JoIEM, 7 . ISSN : 2722-5534 (Onlin. Published by: LPPM Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri Journal of Islamic Education Management (JoIEM) Journal homepage: https://jurnalfaktarbiyah. id/index. php/joiem/ Integrasi Nilai Islam dalam Kurikulum Pendidikan Menuju Society 5. 0: Systematic Literature Review tentang Manajemen Adaptasi Kurikulum Muhamad Matin Shopwan Amarullah1 1Pendidikan Agama Islam. STAI Yamisa Soreang. Bandung ARTICLE INFO ABSTRAK Keywords: Curriculum Adaptation. Digital Age. Curriculum Management. Islamic Values. Islamic Education. Society 5. Systematic Literature Review. Society 5. 0 demands adaptive educational transformation, including in Islamic education curricula. This study employs a systematic literature review to analyze the management of curriculum adaptation in Islamic education to address the challenges of Society 5. 0, with an emphasis on the integration of Islamic values. Using the Scopus. Web of Science. Google Scholar. ERIC, and ProQuest Dissertations & Theses Global databases, a literature search was conducted using keywords related to AuIslamic education,Ay Aucurriculum adaptation,Ay AuSociety 0,Ay and AuIslamic values. Ay The selection process, involving screening of titles, abstracts, and full-text articles, along with quality assessment using the JBI Critical Appraisal Tools, resulted in a synthesis of 65 selected articles. Data analysis was conducted through open coding and axial coding to identify domains of adaptation challenges, management strategies, and implementation recommendations. Key findings indicate that adaptation challenges include technological infrastructure readiness, educator competencies, the balance between tradition and modernity, resistance to change, and curriculum content Effective management strategies focus on educator capacity building, infrastructure strengthening, curriculum design grounded in Islamic and digital values, change Implementation recommendations emphasize a holistic approach, prioritizing teacher development, integrating Islamic values as a core element, and strengthening partnerships. This study makes a theoretical contribution by offering a cohesive, synthesized framework for managing the adaptation of Islamic education curricula in the digital age, and provides a practical strategic roadmap for Islamic educational institutions. Kata Kunci: Society 5. 0 menuntut transformasi pendidikan yang adaptif, termasuk dalam kurikulum pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan systematic literature review untuk menganalisis manajemen adaptasi kurikulum pendidikan Islam guna menghadapi Society 5. 0, dengan penekanan pada integrasi nilai Islam. Dengan menggunakan basis data Scopus. Web of Science. Google Scholar. ERIC, dan ProQuest Dissertations & Theses Global, pencarian literatur dilakukan dengan kata kunci terkait "Islamic education," "curriculum adaptation," "Society 5. 0," dan "Islamic values. " Proses seleksi melalui screening judul, abstrak, dan teks lengkap, serta penilaian kualitas menggunakan JBI Critical Appraisal Tools, menghasilkan sintesis dari 65 artikel Analisis data dilakukan melalui open coding dan axial coding untuk mengidentifikasi domain tantangan adaptasi, strategi manajemen, dan rekomendasi implementasi. Hasil utama menunjukkan bahwa tantangan adaptasi meliputi kesiapan infrastruktur teknologi, kompetensi pendidik, keseimbangan tradisi dan modernitas, resistensi perubahan. Adaptasi Kurikulum. Era Digital. Manajemen Kurikulum. Nilai Islam. Pendidikan Islam. Society 5. Systematic Literature Review. Journal homepage: https://jurnalfaktarbiyah. id/index. php/joiem/ JoIEM ISSN 2722-5534 (Onlin. dan perumusan konten kurikulum. Strategi manajemen yang efektif