Jurnal Riset Media Keperawatan ISSN: 2527-368X (Prin. 2621-4385 (Onlin. Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien Pengguna BPJS di Puskesmas Rajeg Siti Kholifah1. Eva Marsepa2. Meynur Rohmah 3 1 ,2,3Program Studi Ilmu Keperawatan. Universitas Yatsi Madani. Jl. Aria Santika No. RT. 001/RW. Margasari. Kec. Karawaci. Kota Tangerang. Banten 15114. Indonesia *sitikholifah2105@gmail. *corresponding author Abstrak Telah terjadi penurunan kunjungan pasien peserta BPJS di puskesmas rajeg pada tahun 2022 sebanyak 591. tahun 2023 sebanyak 581. 776, dan tahun 2024 sebanyak 199. 940 kunjungan pasien. Penurunan yang terjadi kemungkinan disebabkan oleh kurangnya kenyamanan, empati, maka dari itu terjadi kurangnya hubungan pasien dengan perawat. Sehingga terjadi penurunan kunjungan setiap tahunnya pada Puskesmas Rajeg. Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara mutu pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien pengguna AuBadan penyelenggara Jaminan SosialAy (BPJS) yang menggunakan lima diemensi yaitu faktor kehandalan, ketanggapan, jaminan, empati dan bukti fisik. Desain Penelitian: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi. Teknik sampel: Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode non-probability sampling dengan menggunakan teknik accidental sampling. Sampel yang digunakan berjumlah 255 responden. Analisis Data: Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi-square dengan melihat pada nilai koefisien korelasi. Hasil dan Kesimpulan: Hasil daripada penelitian ini bahwa mutu pelayanan yaitu dalam kategori puas berjumlah . ,8%) dan kepuasan pasien pengguna BPJS berjumlah . ,3%). Pada hasil statistik diperoleh nilai p-value = 0,000 < 0,05 maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara mutu pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien pengguna BPJS. Kata kunci: Mutu Pelayanan Kesehatan. Kepuasan Pasien Pengguna BPJS. The Relationship Of The Qualitty Of Health Services To The Satisfaction Of Patients Using BPJS At Rajeg Health Center Abstract There has been a decrease in patient visits from BPJS participants at Rajeg health centers in 2022 by 591,700, in 2023 by 581,776, and in 2024 by 199,940 patient visits. The decline that occurred was possibly caused by a lack of comfort and empathy, therefore there was a lack of relationship between the patient and the nurse. there is a decrease in visits every year to the Rajeg Health Center. This research is to determine the relationship between the quality of health services and patient satisfaction using the AuSocial Security Administering AgencyAy (BPJS) which uses five dimensions, namely reliability, responsiveness, assurance, empathy and physical The research design used in this research is a quantitative approach with a descriptive correlation Sample The sampling technique in this research uses a non-probability sampling method using accidental sampling technique. The sample used was 255 respondents. Data analysis used in this research is the chi-square test by looking at the correlation coefficient value. The results of this research are that the quality of service, namely in the satisfaction category, is . 8%) and patient satisfaction with BPJS users is . 3%). the statistical results, the p-value = 0. 000 < 0. 