Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 01 No. : Juli Journal homepage https://ejournal. id/index. php/alkhidmah/index PENDAMPINGAN PENINGKATAN KAPASITAS GURU MTS MAAoARIF AL-BAJURI DALAM PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE UNTUK PERENCANAAN PEMBELAJARAN ISLAMI Duwi Habsari Mutamimah1. Asis Sustiawan2 1 2Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Pacitan Email:duwihabsari@gmail. com1, aziz. susti@gmail. DOI: Received: 30-06-2024 Accepted: 20-07-2024 Published: 30-07-2024 Abstract: The use of Artificial Intelligence (AI) in education is increasingly important to increase the effectiveness of learning, especially in Islamic educational institutions such as MTs Ma'arif Albajuri. This research aims to increase the capacity of teachers in using AI technology for Islamic learning planning that is more innovative and relevant to the needs of the digital era. The approach used is an action research method with the design of a mentoring program, which involves intensive training, simulation, and evaluation. The subject of the study was MTs teacher Ma'arif Al-bajuri who was selected based on the criteria of teaching experience and openness to technology. The results of the study show that after participating in the mentoring program, there is a significant improvement in teachers' understanding of basic AI concepts, skills in integrating AI applications into learning planning, and the ability to compile learning materials based on Islamic values with the help of technology. The conclusion of this study is that this mentoring program is effective in improving teacher competence, both in terms of technical and integrative understanding of the application of AI in Islamic education. The recommendations of this study include the development of advanced training and the expansion of similar programs to other Islamic educational institutions. Keywords: Artificial Intelligence. Islamic learning planning, teacher capacity Abstrak: Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan semakin penting untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, khususnya di lembaga pendidikan Islam seperti MTs MaAoarif Al-bajuri. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam menggunakan teknologi AI untuk perencanaan pembelajaran Islami yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan era digital. Pendekatan yang digunakan adalah metode penelitian tindakan dengan desain program pendampingan, yang melibatkan pelatihan intensif, simulasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah guru MTs MaAoarif Albajuri yang dipilih berdasarkan kriteria pengalaman mengajar dan keterbukaan terhadap teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah mengikuti program pendampingan, terdapat peningkatan yang signifikan pada pemahaman guru tentang konsep dasar AI, keterampilan mengintegrasikan aplikasi AI ke dalam perencanaan pembelajaran, serta kemampuan menyusun materi pembelajaran berbasis nilai-nilai Islami dengan bantuan teknologi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa program pendampingan ini efektif dalam meningkatkan kompetensi guru, baik dari segi teknis maupun pemahaman integratif terhadap penerapan AI dalam pendidikan Islam. Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 01 No. : Juli Duwi Habsari Mutamimah. Asis Sustiawan. Pendampingan Peningkatan Kapasitas Guru Mts MaAoarif AlBajuri Dalam Pemanfaatan Artificial Intelligence Untuk Perencanaan Pembelajaran Islami Rekomendasi dari penelitian ini mencakup pengembangan pelatihan lanjutan dan perluasan program serupa ke lembaga pendidikan Islam lainnya. Kata Kunci: Artificial Intelligence, perencanaan pembelajaran Islami, kapasitas guru PENDAHULUAN Revolusi teknologi digital telah memberikan dampak terhadap berbagai sektor, termasuk pendidikan (Alvina