berfokus pada pengembangan kapasitas pendidik, penguatan infrastruktur, desain kurikulum berbasis nilai Islam dan digital, manajemen perubahan, evaluasi kualitas, serta Rekomendasi pendekatan holistik, prioritas pada pengembangan guru, integrasi nilai Islam sebagai inti, dan penguatan kemitraan. Penelitian ini berkontribusi secara teoretik dengan menawarkan kerangka kerja sintesis yang kohesif mengenai manajemen adaptasi kurikulum pendidikan Islam di era digital, serta secara praktis memberikan peta jalan strategis bagi lembaga pendidikan Islam. This is an open access article under the CC BY-SA license Corresponding Author: Muhamad Matin Shopwan Amarullah. Sekolah Tinggi Agama Islam YAMISA Soreang. Jl. Raya Soreang-Ciwidey No. Pamekaran. Kec. Soreang. Bandung. Jawa Barat 40912. Indonesia. Email: shopwan90@gmail. PENDAHULUAN Era Society 5. 0, yang dipopulerkan oleh pemerintah Jepang, merepresentasikan sebuah masyarakat yang mengintegrasikan ruang dunia maya dan ruang fisik . yber-physical syste. untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencapai pembangunan berkelanjutan (Fauziah et al. , 2. Konsep ini menekankan pemanfaatan teknologi mutakhir seperti Artificial Intelligence (AI). Internet of Things (IoT), dan Big Data untuk memecahkan masalah sosial dan menciptakan nilai baru yang berpusat pada manusia (Amelia, 2. Dalam ranah pendidikan. Society 5. 0 secara inheren menuntut transformasi kurikulum agar relevan dengan keterampilan abad ke-21, yang meliputi berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan literasi digital (Ridho et al. , 2022. Yusgiantara, 2. Lebih lanjut. Trianita et al. menekankan pentingnya pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam (PAI) yang adaptif dalam menghadapi transformasi era digital, bukan hanya pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan peserta didik untuk menggunakannya secara etis dan bertanggung jawab (Pranoto & Haryanto, 2024. Arifuddin et al. , 2. Hal ini sejalan dengan pandangan Pranoto dan Haryanto . tentang perlunya membentuk warga digital yang beretika melalui pendidikan Islam, serta peran PAI dalam membentuk karakter siswa di era digital (Arifuddin et al. , 2. Pendidikan Islam, yang berorientasi pada pembentukan individu yang berakhlak mulia dan memiliki pemahaman agama yang mendalam (Tanjung & Subakti, 2. , memegang peranan vital dalam lanskap Society 5. Integrasi nilai-nilai Islam yang esensial, seperti tawazun . , tasamuh . , dan Aoadalah . , menjadi semakin krusial untuk membimbing perkembangan teknologi dan memastikan bahwa inovasi memberikan manfaat bagi seluruh umat manusia, sesuai dengan prinsip ajaran Islam (Fauziah et al. , 2. Nilai-nilai ini berfungsi sebagai fondasi etika dalam penggunaan teknologi, mencegah penyalahgunaan yang merugikan, dan membentuk sikap kritis terhadap dampak sosialnya (W & Hasanah, 2. Oleh karena itu, adaptasi kurikulum pendidikan Islam menjadi sebuah keniscayaan strategis untuk menjawab tantangan dan memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh Society 5. 0 (Baharuddin et , 2024. Permana-W & Hasanah, 2. Meskipun demikian, proses adaptasi kurikulum pendidikan Islam di era Society 0 menghadapi berbagai tantangan signifikan (Fitriah, 2. Kesenjangan kompetensi digital yang dialami guru dan siswa, keterbatasan infrastruktur teknologi yang memadai, resistensi inheren terhadap perubahan, serta kompleksitas dalam mengintegrasikan nilainilai Islam secara otentik ke dalam konten kurikulum merupakan hambatan utama yang perlu dikelola (Amelia, 2023. Subroto et al. , 2. Trianita et al. menyoroti Amarullah. Integrasi Nilai Islam dalam Kurikulum Pendidikan Menuju Society 5. 