JSPM Sri Astuti A. Samad. Abidin Nurdin. Munawwarah Samad & Herawati. Point-Conterpoint: Metode Debat dalam Proses Pembelajaran dan Pengaruhnya Terhadap Mahasiswa di Aceh. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM), 7 . Hal. Januari-Juni 2026. DOI. 29103/jspm. POINT-CONTERPOINT: METODE DEBAT DALAM PROSES PEMBELAJARAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP MAHASISWA DI ACEH Sri Astuti A. Samad. Abidin Nurdin. Munawwarah Samad. Herawati. 1,3,4 Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh-Indonesia Universitas Malikussaleh. Aceh Utara-Indonesia *Coreponden Author: sriastuti@ar-raniry. ABSTRACT This article discusses the point-counterpoint method, or debating, in the learning process and its impact on students in Aceh. This study is a qualitative study using descriptive analysis. The debating method is crucial in the learning process because it can determine the success or failure of the learning carried out by lecturers, teachers, and educators. This article concludes that the method of debating opinions in the learning process is carried out by discussing a problem to find the best answer, not looking for who loses. The benefits of the debate method with students, namely increasing thinking power, being active in the learning process, respecting the opinions of others, and being able to work together in groups. Philosophically, using the debate method in the learning process, students will experience cognitive and affective Because debating the ability to analyze thoughts, provide arguments and respect for the opinions of others, and express ideas in a polite manner occurs in the learning process the debate of opinion takes place. Keywords: Lecturer. Point-Conterpoint. Debate. Learning Process. Students ABSTRAK Artikel ini membahas tentang metode point-conterpoint atau berdebat dalam proses pembelajaran dan pengaruhnya terhadap mahasiswa di Aceh. Kajian tersebut merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Metode berdebat merupakan salah satu hal yang cukup penting dalam proses pembelajaran karena dapat menentukan berhasil atau tidaknya pembelajaran yang dilakukan oleh seorang dosen, guru dan pendidik. Artikel ini menyimpulkan bahwa metode debat pendapat dalam proses pembelajaran dilakukan dengan membahas suatu masalah untuk menemukan jawaban, solusi terbaik bukan mencari siapa yang kalah dan menang. Manfaat metode debat pendapat terhadap peserta didik, yaitu meningkatkan daya pikir, aktif dalam proses pembelajaran, menghargai pendapat orang lain dan mampu bekerja sama secara kelompok. Secara filosofis penggunaan metode debat dalam proses pembelajaran maka peserta didik akan terasah kecerdasan kognitif dan afektifnya. Sebab dengan berdebat kemampuan analisis pikiran, memberikan argumentasi dan sikap menghargai pendapat orang lain serta mengemukakan ide secara santun terjadi dalam proses pembelajaran debat pendapat berlangsung. Kata Kunci: Guru. Point-Conterpoint. Debat. Proses Pembelajaran. Peserta Didik PENDAHULUAN Proses pembelajaran saat ini terjadi perubahan paradigma, yaitu belajar dari bersifat teacher centered . erpusat pada gur. menjadi bersifat student centered . erpusat pada peserta didi. Tugas dan peran guru tidak hanya sebagai pemberi informasi, tetapi juga sebagai pendorong belajar . agar peserta didik dapat membangun sendiri pengetahuannya melalui berbagai aktivitas pembelajarannya yang menuntut peserta didik berperan aktif. Guru sebagai pendidik tidak hanya bertugas menuangkan sejumlah informasi pada peserta didik tetapi mengusahakan bagaimana agar konsep dapat tertanam dalam diri peserta didik. Dalam melaksanakan pengelolaan pembelajaran ada dua macam kegiatan yang harus dilakukan, yaitu mengelola sumber belajar dan melaksanakan peran sebagai sumber belajar itu sendiri (Sanjaya, 2. Perubahan paradigma tersebut merupakan suatu keniscayaan yang berdampak pada pergeseran dalam sistem pembelajaran, yaitu yang semula berpusat pada guru berubah menjadi berpusat pada peserta didik. Perubahan tersebut mendorong para akademisi pendidikan dunia untuk menghasilkan berbagai jenis strategi, metode dan model pembelajaran dalam mewujudkan tujuan Salah satu metode yang digunakan untuk menunjang pembelajaran aktif dan bermakna dalam pembelajaran adalah debat pendapat (Wijayanto, et. , 2. Metode pembelajaran