ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13888-13898 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Pengaruh Perilaku Birokrasi Dan Keterampilan Kerja Pegawai Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi Usnaidi1,Yuan Harry Purnama2 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi. Menara Siswa. Bogor email : usnaidi@menarasiswa. Abstrak Kualitas pelayanan publik belum seperti yang diharapkan misalnya prosedur pelayanan berbelit, kurang konsisten, serta masih dijumpai tindakan berindikasi penyimpangan. Perumusan dalam penelitian ini yaitu . Bagaimana Pengaruh Perilaku Birokrasi Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi. Bagaimana Pengaruh Keterampilan Pegawai Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi. Sejauh mana pengaruh Perilaku Birokrasi dan Keterampilan Pegawai Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi. Sedangkan tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh Perilaku Birokrasi dan Keterampilan pegawai terhadap Kualitas Pelayanan Publik di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi. Pendekatan dalam penelitian ini adalah survei dan jenis penelitiannya deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan studi dokumentasi, observasi, riset kepustakaan serta penyebaran angket kepada 76 orang. Persamaan regresi berganda diperoleh bahwa : . Setiap terjadi kenaikan X1 satu satuan akan diikuti tingkat kenaikan perubahan Perilaku Birokrasi sebesar . Setiap terjadi kenaikan X2 satu satuan akan diikuti kenaikan perubahan Keterampilan Pegawai sebesar 0. Uji hipotesis variabel X1 dengan variabel Y diperoleh t-hitung= 11. 364, signifikansi 0,000 < 0,05. Artinya, menolak Ho dan menerima Ha. Karena t-hitung= 11. 364 > t-tabel = 1. 980, maka terdapat pengaruh positif yang signifikan Perilaku Birokrasi Terhadap Kualitas Pelayanan Publik di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi. dan variabel X2 dengan Y, t-hitung= 11. 174, signifikansi 0,000 < 0,050. Artinya, menolak Ho dan menerima Ha. Karena 11. 174 > t-tabel=1. 980, maka terdapat pengaruh positif yang signifikan Keterampilan Pegawai Terhadap Kualitas Pelayanan Publik di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi. Sedangkan secara integratif dengan AuUji FAy, dan F-hitung = 73. 620 > F-tabel = 3. 99, maka Ho ditolak dan Haditerima. Berarti secara simultan terdapat pengaruh positif yang signifikan Perilaku Birokrasi dan Keterampilan Pegawai Terhadap KualitasPelayanan Publik di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi. Kontribusi pengaruh secara simultan dari X1 dan X2 dengan Y yaitu 66,9%. Berdasarkan hasil penelitian diketahui keterampilan pegawai memiliki pengaruh yang lebih kecil dibandingkan Perilaku Birokrasi sehingga Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi perlu meningkatkan keterampilan pegawai agar masyarakat yang dilayani lebih Kata Kunci : Perilaku. Keterampilan Kerja. Kualitas Pelayanan Abstract The quality of public services is not as expected, for example, the service procedures are complicated, less consistent, and there are still actions with indications of irregularities. The formulations in this study are . How is the Influence of Bureaucratic Behavior on the Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13888-13898 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Quality of Public Services in the Regional Secretariat of Sukabumi Regency. How is the Influence of Employee Skills on the Quality of Public Services in the Regional Secretariat of Sukabumi Regency. The extent to which the influence of Bureaucratic Behavior and Employee Skills on the Quality of Public Services in the Regional Secretariat of Sukabumi Regency. While the aim is to determine the extent of the influence of Bureaucratic Behavior and Employee Skills on the Quality of Public Services in the Regional Secretariat of Sukabumi Regency. The approach in this research is a survey and the type of research is descriptive quantitative. The technique of collecting data is by studying documentation, observation, library research and distributing questionnaires to 76 people. Multiple regression equations are obtained that: . Every time there is an increase in X1 of one unit, it will be followed by an increase in changes in Bureaucratic Behavior of 0. Every time there is an increase in X2 of one unit, it will be followed by an increase in changes in Employee Skills of 0. Hypothesis testing of the X1 variable with the Y variable obtained t-count = 11,364, significance 0. 