Dwi Suwandita. Vania Pijasari. Adinda Eka Diani Prasetyowati, & Mochammad Isa Anshori, 2. Dalam konteks pendidikan, teknologi digital tidak hanya memengaruhi cara pengajaran, tetapi juga menuntut adanya inovasi dalam proses pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Integrasi teknologi, seperti Artificial Intelligence (AI), berpotensi menghadirkan pendekatan baru dalam mendukung perencanaan pembelajaran yang adaptif dan efisien (Efrita Norman & Enah Pahlawati, 2. Lembaga pendidikan Islam, seperti Madrasah Tsanawiyah (MT. , dihadapkan pada tantangan untuk mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman (Kamal. Firmansyah. Rafiah. Rahmawan, & Rejito, 2. Salah satu teknologi yang semakin berkembang adalah Artificial Intelligence (AI), yang memiliki potensi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran, terutama dalam merancang kurikulum dan metode pembelajaran yang inovatif (Levina et al. Namun, adopsi teknologi ini seringkali terkendala oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan guru, khususnya di lembaga pendidikan Islam di daerah, termasuk MTs MaAoarif Al-bajuri. Hasil observasi awal di MTs MaAoarif Al-bajuri menunjukkan bahwa mayoritas guru belum memiliki pemahaman yang memadai tentang konsep AI, apalagi penerapannya dalam perencanaan pembelajaran. Masalah ini menjadi lebih kompleks karena minimnya pelatihan yang relevan dan terbatasnya sumber daya untuk mendukung inovasi berbasis teknologi. Kesenjangan ini menunjukkan perlunya intervensi solutif untuk meningkatkan kapasitas guru dalam memanfaatkan AI sebagai alat bantu perencanaan pembelajaran Islami yang kontekstual dan aplikatif. Hal ini sejalan dengan pandangan irsyad kamal dkk yang menyatakan bahwa inovasi teknologi di sektor pendidikan membutuhkan dukungan pelatihan yang sistematis agar dapat diterima dan dimanfaatkan secara maksimal (Kamal et al. , 2. Studi terdahulu telah membahas implementasi teknologi dalam pendidikan, namun penelitian yang secara khusus mengintegrasikan AI dalam konteks pendidikan Islam masih terbatas (Ahamad Sodik, 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan melakukan pendampingan berbasis riset untuk meningkatkan kompetensi guru MTs MaAoarif Al-bajuri dalam merancang pembelajaran Islami berbasis AI. Pendampingan ini diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan lokal lembaga pendidikan, tetapi juga memberikan kontribusi teoritis terhadap pengembangan literatur terkait integrasi teknologi dalam pendidikan Islam. Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 01 No. : Juli ISSN: 0000-0000 p-ISSN: 0000-0000 e-ISSN: 0000-0000 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/alkhidmah/index Duwi Habsari Mutamimah. Asis Sustiawan. Pendampingan Peningkatan Kapasitas Guru Mts MaAoarif AlBajuri Dalam Pemanfaatan Artificial Intelligence Untuk Perencanaan Pembelajaran Islami METODE PENELITIAN Pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) untuk merancang solusi berbasis kebutuhan nyata guru di MTs MaAoarif Al-bajuri (Chevalier. , & Buckles, 2. Metode ini terdiri dari beberapa tahap: pertama. Identifikasi Masalah antara lain Observasi dan wawancara dilakukan untuk mengidentifikasi kendala guru dalam memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk perencanaan pembelajaran Islami. Kedua. Perencanaan Program. Berdasarkan analisis kebutuhan, dirancang pelatihan meliputi pengenalan AI, aplikasi AI dalam pembelajaran, dan praktik penyusunan Islami. Ketiga. Implementasi Program Pelatihan dilaksanakan dalam tiga sesi intensif dengan pendekatan teori dan praktik berbasis studi kasus. Keempat. Evaluasi dan Monitoring Keberhasilan diukur melalui pre-test dan post-test untuk melihat peningkatan pemahaman guru serta analisis dokumen hasil pembelajaran. (Chevalier. , & Buckles, 2. Subjek dan Data Penelitian