UNES Journal of Education Scienties Volume 7. Issue1. May 2023 P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 Open Access at: https://ojs. org/index. php/UJES IDENTIFIKASI FAKTOR KESULITAN BELAJAR MEMBACA SISWA DI KELAS 3 DI SD INPRES KABURBUR DISTRIK KAYAUNI KABUPATEN FAKFAK IDENTIFICATION OF FACTORS OF DIFFICULTY LEARNING TO READ STUDENTS IN GRADE 3 AT SD INPRES KABUBUR. KAYAUNI DISTRICT, FAKFAK DISTRICT Rajab1 . Retno Widi Astuti2 . Kamin Sukahar3 123 Program Studi Pendidikan Guru sekolah Dasar. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nuuwar Fakfak (STKIP Nuuwar Fakfa. Email: Rumadaul08@gmail. INFO ARTIKEL ABSTRAK Koresponden Penelitian studi kasus dengan Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, onservasi, dan Untuk menggunakan model Milles and Huberman. Uji keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber Hasil penelitian meliputi . Kuranngnya Apresiasi dan minat siswa untuk belajar membaca. Kurangnya Bimbingan orang tua, pendampingan, pengawasan dalam belajar membaca berperan penting guna mempercepat siswa belajar membaca. Tidak tepatnya Metode pengajaran dan strategi guru dalam pembelajaran membaca mempengaruhi kemampuan belajar membaca . Fasilitis belajar disekolah dan dirumah kurang menunjang kemampuan membaca siswa. Rajab Rumadaul08@gmail. Kata kunci Kesulitan Belajar. Membaca Open Access at: https://ojs. org/index. php/UJES Hal: 088 - 102 Copyright A 2023 UJES. All rights reserved. P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 ARTICLE INFO ABSTRACT Corresponden This study uses a qualitative research approach with a case study type using a description analysis method. Data was collected through interviews, conservation and documentation techniques. To analyze the data, researchers used the Milles and Huberman Test the validity of the data in this study using triangulation of data sources. The results of the study include . Lack of appreciation and interest in students learning to read. Lack of parental guidance, assistance, supervision in learning to read plays an important role in accelerating students' learning to . Imprecise teaching methods and teacher strategies in learning to read affect students' reading ability. Learning facilities at school and at home do not support students' reading Rajab Rumadaul08@gmail. Keyword Learning Difficulties. Reading Open Access at: https://ojs. php/UJES page: 088 - 102 Copyright A 2023 UJAS. All rights reserved. PENDAHULUAN Undang-undang No 20 Tahun 2003 menjelaskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Dalam undang- undang tersebut menunjukkan bahwa dalam suasana belajar dan proses pembelajaran yang aktif dapat menunjang pengembangan potensi peserta didik dalam bidang sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta memungkinkan terjadinya proses interaksi antara peserta didik, pendidik, dan lingkungan belajar. Dalam pengembangan potensi diri, setiap siswa mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Ada siswa yang dapat mencapai potensi dirinya dengan mudah, namun tidak sedikit siswa mengalami banyak kesulitan. Dalyono . berpendapat AuKenyataan yang sering kita jumpai pada setiap anak didik dalam kehidupan sehari-hari dalam kaitannya dengan aktivitas belajar. Setiap individu memang tidak ada yang sama. Perbedaan individual ini pulalah yang menyebabkan perbedaan tingkah laku belajar di kalangan anak didik. Dalam keadaan dimana anak didik/ siswa tidak dapat belajar sebagaimana mestinya, itulah yang disebut dengan kesulitan belajar. Ay Kesulitan belajar yang paling mendasar di jenjang pendidikan dasar yaitu kesulitan Membaca adalah salah satu dari empat keterampilan berbahasa yang harus dimiliki oleh seorang siswa, disamping tiga keterampilan berbahasa lainnya UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 088-102 yaitu menyimak, berbicara, dan menulis. Keterampilan membaca dinilai sangat penting dimiliki oleh seorang siswa karena merupakan salah satu cara untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan. Membaca adalah kemampuan mutlak Yang dimiliki oleh setiap manusia. Dengan membaca manusia bisa tau segala macam informasi dan wawasan. Membaca semakin penting dalam kehidupan masyarakat yang semakin kompleks. Setiap