90 EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Desember 2022 Pengaruh Kompensasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan: Sebuah Tinjauan Literature Sistematis 2017-2021 Nurthassabila Harianti1. Rosida Hasbiran Dani2. Riyan Sisiawan Putra3 Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya E-mail: nurthassabilaharianti038. mj19@student. Article History: Received: 20 Juli 2022 Revised: 17 Desember 2022 Accepted: 18 Desember 2022 Keywords: Kompensasi. Lingkungan Kerja. Kinerja Karyawan Abstract: Penelitian ini bertujuan bertujuan untuk menyelidiki pengaruh kompensasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan serta peran kepuasan kerja dalam memperkuat pengaruh kompensasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada beberapa perusahaan yang di tinjau. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini melalui kuesioner dan di analisis. Tujuan literature ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja Sumber daya manusia merupakan bagian dari keseluruhan manajemen sumber daya yang ada dan tersedia dalam suatu organisasi atau instansi. Penggunaan tenaga kerja yang efektif dan terarah merupakan kunci kearah peningkatan kinerja karyawan sehingga dibutuhkan suatu kebijakan perusahaan untuk menggerakan karyawan agar mau bekerja lebih produktif di pengaruhi oleh lingkungan kerja dan kompensasi. PENDAHULUAN Sumber daya manusia merupakan faktor yang sangat sentral dalam organisasi, apapun bentuk dan tujuannya, organisasi dibuat berdasarkan berbagai visi untuk kepentingan manusia. Pentingnya sumber daya manusia dalam suatu organisasi, menuntut setiap organisasi mendapatkan pegawai yang berkualitas dan produktif untuk menjalankan organisasi. Sebagaimana Handoko . , sumber daya manusia merupakan salah satu aspek penting dalam kantor meliputi orang-orang yang memberikan tenaga, bakat, kreativitas dan usaha mereka kepada organisasi atau kantor. Suksesnya sebuah organisasi ditentukan oleh kinerja pegawai organisasi tersebut. Kinerja pegawai sangat tergantung pada tingkat semangat kerja pegawai dalam melaksanakan tugas atau kegiatan organisasi. Semangat kerja pegawai yang tinggi akan membawa dampak pada kinerja pegawai yang optimal, sehingga pencapaian tujuan organisasi dapat dicapai. Semangat kerja pegawai yang rendah akan membawa dampak pada kinerja pegawai yang rendah, sehingga pencapaian tujuan organisasi akan sulit dicapai. Kompensasi dan lingkungan kerja merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja, bila kompensasi dan lingkungan kerja tidak diperhatikan dapat mempengaruhi tingkat motivasi kerja pegawai. Kinerja yang diraih oleh pegawai sangat ditentukan oleh besarnya kompesasi yang diterima dan lingkungan kerja yang dapat memberikan kenyamanan bagi para a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Desember 2022 Dengan tersesianya fasilitas kerja yang memadai dan hubungan kerja yang terjalin baik antar rekan kerja maupun pimpinan dan bawahan akan membuat pegawai dapat menikmati pekerjaan dan menyelesaikannya dengan baik. LANDASAN TEORI Kompensasi Pengertian kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima oleh karyawan sebagai balas jasa atas upaya-upaya yang telah diberikan kepada perusahaan (Arep dan Tanjung, 2. Kompensasi meliputi bentuk pembayaran tunai langsung, pembayaran tidak langsung dalam bentuk manfaat karyawan dan insentif untuk memotivasi karyawan agar bekerja kerasuntuk mencapai produktivitas yang semakin tinggi (Mangkuprawira, 2. Kompensasi menurut Hasibuan . adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan. Kompensasi adalah bentuk balas jasa atau imbalan kepada pegawai/karyawan karena pegawai/karyawan tersebut telah menyelesaikan tugasnya. Upah dan gaji merupakan bentuk kompensasi (Davis dalam Hasibuan, 2007, hal. Menurut Hasibuan . 8, hal. , imbalan tersebut bukan hanya uang tetapi juga barang. Keduanya merupakan imbalan kepada pegawai/karyawan. Sukamti . 9, hal. dan Simamora . 4, hal. memiliki pengertian yang lebih luas terhadap imbalan, yakni imbalan dapat berupa finansial ataupun non finansial. Ranupandojo . 