DIMENSI. VOL. NO. 3 : 549-563 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 PENGARUH PENGALAMAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA INSPEKTORAT KABUPATEN BIMA THE EFFECT OF WORK EXPERIENCE ON EMPLOYEE WORK ACHIEVEMENT IN BIMA DISTRICT INSPECTORATE Nurahman Ikbal1. Kartin Aprianti2 (Prodi Manajemen. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bima. Indonesi. (Prodi Manajemen. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bima. Indonesi. 77@gmail. com,2 kartinaprianti93@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan Penga lama n K erja t erhada p Prestasi Kerja Pegawai pada Inspektorat Kabupaten Bima. Jenis penelitian ya ng d ig unakan yai tu asosiatif. Populasi yang digunakan yaitu Seluruh pegawai pada Inspektorat Kabupaten Bima a da lah sebanyak 70 orang terdiri dari 30 PNS, 22 honorer dan 18 sukarela. Sa mpel d a lam p en el it ian i ni adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Inspektorat Kabupaten Bima sebanyak 3 0 o rang. Tekn ik sampling yang digunakan adalah sampling purposive, instrumen penelit ia n ya ng d i gu nakan ya it u kuesioner dengan skala likert. Teknik pengumpulan data yang di gun aka n ya it u . ) o b servasi , . ) kuesioner dan . Dokumentasi. Penelitian ini dilakukan pada kantor Inspektorat Kab upat en Bi ma. Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan, yaitu pada bulan Maret 2020. Berdasarkan h a sil a na li si s menunjukan bahwa Hipotesis yang diterima adalah hipotesis alternatif (H. yang menyatakan bahw a terdapat pengaruh yang signifikan antara pengalaman kerja terhadap prestasi kerja p ega wai p ad a Inspektorat Kabupaten Bima. ini menunjukan bahwa variabel prestasi kerja dapat d i penga ruhi o leh variabel pengalaman kerja. Kata Kunci: Pengalaman Kerja. Prestasi Kerja Pegawai Abstract This study aims to determine the significant effect of Work Experience on Employee Work Performance at the Inspectorate of Bima Regency. The type of research used is associative, the population used is all employees at the Inspectorate of Bima Regency as many as 70 people consisting of 30 civil servants, 22 honorary and 18 volunteers. The sample in this study was 3 0 C i vil S ervant s (PNS) at the Bima Regency Inspectorate. The sampling technique used was purposive sa mp li ng, t h e research instrument used was a questionnaire with a Likert scale. The data collection techniques used were . observation, . questionnaire and . This research was co ndu ct ed a t t he Inspectorate office of Bima Regency. This research was conducted f o r 1 mo n th, n a mely i n March Based on the results of the analysis it shows that the accep ted h ypot hesi s i s a n a l ternat ive hypothesis (H. which states that there is a significant influence between work experience on employee work performance at the Inspectorate of Bima Reg ency. This shows that the variable work performance can be influenced by work experience variables. Keywords: Work Experience. Employee Achievement DIMENSI. VOL. NO. 3 : 549-563 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 PENDAHULUAN Dalam suatu instansi Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu f aktor penting untuk mencapai tujuan dan sasarannya melalui usaha kooperatif sekelompok orang didalamnya, sehingga sumber daya manusia adalah salah satu f aktor penentu berhasil atau tidaknya suatu instansi dalam mencapai tujuannya. Walaupun suatu instansi memiliki berbagai peralatan yang modern dengan teknologi yang tinggi tetapi tanpa manusia instansi tidak akan berfungsi, karena manusia adalah yang menggerakkan dan penentu jalannya suatu instansi. Manajemen sumber daya manusia adalah pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balasjasa, dan pengelolaan individu anggota organisasi atau kelompok pekerja, (Sutrisno, 2. Sumber daya manusia yang dimaksud disini adalah pegawai, sehingga untuk tercapainya tujuan dari instansi sangat tergantung pada bagaimana pegawai dapat mengembangankan kemampuannya baik dalam pengembangan pengetahuan dan Pegawai yang mempunyai pengetahuan, keahlian dan bekerja secara optimal, dapat membuat instansimenjadi lebih berkembang, oleh karena itu instansi harus mengelola sumber daya manusia menjadi lebih efektif dan efisien demi tercapainya tujuan dan proyeksi ke depannya. Foster . , pengalaman kerja adalah ukuran tentang lama waktu atau masa kerja yang telah ditempuh seseorang dalam memahami tugas-tugas suatu pekerjaan dan telah melaksanakan dengan baik. Pengalaman kerja mengacu pada berapa banyak jenis pekerjaan atau jabatan yang pernah dilakukannya, dan berapa periode masa kerjanya pada masing-masing pekerjaan atau jabatan tersebut. Melalui pengalaman kerja tersebut seseorang secara sadar atau tidak sadar belajar, sehingga akhirnya dia akan memiliki kecakapan teknis, serta keterampilan dalam menghadapi pekerjaan. Prestasi kerja . ob performanc. merupakan hasil kerja secara kualitas dan Menurut Mangkunegara . Prestasi kerja . ob performanc. merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yan dicapai oleh seseorang dalam melakukan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Dharma . DIMENSI. VOL. NO. 3 : 549-563 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 menyatakan prestasi kerja karyawan merupakan suatu hasil darikoordinasi pekerjaan maupun sesuatu yangdikerjakan yang pencapaiannya berhasil melebihistandar. Pada Inspektorat Kabupaten Bima ditemukan beberapa permasalahan yang berkaitan dengan pengalaman kerja dan prestasi kerja antara lain masih kurangnya pengalaman kerja pegawai berupa keterampilan dan kemampuan teknik dalam mengoperasikan peralatan dikantor seperti komputer sehingga prestasi kerja pegawai belum tercapai, masih banyak pegawai yang berusia muda dan minim pengalaman dalam bekerja, kurangnya koordinasi antara pegawai yang baru masuk kerja karena merasa sungkan untuk belajar dari pegawai yang lebih senior atau yang sudah lama bekerja di instansi tersebut. Berdasarkan uraian permasalahan diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitan dengan judul AuPengaruh Pengalaman Kerja Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Inspektorat Kabupaten BimaAy. Pengalaman Kerja Menurut Sedarmayanti . Pengalaman Merupakan faktor utama dalam pengembangan seseorang sedangkan pengalaman hanya mungkin diperoleh dalam hubungan lingkunganya. Selain pendidikan formal yang harus dimiliki, individu juga perlu memiliki pengalaman melalui tahapan masa kerja, serta mampu beradaptasi dengan lingkungannya dalam organisasi untuk meneliti karir dan pengemba ngan Pengalaman kerja yang dimiliki oleh masing- masing anggota organisasi berbeda-beda, dikarenakan setiap individu memiliki latar belakang pekerjaan dan bidang kerja yang juga beragam, (Sastrohadiwiryo, 2. Siagian . , pengalaman kerja mengacu pada berapa banyak jenis pekerjaan atau jabatan yang pernah dilakukannya, dan berapa periode masa kerjanya pada masing-masing pekerjaan atau jabatan tersebut. Melalui pengalaman kerja tersebut seseorang secara sadar atau tidak sadar belajar, sehingga akhirnya dia akan memiliki kecakapan teknis, serta keterampilan dalam menghadapi pekerjaan. DIMENSI. VOL. NO. 3 : 549-563 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Foster . , pengalaman kerja adalah ukuran tentang lama waktu atau masa kerja yang telah ditempuh seseorang dalam memahami tugas-tugas suatu pekerjaan dan