MODERATION: Journal of Islamic Studies Review Volume. Number. Agustus 2025 p-ISSN: 2776-1193, e-ISSN: 2776-1517 Hlm: 71-80 Journal Home Page: http://journal. id/index. php/moderation/index ISLAM DAN PROBLEMATIKA KEMISKINAN Padma Wijaya. Dicky Dwi Prakoso. Abdul Hadi3 |Syahrullah4 Mahasiswa Magsiter Iniversitas Islam Jakarta (UIJ)1 Dosen Institut Pembina Rohani Islam Jakarta (IPRIJA)2,3 Dosen Magsiter Iniversitas Islam Jakarta (UIJ)4 anwarlucy24@gmail. dicky_dwi_prakoso@iprija. abdul_hadi@iprija. Abstract: Poverty is a complex structural problem and remains a major challenge in Indonesia, a country with a Muslim majority. From an Islamic perspective, poverty is not only an economic issue, but also includes social and moral dimensions. Islam offers an integral solution through the concept of zakat, infaq, sedekah, and waqf which function as instruments of wealth distribution and social solidarity. This article aims to examine the problem of poverty in Indonesia from an Islamic perspective and examine the role of Islamic values and institutions in overcoming it. Using a literature study method and a qualitative approach, this study found that although Islamic teachings have great potential in poverty alleviation, implementation in the field still faces obstacles, such as low zakat literacy, less than optimal institutions, and regulatory challenges. Therefore, integration between Islamic values and sustainable public policies is needed to effectively overcome poverty in Indonesia. Keyword: Islam. Kemiskinan. Indonesia. Zakat. Keadilan Sosial Padma Wijaya. Dicky Dwi Prakoso. Abdul Hadi. Syahrullah: [Islam dan Problematika Kemiskina. 71 | Padma Wijaya. Dicky Dwi Prakoso. Abdul Hadi. Syahrullah PENDAHULUAN Banyak orang bilang bahwa kemiskinan akhir-akhir ini terjadi karena kesenjangan sosial. Ada juga yang bilang kesenjangan sosial kemudian dimanfaatkan oleh yang oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Kesenjangan sosial diartikan dengan gap yang semakin runcing antara si kaya dan si miskin. Masalah sosial adalah fenomena yang selalu muncul dalam kehidupan masyarakat. Kemiskinan adalah fenomena yang sangat urgen bagi Negara Indonesia. Kemiskinan dapat dibedakan menjadi tiga macam konsep kemiskinan: kemiskinan absolut, kemiskinan relatif dan kemiskinan subyektif. Seseorang termasuk golongan miskin absolut apabila hasil pendapatannya berada di bawah garis kemiskinan, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum: pangan, sandang, kesehatan, papan, pendidikan. Seseorang yang tergolong miskin relatif sebenarnya telah hidup di atas garis kemiskinan namun masih berada di bawah kemampuan masyarakat Sedangkan miskin relatif dirumuskan berdasarkan the idea of relative standard, yaitu dengan memperhatikan dimensi tempat dan waktu. Asumsinya adalah kemiskinan suatu daerah berbeda dengan daerah lainnya dan kemiskinan pada waktu tertentu berbeda dengan waktu lainnya. Sebagaimana yang kita ketahui. Islam adalah agama yang paling sempurna, agama keselamatan, yang dari padanya telah sempurna segala ketentuan yang menjadi rambu-rambu dalam menjalani kehidupan. Bagi yang ingin selamat dunia akhirat maka ia harus taat pada semua rambu dan tunduk pada segala ketentuan. Islam memberikan pesan-pesannya melalui dua pedoman, yaitu Alquran dan Hadits. Melalui keduanya kita dapat mengetahui bagaimana agama (Isla. memandang dan memberikan solusi atas permasalahan kemiskinan tersebut. PEMBAHASAN Pengertian Kemiskinan Kemiskinan adalah ketidakmampuan individu dalam memenuhi kebutuhan dasar minimal untuk hidup layak. Kemiskinan merupakan sebuah kondisi yang berada di bawah garis nilai standar kebutuhan minimum, baik untuk makanan dan non makanan, yang disebut garis kemiskinan . overty lin. atau batas kemiskinan . overty threshol. 