Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera Volume. Nomor. 4 Tahun 2024 e-ISSN : 2963-3877, p-ISSN : 2962-0929. Hal 87-94 DOI: https://doi. org/10. 59059/jpmis. Available online at: https://journal. id/index. php/jpmis Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Kerajinan Limbah Kulit Jagung di Desa Randualas Sendang Seloaji Socialization And Training In Making Corn Husk Crafts In Randualas Village Sendang Seloaji Dian Novia Ningtias1. Karisma Laili Khasanah2. Evi Priyana3. Annisa Khofiyatus Sholikhah4. Ferninda Dea Agdiani5. Arum Suproborini6* 1,2,3,4,5,6 Universitas PGRI Madiun. Madiun. Indonesia Email: dian_2104101009@mhs. id 1, karisma_2104101012@mhs. id 2, evi_2104101013@mhs. id 3, annisa_2104101001@mhs. id 4, ferninda_2104101010@mhs. id 5, arum@unipma. Korespondensi penulis: arum@unipma. Article History: Received: Oktober 18, 2024 Revised: November 16, 2024 Accepted: Desember 07, 2024 Published: Desember 09, 2024 Keywords: Randualas. Curru. Corn husk waste Abstract: Randualas Village is located in Kare District. Madiun Regency and has abundant potential for corn plant biological The available corn husk waste sometimes only becomes a pile of garbage and has not been utilized optimally. Community service aims to foster insight in the Randualas village community and the economic value of corn husk waste. The method of implementing community service is through socialization and training in making handicrafts from corn waste. The results of this activity are the creation of increased community insight in the management of corn husk waste and the results of handicrafts that have sales value from corn waste. Based on the results of the pretest and post-test, an increase in insight of 50% was obtained. The handicrafts produced are not only used to beautify the interior of residents' homes but are also sold to increase residents' income. This activity can increase insight, creativity, and income of village The follow-up to this activity will be carried out continuous training and efforts are made so that the handicrafts can be marketed online so that they can improve the economy of Randualas village residents. Abstrak Desa Randualas terletak di Kecamatan Kare Kabupaten Madiun memiliki potensi sumber daya hayati tanaman jagung yang melimpah. Limbah kulit jagung yang tersedia terkadang hanya menjadi onggokan sampah dan belum termanfaatkan secara maksimal. Pengabdian masyarakat bertujuan agar menumbuhkan wawasan pada masyarakat desa randualas serta nilai ekonomi dari limbah kulit jagung. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yaitu dengan cara sosialisasi dan pelatihan membuat kerajinan tangan dari limbah jagung. Hasil pada kegiatan ini terciptanya adanya peningkatan wawasan masyarakat dalam pengelolaan limbah kulit jagung dan hasil karya seni kerajinan tangan yang bernilai jual dari limbah jagung. Berdasarkan hasil pre test dan post test diperoleh peningkatan wawasan sebesar 50%. Kerajinan tangan yang dihasilkan selain digunakan untuk mempercantik interior rumah warga juga dijual untuk menambah pemasukan keuangan warga. Kegiatan ini dapat meningkatkan wawasan, kreatifitas, serta income warga desa. Adapun tindak lanjut dari kegiatan ini akan dilakukan pembinaan secara berkesinambungan dan diupayakan hasil kerajinan tangan tersebut bisa dipasarkan secara online sehingga dapat meningkatkan perekonomian warga desa Randualas. Kata Kunci: Randualas. Kare. Limbah kulit jagung. Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Kerajinan Limbah Kulit Jagung di Desa Randualas Sendang Seloaji PENDAHULUAN Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Sebagai negara agraris Indonesia bermatapencaharian sebagai pertanian yang dikenal dengan berbagai komoditas unggulan, seperti padi, jagung, kedelai, kelapa sawit, kopi, kakao, dan rempah-rempah. Hal ini dapat meningkatkan pendapatan perkapita dan kemakmuran negara jika dilakukan dengan Namun, dari hasil pertanian yang sudah dipanen akan menghasilkan banyak limbah. limbah organik adalah bahan atau zat hasil proses industri yang sudah tidak digunakan. Limbah organik ialah sampah basah yang dapat secara alami terurai atau membusuk dan terutama terdiri dari bahan organik yang dapat terurai oleh mikroorganisme (Wirjayati & Setiawati, 2. Limbah organik memiliki dampak negatif terutama terhadap lingkungan, jika jumlah limbah organik yang dihasilkan terus bertambah maka akan berdampak buruk pada lingkungan setiap tahunnya. Akibat penumpukan limbah organik di pembuangan akhir dapat menyebabkan zat berbahaya maka dari itu pengelolaan limbah organik sangat penting. Salah satu contoh limbah organik adalah kulit jagung. Limbah kulit jagung banyak digunakan oleh masyarakat sebagai pakan ternak, tetapi limbah kulit jagung juga dapat memberikan hasil yang optimal dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi dengan menjadikan suatu produk kerajinan dengan kreativitas. Oleh karena itu, penggunaan limbah kulit jagung untuk membuat produk kerajinan tangan akan lebih menarik daripada memafaatkannya sebagai pakan ternak (Almuzhid & Wahyuningtyas, 2. