ELIPS: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Volume 6. Nomor 2. September 2025 ISSN: 2745-827X (Onlin. ANALISIS PENYELESAIAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS Moch. Taufik Rhamadhani1*. Masrurotullaily2 1,2Tadris Matematika. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember mochtaufikrhamadhani@gmail. com* , masrurotullaily@uinkhas. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah matematika berdasarkan kemampuan koneksi matematis siswa pada materi bangun ruang sisi lengkung di kelas IX SMPN 1 Pakusari Jember. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan yang fokus analisis pada kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Data dikumpulkan melalui tes koneksi matematis dan tes penyelesaian masalah, serta wawancara dengan subjek penelitian yang dipilih berdasarkan kemampuan koneksi matematis tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan koneksi matematis tinggi mampu memahami, merencanakan, melaksanakan, dan memeriksa kembali penyelesaian masalah dengan baik. Siswa dengan kemampuan koneksi matematis sedang menunjukkan kemampuan yang baik dalam memahami dan merencanakan, tetapi mengalami kesulitan dalam pelaksanaan dan pemeriksaan kembali. Sementara itu, siswa dengan kemampuan koneksi matematis rendah hanya mampu memahami masalah tanpa dapat merencanakan, melaksanakan, dan memeriksa kembali penyelesaian dengan baik. Penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai pentingnya pengembangan kemampuan koneksi matematis dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan penyelesaian masalah siswa. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi guru dan peneliti selanjutnya dalam merancang metode pembelajaran yang lebih efektif. Kata Kunci: Penyelesaian Masalah. Koneksi Matematis. Bangun Ruang Sisi Lengkung. Metode Polya. Pendidikan Matematika. ABSTRACT This study aims to solve mathematical problems based on students' mathematical connection abilities on the material of curved side solids in class IX of SMPN 1 Pakusari Jember. The method used is descriptive qualitative with an approach that focuses on analyzing students' abilities in solving mathematical problems. Data were collected through mathematical connection tests and problem-solving tests, as well as interviews with research subjects selected based on high, medium, and low mathematical connection abilities. The results of the study showed that students with high mathematical connection abilities were able to understand, plan, implement, and re-check problem solving well. Students with moderate mathematical connection abilities showed good abilities in understanding and planning, but had difficulty in implementing and re-checking. Meanwhile, students with low mathematical http://journal. id/index. php/ELIPS Analisis Penyelesaian Masalah Matematika Berdasarkan Kemampuan Koneksi Matematis connection abilities were only able to understand the problem without being able to plan, implement, and re-check the solution well. This study provides important insights into the importance of developing mathematical connection abilities in mathematics learning to improve students' problem-solving abilities. It is hoped that the results of this study can be a reference for teachers and further researchers in designing more effective learning methods. Keywords: Problem Solving. Mathematical Connection. Curved Side Space. Polya Method. Mathematics Education. PENDAHULUAN Pembelajaran matematika adalah proes pembelajaran yang sangat penting bagi siswa untuk membangun pemahaman tentang fakta, konsep, prinsip, serta keterampilan matematika sesuai kemampuan mereka(Safari and Nurhida 2. Matematika