debat pendapat atau point-counterpoint adalah suatu cara dalam proses pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif berargumen . engajukan ide-ide, gagasan-gagasa. dari persoalan- persoalan yang muncul atau sengaja dimunculkan dalam pembelajaran sesuai dengan aturan-aturan yang telah ada (MustaAoan, 2. Metode ini pertama kali diperkenalkan Silberman dalam rangka mendukung paradigma pendidikan abad 21 yang dibuktikan dengan berbagai keunggulan yang ada dapat membantu guru dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran (Zulyetti, 2. Metode pembelajaran ini merupakan sebuah teknik untuk merangsang diskusi dan mendapatkan pemahaman lebih mendalam tentang berbagai isu yang kompleks. Format tersebut mirip dengan sebuah perdebatan, namun tidak terlalu formal dan berjalan dengan lebih cepat. Strategi ini sangat baik dipakai untuk melibatkan siswa dalam mendiskusikan isu-isu kompleks secara mendalam. Strategi ini dapat diterapkan jika guru hendak menyajikan topik atau permasalahan yang menimbulkan berbagai pandangan yang berbeda (Silbermen, 2. Sejalan dengan itu, debat pendapat merupakan salah satu strategi pembelajaran di mana peserta didik melakukan kegiatan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik secara perorangan atau kelompok, dalam mendiskusikan dan memutuskan masalah dan perbedaan. Debat dapat menumbuh kembangkan pola pikir kritis, melatih peserta didik untuk berani menyampaikan 155 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 7 Nomor 1 Tahun 2026 pendapat, menanggapi pertanyaan, menghormati pendapat, menumbuhkan sikap kerja sama antar peserta didik dalam kelompok, menyenangkan, memantapkan pemahaman konsep peserta didik terhadap materi pelajaran yang telah diberikan, dan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik (Yuliati, 2018: . Model pembelajaran point-counterpoint merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Guru dapat menggunakan model pembelajaran pointcounterpoint untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran, sehingga hasil belajar siswa lebih maksimalAy. Dalam hal ini metode point-counterpoint bukanlah suatu metode pembelajaran yang hanya menekankan siswa pada buku saja atau pada pemberian materi semata, tetapi dengan metode point-counterpoint ini, siswa dituntut untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran sehingga mampu memahami permasalahan ataupun hal yang sedang dipelajari sehingga dapat membuat kesimpulan sesuai pemahamannya sendiri (Hasibuan dan Sartika, 2. Melalui metode debat, peserta didik didorong untuk mengemukakan pendapatnya melalui suatu perdebatan antar kelompok diskusi dengan menggunakan pola diskusi kelas untuk menentukan baik tidaknya suatu usul tertentu yang didukung oleh suatu pihak yang disebut pendukung atau afirmatif, dan ditolak, disangkal oleh pihak lain yang disebut penyangkal atau negative (Nurdin, 2. Keunggulan metode debat pendapat adalah dapat mengembangkan dan membangkitkan daya kreativitas maupun daya tarik peserta didik. Kelebihan lain ditegaskan bahwa metode debat pendapat bermanfaat untuk peserta didik agar membiasakan mencari argumentasi kuat yang berguna untuk memecahkan suatu masalah kontroversial. Selain itu penerapannya dapat berfungsi untuk mengembangkan sikap demokratis dan saling menghormati terhadap perbedaan pendapat (Wijayanto, et. , 2017, . Artikel ini akan membahas bagaimana metode debat pendapat dalam proses pembelajaran. Kajian ini penting karena proses pembelajaran tanpa menerapkan metode pembelajaran yang variatif, menarik, keinginan dan sesuai dengan kemampuan peserta didik maka pembelajaran sulit untuk mencapai tujuan yang diinginkan. METODE Kajian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif analisis (Sugiono, 2. Data yang dianalisis berasal dari literatur atau data-data yang bersumber dari buku dan artikel-artikel ilmiah yang terkait dengan pembahasan. Data tersebut dianalisis dengan memakai content analisis. 