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit jagung untuk produk kerajinan di Desa Randualas, karena di desa Randualas terdapat banyak limbah kulit jagung yang belum termanfaatkan secara maksimal. Dengan memahami tentang pentingnya pengelolaan limbah kulit jagung, kita dapat menciptakan cara baru untuk mengurangi dampak buruk limbah organik. Tujuan pengelolaan limbah adalah untuk meningkatkan nilai dan mengurangi efek buruknya terhadap lingkungan (Darmayanti & Lestari, 2. Pengelolaan limbah kulit jagung diantaranya adalah dibuat kerajinan tangan yang dapat meningkatkan kreativitas dan nilai jual limbah kulit jagung (Pratama & Syahputra, 2. METODE PENELITIAN Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 2 September 2024 di dusun Seloaji desa Randualas kecamatan Kare kabupaten Madiun. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode sosialisasi atau penyuluhan dan pelatihan pembuatan kerajinan tangan dari limbah kulit jagung Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera AeVOLUME. NOMOR. TAHUN 2024 e-ISSN : 2963-3877, p-ISSN : 2962-0929. Hal 87-94 HASIL PENELITIAN Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 2 September 2024 di rumah ibu Supin RT 27 RW 09 Dusun Seloaji Radualas. Pada tahap pertama pengabdian masyarakat ini diberikan pre-test untuk mengukur kemampuan awal peserta dalam pembuatan kerajinan dari limbah kulit jagung. Berdasarkan pemberian soal pre-test didapatkan hasil yaitu nilai 6 sebanyak 30%, nilai 7 sebanyak 40%, nilai 8 sebanyak 30%. Setelah pre test dilakukan sosialisasi atau penyuluhan pembuatan kerajinan dari limbah kulit jagung. Gambar 1. Sosialisasi dan Penyuluhan Kerajinan Limbah Kulit Jagung Langkah pembuatan kerajinan bunga dari limbah kulit jagung: Proses pembuatan kerajinan bunga dari kulit jagung terdiri dari beberapa tahapan yang harus dilakukan secara berurutan. Tahap pertama melibatkan pencucian kulit jagung secara menyeluruh, memastikan bahwa semua kotoran dan bahan asing Setelah dicuci, kulit jagung yang bersih dijemur hingga mencapai warna coklat yang diinginkan. Proses pengeringan ini membuat kulit jagung menjadi lebih kaku dan siap untuk diolah lebih lanjut. Selanjutnya, kulit jagung yang sudah kering perlu dipilah sesuai ukuran dan bentuk yang diinginkan untuk pembuatan bunga. Setelah dipilah, kulit jagung bisa dipotong-potong sesuai kebutuhan dan kemudian dilipat menjadi dua bagian. Langkah berikutnya adalah menggunting ujung kulit jagung untuk mendapatkan bentuk dan tampilan yang diinginkan. Setelah persiapan selesai, proses perakitan bunga dapat dimulai. Kulit jagung yang telah disiapkan dililitkan di sekitar tusuk sate atau batang yang sudah disiapkan. Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Kerajinan Limbah Kulit Jagung di Desa Randualas Sendang Seloaji untuk membentuk bagian tengah bunga. Setelah kulit jagung terililit rapi, bagian tengahnya diikat menggunakan tali atau benang, yang berfungsi untuk menjaga bentuk bunga agar tetap teratur. Sebagai tahap akhir, bentuk bunga akan dipoles dan disempurnakan untuk menciptakan tampilan yang lebih menarik (Almuzhid. Faizin. , & Wahyuningtyas. Langkah pembuatan kerajinan tas dari limbah kulit jagung: Pengumpulan dan Persiapan Kulit Jagung : kumpulkan dan bersihkan kulit jagung bebas dari kotoran atau sisa-sisa jagung. Perendaman : rendam kulit jagung dalam air selama 1-2 jam untuk melunakkan seratnya, sehingga lebih mudah untuk diolah dan dianyam. Pemotongan kulit jagung menjadi 3 helai yang kemudian dibuat dengan Teknik Teknik pengepangan dapat dilakukan dengan mengambil selembar kulit jagung yang dibagi menjadi 3 bagian. Lalu gulung kulit jagung agar menjadi gulungan kecil Selanjutnya ambil 3 gulungan kemudian lanjut dikepang sampai menjadi kepangan Pewarnaan . warna pada tas : gunakan pewarna alami dan rendam strip kulit jagung dalam larutan pewarna dan biarkan kering. Siapkan papan anyaman lalu susun kepangan kulit jagung dengan teknik anyaman bisa bervariasi sesuai ukuran yang diinginkan, jahit atau rapatkan bagian-bagian tas menggunakan jarum dan benang (Nadzifa. Putri. Rizqi. Malisa Mursalina. , & Inayati, . Gambar 2. Pelatihan dan Pendampingan Kerajinan Bunga dan Tas Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera AeVOLUME. NOMOR. TAHUN 2024 e-ISSN : 2963-3877, p-ISSN : 2962-0929. Hal 87-94 Setelah pelaksanaan penyuluhan dilaksanakan post-test. Post test bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan. Berdasarkan post-test yang diberikan didapatkan nilai yaitu nilai 6 sebanyak 15%, nilai 7 sebanyak 20%, nilai 8 sebanyak 50 %, dan nilai 9 sebanyak 15%. Gambar 3. Hasil Kerajinan Limah Kulit Jagung Bunga dan Tas Hasil dari sosialisasi mengenai kerajinan tangan yang berasal dari limbah kulit jagung menunjukkan bahwa masyarakat kini lebih sadar, terampil, dan teredukasi dalam mengolah limbah tersebut. Mereka juga memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang pemanfaatan limbah dan mampu menunjukkan kreativitas dalam menciptakan produk-produk bernilai. Limbah kulit jagung dapat diubah menjadi berbagai macam kerajinan, seperti bunga dan anyaman untuk tas. Semangat dan senang dalam belajar. Karena dengan menggunakan media interaktif, siswa merasa lebih terlibat dan nyaman, yang berdampak positif pada suasana kelas dan semangat belajar mereka (Kaya Harahap & Siregar, 2. Melalui praktik ini, kami berharap anak-anak dapat memahami pentingnya menjaga kebersihan lahiriah dan batiniah sebelum melakukan ibadah. DISKUSI