merupakan mata pelajaran yang terstruktur, yaitu dalam mempelajarinya terlebih dahulu kita memahami materi yang termudah sampai materi yang kompleks(Sakiah and Effendi 2. Pelajaran matematika yang bermanfaat dalam kehidupan sehari hari ini merupakan mata pelajaran yang masih ditakuti peserta didik(Bimantoro. Tomi Listiawan, and Fajar Catur Rochman 2. Matematika bukanlah ilmu yang hanya untuk keperluan dirinya sendiri, tetapi ilmu yang bermanfaat untuk sebagian besar ilmu-ilmu lain. Dengan makna lain bahwa matematika mempunyai peranan yang sangat esensial untuk ilmu lain, terutama dalam ilmu sains dan teknologi. National Council of Teachers of Mathematics (NCTM) menyatakan terdapat lima kemampuan matematis yang harus dimiliki oleh siswa, ialah pemecahan masalah . roblem solvin. , penalaran dan pembuktian . eason and proo. , komunikasi . , representasi . , serta koneksi . (Angelina and Effendi 2. Berdasarkan hasil terbaru Programme for International Student Assessment (PISA) 2022. Indonesia menunjukkan posisi yang mengkhawatirkan untuk bidang matematika. Negara ini menduduki peringkat 69 dari 81 negara peserta, dengan skor rata-rata 388 poin. Ini menempatkan Indonesia di antara 12 negara terendah dalam penilaian tersebut. Di Asia Tenggara, kinerja Indonesia tertinggal di belakang beberapa negara, termasuk Thailand . dengan 394 poi. Malaysia . dengan 409 poi. , dan Brunei . dengan 442 poi. (DL. GyuLEN, and DynNMEZ 2. Penyelesaian masalah adalah salah satu aspek yang sangat penting dalam pembelajaran Kemampuan penyelesaian masalah bertuju kepada usaha seseorang untuk mencapai tujuan di karenakan mereka tidak menemukan solusi otomatis yang langsung dapat menyelesaikan masalah. Kemampuan pemecahan masalah sangat penting bagi siswa karena dengan siswa mampu menyelesaikan suatu masalah siswa memperoleh pengalaman, menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang sudah dimiliki oleh siswa untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari (Suryani. Jufri, and Putri 2. Secara garis besar langkah-langkah penyelesaian masalah menurut polya ada 4 tahap yang digunakan untuk dasar dalam menyelesaikan suatu permasalahan, dapat diuraikan sebagai berikut. Memahami Masalah. Dalam aspek memahami masalah, siswa perlu memahami apa yang diketahui, apa saja yang ada, jumlah, hubungan dan poin-poin yang terhubung serta apa yang sedang mereka ingin ketahui. Membuat Rencana. Dalam aspek ini, siswa perlu memahami operasi yang terlibat untuk menyelesaikan masalah yang diberikan. Melaksanakan Rencana. Dalam aspek ini, sesuatu yang diterapkan tergantung pada apa yang sudah direncanakan sebelumnya, mengartikan informasi yang diberikan kedalam bentuk matematika, serta melaksanakan rencana selama Moch. Taufik Rhamadhani. Masrurotullaily ELIPS: Vol. No. September 2025 proses beserta perhitungan yang telah berlangsung. Memeriksa Kembali. Dalam langkah ini sesuatu yang perlu diperhatikan adalah memeriksa kembali informasi yang penting, memeriksa semua perhitungan yang telah terlibat, mempertimbangkan apakah solusinya masuk akal, melihat alternatif lain, dan membaca pertanyaan kembali dan bertanya kepada pribadi sendiri apakah pertanyaannya telah benar-benar terjawab(Holdia Melista 2. Dalam penyelesaian masalah matematika siswa perlu memiliki pemikiran yag terbuka, tidak hanya terfokus pada satu solusi melainkan berbagai macam solusi, seperti hal dengan kehidupan nyata, oleh karena itu guru juga harus memperhatikan kemampuan koneksi matematis Koneksi matematis adalah bagian dari kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi, dapat diartikan sebagai keterkaitan antara konsep-konsep matematika secara internal yaitu berhubungan dengan