156 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 7 Nomor 1 Tahun 2026 HASIL DAN PEMBAHASAN Urgensi Metode Dalam Proses Pembelajaran Metode diartikan sebagai suatu cara yang ditempuh seseorang guru untuk mencapai tujuan pembelajaran dan dapat diartikan sebagai cara menyajikan materi kepada peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Fungsi metode adalah sebagai sebagai cara untuk mencapai tujuan pembelajaran dan salah satu komponen pembelajaran. Proses pembelajaran jika diajarkan oleh dosen atau guru yang berbeda, dengan metode yang sama atau berbeda akan dirasakan oleh peserta didik dengan rasa yang berbeda pula. Idealnya suatu pembelajaran harus mengajak peserta didik untuk belajar secara aktif karena aktifnya peserta didik tanda mereka mendominasi aktivitas Dengan ini, mereka aktif menggunakan otak baik untuk menemukan ide, memecahkan permasalahan atau mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari ke dalam suatu persoalan yang nyata. Selain itu peserta didik juga merasakan suasana yang menyenangkan, hasil belajar jadi maksimal (Ulfa dan Saifuddin, 2018: . Sejalan dengan hal tersebut Yusuf dan Syaiful mengatakan bahwa ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih dan mengaplikasikan sebuah metode pengajaran: . tujuan yang hendak dicapai, . kemampuan guru, . anak didik, . situasi dan kondisi pengajaran di mana berlangsung, . fasilitas yang tersedia, . waktu yang tersedia, dan . kebaikan dan kekurangan sebuah metode (Yusuf dan Anwar, 1995: 7-. Faktor-faktor tersebut tidak boleh diabaikan, sebab menentukan suatu metode yang tepat dalam pembelajaran sangat berpengaruh pada proses pencapaian tujuan. Terkait dengan itu, guru atau pendidik dituntut memiliki kemampuan profesional dalam menetapkan suatu metode sesuai tujuan yang hendak dicapai dengan memperhatikan kondisi psikologis anak atau peserta didik. Biasanya metode mengandung unsur-unsur: . uraian tentang apa yang akan dipelajari. diskusi dan pertukaran pikiran. kegiatan-kegiatan yang menggunakan berbagai alat instruksional, laboratorium, dan lain-lain. kegiatan-kegiatan dalam lingkungan sekitar sekolah seperti kunjungan, kerja lapangan, eksplorasi, dan penelitian. kegiatan-kegiatan dengan menggunakan berbagai sumber belajar seperti buku perpustakaan, alat audio visual, dan lain-lain. kegiatan kreatif seperti drama, seni rupa, musik, pekerjaan tangan dan sebagainya (Sagala, 2006: 168-. Proses pembelajaran mengenal beberapa macam metode pembelajaran. Menurut Astuti, 2017 dan 2. bahwa metode pembelajaran yaitu. 157 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 7 Nomor 1 Tahun 2026 . Metode situasional dan kondisional dalam pembelajaran. Metode tarhiEb dan targhiEb, untuk mendorong minat belajar anak didik agar terlepas dari paksaan atau tekanan. Metode kebermaknaan, yaitu menjadikan anak bergairah belajar dengan menyadarkan bahwa pengetahuan itu bermakna dalam hidupnya. Metode dialog, melahirkan sikap saling terbuka antara guru dan murid. Metode pemberian contoh keteladanan yang baik, yang akan mempengaruhi tingkah laku dan sikap mental anak didik. Metode diskusi, memantapkan pengertian dan sikap anak terhadap suatu masalah. Metode induktif dan deduktif. Metode demonstrasi. Metode eksperimen. Metode hadiah dan hukuman. Sedangkan menurut Darajat . 5: 289-. bahwa metode pembelajaran yaitu. Metode ceramah, memberikan pengertian dan uraian suatu masalah. Metode diskusi, memecahkan masalah dengan berbagai tanggapan. Metode eksperimen, mencoba mengetahui proses terjadinya suatu masalah. Metode demonstrasi, menggunakan alat peraga untuk memperjelas sebuah masalah. Metode pemberian tugas, dengan cara memberi tugas tertentu secara bebas dan bertanggung . Metode sosiodrama, menunjukkan tingkah laku kehidupan. Metode drill, melatih mengukur daya serap terhadap mata pelajaran . Metode kerja kelompok, memecahkan masalah secara bersama-sama dalam jumlah . Metode Tanya jawab, memecahkan masalah dengan umpan balik. Metode proyek, memecahkan masalah dengan langkah-langkah secara ilmiah, logis, dan Dari berbagai metode pembelajaran di atas, metode debat pendapat dapat dikategorikan dalam metode dialog dan berdiskusi. Karena dalam dialog dan berdiskusi argumentasi dan pendapat yang disampaikan harus meyakinkan lawan diskusi sama dengan metode berdebat Meskipun argumentasi dan penyampaian pendapat lebih tegas dalam berdebat. Oleh karena itu debat pendapat dapat diartikan sebagai salah satu metode pembelajaran yang digunakan 158 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 7 Nomor 1 Tahun 2026 oleh guru dengan cara berdiskusi tentang suatu masalah kemudian masing-masing kelompok memberikan argumentasi dan pendapat tentang masalah tersebut. Menurut Nasution . 