BIOEDUKASI Jurnal Pendidikan Biologi e ISSN 2442-9805 Universitas Muhammadiyah Metro p ISSN 2086-4701 PENYUSUNAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BIOLOGI SMA MELALUI STUDI KEANEKARAGAMAN MAKROFUNGI DI RESOR WAY KANAN BALAI TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS Ida Sutaningsih Rasuane Noor Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Metro E-mail: idasutaningsih27@g mail. co m, rasuanenoor@gmail. Abstract: Way Kanan Resort is one part of the Way Kambas National Park with an area of A 40,000 Ha. Way Kanan Resort often found growing makrofungi, but so far no data are reported on a wide macrofungi species and their habitats. The aim of this study was to determine the species and diversity macrofungi in Way Kanan Resort, and to develop research as a learning resource in the form o f LKPD . tudent shee. High School Biology Basidiomycota fungus material. This study used purposive sampling method with squared technique. The study was conducted on 26 until January 29, 2015. Data collection macrofungi The Way Kanan Resort area with extensive observations of A 4 Ha and carried out data collection on 4 squares sampling. As supporting data, performed also a measurement of environmental parameters such as temperature, humidity and pH in each squared. Collecting data about the feasibility of learning resources LKPD measured using a questionnaire expert testing of the presentation material and design LKPD. These results indicate there are 26 species in the macrofungi Way Kanan Resort Way Kambas National Park with the total number of individuals as much as 980 macrofungi. Macrofungi great diversity index using diversity index test ShannonWienner throughout squared observations is 1. 345474 with diversity are criteria. Feasibility study source LKPD theoretically has a score of 3-5 on each statement in the questionnaire design and presentation of the material as well as the percentage LKPD vulnerable feasibility has a score of 70% -90% with an average percentage of 80% which indicates LKPD classified as strong criteria. Kata Kunci . Makrofungi. Resort Way Kanan, student sheets (LKPD) Indonesia merupakan negara 000 jenis tumbuhan 000 jenis fungi . 6% dari total perkiraan 1,5 juta jeni. Untuk jenis fungi hanya kurang dari 000 jenis saja yang sudah (Hidayat. Makrofungi merupakan salah satu keanekaragaman jenis mahluk hidup dalam dunia tumbuhan. Di lain pihak, kita dihadapkan pada cepatnya laju penurunan keanekaragaman hayati baik oleh proses alamiah maupun oleh ulah manusia. Jika hal ini terus berlanjut, maka banyak spesies makrofungi yang belum teridentifikasi IDA. & RASUANE. PENYUSUNAN LEMBAR KERJA PESERTA. (Tampubolon dkk, 2. Balai Taman Nasional Way Kambas ekosistem hutan dataran rendah yang terdiri dari hutan rawa air tawar, padang alang-alang/semak belukar, dan hutan pantai di Sumatera. Secara geografis Taman Nasional Way Kambas terletak antara 4A37AoAe5A16Ao Lintang Selatan dan antara 105A33AoAe 105A54Ao Bujur Timur. Berada di bagian tenggara Pulau Sumatera di wilayah Propinsi Lampung (Balai Taman Nasional Way Kambas, 2. Resor Way Kanan merupakan bagian dari Balai Taman Nasional Way Kambas yang banyak dijumpai tumbuh makrofungi, namun sejauh ini belum ada data-data yang dilaporkan tentang macam spesies makrofungi serta habitatnya yang tumbuh di Resor Way Kanan Balai Taman Nasional Way Kambas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui spesies makrofungi yang ditemukan di Resor Way Kanan Taman Nasional Way Kambas, mengetahui keanekaragaman spesies makrofungi yang ada di Resor Way Kanan Balai Taman Nasional Way Kambas, penelitian ini sebagai sumber belajar SMA berupa LKPD berdasarkan hasil penelitian Studi Keanekaragaman Makrofungi di Resor Way Kanan Balai Taman Nasional Way Kambas. METODE Jenis penelitian yang dilakukan yakni penelitian deskriptif. Jenis penelitian ini menggambarkan secara jelas ciri-ciri morfologi dari tubuh makrofungi yang dijumpai oleh Proses pengambilan data di BIOEDUKASI VOL 6. NO 2. NOP 2015 lokasi dengan menggunakan metode eksplorasi . dengan tehnik kuadrat sampling. Pengambilan data tentang jamur dilakukan secara membedakan tingkat kelembapan di Resor Way Kanan dengan jalur pengamatan di pos Way Kanan. Analisis dilakukan setelah data yang diperoleh dari lapangan terkumpul. Analisis untuk mengetahui keanekaragaman makrofungi menggunakan indeks Shannon-Wienner dan hasil penelitian dijadikan sumber belajar LKPD . embar kegiatan peserta didi. yang divalidasi oleh validator HASIL Deskripsi Data Studi Keanekaragaman Makrofungi di Resor Way Kanan Balai Taman Nasional Way Kambas Berdasarkan tentang studi keanekaragaman makrofungi di Resor Way Kanan Balai Taman Nasional Way Kambas diperoleh data tentang spesies makrofungi yang ditemukan pada 4 kuadrat sampling yang berada dilokasi pos Way Kanan dengan