05, therefore, it can be concluded that there is a relationship between the quality of health services and the satisfaction of patients using BPJS. Keywords: Quallity of Health Services. Patient Satisfaction,BPJS. Rajeg Health Center. PENDAHULUAN Pengguna jasa pelayanan kesehatan di Puskesmas menuntut pelayanan yang berkualitas tidak hanya menyangkut kesembuhan dari penyakit tetapi juga menyangkut kepuasan terhadap sikap, pengetahuan dan keterampilan petugas dalam memberikan pelayanan terbaik terhadap pasien, memberikan kenyamanan. Sering dengan membaiknya mutu pelayanan, maka perlu dilakukan peningkatan fungsi pelayanan Puskesmas secara lebih efektif dan efisien untuk memuaskan pasien dan masyarakat. Untuk mengukur tingkat kepuasan pasien secara absolut dengan tujuan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Dengan bantuan pengukuran tersebut, kita dapat melihat sejauh mana dimensi kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan dapat memenuhi harapan pasien (Devy Puspitasari. Eva Marsepa. Pd. , dan Siti Haeriyah. ST. Berdasarkan Data BPJS Pusat Jakarta Pada Tahun 2023, terdapat 95% masyarakat terdaftar BPJS kesehatan. Jakarta: Sebanyak 95,75% masyarakat Indonesia sudah terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Jumlah tersebut berdasarkan catatan data kepesertaan hingga akhir 2023. Total peserta BPJS kesehatan sebanyak 606,7 juta orang, terus melonjak dalam kurun waktu 10 tahun AuPresentasi Peserta Jaminan Kesehatan Nasioal (JKN) dibandingkan jumlah penduduk Indonesia tahun 2023, yakni 95,75 % sudah terdaftar JKNAy. (Direktur Utama, 2. Pada 2014 silam, peserta BPJS Kesehatan atau JKN sebanyak 133,4 juta orang diseluruh tanah air. Meski demikian, jumlah warga yang yang menjadi peserta terus meningkat setiap tahun. Au2014, total pemanfaatan pertahun 92,3 juta. Kemudian pada 2023, sebanyak 267,3 juta orang menjadi peserta BPJSAy, adapun ratarata harian penambahan penambahan peserta BPJS Kesehatan sepanjangn 2023 sebanyak 1,6 juta orang perhari. Capaian ini menjadikan Indonesia sebagai Negara yang cukup pesat memperluas cakupan jaminan BPJS Kesehatan mencatat biaya meningkat pada tahun 2023 sekitar 158,85 Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menjelaskan bahwa, dalam satu dekade penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) cakupan peserta per 31 Desember 2023 sebanyak 267,31 juta atau 95,75%. Komitmen BPJS adalah memastikan Indonesia memperoleh pelayanan yang berkualitas tanpa diskriminasi. BPJS kesehatan juga telah bekerja sama dengan fasilitas pelayanan keseshatan yang mampu memberikan layanan kesehatan sesuai standar yang ditetapkan. Hingga Desember 2023 telah bekerja sama lebih 000 FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertam. 120 FKRTL (Fasilitas Keseshatan Rujukan Tingkat Lanjuta. atau rumah sakit. BPJS Kesehatan melaporkan, pada tahun 2023 terdapat pemanfaatan 606 juta atau dalam sehari 1,6 juta pemanfaatan Adapun biaya jaminan kesehatan yang dibayarkan pada tahun 2023 mencapai 158. 85 triliun. Selain itu, dari 3. 120 FKRTL (Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjuta. atau rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, 66% diantaranya merupakan rumah sakit Sehingga Menurut pasal 14 UU BPJS Peserta BPJS adalah warga Negara Indonesia dan Warga Negara Asing yang sudah tinggal di Indonesia selama 6 bulan wajib menjadi anggota BPJS. Perusahaan pekerjanya sebagai anggota BPJS, yang keanggotaannya akan ditarik iuran sesuai dengan kelasnya, untuk kelas i Rp. 000, kelas II Rp. 500, kelas I Rp. Sedangkan untuk warga miskin akan ditanggung oleh pemerintah melalui program bantuan iuran yang Berdasarkan Data Badan Penelitian Pengembangan Kesehatan Jepang yang telah dilakukan Page | 202 pada bulan Juni 2020, dari 4. 