aspek kehidupan melibatkan kegiatan membaca. Membaca dapat memberikan berbagai informasi kepada setiap individu. Kemampuan membaca bagi siswa dipandang menjadi penentu keberhasilan dalam aktivitas belajarnya di sekolah, dikarenakan seluruh materi pelajaran dalam berbagai bidang studi yang diajarkan di sekolah menuntut pemahaman akan konsep dan teori yang harus dipahami melalui aktivitas membaca. Dengan kemampuan membaca yang benar dan handal akan menjadi modal dasar dan penentu utama keberhasilan dalam berbagai mata pelajaran, begitupun sebaliknya kegagalan dalam penguasaan kemampuan belajar membaca akan menjadi penghambat atau bahkan akan menjadi salah satu sumber kegagalan dalam studi siswa di sekolah. Menurut Abdurrahman . anak berkesulitan belajar membaca sering memperlihatkan kebiasaan membaca yang tidak wajar, mereka sering memperlihatkan adanya gerakan-gerakan yang penuh ketegangan seperti menyerngitkan kening, gelisah, irama suara meninggi, atau menggigit bibir. Di kelas i SD Inpres Kaburbur setelah dilakukan survey dan wawancara guru kelas, siswa kelas 3 belum bisa membaca dengan lancar. Siswa kelas 3 yang berjumlah 5 orang dalam hal membaca sangat kurang, 1 orang siswa mampu membaca dengan cara mengeja dalam hati atau membaca kata demi kata, mampu membaca susunan kata, 3 orang siswa mampu membaca mengeja, akan kesulitan bagi siswa membaca kata berimbuhan, dan kesulitan membaca kata yang terlalu panjang contoh kata AomengambilkannyaAo, 1 siswa kelas 3 hanya sebatas mengenal huruf dan membaca kata-kata yang mudah. Kesulitan siswa dalam membaca membuat siswa kesulitan dalam memahami materi pelajaran dan juga mengisi pertanyaan yang berkenaan dengan materi. Sehingga nilai siswa kelas 3 di SD Inpres Kaburbur sangat rendah dibeberapa mata pelajaran. Siswa hanya menyenangi pelajaran matematika, karena dalam pelajaran matematika siswa sedikit menemukan Di SD Inpres Kaburbur guru menekankan proses belajar membaca dari kelas 1 hingga kelas 3, guru menyadari siswa di sekolah dasar tersebut kurang lancar dalam membaca, hal ini menyebabkan guru merasa sulit menyampaikan materi pelajaran, padahal pada umumnya siswa kelas 1 hingga kelas 3 sudah bukan kelas untuk belajar membaca melainkan sudah siap untuk mendapat materi ilmu Membaca menjadi tolok ukur guru dalam prestasi siswa, jika siswa dianggap masih sangat kurang dalam membaca, guru tidak akan melanjutkan siswa tersebut ke jenjang kelas berikutnya, meskipun hal ini bertentangan dengan kurikulum yang berlaku, guru tidak dapat memaksakan siswa, karena jika siswa melanjutkan ke jenjang kelas berikutnya maka siswa akan kesulitan untuk memahami materi yang di berikan. P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 Beberapa metode di terapkan dalam belajar membaca siswa khususnya siswa kelas 3, namun hasil yang diperoleh belum maksimal sehingga siswa di SD Inpres Kaburbur hingga siswa kelas 6 belum bisa membaca dengan lancar atau masih membaca mengeja. Seperti yang telah dijelaskan kesulitan belajar membaca harus ditangani guna memperlancar proses belajar mengajar dan meningkatkan hasil belajar siswa, oleh karena itu guna menemukan metode belajar membaca yang tepat perlu mengetahui faktor kesulitan belajar membaca siswa. Dengan mengetahui hal tersebut maka penulis tertarik melakukan penelitian tentang AuIdentifikasi Faktor Kesulitan Belajar Membaca Siswa Di Kelas 3 Di SD Inpres Kaburbur Distrik Kayauni Kabupaten FakfakAy METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif jenis studi kasus dengan menggunakan metode analisis deskripsi. Sesuai dengan judul penelitian AuIdentifikasi Faktor Kesulitan Belajar Membaca Siswa Kelas 3 Di SD Inpres KaburburAy. Penelitian menganalisis kasus/identifikasi kasus kesulitan belajar membaca faktor yang mempengaruhinya. Menurut Sugiono . penelitian kualitatif adalah penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, . ebagai lawannya adalah eksperime. dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan dengan triangulasi . , analisis data bersifat induktif/ kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan guna mengidentifikasi kesulitan belajar membaca siswa kelas 3 di SD Inpres Kaburbur Kabupaten Fakfak. Sesuai dengan judul penelitian