Educativa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Interdisipliner Vol. No. 2 November 2023, pp. http://ejournal. id/index. php/educativa || e. ISSN 2987-6796p. ISSN: 2987-7245 Sistem Pendidikan Islam di Lingkungan Keluarga dan Private Les AuAPINAy di Desa Karangmalang Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes Nur Endah a,1,*. Khayyu Inayah b,2. Mubayinah c,3 *a STAI Brebes. Indonesia. 1eenurendah23@gmail. 2khayyuinayah2@gmail. 3mubayinah@staibrebes. *Correspondent Author ARTICLE INFO A B S T RA C T Article history Received: 10-10-2023 Revised: 25-10-2023 Accepted: 10-11-2023 Keywords Islamic Education. Family. Private Tutoring. This research uses a qualitative method with a field research approach, namely the researcher goes directly to conduct research on the object to get factual research data. This research discusses the Islamic education system within the family. The background of this research is that the family has a very important role in educating their children and the family is also the first Islamic education institution for their children, because children are longer with their families than with their teachers at school. The child's character will also be formed to be good or bad depending on how the family educates, especially the parents. Family is the most comfortable place for children. Starting from the family, everything develops. The ability to socialize, self-actualize, argue, to deviant behavior. So. Islamic education in the family environment is very important to apply in educating children. In educating children, parents can also enter children into private lessons so that children can absorb their education more broadly. In educating children, sometimes parents are more often misunderstood if their children have been enrolled in an educational institution, parents think that they have lost responsibility in providing education to children, all of which are charged to the institution. Whereas parents should also support children in their education, especially Islamic education. The purpose of this study is to understand the Islamic education system in the family environment, so that parents can apply this system to their The results of this study state that families, especially parents, play a very important role in the education of their children so that children can get a positive education so that good children are Parents can also entrust their children in private lessons so that the child can get more material that he does not get in his family A B S T RA K Penelitian ini menggunakan metode kualiatatif dengan pendekatan field research . enelitian lapanga. , yakni peneliti terjun langsung untuk melakukan penelitian pada objeknya untuk mendapatkan data hasil penelitian secara faktual. Dalam penelitian ini membahas tentang sistem pendidikan Islam dalam lingkup keluarga. Hal yang melatar belakangi penelitian ini, http://ejournal. id/index. php/educativa edi@gmail. Educativa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Interdisipliner ISSN : 2987-7245 Vol. No. 2 November 2023, pp. yaitu keluarga mempunyai peranan yang sangat penting dalam mendidik anaknya dan keluarga pula yang merupakan lembaga pendidikan Islam pertama bagi anaknya, karena anak lebih lama bersama dengan keluarga dibanding dengan gurunya di sekolah. Karakter anak juga akan terbentuk menjadi baik atau buruknya tergantung dari cara keluarga mendidik terutama orang tuanya. Keluarga merupakan tempat ternyaman bagai anak. Berawal dari keluarga segala sesuatu berkembang. Kemampuan untuk bersosialisasi, mengaktualisasikan diri, berpendapat, hingga perilaku yang menyimpang. Maka, pendidikan Islam di lingkungan keluarga sangatlah penting di terapkan dalam mendidik