0: Systematic Literature Review tentang Manajemen Adaptasi Kurikulum ISSN 2722-5534 (Onlin. pentingnya transformasi digital dalam manajemen pendidikan Islam, namun juga mengakui adanya tantangan terkait investasi dan pelatihan. Lebih jauh, tata kelola kurikulum yang efektif, termasuk mekanisme evaluasi dan implementasi yang jelas, juga menjadi perhatian penting (Warisno et al. , 2. Meskipun studi-studi mengenai integrasi nilai-nilai Islam dalam pendidikan dan adaptasi kurikulum di era digital semakin berkembang (Agus et al. , 2025. Rochmat et al. Sari et al. , 2. , terdapat kekosongan penelitian yang signifikan terkait analisis komprehensif mengenai manajemen adaptasi kurikulum pendidikan Islam yang secara spesifik menekankan integrasi nilai-nilai Islam dalam konteks Society 5. Sebagian besar literatur yang ada cenderung berfokus pada aspek pengembangan konten digital dan platform pembelajaran daring (Agus et al. , 2025. Ridho et al. , 2022. Sari et al. , 2023. Fajrussalam et al. , 2. , atau pada persepsi umum masyarakat perkotaan terhadap PAI dan implikasinya (Sawari et al. , 2. Kekosongan ini penting untuk diisi karena lembaga pendidikan Islam berisiko kesulitan merancang strategi adaptasi kurikulum yang holistik, yang tidak hanya mengadopsi teknologi tetapi juga memastikan relevansi nilai-nilai Islam secara mendalam dan terkelola dengan baik dalam praktik pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini melakukan systematic literature review untuk mengidentifikasi dan mensintesis strategi manajemen adaptasi kurikulum pendidikan Islam yang efektif dalam menghadapi Society 5. 0, dengan fokus utama pada integrasi nilai-nilai Islam. Secara spesifik, kajian ini akan menjawab pertanyaan penelitian berikut: . Apa saja tantangan utama dalam mengadaptasi kurikulum pendidikan Islam di era Society 5. 0? . Bagaimana strategi manajemen adaptasi kurikulum pendidikan Islam yang dapat mengintegrasikan nilai-nilai Islam secara efektif dalam menghadapi Society 5. 0? . Apa saja rekomendasi implementasi yang relevan untuk lembaga pendidikan Islam dalam konteks adaptasi kurikulum tersebut? Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, artikel ini bertujuan untuk menawarkan kerangka strategis yang dapat dieksekusi, serta berkontribusi pada pengembangan teori manajemen kurikulum pendidikan Islam yang relevan dengan era METODOLOGI Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) untuk menganalisis dan mensintesis temuan-temuan dari literatur yang relevan mengenai manajemen adaptasi kurikulum pendidikan Islam dalam menghadapi Society 5. 0 dengan penekanan pada integrasi nilai Islam. Metode SLR dipilih karena memungkinkan identifikasi, evaluasi, dan sintesis seluruh penelitian berkualitas tinggi secara sistematis dan transparan. Proses pencarian literatur dilakukan sepanjang bulan Januari hingga Maret tahun 2026 melalui basis data akademik terkemuka yang mencakup bidang pendidikan, manajemen, dan studi Islam, seperti Scopus. Web of Science. Google Scholar. ERIC. ProQuest Dissertations & Theses Global, serta Academia. edu sebagai sumber Dalam proses pencarian tersebut, kata kunci dikombinasikan menggunakan operator Boolean "AND" dan "OR" guna memperoleh hasil yang presisi. Kombinasi yang diterapkan meliputi ("Islamic education" OR "Pendidikan Islam" OR "PAI") AND ("curriculum adaptation" OR "curriculum development" OR "kurikulum") AND ("Society 0" OR "digital era" OR "digital transformation"), serta ("Islamic values" OR "nilai Islam") AND ("curriculum management" OR "manajemen kurikulum") AND ("Society 5. 0"). Untuk menjaga relevansi dengan perkembangan Society 5. 0 yang pesat, rentang tahun publikasi dibatasi dari tahun 2018 hingga 2026. Seleksi literatur dilakukan secara bertahap untuk memastikan kualitas sintesis, dimulai dari identifikasi awal yang menghasilkan 1. 