Subjek terdiri dari 10 guru MTs MaAoarif Albajuri. Data primer diperoleh dari wawancara, diskusi kelompok terarah (FGD), dan observasi, sementara data sekunder berupa dokumen pembelajaran. Analisis Data pada tahap ini data dianalisis secara kualitatif-deskriptif untuk memahami perubahan kompetensi (Anto et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk perencanaan pembelajaran Islami. Berdasarkan hasil pelatihan yang dilaksanakan, ditemukan beberapa temuan penting yang akan dibahas secara rinci di bawah ini. Tabel 1. Temuan Penting Pelaksanaan Program Pengabdian No. Temuan Pelaksanaan program pengabdian Peningkatan Pemahaman Guru terhadap Konsep AI Penerapan AI dalam Penyusunan Rencana Pembelajaran Islami Dampak terhadap Metode Pengajaran Analisis Kualitatif Dampak pada Pembelajaran Pengurangan Beban Kerja Administratif Guru Perubahan Pola Pikir Guru terhadap Penggunaan Teknologi Sumber: Data Primer Pelatihan Peningkatan Pemahaman Guru terhadap Konsep AI Pelatihan yang dilakukan berhasil meningkatkan pemahaman guru tentang teknologi AI. Sebelum pelatihan, mayoritas guru belum memahami Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 01 No. : Juli p-ISSN: 0000-0000 e-ISSN: 0000-0000 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/alkhidmah/index Duwi Habsari Mutamimah. Asis Sustiawan. Pendampingan Peningkatan Kapasitas Guru Mts MaAoarif AlBajuri Dalam Pemanfaatan Artificial Intelligence Untuk Perencanaan Pembelajaran Islami dengan baik apa itu AI dan bagaimana teknologi ini bisa digunakan dalam perencanaan pembelajaran Islami. Berdasarkan hasil pre-test, rata-rata nilai guru hanya mencapai 45, menandakan pengetahuan yang terbatas tentang teknologi AI. Namun, setelah mengikuti pelatihan, terdapat peningkatan signifikan dengan skor post-test rata-rata sebesar 80, yang menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 35%. Jenis Tes Tabel 2. Hasil Pre-test dan Post-test Guru Rata-rata Skor Peningkatan (%) Pre-test Post-test Peningkatan ini menunjukkan keberhasilan program pelatihan dalam meningkatkan pemahaman dasar mengenai AI, dan juga menunjukkan bahwa peserta pelatihan, yang sebagian besar memiliki latar belakang pendidikan nonteknologi, dapat dengan mudah memahami konsep-konsep dasar AI dalam waktu yang relatif singkat. Penerapan AI dalam Penyusunan Rencana Pembelajaran Islami Setelah pelatihan, sebagian besar guru mulai menggunakan AI untuk membantu mereka dalam merancang rencana pembelajaran Islami. Hal ini terbukti melalui observasi dan analisis dokumen pembelajaran yang telah disusun oleh para guru. Beberapa guru mulai memanfaatkan aplikasi AI untuk merancang silabus, membuat soal ujian, dan menyusun materi ajar yang lebih Penggunaan perangkat lunak AI untuk menyusun rencana pembelajaran juga memungkinkan guru untuk memanfaatkan data pembelajaran secara lebih efektif. Namun, tantangan yang dihadapi adalah kebutuhan untuk terus melatih guru dalam menguasai aplikasi tersebut secara Meskipun beberapa guru mengalami kesulitan teknis pada awalnya, mereka dapat mengatasi masalah tersebut melalui bimbingan yang diberikan dalam sesi pelatihan lanjutan. Hal ini sejalan dengan temuan dari penelitian oleh Pratama & Hamid . , yang menunjukkan bahwa penggunaan teknologi berkesinambungan, agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 01 No. : Juli ISSN: 0000-0000 p-ISSN: 0000-0000 e-ISSN: 0000-0000 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/alkhidmah/index Duwi Habsari Mutamimah. Asis Sustiawan. Pendampingan Peningkatan Kapasitas Guru Mts MaAoarif AlBajuri Dalam Pemanfaatan Artificial Intelligence Untuk Perencanaan Pembelajaran Islami Dampak terhadap Metode Pengajaran Salah satu dampak signifikan dari pengabdian ini adalah perubahan dalam pola pikir guru terkait penggunaan teknologi dalam pendidikan. Sebelum pelatihan, banyak guru