000 <0. That is, reject Ho and accept Ha. Because t-count = 11,364 > t- table = 1,980, then there is a significant positive effect of Bureaucratic Behavior on the Quality of Public Services in the Regional Secretariat of Sukabumi Regency. variable X2 with Y, t-count = 11,174, significance 0. 000 < 0. That is, reject Ho and accept Ha. Because 11,174 > t-table = 1,980, then there is a significant positive effect of EmployeeSkills on the Quality of Public Services in the Regional Secretariat of Sukabumi Regency. While integratively with "F test", and F-count = 73. 620 > F-table = 3. 99, then Ho is rejectedand Hadi is accepted. It means that simultaneously there is a significant positive effect of Bureaucratic Behavior and Employee Skills on the Quality of Public Services in the Regional Secretariat of Sukabumi Regency. The simultaneous influence of X1 and X2 with Y is 66. Based on the results of the study, it is known that employee skills have a smaller influence than bureaucratic behavior so that the Regional Secretariat of Sukabumi Regency needs to improve employee skills so that the people served are more satisfied. Keywords: Behavior. Work Skills. Service Quality PENDAHULUAN Otonomi Daerah yang diberikan kepada kabupaten dan kota meliputi seluruh sektor kewenangan administrasi selain kewenangan yang telah dijalankan oleh pemerintah pusat dan propinsi, termasuk pekerjaan publik, kesehatan, pendidikan, kebudayaan, pertanian, transportasi, industri, perdagangan, investasi, lingkungan hidup, urusan tanah, koperasi dan tenaga kerja. Dasar pemberian otonomi oleh pemerintah pusat kepadaKabupaten/Kota yaitu melaksanakan pemberdayaan kewenangan yang luas dan bertanggung jawab secara professional diwujudkan dengan peraturan, pembagian dan pemanfaatan sumber daya serta tindakan pelaksanaan perimbangan keuangan antarapemerintah pusat dan daerah, sehingga kabupaten/kota dapat mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri sesuai dengan potensi dan keaneka ragaman daerah. Pelaksanaan otonomi daerah sampai saat ini telah berjalan kurang lebih tiga belas Namun durasi waktu tersebut, belum menunjukkan hasil maksimal sebagaimana Untuk memenuhi kewajiban dalam melaksanakan fungsi pelayanan kepada masyarakat, pemerintah telah diperhadapkan dengan berbagai masalah. Salah satu permasalahan adalah perilaku birokrasi daerah dalam melaksanakan tugas dan fungsi pemerintahan, baik yang bersifat rutin maupun pembangunan. Perilaku birokrasi merupakan tolak ukur tercapainya pelayanan publik yang efektif, dan merupakan suatu penilaian terhadap kinerja pemerintah yang paling kasat mata. Masyarakat dapat menilai kinerja pemerintah berdasarkan pelayanan yang diterimanya baik secara langsung maupun tidak Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13888-13898 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Para pelayan publik memiliki tanggungjawab besar terhadap publik, dan tentunya sikap dan perilaku mereka kepada publik merupakan penentu keberhasilan mereka kepada masyarakat sebagai konsumen pelayanan, karena selama ini jika mendengar Auperilaku birokrasiAy telah termindset dalam pikiran masyarakat akan menghadapi perilaku pelayanan yang prosedurnya rumit, berbelit-belit, tidak adanyakepastian waktu yang konsisten serta pemungutan biaya liar yang tidak sesuaiAy. Dalam Undang-Undang Nomor 25 tahun 2009 menyatakan pelayanan prima adalah pelayanan yang cepat, mudah,pasti, murah, dan akuntabel. Oleh karena itu pemerintah perlu mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut terutama mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap perilaku birokrasi, apalagi saat ini negara Indonesia sudah mulai menerapkan good governance, berdasarkan aturan United Nations Development Programme (UNDP) sebagai indikator terealisasinya