matematika itu sendiri ataupun kaitan secara eksternal yaitu matematika dengan bidang studi lain maupun dengan kehidupan sehari-hari (Holdia Melista 2. Kemampuan koneksi matematis adalah fondasi utama bagi siswa dalam memecahkan masalah yang melibatkan berbagai konsep matematika(AoAzizah. Hidayanto, and Sisworo 2. Kemamapuan koneksi matematis perlu dimiliki dan dikembangkan oleh siswa dalam proses Hal ini sesuai dengan pendapat NCTM yang menyatakan terdapat lima kemampuan matematis yang harus dimiliki oleh siswa, ialah pemecahan masalah . roblem solvin. , penalaran dan pembuktian . eason and proo. , komunikasi . , representasi . , serta koneksi . (Angelina and Effendi 2. Kemampuan koneksi dalam penelitian ini dilihat dari tiga indikator kemampuan koneksi matematis menurut Sumiati, yang pertama koneksi antar matematika, yang kedua adalah koneksi disiplin ilmu lain, yang ketiga adalah koneksi real life concept (Sumiati. Taufan Asfar, and Akbar Asfar 2. Dalam penelitian sebelumnya Ervin Azhar. Yana Saputra. Ishaq Nuriadin subjek dengan kemampuan matematis tinggi telah memenuhi empat tahapan Polya(Ervin Azhar and Ishaq Nuriadin 2. , penelitian Anisa Kafifah. Titik Sugiarti. Ervin Oktavianingtyas Siswa berkemampuan sedang cenderung mampu mengidentifikasi masalah dengan baik akan tetapi ada siswa yang tidak mampu menjawab secara benar strategi dan banyak kesalahan hitung (Kafifah. Titik, and Ervin Oktavianingtyas 2. , penelitian Habibul Ummi yang mengatakan bahwa kemampuan koneksi matematika kategori renda hannya memahami masalah yang ditunjukkan dengan menulis diketahui maupun yang ditanyakan soal dengan tepat (Tarbiyah. Keguruan, and Ar-raniry 2. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh peneliti di SMPN 1 Pakusari Jember dengan cara wawancara kepada salah satu guru matematika, guru tersebut menjelaskan bahwa sejauh ini belum ada penelitian terkait analisi penyelesaian masalah matematika berdasarkan kemampuan koneksi matematis. Meskipun guru tersebut mengungkapkan kemampuan matematika siswa homogen akan tetapi guru tersebut belum bisa memastikan bagaimana cara penyelesaian masalah siswa berdasarkan kemampuan koneksi matematis siswa. Berdasarkan konteks yang telah dijelaskan diatas, penting untuk melakukan penelitian dengan judul Analisis Penyelesaian Masalah Matematika Berdasarkan Kemampuan Koneksi Matematis. METODE Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara, dan dokumentasi. Metode tes digunakan untuk untuk mengetahui bagaimana kemampuan penyelesaian masalah matematka siswa berdasarkan kemampuan koneksi matematis kelas IX SMPN 1Pakusari Jember. Analisis Penyelesaian Masalah Matematika Berdasarkan Kemampuan Koneksi Matematis Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur yang dimana terdapat dua penilaian yakni validitas isi dan validitas bahasa. Metode wawancara digunakan untuk memperoleh data mengenai kemampuan siswa dalam menyelesaikan tes kemampuan penyelesaian masalah matematika berdasarkan kemampuan koneksi matematis yang diberikan oleh peneliti. Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dan menganalisis dokumen atau arsip yang relevan dengan penelitian. Metode dokumentasi digunakan sebagai penguat data yang diperoleh peneliti selama melaksanakan Penelitiaan ini diawali dengan memberikan Tes Kemampuan Koneksi Matematis noncerita ke pada 28 siswa di SMPN 1 Pakusari Jember . Tiga siswa diambil sebagai subjek penelitiaan dengan 3 kategori, yaitu: 1 berkemampuan koneksi matematis tinggi, 1 berkemampuan koneksi matematis sedang, dan 1 berkemampuan koneksi matematis rendah. Setelah diperoleh subjek dengan kemampuan koneksi matemtis tinggi, sedang, dan rendah, peneliti memberikan soal