1 Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata "miskin" diartikan sebagai tidak berharta benda. serba kekurangan . erpenghasilan renda. Sedangkan fakir diartikan sebagai orang yang sangat berkekurangan. atau sangat miskin. Dari bahasa aslinya (Ara. kata miskin terambil dari kata sakana yang berarti diam atau tenang, sedang faqir dari kata faqr yang pada mulanya berarti tulang Faqir adalah orang yang patah tulang punggungnya, dalam arti bahwa beban yang dipikulnya sedemikian berat sehingga AumematahkanAy tulang punggungnya. Para pakar Islam berbeda pendapat dalam menetapkan tolok ukur kemiskinan dan Sebagian mereka berpendapat bahwa fakir adalah orang yang berpenghasilan kurang dari setengah kebutuhan pokoknya, sedang miskin adalah yang berpenghasilan di atas itu, namun tidak cukup untuk menutupi kebutuhan pokoknya. Ada juga yang mendefinisikan sebaliknya, sehingga menurut mereka keadaan si fakir relatif lebih baik dari si Namun yang pasti. Al-Quran menjadikan setiap orang yang memerlukan sesuatu sebagai fakir atau miskin yang harus dibantu. http://tugaskuliah15. id/2015/10/makalah-pandangan-islam-terhadap. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat (Jakarta: Mizan, t. 72 | MODERATION: Vol. 05 No. Agustus 2025 MODERATION: Vol. 05 No. Agustus 2025 | Pandangan Islam Terhadap Kemiskinan Dalam konteks penjelasan pandangan Islam tentang kemiskinan ditemukan sekian banyak ayat-ayat Al-QurAoan yang memuji kecukupan, bahkan Al-QurAoan menganjurkan untuk memperoleh kelebihan. Islam pada hakikatnya mengajak untuk kemajuan, prestasi, kompetensi sehat, dan yang pada intinya adalah harus mampu memberi rahmat untuk alam semesta seperti yang tertuang pada Q. S Al-AnbiyaAo/21: 107 yang Artinya AuDan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk . rahmat bagi semesta alam. Ay Pernyataan tentang misi Islam tersebut dibarengi dengan ajaran yang lebih rinci mengenai kehidupan manusia sehari-hari, baik manusia sebagai individu maupun masyarakat, sampai pada Negara dann antar Negara atau dunia. Islam mengajarkan umatnya untuk mendapatkan kesejahteraan di dunia dan akhirat, yang biasa menjadi doAoa rutin bagi tiap-tiap umat. Jelas sekali miskin, terbelakang, bodoh, dan semacamnya tidaklah akan disebut baik atau berkualitas didalam hidupnya. Dan ini semua tidak menjadi cita-cita islam secara doctrinal. Ayat lain yang lebih pas dan sering dijadikan dalil untuk berusaha memperoleh kesejahteraan ekonomi adalah Al-Qashash/28: 77 a AcaEE EA a aAEa OE a eI IA AE aI aI EcaIeOaA a AOIA a aOA a a aE NA a a ANA a AaOea a AA a AOA a AEA AOIA A ua NI NA Aa a aI NA ac AcaEEa E aaOA a AcaEEa uaEaeOA e Aa eI aE aI A e a e AE aOE a e a Ee aA a a a a A Ee aI eAA Artinya: AuDan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu . negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari . duniawi dan berbuat baiklah . epada orang lai. sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di . Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. Ay Ayat ini mempunyai kandungan yang dalam sekali, sehingga harus dimaknai setidaknya mencakup antara lain sebagai berikut: Masalah keduniaan, tercakup di dalamnya berusaha untuk kaya, mempunyai bobot yang besar didalam ajaran Islam, tidak sekedar suplemen sebagaimana anggapan umum selama Bukan saja memberi pelajaran tentang keseimbangan mengenai keakhiratan dan keduniaan. Namun sekaligus penuh muatan etika agar di dalam memperoleh harta itu tetap menjaga perbuatan kebaikan terhadap orang atau menjaga hak-hak asasi orang lain: tidak serakah, tidak dengan merampas hak orang lain, tidak zalim, dan tidak merugikan orang lain. Larangan Allah dari perbuatan yang mengakibatkan kerusakan bumi . ermasuk harus menjaga lingkunga. Termasuk fundamental dalam Islam, yakni bahwa segala perbuatan dan prestasi mempunyai konsekuensi di akhirat, sehingga di dalam pengelolaan dan pemanfaatannya harus pula mmepunyai tujuan akhir berupa akhirat tadi. Perintah Allah untuk berbuat baik kepada orang lain sehingga upaya memperoleh harta harus pula dibarengi dengan niat agar ada manfaat bagi orang lain. Jadi, ayat ini bukan penghambat terhadap kemajuan keduniaan dan harta kekayaan. namun justru sebaliknya yakni mendorong kemajuan keduniaan. Salah stau faktor kemajuan keduniaan adalah kemajuan harta kekayaan. Di sini jelaslah bahwa semangat utuh ruh ajaran Islam untuk kehidupan didunia adalah untuk menjadi umat yang maju, termasuk maju dibidang ekonomi, dan mencakup bidang yang lain yang mendorong kearah kemajuan ekonomi dan intinya terwujud kesejahteraan umat. Padma Wijaya. Dicky Dwi Prakoso. Abdul Hadi. Syahrullah: [Islam dan Problematika Kemiskina. 73 | Padma Wijaya. Dicky Dwi Prakoso. Abdul Hadi. Syahrullah Kekayaan tersebut bukan untuk kemaksiatan, bukan untuk kemudaratan, bukan untuk kerusakan bumi, namun kemaslahatan dunia, yang berkonsekuensi juga kemaslahatan akhirat. Ini sebagai nilai tambah dalam ajaran Islam. Menurut Islam faktor-faktor kemiskinan diantaranya ialah: S Al-Baqarah/2: 273 (Tidak Berusah. aO aA a aOE NA a AEaeE aA aC a EN aOI A a ANE a eIaO aII ENAA a AEA Aca a AcaEE E Oa ea aOaO aIA e a a a a a a aA aeaO aa aN aI eA e A eU a a a AcaEEa aN aEOIA AN ua eaA aOaI aeIA aCO I eI a seO Aaua NI NA a AOIA a Aa e a aN eI A a AN eI E Oa eaEaO aI EIA Artinya: Au(Berinfakla. kepada orang-orang fakir yang terikat . leh jiha. di jalan Allah. mereka tidak dapat . di muka bumi. orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan . i jalan Alla. , maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. Ay . S Al-Hasyr/59: 8 (Penindasa. a a a A a NA AA aO aI NA AE aI aI NA e a a aO aI eI aO aaN eI aO eaI aOaEaa eI Oae aaO aI AA e AcaEEa aOaA e AOI A a A aO I aOOaeIA aAcaEEA a AOI EA a AE eE aA aCa Ee aI aNA AA aCaO aIA AE aN aI E NA a aOa aOEaNa aOEaA Artinya: Au(Jug. bagi para fakir yang berhijrah yang diusir dari kampong halaman dan dari harta benda mereka . mencari karunia dari Allah dan keridaan (Ny. dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar. Ay . S Al-AnAoam/6: 42 (Cobaa. a AOEaaC e aEeI uaaE aI sI aII CaEaE a eINI aUe a OE NA ANaOIA aae a a aAN Ea aEN aN eI OaA a a a eaa a a e e a Artinya: Au Dan sesungguhnya Kami telah mengutus . asul-rasu. kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan . kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka bermohon . epada Alla. dengan tunduk merendahkan diriAy. S Al-Baqarah/2: 61 (Mengingkari Ayat Allah dan Melampaui Bata. s a AOua e Ca eEI O IOO EaI Ia EaO a sI OA A aI eI a eCEa aNA a A Aa ea EaIa aNA a a e e a a a ea a a aAE aOe ea EaIa aIN aeIA a AEA e AA a a a a AA Aaua NI Ea aE eIA a aEa aN CA e AE aa ea eEaO aI ENO aN aO ea aaI aUENO aN aO aeO eNaaO IA a aOCN aN aOAaOI aN aO a a aN aOA a aA aII NA a AI aEeI O a EaO aNIA aAcaEEA a AE aaNcaIaI aEIaO O eE aAO aI aaOA s a aAEENa