anak. Dalam melakukan pendidikan pada anak, orang tua juga dapat dengan memasukkan anak ke les privat agar anak dapat menyerap pendidikan-pendidikannya lebih luas. Dalam mendidik anak terkadang orang tua lebih sering salah faham jika anaknya sudah di masukkan pada suatu lembaga pendidikan orang tua beranggapan kalau dirinya sudah lepas tanggung jawab dalam memberikan didikan pada anak semua dibebankan di pihak lembaganya. Padahal seharusnya orang tua juga harus ikut mendukung anak dalam pendidikannya khususnya pendidikan Islamnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memahami sistem pendidikan Islam di lingkungan keluarga, sehingga sebagai orang tua bisa menerapkan sistem ini kepada Adapun hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa keluarga khususnya orang tua sangatlah berperan dalam pendidikan anaknya agar anak dapat memperoleh pendidikan yang positif sehingga tercetak anak-anak yang baik. Orang tua juga dapat menitipkan anaknya di les privat harapannya agar anak bisa mendapatkan materi lebih yang tidak ia dapatkan dalam pendidikan keluarganya. Kata Kunci: Pendidikan Islam. Keluarga. Private Les. Pendahuluan Tiga pusat pendidikan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, yaitu: alam keluarga, perguruan dan masyarakat. Alam keluarga merupakan pusat Pendidikan yang pertama dan terpenting, karena keluarga itu dapat mempengaruhi tumbuhnya sikap dari setiap manusia dari sejak lahir hingga saat ini. Sedangkan alam perguruan . lam sekola. merupakan pusat pendidikan teristimewa yang berkewajiban untuk mencerdaskan pikiran . erkembangan intellektua. dan pemberian ilmu pengetahuan sedangkan alam masyarakat merupakan proses pendidikan yang berlangsung dalam masyarakat, ini harus mendukung pendidikan dalam alam keluarga dan sekolah. Menurut undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 13 ayat . , bahwa jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, informal, dan non formal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya (Undang-undang SISDIKNAS UU RI No. Dalam sisitem pendidikan nasional, keluarga termasuk jalur pendidikan informal atau jalur pendidikan luar sekolah. Zakiah Daradjat juga mengemukakan pendapatnya bahwa lingkungan yang bertanggung jawab dalam mendidik anak terdapat tiga lingkungan. Ketiga lingkungan tersebut yaitu lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Ketiga lingkungan tersebut tidak bisa dipisahkan antara satu dengan lainya (Zakiyah Dradjat: 1. Orang tua merupakan orang yang paling bertanggung jawab dalam keluarga terhadap pendidikan anak. Pendidikan anak harus di perhatikan ekstra oleh orang tua dan mempersiapkannya agar dapat menjadi insan yang handal dan aktif di masyarakat kelak. Keluarga mempunyai peranan penting dalam pendidikan, baik dalam lingkungan masyarakat islam maupun non islam, karena keluarga merupakan tempat pertumbuhan anak yang pertama dimana dia mendapatkan pengaruh dari anggota-anggotanya pada masa yang amat penting dan paling kritis dalam pendidikan anak, yaitu tahun-tahun pertama dalam kehidupannya . sia prasekola. Sebab pada masa tersebut apa yang ditanamkan dalam diri anak akan sangat membekas, sehingga tak mudah hilang atau berubah sesudahnya. Nur Endah et. al (Sistem Pendidikan Islam di Lingkungan Keluarga dan Private Les AuAPINAy di Desa Karangmalang Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebe. ISSN: 2987-7245 Educativa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Interdisipliner Vol. No. 2 November 2023, pp. Berdasarkan dari penjelasan di atas, keluarga mempunyai peranan besar dalam pembangunan masyarakat, karena keluarga merupakan batu pondasi bangunan pertama untuk mencetak dan mempersiapkan personil-personilnya (Yusuf Muhammad Alhasan: Dalam hal ini, pendidikan keluarga merupakan salah satu aspek penting, karena awal pembentukan dan perkembangan dari kepribadian seorang anak yaitu melalui proses pendidikan di lingkungan keluarga. Dalam lingkungan inilah pertama kalinya terbentuk karakter seorang anak tersebut. Dalam lingkungan keluarga, orang tua adalah pendidik utama dan pertama dalam hal penanaman keimanan bagi anaknya. Disebut pendidik utama, karena sangat besar Disebut pendidik pertama, karena merekalah yang pertama mendidik anaknya (Ahmad Tafsir: 2. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Zakiah Daradjat bahwasanya orang tua merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anak mereka, karena dari merekalah anak mula-mula menerima pendidikan (Zakiyah Daradjat: 2. Keluarga sebagai sistem sosial terkecil mempunyai pengaruh besar dalam hal pembentukan karakter suatu individu. Keluarga merupakan produsen dan konsumen sekaligus, serta harus mempersiapkan dan menyediakan segala kebutuhan sehari-hari seperti sandang dan pangan. Setiap keluarga dibutuhkan dan saling satu sama lain, supaya mereka dapat hidup lebih senang dan tenang (Dyah Satya Yoga: 2. Metode Pada penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan . ield researc. yang terjun langsung mengadakan penelitian di tempat penelitian dengan tujuan agar memperoleh datadata yang akurat, cermat dan lebih lengkap, seperti lingkungan masyarakat, lembagalembaga, organisasi kemasyaratakan dan lembaga pemerintahan (Suharsimi Arikunto: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang mana hal ini dapat dilihat dari rumusan dan tujuan penelitian yang akan diteliti guna mendapatkan informasi atau penjelasan. Prosedur penelitian ini menghasilkan data deskriptif yaitu kata-kata tertulis ataupun lisan dari narasumber atau dari perilaku yang dapat diamati yang mengutamakan kualitas (Lexy J. Moloeng: 2. Hasil dan Pembahasan Sistem Pendidikan Islam di Lingkungan Keluarga Pendidikan merupakan salah satu bagian dari agama Islam. Pendidikan juga disyariatkan dalam agama. Sebagai bentuk dari implementasi syariat yang telah digariskan, maka muncul lah sebuah sistem pendidikan yang berasaskan Islam. Pendidikan Islam telah dicontohkan sejak zaman dahulu oleh para nabi dan rasul. Kemudian dengan hadirnya Al-Qur'an pendidikan menjadi lebih sempurna. AlQur'an sebagai pedoman utama dan pedoman paling mulia dalam melaksanakan pendidikan Islam itu sendiri. Begitu pula Nabi Muhammad SAW yang telah melaksanakan pendidikan Islam pada masa dakwah sembunyi-sembunyi. Pada saat itu Nabi sangat menekankan pendidikan karakter umat Islam (Muhammad Jundi: 2. Bagi kehidupan manusia pendidikan mempunyai makna yang sangat Pendidikan diakui sebagai kekuatan yang juga dapat membantu manusia mencapai kemegahan dan kemajuan peradaban. Selain itu pendidikan memberikan bekal kepada manusia untuk menyongsong hari esok yang lebih cerah dan lebih Persoalan pendidikan memang masalah yang sangat penting dan aktual sepanjang masa, karena hanya dengan pendidikan manusia akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam kapabilitas mengelola alam yang dikaruniakan Allah kepada manusia (Muhammad Arif: 2. Nur Endah et. al (Sistem Pendidikan Islam di Lingkungan Keluarga dan Private Les AuAPINAy di Desa Karangmalang Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebe. Educativa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Interdisipliner ISSN : 2987-7245 Vol. No. 2 November 2023, pp. Dalam Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional (No. 20 Th 2003 pasal . dinyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengembalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Menurut Ahmad D Marimba sebagaimana dikutip Ahmad Tafsir, mengatakan bahwa pendidikan adalah