafik berikut: Histogram 2. Aktivitas Guru siklus II Dari grafik di atas terdapat peningkatan dari siklus 1 dan siklus II, pada siklus 1 diperoleh hasil 93 , kemudian guna memperbaiki siklus 1 dilakukan tindakan selanjutnya pada siklus II Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 2024 [Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Vani Angraini Putri, dkk. dengan dan aktivitas guru meningkat menjadi 97 dengan kategori sangat baik. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Number Head Together (NHT) aktivitas guru menjadi lebih efektiv dan sesuai dengan modul ajar. Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Materi Bangun Datar Adapun setelah dilakukannya tindakan pada siklus dan siklus II terdapat peningkata n yang sangat signifikan pada hasil belajar siswa pada pembelajaran matematik materi bangun datar, hal tersebut dapat dilihat dari grafik berikut ini. Histogram 3. Hasil Belajar Siswa Hasil Belajar Siswa pra-siklus siklus II Berdasarkan grafik di atas dapat di ketahui bahwa terdapat peningkatan yang signifikat pada setiap siklus. Pada pra-siklus diperoleh nilai 20 dengan jumlah siswa yang tuntas 3 orang, selanjutnya pada siklus 1 sudah di lakukan tindakan menggunakan model pembelajaran number head together (NHT) dikelas V Sd 4 Muhammadiyah Limboto diperoleh nilai 33 dengan jumlah siswa yang tuntas 5 orang, dan siklus II diperoleh nilai 80 dengan jumlah siswa yang tuntas 2 Dengan demikian hasil dari ketuntasan di atas sejalan dengan penelitian yang di harapkan pada penelitian dengan judul Au Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V Pada Pembelajaran Matematika Materi Bangun Datar Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Number Head Dirasatul Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 Tahun 2025 1 Juni 2025 2024 [Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Vani Angraini Putri, dkk. Together (NHT) di SD 4 Muhammadiyah LimbotoAy. KESIMPULAN Dari hasil penelitian yang dilaksanakan di SD 4 muhammadiyah limboto, kelurahan Bongohulawa, kecamatan limboto. Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini di laksanakan pada siswa kelas V, dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut: Model pembelajaran Number Head Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika materi bangun datar. Hal ini dapat dilihat dari hasil test pra-siklus dengan perolehan presentase klasikal 20% , kemudian dilakukan tindakan pada siklus 1 yang menggunakan model tersebut meningkat menjadi 33%, selanjutnya untuk mendapatkan presentase ketuntasan dilanjutkan tindakan pada siklus II dan diperoleh hasil 80% dengan artian sudah meningkat dan mencapai hasil yang diharapkan. Jadi, penerapan model pembelajaran Number Head Together (NHT) di Sd 4 Muhammadiyah Limboto dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V pada pembelajaran matemarika materi bangun datar. REFERENSI