telah melaksanakan dengan baik. Menurut Foster . , seseorang dapatdinyatakan memiliki pengalaman kerja apabilamemenuhi beberapa indikator: Lama waktu/masa kerjaadalah ukuran tentang lama waktu seseorang melakukan pekerjaan secara rutin hinggabenar-benar memahami pekerjaan Tingkat pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki adalah pengetahuan merujuk pada konsep, prinsip, prosedur, kebijakan atau informasi lain yang dibutuhkan karyawan. Pengetahuan juga mencakup kemampuan untuk memahami dan menerapkan informasi pada tanggung jawab Penguasaan terhadap pekerjaan dan peralatan adalah tingkat penguasaan seseorang terhadap cara melakukan pekerjaan dan mengoperasikan peralatan dalam pekerjaan dengan baik dan benar sesuai prosedur yang Pengalaman Kerja Menurut Mangkunegara . Prestasi kerja . ob performanc. merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yan dicapai oleh seseorang dalam melakukan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Sedangkan menurut Sutrisno . , prestasi adalah hasil upaya seseorang yang ditentukan oleh kemampuan karakteristik pribadinya serta persepsi terhadap perannya dalam pekerjaannya itu. Prestasi kerja seorang karyawan dapat dipengaruh oleh berbagai variabel baik yang berasal dari dalam dirinya . maupun dari luar . Dharma . menyatakan prestasi kerja karyawan merupakan suatu hasil darikoordinasi pekerjaan maupun sesuatu yangdikerjakan yang pencapaiannya berhasil melebihistandar. Jika manajer ingin karyawannya mencapaiprestasi kerja karyawan, maka manajer perlumenyusun pekerjaan, memperjelas hal-hal yang perlu DIMENSI. VOL. NO. 3 : 549-563 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 dikerjakan karyawan, dan menyesuaikanpekerjaan karyawan dengan keterampilan yang dimiliki. Pengukuran atau indikator prestasi kerja pegawai menurut Dharma . memiliki standar yangharus ditetapkan, diantaranya: Kuantitas hasil kerja adalah jumlah yang harus diselesaikan atau dicapai dalam suatupekerjaan. Pengukuran ini melibatkanperhitungan keluaran dari proses ataupelaksanaan kegiatan, dan berkaitan denganjumlah keluaran yang dihasilkan Kualitas hasil kerja adalah baik atautidaknya mutu yang dihasilkan Pengukuran kualitatifmencerminkan pengukuran tingkat kepuasan,yaitu seberapa baik penyelesaiannya Ketepatan waktu adalah sesuai atau tidaknya hasil pekerjaan dengan waktu yang telahdirencanakan. Pengukuran ketepatan waktumerupakan jenis yang menentukan waktupenyelesaian suatu kegiatan Hubungan Pengalaman Kerja Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Robbins dan Timothy . mengungkapkan bahwa semakin tinggipengalaman dalam diri pegawai akan diikuti dengan semakin tingginya prestasi yang dihasilkan pegawai tersebut. Sebaliknya, apabila pengalaman kerjadalam diri pegawai tersebut rendah, maka akanmenaruh dampak buruk pada semakin menurunnya prestassi kerja pegawai itu sendiri. Kenyataan menunjukan makin lama tenaga kerja bekerja, makin banyak pengalaman yang dimiliki tenaga kerja yang bersangkutan. Sebaliknya makin singkat masa kerja, makin sedikit pengalaman yang diperoleh. Pengalaman bekerja banyak memberikan keahlian dan keterampilan kerja, terbatasnya pengalaman kerja mengakibatkan tingkat keahlian dan keterampilan yang dimiliki makin rendah. Pengalaman yang dimiliki seseorang, kadang-kadang lebih dihargai dari pada tingkat pendidikan yang menjulang tinggi. Pengalaman kerja adalah sesuatu kemampuan DIMENSI. VOL. NO. 3 : 549-563 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 yang dimiliki para karyawan dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan Kerangka Penelitian Sebagai gambaran tentang penelitian ini maka peneliti menyajikanya dalam bentuk gambar