bimbingan yang dilakukan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani anak didik menuju kepribadian yang utama (Ahmad Tafsir: 2. Sedangkan menurut pendapat Ngalim Purwanto mengatakan bahwa pendidikan ialah segala usaha orang dewasa dalam pergaulannya dengan anak-anak, untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya ke arah kedewasaan, agar berguna bagi diri sendiri dan masyarakat (Ngalim Purwanto: 1. Berdasarkan dari definisi yang telah dijelaskan tersebut, pada dasarnya adalah sama hanya saja berbeda dari segi redaksinya, namun essensinya sama. Di dalam lingkungan keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama, karena dalam keluarga inilah anak mendapatkan pendidikan dan bimbingan. samping itu keluarga merupakan wadah pertama dan utama bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Apabila suasana dalam keluarga itu baik dan menyenangkan maka anak akan tumbuh dengan baik pula, begitupun sebaliknya. Sehingga pendidikan yang paling banyak diterima oleh anak yaitu keluarga. Tujuan pendidikan anak yaitu untuk mengembangkan potensi-potensi . anak sehingga terbentuk kepribadian manusia kamil yang mengabdi kepada Allah SWT. Serta mampu mengemban amanat Allah sebagai khalifah di muka bumi (Nazarudin: 2. Dalam mengasuh anak keluarga memiliki peranan yang utama disegala norma dan etika yang berlaku didalam lingkungan masyarakat, dan budayanya dapat diteruskan dari orang tua kepada anaknya dari generasi-generasi yang disesuaikan dengan perkembangan masyarakat. Keluarga memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pendidikan moral dalam keluarga perlu ditanamkan pada sejak oleh setiap individu. Walau bagaimana pun, selain tingkat pendidikan, moral individu juga menjadi tolak ukur berhasil tidaknya suatu Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memegang peranan penting serta sangat mempengaruhi perkembangan sikap dan intelektualitas generasi muda sebagai penerus bangsa. Pada peningkatan kulaitas sumber daya manusia keluarga juga mempunyai peranan penting. Berbagai aspek pembangunan suatu bangsa, tidak dapat lepas dari berbagai aspek yang saling mendukung, salah satunya sumber daya manusia. Terlihat pada garis-garis besar haluan negara bahwa penduduk merupakan sumber daya manusia yang potensial dan produktif bagi pembangunan nasional. Hal ini juga tidak dapat terlepas dari peran keluarga sebagai pembentuk moral dan karakter individu agar menjadi sumber daya yang berkualitas. Menurut Samsul Nizar yang dikutip oleh Helmawati menyatakan bahwa dalam memberdayakan pendidkan keluarga sangat relevan untuk dibahas beberapa Nur Endah et. al (Sistem Pendidikan Islam di Lingkungan Keluarga dan Private Les AuAPINAy di Desa Karangmalang Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebe. ISSN: 2987-7245 Educativa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Interdisipliner Vol. No. 2 November 2023, pp. fungsi keluarga. Fungsi keluarga dibagi menjadi delapan fungsi, yaitu: . fungsi keagamaan, . fungsi cinta kasih, . fungsi reproduksi, . fungsi ekonomi, . fungsi pembudayaan, . fungsi perlindungan, . fungsi pendidikan dan sosial, dan . fungsi pelestarian lingkungan (Helmawati: 2. Keluarga merupakan institusi yang pertama kali bagi anak dalam mendapatkan pendidikan dari orangtuanya. Jadi keluarga mempunyai peran penting dalam pembentukan akhlak anak, oleh karena itu keluarga harus memberikan pendidikan atau mengajar anak tentang akhlak mulia atau baik. Ajaran-ajaran yang dapat diberikan pada anak-anaknya diantaranya kebenaran, kejujuran, keikhlasan, kesabaran, kasih sayang, cinta kebaikan, pemurah, berani dan lain-lain. Ada beberapa kewajiban keluarga dalam mengajarkan pada anakanaknya tentang akhlak yang baik, antara lain: pertama, memberi