subyek utama dalam penelitian yaitu siswa kelas 3 di SD Inpres Kaburbur, penentuan subyek pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yang dimaksudkan guna mendapatkan data yang lebih terfokus dan terarah, subyek pendukung guna melengkapi detail informasi subyek utama yaitu keluarga/orang tua siswa, dan guru kelas/wali kelas 3 SD Inpres kaburbur. Tempat. Dan Waktu Penelitian Penelitian ini bertempat di kampung Kaburbur di SD Inpres kaburbur Distrik Kayauni Kabupaten Fakfak. Penentuan lokasi penelitian dilakukan dari hasil pertimbangan observasi awal pra penelitian karena adanya siswa yang berkesulitan belajar membaca. Penelitian dilakukan selama lebih dari 1 bulan, terhitung dari 20 Desember 2020 sampai 26 Januari 2021. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian dirumuskan agar arah tujuan penelitian lebih jelas dan tertarget dalam penelitian guna pemecahan masalah penelitian berjalan dengan Langkah awal dalam penelitian adalah identifikasi masalah guna menegaskan batasan masalah agar penelitian tidak meluas dan sesuai dengan tujuannya. UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 088-102 Identifikasi masalah pada penelitian ini yaitu ketidakmampuan siswa dalam membaca, motivasi membaca yang kurang. Selanjutnya, penguraian latarbelakang masalah yang menjelasakan masalah dan keadaan nyata siswa berkesulitan belajar membaca dilapangan. Apabila penguraian latar belakang telah sesuai selanjutnya perumusan masalah dalam bertuk kalimat Tanya yang nantinya akan dicari jawaban dalam penelitian. Penentuan variabel dalam penelitian, variabel yang digunakan adalah variabel tunggal yaitu kesulitan belajar membaca yang digunakan selanjutnya untuk menentukan instrumen dan desain penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa pedoman wawancara, pedoman observasi, dan dokumentasi, penelitian menggunakan desain penelitian kualitatif. Selanjutnya peneliti menentukan teknik sampling, teknik yang digunakan adalah purposive sampling dengan hasil subyek utama siswa kelas 3 berkesulitan belajar membaca dan subyek pendukung yaitu orangtua/keluarga dan guru kelas guna informasi lebih Pengumpulan data penelitian dikumpulkan baik dari instrumen penelitian, observasi dan dokumentasi, setelah data terkumpul dilakukan pengolahan data, reduksi data guna mendapatkan hasil akhir data yang lebih spesifik. Langkah terakhir dalam penelitian yaitu laporan penelitian. Peneliti menyelesaikan rangkaian penelitian dalam bentuk laporan ilmiah tertulis dan dapat Pemublikasian laporan ilmiah dimaksud agar bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan mempunyai nilai praktis yang tinggi Rancangan penelitian terstruktur sebagaimana bagan berikut: Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai Wawancara Esterberg dalam Sugiono . Wawancara adalah merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui Tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Wawancara dalam penelitian ini menggunkan jenis wawancara semiterstruktur, sugiono . menjelaskan tujuan dari wawancara semiterstruktur adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak yang diajak wawancara diminta pendapat , dan ide-idenya. Wawancara ini ditujukan untuk guru kelas 3, siswa, dan orangtua/keluarga siswa. Observasi Nasution dalam Sugiyono . menyatakan bahwa, observasi adalah dasar semua ilmu pengetahuan. Dalam penelitian ini menggunakan observasi partisipatif pasif yaitu peneliti datang ditempat penelitian/ tempat orang yang diamati, tetapi tidak ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. Observasi dalam penelitian ini digunakan pada saat kegiatan pembelajaran dikelas 3, dan di tempat lingkungan sekitar siswa. Observasi dilakukan guna engamati kesulitan belajar membaca siswa pada faktor P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 internal siswa, dan pengamatan lingkungan yang merupakan faktor eksternal siswa dalam kesulitan belajar Berdasarkan hasil observasi peneliti siswa kurang lancar dalam membaca, siswa masih membaca dengan mengeja, dan membaca kata demi kata, terkadang juga perlu bantuan guru untuk melafalkan kata yang siswa anggap sulit, saat penelitian berlangsung peneliti juga mengajarkan membaca kepada siswa, sehingga siswa mengalami