reformasi birokrasi yang mengedepankan 9 prinsip yakni partisipasi masyarakat, tegak supremasi hukum, transparansi, stakeholder, berorientasi pada konsensus, kesetaraan, efektivitas dan efisiensi, akuntabilitas, serta visi strategis. Maka solusi paling mendasar adalah mereformasi kembali dan meningkatkan kualitas perilaku birokrasi dalam pelayananpada publik di instansi pemerintahan. Pelayanan Publik sebagai segala bentuk kegiatan pelayanan umum yang dilaksanakan oleh Instansi Pemerintahan di Pusat dan Daerah, dan lingkungan BUMN/BUMD dalam bentuk barang dan/atau jasa, baik dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan Peraturan Perundang-undangan. (LAN,2. Masyarakat dalam menilai kualitas layanan yang diberikan oleh birokrat pemerintah tergantung pada bagaimana harapan masyarakat terhadap layanan dibandingkan dengan layanan yang Apabila layanan yang diterima sesuai dengan yang diharapkan, maka kualitas layanan dinilai baik dan memuaskan. Jika layanan melampaui harapan masyarakat, maka layanan dinilai memiliki kualitas yang ideal. Sebaliknya jika layanan diterima masyarakat rendah dari yang diharapkan, maka kualitas layanan dinilai buruk. Mengingat sangat pentingnya eksisten Sumber Daya Manusia (SDM) dalam bidang kegiatan pemerintahan yang disebutkan dalam penjelasan umum Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 bahwa kelancaran penyelenggaraan tugas pemerintahan dan pembangunan nasional sangat tergantung pada kesempurnaan aparatur, khususnya pegawai negeri, karena itu setiap aparatur dituntut mempunyai pengetahuan dan keterampilan kerja untuk dapat melakukan tugas dan fungsinya secara professional. Namun dalam kenyataannya hal tersebut tidaklah mudah untuk terbentuk dengan sendirinya. Banyak hal yang terjadi sebaliknya, di mana banyak aparatur pemerintah daerah kurang mampu dalam menyelenggarakan kegiatan pemerintahan dengan kredibilitas yang tinggi, sehingga proses pelayanan yang diberikan kepada masyarakat menjadi relatif kurang optimal. METODE Desain atau rancangan penelitian merupakan suatu bentuk pendekatan yang dilakukan oleh penulis dalam melakukan langkah-langkah praktis terhadap suatu obyek yang menjadi Desain penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode deskriptif dengan tujuan untuk mengetahui hubungan nilai variabel pengaruh terhadap variabel yang dipengaruhinya, pendekatan ini memberikan suatu gambaran permasalahan dari kedua jenis variabel tersebut. Menurut Suharsimi Arikunto . , penelitian deskriptif merupakan penelitian untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan. Jadi tujuan penelitian deskriptif adalah untuk membuat penjelasan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Dalam perkembangannya, selain menjelaskan Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13888-13898 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 tentangsituasi atau kejadian yang sudah berlangsung, penelitian deskriptif juga dirancang untuk membuat komparasi maupun untuk mengetahui hubungan satu variabel kepada variabel lain. Karena itu pula penelitian komparasi dan korelasi juga dimasukkan dalam kelompok penelitian deskriptif Bentuk hubungan variabel dalam penelitian ini adalah hubungan kausal yaitu hubungan bersifat sebab akibat. Artinya, tinggi-rendahnya nilai variabel bebas, yakni X1 (Perilaku Birokras. dan X2 (Keterampilan Kerj. berpengaruh terhadap tinggi-rendahnya variabel Y (Kualitas Pelayanan Publik ) di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi. Populasi. Sampel. Besarnya Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel Menurut Suharsimi Arikunto . 