contoh kepada anak dalam berakhlak mulia. Sebab orangtua yang tidak berhasil menguasai dirinya tentulah tidak sanggup menyakinkan anak-anaknya untuk memegang akhlak yang diajarkannya. Maka sebagai orangtua harus terlebih dahulu mengajarkan pada dirinya sendiri tentang akhlak yang baik sehingga baru bisa memberikan contoh pada anak-anaknya. Kedua, menyediakan kesempatan kepada anak untuk mempraktikkan akhlak mulia. Dalam keadaan bagaimanapun, sebagai orangtua akan mudah saja ditiru oleh anak-anaknya. Ketiga, memberi tanggung jawab sesuai dengan perkembangan anak. Pada awalnya orang tua harus memberikan pengertian dulu, setelah itu baru diberikan suatu kepercayaan pada diri anak itu sendiri. Keempat, mengawasi dan mengarahkan anak agar selektivitas dalam bergaul. Jadi orangtua tetap memberikan perhatian kepada anak-anak, di mana dan kapan pun orang tua selalu mengawasi dan mengarahkan, menjaga mereka dari teman-teman yang menyeleweng atau keluar dari perbuatan yang Menurut pendapat Psikolog dan ahli pendidikan meyakini bahwasamya faktor utama yang mampu memberikan pengaruh terhadap pembentukan dan pengaturan akhlak anak yaitu keluarga. Keluarga sangat berpengaruh bagi anak dari masa kecil hingga dewasa bahkan sampai anak tersebut telah berkeluarga. Peran-peran keluarga diantaranya sebagai berikut: Keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama dan utama karena dalam keluargalah manusia dilahirkan, berkembang dan menjadi dewasa. Tumbuh kembang dan terbentuknya watak manusia dipengaruhi oleh pendidikan di lingkungan keluarganya. Keluarga sebagai pusat untuk menumbuh kembangkan kebiasaan . , mencari pengetahuan dan pengalaman anak. Perantara untuk membangun kesempurnaan akal anak dan kedua orang tuanya yang bertanggung jawab untuk mengarahkan serta membangun dan mengembangkan kecerdasan berpikir anak. Semua sikap, perilaku dan perbuatan kedua orang tua selalu menjadi perhatian anak-anak. Berdasarkan dari penjelasan sebelumnya yang telah di paparkan terlihat jelas betapa pentingnya peran keluarga dalam mendidik anak-anaknya, terkhusus dalam memberikan Pendidikan agama islam. Orang tua terkadang lebih mementingkan hal lain yang berkaitan dengan pribadinya dibanding Pendidikan agama kepada anaknya, sehingga anak akan mengalami penurunan spiritual dan Pendidikan umumnya. Beberapa orang tua mengakui atas kesibukannya sehingga Nur Endah et. al (Sistem Pendidikan Islam di Lingkungan Keluarga dan Private Les AuAPINAy di Desa Karangmalang Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebe. Educativa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Interdisipliner ISSN : 2987-7245 Vol. No. 2 November 2023, pp. berkurang waktu untuk mendidik anak-anaknya, jalan keluarnya yaitu mereka para orang tua menitipkan anaknya di bimbel-bimbel terdekat yang tujuannya agar anak mereka juga tetap belajar dan mendapatkan Pendidikan yang seutuhnya. Seperti yang dikatakan oleh ibu Nisa selaku orang tua siswa, yaitu : AuSaya sibuk dengan pekerjaan saya sehingga waktu untuk membersamai anak saya belajar berkurang sehingga saya pilih untuk memasukkan anak saya ke bimbel agar anak tetap belajar, baik belajar pengetahuan umum maupun Pendidikan agama islam. Terkadang anak juga lebih suka di ajar oleh gurunya dibanding orang tuanya, ini juga menjadi salah satu alasan saya memasukkan anak saya ke bimbel. Setelah diajarkan oleh pihak bimbel, di rumah saya tetap mengulang materi pembelajaran yang telah diajarkan oleh gurunya. Hal ini juga merupakan bentuk rasa tanggung jawab dan kepedulian saya terhadap anak saya dalam mendidiknya, bukan hanya sebatas di titipkan ke bimbel sajaAy. Berdasarkan dari penelitian yang didapatkan menyatakan bahwa peran orang tua dalam mendidik anak sangatlah besar, sehingga