7: . bahwa metode pembelajaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar peserta didik. Hal ini dibuktikan bahwa secara keseluruhan metode pembelajaran memiliki hubungan yang kuat terhadap prestasi belajar peserta didik, serta memiliki hubungan yang kuat dan sedang melalui hubungan antar indikator kedua variabel maka dapat dikatakan bahwa adanya prestasi belajar yang tinggi dapat disebabkan oleh adanya metode pembelajaran yang berkualitas, seorang guru yang mampu dalam menerapkan metode pembelajaran dengan benar dan tepat sesuai dengan kebutuhan di dalam kelas, dapat memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan prestasi belajar peserta didik di sekolah, metode pembelajaran yang tepat dalam proses pembelajaran memberikan kemudahan terhadap guru dalam menjalankan tugas sebagai seorang tenaga pendidik, begitu pula dengan peserta didik, peserta didik akan lebih mudah dalam menyerap dan memahami pelajaran yang diberikan oleh guru, serta memiliki kemampuan berpikir secara kritis dan mengembangkan sikap sosial. Penggunaan metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di sekolah dalam proses pembelajaran dapat memberikan kemampuan pemahaman konsep yang baik pada peserta didik, serta terhadap materi-materi pembelajaran, sehingga akan dapat melatih peserta didik dan dapat mengembangkan keterampilan belajar peserta didik di sekolah, serta sikap ilmiah para peserta didik. METODE DEBAT DALAM PEMBELAJARAN Berbagai kajian dilakukan baik secara teoritis maupun secara praktis di lapangan terkait dengan metode debat pendapat dalam proses pembelajaran. Secara umum metode debat pendapat memberikan kontribusi dan pengaruh secara positif kepada peserta didik. Misalnya. Passolowongi . melakukan penelitian tindakan kelas dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar menemukan nilai-nilai cerpen dalam diskusi dengan teknik point-counterpoint pada siswa kelas X MIPA. 1 SMA Negeri 6 Barru. Hasil penelitian siklus I menunjukkan persentase nilai siswa yang berada pada kategori sangat baik 4. 8%, baik 52. 4%, dan cukup 42. Pada siklus II, persentase siswa pada kategori sangat baik 4 orang atau 19. 0% siswa, kategori baik 17 orang atau 9% siswa, dan tidak ada siswa yang berkategori cukup, kurang, dan sangat kurang dengan ketuntasan 100%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa menemukan nilai-nilai dalam cerpen mengalami peningkatan setelah diskusi dengan teknik point-counterpoint diterapkan 159 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 7 Nomor 1 Tahun 2026 (Passalowangi, 2021: . Anisa dan Suntara . 0: . menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan kecerdasan emosional peserta didik pada pembelajaran PPKn sebelum dan sesudah mendapatkan perlakuan penerapan metode debat dari rata-rata skor 3,01 atau 60,29 persen menjadi 3,64 atau 72,77 persen. Artinya, pembelajaran PPKn dengan menggunakan metode debat mampu meningkatkan kecerdasan emosional peserta didik. Dengan mengambil asumsi konstruktivisme dan teori kognitif Piaget, metode debat mampu mengembangkan aspek kognitif, emosi, dan bahasa peserta didik. Proses interaksi sosial dalam kegiatan belajar telah membangun proses pembelajaran aktif yang berdampak pada perkembangan pemikiran logis dan sistematis, mampu berpikir abstrak, memiliki kecakapan emosi dan bahasa yang baik, konsentrasi belajar, bersifat respek terhadap diri sendiri dan orang lain. Afriyanti dan Hasan . 0: . menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran point-counter point berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik mata pelajaran fisika siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Al Washliyah Ae 3 Medan. Sumatera Utara menunjukkan bahwa bahwa terdapat pengaruh strategi pembelajaran point-counter point terhadap hasil belajar peserta didik mata pelajaran Fisika. Hasibuan dan Sartika . 0: . mengkaji pengaruh model pembelajaran Point Counter Point dengan pendekatan SCL terhadap hasil belajar siswa dengan menggunakan analisis inferensial digunakan untuk melihat seberapa besar. Hasil analisis data diperoleh nilai rata-rata untuk kelas eksperimen sebesar 81,51 dan diperoleh nilai rata-rata untuk kelas kontrol sebesar 79, dilihat dari nilai rata-rata tersebut dapat digolongkan pembelajaran menggunakan model pointcounter point berhasil. Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan model pembelajaran point-counter point dengan pendekatan SCL terhadap hasil belajar siswa kelas XI MIA SMAN 5 Padangsidimpuan. Selanjutnya Widagda. Suastika dan Lasmawan . 0: . mengatakan bahwa bebat mampu meningkatkan kompetensi berpikir kritis pada pelajaran PPKn Data kemampuan berpikir kritis peserta didik dan data hasil belajar peserta didik yang terkumpul dianalisis secara deskriptif Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model Pembelajaran Debat dalam Meningkatkan Kompetensi Berpikir Kritis pada pelajaran PPKn peserta didik kelas Via semester II di SMP Negeri 6 Singaraja. Dapat dilihat dari keaktifan peserta didik pada saat diskusi debat di kemampuan berpikir kritis peserta didik dapat dilihat melalui analisis kualitatif dengan 160 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 7 Nomor 1 Tahun 2026 membandingkan rata-rata nilai berpikir kritis peserta didik setelah siklus 1 dan siklus 2. Rata-rata nilai berpikir kritis peserta didik mengalami peningkatan dari 72. 9 pada siklus 1 dan 80 pada siklus Jadi nilai rata-rata berpikir kritis peserta didik mengalami peningkatan sebesar 5 point. Abd. Rajab . 8: . menjelaskan bahwa penggunaan pembelajaran metode debat membuat prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan dengan metode ceramah yang selama ini digunakan oleh guru Sejarah Kebudayaan Islam di Pesantren Al-Ikhlas Ujung tingkat Madrasah Aliyah. Bone Sulawesi Selatan. Hal ini dikarenakan pembelajaran Metode debat memadukan kinerja otak kanan dan otak kiri, sehingga mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, efisien, menyenangkan, dan dapat berpengaruh terhadap meningkatnya prestasi belajar Sejarah Kebudayaan Islam. Oleh karena itu pembelajaran metode debat unggul dalam meningkatkan hasil belajar. Terakhir Wijayanto. Utaya. Amirudin . 7: . meneliti tentang efektivitas penerapan metode debat aktif dalam mendukung tingkat keaktifan peserta didik pada pembelajaran geografi sekaligus menguraikan strategi tepat untuk mengoptimalkannya. Analisis data hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase keaktifan peserta didik pada pertemuan pertama masuk dalam kategori baik, persentase keaktifan peserta didik pada pertemuan berkategori sangat baik, persentase keaktifan peserta didik pada pertemuan ketiga juga berkategori sangat baik. Dengan demikian, efektivitas penerapan metode debat aktif dalam pembelajaran geografi adalah sangat Strategi yang diterapkan juga mempunyai andil dalam mendukung persentase keaktifan peserta didik sehingga lebih optimal dari sebelumnya. Dari seluruh kajian tentang debat pendapat dalam proses pembelajaran tersebut memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap peserta didik. Karena itu metode pembelajaran seperti ini dapat diterapkan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. MANFAAT METODE DEBAT PENDAPAT TERHADAP SISWA Peningkatan Daya Pikir Peserta Didik Peningkatan keaktifan dan hasil belajar dapat dilihat dari hasil observasi langsung dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode debat pro dan kontra. Pembelajaran dengan menggunakan metode debat pro dan kontra merupakan upaya untuk memperbaiki pembelajaran yang masih terpusat pada guru. Pelaksanaannya dimulai dengan berdoa, presensi, penjelasan umum tentang langkah-langkah debat (Yuliati, 2018: . 161 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 7 Nomor 1 Tahun 2026 Debat dapat dilakukan dalam proses pembelajaran karena peserta didik selalu dimotivasi untuk berani menyampaikan pendapat, menanggapi pertanyaan, menghormati pendapat dan kerja sama antar peserta didik dalam kelompok. Debat pro dan kontra menekankan pada aktivitas peserta didik dalam hal berani menyampaikan pendapat dan mempertahankan pendapatnya, menanggapi pertanyaan, menghormati pendapat dan kerja sama. Hal ini sesuai dengan prinsip keaktifan dalam pembelajaran yang perlu digali agar peserta didik dapat mengembangkan kompetensinya. Sesuai dengan prinsip dalam pembelajaran bahwa pembelajaran merupakan proses aktif peserta didik yang dapat mengembangkan potensi dirinya (Tilaar, 2. Berdasarkan hal tersebut terlihat proses peningkatan keaktifan peserta didik. Produksi pengetahuan melalui proses pembelajaran meningkat. Hal ini tidak lepas dari metode yang diterapkan