0 : . , populasi adalah keseluruhan subjek Sedangkan Sugiyono . , mengemukakan bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek / subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk mempelajari kemudian ditarik kesimpulannya. Dalam penelitian ini populasi yang dimaksudkan adalah semua masyarakat yang menggunakan pelayanan publik pada Bagian Administrasi Kepegawaian di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi. Menurut Margono . , sampel adalah bagian dari populasi diambil dengan menggunakan cara-cara tertentu. Hal senada dikemukakan oleh Sugiyono . sampel adalah bagian dari jumlah dan karakterisitik yang dimiliki populasi tersebut. Suharsimi Arikunto . mengemukakan bahwa Aysampel adalah sebagian atau wakil yang ditelitiAy. Sampel penelitian ini adalah sebagian populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi . engguna pelayanan publik di Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabum. Jumlah sampel berdasarkan pendapat Roscoe seperti dikutip Sekaran . bahwa ukuran sampel lebih besar dari 30 dan kurang dari 500 telah mencukupi untuk digunakan dalam semua penelitian. Teknik pengambilan sampel ditentukan dengan convinience sampling yaitu pengambilan sampel responden pengguna pelayanan mudah ditemui pada lokasi penelitian. Dasar pengambilan teknik convinience sampling ini tidak menjadi permasalahan atau menurunkan kualitas hasil penelitian karena bagaimanapun rumitnya teknik yang digunakan tidak menjamin representativeness/ keterwakilkan, maka yang terpenting adalah sampel yang representatif atau benar-benar mewakili populasi (Healey. Berdasarkan uraian di atas, maka sampel penelitian ini sebanyak 76 responden. Variabel Penelitian Dalam penelitian ini terdapat dua jenis variabel yaitu variabel bebas dan variabel Untuk lebih jelasnya mengenai kedua jenis variabel dimaksud dapat diperhatikan penjelasan di bawah ini. Variabel bebas adalah merupakan variabel yang mempengaruhi / yang menjadi sebab perubahannya/timbulnya variabel devenden/terikat (Sugiyono, 2011:. Variabel bebas yang dimaksudkan, yaitu terdiri dari : Variabel X1-nya adalah. Perilaku Birokrasi. Miftah Thoha . mengemukakan bahwa: AuPerilaku merupakan suatu fungsi dari interaksi antara seorang individu dengan lingkungannyaAy Sedangkan pengertian perilaku menurut Sondang P. Siagian . 3 : . adalah keseluruhan tabiat dan sifat seseorang yang tercermin dalam ucapan dan tindak tanduknya sebagai anggota suatu organisasi. Variabel X2 adalah Keterampilan Kerja. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13888-13898 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Menurut Prayitno (BKN, 2003:. : Keterampilan yaitu kemampuan untuk menunjukan tugas pada tingkat kriteria yang dapat diterima secara terus menerus dengan kegiatan yang paling sedikit. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat, karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2011 : . Variabel terikat (Y) yang dimaksudkan penulis dalam penelitian ini adalah Kualitas Pelayanan Publik. Departemen Dalam Negeri . menyebutkan bahwa Pelayanan Publik adalah suatu proses bantuan kepada orang lain dengan cara tertentu, memerlukan kepekaan dan hubungan interpersonal supaya tercipta kepuasan dan keberhasilan. Ay. Untuk memberikan pelayanan baik kepada masyarakat sebagaimana upaya pegawai untuk meningkatkan kualitas pelayanan dengan memberikan pembinaan dan arahan harus memperhatikan prinsip-prinsip pelayanan yang baik yaitu tepat, cepat dan transparan atau adil tidak membeda-bedakan antara masyarakat yang satu dengan masyarakat lain. Dalam penelitian ini indikator Kualitas Pelayanan publik adalah . Tepat : Prosedur pelayanan tidak berbelit-belit, mudah dipahami dan dilaksanakan. Cepat. Pelaksanaan pelayanan publik dapat diselesaikan dalam kurun waktu yang telah . Murah. pelayanan yang diinginkan dengan biaya murah. Ramah: sopan dan berpedoman pada etika profesi. Berdasarkan penjelasan di atas, maka definisi operasional dalam penelitian ini ditindaklanjuti dengan menguraikan variabel bebas dan variabel terikat menjadi beberapa indikator yang dijadikan rujukan untuk membuat pertanyaan atau pernyataan yang dikemas menjadi sebuah kuesioner . sebagaimana terilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 3. 1 Definisi Operasional Variabel Bebas VARIABEL X1 : Perilaku Birokrasi Dimensi . Karakteristik individu Indikator A kemampuan. A kebutuhan. A kepercayaan. A pengalaman A pengharapan A hierarki tugasAatugas A wewenang, . Karakteristik birokrasi A tanggung jawab A sistem reward A sistem control Sumber : Thoha . 