bagi mereka yang sibuk dengan pekerjaannya akan memilihkan bimbel untuk anaknya sebagai sarana dalam mendidik anak-anak mereka khususnya dalam Pendidikan agama islam. Meskipun banyak orang tua yang sibuk dengan dunianya, tetapi masih banyak diantara mereka yang tetap tanggung jawab dan peduli dengan Pendidikan agamanya anak. Hal ini dibuktikan dengan adanya anak-anak yang dimasukkan ke bimbel oleh orang tuanya dikarenakan orang tua yang sibuk dan kurang waktunya untuk memberi didikan pengetahuan umum maupun agama kepada anaknya. Sebagai orang tua sudah seyogyanya bertanggung jawab dan memperdulikan Pendidikan anaknya, apabila orang tua merasa tidak mampu untuk mendidik sendiri maka dapat di titipkan ke Lembaga-lembaga Pendidikan yang terkait, misalnya seperti lembaga kursus, bimbel, dan lain sebagainya. Sistem Pendidikan Islam di Lingkungan Keluarga Melalui Pendampingan/ Les Privat Lembaga pendidikan menghadirkan pelajaran tambahan untuk meningkatkan prestasi di kelas, alasan dengan dihadirkannya pelajaran tambahan pada anak adalah supaya mempunyai kompetensi lain di luar kompetensi yang diberikan sekolah. Lembaga bimbingan belajar les private adalah salah satu usaha yang sedang berkembang pesat dan merupakan cara alternatif dalam melaksanakan proses belajar mengajar baik itu guru, mahasiswa atau mahasiswi dan lain sebagainya, sebagai tenaga Pendidikan membuka les privat di lingkungan rumah. Selain itu, les privat merupakan salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan prestasi siswa di sekolah. Siswa pada umumnya akan enggan untuk kembali mengulang pelajaran yang didapatnya di sekolah, padahal dengan mengulang pelajaran dapat memaksimalkan ingatan serta pemahaman guna menunjang prestasi siswa. Banyak siswa yang ingin mendaftar les privat sehingga lembaga sering melakukan pemilihan pengajar untuk mengajar siswa. Proses pemilihan pengajar menjadi hal yang sangat penting agar siswa mendapatkan pengajar sesuai yang diinginkan. Oleh karena itu, perlu dibuat Nur Endah et. al (Sistem Pendidikan Islam di Lingkungan Keluarga dan Private Les AuAPINAy di Desa Karangmalang Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebe. ISSN: 2987-7245 Educativa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Interdisipliner Vol. No. 2 November 2023, pp. system pendukung keputusan (SPK) yang dapat membantu lembaga dalam memilih pengajar agar lebih efisien dan efektif. Pemilihan SPK pengajar ini adalah system yang berfungsi untuk membantu administrator mengambil keputusan berupa pemberian saran pilihan pengajar yang terdaftar dilembaga bimbingan belajar system cerdas berdasarkan kriteriakriteria yang telah ditentukan. System ini membantu lembaga agar dapat memilih pengajar yang terbaik dengan lebih efektif dan efisien. Data yang diolah menjadi kriteria pemilihan diperoleh dari masukan administrator lembaga. Administrator memasukan jadwal KBM siswa yang akan les, jenis kelamin siswa, dan mata pelajaran yang akan siswa pelajari. Data masukan tersebut diproses sebagai kritera pemilihan untuk menghasilkan keputusan pengajar terbaik (Lusiana Kristiyanti. Aris Sugiharto dkk: 2. Data pengajar sebelumnya diproses terlebih dahulu sebelum dilakukan penyaringan data, yaitu berdasarkan jumlah jam mengajar pengajar, kemampuan pengajar, dan jadwal pengajar. Data yang di proses harus dipastikan bahwa jumlah jam mengajar pengajar masih dibawah kuota maksimal kegiatan belajar mengajar yaitu kurang dari 15 pertemuan/minggu, pengajar mampu mengajar pelajaran sesuai spesifikasi yang diminta siswa, jumlah siswa yang diajar pengajar kurang dari 10 siswa, serta pengajar tidak mempunyai jadwal mengajar saat waktu les yang diminta siswa. Les privat merupakan salah satu pendidikan nonformal yang dinyatakan