ANALISIS INFORMASI LAPORAN KINERJA KEUANGAN DALAM KEPUTUSAN INVESTASI/BISNIS PADA PT BPR SARIMADU (PERSERODA) Toni Nurman1. Absor Marantika2. Zulher3 Prodi Pascasajana Manajemen. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bangkinang. Indonesia Jln. Dr. A Rahman Saleh. Bangkinang. Kabupaten Kampar. Riau 28463 E-mail : ToniNurman@gmail. com (Korespondin. Submit: 12 Februari 2025 Review: 14 Maret 2025 Publish: 26 Maret 2025 *) Korespondensi Abstract: The research was conducted at PT BPR Sarimadu (Perserod. reviewed from the liquidity and solvency aspects using descriptive research methods and data collection techniques through documentation and interviews with the Board of Directors in the form of secondary data, namely the annual report of PT BPR Sarimadu (Perserod. , there was an increase in the liquidity ratio as measured by the current ratio in 2022 and compared to the internal average of PT BPR Sarimadu (Perserod. which shows that the company is less able to pay off short-term obligations when they fall due. Although there has been an increase, the increase in the current ratio has not been significant so that it has not been able to change the ratio level to the standard point stated in the theory of this research, namely 200%. This results in the company being less secure in paying short-term obligations when they fall due or the creditor's position is still not secure in other words the company is illiquid. This means that the company's management has not been able to strictly supervise working capital items as evidenced by the large amount of short-term debt. PT BPR Sarimadu (Perserod. is seen from the level of liquidity of the company as illiquid but seen from the solvency side of the company as solvable. PT BPR Sarimadu (Perserod. is less able to maintain its liquidity level. However, it does not mean that investment in the company is not attractive, because the company can still maintain the stability of its solvency, in fact it is very good when compared to the theory in this Keywords: Current Ratio. Debt to Asset Ratio dan Debt to Equity Ratio and Financial Performance Analisis laporan keuangan sangat penting dilakukan untuk mengetahui dan menilai tingkat kesehatan perusahaan. Kemampuan perusahaan dapat dilihat dalam membayar hutang- hutangnya, baik hutang jangka memanfaatkan aset yang dimiliki secara optimal, dan kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan, baik dalam penjualan, aset, maupun modal saham. Menurut Sutrisno . AuLaporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang meliputi dua laporan utama yakni neraca dan laporan laba rugiAy. Laporan keuangan juga dapat menjadi acuan untuk melihat kondisi keuangan dapat juga digunakan dalam menentukan kinerja perusahaan. Analisis laporan keuangan menggunakan perhitungan rasio-rasio agar dapat mengevaluasi keadaan finansial perusahaan dimasa lalu, sekarang, dan masa yang akan datang. Rasio dapat dihitung berdasarkan sumber datanya yang terdiri dari rasio-rasio neraca yaitu rasio yang disusun dari data yang berasal dari neraca, rasio-rasio laporan laba-rugi yang disusun dari data yang berasal dari perhitungan laba-rugi, dan rasio-rasio antar laporan yang disusun berasal dari data neraca dan laporan laba-rugi. Laporan keuangan perlu disusun untuk mengetahui apakah kinerja perusahaan tersebut meningkat atau bahkan menurun dan didalam menganalisis laporan keuangan diperlukan alat analisis keuangan. Menilai kinerja keuangan perusahaan, dapat menggunakan rasio keuangan, diantaranya rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan Rasio keuangan berguna untuk mengevaluasi posisi keuangan dan Analisis Informasi Laporan Kinerja Keuangan Dalam keputusan investasi/Bisnis pada PT BPR Sarimadu (Perserod. (Toni Nurman. Absor Marantika. Zulhe. operasi keuangan, serta sebagai gambaran hasil kinerja keuangan pada perusahaan secara menyeluruh. Kemajuan suatu perusahaan dapat dilihat dari aspek keuangannya. Aspek keuangan merupakan aspek yang digunakan untuk menilai dan mengevaluasi keuangan memberikan gambaran yang berkaitan dengan keuntungan perusahaan, sehingga merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk diteliti kelayakannya, baik itu untuk perusahaan yang berskala besar maupun yang berskala kecil, baik itu untuk perusahaan profit maupun non profit. Pada aspek keuangan perusahaan mampu melihat kinerja keuangan suatu perusahaan yang kemudian menjadi salah satu tolak ukur untuk menilai sejauh mana tingkat kekuatan dan kesehatan suatu perusahaan,serta sejauh mana suatu perusahaan mampu berkembang dan bersaing di dunia persaingan usaha yang semakin ketat. Perusahaan didirikan dengan tujuan untuk menghasilkan pendapatan atau laba setinggitingginya dan juga untuk mencari sumber pendaan yang efesien. Menurut Horne & Wachlowicz, . semua kegiatan bisnis harus menguntungkan. Tujuan normatif dalam perspektif manajemen keuangan atau Sebelum perusahaan, masyarakat, pemerintah membuat keputusan dibidang keuangan suatu perusahaan dengan tujuan menilai bagaimana tingkat keberhasilan kinerja perusahaan. Analisis kinerja keuangan dilakukaan terhadap laporan keuangan yang diterbitkan oleh Perusahaan. Manajemen perusahaan akan menangkap peluang dalam rangka meningkatkan kinerja keuangan untuk dapat menghadapi persaingan kompetitif dalam berbagai aspek, perusahaan harus memiliki kinerja yang baik dan melakukan aktivitasnya dengan efektif dan efisien dari segi manajemennya agar mampu bertahan dalam ketatnya persaingan dunia bisnis. Salah satu bagian kinerja keuangan perusahaan adalah tingkat profitabilitas yang sehat dari perusahaan lebih tinggi dari biaya modal dan menyelesaikan kewajiban perusahaan. Selain itu, manajemen perusahaan dapat menggunakan asetnya untuk meningkatkan penjualan secara berkelanjutan. Ini akan berdampak positif untuk pertumbuhan Perusahaan memerlukan pengukuran kinerja keuangan untuk menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan analisis kinerja keuangan melalui analisis terhadap data keuangan perusahaan yang tersusun dalam laporan keuangan pada suatu periode tertentu dan membandingkan laporan keuangan untuk beberapa periode agar dapat diketahui apakah perusahaan tersebut mengalami kenaikan atau sebaliknya serta gambaran terhadap perkembangan atau Perusahaan kinerja keuangan adalah pencapaian keuangan perusahaan, hal ini penting untuk dilakukan memahami kondisi perusahaan Didin et al . Kinerja keuangan perusahaan dapat dianalisis dengan alat-alat analisis keuangan sehingga gambaran perusahan mengenai baik dan buruknya keadan keuangan suatu perusahaan dimana sumber daya yang digunakan dapat digunakan secara optimal. Menurut Brigham & Houston . kinerja keuangan adalah gambaran pencapaian keberhasilan perusahaan atau hasil yang telah dicapai atas berbagai aktivitas dalam opersional perusahaan. Oleh sebab itu, dalam menilai kinerja keuangan perusahaan diperlukan suatu informasi relevan yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan pada periode waktu tertentu. Kinerja perusahaan dapat ditunjukkan dengan menggunakan laporan keuangan yang mengambarkan pospos keuangan suatu perusahaan pada satu Salah satu perusahaan daerah yang bergerak dalam bidang perbankkan di kota Bangkinang Kabupaten Kampar provinsi Riau adalah PT. BPR Sarimadu . Jurnal Bisnis Kompetif. ISSN: 2829-5277 Vol. No. Maret 2025 Analisis Informasi Laporan Kinerja Keuangan Dalam keputusan investasi/Bisnis pada PT BPR Sarimadu (Perserod. (Toni Nurman. Absor Marantika. Zulhe. persaingan