Tes Penyelesaian Masalah yang berupa soal cerita kepada tiga subjek tersebut. Sebelum peneliti memberikan soal Tes Kemampuan Koneksi Matematis, dan soal Tes Penyelesain Masalah, soal tersebut sudah divalidasi oleh dua dosen matematika dan satu guru matematika. Selanjutnya peneliti mewawancarai 3 subjek tersebut berdasarkan jawaban yang telah dikerjakan untuk Selanjutnya hasil jawaban Tes Pemecahan Masalah dan hasil wawancara dianalisis oleh peneliti. Penelitian ini dilakukan pada 15 April 2025 di kelas IX SMPN 1 Pakusari Jember untuk memperoleh data tentang Analisis Penyelesaian Masalah Matematika Berdasarkan Kemampuan Koneksi Matematis pada Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung. Sumber data yang digunakan peneliti adalah sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer didapatkan dari tes kemampuan penyelesaian masalah dan hasil wawancara, sedangkan sumber data sekunder didapatkan dari hasil dokumentasi saat melaksanakan penelitian. Menurut Sugiyono (Marasabessy. Hasanah, and Juandi 2. teknik triangulasi berarti peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda untuk mendapatkan data dari sumber yang ada. Triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi teknik yaitu membandingkan hasil pekerjaan siswa dengan hasil wawancara kemudian dianalisis berdasarkan langkah-langkah Polya. Pengkategorian kemampuan koneksi matematis dapat dilihat dalam Tabel 1. Kategori Kemampuan Koneksi Matematis. Tabel 1. Kategori Kemampuan Koneksi Matematis Kategori Pencapaian kemampuan koneksi matematis Tinggi yiya O ycycyc O yayaya Sedang yeyc O ycycyc < yiya Rendah ya O ycycyc < yeya Keterangan : yayaycA = yayceycoycaycoycyycycaycu yaycuycuyceycoycycn ycAycaycyceycoycaycycnycoyca Rumus yang digunakan sebagai berikut: yayaycA = Oc ycIycoycuyc ycycaycuyci yccycnycyyceycycuycoyceEa y 100 ycIycoycuyc ycAycaycoycycnycoycayco Diperoleh 3 subjek berdasarkan kemampuan koneksi matematis tinggi, sedang, dan Dapat dilihat pada tabel 2. Subjek Penelitian Moch. Taufik Rhamadhani. Masrurotullaily ELIPS: Vol. No. September 2025 Tabel 2. Subjek Penelitian Nama Dina Oktafiana Annisa Fitri Ayumi Muhammad Bahrevi Anshori NKKM : Nilai Kemampuan Koneksi Matematika KKM : Kemampuan Koneksi Matematis KKM Tinggi Sedang Rendah Kode Subjek AFA MBA HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyelesaian masalah matematika berdasarkan kemampuan koneksi matematis siswa, yang dimana dalam penelelitian ini terdapat dua tes, yang pertama adalah tes penyelesaian masalah, dan yang kedua tes kemampuan koneksi Pertama, tes kemampuan koneksi matematis yang terdari dari 3 soal yang dimana setia soal berkaitan dengan indikator kemampuan kemampuan koneksi matematis. Berikut adalah hasil jawaban siswa dalam soal tes kemampuan koneksi matematis. Gambar 1. Hasil Jawaban KKM Subjek Tinggi (DO) DO dapat menjawab soal tes kemampuan koneksi matematis dengan benar, bukan hannya benar. Do juga menyelesaikannya dengan cepat, dan juga mendapatkan nilai 100. Analisis Penyelesaian Masalah Matematika Berdasarkan Kemampuan Koneksi Matematis Gambar 2. Hasil Jawaban KKM Subjek Sedang (AFA) AFA dapat menjawab soal tes kemampuan koneksi matematis namun terdapat kekeliruan dalam perhitungan walaupun waktu yang dibutuhkan lebih lama dari subjek kemampuan koneksi matematis tinggi. Nilai yang diperoleh oleh AFA adalah 59,25. Gambar 3. Hasil Jawaban KKM Subjek Rendah (MBA) MBA dapat menjawabsoal kemampuan koneksi matematis, namum subjek menjawab dengan kurang tepat serta subjek juga membutuhkan waktu lebih lama dari subjek berkemampuan koneksi matematis tinggi, dan juga subjek berkemampuan koneksi matematis sedang. Nilai yang diperoleh oleh MBA 40,74. Setelah