8: . Butir Variabel X2 : Keterampilan Kerja Pegawai Dimensi Indikator Jurnal Pendidikan Tambusai Butir ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13888-13898 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 A Mengoperasikan komputer A Mengurus. A Mengikuti dan 12-13 Keterampilan teknik Keterampilan administratif Keterampilan hubungan A menciptakan hubungan yang 16 Keterampilan diagnostik A memberi A Kecermatan A Kreatif dan inovatif Sumber : Silalahi . Tabel 3. 2 Definisi Operasional Variabel Terikat VARIABEL Y : Kualitas Pelayanan Publik Dimensi Tepat Indikator A Prosedur pelayanan tidak berbelit-belit A Prosedur pelayanan mudah dipahami Butir A Bertanggung jawab memberikanpelayanan dan penyelesaian persoalan pelayanan A Pelaksanaan pelayanan tepat watu Cepat A Pelayanan diterima dengan biaya murah A Disiplin, sopan dan ramah Sumber : Idup Suhady . Murah Ramah PEMBAHASAN Hasil Analisis Korelasi Hasil analisis hubungan secara parsial Tabel 4. 7 Analisis hubungan antara variabel X1 dengan variabel Y Correlations Kualitas Pelayanan Publik Perilaku Birokrasi Pearson Correlation KualitasPelayananPublik PerilakuBirokrasi 1,000 ,797 ,797 1,000 Sig. -taile. KualitasPelayananPublik PerilakuBirokrasi ,000 ,000 KualitasPelayananPublik PerilakuBirokrasi Sumber : SPSS versi 21 for Window Hubungan antara Perilaku Birokrasi dengan Kualitas Pelayanan Publik Di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi memiliki nilai pearson correlation adalah 0,797. Jadi atas dasar hal itu, maka tingkat keeratan koefisien korelasinya adalah kuat. Sebab, nilai 0,797 berada pada interval 0,600 Ae 0,799. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13888-13898 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Tabel 4. 8 Analisis hubungan antara variabel X2 dengan variabel Y Correlations Kualitas Pelayanan Publik Keteramp ilanKerja Pearson Correlation KualitasPelayananPublik KeterampilanKerja 1,000 ,792 ,792 1,000 Sig. -taile. KualitasPelayananPublik KeterampilanKerja ,000 ,000 KualitasPelayananPublik KeterampilanKerja SPSS versi 21 for Window 2017 Hubungan antara Keterampilan Kerja Pegawai dengan Kualitas Pelayanan Publik Di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi memiliki nilai pearson correlation adalah 0,792. Jadi atas dasar itu, maka tingkat keeratan koefisien korelasinya adalah kuat. Sebab, nilai 0,792 berada pada interval 0,600Ae 0,799. Analisis hubungan secara integrative Tabel 4. 9 Hubungan antara variabel X1 dan X2 dengan variabel Y Correlations Kualitas Pelayanan Publik Perilaku Birokrasi Keteramp ilanKerja Pearson Correlation KualitasPelayananPublik PerilakuBirokrasi KeterampilanKerja 1,000 ,797 ,792 ,797 1,000 ,890 ,792 ,890 1,000 Sig. -taile. KualitasPelayananPublik PerilakuBirokrasi KeterampilanKerja ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 KualitasPelayananPublik PerilakuBirokrasi KeterampilanKerja Hubungan antara Perilaku Birokrasi Dan Keterampilan Kerja Pegawai dengan Kualitas Pelayanan Publik di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi memiliki nilai pearson correlation adalah 0,890. Jadi atas dasar itu, maka tingkat keeratan koefisien korelasinya adalah sangat kuat. Sebab nilai 0890 berada pada interval 0,800 Ae 1,000. Hasil Analisis Determinasi Koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa jauh variabel bebas menerangkan variabel terikatnya. Nilai koefisien determinasi ditentukan dengan nilai adjusted R square sebagaimana dapat dilihat tabel berikut : Tabel 4. Model Summarby Model Change Statistics Adjusted Std. Error of R Square Change Square Estimate R Square F Change Sig. F Change ,818a ,669 ,659 2,65175 ,669 73,620 ,000 DurbinWatson 1,583 Predictors: (Constan. PerilakuBirokrasi. KeterampilanKerja Dependent Variable: KualitasPelayananPublik SPSS versi 21 for Window 2017 Berdasarkan Model Summary, pengaruh variabel Perilaku Birokrasi Dan Keterampilan Kerja Pegawai Terhadap Kualitas Pelayanan Publik di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi diperoleh . 2= 0. 