peningkatan dalam kemampuan membacanya, siswa yang awalnya membaca dengan mengeja kemudian bisa membaca kata demi kata meski terkadang masih mengeja kata yang sulit bagi siswa yaitu kata dengan imbuhan, kata diftong, dan gabungan huruf konsonan seperti AongAo. AonyAo. Siswa kelas 3 memiliki minat dan kemauan untuk belajar membaca, ditinjau dari apresiasi siswa saat peneliti memnintanya untuk membaca, tidak ada penolakan yang dilakukan siswa kecuali AoARAo sering kali menolak meski secara tidak langsungAoARAo mengalihkan perhatiannya dengan bermain. Interaksi siswa dan peneliti cukup baik, siswa lebih aktif didalam kelas, namun jika bersama guru kelas 3, siswa kurang berinteraksi, hal ini disebabkan karena siswa memiliki perasaan takut kepada Dokumentasi yang berkaitan dengan faktor internal kesulitan belajar membaca siswa yakni rekaman tes membaca siswa. Identifikasi Faktor Eksternal Kesulitan Belajar Membaca Siswa Kelas 3 SD Inpres Kaburbur Tabel Hasil Penelitian Wawancara Faktor Eksternal Kelas 3 Siswa Kesulitan Belajar Membaca INDIKATOR SUBINDIKATOR Lingkungan Kondisi ekonomi Peran orang tua terhadap belajar HASIL PENELITIAN Orang menyatakanAupenghasilan rata-rata perbulan kurang dari 1 juta, bekerja petani dan orang tua AoARAotenaga kampung. Ay Ausiswa tidak terlibat dalam mencari nafkah, siswa dikebunAusiswa AoFTAo kadang membantu berjualan meski tidak setiap hari namun cukup seringAy Orang tua siswa menyatakanAuSiswa dirumah belajar sendiri, orang tua hanya mengawasi tidak menemani atau membimbing belajar, orang tua hanya sebatas menyuruh siswa belajar, siswa dirumah memiliki buku bacaan, orang tua membelinya namun sudah lama. Ay UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 088-102 INDIKATOR SUBINDIKATOR Lingkungan . rofesionalisme Metode PBM Metode khusus belajar membaca Perencanaan belajar Problem solving Responsif kelas Penilaian Kecakapan dalam PBM Penilaian Kecakapan dalam PBM HASIL PENELITIAN AuMetode yang saya gunakan adalah Pancasila . menebak kata dari huruf, siswa yang tidak mencapai kata berarti gagalAy AuUntuk metode membaca hanya ulang- ulang di abjad saja untuk kelas tiga ditekankan pada abjad, belum pernah mencoba metode lainnya. AuJam belajar dirumah khusus kelas 3 pada jam 6 kalau lewat dari jam 7 berarti tidak jadi belajar, karena ada kegiatan mengaji untuk saat ini jadi belajar setelah pulang sembayangAy AuAda perubahan khususnya untuk siswa AoSAAo. AoFTAo, dan AoFIAo, dengan metode yang saya gunakan mereka ada perubahan dalam membacaAy Aumasih kurang, saya merespon interaksinya lebih ke satu kelas kalau untuk persiswa tidakAy AuMenilai dari kepribadian siswa, karena kami tinggal dalam satu buruknya siswa sehari-hari, jadi bukan hanya tentang menilai materi yang saya berikanAy . ecakapan penyediaan AuMulai dari sekarang saya sedang mengusahakan fasilitas untuk belajar siswa agar terjadi inetraksiAy AuMenilai dari kepribadian siswa, karena kami tinggal dalam satu lingkungan jadi menilai baik buruknya siswa sehari-hari, jadi bukan hanya tentang menilai materi yang saya berikanAy . ecakapan penyediaan AuMulai dari sekarang saya sedang mengusahakan fasilitas untuk belajar siswa agar terjadi inetraksiAy P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 INDIKATOR SUBINDIKATOR Lingkungan Fasilitas lingkungan HASIL PENELITIAN AuMasih kurang, ruang kelas Sekolah Dasar kurang, listrik baru masuk tahun 2020, tidak adanya rumah guru, untuk menunjang pendidikan penambahan guru PNS, rencana pengadaan jaringan internet. Ay AuGuru PNS kurang, yang banyak honorer, dengan kondisi saat ini sekolah kurang lancar, kondisi tidak stabilAy Kondisi masyarakat AuEkonomi masyarakat kaburbur berpengaruh terhadap pendidikan anak, pengaruh terhadap tidak samapi kejenjang kuliah, hanya lulus SMP dan SMA. Ay AuMata pencaharian masyarakat kaburbur ada 2 macam yaitu petani dan nelayan, yang lebih Ay AuPengangguran pemuda-pemuda dikampung yang belum berkeluarga, kalau yang sudah berkeluarga kebanyakan menjadi Ay Dari hasil wawancara peneliti dengan narasumber orang tua, guru, dan masyarakat sekitar dapat disimpulkan bahwa orang tua kurang berperan dalam proses belajar siswa dirumah khusunya membaca hal ini dapat dikaitkan dengan kondisi ekonomi keluarga