PENGARUH KESEJAHTERAAN PSIKOLOGI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN PT. WAHANA SUMBER LESTARI SAMARINDA Dafit Puri Prasetyo1 Siti Khumaidatul Umaroh. Pd. A2. Silvia Eka Mariskha. Psi. Psi. Psikolog2. Nuraida Wahyu Sulistyani. Psi. Psi. Psikolog2 Psikologi. Fakultas Psikologi. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Dosen. Fakultas Psikologi. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda david_suhu@yahoo. ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris pengaruh kesejahteraan psikologi dan kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi pada karyawan PT. Wahana Sumber Lestari Samarinda. Sampel penelitian berjumlah 30 orang karyawan PT. Wahana Sumber Lestari Samarinda. Teknik penarikan sampel penelitian ini menggunakan teknik nonprobability sampling yaitu sampling jenuh. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif. Data dianalisis dengan regresi linier berganda. Berdasarakan analisis R Square dan nilai F peneliti memiliki kesimpulan bahwa kesejahteraan psikologi dan nilai kepuasan kerja berpengaruh terhadap komitmen organisasi pada karyawan. Komitmen organisasi pada karyawan PT. Wahana Sumber Lestari sebesar 55,7% dipengaruhi oleh kesejahteraan psikologi dan kepuasan kerja, sedangkan sisanya 44,3% dapat dipengaruhi oleh faktor atau variabel lain seperti variabel kesejahteraan finansial, variabel pengaruh jabatan, penghasilan dan sebagainya. Kata kunci: kesejahteraan psikologi, kepuasan kerja, komitmen organisasi. ABSTRACT This study aims to prove empirically the influence of psychology welfare and job satisfaction of organizational commitment to employees of PT. Wahana Sumber Lestari Samarinda. The sample of the research is 30 Respondents of PT. Wahana Sumber Lestari Samarinda. Sampling technique of this research using nonprobability sampling technique that is saturated sampling. The research methodology used in this research is survey type research with quantitative approach. Data were analyzed by multiple linear regression. Based on R Square analysis and F value the researcher has conclusion that psychology welfare and job satisfaction value influence to organizational commitment to employees. Organizational commitment to employees of PT. Wahana Sumber Lestari . 7%) is influenced by psychology welfare and job satisfaction, while the rest 44. 3% can be influenced by other factors or variables such as financial welfare variable, job influence variable, income and so on. Keywords: Psychology Welfare. Job Satisfaction. Organizational Commitment. PENDAHULUAN Pada sering terlambat, mangkir, suka menundaorganisasi/perusahaan, perusahaan lain . urn ove. Tak hanya pemicu kinerja karyawan. Hal ini disebabkan sampai disitu, apabila ditinjau dari segi oleh adanya komitmen yang menjadi acuan serta dorongan yang membuat karyawan komitmen yang tinggi dapat mendukung lebih bertanggung jawab terhadap kewajiban- peningkatan karir karyawan di perusahaan. kewajibannya dalam tugas-tugas pekerjaan. Menurut Newstorm . alam Wibowo. Wibowo, 2. karyawan yang mempunyai komitmen pada organisasi biasanya catatan organisasi yang tinggi pada karyawan akan kehadirannya baik dan menunjukan kesetiaan membuat karyawan terhindar dari perilaku- pada kebijakan perusahaan, sehingga dengan kredibilitas yang baik dan positif, peluang nunda pekerjaan serta pindah kerja ke Newstorm . alam promosi bagi karyawan akan terbuka luas. Memperhatikan kesejahteraan psikologi Fenomena yang terjadi sehubungan dengan karyawan adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan oleh organisasi karena dapat