yakni debat pro dan kontra. Dalam prinsip pembelajaran berpusat pada peserta didik, dijelaskan bahwa peserta didik memproduksi pengetahuan sendiri secara lebih luas, mendalam dan maju dengan memodifikasi pemahaman terhadap kondisi awal pengetahuan . rior knowledg. (Tilaar, 2013: . Hal inilah yang terjadi dalam proses pembelajaran yang dilakukan, dan efektivitas suatu proses pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah guru, peserta didik, materi, metode atau pendekatan dan media pembelajaran serta evaluasi (Yuliati, . Peserta Didik Aktif dalam Proses Pembelajaran Pembelajaran debat diterapkan untuk meningkatkan pemikiran dan perenungan bagi peserta Pembelajaran debat juga membantu anak didik menyalurkan ide, gagasan dan pendapatnya membantu sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi berpikir kritis peneliti tertarik untuk mencoba menerapkan model pembelajaran debat dengan menggunakan bahasa yang sederhana sehingga peserta didik dengan mudah untuk memahami materi dalam pelajaran PPKn. Dengan menerapkan model pembelajaran debat semua peserta didik mempunyai kesempatan untuk mengemukakan pendapat ide-ide yang mereka pikirkan, melatih peserta didik untuk bersikap kritis terhadap semua teori yang telah diberikan dan melatih peserta didik untuk berani mengemukakan Sehingga proses pembelajaran tidak hanya terfokus pada peserta didik yang pitar saja tetapi semua peserta didik mempunyai kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat yang mereka miliki (Widagda. Suastika dan Lasmawan, 2020: . Model debat cukup efektif diterapkan karena siswa mempunyai kemampuan berpikir analitis yang lebih unggul dari pada kemampuan berpikir analitik peserta didik yang mengikuti model konvensional. Keunggulan model pembelajaran debat apabila dibandingkan dengan model 162 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 7 Nomor 1 Tahun 2026 pembelajaran lainya yaitu keunggulannya terletak pada kemampuan berpikir kritis peserta didik karena model pembelajaran debat lebih diarahkan untuk mengembangkan kemampuankemampuan tertentu di kalangan peserta didik, seperti kemampuan untuk mengutarakan pendapat secara logis, jelas dan terstruktur, mendengarkan pendapat yang berbeda dan melatih peserta didik untuk bersikap kritis terhadap semua teori yang telah diberikan (Widagda. Suastika dan Lasmawan, 2020: . Kemampuan berpikir kritis peserta didik dapat dilihat melalui analisis kualitatif dengan membandingkan rata-rata nilai berpikir kritis peserta didik setelah siklus 1 dan siklus 2. Rata-rata nilai berpikir kritis peserta didik mengalami peningkatan dari 72. 9 pada siklus 1 dan 80 pada siklus Jadi nilai rata-rata berpikir kritis peserta didik mengalami peningkatan sebesar 5 point (Widagda. Suastika dan Lasmawan, 2020: . Berdebat tidak saja hanya menunggu giliran berbicara tetapi juga memperhatikan benang merah dari artikulasi yang dibangun oleh masing-masing tim serta memperhatikan argumen lawan bicara untuk dapat menyiapkan rebutle atau sanggahan (Sriwahyuni. Dantes. Marhaeni, 2013: . Dengan demikian metode debat pendapat akan merangsang peserta didik untuk aktif dalam proses pembelajaran, apalagi jika skenario pembelajaran masing-masing kelompok memberikan argumentasi dan pendapat untuk menyelesaikan suatu masalah yang dibahas. Menghargai Pendapat Orang Lain Metode debat pendapat mengasah peserta didik untuk menghargai pendapat orang lain. Minarni mengakui bahwa metode debat dalam berdiskusi juga memiliki keuntungan: . mempertinggi peran serta secara perseorangan. mempertinggi peran serta kelas secara . memupuk sikap saling menghargai pendapat orang lain. Proses belajar peserta didik lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri peserta didik (Minarni, 2. Metode diskusi memiliki beberapa keunggulan, di antaranya adalah sebagai yaitu berikut, peserta didik dapat mengembangkan pengetahuannya untuk mengatasi masalah. Peserta didik dapat menyampaikan pendapatnya dengan bahasa yang baik dan benar serta bertanggungjawab. Peserta didik dapat menghargai pendapat orang lain. Peserta didik dapat berpikir kreatif dan kritis (Yunedi, 2018: . Metode pembelajaran dengan berdebat dalam pendidikan tidak bertujuan untuk menghasilkan keputusan namun lebih diarahkan untuk mengembangkan kemampuankemampuan tertentu di kalangan pesertanya, seperti kemampuan