798 Faskes atau Puskesmas, mengalami penurunan di hampir di sebagian besar Puskesmas, dan 83,5% Puskesmas meingalami penurunan kunjungan pasien (Balai Peneilitian Pengembangan Kesehatan, 2. Pada pengambilan data awal diperoleh jumlah kunjungan pasien BPJS di Puskesmas Rajeg pada tahun 2022 sebanyak 700 kunjungan, pada tahun 2023 sebanyak 776 kunjungan dan pada tahun 2024 bulan Maret sampai bulan Mei sebanyak 199. Beillinda masyarakat kei Ombudsman RI teirkait peilayanan faskeis meiningkat. Jumlahnya meincapai 400 peingaduan pada Tahun 2022, naik di bandingkan seitahun seibeilumnya deingan 300-an peingaduan. Keitua Umum Ikatan Ahli Keiseihatan Indoneisia (IAKMI) Heirmawan Saputra juga meinunturkan, bahwa teirdapat 700 peingaduan teirkait layanan keiseihatan kei Ombudsman RI pada Tahun 2001-2022, keitidakpuasan masyarakat teirhadap peilayanan seijumlah faskeis. Padahal hak meimpeiroleih layanan keiseihatan sudah dijamin konstitusi dalam pasal 28 H Undang-Undang Tahun Hal itu dapat teirjadi kareina salah satu faktor yaitu faktor eiksteirnal dan faktor Faktor eiksteirnal yaitu dimana jumlah pasiein yang sakit beirkurang, atau kareina faktor inteirnal yaitu peilayanan yang dibeirikan keipada pasiein beilum maksimal seihingga pasiein meirasa kurang puas teirhadap peilayanan yang dibeirikan oleih Puskeismas. BAHAN DAN METODE Meitodei peineiliitiian yang diigunakan oleih peinuliis yaknii peineiliitiian kuantiitatiif deingan deisaiin deiskriiptiif koreilasii. Deiskriiptiif koreilasii yaiitu suatu peineiliitiian yang beirtujuan untuk meingeitahuii Hubungan Antara Mutu Peilayanan Keiseihatan Teirhadap Keipuasan Pasiiein Peingguna BPJS dii Puskeismas Rajeig. Sampeil yang diigunakan pada peineiliitiian iinii beirjumlah 255 reispondein yang diibeiriikan leimbar kueisiioneir. Dengan masing Analisis bivariat bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara masing- 203 | Pages 201-213 masing variabel independen dengan variabel dependen yaitu mutu pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien BPJS. Kuesioner yang digunakan adalah Mutu Pelayanan Kesehatan dan Kepuasan Pasien Pengguna BPJS. Penelitian ini menggunakan teknik analisa data berupa korelasi Spearman Rank. HASIL PENELITIAN Analisis Bivariat Distribusi Frekuensi berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 1. Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Jenis Frekuensi Presentase Kelamin Lakii-lakii Perempuan Total Beirdasarkan tabeil 1 diikeitahuii hasiil diistriibusii freikueinsii beirdasarkan jeiniis keilamiin peireimpuan yaiitu seibanyak 157 orang deingan niilaii preiseintasei . ,6%) dan reispondein lakii - lakii yaiitu seibanyak 98 orang deingan niilaii preiseintasei . ,4%). Oleih kareina iitu hasiil yang peinuliis dapatkan pada saat peineiliitiian dii Puskeismas Rajeig dan hasiil obseirvasii peinuliis seicara keiseiluruhan leibiih banyak pasiiein peireimpuan seibanyak 157 reispondein, mulaii darii polii umum, polii giigii dan bahkan polii Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan usia Tabel 2. Distribusi Frekuensi usia Usia Frekuensi Presentase Total Beirdasarkan tabeil 2 diikeitahuii hasiil diistriibusii freikueinsii beirdasarkan usiia, pada usiia 47 Ae 60 121 orang deingan niilaii preiseintasei . ,5%), reispondein usiia 17 - 31 seibanyak 83 orang deingan niilaii preiseintasei . ,5%), dan reispondein usiia 32 - 46 deingan niilaii preiseintasei. ,0%). Oleih kareina iitu dapat diisiimpulkan bahwa beirdasarkan data yang peinuliis dapatkan pada saat peineiliitiian bahwa para peingunjung pasiiein BPJS dii Puskeismas Rajeig paliing tiinggii yaiitu usiia deiwasa madya yaiitu 47-60. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tabel 3. Distribusi Frekuensi Tingkat Pendidikan Pendidikan Frekuensi Presentase Terakhir SMP SMK Peirguruan Tiinggii Total Beirdasarkan tabeil 3 diikeitahuii hasiil diistriibusii freikueinsii beirdasarkan kualiitas mutu peilayanan keiseihatan diikeitahuii jumlah reispondein peindiidiikan SMK, deingan jumlah 130 orang deingan niilaii preiseintasei . ,0%), peindiidiikan SMP seibanyak 54 orang deingan niilaii preiseintasei . ,2%), peindiidiikan SD seibanyak 38 orang deingan niilaii preiseintasei . , dan kateigorii paliing reindah adalah peirguruan tiinggii yaiitu seibanyak 33 orang deingan niilaii preiseintasei . ,9%). Oleih kareina iitu dapat diisiimpulkan bahwa beirdasarkan data yang diidapatkan oleih peinuliis, reispondein kateigorii paliing tiinggii adalah yang beirpeindiidiikan SMK, kareina leibiih seiriing beirkunjung kei Puskeimas bukan hanya untuk beirobat, kareina sakiit, teitapii juga seiriing untuk meilakukan ceik up keiseihatan untuk keipeintiingan peikeirjaan, jadii bukan hanya yang beirobat kareina sakiit, teitapii juga untuk keipeintiingan priibadi. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pekerjaa Tabel 4. Distribusi Frekuensi Pekerjaa Pekerjaan Frekuensi Presentase IRT Peigawaii Swasta Peigawaii Neigrii Mahasiiswa Total Beirdasarkan tabeil 4. hasiil diistriibusii freikueinsii reispondein beirdasarkan peikeirjaan yaiitu yang beikeirja diirumah seibagaii IiRT seibeisar preiseintasei . ,1%), reispondein yang beikeirja seibagaii peigawaii swasta 115 orang deingan niilaii preiseintasei . ,1%), peigawaii neigrii 11 orang deingan niilaii preiseintasei . ,3%) dan kateigorii paliing reindah adalah mahasiiswa seibanyak 9 orang deingan niilaii preiseintasei . ,5%). Oleih kareina iitu dapat diisiimpulkan bahwa beirdasarkan data yang peinuliis dapatkan pada saat peineiliitiian, diidapatkan hasiil reispondein kateigorii tiinggii adalah yang beikeirja seibagaii IiRT seibanyak 120 orang. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Mutu Pelayanan Tabel 5. Distribusi Frekuensi Mutu Pelayanana Mutu Pelayanan Frekuensi Presentase Kesehatan (%) Sangat Tiidak Puas Tiidak Puas Puas Sangat Puas Total Beirdasarkan tabeil 5 diikeitahuii hasiil diistriibusii freikueinsii beirdasarkan kualiitas mutu peilayanan keiseihatan meinyatakan puas seibanyak 183 orang deingan niilaii preiseintasei . ,8%). Reispondein kena sangat puas beirjumlah 61 orang deingan niilaii preiseintasei . Reispondein tiidak puas beirjumlah 10 orang deingan preiseintasei . ,9%). Reispondein sangat tiidak puas beirjumlah 1 orang deingan niilaii preiseintasei (,4%). Oleih kareina iitu dapat diisiimpulkan bahwa keiseihatann adalah puas seibanyak . ,8%). Page | 204 beirjumlah 192 orang deingan niilaii preiseintasei . ,3%), kateigorii sangat puas beirjumlah 39 orang deingan preiseintasei . , kateigorii tiidak puas beirjumlah 23 deingan niilaii preiseintasei . ,0%), kateigorii sangat tiidak puas beirjumlah 1 orang deingan preiseintasei (,4%). Oleih kareina iitu dapat keipuasan pasiiein peingguna BPJS adalah puas deingan jumlah 192 orang deingan preiseintasei . ,3%). Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pekerjaan Tabel 6. Distribusi Frekuensi Pekerjaan Keipuasan Pasiiein Freikueinsii Preiseintasei BPJS Sangat Tiidak Puas Tiidak Puas Puas Sangat Puas Total Beirdasarkan tabeil 6 diikeitahuii hasiil diistriibusii freikueinsii beirdasarkan keipuasan pasiiein peingguna BPJS yaiitu puas Analisis Bivariat Tabel 7. Uji Chi-Square Test Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien Pengguna BPJS di BPJS di Puskesmas Rajeg Mutu Pelayanan Kepuasan Pasien Pengguna BPJS Kesehatan STP Jumlah % Jumlah Jumlah Jumlah % Jumlah Puas Sangat Puas Total P-value 0,000 Berdasarkan tabel uji chi square dapat disimpulkan bahwa mutu pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien pengguna BPJS kategori puas sebanyak 5 responden dengan presentase . ,7%), sedangkan kepuasan pasien pengguna BPJS yang tidak puas sebanyak 29 responden dengan presentase . ,4%), puas sebanyak 128 responden dengan presentase . ,1%), sangat puas sebanyak 26 responden dengan presentase . ,8%) mutu pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien pengguna BPJS kategori sangat puas sebanyak 12 responden dengan presentase . ,9%), sedangkan kepuasan pasien pengguna BPJS yang tidak puas sebanyak 30 responden dengan presentase . ,8%), puas