669, artinya Perilaku Birokrasi Dan Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13888-13898 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Keterampilan Kerja Pegawai memberikan pengaruh terhadap Kualitas Pelayanan Publik Di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi sebesar 66,9%. Hal ini menunjukkan pengaruh Perilaku Birokrasi Dan Keterampilan Kerja Pegawai lebih besar daripada pengaruh variabel lain yang tidak diteliti. Hasil Analisis Regresi Model persamaan regresi yang baik adalah memenuhi persyaratan asumsi klasik, antara lain uji normalitas, multikolinieritas, uji Heterokedastisitas dan auto korelasi. Hasil Uji Hipotesis Dalam penelitian ini uji hipotesis menggunakan analisis secara parsial maupun secara bersama-sama . antara variabel bebas yaitu Perilaku Birokrasi Dan Keterampilan Kerja Pegawai dengan Kualitas Pelayanan Publik Di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi. Agar diketahui hasil uji hipotesis penelitiannya, maka secara parsial dapat dilakukan dengan membandingkannya Aut-hitungAy dengan Aut-tabelAy pada two tail test . ji dua piha. memiliki kesalahan 0,05 atau 5%, dengan n = 76, maka didapat nilai t-tabel sebesar 1. Persamaan hasil uji hipotesis secara parsial pengaruh variabel X1 dan Y dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4. 17 Uji Hipotesis X1 dengan T-hitung Coefficientas Unstandardized Coefficients Model (Constan. PerilakuBirokra Standardized Coefficients Std. Error 6,420 ,859 3,360 ,076 Beta ,797 1,910 11,364 Correlations Zero-order Partial Sig. ,060 ,000 ,797 ,797 Part ,797 Collinearity Statistics Tolerance VIF 1,000 1,000 Dependent Variable: KualitasPelayananPublik Berdasarkan hasil uji hipotesis secara parsial pengaruh Perilaku Birokrasi Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi diperolehnilai t-hitung = 11. 364 dengan tingkat signifikansi 0,00 < 0,05. Dikarenakan nilai t-hitung = 364 > t-tabel = 1. 980, maka menolak Ho dan menerima H1 artinya terdapat pengaruh positif yang signifikan variabel Perilaku Birokrasi Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi. Sedangkan hasil uji hipotesis secara parsial pengaruh variabel X2 dan Y dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4. 18 Uji Hipotesis X2 dengan T-hitung Coefficientas Unstandardized Coefficients Model (Constan. KeterampilanKe Std. Error 7,573 ,831 3,314 ,074 Standardized Coefficients Beta ,792 2,285 11,174 Correlations Collinearity Statistics Part Tolerance VIF Sig. Zero-order Partial ,025 ,000 ,792 ,792 ,792 1,000 1,000 Dependent Variable: KualitasPelayananPublik Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai t-hitung = 11. 174 dengan tingkat signifikansi 0,00 < 0,05, artinya menolak Ho dan menerima H1 dan dikarenakan nilai t-hitung = 11. 174 > ttabel=1. 980, maka terdapat pengaruh positif yang signifikan Keterampilan Kerja Pegawai Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13888-13898 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Selanjutnya, untuk menguji hipotesis secara simultan pengaruh Perilaku Birokrasi Dan Keterampilan Kerja Pegawai Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi dapat dilakukan dengan melihat F-hitung atau rumus Anova. Dari output hasil olah data dengan menggunakan Software SPSS versi 21 for Window diperoleh hasil sebagai berikut. Tabel 4. 19 Uji Hipotesis Integratif dengan Anova ANOVAb Model Sum of Squares Regression Residual Total 1035,352 513,319 1548,671 Mean Square 517,676 7,032 73,620 Sig. ,000a Predictors: (Constan. PerilakuBirokrasi. KeterampilanKerja Dependent Variable: KualitasPelayananPublik Berdasarkan tabel anova, dapat diketahui Pengaruh variabel bebas yang terdiri dari Perilaku Birokrasi Dan Keterampilan Kerja Pegawai Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi memiliki nilai significant 0. 00 < 0. dan F-hitung = 73. 620 > F-tabel = 3. 99, maka Ho ditolak dan H1 diterima. Berarti secara simultan terdapat pengaruh positif yang signifikan Perilaku Birokrasi Dan Keterampilan Kerja Pegawai Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi. Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda dengan menggunakan program Software SPSS versi 21 for Window diperoleh koefisien variabel Perilaku Birokrasi (X. 477 dan koefisien variabel Keterampilan Kerja Pegawai (X. Sedangkan konstanta sebesar 4. 800, dengan demikian dapat diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut Y = 4. 477 X1 0. 