dikalangan karyawan merupakan pertanda bahwa perusahaan tidak dapat memenuhi harapan-harapan Menurut Davis . alam Annisa & Hal yang senada dikemukakan Zulkarnain, 2. ketika sebuah organisasi Wibowo memberikan perhatian terhadap kesejahteraan menempatkan diri dengan sebaik mungkin manusiannya, komitmen karyawan terhadap dalam pekerjaan mereka, menghasilkan karya organisasi tidak secara otomatis terbentuk yang lebih kreatif dan inovatif sehingga pada karyawan, komitmen karyawan terhadap memberikan keuntungan bagi perusahaan, organisasi hanya akan terbentuk apabila perstasi perusahaan. harapan karyawan terhadap organisasi karena Selain komitmen karyawan terhadap organisasi psikologi para karyawan, ada banyak hal yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan karyawan, melainkan ada sejumlah faktor komitmen organisasi karyawan, salah satunya yang mempengaruhi munculnya komitmen ialah dengan mengkaji ulang hal-hal yang kesejahteraan psikologi para karyawan. karyawan dapatkan dari tempat mereka bekerja, seperti bagaimana lingkungan kerja, budaya dan iklim dalam organisasi, sikap saja kenyataan yang terjadi masih sangat atasan, pengawasan yang ada dan gaya banyak karyawan yang belum memiliki kepemimpinan, hubungan dengan sesama rekan kerja serta kepuasan kerja yang Sebagai diperoleh di organisasi/perusahaan. Luthans diperusahaan PT. Wahana Sumber Lestari . alam Wibowo, 2. menyatakan bahwa Samarinda bahwa telah ada indikasi-indikasi kepuasan kerja memiliki hubungan yang erat menurunnya komitmen organisasi dikalangan dengan komitmen organisasi dan keterlibatan para karyawannya sekitar 6 bulan terakhir ini. Karyawan akan memiliki komitmen PT. Wahana Sumber Lestari adalah dealer organisasi yang tinggi ketika merasa puas otomotif yang memasarkan dan menjual dengan pekerjaannya. Hal yang senada mobil Nissan di Kota Samarinda yang berdiri diungkapkan oleh Mathis dan Jacson . alam sejak tahun 2001. Jika dilihat dari prospek Wijono, 2. individu/karyawan yang relatif dan pangsa pasar yang dimiliki, perusahaan ini dapat menjadi perusahaan yang maju dan berkomitmen terhadap organisasi. berkembang, karena memiliki produk yang Agar bersedia melakukan pekerjaan sangat fungsional, ramah lingkungan dan irit dengan baik dan penuh dedikasi, tidak hanya bahan bakar, sehingga menjadikan produk Nissan mempunyai banyak penggemar yang pekerjaan, tetapi juga dibutuhkan rasa puas dalam bekerja. loyal dari tahun ke tahun. Melihat kenyataan seperti itu perlu Dari uraian diatas tergambar jelas kiranya mencari penyebab dari berkurangnya bahwa komitmen organisasi sangat penting komitmen karyawan terhadap organisasi (PT. dan vital bagi kehidupan organisasi. Hanya Wahana Sumber Lestari Samarind. berdasarkan studi awal yang dilakukan oleh mengajukan surat pengunduran diri. melakukan pengamatan/observasi terhadap Berdasarkan informasi tambahan yang beberapa karyawan PT. Wahana Sumber didapatkan dari hasil wawancara singkat Lestari bersama beberapa orang karyawan PT. wawancara singkat dengan pihak manajemen. Wahana Sumber Lestari Samarinda, mereka Samarinda fenomena-fenomena tugas/pekerjaan mereka sering merasa uring- uringan, mereka tidak lagi menganggap tugas dan pekerjaan menjadi suatu prioritas, arahan terhadap organisasinya. Dugaan Hal sehingga ada beberapa diantara mereka yang menurunnya komitmen karyawan terhadap sudah menerima Surat Peringatan (SP). Tak organisasi juga diperkuat dengan adanya hanya sampai disitu, mereka juga kerap catatan dari pihak manajemen bahwa ada melakukan penundaan dalam pekerjaan serta beberapa karyawan yang sering terlibat