dan inovasi teknologi jasa PT BPR Sarimadu . mempunyai kegiatan usaha menghimpun dana dari masyarakat yang mempunyai kelebihan dana dan meyelurkan kepada debitur yang membutuhkan modal untuk kegiatan Dan kegiatan ini akan dituangan dalam sebuah laporan keuang oleh PT BPR Sarimadu . Kinerja keuangan Kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar. Seperti dengan membuat suatu laporan keuangan yang telah memenuhi standard dan ketentuan. Kinerja Keuangan Kinerja keuangan suatu perusahaan menciptakan keuntungan atau pendapatan Didin. Jusni & Mochklas . Menurut Brigham & Houston . Gambaran kondisi keuangan perusahaan pada suatu periode tertentu baik menyangkut aspek penghimpunan dana maupun penyaluran dana, yang biasanya diukur dengan indikator Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan adalah gambaran prestasi atau kemampuan perusahaan dalam mengelola sumber daya yang dimiliki sebagai penunjang utama berjalannya kegiatan operasional perusahaan. Kinerja keuangan perusahaan merupakan satu diantara dasar penilaian mengenai kondisi keuangan perusahaan yang dilakukan berdasarkan analisa terhadap rasio keuangan Rasio Keuangan Menurut Higgins . rasio adalah suatu angka lain, jadi tidak layak untuk mengharapkan bahwa perhitungan mekanis atau satu rasio atau bahkan beberapa rasio, akan langsung memberikan pengertian menyeluruh tentang sesuatu yang serumit perusahaan modern, pokok kedua yang harus diingat bahwa tidak ada satu nilai pun yang benar-benar tepat bagi suatu rasio. Analisis rasio dapat memberikan informasi lebih banyak atau lebih rinci mengenai keadaan keuangan suatu perusahaan. Lan Joe . menyatakan bahwa analisis rasio merupakan salah satu yang paling banyak digunakan teknik analisis fundamental. Analisis rasio adalah alat yang dikembangkan untuk melakukan analisis kuantitatif terhadap bilangan-bilangan yang ditemukan atas laporan keuangan. Profitabilitas Profitabilitas adalah ukuran yang paling umum untuk kinerja keuangan Pratama, . Rasio profitabilitas yaitu perusahaan dalam mencapai keuntungan dan memberikan ukuran tingkat efektifitas manajemen suatu perusahan. Profitabilitas merupakan langkah kunci dari hasil kinerja Return On Asset (ROA) Return On Asset adalah salah satu indikator untuk melihat seberapa baik manajemen dalam mengelolah asetnya untuk meningkatkan nilai perusahaan atau Return On Asset digunalakan untuk melihat seberapa besar laba bersih yang diperoleh Perusahaan. ROA atau Pengembalian atas aset adalah laba per rupiah aset, rasio ini menunjukan sejauh mana kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aset-aset yang dimiliki perusahaan (Tandelilin, 2. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, adapun rumusan masalah yang akan diamati pada penelitian ini adalah Bagaimana Analisis Kinerja Keuangan dan perkembangannya pada PT BPR Sarimadu perseroda periode 2019-2023, berdasarkan Analisis rasio keuangan, analisis Metode Vertikal dan analisis Horizontal dan analisis METODE Jenis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yang berupa angka- angka laporan keuangan pada PT BPR Sarimadu (Perserod. Sumber data dikumpulkan merupakan sumber data sekunder yaitu Jurnal Bisnis Kompetif. ISSN: 2829-5277 Vol. No. Maret 2025 Analisis Informasi Laporan Kinerja Keuangan Dalam keputusan investasi/Bisnis pada PT BPR Sarimadu (Perserod. (Toni Nurman. Absor Marantika. Zulhe. bersumber dari laporan keuangan PT BPR Sarimadu (Perserod. Penelitian yang dilaksanakan peneliti menerapkan pendekatan Penelitian ini dilaksanakan pada Penelitian ini dilakukan pada perusahaan PT BPR Sarimadu (Perserod. Penelitian ini mulai bulan Maret 2024 s/d September 2024. Dalam penelitian ini, teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, yaitu