OEeI aEIaa OaUO aA A NA a a a e a AcaEE aEA a AA a a ea a a e a e a a a ea a a a a aAOO eCaEaO aI EINaOaIO aa aeO e aC aEA AA eO aOaEIaO Oa ea aO aIA a AE aa aA aa Artinya: AuDan . , ketika kamu berkata: AuHai Musa, kami tidak bisa sabar . dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu: sayur-mayur, ketimun, bawang putih, kacang adas dan bawang merahnyaAy. Musa berkata: AuMaukah kamu mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu mintaAy. Lalu ditimpakanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu . karena mereka selalu mengingkari ayatayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu . karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas. Ay Qodri Aziziy. Membangun Fondasi Ekonomi Umat . eneropong prospek berkembangnya ekonomi Isla. (Yogyakarta: Pusataka Pelajar, 2. , 24-27. 74 | MODERATION: Vol. 05 No. Agustus 2025 MODERATION: Vol. 05 No. Agustus 2025 | Solusi Islam Untuk itu Islam pun memberikan solusi penanggulangan kemiskinan dengan beberapa cara yang bisa di lakukan di antaranya ialah: Wajib dilakukan Adapun yang wajib dilakukan di antaranya ialah . Zakat Seperti yang terdapat dalam Q. At-Taubah/9: 103 aa a a AcaEEa aO aEaOIA AE a aEI aaEaeI aO NA a aEA a AA aE aEaeO aN eI ua NIA a AA aCa aa aN aaN eI aOaaEO aN eI aa aOA a Aa e I eI eaI aOaE eIA Artinya: AuAmbillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu . ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Ay Zakat berarti pertumbuhan karena dengan memberikan hak fakir miskin dan mustahiq zakat lainnya yang terdapat dalam harta benda kita terjadilah suatu sirkulasi uang dalam masyarakat yang mengakibatkan berkembangnya fungsi uang dalam dikenal dengan militer zakat. Penyaluran zakat dapat dilakukan secara langsunng atau melalui instuisi amil zakat, baik berupa Badan Amil Zakat (BAZ) yang dikelola oleh pemerintah maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang dikelola oleh swasta. Infak wajib yang sifatnya insidental Seperti yang terdapat dalam Q. Al-Baqarah/2: 177 a A OEa aE NI EeaaN II II aU NcaEEa OEeO OaIA AE a aOEe aIEa aE aA a A EeaaN a eI a aOEcaO aO aA ea a aa ea a AON aE eI Ca aE Ee aI e aC aOEe aI e aA a AEaeOA aa a aAOEe aEA AIO aOa a AIO aOaO Ee aIA a AIO aOe aI E Na aOE aOE NEA a AE aEaO aaN a aOO Ee aCeaa aOEeOa a aIO aOEe aI aEA a aA aOEINaOA a aAECA a AN aO OE NA AIO Eeae aA AOI aA Eeae a aOE NA A aOaCa aI E NA a AN aOA a AA aA a a AAEa aOaO ENaEa aOEe aIOAaO aI a eNN eI u a aA a AaOEaa NA AE aN aI Ee aIN aCO aIA a a aCaO aOaOEaA a AOIA a AE EA Artinya: AuBukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir . ang memerlukan pertolonga. dan orang-orang yang meminta-minta. hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat. dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar . dan mereka itulah orang-orang yang Ay . Menolong orang miskin sebagai ganti kewajiban keagamaan, misalnya membayar Seperti yang terdapat dalam Q. Al-Baqarah/2: 184 aANA a a s A NaOI I aA AOI Oa aO aCOIaNa Aa eOaA AO Aa aI eI aE aI IIe aE eI aI a A a ea AA a AO eaO aEaO a aA s AaN I eI NaOsI A a a aO aEaO EA s aAI aIEA AOIO a eeO Ea aE eI ua eI aEeI a eI a eEa aIO aIA a AIO Aa aI eI aaNOA a aA a e eO Aa aN aO a eeO EaNa aOa eI A a e a Aa aA Nurul Huda dan Mohemad Heykal. Lembaga Keuangan Islam:Tinjauan Toritis dan praktis. Jakarta: Kencana. Padma Wijaya. Dicky Dwi Prakoso. Abdul Hadi. Syahrullah: [Islam dan Problematika Kemiskina. 