sering mencari-cari peluang berkarir di tempat lain. Hal ini mereka lakukan atas beberapa karyawan mulai suka terlambat dorongan perasaan yang kurang puas dan masuk kerja, pulang lebih cepat dari jam kerja yang semestinya dengan berbagai Menurut pengakuan mereka, alasan, sering izin untuk alasan-alasan sepele, organisasi menuntut menunda-nunda pekerjaan, bahkan ada beberapa karyawan di karyawannya untuk ditetapkan dengan memperketat disiplin dan ternyata justru kualitas kinerjanya cenderung menurun sehingga berdampak negatif pada kebijakan sepihak terhadap karyawan yang prestasi dan keberlangsungan organisasi. kurang produktif. Selain Hipotesis mengikuti berbagai kebijakan dan peraturan dalam organisasi, karyawan juga diminta untuk selalu memperlihatkan kinerja yang baik walaupun terkadang mereka harus bekerja pada lingkungan yang kurang ideal. Pada masa yang sama, organisasi/perusahaan harapan-harapan organisasi/perusahaan. Begitu organisasi/perusahaan karyawan namun tidak disertai dengan adanya tindakan timbal balik, menjadikan kondisi hubungan yang timpang antara karyawan dan organisasinya. Dengan kondisi hubungan yang tidak seimbang . , karyawan yang tadinya diharapkan mampu Berdasarkan kajian teori yang telah diuraikan dimuka, maka hipotesis penelitian AuAda kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi pada karyawan PT. Wahana Sumber Lestari SamarindaAy. METODE PENELITIAN Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif menekankan analisisnya pada data-data numerical . (Supranto, 2. Subjek Populasi dalam penelitian ini adalah Output seluruh karyawan PT. Wahana Sumber dalam Tests of Normality Shapiro Wilk Test Lestari Samarinda yang bekerja pada bagian = 0,190 Ou 0,05. Oleh karena p = 0,190 . Ou 0,. maka data penelitian pada skala . , penelitian ini yang berjumlah 30 orang. komitmen organisasi terdistribusi secara normal atau memenuhi persyaratan uji ALAT UKUR Penelitian di PT. Wahana Sumber Output skala kesejahteraan psikologi Lestari Samarinda menggunakan metode uji coba terpakai dengan menggunakan 132 Setelah melewati uji validitas dan relibialitas melalui program spss 22 for Windows menjadi 60 aitem dan diolah data Komitmen Organisasi dari 24 aitem menjadi 9 aitem, skala Kesejahteraan Psikologi dari 48 aitem menjadi 20 aitem dan skala dalam Tests of Normality Shapiro Wilk Test = 0,569 Ou 0,05 . Ou 0,. dan kepuasan kerja dengan nilai Shapiro Wilk Test = 0,100 Ou 0,05 . Ou 0,. , maka data penelitian pada skala kesejahteraan psikologi dan kepuasan HASIL Uji Normalitas Shapiro wilk adalah uji normalitas apabila jumlah sampel kecil, yaitu O 50 memenuhi persyaratan uji normalitas. Uji liniearitas Hasil uji liniearitas dapat dilihat pada Kepuasan Kerja dari 60 aitem menjadi 31 aitem dengan sampel 30 responden. output anova table. Dapat diketahui bahwa Ou 0,05 disimpulkan bahwa antara variabel komitmen organisasi dan kesejahteraan psikologi ada hubungan yang liniear. sampel (Wahanakom, 2. Hasil uji liniearitas dapat dilihat pada 55,7%. Hal output Anova table. Dapat diketahui bahwa menunjukkan bahwa komitmen organisasi pada karyawan PT. Wahana Sumber Lestari Ou 0,05 disimpulkan bahwa antara variabel komitmen organisasi dan kepuasan kerja ada hubungan kesejahteraan psikologi dan kepuasan kerja, yang liniear. sedangkan sisanya 44,3% dapat dipengaruhi Uji Multikolinearitas oleh faktor atau variabel lain seperti variabel Nilai variance inflation factor (VIF) O 10 dan tolerance kedua variabel Ou 0,10 maka dinyatakan tidak terjadi multikolinieritas 55,7% kesejahteraan finansial, variabel pengaruh jabatan, penghasilan