dengan cara menganalisis data-data rasio keuangan kemudian ditarik kesimpulan dari data laporan keuangan. Data penelitian dianalisis dengan pendekatan menganalisi analis rasio seta analis vertikalhorizontal dalam mengambil keputusan. HASIL Analisis Rasio Keuangan PT. BPR Sarimadu perseroda Penilaian dan manfaat yang lebih jelas terhadap pengguna laporan keuangan serta memberikan struktur yang coherent dari beberapa rasio dan ukuran yang terlibat maka pembahasan akan dibangun dalam 3 sudut pandang utama yang kita ambil dalam analisis kinerja keuangan yaitu pemilik perusahaan . dan kreditur . Analisis Vertikal Neraca PT BPR Sarimadu Persesoda Periode Desember 2018 Berdasarkan tabel analisis vertikal laporan neraca pada lampiran 2, pada periode 2018 total asset yang menjadi parameter ukur adalah sebesar Rp 194,- Jumlah aktiva terbesar diperoleh dari hasil kredit yang diberikan 75,54 203,889,- kemudian diikuti dengan penempatan pada bank lain dengan proporsi sebesar 20,75% atau Rp 30. 319,- . Adapun aktiva dalam jumlah kecil selama periode 2018 yaitu kas sebesar 1,44% atau Rp 2. 327,- dan aset tetap 0. 06% atau Rp Pembiayaan terhadap aktiva lancar dan aktiva tetap dalam neraca dapat terlihat pada passiva. Jumlah kewajiban pada periode 2018 sebesar Rp 116. 521 atau 80,32% dan jumlah ekuitas sebesar Rp. 673,- atau 19,68%. Jumlah passiva terbesar berasal dari simpanan dengan proporsi sebesar 479,58% atau Rp 828,- sedangkan passiva terkecil berasal dari kewajiban segera sebesar 0,80% atau Rp 1. 328,-. Pada pos ekuitas, modal terbesar diperoleh dari modal dasar sebesar 69,17% 000,- dan modal terkecil diperoleh dari cadangan tujuan sebesar 3,29% atau 4. 181,- . Pos yang juga penting untuk diperhatikan yaitu pos jumlah aset lancer dan jumlah kewajiban jangka Dimana jumlah aset lancar yaitu 20,85% atau Rp 30. 127,- lebih besar dibandingkan jumlah kewajiban jangka pendek yaitu 0. 80% atau Rp 1. 328,-. Ini mengindikasikan perusahaan sudah mampu membayar kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aset lancarnya. Tabel 1. Ikhtisar Rasio Keuangan PT BPR Sarimadu (Perserod. Tahun 2018 Ae Rasi Cur Bai Jurnal Bisnis Kompetif. ISSN: 2829-5277 Vol. No. Maret 2025 Analisis Informasi Laporan Kinerja Keuangan Dalam keputusan investasi/Bisnis pada PT BPR Sarimadu (Perserod. (Toni Nurman. Absor Marantika. Zulhe. Deb t to Deb t to Bai Bai Sumber: Data olahan PT BPR Sarimadu (Perserod. Dilihat bahwa current ratio rata-rata tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 sebesar 21,44% atau berbanding 21:1. Artinya Rp. 1,hutang lancar ditanggung oleh Rp. 96,- aktiva Sedangkan tahun 2022 rasio lancar PT BPR Sarimadu (Perserod. 29,69% atau berbanding 29:1. Artinya Rp. 1,- hutang lancar ditanggung oleh Rp. 29,- aktiva lancar sehingga melebihi dari rata-rata rasio internal. Oleh karena itu dilihat dari rasio ini kinerja perusahaan dapat dikatakan kurang baik dan belum memberikan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun bila tahun-tahun Berarti perusahaan masih dalam keadaan kurang aman atau inllikuid dalam membayar kewajiban jangka pendek pada saat ditagih atau pada saat jatuh tempo. Karena persentase berada di bawah 200%. Jadi rasio lancar kurang aman atau illikuid karena belum memenuhi standar dari current ratio yang dikatakan oleh Gill dan Chatton yaitu rasio lancar harus berada dikisaran atau level 200%. Rasio likuiditas ini belum mencapai tingkat yang normal disebabkan masih besarnya jumlah hutang lancar yang dimiliki perusahaan pada tahun 2022. Tabel 2. PT BPR Sarimadu Persesoda Periode 2018-2022 AKUN Pendapatan Beban Bunga Beban Penyisihan Kerugian Beban Pemasaran Beban Administras i dan Umum Beban Operasional Lainnya Laba (Rug. 16,09 30,13 13,72 38,96 11,52 95,99 12,31 32,72 