siswa, sibuk bekerja dan pendidikan orang tua yang rendah. Metode yang digunakan guru dalam pembelajaran merupakan metode bermain huruf, belum pernah mencoba menggunakan metode lainnya, ditambah lagi tidak menerapkan metode dalam mengajar membaca siswa, interaksi antar guru dan individu siswa kurang akibat siswa yang takut terhadap guru, kurang cakapnya guru terhadap fasilitas pembelajaran, fasilitas baru akan diusahakan sebelumnya hanya menggunakan fasilitas yang ada. Kurangnya fasilitas lingkungan khususnya untuk pendidikan sehingga siswa kesulitan dalam belajar, tidak adanya fasilitas jaringan internet, listrik yang baru menyala ditahun 2020, kondisi masyarakat dengan jumlah pengangguran yang banyak yang rata-rata adalah pemuda lulusan SMA. UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 088-102 Tabel Hasil Penelitian Observasi Faktor Eksternal Kelas 3 Siswa Kesulitan Belajar Membaca INDIKATOR HASIL OBSERVASI Letak rumah siswa bertempat satu lingkungan yang sama dengan letak sekolah, untuk kesekolah siswa hanya perlu berjalan kaki, namun lingkungan kampung Kaburbur jauh dari pusat perkotaan, ditambah lagi akses jalan yang rusak. Kondisi rumah siswa dapat dikatakan layak, rumah dengan dinding tembok dan lantai keramik, untuk bagian dapur dinding kayu dan lantai plester. Siswa tidak memiliki ruang belajar sendiri di rumah, terkadang mereka belajar di ruang tamu atau ruang tengah . uang keluarg. , kecuali AoDAAo belajar didalam kamarnya, terkadang AoDAAo juga belajar diruang tamu. Fasilitas belajar dirumah kurang, buku yang siswa miliki tidak membantu dalam belajar membaca Lingkungan Letak sekolah strategis jauh dari keramaian, rumah penduduk berjarak paling dekat A 5 meter. rofesionalisme b. Bangunan sekolah layak, namun ruangan yang kurang sehingga dalam 1 ruangan dibagi menjadi 2 kelas yang disekat dengan tembok triplek, hal ini membuat proses belajar mengajar kurang kondusif. Fasilitas sekolah berupa buku, hanya buku siswa tema kurikulum k13 yang digunakan saat mata pelajaran berlangsung, tidak ada buku bacaan Alat peraga disimpan didalam ruang dan hanya digunakan saat dibutuhkan, alat peraga yang tersedia hanya untu mata pelajaran matematika, tidak ada fasilitas khusus yang dapat digunakan siswa. Lingkungan Kampung kaburbur terletak di distrik kayauni dibutuhkan perjalanan A 1,5 jam untuk menuju pusat kabupaten fakfak. Berada di pinggir muara sungai. Kampung Kaburbur terbilang cukup bersih tidak ada terlihat sampah berserakan, namun banyak rumput liar yang tumbuh tinggi. Fasilitas pendidikan, dalam Kaburbur hanya ada sekolah dasar dan PAUD. Di Kaburbur tidak ada fasilitas mess media, jaringan internet pun belum tersedia, listrik saja baru menyala Berdasarkan hasil observasi peneliti fasilitas disekolah, dirumah, maupun fasilitas lingkungan kampung kurang menunjang belajar siswa, sehingga siswa hanya belajar saat jam pelajaran berlangsung disekolah, akan kesulitan bagi siswa belajar secara mandiri, tanpa fasilitas dan seorang yang mendampingi. Lingkungan P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 Triangulasi sumber data faktor internal kesulitan belajar membaca siswa kelas 3 SD Inpres Kaburbur Triangulasi hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi pada dimensi kognitif siswa kesulitan belajar membaca. Berdasarkan hasil triangulasi wawancara guru, observasi siswa, dan dokumentasi pada dimensi ranah kognitif siswa masih ditemukan siswa tidak dapat membaca dengan lancar, membaca kata demi kata dengan bantuan guru, dan siswa berinisial AoARAo masih membaca mengeja. Siswa kelas 3 belum bisa membaca kata yang terlalu panjang dan siswa akan kesulitan membaca kata konsonan dengan konsonan, kata dnegan imbuhan ganda, siswa berinisial AoARAo dan AoFIAo juga masih belum mengenal huruf dalam arti membedakan huruf yang hampir sama. Triangulasi hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi dimensi afektif siswa kesulitan belajar membaca. Berdasarkan hasil triangulasi wawancara guru, observasi siswa, dan wawancara orangtua pada dimensi ranah kognitif, siswa kelas 3 memiliki kemauan dan minat untuk belajar membaca serta menunjukkan sikap tidak menolak saat disuruh membaca, minat dan kemauan siswa dalam belajar membaca kurang