130 artikel. Setelah melalui proses deduplikasi untuk menghilangkan dokumen yang ganda, tersisa 380 artikel unik yang kemudian disaring berdasarkan judul dan abstraknya. Tahap screening ini menyisakan 120 artikel berpotensi relevan yang selanjutnya diunduh dalam format teks lengkap untuk diverifikasi lebih mendalam. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang menitikberatkan pada aspek manajemen adaptasi kurikulum, nilai Islam, dan kesesuaian bahasa, diperoleh hasil akhir sebanyak 70 artikel yang dipilih untuk dianalisis lebih lanjut dalam penelitian ini. JoIEM. Vol. 07 No. April 2026: pp 64-74 JoIEM ISSN 2722-5534 (Onlin. Untuk memvisualisasikan alur seleksi ini. Diagram Alir PRISMA disajikan pada Gambar 1. Gambar 1. Diagram Alir PRISMA Proses Seleksi Literatur Mengingat sifat penelitian ini sebagai Systematic Literature Review, istilah "variabel" tidak digunakan dan penelitian ini lebih berfokus pada analisis serta sintesis domain-domain kunci yang muncul dari literatur yang direview. Domain-domain ini secara langsung menjawab pertanyaan penelitian yang mencakup tantangan adaptasi kurikulum untuk mengidentifikasi berbagai hambatan lembaga pendidikan Islam di era Society 5. strategi manajemen adaptasi kurikulum untuk menganalisis pendekatan dan praktik manajemen dengan penekanan pada integrasi nilai-nilai Islam, serta rekomendasi implementasi berupa saran praktis bagi lembaga pendidikan. Domain-domain tersebut menjadi dasar dalam proses ekstraksi data dan analisis tematik guna memastikan sintesis mencakup seluruh aspek relevan secara komprehensif. Untuk menjamin rigor dan kualitas temuan, setiap artikel yang lolos seleksi teks lengkap dinilai menggunakan JBI Critical Appraisal Tools (Hilton, 2. yang mampu mengevaluasi artikel konseptual maupun empiris. Penilaian dilakukan berdasarkan relevansi topik terkait integrasi nilai Islam, kedalaman analisis konseptual, kualitas metodologi penelitian, serta signifikansi temuan yang dihasilkan. Setiap artikel dinilai berdasarkan skala tertentu, di mana artikel yang berada di bawah ambang batas kualitas atau memiliki kelemahan metodologis signifikan akan dikeluarkan. Hasilnya, dari 70 artikel awal, terdapat 5 artikel yang dikeluarkan karena kualitasnya kurang memadai, sehingga menyisakan total 65 artikel untuk digunakan dalam sintesis data. Data dari 65 artikel terpilih tersebut kemudian diekstraksi menggunakan Matriks Ekstraksi Data yang mencakup informasi mengenai identitas penulis, tahun, judul, sumber publikasi, tujuan, metodologi, hingga temuan kunci mengenai tantangan, strategi manajemen, integrasi nilai Islam, serta rekomendasi yang diberikan. Setelah data terhimpun dalam matriks, analisis dilakukan dengan pendekatan kualitatif tematik melalui proses open coding dan axial coding. Pada tahap open coding, setiap artikel dibaca secara cermat untuk mengidentifikasi konsep dan memberi label awal seperti keterbatasan teknologi atau etika digital, yang kemudian pada tahap axial coding dikelompokkan menjadi tema-tema besar. Tema-tema utama yang muncul meliputi tantangan adaptasi kurikulum, strategi manajemen, dan integrasi nilai Islam, yang diorganisir lebih lanjut ke dalam sub-kategori. Terakhir, kredibilitas sintesis dijaga melalui refleksi diri berkelanjutan serta pembandingan pola temuan secara konsisten di antara seluruh studi yang direview. Amarullah. Integrasi Nilai Islam dalam Kurikulum Pendidikan Menuju Society 5. 