10,58 29,85 0,40% 0,14% 0,27% 0,28% 0,5% 53,10 47,24 45,39 55,18 0,28% 0,45% -7,30% 3,81% -1,84% -0,27% 19,18 Sumber : Data diolah, 2024 Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa dari tahun 2018-2022 bahwa pos beban yang persentasi paling besar dari pendapatan adalah angka indeks persentase beban administrasi umum. Beban penyisihan kerugian dan Beban bunga. Yang artinya pendapatan banyak dikurangi oleh beban administrasi umum. Beban penyisihan kerugian dan Beban bunga. Adapun dari sisi laba dapat dilihat bahwa persentasi besarnya angka indeks laba dari tahun 2018 - 2022 mengalami fluktuasi. Pada tahun 2018 perushaan rugi -7,30% kemudian pada tahun 2019 perusahaan berhasil memperoleh laba 3,81%. Namun pada tahun 2020 perusahaan mengali kerugian, hal ini penyisihan kerugian 95,99% dan indeks laba sebesar -1,84%. pada tahun 2021 indeks laba kembali mengalami peningkatan sebesar 0,27%. Pada tahun 2022 indeks laba mengalami penurun menjadi -19,18%. Hal ini dipenagruhi oleh penurunan pendapata. Berdasarkan penjelasan tersebut kinerja PT BPR Sarimadu perseroda belum optimal. Tabel 3. PT BPR Sarimadu Persesoda Periode 2018-2022 Tota Aset 2,3. 4,4. 9,603 ,70 Tota Kew Tota Ekui 57,6. Sumber : Data diolah, 2024 Dari Tabel di atas dapat dilihat bahwa total aset pada periode 2018-2019 mengalami penurunan sebesar -1,24% dan periode 2019-2020 mengalami penurunan sebesar -3,89 %. Namun pada periode 2020 -2021 mengalami penurunan sebesar -0,50% dan periode 2021-2022 masih mengalami penurunan sebesar -8,99%. Pada sisi kewajiban periode 2018-2019 mengalami penurunan sebesar -2,76%, pada tahun 2019- 2020 mengalami penurunan -4,02%. Jurnal Bisnis Kompetif. ISSN: 2829-5277 Vol. No. Maret 2025 Analisis Informasi Laporan Kinerja Keuangan Dalam keputusan investasi/Bisnis pada PT BPR Sarimadu (Perserod. (Toni Nurman. Absor Marantika. Zulhe. pada tahun 2020-2021 mengalami penurunan sebesar -0,56% dan meningkat pada periode 2021-2022 masih mengalami penurunan sebesar -5,98%. Sehingga dapat dikatakan bahwa kinerja PT BPR Sarimadu masih optimal di mana jumlah aktiva lebih besar dibandingkan dengan total kewajiban. Dari hasil analisis diatas pada tabel 4, pada pos pendapatan tahun 2019 perusahaan dapat memperoleh pendapatan yang lebih besar yaitu 112,21% dibandingkan dengan tahun-tahun yang lain, tahun 2022 merupakan perolehan pendapatan yang terendah hanya mampu mencapai 79,89% memiliki selisih yang cukup signifikan yaitu 32,32% dan dapat dilihat pada tahun 2019 kinerja manajemen PT BPR Sarimadu Perseroda berhasil karena perusahaan dapat dibandingkan dengan tahun-tahun yang Dan dari hasil analisis perusahaan 3 tiga memperolehan laba, jika perusahaan tidak mampu memperoleh laba pada tahun berikutnya maka akan dapat menguras modal inti perusahaan. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis rasio keuangan PT BPR Sarimadu (Perserod. periode 2018Ae2022, dapat dijelaskan bahwa kinerja keuangan perusahaan menunjukkan dinamika yang cukup signifikan, terutama dalam aspek likuiditas dan solvabilitas. Pada aspek likuiditas, current ratio perusahaan tahun 2022 berada pada angka 29,69%, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, masih berada jauh di bawah standar ideal sebesar 200% menurut Gill dan Chatton. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan belum sepenuhnya mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan aset lancar yang Kinerja likuiditas yang rendah ini mencerminkan kondisi illikuid, yang berpotensi meningkatkan risiko finansial jangka pendek bagi pihak kreditur maupun Salah satu penyebab utama dari kondisi ini adalah besarnya proporsi utang jangka pendek yang tidak diimbangi dengan kenaikan signifikan pada aktiva lancar, terutama kas. Di sisi lain, rasio solvabilitas menunjukkan kondisi yang relatif stabil. Debt to Asset Ratio (DAR) perusahaan pada tahun 2022 tercatat sebesar 0,82%, dan Debt to Equity Ratio (DER) sebesar 4,42%. Meskipun DER terbilang tinggi, namun rasio ini masih menunjukkan bahwa perusahaan dalam jangka panjang masih solvabel, yakni mampu memenuhi seluruh kewajibannya jika seluruh aset dilikuidasi. Tingginya DER juga menjadi sinyal bahwa struktur permodalan perusahaan masih didominasi oleh utang dibandingkan ekuitas, yang memerlukan perhatian dalam jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan Analisis vertikal pada laporan neraca menunjukkan bahwa aset perusahaan sebagian besar berasal dari penyaluran kredit, yang merupakan aktivitas utama PT BPR Sarimadu (Perserod. sebagai lembaga Meskipun demikian, rendahnya proporsi kas menunjukkan potensi tekanan Dari sisi pendanaan, kewajiban jangka pendek mendominasi, dan proporsi ekuitas terhadap total pasiva masih cukup Dalam laporan laba rugi, pos beban administrasi dan umum serta beban penyisihan kerugian merupakan beban terbesar yang secara signifikan mengurangi laba perusahaan. Hal ini tercermin dari tren laba yang berfluktuasi dan cenderung menurun, bahkan mencatat kerugian pada tahun 2020 dan 2022. Hasil menunjukkan bahwa total aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan mengalami penurunan berturut-turut sejak tahun 2018. Penurunan paling tajam terjadi pada tahun 2022, yang disebabkan oleh penurunan pendapatan serta meningkatnya beban Kondisi ini menunjukkan bahwa perusahaan mengalami penurunan kinerja keuangan yang cukup signifikan dan memerlukan langkah strategis untuk pemulihan, khususnya dalam efisiensi biaya dan peningkatan pendapatan. Dengan mempertimbangkan seluruh Jurnal Bisnis Kompetif. ISSN: 2829-5277 Vol. No. Maret 2025 Analisis Informasi Laporan Kinerja Keuangan Dalam keputusan investasi/Bisnis pada PT BPR Sarimadu (Perserod. (Toni Nurman. Absor Marantika. Zulhe. hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa PT BPR Sarimadu (Perserod. menghadapi tantangan serius pada aspek likuiditas dan profitabilitas, meskipun masih Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur biaya dan strategi operasional guna memperbaiki kinerja keuangannya, menjaga kepercayaan investor dan kreditur, serta memastikan keberlanjutan bisnis jangka SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian terhadap beberapa rasio keuangan PT BPR Sarimadu (Perserod. antara lain rasio likuiditas dan solvabilitas dapat disimpulkan sebagai Terdapat peningkatan rasio likuiditas yang diukur dari current ratio tahun 2022 dan dibandingkan dengan rata-rata internal PT BPR Sarimadu (Perserod. yang menunjukkan bahwa perusahaan belum cukup mampu untuk melunasi kewajiban jangka pendek pada saat jatuh tempo. Walaupun telah terjadi current ratio belum signifikan sehingga belum mampu merubah level rasio kepada titik standar yang dituangkan dalam teori penelitian ini yaitu 200%. Ini mengakibatkan bahwa perusahaan kurang aman dalam membayar kewajiban jangka pendek pada saat jatuh tempo atau posisi kreditur masih belum aman dengan kata lain perusahaan illikuid. Artinya pimpinan perusahaan belum mampu mengawasi pos-pos modal kerja dengan ketat yang dibuktikan dengan masih besarnya jumlah hutang jangka pendek. Terdapatnya solvabilitas tahun 2022 yang diukur dari debt to equity ratio dan debt to asset ratio yang dibandingkan dengan ratarata internal perusahaan PT BPR Sarimadu (Perserod. Ini menunjukkan menurunnya resiko perusahaan kepada kreditur yaitu berupa ketidak mampuan perusahaan dalam membayar semua kewajiban dengan tidak mengurangi pembayaran bunga kepada kreditur hutang-hutang perusahaan. PT BPR Sarimadu (Perserod. ini perusahaan illikuid dan dilihat