yang merasa ragu dan skeptis terhadap potensi teknologi, terutama dalam konteks pendidikan Islami. Namun, setelah melihat penerapan AI dalam perencanaan pembelajaran, guru-guru merasa lebih percaya diri untuk mengintegrasikan teknologi dalam proses belajar mengajar. Ini terbukti melalui peningkatan interaksi mereka dengan siswa, yang kini lebih sering menggunakan perangkat berbasis teknologi dalam kegiatan belajar. Peningkatan kemampuan guru dalam menggunakan teknologi juga diiringi dengan perubahan positif dalam cara mereka mengajar. Guru mulai menerapkan pembelajaran berbasis teknologi yang lebih menarik dan interaktif, yang dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa. Sebuah penelitian suhendra menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dalam pengajaran dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan memotivasi siswa untuk lebih aktif dalam mengikuti Pelajaran (Suhendra 2. Dengan penerapan pembelajaran berbasis teknologi, para guru diharapkan dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan relevan bagi siswa. Misalnya, melalui penggunaan aplikasi pembelajaran, video interaktif, atau platform pembelajaran daring, guru dapat menyajikan materi pelajaran dengan cara yang lebih variatif dan mudah dipahami oleh siswa (Amma, 2. Hal ini tentunya tidak hanya membuat siswa lebih terlibat dalam proses belajar mengajar, tetapi juga memperkuat pemahaman mereka terhadap materi yang diajarkan, terutama dalam konteks pembelajaran Islami yang dapat diperkaya dengan teknologi. Selain itu, penggunaan teknologi dalam pembelajaran juga memungkinkan adanya pembelajaran yang lebih fleksibel dan aksesibel. Guru dapat menyediakan materi ajar yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja oleh siswa, baik melalui video, modul digital, atau tugas online. Ini membuka peluang bagi siswa untuk belajar secara mandiri dengan bimbingan dari guru melalui media digital. Sebagaimana teknologi yang digunakan dengan bijak dalam pendidikan dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif, di mana siswa dengan berbagai latar belakang dan kemampuan dapat mengakses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka (Suhendra, 2. Analisis Kualitatif Dampak pada Pembelajaran Program pengabdian ini tidak hanya berhasil meningkatkan keterampilan teknis guru dalam menggunakan AI, tetapi juga memberi dampak positif pada pendekatan mereka terhadap pembelajaran. Hasil wawancara dengan beberapa Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 01 No. : Juli p-ISSN: 0000-0000 e-ISSN: 0000-0000 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/alkhidmah/index Duwi Habsari Mutamimah. Asis Sustiawan. Pendampingan Peningkatan Kapasitas Guru Mts MaAoarif AlBajuri Dalam Pemanfaatan Artificial Intelligence Untuk Perencanaan Pembelajaran Islami guru menunjukkan bahwa mereka merasa lebih mampu merancang pembelajaran yang lebih menarik dan relevan dengan kebutuhan siswa, mengingat teknologi memungkinkan mereka untuk memanfaatkan data dan sumber daya yang lebih luas. Sebagai contoh, salah satu guru melaporkan bahwa penggunaan AI membantunya dalam mengidentifikasi topik yang perlu diperbaiki berdasarkan analisis performa siswa sebelumnya. Para guru juga menyatakan bahwa teknologi memungkinkan mereka untuk mendesain rencana pembelajaran yang lebih terstruktur, sehingga lebih mudah untuk dipahami oleh siswa. Pembahasan ini sejalan dengan temuan levina yang menekankan bahwa integrasi teknologi dalam pendidikan dapat memperkaya materi ajar dan membuatnya lebih adaptif terhadap kebutuhan siswa (Levina, 2. Pengurangan Beban Kerja Administratif Guru Salah satu keuntungan besar yang dirasakan oleh guru-guru setelah pelatihan adalah berkurangnya beban administratif mereka. Sebelum pelatihan, guru sering kali merasa terbebani dengan berbagai tugas administratif