0: Systematic Literature Review tentang Manajemen Adaptasi Kurikulum ISSN 2722-5534 (Onlin. Tabel 1. Metodologi Pencarian dan Seleksi Literatur Basis Data Kata Kunci (String Pencaria. Rentang Tahun Kriteria Inklusi Kriteria Eksklusi Jumlah Awal Artikel Jumlah Akhir Artikel Scopus TITLE-ABS-KEY ("Society 5. AND "Islamic Education" AND "Curriculum" AND ("Values" OR "Morality")) Artikel jurnal terindeks Scopus. Fokus pada pendidikan Islam di era Society 5. Mengandung tentang integrasi nilai-nilai Islam Tidak Scopus. Google Scholar "Society 5. AND "Islamic Education Curriculum" AND "Curriculum Management" AND ("Values Integration" OR "Moral Values") Artikel jurnal, buku, laporan Relevan dengan topik integrasi nilai Islam dan kurikulum di era Society 5. Tersedia teks Tidak tidak ada . idak peer-revie. ERIC (Society 5. AND 2018(Islamic Educatio. AND (Curriculu. Artikel jurnal. Fokus atau evaluasi pendidikan Islam di era Society 5. Tersedia teks Tidak ProQuest Dissertations & Theses Global (Society 5. AND 2018(Islamic Educatio. AND (Curriculu. AND (Values OR Moralit. Disertasi dan Meneliti integrasi nilainilai Islam dalam pendidikan di era Society 5. Tersedia teks Tidak Total HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Systematic Literature Review ini menyajikan pemetaan tematik mengenai manajemen adaptasi kurikulum pendidikan Islam di era Society 5. 0 yang berfokus pada integrasi nilai Islam. Analisis terhadap 65 artikel terpilih berhasil mengidentifikasi tema-tema kunci yang terbagi ke dalam tiga domain utama, yaitu tantangan adaptasi kurikulum, strategi manajemen, dan rekomendasi implementasi. Terkait tantangan adaptasi, literatur menunjukkan bahwa hambatan utama meliputi kesiapan infrastruktur teknologi seperti akses internet dan perangkat digital (Agus et al. , 2025. Fajrussalam et al. , 2020. Ridho et JoIEM. Vol. 07 No. April 2026: pp 64-74 JoIEM ISSN 2722-5534 (Onlin. , 2022. Sari et al. , 2. , serta kompetensi pendidik dalam mengintegrasikan nilai Islam secara efektif melalui teknologi (Amelia, 2023. Trianita et al. , 2024. W & Hasanah, 2024. Artacho et al. , 2. Selain itu, muncul dilema dalam menjaga keseimbangan antara tradisi keilmuan Islam dan modernitas (Baharuddin et al. , 2024. Fauziah et al. , 2023. Juwairiyah & Fanani, 2. , adanya resistensi terhadap perubahan dari pemangku kepentingan (Subroto et al. , 2023. Warisno et al. , 2026. Wahidmurni et al. , 2. , hingga kompleksitas dalam merumuskan konten kurikulum yang relevan secara pedagogis sekaligus kaya akan nilai spiritual (Pranoto & Haryanto, 2024. Rochmat et al. , 2023. Anisa & Khasanah, 2. Untuk mengatasi berbagai hambatan tersebut, diidentifikasi beragam strategi manajemen adaptasi kurikulum yang dirangkum dalam Tabel 2 dengan tujuan mengintegrasikan nilai Islam secara efektif. Tabel 2. Strategi Manajemen Adaptasi Kurikulum Pendidikan Islam di Era Society 5. Kategori Strategi Deskripsi Dukungan Studi Pengembangan Kapasitas Pendidik Program pelatihan berkelanjutan yang fokus pada literasi digital, pedagogi digital, dan integrasi nilai Islam dalam pembelajaran daring. (Lasaiba et al. Penguatan Infrastruktur dan Akses Teknologi Investasi dalam perangkat keras dan lunak, peningkatan konektivitas internet, serta penyediaan platform pembelajaran daring yang andal dan (Vishnu et al. Desain Kurikulum Berbasis Nilai Islam & Digital Pengembangan konten kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam . isalnya, etika, empati, tanggung jawa. dengan keterampilan Society 0, serta memastikan keseimbangan antara konten digital dan interaksi tatap muka. (Mufti et al. Muzakki et , 2. Manajemen Perubahan Organisasional Pendekatan kepemimpinan yang kuat, komunikasi yang efektif, pelibatan seluruh pemangku kepentingan . uru, siswa, orang tu. , dan penciptaan budaya inovasi untuk mengatasi resistensi terhadap (Gunnulfsen & Abrahamsen. Evaluasi dan Penjaminan Kualitas Kurikulum Pengembangan mekanisme evaluasi yang komprehensif untuk memantau efektivitas adaptasi kurikulum, kualitas pembelajaran digital, dan pencapaian tujuan