untuk mengutarakan pendapat 163 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 7 Nomor 1 Tahun 2026 secara logis, jelas dan terstruktur, mendengarkan pendapat yang berbeda (Sriwahyuni. Dantes. Marhaeni, 2013: . Meningkatkan Kemampuan Bekerja Sama Secara Kelompok Salah satu dampak positif dari proses pembelajaran dengan metode debat adalah meningkatkan kemampuan peserta agar dapat bekerja dalam sebuah tim atau kelompok . eam wor. sehingga peserta didik akan lebih dekat dengan masyarakat belajar. Demikian juga akan menimbulkan rasa percaya diri karena pengetahuan mereka sebelumnya dan pengalamannya sangat dihargai (Sriwahyuni. Dantes. Marhaeni, 2013: . Kerja sama merupakan sifat sosial, bagian dari kehidupan masyarakat yang tidak dapat dielakkan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dalam bidang pendidikan muncul berbagai metode pembelajaran yang lebih menitikberatkan pada kerja sama pada umumnya memberikan batasan tentang pengertian kerja sama mirip satu sama lain. Kerja sama adalah bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang diinginkan bersama (Wulandari. Arifin. Irmawati, 2015: . Menurut Wulandari. Arifin. Irmawati . 5: . bahwa karakteristik pembelajaran dengan bentuk kerja sama terlihat dari adanya lima komponen yang melekat pada metode pembelajaran tersebut, yakni: Adanya saling ketergantungan yang positif diantara individu-individu dalam kelompok tersebut untuk mencapai tujuan . Adanya interaksi tatap muka yang dapat meningkatkan sukses satu sama lain di antara anggota kelompok . Adanya akuntabilitas dan tanggungjawab personal individu . Adanya keterampilan komunikasi interpersonal dan kelompok kecil . Adanya keterampilan bekerja dalam kelompok. Dengan demikian keterampilan kerja sama merupakan hal penting yang paling diunggulkan dalam kehidupan masyarakat utamanya budaya demokratis, dan merupakan salah satu indikator dari lima indikator perilaku sosial, yakni tanggung jawab, peduli pada orang lain, bersikap terbuka, dan kreativitas (Wulandari. Arifin. Irmawati, 2015: . PENGGUNAAN METODE DEBAT DALAM PROSES PEMBELAJARAN: ANALISIS PENDIDIKAN Menurut Bloom . bahwa ada tiga ranah yang menjadi tujuan pembelajaran yang 164 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 7 Nomor 1 Tahun 2026 sering disebut taksonomi Bloom yaitu. kognitif, afektif, dan psikomotor. Taksonomi dalam bidang pendidikan, digunakan untuk klasifikasi tujuan instruksional. ada yang menamakannya tujuan pembelajaran, tujuan penampilan, atau sasaran belajar, yang digolongkan dalam tiga klasifikasi umum atau ranah . , yaitu: . ranah kognitif, berkaitan dengan tujuan belajar yang berorientasi pada kemampuan berpikir. ranah afektif berhubungan dengan perasaan, emosi, sistem nilai, dan sikap hat. ranah psikomotor . erorientasi pada keterampilan motorik atau penggunaan otot kerangk. (Magdalena. Islami. Rasid. Diasty, 2020: 133. Tulasi, . Metode berdebat yang dilakukan oleh peserta didik mengasah paling tidak dua dari tiga aspek kecerdasan tersebut yaitu kognitif dan afektif. Kecerdasan kognitif akan terasah ketika peserta didik sedang melakukan debat dan berdiskusi tentang suatu masalah yang diperdebatkan. Peserta didik dituntut oleh memberikan argumentasi yang logis, ilmiah dan mudah diterima oleh peserta debat. Afektif mengacu pada sikap peserta didik untuk menjaga perasaan, menghormati pendapat orang lain dalam memberikan pendapat dan tidak mengontrol perkataan juga emosi yang stabil dalam berbicara, demikian juga saat bekerja sama dengan tim dalam berdebat. Dalam konteks pendidikan Islam metode debat dalam menyampaikan pesan atau nasehat terdapat dalam QS. al-Nahl yaitu metode bi al-hikmah, mauAoizah hasanah . , dan diskusi. Sifat al-hikmah merupakan perpaduan antara unsur-unsur al-ibrah . , al-miran . , dan al-tajribah . Hal ini menunjukkan bahwa orang yang dibekali pengetahuan, latihan, dan pengalaman adalah orang yang bijaksana. Sebab dengan pengalaman, ilmu, keahlian, dan latihan, seseorang dapat terbantu untuk mengeluarkan pendapat yang benar dan memfokuskan langkah-langkah dan perbuatannya, tidak menyimpang dan tidak goyah dan meletakkan pada proporsi yang tepat (Rusli, 2. : . Metode ceramah . auzhah al-hasana. dengan menyeru dan mengajak kepada jalan yang lurus dengan cara yang bijaksana dan pengajaran yang baik, serta dengan nasehat yang