sebagai berikut: Gambar 1. Kerangka Pikir Adapun hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: Ho . = 0, tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara pengalaman kerja terhadap prestasi kerja pegawai pada Inspektorat Kabupaten Bima. Ha . O terdapat pengaruh yang signifikan antara pengalaman kerja terhadap prestasi kerja pegawai pada Inspektorat Kabupaten Bima. METODOLOGI Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah asosiatif. Penelitian Asosiatif adalah penelitian yang mencari hubungan atau pengaruh antara variabel bebas dengan variabel Dimana dalah hal ini variabel bebasnya dalaah Pengalaman Kerja (X) dan variabel terikatnya adalah Prestasi Kerja (Y). Instrumen Penelitian Penelitian ini menggunakan kuesioner atau angket dengan skala Likert yang berisi sejumlah pernyataan yang dapat diisi oleh responden. Populasi. Sampel, dan Sampling Penelitian Populasi yang digunakan yaitu Seluruh pegawai pada Inspektorat Kabupaten Bima adalah sebanyak 70 orang terdiri dari 30 PNS, 22 honorer dan 18 sukarela. Sampel dalam penelitian ini adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Inspektorat DIMENSI. VOL. NO. 3 : 549-563 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Kabupaten Bima sebanyak 30 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling purposive Lokasi Dan Waktu Penelitian Penelitian ini berlokai di kantor Inspektorat Kabupaten Bima dan dilakukan selama 1 bulan yaitu pada bulan Maret 2020. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Observasi adalah Teknik pengumpulan data dengan observasi digunakan bila, penelitian berkenaan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala -gejala alam dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar. Kuisioner adalah Teknik pengumpulan data dengan cara penyebaran angket yang berisi sejumlah pertanyaan/pernyataandengan pengukuran skala Likert. Dokumentasi adalah kumpulan dari dokumen-dokumen dapat memberikan keterangan atau bukti yang berkaitan dengan proses pengumpulan dan pengelolaan dokumen secara sistematis serta menyebar luaskan kepada pemakai informasi tersebut Jenis Dan Sumber Data Pada penelitian ini peneliti menggunakan jenis data kuantitatif, data kuantitatif diperoleh dari hasil skor angket yang telah dibagikan oleh peneliti sebelumnya sehingga sumber data yang digunakan adalah sumber data primer. Teknik Analisa Data Pada penelitian ini teknik analisis data yang digunakan antara lain : Uji Validitas adalah sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya (Azwar, 2016: . Biasanya syarat minimum untuk dianggap valid dan memenuhi syarat adalah kalau r = 0,300 atau lebih. Jadi kalau korelasi antara butir dengan skor total kurang dari 0,3 maka dinyatakan tidak Uji reliabilitas adalah suatu pengujian yang dilakukan untuk mengetahui apakah item-item pertanyaan/penyataan dapat dipercaya keakuratannya atau Syarat untuk menyatakan bahwa butir instrument dinyatakan reliabel DIMENSI. VOL. NO. 3 : 549-563 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 biasanya apabila nilai CronbachAos Alfa sama dengan atau lebih besar dari 0,6 (CronbachAos Alfa Ou 0,. dan apabila nilainya berada dibawah 0,6 maka dinyatakan tidak reliabel atau kurang dapat dipercaya. Regresi linier sederhana adalah Regresi linier sederhana didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel indipenden dengan satu variabel dependen (Arikunto, 2. Analisis ini digunakan untuk mengetahui arah pengaruh antara variabel X terhadap variabel Y. Koefisien korelasi sederhana adalah uji statistik untuk mencari korelasi ataupun pengaruh antara variabel X dengan variabel Y. Uji determinasi adalah pengujian yang dilakukan jika terdapat korelasi