mengkategorikan 3 subjek berkemampuan koneksi matematis tinggi, sedang, dan rendah, yang masing-masing 1 subjek. Selanjutkanya adalah yes kedua yakni tes penyelesaian masalah matematika yang di mana terdapat 3 soal yang setiap soalnya berkaitan dengan sub Moch. Taufik Rhamadhani. Masrurotullaily ELIPS: Vol. No. September 2025 materi yaitu tabung, kerucut, dan bola. Berikut adalah hasil jawaban siswa dalam menyelesaikan maslah matematika. Gambar 4. Hasil Jawaban Tes Penyelesaian Masalah Matematika Subjek Tinggi (DO) Gambar 5. Hasil Jawaban Tes Penyelesaian Masalah Matematika Subjek Tinggi (DO) Analisis Penyelesaian Masalah Matematika Berdasarkan Kemampuan Koneksi Matematis Subjek dengan kemampuan koneksi matematis tinggi dapat menyelesaikan permasalahan dalam materi bangun ruang sisi lengkung menggunakan rumus sesuai materi tersebut dengan benar, tepat, dan cepat menggunakan tahapan polya. Gambar 6. Hasil Jawaban Tes Penyelesaian Masalah Matematika Subjek Sedang (AFA) Gambar 6. Hasil Jawaban Tes Penyelesaian Masalah Matematika Subjek Sedang (AFA) Moch. Taufik Rhamadhani. Masrurotullaily ELIPS: Vol. No. September 2025 Subjek dengan kemampuan koneksi matematis sedang dapat menyelesaikan permasalahan dalam indikator polya namun subjek dengan kemampuan koneksi matematis sedang mengalami kesulitan dalam melaksankan rencana dengan rumus dalam materi tersebut dan juga masih kurang teliti dalam proses menghitung. Gambar 7. Hasil Jawaban Tes Penyelesaian Masalah Matematika Subjek Rendah (MBA) Subjek dengan kemampuan koneksi matematis renda hanya dapat memenuhi satu indikator polya yang dimana indikator tersebut adalah indikator memahami masalah. Pembahasan Kemampuan Koneksi Matematis Tinggi dalam Menyelesaikan Masalah Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan terhadap subjek dengan kemampuan koneksi matematis tinggi dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi bangun ruang sisi lengkung menunjukkan bahwa subjek mampu mengidentifikasi informasi yang diberikan dalam soal, membuat rencana dalam menyelesaikan soal, melakanakan rencana yang telah dibuat, dan dapat memeriksa kembali dengan teliti, baik melalui jawaban tertulis maupun hasil wawancara. Subjek dengan koneksi matematis dikatakan tinggi karena mampu memenuhi indikator koneksi matematis yang diantara koneksi antar matematika, koneksi dengan disiplin ilmu lain, dan konekis real life concept yang dimana kategori tinggi memiliki nilai 70 O yayaycA O 100 dan subjek tersebut memperoleh nilai 100. Hal ini menunjukkan subjek dengan kemampuan koneksi matematis tinggi mampu mengungkapkan ide penyelesaian dengan lancar serta mampu menjawab soal dengan gagasan yang relevan, sehingga alternatif jawaban yang ditemukan tepat dan benar. Itu menunjukan bahwa subjek mampu menyelesaikan permasalahn dengan teori Hal ini sesuai dengan penelitian Ervin Azhar. Yana Saputra. Ishaq Nuriadin subjek dengan kemampuan matematis tinggi telah memenuhi empat tahapan Polya(Ervin Azhar and Ishaq Nuriadin 2. Kemampuan Koneksi Matematis Sedang dalam Menyelesaikan Masalah Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan terhadap subjek dengan kemampuan koneksi matematis sedang dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi bangun ruang sisi lengkung menunjukan bahwa subjek mampu mengidentifikasi informasi yang diberikan dalam soal dengan tepat, membuat rencana dalam menyelesaikan soal dengan tepat, melaksanakan rencana yang telah dibuat namun masih terdapat kekeliruan dalam mengoprsikan perhitungan dalam rumus yang ada, dan dapat memeriksa kembali namun kurang teliti dalam memeriksa oprasi perhitungan dari jawaban yang sudah diperoleh, baik melalui jawaban tertulis maupun hasil