sebanyak 24 responden dengan presentase . ,8%) sangat puas sebanyak 1 responden dengan presentase . ,5%) sangat puas dengan mutu pelayanan kesehatan yang diberikan oleh petugas di Puskesmas Rajeg. Ha diterima bahwa ada hubungan antara mutu pelayanan Kesehatan terhadap kepuasan pasien pengguna BPJS di Pskesmas Rajeg, seperti yang telah di tunjukkan oleh analisis bivariat dengan uji chi-square. Dimana diketahui nilai P-value sebesar 0,000 yaitu kurang dari 0,05. Tabel 8 Hasil Uji KendallAos Tau-b Correlation Sig . -taile. Coefficient 1,000 ,460 ,000 205 | Pages 201-213 Beirdasarkan hasil analisa dengan menggunakan ujii kendallAos tau-b, dapat diketahui bahwa ada hubungan yang positif antara mutu pelayanan Kesehatan terhadap kepuasan pasien pengguna BPJS. Bukti dari hal ini dapat diketahui dari data yang terdapat pada tabel diatas yaitu. Dimana nilai koefisien korelasi sebesar 0,460 dan nilai pada Sig. yaitu 0,000 berdasarkan output uji korelasi kendallAos tau-b diatas didapatkan bahwa nilai correlation coefficient sebesar 0,460 yang artiinya tiingkat keikuatan atau hubungannya adalah hubungan yang cukup. Dan nilai signifikannya sebesar 0,000 < 0,05, maka dari itu dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang cukup antara variable mutu pelayanan Kesehatan terhadap variable kepuasan pasien pengguna BPJS. PEMBAHASAN Analisa Univariat Jenis Kelamin Diikeitahuii hasiil diistriibusii freikueinsii beirdasarkan jeiniis keilamiin peireimpuan yaiitu seibanyak 157 orang deingan niilaii preiseintasei . ,6%) dan reispondein lakii - lakii yaiitu seibanyak 98 orang deingan niilaii preiseintasei . ,4%). Oleih kareina iitu hasiil yang peinuliis dapatkan pada saat peineiliitiian dii Puskeismas Rajeig dan keiseiluruhan leibiih banyak pasiiein peireimpuan seibanyak 157 reispondein, mulaii darii polii umum, polii giigii dan bahkan polii kandungan. Menurut Notoatmodjo . , kesehatan yang lebih tinggi, baik untuk pemeriksaan kesehatan rutin maupun pengobatan saat sakit. Hal ini juga diperkuat dengan hasil observasi peneliti di Puskesmas Rajeg, di mana pengunjung perempuan lebih banyak ditemukan pada poli umum, poli gigi, maupun poli kandungan. Dengan demikian, tingginya kunjungan pasien perempuan dapat dipahami sebagai refleksi dari perilaku preventif dan kuratif yang lebih baik pada kelompok Usia Diikeitahuii hasiil diistriibusii freikueinsii beirdasarkan usiia, pada usiia 47 Ae 60 121 orang deingan . ,5%), reispondein usiia 17 - 31 seibanyak 83 orang deingan niilaii preiseintasei . ,5%), dan reispondein usiia 32 46 deingan niilaii preiseintasei. ,0%). Oleih kareina iitu dapat diisiimpulkan bahwa beirdasarkan data yang peinuliis dapatkan pada saat peineiliitiian bahwa para peingunjung pasiiein BPJS dii Puskeismas Rajeig paliing tiinggii yaiitu usiia deiwasa madya yaiitu 4760. Hasil ini sesuai dengan teori perkembangan yang menyatakan bahwa pada usia dewasa madya, penurunan fungsi tubuh serta degeneratif, sehingga kebutuhan akan pelayanan kesehatan menjadi lebih tinggi. Menurut Potter dan Perry . , kelompok usia dewasa hingga lanjut usia memiliki frekuensi kunjungan pelayanan kesehatan yang lebih tinggi dibandingkan usia muda. Oleh karena itu, tingginya kunjungan pasien BPJS pada usia 47Ae60 tahun di Puskesmas Rajeg menunjukkan adanya kebutuhan yang lebih besar terhadap layanan kesehatan pada kelompok usia Pendidikan Diikeitahuii hasiil diistriibusii freikueinsii beirdasarkan kualiitas peindiidiikan SMK, deingan jumlah 130 orang deingan niilaii preiseintasei . ,0%). SMP seibanyak 54 orang deingan niilaii preiseintasei . ,2%), peindiidiikan Page | 206 SD seibanyak 38 orang deingan niilaii preiseintasei . , dan kateigorii paliing reindah adalah peirguruan tiinggii yaiitu seibanyak 33 orang deingan niilaii preiseintasei . ,9%). Oleih kareina iitu dapat diisiimpulkan bahwa beirdasarkan data yang diidapatkan oleih peinuliis, reispondein kateigorii paliing tiinggii adalah yang beirpeindiidiikan SMK, kareina leibiih seiriing beirkunjung kei Puskeimas bukan hanya untuk beirobat, kareina sakiit, teitapii juga seiriing untuk meilakukan ceik up keiseihatan untuk keipeintiingan peikeirjaan, jadii bukan hanya yang beirobat kareina sakiit, teitapii juga untuk keipeintiingan priibadi. Menurut berpengaruh terhadap pengetahuan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Individu dengan pendidikan menengah cenderung memiliki pengetahuan yang cukup mengenai pentingnya kesehatan serta kebutuhan pemeriksaan kesehatan, terutama yang berkaitan dengan Hal ini sejalan dengan pendapat Notoatmodjo . yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam menerima informasi kesehatan dan mengambil keputusan terkait pelayanan kesehatan Pekerjaan Diikeitahuii hasiil diistriibusii freikueinsii beirdasarkan kualiitas mutu peilayanan keiseihatan diikeitahuii jumlah reispondein peindiidiikan SMK, deingan jumlah 130 orang deingan niilaii preiseintasei . ,0%), peindiidiikan SMP seibanyak 54 orang deingan niilaii preiseintasei . ,2%), peindiidiikan SD seibanyak 38 orang deingan niilaii preiseintasei . , dan peirguruan tiinggii yaiitu seibanyak 33 orang deingan niilaii preiseintasei . ,9%). Oleih kareina iitu dapat diisiimpulkan diidapatkan oleih peinuliis, reispondein kateigorii paliing tiinggii adalah yang 207 | Pages 201-213 beirpeindiidiikan SMK, kareina leibiih seiriing beirkunjung kei Puskeimas bukan hanya untuk beirobat, kareina sakiit, teitapii juga seiriing untuk meilakukan ceik up keiseihatan untuk keipeintiingan peikeirjaan, jadii bukan hanya yang beirobat kareina sakiit, teitapii juga untuk keipeintiingan priibad i. Dominasi responden dengan latar belakang pendidikan SMK mencerminkan bahwa sebagian besar pasien pengguna BPJS di Puskesmas Rajeg kelompok pekerja aktif. Menurut teori determinan sosial kesehatan, pekerjaan merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi pemanfaatan pelayanan kesehatan. Individu yang bekerja cenderung memiliki kebutuhan kesehatan yang lebih tinggi, baik untuk pekerjaan, seperti pemeriksaan kesehatan berkala (Notoatmodjo. Kelompok pekerja dengan latar belakang pendidikan SMK umumnya bekerja di sektor formal semi-formal menuntut kondisi kesehatan yang Oleh karena itu, kunjungan dilakukan saat mengalami keluhan kesehatan, tetapi juga untuk keperluan pemeriksaan kesehatan rutin, medical check-up, maupun administrasi ketenagakerjaan. Hal ini sejalan dengan pendapat Pohan . yang menyatakan bahwa meningkatkan frekuensi kunjungan seseorang ke fasilitas pelayanan kesehatan primer. Mutu Pelayanan Kesehatan Diikeitahuii hasiil diistriibusii freikueinsii beirdasarkan kualiitas mutu peilayanan keiseihatan meinyatakan puas seibanyak 183 orang deingan niilaii preiseintasei . ,8%). Reispondein kena sangat puas beirjumlah 61 orang deingan niilaii preiseintasei . Reispondein tiidak puas beirjumlah 10 orang deingan preiseintasei . ,9%). Reispondein sangat tiidak puas beirjumlah 1 orang deingan niilaii preiseintasei (,4%). Oleih kareina iitu dapat diisiimpulkan bahwa mayoriitas mutu peilayanan keiseihatann adalah puas seibanyak . ,8%). Kareina peirawatnya ramah, dokteirnya baiik, para stafnya ramah, toiileitnya beirsiih, liingkungannya Diikeitahuii hasiil reispondein kateigorii sangat puas kareina peilayanan dii puskeismas sudah sangat seisuaii deingan yang dii harapkan oleih para reispondein teirseibut, mulaii darii peirawat, dokteir, apoteikeir, liingkungan toiileit. Diikeitahuii hasiil reispondein kateigorii tiidak puas kareina peilayanan yang kei ingiinan Diikeitahuii hasiil reispondein kateigorii reindah adalah sangat