0, hal. mengaitkan kompensasi terhadap karyawan tersebut dengan prestasinya. Menurut Ranupandojo, kompensasi adalah bentuk balas jasa kepada pekerja/karyawan dan agar pekerja/karyawan ersebut terdorong untuk lebih berprestasi hendaknya pihak manajemen menggunakan system kompensasi yang baik. Menurut Husein Umar . dalam Sunyoto . kompensasi adalah sesuatu yang diterima oleh karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka dengan proses kompensasi yaitu suatu jaringan berbagai subproses untuk memberikan balas jasa kepada karyawan untuk pelaksanaan pekerjaan dan memotivasi karyawan agar tercapai tingkat prestasi yang diinginkan. Kemudian Hasibuan . menyatakan kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan. Adapun indikator dari kompensasi menurut Husein Umar . Gaji Imbalan yang diberikan oleh pemberi kerja kepada pegawai, yang penerimaannya bersifat rutin dan tetap setiap bulan walaupun tidak masuk kerja maka gaji akan tetap diterima secara penuh. Insentif Penghargaan atau ganjaran yang diberikan untuk memotivasi para pekerja agar produktivitas kerjanya tinggi, sifatnya tidak tetap atau sewaktu-waktu. Bonus Pembayaran sekaligus yang diberikan karena memenuhi sasaran kinerja. Upah Pembayaran yang diberikan kepada pegawai dengan lamanya jam kerja. Premi Premi adalah sesuatu yang diberikan sebagai hadiah atau sesuatu yang dibayarkan ekstra sebagai pendorong atau perancang atau sesuatu pembayaran tambahan di atas pembayaran normal. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Desember 2022 Pengobatan Pengobatan di dalam kompensasi adalah pemberian jasa dalam penanggulan resiko yang dikaitkan dengan kesehatan karyawan. Asuransi Asuransi merupakan penanggulangan resiko atas kerugian, kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang timbul dari peristiwa yang tidak pasti. Lingkungan Kerja Lingkungan kerja adalah sesuatu yang ada disekitar para pekerja dan yang mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan, hal ini berarti lingkungan kerja yang kondusif dan sesuai akan sangat berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Baik buruknya kinerja pegawai dipengaruhi sedikit banyak oleh lingkungan kerja yang ada, semakin baik lingkungan yang ada semakin baik pula kinerja karyawan, begitu juga sebaliknya. Lingkungan kerja di pengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terbentuknya lingkungan kerja adalah vsebagai berikut: Penerangan/Cahaya. Suhu udara. Suara bising Penggunaan warna. Ruang gerak yang diperlukan, dan Keamanan kerja (Sedarmayanti, 2. Dalam suatu organisasi diperlukan perhatian terhadap lingkungan kerja agar pekerja dapat melaksanakan tugas tanpa mengalami gangguan sehingga pekerja dapat mencurahkan perhatiannya terhadap pekerjaan. Lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang berada di sekitar pekerja yang dapat mempengaruhi konsentrasi kerja. Lingkungan kerja dapat mempengaruhi knsentrasi Oleh karena itu lingkungan kerja perlu mendapat perhatian pihak manajemen karena lingkungan kerja yang buruk akan mengganggu konsentrasi seseorang dalam bekerja (Nitisemito, 2008, hal. Termasuk dalam lingkungan kerja adalah metode kerja dan pengaturan kerja. Menurut Sedarmayanti, lingkungan kerja adalah segala sesuatu yaitu alat/bahan yang berada di sekitar kita mencakup metode kerja dan pengaturan kerja, baik untuk perorangan maupun kelompok. Jadi metode kerja dan pengaturan kerja perlu selalu dievaluasi oleh pihak perusahaan/manajemen untuk tetap mempertahankan konsentrasi pekerja yang tinggi. Musik, penerangan, dan kebersihan juga termasuk lingkungan kerjakarena dapat mempengaruhi pekerja dalam menjalankan tugasnya (Sunyoto, 2012, hal. Menurut Susiliowati . 