positif antara pengallaman kerjaterhadapprestasi kerja pegawai, maka besarnya persentase korelasi tersebut dicari dengan menggunakan pengujian koefisien determinasi. Yaitu untuk mengetahui besarnya kontribusi antara variabel X terhadap variabel Y. Uji t . ji dua piha. adalah untuk menguji signifikansi pengaruh, yaitu apakah pengaruh yang ditemukan itu berlaku untuk seluruh populasi dimana sampel diambil, maka perlu diuji signifikansinya PEMBAHASAN Berdasarkan hasil olah data maka diperoleh: Uji Validitas Data Tabel 1 Validitas Data Variabel Pengalaman Kerja (X) No. Instrumen Koefisien Korelasi Koefisien Pembanding Keterangan 0,755 0,300 Valid 0,858 0,300 Valid 0,844 0,791 0,300 0,300 Valid Valid 0,816 0,300 Valid 0,769 0,300 Valid Sumber: Hasil Penelitian, 2020 DIMENSI. VOL. NO. 3 : 549-563 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Dari tabel diatas dapat dilihat hasil uji validitas terhadap variabel Pengalaman Kerja (X) pada 6 instrumen pernyataan kuisioner semuanyadinyatakan Valid karena berada diatas standar koefisien Tabel 2. Validitas Data Variabel Prestasi Kerja Pegawai (Y) No. Koefisien Koefisien Keterangan Instrumen Korelasi Pembanding 0,861 0,300 Valid 0,797 0,300 Valid 0,776 0,300 Valid 0,883 0,300 Valid 0,797 0,300 Valid 0,756 0,300 Valid Sumber: Hasil Penelitian, 2020 Pada Tabel 2 dapat dilihat hasil uji validitas terhadap variabel Prestasi Kerja Pegawai (Y) pada6 instrumen pernyataan kuisioner semuanya dinyatakan Valid karena berada diatas standar koefisien pembanding. Uji Reliabilitas Data Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas Variabel X Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha 0,886 Sumber: Hasil Penelitian, 2020 Hasil uji reliabilitas terhadap instrumen pernyataan pada variabel Budaya Organisasi (X)diperoleh nilai cronbachAos Alfa sebesar 0,886 dan sesuai dengan standar yang ada bahwa nilai CronbachAos Alfanya sudah mencapai 0,6 atau lebih DIMENSI. VOL. NO. 3 : 549-563 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 besar dari 0,6 yang artinya semua butir jawaban dari kuisioner dinyatakan reliabel atau akurat. Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Y Reliability Statistics Cronbach's N of Alpha Items 0,894 Sumber: Hasil Penelitian, 2020 Hasil uji reliabilitas terhadap instrumen pernyataan pada variabel Kepuasan Kerja Pegawai (Y) diperoleh nilai cronbachAos Alfa sebesar 0,894 dan sesuai dengan standar yang ada bahwa nilai CronbachAos Alfanya sudah mencapai 0,6 atau lebih besar dari 0,6 yang artinya semua butir jawaban dari kuisioner dinyatakan reliabel atau akurat. Regresi Linier Sederhana Tabel 5. Hasil Uji Regresi Linear Sederhana Coefficientsa Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error (Constan. 4,674 2,152 Pengalaman Kerja ,762 ,096 Beta ,831 Dependent Variable: Prestasi Kerja DIMENSI. VOL. NO. 3 : 549-563 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Dari hasil olah data diatas dengan SPSS maka dapat dimasukkan dalam persamaan regresi linier sederhana sebagai berikut: Y = a bX. Y = 4,674 0,762X Dari persamaan diatas dapat dijelaskan bahwa: Y = nilai yang diprediksikan yaitu variabel Prestasi Kerja a = Konstanta atau bila harga X = 0 maka nilai variabel Prestasi Kerja adalah sebesar 4,674 b = Koefisien regresi Pengalaman kerja, bila dinaikkan sebesar 1 kriteria maka Prestasi kerja akan mengalami kenaikan sebesar 0,762 X = Variabel Pengalaman kerja Koefisein Kolerasi Tabel 6. Hasil Uji Determinasi Model Summary R M Adjusted R Std. Error of Square Square the Estimate ,831 a ,690 ,679 2,94432 Predictors: (Constan. Pengalaman Kerja Dari hasil tersebut dapat diperoleh nilai korelasi sederhana adalah sebesar 0, 831. Hasil