efektif dalam membantu menunjang keberhasilan proses pembelajaran siswa. Sampai saat ini penggunaan jasa les privat dimanfaatkan sebagai alternatif oleh para orang tua siswa dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan anak. Hal tersebut sesuai dengan pasal 26 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 ayat 1 yang menyatakan bahwa Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan Pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan pelengkap Pendidikan formal. Namun, pemilihan guru les privat kadang tidak sesuai dengan keinginan dan kebutuhan orang tua dan siswa, serta berdampak juga pada pemberhentian atau mengganti guru les secara tiba-tiba. Hal tersebut disebabkan karena dalam pemilihan guru les privat melibatkan berbagai macam kriteria yang akan mempengaruhi hasil keputusan. Oleh karena itu, diperlukan sebuah metode atau pendekatan yang melibatkan banyak kriteria sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Salah satu Lembaga les private yang menjadi objek penelitian ini yaitu bimbel APIN yang bertempat di Desa Karangmalang Kecamatan Ketanggungan, yang mana Lembaga ini menyiapkan beberapa pembelajaran yang siap untuk di kursuskan diantaranya ada les membaca, matematika, mata pelajaran Sekolah Dasar, dan baca tulis Al-QurAoan. Pada bimbel ini bukan hanya mata pelajaranmata pelajaran umum saja yang disediakan, tetapi ada juga bimbingan membaca Al-QurAoan yang baik dan benar. Metode pembelajaran yang diterapkan dalam bimbel ini yaitu dengan metode ceramah dan diselingi model-model pembelajaran lain yang bertujuan untuk mempermudah anak dalam memahami materi yang diajarkan sehingga dapat menunjang prestasi anak di sekolah dan tidak mudah bosan mengikuti pembelajaran. Beberapa pengajar diantaranya ada yang menggunakan kartu pintar untuk dijadikan media dalam penyampaian materinya, dengan media ini anak juga dapat mengingat kembali materi yang telah diajarkan oleh pembimbing. Dalam bimbel ini, anak diajarkan sopan santun Nur Endah et. al (Sistem Pendidikan Islam di Lingkungan Keluarga dan Private Les AuAPINAy di Desa Karangmalang Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebe. Educativa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Interdisipliner ISSN : 2987-7245 Vol. No. 2 November 2023, pp. kepada guru, orang tua, dan teman sebayanya. Contoh kecilnya pada saat bertemu pembimbing sebelum melakukan pembelajaran, anak diajarkan untuk mengucapkan salam dan bersalaman kepada pembimbingnya. Ketika bermain dengan temannya anak harus saling bertoleran tidak diperkenankan untuk berkelahi atau ribut. Dari pembiasaan-pembiasaan sikap ini maka akan terbentuk pribadi anak yang baik dengan sendirinya karena anak sudah terbiasa melakukan hal tersebut yang diajarkan oleh pembimbing les nya. Sebelum belajar dimulai, anak diwajibkan untuk membaca doa terlebih dahulu agar dipermudah proses pembelajarannya begitupun jika anak telah selesai melakukan pembelajaran juga harus berdoAoa agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Penanaman nilai-nilai agama ini pada pribadi anak sangatlah penting dan sangat berpengaruh pada tingkah lakunya. Anak yang kurang mendapatkan pembiasaan-pembiasaan baik oleh orang tuanya, secara bertahap ia akan mengikuti pembiasaan-pembiasaan yang diajarkan oleh guru les nya sehingga akan tercetak anak-anak yang berperilaku baik dan santun. Pembiasaan-pembiasaan ini dapat mempengaruhi pribadi anak menjadi lebih baik dari sebelumnya. Les privat berperan dalam menempati posisi penting dalam kemajuan prestasi belajar anak, hal ini bisa dilihat dari proses yang dilakukan dan dilaksanakan setelah murid berada di tempat tinggal mereka, tetapi materi yang di bahas pada les privat cenderung mengulang atau bahkan mempelajari