tiidak puas kareina peilayanan yang diibeiriikan oleih para peitugas puskeismas keimungkiinan sangat tiidak seisuaii deingan harapan atau reispondein teirseibut peirnah diipeirlakukan kurang baiik oleih teinaga keiseihatan, tidak diberikan tindakan pemeriksaan FAM, atau pernah salah pada saat pemberian obat, teinaga keiseihatan juga kurang meimbeiriikan peirhatiian dan kurang peirdulii seihiingga pasiiein tiidak ceipat seimbuh. Maka peilayanan yang peirlu dii tiingkatkan lagii teirkaiit mutu peilayanan keiseihatan adalah peimbeiriian . yang baiik keipada seiluruh pasiiein, mulaii darii deingan baiik, dan tiidak meimbeidabeidakan pasiiein BPJS deingan nonBPJS. Responden sangat puas mengindikasikan bahwa pelayanan yang diterima telah sesuai bahkan melebihi harapan mereka. Menurut Pohan . , mutu pelayanan kesehatan dikatakan baik apabila pelayanan yang diberikan mampu memenuhi kebutuhan dan harapan pasien secara optimal. Pelayanan yang konsisten, ramah, serta fasilitas yang memadai akan meningkatkan persepsi positif pasien terhadap mutu pelayanan Namun, masih ditemukannya responden yang merasa tidak puas menunjukkan adanya kesenjangan antara pelayanan yang diterima Ketidakpuasan tersebut dapat disebabkan oleh kurangnya empati tenaga kesehatan, kesalahan dalam FAM. Menurut Tjiptono kualitas pelayanan yang diterima Oleh karena itu, aspek mutu pelayanan yang perlu ditingkatkan adalah dimensi empati, yaitu kemampuan tenaga kesehatan dalam memberikan perhatian, kepedulian, serta perlakuan yang adil kepada seluruh pasien tanpa membedakan status kepesertaan BPJS maupun non-BPJS. Kepuasan Pasien Pengguna BPJS Diikeitahuii hasiil diistriibusii freikueinsii beirdasarkan keipuasan pasiiein peingguna BPJS yaiitu puas beirjumlah 192 orang deingan niilaii . ,3%), sangat puas beirjumlah 39 orang deingan preiseintasei . , kateigorii tiidak puas beirjumlah 23 deingan niilaii preiseintasei . ,0%), kateigorii sangat tiidak puas beirjumlah 1 Page | 208 orang deingan preiseintasei (,4%). Oleih kareina iitu dapat diisiimpulkan bahwa mayoriitas keipuasan pasiiein peingguna BPJS adalah puas deingan jumlah 192 orang deingan preiseintasei . ,3%). Kareina hasiil peingobatannya bagus meimbuat pasiiein ceipat seimbuh, obat-obatannya sudah seisuaii deingan reiseip dokteir, peimeiriiksaannya teipat waktu, pada saat diidatangii pasiiein gawat darurat seipeirtii korban laka lantas peitugas ceipat beirtiindak walaupun jam keirja sudah seileisaii, ceipat beirtiindak untuk meimbawa pasiiein yang akan diirujuk kei Rumah Sakiit, support yang diibeiriikan peitugas keiseihatan keipada pasiiein meimbuat pasiiein seinang seiteilah meilakukan peingobatan, seinang kareina meirasa dii deingar keiluhannya, puas kareina tiidak diibeida-beidakan seibagaii pasiiein peingguna BPJS. Diikeitahuii reispondein kateigorii sangat puas kareina seiluruh peingobatan yang diibeiriikan oleih teinaga keiseihatan sudah seisuaii deingan kei ingiinan para reispondein. Diikeitahuii reispondein kateigorii tiidak puas kareina seiluruh peingobatannya kurang seisuaii reispondein, mulaii darii peimeiriiksaanya yang tiidak diilakukan teipat waktu, jadwal dokteir yang beilum seisuaii deingan jadwal, dan meirasa diibeidakan seibagaii pasiiein BPJS. Diikeitahui reispondein kateigorii sangat tiidak puas kareina hasiil peingobatannya sangat tiidak seisuaii deingan harapan reispondein teirseibut. Kareina dokteirnya juteik, perawatnya tidak melakukan pemeriksaat pada payudara pasien, salah pemberian obat seihiingga meimbuat pasiiein tiidak pasiieinnya juga kurang baiik , seipeirtii kurangnya support dokteir keipada pasiiein untuk ceipat seimbuh. Maka darii iitu keipuasan pasiiein yang peirlu diitiingkatkan lagii adalah peilayanan dokteir agar leibiih ramah keipada pasiiein, dan leibiih meindeingarkan