adanya dorongan belajar dari orangtua, sehingga siswa belajar dengan lambat. Siswa berinisial AoARAo kurang menunjukkan minat dan kemauannya dalam membaca ditambah lagi kurang adanya dorongan belajar dari orangtua. Triangulasi hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi dimensi psikomotor siswa kesulitan belajar membaca. Berdasarkan hasil triangulasi wawancara guru, observasi siswa, dan dokumentasi pada dimensi ranah psikomotorik, siswa kelas 3 kurang berinteraksi dengan guru kelas nya, namun jika dengan peneliti memiliki interaksi yang cukup baik, siswa kelas 3 dengan siswa sekelasnya memiliki interaksi yang cukup baik meski terkadang sering membuat keributan didalam kelas. Triangulasi sumber data faktor eksternal kesulitan belajar membaca siswa kelas 3 SD Inpres Kaburbur Triangulasi hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi indikator lingkungan keluarga siswa kesulitan belajar membaca. Berdasarkan hasil triangulasi wawancara orang tua, observasi lingkungan rumah, dan dokumentasi pada lingkungan keluarga siswa ditemukan siswa jika dirumah belajar sendiri tanpa bimbingan orang tua, orangtua hanya sebatas mengawasi dan menyuruh siswa belajar. Tidak adanya fasilitas belajar seperti ruang belajar dan buku bacaan siswa untuk belajar membaca mempengaruhi proses belajar membaca siswa, ditambah lagi kondisi ekonomi orang tua siswa dengan penghasilan kurang dari satu juta perbulannya, membuat keadaan ekonomi kurang, meski siswa tidak terlihat dalam mencari nafkah keluarga. UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 088-102 Triangulasi hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi indicator lingkungan sekolah siswa kesulitan belajar membaca. Berdasarkan hasil triangulasi wawancara guru, observasi lingkungan sekolah, dan dokumentasi pada lingkungan sekolah, ditemukan bahwa metode pengajaran yang digunakan guru merupakan metode belajar dengan bermain tebak huruf, dengan metode yang diterapkan belum ada perubahan yang signifikan terhadap perkembangan belajar membaca siswa, tidak ada metode lain yang digunakan guru untuk belajar membaca, guru kelas juga tidak menggunakan media pembelajaran sembelumnya, untuk saat peneliti melakukan wawancara guru menjelaskan bahwa media pembelajaran sedang diusahakan untuk ada, fasilitas belajar khususnya untuk membaca di sekolah hanyalah buku paket tema yang digunakan saat pelajaran berlangsung, tidak ada buku bacaan dan tidak berjalannya perpustakaan. Guru kelas untuk membantu belajar membaca siswa menambahkan jam diluar jam pelajaran sekolah yaitu dimalam hari untuk belajar membaca namun jam belajar tidak Kurangnya interaksi antara siswa dan guru membuat proses belajar mengajar menjadi pasif. Teman sepermainan dilingkungan sekolah dapat terbilang baik meski kadang siswa kelas 3 membuat keributan dalam kelas. Triangulasi hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi indikator lingkungan masyarakat siswa kesulitan belajar membaca. Berdasarkan hasil triangulasi wawancara dengan masyarakat kampung, observasi lingkungan sekolah, dan dokumentasi pada lingkungan masyarakat, ditemukan bahwa kondisi ekonomi di kampung Kaburbur termasuk kelas ekonomi menengah kebawah dengan rata-rata mata pencaharian nelayan dan petani, jumlah pengangguran di Kampung Kaburbur juga banyak, banyak anak yang putus sekolah dari SMP atau SMA, fasilitas di Kampung Kaburbur belum memadahi untuk proses belajar seperti baru adanya pasokan listrik yang sebelumnya menggunakan jenset milik kampung kemudian beralih ke jenset pribadi yang digunakan hanya seperlunya bukan untuk sehari-hari, tidak adanya jaringan internet padahal sekarang adalah jaman teknologi, ruang fasilitas belajar kampung tidak tersedia, hanya ada Sekolah Dasar dan PAUD yang digunakan untuk belajar sekolah bukan untuk diluar jam sekolah. Pembahasan Berdasarkan analisis data yang diperoleh dari triangulasi pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi yang telah dilakukan oleh peneliti, maka diperoleh hasil sebagai berikut: Apresiasi dan minat siswa belajar membaca. Perwujudan perilaku belajar siswa berperan penting dalam proses belajar membaca siswa, temuan penelitian berkaitan dengan apresiasi dan minat siswa kelas 3 SD Inpres