75 | Padma Wijaya. Dicky Dwi Prakoso. Abdul Hadi. Syahrullah Artinya: Au. dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan . alu ia berbuk. , maka . ajiblah baginya berpuas. sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orangorang yang berat menjalankannya . ika mereka tidak berpuas. membayar fidyah, . memberi makan seorang miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu Ay . Menolong orang miskin sebagai sanksi terhadap pelanggaran hukum agama. Misalnya membayar kafarat dengan memberi makan orang miskin Q. AlMaidah/5: 95. aANA AN aI aeaO aE aIA AOI aIIaO E a eCaEaO E NA a AAeO a aOaIea eI a aI aOaI eI CaaEaNa IeI aE eI aIa aI Aa aa Ie aE aI Caa aE I aI EIA a AaO aOca aN EA a s aa AE aAOa I EaOa aO aC aOaU aE eaI aNa a a a AIO eaO a e aE aEA a AN a a aI aI aEA a AN a aO a eE IeI aE eI aN e O aUE a Ee aE ea eaO aEAA AcaEEa a aO aO Iea aCIA AcaEEa aIeINa aO NA AA aOaI eI a a AaOa eI a aC aI NA ANA a aAcaEEa a NI aEA Artinya: AuHai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram. Barang siapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu, sebagai had-ya yang di bawa sampai ke Kakbah, atau . membayar kafarat dengan memberi makan orang-orang miskin, atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, supaya dia merasakan akibat yang buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan barang siapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Allah Maha Kuasa lagi mempunyai . ekuasaan untu. Ay . Di anjurkan Yang bersifat anjuran untuk dilakukan adalah sedekah, infak, hadiah, dan lainlainnya. Tentu saja semua hal di atas dilakukan bagi orang yang mampu secara Namun, bagi yang tidak mampu pun dalam hal itu dianjurkan juga, yaitu dengan memberikan nasihat, spirit, dan motivasi kepada sesama manusia. Infaq dan sedekah sendiri adalah pemenuhan hak bagi orang miskin, akan tetapi hukumnya . Distribusi Kekayaan Mekanisme ekonomi yang ditempuh oleh sistem ekonomi Islam dalam pendistribusian kekayaan diantara manusia yang seadil-adilnya, diantaranya sebagai Membuka kesempatan seluas-luasnya bagi keberlangsungannya sebab-sebab kepemilikan dalam kepemilikan individu. Memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi berlansungnya pengembangan kepemilikn melalui investasi. Larangan menimbun harta benda walaupun telah dikeluarkan zakatnya. Mengatasi peredaran kekayaan di suatu daerah tertentu saja dengan menggalakkan berbagai kegiatann dan mendorong pusat-pusat pertumbuhan. Larangan kegiatan monopoli, serta berbagai penipuan yang dapay mendistorsi pasar. Larangan judi, riba, korupsi, pemberian suap dan hadiah kepada penguasa. Pemanfaatan secara optimal hasil dari barang-barang (SDA) milik umum . l-milkiyah al-ama. yang dikelola Negara. Ika Yunia Fauzia. Prinsip Dasar Ekonomi Islam, cet. Ke-1 (Jakarta: Kencana, 2. , 151. 76 | MODERATION: Vol. 05 No. Agustus 2025 MODERATION: Vol. 05 No. Agustus 2025 | . Peranan Pendapatan Nasional Pendistribusian kekayaan dalam islam harus terarah dengan baik seperti dalam pengukuran pendapatan nasional yang efektif dan tepat. Kita membutuhkan informasi yang cukup untuk mengukur kesejahteraan yang sesungguhnya, adalah sangat penting untuk mengekspresikan kebutuhan efektif atau kebutuhan dasar akan barang dan jasa sebagai persentase total konsmsi. Hal itu perlu dilakukan karena, kemampuan untuk menyediakan kebutuhan dasar sepeti pangan, perumahan, pelayanan kesehatan, pendidikan, air bersih, rekreasi, dan elayanna publik lainnya, sesungguhnya bisa menjadi ukuran bagaimana tingkat kesejahteraan dari suatu Negara. Kendati GNP dikatakan dapat mengukur kinerja kegiatan ekonomi yang terjadi dipasar. GNP tidak dapat menjelaskan komposisi dan distribusi nyata dari output Semestinya, penghitungan pendapatan nasional islami harus dapat mengenali penyebara alamiah dari output perkapita tersebut, karena dari sinilah nilai-nilai sosialdan ekonomi Islami bisa masuk. Jika penyebaran pendapatan individu secara nasional bisa dideteksi secara akurat maka akan dengan mudah dikenali seberapa besar rakyat yang masih hidup di bawah garis kemiskianan. 