eISSN 0000-0000 & pISSN 0000-0000 org/10. 63822/ib. Vol. No. Juni Tahun 2025 Hal. JournalHomepage: https://ojs. id/index. php/ib Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Menjadi Kerajinan Tangan Zakia Lutfiya1. Zainab2 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Indonesia1,2 Email Korespodensi:z. lufiya@gmail. INFO ARTIKEL ABSTRACT Histori Artikel: Pemberdayaan perempuan ini diharapkan sampah anorganik pada masingmasing rumah tangga dapat berkurang, karena telah diolah menjadi berbagai bentuk kerajinan tanga karena limbah seringkali menjadi permasalahan lingkungan yang tidak pernah terselesaikan. Untuk menanggulangi permasalahan sampah anorganik adalah dengan cara daur ulang diantaranya dengan mengubahnya menjadi kerajinan tangan Katakunci: Limbah Rumah Tangga Kerajinan Tangan UMKM Copyright A 2025 The Author. This article is distributed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. s7 Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Menjadi Kerajinan Tangan (Lutfiya, et al. PENDAHULUAN Bertambahnya jumlah penduduk setiap tahunnya menyebabkan peningkatan aktivitas masyarakat. Limbah atau sampah rumah tangga yang dihasilkan oleh aktivitas ini memberikan dampak negatif, seperti dampak lingkungan, kesehatan, dan dampak sosial-ekonomi. Jika tidak ditangani dengan baik, sampah akan terus menumpuk dan menyebabkan bau yang tidak sedap, yang pada akhirnya mengganggu kenyamanan Oleh karena itu, diperlukan komitmen bersama dalam pengelolaan sampah Salah satu bentuk pengelolaan sampah anorganik adalah dengan mengubahnya menjadi kerajinan Kerajinan tangan melibatkan kreativitas dan hingga saat ini, pemanfaatan limbah anorganik sebagai bahan kerajinan tangan di masyarakat belum berkembang dengan baik. Sampah anorganik merupakan jenis sampah yang terdiri dari bahan-bahan non-hayati yang sulit terurai oleh alam. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai bahan kerajinan tangan di masyarakat Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Wonoanti. Kecamatan Gandusari. Kabupaten Trenggalek. Kelompok sasaran kegiatan ini adalah para wanita yang tinggal di Desa tersebut. Pemilihan wanita sebagai sasaran kegiatan dikarenakan mereka memiliki lebih banyak waktu luang dibandingkan dengan laki-laki. Selain itu, potensi kreativitas yang dimiliki oleh wanita juga cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki. Melalui kegiatan pengabdian ini, diharapkan para wanita dapat belajar dan terlibat dalam membuat kerajinan tangan dari limbah rumah tangga. Hal ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi dengan menghasilkan produk yang dapat dijual, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah dan pengurangan limbah di masyarakat. Selain itu, pengembangan kreativitas dalam pembuatan kerajinan tangan juga dapat memberikan kebanggaan dan meningkatkan harga diri para peserta kegiatan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan dalam pengelolaan sampah anorganik, pemberdayaan wanita, dan pengembangan kreativitas di Desa Wonoanti. METODE Pengabdian ini dilaksanakan di Desa Wonoanti. Kecamatan Gandusari. Kabupaten Trenggalek. Agenda pengabdian kepada masyarakat akan meliputi berbagai kegiatan, seperti pelatihan pengolahan limbah sampah menjadi kerajinan tangan, pembinaan keterampilan, pendampingan dalam proses produksi, serta peningkatan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. Dengan fokus pada pemberdayaan perempuan, diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan dan peran perempuan dalam masyarakat. Selain itu, pengelolaan limbah sampah menjadi kerajinan tangan juga dapat menciptakan produk yang bernilai ekonomi dan memberikan alternatif penggunaan limbah yang ramah lingkungan. HASIL DAN DISKUSI Dalam rangka menyelesaikan permasalahan akibat penumpukan sampah yang dapat mengganggu masyarakat sekitar, tim pengabdian kepada masyarakat di Desa Wonoanti. Kecamatan Gandusari. Kabupaten Trenggalek. memberikan pendekatan dengan memilah sampah menjadi organik dan anorganik. Sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai pupuk atau makanan hewan, sedangkan sampah anorganik dapat diolah menjadi berbagai produk kerajinan tangan yang bernilai ekonomi. a 8 Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Menjadi Kerajinan Tangan (Lutfiya, et al. Selama kegiatan pengabdian, tim memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada kelompok sasaran, yaitu wanita, mengenai teknik pengolahan limbah anorganik menjadi produk kerajinan tangan. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dengan total durasi 480 menit. Peserta berhasil menciptakan berbagai jenis kerajinan tangan seperti tas, dompet, tempat tisu, dan hiasan menggunakan sampah Selain itu, peserta juga diberikan pengetahuan tentang manajemen pengelolaan usaha berbasis Gambar 1. Hasil Kreasi Pemanfaatan Limbah Anorganik Setelah kegiatan selesai, dilakukan review dan evaluasi. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta memberikan respon positif terhadap kegiatan ini. Mereka menyadari bahwa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat menjadi peluang untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Namun, peserta juga memiliki kekhawatiran terkait permodalan dan pemasaran produk kerajinan tangan yang akan diproduksi. Mereka merasa kurang memiliki kemampuan dan sumber daya dalam hal permodalan dan memasarkan Dalam diskusi untuk mengatasi kendala tersebut, tim dan peserta menyepakati beberapa langkah sebagai berikut: Pembentukan kelompok usaha kerajinan tangan berbasis sampah anorganik. Pembentukan kelompok ini bertujuan untuk meningkatkan diskusi dan kualitas produksi yang seragam. Mengembangkan kerjasama dengan lembaga lain seperti mini market, koperasi, bank, dan pengusaha dalam rangka memperluas jaringan pemasaran. Membekali kelompok-kelompok usaha kerajinan tangan dengan pengetahuan dan keterampilan dalam pemasaran online melalui internet, termasuk penggunaan website, media sosial, dan platformplatform lainnya. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat membantu kelompok usaha kerajinan tangan dalam mengatasi kendala permodalan dan memasarkan produk mereka. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, serta dukungan dalam pengembangan jaringan dan pemasaran, diharapkan kelompok ini dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan mengurangi dampak negatif dari penumpukan sampah di Desa Wonoanti. Kecamatan Gandusari. Kabupaten Trenggalek a 9 Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Menjadi Kerajinan Tangan (Lutfiya, et al. KESIMPULAN Tingginya aktivitas rumah tangga menghasilkan jumlah sampah yang meningkat, terutama sampah anorganik, yang menjadi permasalahan lingkungan yang belum terselesaikan. Salah satu cara untuk mengatasi masalah sampah anorganik adalah melalui daur ulang, di mana sampah tersebut diubah menjadi kerajinan tangan yang memiliki nilai tambah dan nilai jual. Dalam konteks pemanfaatan sampah menjadi produk kerajinan tangan, pemberdayaan perempuan memainkan peran penting. Perempuan seringkali menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan lingkungan di lingkup keluarga. Dengan memberdayakan perempuan dalam pengolahan sampah menjadi produk kerajinan tangan, akan terjadi dampak positif lainnya, seperti meningkatnya peluang untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Melalui pemberdayaan perempuan, mereka dapat dilibatkan dalam kegiatan pengolahan sampah menjadi kerajinan tangan. Mereka dapat diberikan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah sampah menjadi produk yang memiliki nilai jual. Selain itu, pemberdayaan perempuan juga dapat mengurangi beban ekonomi keluarga dengan memberikan alternatif penghasilan tambahan melalui penjualan produk kerajinan tangan yang dihasilkan. Dengan demikian, pemberdayaan perempuan dalam pengolahan sampah menjadi kerajinan tangan memiliki dampak positif ganda, yaitu mengatasi permasalahan sampah anorganik dan memberikan peluang ekonomi bagi perempuan dan keluarga mereka. Hal ini akan mendorong kesadaran dan partisipasi lebih luas dalam menjaga kebersihan lingkungan serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. REFERENSI