5, hal. , segala sesuatu yang berada di sekitar pekerja yang di sebut lingkungan kerja tersebut dapat berpengaruh terhadap pekerja dengan cara langsung maupun tidak langsung. Adapun indikator dari lingkungan kerja menurut Alex S. Nitisemito . dalam Sunyoto . , yaitu : Hubungan karyawan Dalam hubungan karyawan ini terdapat dua hubungan, yaitu hubungan sebagai individu dan hubungan sebagai kelompok. Tingkat kebisingan Lingkungan kerja yang tidak tenang atau bising akan dapat menimbulkan pengaruh yang kurang baik, yaitu adanya ketidaktenangan dalam bekerja. Peraturan kerja Peraturan kerja yang baik dan jelas dapat memberikan pengaruh yang baik terhadap kepuasan dan kinerja para karyawan untuk pengembangan karier di perusahaan tersebut. Penerangan a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Desember 2022 Dalam hal ini, penerangan bukanlah terbatas pada penerangan listrik, tetapi termasuk juga penerangan matahari. Sirkulasi udara Untuk sirkulasi atau pertukaran udara yang cukup maka pertama yang harus dilakukan yakni pengadaan ventilasi. Keamanan Lingkungan kerja dengan rasa aman akan menimbulkan ketenangan dan kenyamanan, dimana hal ini akan dapat memberikan dorongan semangat untuk bekerja. Dekorasi di tempat kerja Dekorasi ada hubungannya dengan tata warna yang baik karena itu dekorasi tidak hanya berkaitan dengan hiasan ruang kerja saja tetapi berkaitan juga dengan cara mengatur tata letak, tata warna, perlengkapan dan lainnya untuk bekerja Kinerja Karyawan Kinerja berasal dari kata job performance atau actual performance . restasi kerja atau prestasi sesungguhnyayang dicapai oleh seseoran. Dengan demikian kinerja . restasi kerj. adalah hasil kerja baik secara kualitas maupun kuantitas yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas sesuai tanggung jawab yang diberikan. Hasil ini harus dapat terukur sesuai kebutuhan perusahaan tersebut. Indikator untuk mengukur kinerja karyawan secara individu ada enam yaitu: Kualitas dimana merupakan tingkat di mana hasil aktivitas yang di kehendaki mendekati sempurna dalam arti menyesuaikan beberapa cara ideal dari aktivitas. Kuantitas yang merupakan jumlah yang di hasilkan dan kuantitas yang diukur dari presepsi pegawai terhadap jumlah aktivitas yang di tugaskan beserta hasilnya. Ketepatan waktu yang merupakan tingkat aktivitas di selesaikan pada awal waktu yang dinyatakan, di lihat dari sudut koordinasi dengan hasil output serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk akitivtas lain. Efektivitas yaitu ektivitas kerja dalam presepsi pegawai dalam menilai pemanfaatan waktu dalam menjalankan tugasyang di bebankan organisasi. Kemandirian yang merupakan tingkat seorang karyawan dapat menjalankan fungsi kerjanya tanpa meminta bantuan, bimbingan dari orang lain atau pengawas. Komitmen kerja dimana merupakan tingkat di mana karyawan mempunyai komitmen kerja dengan instansi dan tanggung jawab karyawan terhadap kantor Menurut Moeheriono . kinerja atau reformance merupakan gambaran mengenai tingkat kecapaian pelaksanaan suatu program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi mis organisasi yang dituangkan melalui perencnaan strategis organisasi. Kinerja karyawan . restasi kerj. adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara . METODE PENELITIAN Metode penelitian penulis yang digunakan yaitu menggunakan sistematis literature yang dapat digunakan sebagai tinjauan di penelitian selanjutnya. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Desember 2022 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dan pembahasan dari beberapa sumber yang telah di telaah sebagai berikut: Tabel 1. Literature sistematis Jurnal Judul Kesimpulan The Asia Pacific Journal of PENGARUH KOMPENSASI lingkungan kerja yang Management Studies ISSN: DAN LINGKUNGAN kondusif dan nyaman serta KERJA TERHADAP didukung dengan hubungan 2407-6325 Vol. 6CNo. KINERJA KARYAWAN atasan dan bawahan terjalin PADA CV. RADJAWALI baik, hubungan antar karyawan baik, penerangan tempat kerja memadai, dan fasilitas kantor yang lengkap, akan membuat karyawan cenderung betah dan bekerja lebih giat sehingga sehingga kinerja akan meningkat Oikonmia: Jurnal Manajemen Pengaruh Kompensasi. TemuanHasil penelitian Volume17. No. 2 Juli 2021. Motivasi. Dan Lingkungan menunjukan adanya Kerja Terhadap Kinerja pengaruh antara Karyawan PT. Saiba Cipta Kompensasi, motivasi kerja Selaras Kota Jakarta Selatan dan lingkungan kerja terhadap Kinerja Karyawan Secara parsial ataupun simultan memiliki pengaruh yang kuat diantara ketiga variable, yang paling signifikan adalah variable Lingkungan Kerja. Saran