Kaburbur dalam membaca menyebabkan kurang mampunya siswa 3 dalam Berbagai kesalahan membaca siswa 3 yakni penghilangan kata, pengucapan kata yang salah disebabkan oleh kurangnya siswa dalam mahami bentuk kalimat dan kurangnya mengenal huruf sehingga perlu adanya bantuan untuk membaca kata tersebut. Abdurrahman . P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 menyatakan anak yang memerlukan bantuan semacam itu biasanya karena adanya kekuranagn dalam mengenal huruf atau karena takut resiko jika terjadi kesalahan. Anak semacam ini biasanya juga memiliki kepercayaan diri yang kurang, terutama pada saat menghadapi tugas membaca. Siswa kelas 3 perlu meningkatkan apresiasi siswa dalam belajar membaca, agar kemampuan membaca siswa dapat berkembang baik. Syah . menyatakan bahwa tingkat apresiasi seorang siswa terhadap nilai sebuah karya sangat bergantung pada tingkat pengalaman belajarnya. Sejalan dengan pernyataan tersebut perlu adanya pembiasaan belajar siswa kelas 3 setiap hari guna membentuk perilaku yang relatif lebih menetap sehingga siswa 3 dapat memiliki minat belajar Menurut Burghardt dalam Syah . Kebiasaan itu timbul karena proses penyusutan kecenderungan respon dengan menggunakan stimuli yang berulangulang. Dalam hal ini perlu adanya perubahan kebiasaan siswa kelas 3 yang awalnya jarang belajar membaca dengan malakukan pembiasaan belajar membaca yang diulang tiap harinya, sehingga siswa kelas 3 akan mampu belajar dengan sendiri nya tanpa harus menunggu perintah. Bimbingan, pengawasan orang tua dalam belajar membaca berperan penting guna mempercepat siswa belajar membaca. Keluarga merupakan lingkungan terkecil tempat anak dilahirkan, oleh karena itu keluarga memiliki peran penting dalam berkembangan anak khususnya pada Siswa kelas 3 SD Inpres Kaburbur kurang mendapatkan bimbingan dari orang tua, karena orang tua beranggapan siswa mampu belajar sendiri sehingga orang tua hanya perlu mengawasi. Dalam Umar . Bimbingan adalah segala kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dalam rangka memberikan bantuan kepada orang lain yang mengalami kesulitan, agar orang tersebut mampu mengatasinya sendiri dengan penuh kesadaran, sejalan dengan pernyataan diatas orang tua perlu melakukan bimbingan dan pengawasan terhadap anak agar anak tidak mengalami kesulitan dalam membaca. Bimbingan dan pengawasan orang tua juga mampu memberikan motivasi belajar siswa 3 sehingga siswa memiliki semangat dalam belajar membaca. Menurut Syah . adapun motivasi ekstrinsik adalah hal dan keadaan yang datang dari luar individu siswa yang juga mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar. Pujian dan hadiah, peraturan/ tata tertib sekolah, suri tauladan orangtua, guru, dan seterusnya merupakan contoh-contoh konkret motivasi ekstrinsik yang dapat menolong siswa untuk belajar. Kekurangan atau ketiadaan motivasi, baik yang bersifat internal maupun yang bersifat eksternal, akan menyebabkan kurang bersemangatnya siswa dalam melakukan proses mempelajari materi-materi pelajaran baik disekolah maupun dirumah. Siswa kelas 3 SD Inpres Kaburbur kurang mendapat motivasi belajar dari orang tuanya, yang sering dilakukan oleh orang tua hanya sebatas pujian jika mendapatkan nilai baik, hal ini memengaruhi kondisi belajar siswa kelas 3, tak heran jika siswa kelas 3 mengalami keterlambatan dalam membaca hal ini disebabkan tidak adanya dukungan eksternal dari orang tua. UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 088-102 Metode pembelajaran, strategi guru yang tepat dapat mempengaruhi kemampuan belajar membaca siswa. Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan guru untuk menyampaikan pelajaran kepada siswa, dengan metode yang tepat pelajaran akan dapat diterima dengan baik oleh siswa. Guru harus dapat menciptakan kondisi belajar yang baik agar siswa dapat belajar dengan baik. Temuan penelitian berkaitan dengan metode pengajaran yang digunakan guru kelas 3 kurang tepat, metode yang digunakan hanya mampu mengajarkan huruf dan kata yang sesuai dengan huruf, tidak dengan mengajarkan membaca siswa. Selain metode, strategi pembelajaran guru kurang efisien, guru memiliki interaksi yang kurang baik dengan siswa kelas 3, sehingga guru dan siswa tidak memiliki kegiatan