dan sebagainya. Interpretasi Uji F, karena Fhitung Ou Ftabel antar variabel bebas. nilai F= 16,942 Ou 2,052 dan p = 0,000bO 0. Metode Regeresi linear Berganda . O 0,. (Priyatno, 2. , maka regresi dapat Nilai koefisien korelasi berganda (R) dari variabel independen yaitu kesejahteraan bersama-sama variabel bebas kesejahteraan variabel dependen yaitu komitmen organisasi psikologi dan kepuasan kerja berpengaruh pada karyawan PT. Wahana Sumber Lestari terhadap terhadap gaya komitmen organisasi Samarinda pada karyawan. berpengaruh kuat karena diperoleh R sebesar Interpretasi pada coefficients nilai B 0,746a, hal ini berarti terjadi hubungan yang erat karena nilainya mendekati 1. independen nilai B kesejahteraan psikologi Koefisien Determinasi (R Squar. 4,497 dan B kepuasan kerja yang signifikan atau antara variabel X1 dan X2 terhadap variabel berpengaruh. Persamaan Y = komitmen organisasi a = Konstanta X1 = kesejahteraan psikologi Y = a b1X1 b2X2 = 4,497 0,189 X1 Berdasarkan Persamaan Regresi . 0,086 X2a. Keterangan : Y = komitmen organisasi a = Konstanta X1 = kesejahteraan psikologi X2 = kepuasan kerja psikologi 0. maka komitmen organisasi diartikan bila nilai 4,497 . Koefisien regresi (B) variabel X1 atau 0,189 . Kesejahteraan Psikologi menyatakan bahwa setiap kali kesejahteraan Kesejahteraan psikologi adalah salah psikologi ditingkatkan 1 . maka akan meningkatkan komitmen organisasi pada terhadap komitmen organisasi. Berdasarkan karyawan, dalam hal ini setiap meningkatnya perhitungan analisis regresi linear berganda kesejahteraan psikologi 1% maka akan metode enter diperoleh nilai t hitung adalah meningkatkan komitmen organisasi pada 0,189 dengan tingkat signifikansi X1: p = karyawan sebesar 0,189%. 0,04, oleh karena p O 0,05. maka H0 ditolak Status kepuasan kerja atau kesejahteraan psikologi secara signifikan Kepuasan kerja adalah salah satu berpengaruh terhadap komitmen organisasi variabel yang diuji pengaruhnya terhadap pada karyawan. Persamaan regresi pengaruh kesejahteraan psikologi terhadap komitmen Berdasarkan perhitungan analisis regresi organisasi pada karyawan dianggap konstan linear berganda metode enter diperoleh nilai t adalah sebagai berikut : 0,086 Y=4,497 0,189X1a. signifikansi X2: p = 0,70, oleh karena p Ou Keterangan : 0,05. maka H0 diterima atau kepuasan kerja organisasi pada karyawan. Dasar pengambilan keputusan untuk mengetahui koefisien regresi masing-masing variabel berdasarkan nilai t hitung dan nilai Persamaan regresi pengaruh kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi pada karyawan dianggap konstan adalah sebagai Berdasarkan Nilai t hitung Tabel dilihat dengan derajat bebas . =N-k. N(Jumlah sampe. = 30, dan K(Jumlah Y=4,497 0,086X2 a. Variabe. = 3, sehingga db = 30-3 = 27. Keterangan : Y = komitmen organisasi a = Konstanta X2 = kepuasan kerja ttabel. =/2=5%/2= 0,. sehingga diperoleh ttabel 0,025. 27 jadi ttabel adalah 2,052. Berdasarkan Persamaan Regresi . thitungX1 0,189 O 2,052, oleh Karena thitung O ttabel, maka H0 diterima atau psikologi 0 . maka komitmen organisasi kesejahteraan psikologi secara parsial tidak pada karyawan sebesar 4,497 atau 4% ada pengaruh yang signifikan terhadap . Koefisien regresi (B) variabel X2 atau kepuasan kerja sebesar 0,086 sehingga hipotesis menyatakan bahwa setiap kali kepuasan kerja semakin kesejahteraan psikologi meningkat ditingkatkan 1 . maka tidak akan menyebabkan komitmen organisasi pada meningkatkan komitmen organisasi pada karyawan meningkat ditolak. diartikan bila nilai yang menduga bahwa Karena kepuasan kerja tidak thitung X2 0,086 O 2,052, oleh Karena berpengaruh terhadap komitmen organisasi thitung O ttabel, maka H0 diterima atau kepuasan pada karyawan. kerja secara parsial tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap komitmen organisasi pada karyawan, sehingga hipotesis PEMBAHASAN Kesejahteraan menduga bahwa semakin kepuasan kerja suatu kondisi tertinggi yang dapat dicapai oleh individu yang mencakup evaluasi dan organisasi pada karyawan meningkat ditolak. Berdasarkan Probabilitas kehidupan serta ditandai dengan rasa bahagia X1: p = 0. 