dari sisi solvabilitas perusahaan solvabel. BPR Sarimadu (Perserod. kurang mampu menjaga tingkat likuiditasnya. Berarti kinerja perusahaan masih kurang memuaskan. Berdasarkan analisis vertikal bahwa indeks neraca PT BPR Sarimadu (Perserod. sudah optimal, hal ini dikarenakan total aset lebih besar dari pada total kewajibannya, dimana Berdasarkan analisis vertikal dapat disimpulkan bahwa laporan laba rugi PT BPR Sarimadu (Perserod. sudah optimal karena pada periode 20182022 mengalami penurunan namun pada periode selanjutnya mengalami Berdasarkan analisis horizontal dapat disimpulkan bahwa neraca PT BPR Sarimadu (Perserod. sudah optimal karena jumlah aktiva lebih besar dibandingkan dengan total kewajiban. Berdasarkan analisis horizontal dapat disimpulkan bahwa laporan laba rugi PT BPR Sarimadu (Perserod. belum optimal karena perusahaan belum mampu menghasilkan laba dari tahun 2020 - 2022 Dari hasil analisis laporan keuangan dengan metode trend dapat disimpulkan PT BPR Sarimadu (Perserod. diperkirakan memiliki kinerja paling baik pada tahun 2029 dibandingkan dengan tahun yang laian dari periode 2018 -2022 pembandingnya baik dilihat dari laporan posisi keuangan maupun laporan laba rugi. Dapat dilihat dari sisi hutang pada tahun 2019 lebih sedikit dibandingkan dengan selama periode 2018 Ae 2022, ini dapat Jurnal Bisnis Kompetif. ISSN: 2829-5277 Vol. No. Maret 2025 Analisis Informasi Laporan Kinerja Keuangan Dalam keputusan investasi/Bisnis pada PT BPR Sarimadu (Perserod. (Toni Nurman. Absor Marantika. Zulhe. diartikan PT BPR Sarimadu (Perserod. mampu membayarkan hutangnya serta mampu meningkatkan kegiatan perusahaan dalam meningkatkan laba lebih besar yaitu sebesar 366,65% dibandingkan dengan Tahun-tahun yang laian hanya 196,84%. Adapun saran dari penelitian sebagai Perusahaan sebaiknya hurus lebih meningkatkan lagi rasio likuiditas dengan mengurangi jumlah hutang jangka pendek dan memaksimalkan penggunaan aktiva lancar. Dalam situasi perekonomian dalam stabil/krisis mempertahankan rasio solvabilitas agar perusahaan tetap mendapat kepercayaan dari pemegeng saham ataupun dari pihak Untuk dapat menjadi perusahaan yang menarik untuk berinvestasi perusahaan harus mampu meningkatkan laba semaksimal mungkin dari waktu ke Artinya perusahaan dapat menerapkan teknik perataan laba . ncome smootin. dan manajemen laba . arning managemen. agar dapat memberikan sinyal-sinyal positif kepada investor dan pemilik perusahaan. Megadevi. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta Lan Joe. Analisis Rasio keuangan. Jakarta Sivakumar, . Analisis Laporan Kekuangan. Bandung Weygandt J Kimmel. & Kieso D, . Accounting Principles. Jakarta Lakada. Lapian & Taniwa, . Analyzing the Financial. Jakarta Andal. Sugaya & Shere . Financian Ferformance Analysis. Bandung Nouman dan Imran, . Kinerja Keuangan dan Nilai Perusahaan. Jakarta Wahlen. Stephen Morli . Financial Statemant Analysis adn Valuation. Jakrta Al-QurAoan (Q. Al-Baqoro Al-Quran (Q. Al-Humaza Kieso. Weygandt dan Warfield, . Bisnis dan Ekonomi,Jakarata Pratama, . Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Yokyakarta Van Horne dan Wachowicz, . Prinsipprinsip Manajemen Keuangan. Jakarta Fahmi. Irham. Analisis Kinerja Keuangan. Bandung: Alfabeta DAFTAR RUJUKAN Bank Indonesia. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan. Jakarta Bank Indonesia. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan. Jakarta. Sutrisno, . Manajemen Keuangan Teori Konsep dan Aflikasi. Jakarta Horne & Woehlowic, . Prinsip-prinsip Jakrta, salemba 4 Didih et al, . Analisis Kinerja Keuanga. Jakarta Brighana & Houston, . Dasar-dasar manajemen keuangan, jakarta Mc mahon at al. Analisis Laporan Jakarta Jurnal Bisnis Kompetif. ISSN: 2829-5277 Vol. No. Maret 2025