materi yang akan di ajarkan di sekolah, sehingga membuat anak lebih siap dalam menerima materi yang akan diajarkan guru di lingkungan sekolah. Salah satu alasan dibentuk les privat adalah karena menurut Taufik S dengan melakukan kegiatan les privat siswa dapat belajar dengan suasana yang baru dan lebih santai serta dapat mengurangi rasa bosan, dan jika les atau kursus privat dilakukan dirumah siswa yang bersangkutan maka siswa pun akan merasa lebih nyaman, kondisi siswa lebih8 tenang dan tidak tegang, belajar pun lebih kondusif dan lebih fokus pada permasalahan belajar siswa (Nike Essyana dan Anita Qariah: Simpulan Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama, karena dalam keluarga inilah anak mendapatkan pendidikan dan bimbingan. samping itu keluarga merupakan wadah pertama dan utama bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Apabila suasana dalam keluarga itu baik dan menyenangkan maka anak akan tumbuh dengan baik pula, begitupun sebaliknya. Sehingga pendidikan yang paling banyak diterima oleh anak yaitu keluarga. Tujuan pendidikan anak yaitu untuk mengembangkan potensi-potensi . anak sehingga terbentuk kepribadian manusia kamil yang mengabdi kepada Allah SWT. Serta mampu mengemban amanat Allah sebagai khalifah di muka bumi. Selain itu Keluarga memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pendidikan moral dalam keluarga perlu ditanamkan pada sejak oleh setiap individu. Walau bagaimana pun, selain tingkat pendidikan, moral individu juga menjadi tolak ukur berhasil tidaknya suatu pembangunan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memegang peranan penting serta sangat mempengaruhi perkembangan sikap dan intelektualitas generasi muda sebagai penerus bangsa. Pendidikan agama islam yang diberikan oleh orang tua pada anaknya sudah dapat terlaksana dengan Nur Endah et. al (Sistem Pendidikan Islam di Lingkungan Keluarga dan Private Les AuAPINAy di Desa Karangmalang Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebe. ISSN: 2987-7245 Educativa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Interdisipliner Vol. No. 2 November 2023, pp. baik, meskipun banyak orang tua yang sibuk dengan pekerjaannya tetapi Pendidikan anak tetap diperhatikan, yaitu dengan memasukkan anak-anaknya ke suatu Lembaga untuk di les privatkan agar anak dapat tetap belajar dan meningkat prestasinya. Les privat merupakan salah satu pendidikan nonformal yang dinyatakan efektif dalam membantu menunjang keberhasilan proses pembelajaran siswa. Sampai saat ini penggunaan jasa les privat dimanfaatkan sebagai alternatif oleh para orang tua siswa dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan anak. Hal tersebut sesuai dengan pasal 26 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 ayat 1 yang menyatakan bahwa Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan Pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan pelengkap Pendidikan formal. Dengan ini les privat berperan dalam menempati posisi penting dalam kemajuan prestasi belajar anak, yaitu bisa dilihat dari proses yang dilakukan dan dilaksanakan setelah murid berada di tempat tinggal mereka, tetapi materi yang di bahas pada les privat cenderung mengulang atau bahkan mempelajari materi yang akan di ajarkan di sekolah, sehingga membuat anak lebih siap dalam menerima materi yang akan diajarkan guru di lingkungan sekolah. Pembiasaan Pendidikan agama islam yang diterapkan oleh bimbel APIN sudah dapat terlaksana dengan baik dan dapat dilakukan oleh anak didiknya saat ia di luar mapun di dalam rumah Bersama keluarganya. Orang tua merasa bangga dan tidak menyesal menitipkan anaknya di bimbel tersebut, karena prestasi akademik anak meningkat dan perilaku anaknya juga menjadi lebih baik. Daftar Pustaka