pendidikan Islam. (Sholeh, 2. Kolaborasi dan Jaringan Membangun kemitraan dengan lembaga lain, pakar teknologi, atau komunitas untuk berbagi sumber daya, pengetahuan, dan praktik terbaik dalam adaptasi (Donatille et al. Berdasarkan sintesis literatur, rekomendasi implementasi bagi lembaga pendidikan Islam mencakup penggunaan pendekatan holistik dan bertahap yang melibatkan identifikasi kebutuhan hingga evaluasi menyeluruh (Warisno et al. , 2. Prioritas utama harus diberikan pada pengembangan kapasitas guru, baik secara teknis maupun pedagogis, dalam menyisipkan nilai Islam ke pembelajaran digital (Trianita et al. W & Hasanah, 2. Lebih lanjut, integrasi nilai Islam seperti kejujuran dan tanggung jawab harus tetap menjadi inti dari setiap aktivitas, di mana teknologi diposisikan hanya sebagai alat bantu (Fauziah et al. , 2023. Pranoto & Haryanto, 2. Terakhir, penguatan kemitraan dengan universitas maupun sektor industri dianggap penting untuk mempercepat proses adaptasi serta memenuhi kebutuhan sumber daya (Baharuddin et al. , 2. Makna Temuan Utama dalam Konteks Adaptasi Kurikulum Pendidikan Islam Temuan utama menunjukkan bahwa adaptasi kurikulum pendidikan Islam di era Society 0 menghadapi serangkaian tantangan yang kompleks, mulai dari kesiapan infrastruktur Amarullah. Integrasi Nilai Islam dalam Kurikulum Pendidikan Menuju Society 5. 0: Systematic Literature Review tentang Manajemen Adaptasi Kurikulum ISSN 2722-5534 (Onlin. teknologi, kompetensi pendidik, hingga keseimbangan antara nilai Islam dan modernitas. Pentingnya kesadaran akan tantangan-tantangan ini mengimplikasikan bahwa lembaga pendidikan Islam tidak dapat mengadopsi teknologi atau kurikulum baru secara membabi Sebaliknya, diperlukan perencanaan strategis yang matang dan pemahaman mendalam tentang ekosistem pendidikan Islam itu sendiri. Pertama, temuan mengenai kesiapan infrastruktur teknologi (Agus et al. , 2025. Fajrussalam et al. , 2020. Ridho et al. , 2022. Sari et al. , 2. menegaskan bahwa investasi pada fasilitas dasar adalah prasyarat mutlak. Tanpa infrastruktur yang memadai, upaya pengembangan konten digital atau platform pembelajaran daring akan sia-sia. Hal ini menggarisbawahi perlunya lembaga pendidikan Islam memprioritaskan alokasi sumber daya untuk aspek teknologi sebagai fondasi awal adaptasi kurikulum. Kedua, kompetensi pendidik menjadi fokus krusial yang diidentifikasi oleh mayoritas studi (Amelia, 2023. Trianita et al. , 2024. W & Hasanah, 2. Hal ini lebih dari sekadar literasi digital. ini mencakup kemampuan pedagogis untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam pembelajaran berbasis teknologi. Makna dari temuan ini adalah bahwa pengembangan sumber daya manusia . menjadi investasi paling strategis dalam keberhasilan adaptasi kurikulum. Ketiga, isu keseimbangan tradisi dan modernitas (Baharuddin et al. , 2024. Fauziah et al. , 2. mengindikasikan adanya kebutuhan untuk merumuskan kembali esensi pendidikan Islam dalam konteks baru. Ini bukan tentang menolak teknologi, tetapi tentang bagaimana teknologi dapat digunakan untuk memperkuat nilai-nilai intrinsik ajaran Islam, seperti etika, tanggung jawab, dan integritas, tanpa mengorbankan kedalaman spiritual dan keilmuan tradisional. Hubungan Temuan dengan Literatur Sebelumnya Temuan mengenai tantangan infrastruktur dan kompetensi pendidik selaras dengan literatur luas tentang transformasi digital dalam pendidikan secara umum (Saini et al. Banyak penelitian di luar konteks pendidikan Islam juga menyoroti kesenjangan digital dan kebutuhan pelatihan guru sebagai hambatan utama. Namun, penelitian ini secara spesifik menyoroti aspek integrasi nilai Islam yang menjadi pembeda utama dengan studi-studi umum. Temuan mengenai tantangan dalam