wawancara. Subjek dengan koneksi matematis dikatakan sedang karena belum mampu memenuhi indikator koneksi matematis yang diantara konksi antar matematika, koneksi dengan Analisis Penyelesaian Masalah Matematika Berdasarkan Kemampuan Koneksi Matematis disiplin ilmu lain, dan konekis real life concept yang dimana kategori sedang memiliki nilai 50 O yayaycA < 70 dan subjek tersebut memperoleh nilai 59,25. Dapat dikatakan subjek dengan kemampuan koneksi matematis sedang, keliru dalam tahap melaksanakan rencana dan memeriksa kembali. Itu menunjukan bahwa subjek belum mampu menyelesaikan permasalahn dengan sempurna sepertihalnya subjek dengan kemampuan koneksi matematis tinggi yang dapat memenuhi semua teori polya. Hal ini sesuai dengan penelitian Anisa Kafifah. Titik Sugiarti. Ervin Oktavianingtyas Siswa berkemampuan sedang cenderung mampu mengidentifikasi masalah dengan baik akan tetapi ada siswa yang tidak mampu menjawab secara benar strategi dan banyak kesalahan hitung (Kafifah. Titik, and Ervin Oktavianingtyas 2. Kemampuan Koneksi Matematis Rendah dalam Menyelesaikan Masalah Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan terhadap subjek dengan kemampuan koneksi matematis rendah dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi bangun ruang sisi lengkung menunjukkan bahwa subjek hanya mampu dalam memahami masalah namun dalam membuat rencana dalam menyelesaikan soal, melakanakan rencana yang telah dibuat, dan memeriksa kembali subjek tidak mampu memenuhinya, baik melalui jawaban tertulis maupun hasil wawancara. Subjek dengan koneksi matematis dikatakan rendah karena belum mampu memenuhi indikator koneksi matematis yang diantara konksi antar matematika, koneksi dengan disiplin ilmu lain, dan konekis real life concept yang dimana kategori rendah memiliki nilai 0 O yayaycA < 50 dan subjek tersebut memperoleh nilai 40,74. Hal ini menunjukkan subjek dengan kemampuan koneksi matematis rendah hanya mampu memahami masalah. Dapat dikatakan subjek tidak mampu menyelesaikan permasalahn dengan teori polya. Hal ini sesuai dengan penelitian Habibul Ummi yang mengatakan bahwa kemampuan koneksi matematika kategori renda hannya memahami masalah yang ditunjukkan dengan menulis diketahui maupun yang ditanyakan soal dengan tepat (Tarbiyah. Keguruan, and Ar-raniry 2. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hal dan pembahasan yang telah dipaparkan, dapat diambil kesimpulan tentang analsisi penyelesaian masalah matematika berdasarkan kemampuan koneksi matematis pada materi bangun ruang sisi lengkung. Berikut hasil kesimpulan dari penelitian ini adalah Siswa dengan kemampuan koneksi matematis tinggi mampu dalam memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali penyelesaian masalah denga baik, sesuai teori Polya. Siswa dengan kemampuan koneksi matematis sedang mampu memahami masalah, membuat rencana, namun masih mengalami kesulitan dalam melaksanakan rencana dan memeriksa kembali, yang mengakibatkan kesalahan dalam perhitungan. Siswa dengan kemampuan koneksi matematis rendah hanya mampu memahami masalah, tetapi tidak dapat membuat rencana, dan juga tidak mampu melaksanakan rencana, serta memeriksa kembali jawaban yang diperoleh. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi metode pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa, serta dampaknya terhadap pemecahan masalah matematika di berbagai tingkat pendidikan Penelitian juga dapat dilakukan dengan melibatkan lebih banyak variabel, seperti Moch. Taufik Rhamadhani. Masrurotullaily ELIPS: Vol. No. September 2025 gaya belajar dan motivasi siswa, untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan penyelesaian masalah matematika. DAFTAR PUSTAKA