007, oleh karena p O 0,05. dan adanya kepuasan dalam hidup. maka H0 ditolak atau kesejahteraan psikologi Analisis terhadap kesejahteraan psikologi dapat dideskriptifkan bahwa secara signifikan berpengaruh terhadap komitmen organisasi sehingga hipotesis yang menduga bahwa pada karyawan, artinya semakin tinggi organisasi pada karyawan akan tinggi, begitu pula sebaliknya. Walaupun menurut nilai thitung X1 X2: p = 0. 070, oleh karena p O 0,05. 0,189 O 2,052, yaitu secara parsial tidak ada maka H0 diterima atau kepuasan kerja secara kesejahteraan psikologi terhadap komitmen organisasi pada karyawan, hal ini bukan yang menduga bahwa berarti tingginya komitmen organisasi pada sehingga hipotesis menyebabkan komitmen organisasi pada kesejahteraan psikologi. karyawan meningkat ditolak. Kesejahteraan menggambarkan individu yang mencapai komitmen organisasi pada karyawan bukan dikarenakan tingginya kepuasan kerja. Kesejahteraan psikologis adalah Komitmen organisasi pada karyawan hidup yang berjalan dengan baik kombinasi dari perasaan yang baik dan berfungsi secara pekerja/karyawan untuk mengikatkan diri dan menunjukkan loyalitas pasa organisasi karena psikologi yang tinggi memiliki perasaan merasakan dirinya terlibat dalam kegiatan senang, mampu, mendapat dukungan dan Individu puas dengan kehidupannya. Sehingga mampu Sedangkan meningkatkan komitmen organisasi pada persamaan regresi linear berganda nilai komitmen organisasi pada karyawan sebesar Sumbangan pengaruh kepuasan kerja menurut dari analisis persamaan 4,497 atau 4%, bila nilai kesejahteraan psikologi dan nilai kepuasan kerja sebesar 0 . regresi linear berganda koefisien regresi (B) Hasil analisis berdasarkan regresi kepuasan kerja 0,086 yang artinya kepuasan berganda mulai dari persamaan regresi, kerja tidak berpengaruh terhadap komitmen Berdasarkan Nilai t hitung. thitung kesejahteraan organisasi pada karyawan. psikologi 0,189, oleh Karena thitung O ttabel. Begitu pula dari nilai thitung X2 0,086 O 2,052, yaitu secara parsial tidak ada pengaruh psikologi secara parsial tidak ada pengaruh organisasi pada karyawan. sehingga hipotesis karyawan, hal ini bukan berarti tingginya yang menduga bahwa semakin kesejahteraan psikologi meningkat menyebabkan komitmen organisasi pada karyawan meningkat ditolak. menyebabkan komitmen organisasi pada Begitu pula thitung kepuasan kerja 0,086, oleh karyawan meningkat ditolak. Karena thitung Ottabel, maka H0 diterima atau Melihat nilai Koefisien Korelasi (R) secara parsial tidak ada pengaruh yang dari variabel independen yaitu kesejahteraan signifikan terhadap komitmen organisasi pada karyawan, dengan variabel dependen yaitu komitmen Begitu pula Berdasarkan Probabilitas organisasi pada karyawan PT. Wahana kesejahteraan psikologi, p = 0. 