menyeimbangkan tradisi dan modernitas serta perumusan konten kurikulum yang kaya nilai Islam menunjukkan bahwa adaptasi kurikulum pendidikan Islam memiliki dimensi unik yang memerlukan pertimbangan tersendiri. Sementara literatur umum mungkin berfokus pada keterampilan kognitif dan digital, literatur dalam konteks pendidikan Islam juga menekankan pada pengembangan karakter dan spiritualitas yang berakar pada ajaran Islam (Pranoto & Haryanto, 2024. Rochmat et al. , 2. Perbedaan ini menegaskan bahwa strategi adaptasi kurikulum di lembaga pendidikan Islam tidak bisa sekadar mengadopsi model dari lembaga pendidikan umum. Dibutuhkan pendekatan yang secara eksplisit mempertimbangkan landasan teologis dan filosofis pendidikan Islam. Kontribusi Teoretik dan Praktis Artikel Artikel ini memberikan kontribusi teoretik dengan mensintesiskan tiga ranah penting, yaitu manajemen kurikulum, nilai Islam, dan Society 5. 0 yang menjadi sebuah kerangka kerja yang kohesif dan terstruktur. Kerangka kerja ini memperkaya literatur tentang manajemen kurikulum pendidikan Islam dengan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana tantangan era digital dapat diatasi sambil tetap mempertahankan dan mengintegrasikan nilai-nilai fundamental Islam. Ini mengisi kekosongan dalam literatur yang sebelumnya cenderung membahas ranah-ranah ini secara terpisah atau kurang sistematis. Secara praktis, artikel ini menawarkan peta jalan strategis bagi lembaga pendidikan Islam yang sedang merespons tantangan Society 5. Dengan menyajikan tantangan spesifik, strategi manajemen adaptasi kurikulum yang terstruktur . ebagaimana dirangkum dalam Tabel . , dan rekomendasi implementasi yang konkret, penelitian ini dapat menjadi panduan berharga bagi para pengelola pendidikan Islam, kepala sekolah, dan tim pengembang kurikulum. Pendekatan siklus PDCA (Plan-Do-CheckAc. yang terintegrasi dengan strategi manajemen adaptasi kurikulum, misalnya, memberikan kerangka kerja implementatif yang dapat diadopsi untuk memastikan proses adaptasi berjalan secara efektif dan berkelanjutan. JoIEM. Vol. 07 No. April 2026: pp 64-74 JoIEM ISSN 2722-5534 (Onlin. Oleh karena itu, penelitian ini tidak hanya memetakan masalah, tetapi juga menawarkan solusi yang dapat diimplementasikan untuk mewujudkan pendidikan Islam yang relevan, adaptif, dan berakar pada nilai-nilai luhur di era digital. KESIMPULAN Penelitian ini telah melakukan systematic literature review untuk menganalisis manajemen adaptasi kurikulum pendidikan Islam di era Society 5. 0 dengan penekanan pada integrasi nilai Islam. Hasil sintesis literatur menjawab pertanyaan penelitian utama dengan menunjukkan bahwa tantangan utama dalam adaptasi kurikulum meliputi kesiapan infrastruktur teknologi, kompetensi pendidik, keseimbangan antara tradisi dan modernitas, resistensi terhadap perubahan, serta perumusan konten kurikulum yang Sebagai jawaban atas tantangan tersebut, strategi manajemen adaptasi kurikulum yang efektif mencakup pengembangan kapasitas pendidik, penguatan infrastruktur, desain kurikulum berbasis nilai Islam dan digital, manajemen perubahan organisasional, evaluasi kualitas, dan kolaborasi. Selanjutnya, rekomendasi implementasi yang dihasilkan menekankan pentingnya pendekatan holistik dan bertahap, prioritas pada pengembangan guru, integrasi nilai Islam sebagai inti pembelajaran, serta penguatan kemitraan antar lembaga. Seluruh temuan ini menegaskan bahwa adaptasi kurikulum pendidikan Islam di era Society 5. merupakan proses kompleks yang memerlukan perhatian strategis secara simultan pada aspek teknis, pedagogis, maupun spiritual. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi para pemangku kepentingan pendidikan Islam dalam merancang dan mengimplementasikan adaptasi kurikulum yang Pertama, lembaga pendidikan Islam perlu membentuk tim inti yang solid dan kompeten untuk memimpin proses adaptasi kurikulum. Tim ini bertanggung jawab untuk melakukan analisis kebutuhan yang cermat, merumuskan tujuan yang SMART, mengembangkan rencana aksi yang rinci, dan memantau kemajuan implementasi. Kedua, program pelatihan guru yang komprehensif dan berkelanjutan sangat penting untuk meningkatkan literasi digital guru, mengembangkan keterampilan pedagogi inovatif, dan memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran. Pelatihan ini harus disesuaikan dengan kebutuhan dan sumber daya yang tersedia, menggunakan berbagai model pelatihan, seperti lokakarya intensif, program pendampingan . , dan komunitas praktik. Ketiga, pemanfaatan teknologi dalam manajemen kurikulum dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses adaptasi. Platform digital dapat memfasilitasi perencanaan kurikulum, distribusi materi pembelajaran, komunikasi antara guru, siswa, dan orang tua, serta pengumpulan data untuk evaluasi. Keempat, lembaga pendidikan Islam perlu mengelola risiko implementasi secara proaktif, dengan mengembangkan strategi mitigasi yang tepat untuk mengatasi resistensi terhadap perubahan, keterbatasan sumber daya, dan masalah Strategi ini mencakup komunikasi perubahan yang efektif, pelibatan stakeholder dalam proses pengambilan keputusan, pencarian "quick wins" untuk membangun momentum dan kepercayaan, dan pembentukan tim teknis yang kompeten. Dengan menerapkan implikasi-implikasi ini, lembaga pendidikan Islam dapat berhasil mengadaptasi kurikulum mereka untuk menghadapi tantangan dan peluang Society 5. sambil tetap menjaga nilai-nilai Islam yang luhur. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi model implementasi yang paling efektif dalam konteks pendidikan Islam yang berbeda, serta untuk mengembangkan indikator evaluasi yang lebih komprehensif untuk mengukur dampak adaptasi kurikulum terhadap hasil belajar siswa dan pengembangan karakter. Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, direkomendasikan bagi para praktisi pendidikan Islam seperti pengelola dan guru untuk memprioritaskan pengembangan kapasitas guru melalui investasi berkelanjutan dalam pelatihan keterampilan digital serta pedagogi integratif nilai Islam. Selain itu, penting untuk melakukan penilaian kebutuhan infrastruktur secara menyeluruh guna memastikan kesiapan perangkat sebelum mengadopsi teknologi baru, serta melibatkan pemangku kepentingan dalam perencanaan perubahan untuk meminimalkan resistensi melalui komunikasi visi yang terbuka. Praktisi juga perlu memastikan bahwa teknologi digunakan murni sebagai alat bantu untuk mencapai tujuan pedagogis dan penguatan nilai-nilai Islam, bukan sebagai tujuan akhir. Amarullah. Integrasi Nilai Islam dalam Kurikulum Pendidikan Menuju Society 5. 0: Systematic Literature Review tentang Manajemen Adaptasi Kurikulum ISSN 2722-5534 (Onlin. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk melakukan studi empiris kualitatif guna memberikan pemahaman yang lebih kaya mengenai tantangan dan strategi implementasi langsung di lapangan. Penelitian masa depan juga dapat difokuskan pada pengembangan model kurikulum integratif yang memetakan secara rinci penggabungan nilai Islam dalam berbagai mata pelajaran di era digital. Terakhir, diperlukan adanya analisis mendalam mengenai dampak adaptasi kurikulum terhadap hasil belajar siswa, baik dari aspek akademik maupun aspek spiritual. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, institusi pendukung penelitian, reviewer, dan pihak-pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu-persatu atas dukungan dan kontribusi yang telah diberikan dalam penyelesaian karya ilmiah ini. REFERENCES