7 Kita tahu GNP adalah ukuran moneter dan tidak memasukkan transfer payment seperti sedekah. Namun haruslah disadari, sedekah memiliki peran yang signifikan di dalam masyarakat Islam. Tetapi, dibanding amal sedekah yang sering dikeluarkan umat Islam kepada mereka yang kurang beruntung, sesungguhnya lebih mudah mengestimasi zakat, satu kewajiban pembayaran transfer yang paling penting di suatu Negara. Kini sedang diupayakan mengukur pendapatan zakat sebagai persentase dari GNP. Pengukuran ini sangan bermanfaat sebagai variable kebijakan di dalam pengambilan keputusan di bidang sosial dan ekonomi, sebagai bagian dari rancangan untuk mengentaskan kemiskinan. Pendayagunaan peran zakat untuk mengatasi masalah kemiskinan kini tengah menjadi agenda suatu Negara. Status dan Kedudukan Harta dalam Islam Islam sebagai agama Allah, mengatur kehidupan manusia baik kehidupan di dunia maupun akhirat, perekonomian adalah bagian dari kehidupan manusia. Islam memberikan pesan-pesannya melalui dua pedoman, yaitu Alquran dan Hadits. 9 Melalui keduanya kita dapat mengetahui bagaimana agama (Isla. memandang kemiskinan dan memandang status harta di kalangan si kaya dan si miskin. Untuk itu. Kepemilikan mutlak harta pada Allah Swt dan manusia hanya sebagai khalifah saja, adapun status harta di tangan manusia adalah: Sebagai Amanah Manusia tidak mampu mengadakan benda dari tiada sehingga manusia hanya diberi amanah untuk mengelola dan memanfaatkannya sesuai dengan ketentuan sang pemilik. Allah Swt. Selain itu. Islam berpendirian bahwa kekayaan dan harta yang berada ditagan pribadi manusia adalah bukan saja berasal dari Allah, tetapi milik Allah. Hal tersebut antara lain diketahui dari surah Al-Baqarah/2: 29 s AaO aaN a OO uaaE E NI a Aa NON NI aaOA a a ANO EN aO EaC Ea aEI I aA EA A aOaN aO a aE aE a eO s aEaOIA A a A ae a a a a a ea a a a ae aa Artinya: AuDia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untukkamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala Ay Mustafa Edwin Nasution, dkk. Pengenalan Ekskusif: Ekonomi Islam, cet. Ke-4 (Jakarta: Kencana, 2. , 197. Nurul Huda, dkk. Ekonomi Makro Islam: Pendekatan Teoritis, cet. Ke-2 (Jakarta: Kencana, 2. Nurul Huda, dkk. Ekonomi Makro Islam: Pendekatan Teoritis, cet. Ke-2 (Jakarta: Kencana, 2. Nurul Huda, dkk. Ekonomi Makro Islam: Pendekatan Teoritis, cet. Ke-2 (Jakarta: Kencana, 2. Padma Wijaya. Dicky Dwi Prakoso. Abdul Hadi. Syahrullah: [Islam dan Problematika Kemiskina. 77 | Padma Wijaya. Dicky Dwi Prakoso. Abdul Hadi. Syahrullah Sebagai Perhiasan hidup Manusia memiliki kecenderungan untuk memliki, menguasai, dan menikmati Hal ini ditegaskan Al-QurAoan, surah Ali-Imran/3: 14, sebagai perhiasan hidup, harta sering menyebabkan keangkuhan, kesombongan, serta keserakahan. a A ENNOA a aA aII EIa a OEeIaIO OEe aCIA a A aeO EeI aCeIaa aII E N aNA a AaOa aI EaEIA A aOEe aA aN aO eaeO aE Ee aI a NOaI aA a a a a a aa a a a a ac AN aA a a AOEIe aI O eA AcaEEa aeI aNa a e aI Ee aIA AE aIaa eaOaa EcaIeOa aO NA a A aEA ea a a a Artinya: AuDijadikan indah pada . manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik . Ay Sebagai Ujian Keimanan Bagaimana harta itu diperoleh dan untuk apa penggunaannya. Hal ini terutama menyangkut soal cara mendapatkan dan memanfaatkannya. Apakah sesuai dengan ajaran islam atau tidak. a AO eEaIO aNcaIa aIOEa aEI OaOE a aEI Aae Ia Oa NI NA Aa a aOIA e AcaEEa eI aNa A e e a e ae a a Artinya: AuDan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. Ay Sebagai Bekal Ibadah Harta sebagai bekal ibadah, yakni untuk melaksanakan perintahnya dan melaksanakan diantara sesama manusia, melalui kegiatan zakat, infaq, dan shodaqah. a AIeaAO a a OaaCE OA AcaEEa aEa aE eI aeO Ea aE eI ua eI aEeI a eI a eEa aIO aIA AN aO a eaI aOEa aE eI aOaIe aA a aE eI aA aa aOE NA aa a Artinya: AuBerangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan atau pun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Ay10 Abdul Rahaman Ghazali, dkk. Fiqh Muamalat (Jakarta: Kencana, 2. , 24. 78 | MODERATION: Vol. 05 No. Agustus 2025 MODERATION: Vol. 05 No. Agustus 2025 | KESIMPULAN Kita harus sanggup mengubah diri kita sendiri untuk maju, sebagaimana kita umat islam dan individu muslim menjadi maju dan kaya sangat mungkin dan seharusnya dilakukan. Jika sudah kaya dan maju bukan untuk menakuti-nakuti atau sombong kepada umat yang lain, karena hal ini juga dilarang oelah Allah. Islam harus dapat menjadi rahmatan lil al-alamain. Dengan mengetahui pandangan Islam mengenai kemiskinan diharapkan agar kita dapat terus maju dalam mengentaskan kemiskinan secara Islami dan menerapkan solusi-solusi yang tepat dalam menghancurkan dinding Menyadari bahwa saya masih jauh dari kata sempurna, kedepannya saya akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber-sumber yang lebih banyak yang tentunya dapat dipertanggung jawabkan. Untuk kritik dan saran terhadap penulisan juga bisa untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah dijelaskan. Dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu: Kemiskinan merupakan sebuah kondisi yang berada di bawah garis nilai standar kebutuhan minimum, baik untuk makanan dan non makanan, yang disebut garis kemiskinan . overty lin. atau batas kemiskinan . overty threshol. Dalam konteks penjelasan pandangan Islam tentang kemiskinan ditemukan sekian banyak ayat-ayat Al-QurAoan yang memuji kecukupan, bahkan Al-QurAoan menganjurkan untuk memperoleh kelebihan. Islam pada hakikatnya mengajak untuk kemajuan, prestasi, kompetensi sehat, dan yang pada intinya adalah harus mampu memberi rahmat untuk alam semesta. Kemiskinan menurut Islam disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya karena keterbatasan untuk berusaha (Q. Al-Baqarah/2: . , penindasan (Q. AlHasyr/59: . , cobaan Tuhan (Q. Al-AnAoam/6: . , dan pelanggaran terhadap hukum-hukum Tuhan (Q. Al-Baqarah/2: . Islam pun memberikan solusi penanggulangan kemiskinan dengan beberapa cara yang bisa di lakukan di antaranya ialah seperti zakat, infaq, sedekah, dan lainnya. Selain itu juga, pendistribusian kekayaan yang merata dan peranan pendapatan nasional dalam mengukur kemiskinan suatu Negara haruslah efektif dan tepat Islam sebagai agama Allah, mengatur kehidupan manusia baik kehidupan di dunia maupun akhirat, perekonomian adalah bagian dari kehidupan manusia. Islam memberikan pesan-pesannya melalui dua pedoman, yaitu Al-Quran dan Hadits. Kepemilikan mutlak harta pada Allah Swt dan manusia hanya sebagai khalifah saja. Padma Wijaya. Dicky Dwi Prakoso. Abdul Hadi. Syahrullah: [Islam dan Problematika Kemiskina. | Padma Wijaya. Dicky Dwi Prakoso. Abdul Hadi. Syahrullah REFERENSI