tersebut menjelaskan bahwa terdapat pengaruh antara pengalaman kerja terhadap prestasi kerja. Untuk dapat memberi interpretasi terhadap kuatnya pengaruh itu maka dapat digunakan pedoman seperti pada Tabel 6. DIMENSI. VOL. NO. 3 : 549-563 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Tabel 6. Pembanding Tingkat Hubungan Koefisien Korelasi Interval Koofisien Tingkat Hubungan 0,00 Ae 0,199 Sangat Rendah 0,20 Ae 0,399 Rendah 0,40 Ae 0,599 Sedang 0,60 Ae 0,799 Kuat 0,80 Ae 1,000 Sangat Kuat Sumber: Sugiyono, 2016 Kolerasi hubungan pengalaman kerja terhadap prestasi kerja sebesar 0,831 berada pada interval 0,80 Ae 1,000 dengan tingkat hubungan sangat kuat. Uji Determinasi Terdapat pengaruh antara pengalaman kerja terhadap prestasi kerja yang besarnya pengaruh ini dapat dinyatakan secara kuantitatif dengan pengujian koefisien determinasi lalu diperoleh nilai Koefisien Determinasi (R squar. sebesar 0,690 atau 69%, (R squar. , sedangkan sisanya 31% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini misalnya faktor kompensasi, lingkungan kerja, gaya kepemimpinan dan lain-lain Uji t . ua piha. Tabel 7. Hasil Uji t Coefficientsa Model Sig. (Constan. 2,171 ,039 Pengalaman Kerja 7,898 ,000 DIMENSI. VOL. NO. 3 : 549-563 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Berdasarkan hasil output SPSS diatas maka diperoleh nilai uji t sebesar 7,898 dan nilai sig sebesar 0,000 selanjutnya akan dibandingkan dengan t tabel untuk dk = n Ae 2 = 30 Ae 2 =28 dan taraf kesalahan 5% uji dua pihak maka diperoleh nilai t tabel sebesar 2,048. Ketentuan: Apabiila t hitung lebih kecil dari t tabel maka H 0 diterima dan Ha ditolak begitu pula sebaliknya bila t hitung lebih besar dari t tabel maka H a diterima dan H0 ditolak. Apabila Sig < 0,05 maka dinyatakan signifikan dan bila Sig > 0,05 maka dinyatakan tidak signifikan. Hipotesis statistik: Ho . = 0, tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara pengalaman kerja terhadap prestasi kerja pegawai pada Inspektorat Kabupaten Bima. Ha . O 0, terdapat pengaruh yang signifikan antara pengalaman kerja terhadap prestasi kerja pegawai pada Inspektorat Kabupaten Bima. Ternyata dari hasil SPSS ditemukan nilai t hitung lebih besar dari t tabel . ,898 > 2,. maka Ha diterima dan H0 ditolak. Dengan kata lain Hipotesis alternatif yang berbunyi terdapat pengaruh pengalaman kerja terhadap prestasi kerja pegawai pada Inspektorat Kabupaten Bima dapat diterima. Kemudian nilai Sig dari output SPSS sebesar 0,000 ternyata lebih kecil dari 0,05 (Sig 0,000 < 0,. maka dinyatakan pengaruhnya adalah signifikan. KESIMPULAN Setelah dilakukan analisis dan diperoleh hasil yang menjawab permasalah maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Dari hasil analisis korelasi diperoleh nilai korelasi sederhana adalah sebesar 0,831. Dengan tingkat pengaruh sangat kuat. DIMENSI. VOL. NO. 3 : 549-563 NOVEMBER 2020 ISSN: 2085-9996 Dari hasil uji determinasi diperoleh nilai Koefisien Determinasi (R squar. sebesar 0,690 atau 69%, (R squar. , sedangkan sisanya 31% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian . Hipotesis yang diterima adalah hipotesis alternatif (H. yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pengalaman kerja terhadap prestasi kerja pegawai pada Inspektorat Kabupaten Bima. menunjukan bahwa variabel prestasi kerja dapat dipengaruhi oleh variabel pengalaman kerja. Disarankan kepada kepala kantor Inspektorat Kabupaten Bima untuk lebih memperhatikan pengalaman kerja pegawai yang direkrut dikarenakan seorang pegawai yang memiliki pengalaman kerja yang baik akan berdampak pada prestasi kerja individual pegawai sehingga, tujuan awal sebuah organisasi dapat tercapai. REFERENSI