dapat melemahkan hati. Makna terpenting dari nasehat adalah mengingatkan dan memberi peringatan kepada umat manusia. Nasehat dengan cara yang baik dapat masuk ke qalbu dengan penuh kasih sayang dan ke dalam perasaan dengan penuh kelembutan. Selanjutnya penyampaian pesan dengan cara berdebat atau berdiskusi . beradu argumentasi tetapi dengan tata cara yang lembut dan santun (Rusli, 2. : . Metode ini digunakan untuk meyakinkan pendengar agar argumentasi yang disampaikan dapat diterima secara rasional dan logis juga bagi yang kira-kira sulit menerima 165 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 7 Nomor 1 Tahun 2026 dengan cara hikmah dan ceramah. Oleh karena itu Tuhan sebagai pencipta pasti memahami yang diciptakan. Allah sangat memahami karakteristik manusia. Nafsu yang disematkan, pasti akan membawa dampak. Yakni dominannya ego dan idealisme individual. Demi mencapai suatu tujuan, manusia sering berdebat, beradu argumen. Dalam tataran ilmiah, adu argumen juga tidak bisa terelakkan karena baik ayat al-Quran ataupun ayat kauniyah, akan melahirkan tafsir-tafsir sesuai dengan kemampuan nalar pribadi manusia. Berdebat bahkan bisa menjadi sebuah tradisi. Menurut Qowin . 0: . bahwa aturan berdebat diterangkan dalam QS. An-Nahl . Ay. a A a eO aE a aEa a eEa eE aI a aO eE aI eO aA A a eOE naN aON aaO a eEa aIA a A acEA a A a aI a acI aacEa N aaO a eEa aI a aI eIA a A eIA a AaO a eA a A a eE aA a Aaea aEOA e aAIa a aO a a eE aN eI aEacA a AONA a eE aI eN a aOeIA Artinya: Serulah . kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu. Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk. Berdebat dilakukan untuk menemukan titik terang, mencari solusi terbaik, tidak sekedar mencari siapa yang kalah dan menang. Dalam aplikasinya, diskusi atau perdebatan dapat dilakukan secara individual atau kelompok. Tentu saja masing-masing dari mereka akan mengeluarkan analisis-analisis terbaik dari satu tema yang dikemukakan (Qowin, 2020: . Sejalan dengan itu, dalam perspektif pendidikan Islam ayat-ayat Al-Quran dan kisah perjalanan Nabi Muhammad Saw. dalam menyampaikan ajaran Islam termasuk menyampaikan dengan cara berdebat secara hikmah, mauizah hasanah dan berdebat dengan baik. Al-QurAoan dan hadis Nabi mengajarkan agar menyampaikan pesan-pesan Allah selalu mengajak manusia berdiskusi dengan mengedepankan penalaran. Banyak pertanyaan dikemukakan Al-QurAoan dapat memancing manusia untuk berpikir. Para pembaca Al-QurAoan akan selalu terpancing nalarnya untuk memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam Al-Quran, sehingga terjadi diskusi antara nalar pembaca dengan teks yang dibacanya. Oleh karena itu, secara filosofis metode debat pendapat merupakan proses pembelajaran yang membekali peserta didik kemampuan ganda yaitu penggunaan analisis pikiran yang tajam, keterampilan mengemukakan pendapat yang logis dan sikap yang sopan dalam menghargai 166 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 7 Nomor 1 Tahun 2026 pendapat orang lain secara santun. Atau dalam bahasa taksonomi Bloom adalah kecerdasan kognitif dan kecerdasan afektif. KESIMPULAN Metode merupakan hal yang cukup penting dalam proses pembelajaran karena dapat menentukan berhasil atau tidaknya pembelajaran yang dilakukan oleh seorang guru. Metode debat pendapat dilakukan dengan membahas suatu masalah untuk menemukan jawaban, solusi terbaik bukan mencari siapa yang kalah dan menang. Manfaat metode debat pendapat terhadap peserta didik, yaitu meningkatkan daya pikir, aktif dalam proses pembelajaran, menghargai pendapat orang lain dan mampu bekerja sama secara kelompok. Secara filosofis penggunaan metode debat dalam proses pembelajaran maka peserta didik akan terasah kecerdasan kognitif dan afektifnya. Sebab dengan berdebat kemampuan analisis pikiran, memberikan argumentasi dan sikap menghargai pendapat orang lain serta mengemukakan ide secara santun terjadi dalam proses pembelajaran debat pendapat berlangsung. Saran yang dapat dikedepankan adalah bahwa manfaat metode debat pendapat terhadap peserta didik yang dapat meningkatkan proses pembelajaran baik secara kognitif dan afektif. Meskipun demikian tidak ada beberapa mata pelajaran atau mata kuliah yang memang cocok dengan metode point-conterpoint, pada saat yang sama perlu ditegaskan tidak semua mata pelajaran akan cocok. DAFTAR PUSTAKA