yang menghabiskan banyak waktu. Namun, dengan menggunakan AI, mereka dapat menyelesaikan tugas-tugas tersebut dengan lebih efisien. Misalnya, aplikasi AI yang digunakan dalam perencanaan pembelajaran dapat secara otomatis menghasilkan laporan dan analisis perkembangan siswa, yang biasanya memakan waktu cukup lama (Rosarian & Dirgantoro, 2. Pengurangan beban administratif ini berdampak positif pada produktivitas kerja guru. Dengan lebih banyak waktu yang tersedia, guru dapat lebih fokus pada kegiatan yang mendukung kualitas pembelajaran, seperti mentoring siswa dan pengembangan materi ajar. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Yuliana & Haris . , yang menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dapat meningkatkan efisiensi kerja guru dan mengurangi stres yang terkait dengan tugas administratif. Perubahan Pola Pikir Guru terhadap Penggunaan Teknologi Program pelatihan ini juga telah berhasil merubah pola pikir guru tentang pentingnya penggunaan teknologi dalam pendidikan. Sebelumnya, sebagian besar guru menganggap teknologi sebagai alat yang rumit dan hanya dapat digunakan dalam konteks pembelajaran umum. Namun, setelah pelatihan, mereka mulai melihat potensi teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Islami, serta cara-cara baru dalam menyampaikan materi yang lebih sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. Dengan adanya Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 01 No. : Juli ISSN: 0000-0000 p-ISSN: 0000-0000 e-ISSN: 0000-0000 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/alkhidmah/index Duwi Habsari Mutamimah. Asis Sustiawan. Pendampingan Peningkatan Kapasitas Guru Mts MaAoarif AlBajuri Dalam Pemanfaatan Artificial Intelligence Untuk Perencanaan Pembelajaran Islami perubahan ini, diharapkan guru akan lebih terbuka terhadap inovasi teknologi dalam pendidikan. Perubahan pola pikir ini juga mempengaruhi motivasi guru untuk terus menggali dan mengembangkan keterampilan mereka dalam menggunakan teknologi, bukan hanya untuk kepentingan pembelajaran umum, tetapi juga untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan efektif (Ayustina. Guru yang sebelumnya merasa cemas atau enggan menggunakan teknologi kini merasa lebih percaya diri dan siap untuk mengeksplorasi berbagai alat digital yang dapat mendukung pembelajaran Islami dengan cara yang lebih interaktif dan menarik. Hal ini menjadi langkah penting dalam mempersiapkan generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan digital yang baik (Indarta et al. , 2. Pola pikir yang terbuka terhadap penggunaan teknologi dalam pendidikan sangat berpengaruh pada keberhasilan implementasi teknologi itu Dengan perubahan sikap ini, para guru diharapkan dapat lebih aktif berpartisipasi dalam upaya pembaruan kurikulum dan metode pengajaran yang berbasis teknologi, sehingga hasil pembelajaran yang dicapai dapat lebih maksimal dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan zaman (Putra, 2. Pola pikir yang menjelaskan bahwa penggunaan teknologi dalam pendidikan tidak hanya bergantung pada keterampilan teknis, tetapi juga pada sikap dan pola pikir guru terhadap teknologi (Wati & Fatimah,2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil temuan ini, dapat disimpulkan bahwa program pengabdian ini berhasil meningkatkan kapasitas guru dalam memanfaatkan Artificial Intelligence untuk perencanaan pembelajaran Islami. Peningkatan pemahaman tentang AI, penerapannya dalam pembelajaran, serta perubahan pola pikir guru terhadap teknologi menunjukkan bahwa teknologi, jika diterapkan dengan tepat, dapat membawa dampak positif terhadap kualitas Penggunaan AI juga mampu mengurangi beban administratif guru dan meningkatkan efisiensi kerja mereka, yang berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran di MTs MaAoarif Al-bajuri. DAFTAR PUSTAKA