418X2. Hal ini berarti setiap ada penambahan rata-rata terhadap Kualitas Pelayanan Publik (Y)sebesar 0. 477 untuk setiap perubahan satu satuan dalam variabel Perilaku Birokrasi (X. dan apabila variabel Keterampilan Kerja Pegawai (X. dan konstanta dianggap tetap. Selanjutnya setiap ada penambahan rata-rata terhadap Kualitas Pelayanan Publik (Y) 418 untuk setiap perubahan satu satuan dalam variabel Keterampilan Kerja Pegawai (X. apabila variabel Perilaku Birokrasi (X. dan konstanta dianggap tetap. Selanjutnya berdasarkan hasil perhitungan analisis regresi linear berganda dapat diketahui besarnya pengaruh secara parsial dari masing-masing variabel independen (X1dan X. terhadap variabel dependen (Y), sebagai berikut : Pengaruh Perilaku Birokrasi terhadap Kualitas Pelayanan Publik Di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi Berdasarkan hasil perhitungan analisis regesi linear secara parsial dengan menggunakan rumus statistik yang penulis hitung dengan bantuan program Software SPSS versi 21 for Window menunjukan hasil ternyata Perilaku Birokrasi berpengaruh terhadap Kualitas Pelayanan Publik di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi. Hal ini dapat dilihat dari tabel AuModel SummaryAy besarnya koefisien determinasi parsial . 2 = 0. Artinya Perilaku Birokrasi memberikan pengaruh terhadap kualitas pelayanan Publik di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi sebesar 63,6%. Adapun pengaruh variabel lain yang tidak diteliti terhadap Kualitas Pelayanan Publik Di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi (Y) adalah sebesar 36,4%. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 13888-13898 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Pengaruh Keterampilan Kerja Pegawai terhadap Kualitas Pelayanan Publik Di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi Berdasarkan hasil perhitungan analisis regresi linear secara parsial dengan menggunakan program Software SPSS versi 21 for Window menunjukan hasil Keterampilan Kerja Pegawai (X. memberikan pengaruh terhadap Kualitas Pelayanan Publik (Y) Di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi. Hal ini dapat dilihat dari tabel AuModel SummaryAy besar pengaruhnya . 2 = 0. Artinya Keterampilan Kerja Pegawai memberikan pengaruh terhadap Kualitas Pelayanan Publik Di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi sebesar 62,8%. Adapun pengaruh variabel lain yang tidak diteliti terhadap Kualitas Pelayanan Publik Di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi adalah sebesar 37,2%. Pengaruh Perilaku Birokrasi dan Keterampilan Kerja Pegawai terhadap Kualitas Pelayanan Publik Di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi Berdasarkan analisis regresi linear berganda secara simultan dari tabel AuModel Summary yaitu . 2 = 0. 669 artinya Pengaruh Perilaku Birokrasi dan keterampilan Kerja Pegawai terhadap kualitas pelayanan publik di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi sebesar 66,9%. Selanjutnya berdasarkan tabel anova diketahui Fhitung = 73,620, df pembilang = 2 dan df penyebut = 73 pada taraf signifikansi 5% = 3,13, maka Fhitung = 73,620 > Ftabel = 3,13 maka variabel Perilaku Birokrasi dan Keterampilan Kerja Pegawai secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kualitas Pelayanan Publik Di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi. Dengan demikian, pengujian hipotesis menolak Ho dan menerima H1 artinya secara simultan terdapat pengaruh positif dan signifikan Perilaku Birokrasi dan Keterampilan Kerja Pegawai terhadap Kualitas Pelayanan Publik Di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi. Sedangkan Hubungan Perilaku Birokrasi dan Keterampilan Kerja Pegawai dengan Kualitas Pelayanan Publik Di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi memiliki nilai pearson correlation adalah 0,890. Jadi atas dasar itu, maka tingkat keeratan koefisien korelasi adalah sangat kuat. Sebab nilai 0,890 pada interval 0,800 Ae 1,000. Maka dapat dikatakan semakin baik Perilaku Birokrasi dan Keterampilan Kerja Pegawai maka akan semakin baik pula Kualitas Pelayanan Publik Di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi. Daftar Pustaka