keiluhan pasiiein deingan leibiih baiik lagii dan tiidak 209 | Pages 201-213 meimbeida-beidakan antara pasiiein BPJS deingan non-BPJS. Tingginya tingkat kepuasan BPJS menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan telah sesuai dengan harapan pasien. Menurut teori merupakan hasil perbandingan antara harapan pasien dengan kinerja pelayanan yang diterima (Kotler & Keller, 2. Pasien pengobatan yang baik, kesesuaian ketepatan waktu pemeriksaan, serta respons cepat petugas dalam menangani pasien gawat darurat dan rujukan ke rumah sakit. Selain itu, dukungan dan sikap empatik tenaga kesehatan turut meningkatkan kepuasan pasien. Pasien merasa dihargai karena keluhan mereka didengarkan dan tidak dibedakan antara pasien BPJS dan non-BPJS. Hal ini Notoatmodjo menyatakan bahwa komunikasi dan hubungan interpersonal yang baik antara tenaga kesehatan dan pasien merupakan faktor utama dalam menciptakan kepuasan Sebaliknya, pasien muncul akibat pelayanan yang tidak sesuai dengan harapan, seperti keterlambatan pemeriksaan, jadwal dokter yang tidak konsisten, sikap dokter yang kurang ramah, kesalahan dalam pemberian obat, serta kurangnya komunikasi dan Kondisi ini menunjukkan bahwa kualitas hubungan antara memengaruhi persepsi kepuasan B. Analisa Bivariat Beirdasarkan hasil analisa dengan menggunakan ujii kendallAos tau-b, dapat diketahui bahwa ada hubungan yang positif antara mutu pelayanan Kesehatan terhadap kepuasan pasien pengguna BPJS. Bukti dari hal ini dapat diketahui dari data yang terdapat pada tabel diatas yaitu. Dimana nilai koefisien korelasi sebesar 0,460 dan nilai pada Sig. -taile. yaitu 0,000 berdasarkan output uji korelasi kendallAos tau-b diatas didapatkan bahwa nilai correlation coefficient sebesar 0,460 yang artiinya tiingkat keikuatan atau hubungannya adalah hubungan yang Dan nilai signifikannya sebesar 0,000 < 0,05, maka dari itu dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang cukup antara variable mutu pelayanan Kesehatan terhadap variable kepuasan pasien pengguna BPJS. Peineiliitiian iinii seijalan deingan peineiliitiian yang diilakukan oleih Cynthiia . Hasiil ujii statiistiik chii squarei meinunjukan bahwa niilaii p = 0,025 deingan tiingkat keisalahan 0,05 hiingga Ho diitolak dan deingan deimiikiian dapat diinyatakan bahwa teirdapat hubungan antara mutu peilayanan keiseihatan teirhadap keipuasan pasiiein dii Puskeismas Bahu Kota Manado. Hal iinii diiseibabkan bahwa seimakiin baiik mutu jasa peilayanan keiseihatan yang diibeiriikan oleih puskeismas maka akan seimakiin meiniingkat pula tiingkat keipuasan pasiiein teirhadap mutu peilayanan keiseihatan yang diibeiriikan. Dan seibaliiknya, seimakiin reindah mutu peilayanan keiseihatan yang diibeiriikan oleih peitugas puskeismas maka seimakiin reindah pula keipuasan pasiiein teirhadap mutu peilayanan keiseihatan. (Cynthiia, 2. Peinulisulis beirasumsii bahwa mutu peilayanan beirhubungan deingan keipuasan pasiiein dii Puskeismas Rajeig peirlu diitiingkatkan diibagiian eimpatii kareina teinaga keiseihatan tiidak hanya meilayanii deingan baiik dan ceipat teitapii juga harus meingutamakan keipuasan pasiiein, deingan cara meimbeiriikan peirhatiian, keipeirduliian teirhadap pasiiein khususny pasiiein peingguna BPJS. SIMPULAN Beirdasarkan meingeinaii AuHubungan Mutu Peilayanan Keiseihatan Teirhadap Keipuasan Pasiiein Peingguna BPJS Dii Puskeismas RajeigAy dapat diisiimpulkan seibagaii beiriikut: Mutu peilayanan keiseihatan dii Puskeismas Rajeig, adalah kateigorii puas seibeisar 183 reispondein deingan preiseintasei . ,8%). Keipuasan pasiiein peingguna BPJS, adalah kateigorii puas seibeisar 192 . ,3%). Ada keipuasan pasiiein peingguna BPJS dii Puskeismas Rajeig. Deingan niilaii koreilasii seibeisar 0,460 deingan kateigorii cukup. DAFTAR PUSTAKA