007, oleh Sumber karena p O 0,05. maka H0 ditolak atau tingkat yang berpengaruh kuat karena R kesejahteraan psikologi secara signifikan 0,746a , hal ini berarti terjadi hubungan yang berpengaruh terhadap komitmen organisasi erat karena nilainya mendekati 1. pada karyawan. sehingga hipotesis Lestari Samarinda Koefisien Determinasi (R Squar. antara variabel X1 dan X2 terhadap variabel Y adalah sebesar 55,7%. Hal ini menunjukkan meningkat diterima. bahwa komitmen organisasi pada karyawan PT. Wahana Sumber Lestari sebesar 55,7% Nilai probability kepuasan kerja p = dipengaruhi oleh kesejahteraan psikologi dan 070, oleh karena p O 0,05. maka H0 kepuasan kerja, sedangkan sisanya 44,3% dapat dipengaruhi oleh faktor atau variabel lain seperti variabel kesejahteraan finansial, variabel pengaruh jabatan, penghasilam dan sehingga hipotesis yang menduga bahwa Berdasarkan nilai F= 16,942 Ou 2,052 . dan p = 0,000b O 0. 05 maka regresi dapat . Koefisien regresi (B) variabel 4,497 X2 atau kepuasan kerja sebesar 0,086 bersama-sama variabel bebas kesejahteraan menyatakan bahwa setiap kali kepuasan kerja psikologi dan kepuasan kerja berpengaruh ditingkatkan 1 . maka tidak akan terhadap terhadap gaya komitmen organisasi meningkatkan komitmen organisasi pada pada karyawan. Karena kepuasan kerja tidak Berdasarkan Persamaan Regresi . berpengaruh terhadap komitmen organisasi diartikan bila nilai pada karyawan. maka komitmen organisasi 4,497 nilai F diatas peneliti memiliki kesimpulan Koefisien regresi (B) variabel X1 atau bahwa kesejahteraan psikologi dan nilai Berdasarakan analisis R Square dan 0,189 menyatakan bahwa setiap kali kesejahteraan komitmen organisasi pada karyawan. psikologi ditingkatkan 1 . maka akan KESIMPULAN meningkatkan komitmen organisasi pada Berdasarkan karyawan, dalam hal ini setiap meningkatnya pengujian hipotesis serta pembahasan, maka kesejahteraan psikologi 1% maka akan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : meningkatkan komitmen organisasi pada karyawan sebesar 0,189%. Begitu pula berdasarkan Persamaan Regresi . dapat diartikan bila nilai kesejahteraan psikologi 0 Analisis terhadap kesejahteraan psikologi komitmen organisasi pada karyawan, artinya psikologi maka komitmen organisasi pada organisasi pada karyawan. Komitmen organisasi pada karyawan PT. 50% karyawan PT. Wahana Wahana Sumber Lestari sebesar 55,7% Sumber dipengaruhi oleh kesejahteraan psikologi tingkat kesejahteraan psikologi sedang dan kepuasan kerja, sedangkan sisanya atau cukup baik. 44,3% dapat dipengaruhi oleh faktor atau Lestari Samarinda Kepuasan kerja karyawan PT. Wahana Sumber Lestari Samarinda sebesar 47% kesejahteraan finansial, variabel pengaruh memiliki tingkat kepuasan kerja sedang. jabatan, penghasilan dan sebagainya. Komitmen organisasi pada karyawan PT. Wahana Sumber Lestari sebesar 53%. Saran Adapun yang berarti 53% karyawan Samarinda diajukan beberapa saran antara lain: memiliki tingkat komitmen organisasi Bagi karyawan PT. Wahana Sumber pada karyawan sedang. Lestari Berdasarkan analisis R Square peneliti Karyawan Lestari PT. Wahana Sumber keaktifan, loyalitas, kreatif dan inovatif kepuasan kerja berpengaruh terhadap serta lebih komitmen terhadap perusahaan komitmen organisasi pada karyawan. agar tujuan dari perusahaan tercapai yaitu Berdasarkan nilai F peneliti memiliki produktivitas dan prestasi perusahaan. Bagi PT. Wahana Sumber Lestari Bagi PT. Wahana Sumber Lestari PT. Lestari Sumber perusahaan lainnya. Bukan hanya berfikir masalah Bagi Wahana keuntungan perusahaan semata. Namun beri karyawan ruang dan kegiatan yang penelitian pengaruh kesejahteraan dapat merefresh pikirannya, sehingga tidak jenuh dan monoton di perusahaan. Seperti gathering, dan pelatihan management. variabel dan faktor lain seperti Bagi Peneliti variabel kesejahteraan finansial. Bagi penghasilan dan sebagainya. penelitian pengaruh kesejahteraan DAFTAR PUSTAKA