belajar yang baik. Metode pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan belajar membaca siswa. Abdurrahman . ada dua kelompok metode pengajaran membaca, yaitu metode pengajaran membaca bagi anak pada umumnya dan metode pengajaran membaca bagi anak berkesulitan belajar. Pada temuan penelitian dapat digunakan metode pengajaran membaca bagi anak pada umumnya yaitu metode SAS (Struktural Analitik dan Sinteti. Abdurrahan . metode ini pada dasarnya merupakan perpaduan antara metode fonik dengan metode linguistic. Meskipun demikian, ada perbedaan antara kode tulisan yang dianalisis dalam metode linguistic dengan metode SAS. Dalam metode linguistic kode tulisan yang dianalisis berbentuk kata sedangkan dalam metode SAS yang dianalisis adalah kode tulisan yang berbentuk kalimat pendek yang utuh. Metode SAS didasarkan atas asumsi bahwa pengamatan anak mulai dari kesuluruhan dan kemudian ke bagianbagian. Oleh karena itu, anak diajak memecahkan kode tulisan kalimat pendek yang dianggap sebagai unit bahasa yang utuh, selanjutnya diajak menganalisis menjadi kata, suku kata, dan huruf: kemudian mensitetiskan kembali dari huruf ke suku kata, kata, dan akhirnya kembali menjadi kalimat. Metode yang telah dipaparankan diatas dapat membantu siswa agar lebih mengenal huruf dan dapat membaca kata imbuhan dari penggalan kata menjadi suku kata. Sehingga siswa mampu mengembangkan kemampuan membacanya menjadi lebih Fasilitis belajar disekolah dan dirumah menunjang kemampuan membaca siswa Fasilitas belajar memiliki peran penting guna menunjang proses belajar siswa khususnya membaca fasilitas yang merupakan sumber belajar siswa dapat berupa tempat siswa dapat melakukan belajar, bahan belajar seperti teks tertulis/ buku yang dapat dibaca mandiri oleh siswa. Penemuan penelitian fasilitas belajar siswa 3 dirumah dan disekolah kurang memadahi, dirumah siswa hanya memiliki buku bacaan bekas yang tidak sesuai untuk melatih kelancaran membaca siswa, sedangkan disekolah siswa hanya belajar menggunkan buku tema saat jam pelajaran berlangsung, tidak ada buku bacaan selain buku tema. Hal ini dapat menyebabkan siswa tidak belajar akibatnya pembiasaan belajar membaca tidak terbentuk. Kurangnya fasilitas dapat P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 mempengaruhi kemampuan membaca siswa sebab siswa tidak memiliki fasilitas untuk belajar membaca, orang tua dirumah selaku fasilitator mempengaruhi tingkat kemampuan anak. Umar . Bentuk dukungan lain yang tidak kalah pentingnya berkenaan dengan peranan orang tua dalam belajar anak adalah dengan menyiapkan berbagai fasilitas pembelajaran. Fasilitas ini dimulai dengan biaya pendidikan karena tidak ada pendidikan gratis seratus persen. Fasilitas pendidikan selanjutnya adalah berkenaan dengan penyediaan buku-buku ajar yang dibutuhkan peserta didik, demikian juga dengan fasilita lainnya, seperti alatalat tulis, tempat belajar, dan lain-lain. SIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan identifikasi faktor kesulitan belajar membaca kelas 3 di SD Inpres Kaburbur dapat disimpulkan sebagai berikut: Kuranngnya Apresiasi dan minat siswa untuk belajar membaca. Kurangnya Bimbingan orang tua, pendampingan, pengawasan dalam belajar membaca berperan penting guna mempercepat siswa belajar Tidak tepatnya Metode pengajaran dan strategi guru dalam pembelajaran membaca mempengaruhi kemampuan belajar membaca siswa. Fasilitis belajar disekolah dan dirumah kurang menunjang kemampuan membaca siswa Saran Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan identifikasi faktor kesulitan belajar membaca kelas 3 di SD Inpres Kaburbur maka disarankan sebagai berikut: Guru lebih memperhatikan siswa satu persatu, menambah jam diluar jam sekolah untuk membantu siswa belajar membaca dengan jam yang kondusif, mengganti metode pengajaran yang lebih efisien berkenaan dengan belajar membaca. Orang tua memberikan perhatian lebih terhadap siswa saat dirumah, membimbing dan menemani siswa belajar dirumah, serta menyediakan fasilitas buku membaca atau buku belajar siswa Menambahkan fasilitas belajar disekolah, dan fasilitas lingkungan sehingga siswa dengan mudah belajar dimana pun dan kapanpun, bukan hanya saat jam pelajaran berlangsung saja. DAFTAR PUSTAKA