luas area pengamatan 4 Ha sebanyak 26 spesies. Hasil Pengamatan Makrofungi di Resor Way Kanan Taman Nasional Way Kambas dapat dilihat dalam Tabel 1. IDA. & RASUANE. PENYUSUNAN LEMBAR KERJA PESERTA. Tabel 1. Makrofungi di Pos Way Kanan Balai Taman Nasional Way Kambas Juml ah Ti ap Kuadrat Juml ah Spesies Sarcoscypha coccinea Phycnoporus cinabarius Lepiota sp. Coltricia perennis Ramariopsis kunzei Auricularria sp. Termitomyces microcarpus Amanita vaginata Polyporus pargamenus Heterobasidion annosum Ganoderma aplanatum Fomes fomentarius Pycnoporus sp. Marasmius rotula Pycnoporus sanguineus Schizophyllum commune Xylaria polymorphat Daedalea quercina Trichaptum biforme Coprinus silvaticus Ganoderma lucidium Crepidotus variabilis Auriscalpium vulgare Ganoderma sp. Coltricia cinnamomea Marasmiellus candidus Total Tabel 2. Indeks Keanekaragaman Makrofungi Kuadrat Seluruh Kuadrat 1,144666 1,235076 1,196271 1,165838 1,345474 Tabel 3. Hasil Pengukuran Faktor Lingkungan (Abioti. pada Tiap Kuadrat Parameter Kuadrat PH Tanah Kelembapan Udara (%) Suhu Udara . C) BIOEDUKASI VOL 6. NO 2. NOP 2015 IDA. & RASUANE. PENYUSUNAN LEMBAR KERJA PESERTA. Sumber Belajar Biologi Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) Validasi penyusunan lembar kegiatan peserta didik dilakukan oleh dua ahli validasi yang berasal dari satu dosen biologi UM Metro (V. dan satu guru biologi MAN 1 Metro (V. dengan menggunakan angket. Angket tersebut digunakan untuk menilai lembar kegiatan peserta didik (LKPD) berdasarkan penyajian dari segi materi dan desain. Penyajian desain lembar kegiatan peserta didik (LKPD) dengan 10 pernyataan mendapatkan skor validasi 3-5 dari tiap validator. Ratarata persentase kelayakan terhadap desain LKPD yaitu 80%. PEMBAHASAN Keanekargaman Hayati Makrofungi di Pos Way Kanan Balai Taman Nasional Way Kambas Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Pos Way Kanan Balai Taman Nasional Way Kambas ditemukan spesies makrofungi hampir di setiap kuadrat amatan dengan jumlah individu yang banyak. Banyaknya makrofungi yang hadir di dalam kuadrat amatan sangat dipengaruhi oleh faktor tumbuh makrofungi Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan miselium makrofungi antara lain dapat berupa faktor biologis, kimia, dan fisik. Faktor tersebut antara lain suhu, kelembapan, kandungan air, ukuran partikel, pH. O2 . CO2 , viabilitas kultur makrofugi, dan organisme lain yang tidak dikehendaki (Sumarsih, 2. Faktor yang teramati dalam kuadrat amatan hanya sebagian dari pertumbuhan miselium makrofungi diantaranya suhu, kelembapan, dan pH. Suhu yang teramati memiliki kisaran suhu 26-28 0 C, kelembapan yang teramati berkisar 92%-93%, dan pH BIOEDUKASI VOL 6. NO 2. NOP 2015 yang terukur pada masing- masing kuadrat amatan adalah 8-9,1. Suhu, kelembapan, dan pH optimum untuk tumbuh makrofungi berbeda-beda tergantung dengan spesies makrofungi itu sendiri. Namun pada umumnya, makrofungi dapat tumbuh optimal pada suhu 20-30 0 C dan kelembapan ideal yang dibutuhkan berkisar antara 80a% (Muchroji dan Cahyana, 2. Besar pH optimal tumbuh makrofungi antara 5,5-7,5. Namun pada umumnya makrofungi dapat tumbuh pada kisaran pH yang cukup luas yaitu antara 4,5-8 atau tergantung jenis makrofunginya (Gunawan, 2. Spesies makrofungi yang hadir di dalam kuadrat amatan, umumnya memiliki habitat kayu lapuk, namun juga ditemukan makrofungi yang hidup di seresah, tanah, dan epifit pada kayu yang masih hidup. Menurut Alexopoulus . alam Yuhri, 2. makrofungi kayu mempunyai aktivitas selulotik yang sangat kuat, bias hidup pada kayu hidup maupun kayu lapuk. Sebagian besar diantaranya tergolong ke dalam Basidiomycota. Makrofungi yang hadir dalam tiap kuadrat memiliki spesies dominan yang berbeda. Hal tersebut jika diamati berdasarkan perbedaan faktor abiotik . seperti pH, kelembaban, serta suhu terlihat sama antara kuadrat 1-4, perbedaan spesies yang dominan tiap kuadrat disebabkan oleh subtract tumbuh makrofungi itu sendiri. Makrofungi individunya paling tinggi dijumpai di dalam kuadrat 1 adalah spesies Termitomyces microcarpus (Suung Melat. Spesies ini banyak dijumpai tumbuh di seresah dan kayu lapuk yang ada sarang rayapnya. Sarang rayap di kuadrat 1 banyak dijumpai di bawah seresah maupun di kayu lapuk yang Menurut Karun & Kandikare . Termitomyces IDA. & RASUANE. PENYUSUNAN LEMBAR KERJA PESERTA. microcarpus banyak memiliki habitat alami di daerah berhumus yang banyak ditempati rayap atau daerah kayu lapuk bekas sarang rayap. Hal ini yang menyebabkan spesies Termitomyces microcarpus dapat tumbuh subur di Makrofungi yang ada di dalam kuadrat 2 yang memiliki jumlah individu paling tinggi yaitu spesies Polyporus (Jamur Polyporus Ung. yang banyak dijumpai tumbuh di kayu keras yang Sumarsih . menyatakan sebagian besar makrofungi tidak menyukai habitat kayu yang keras, karena kayu keras mengandung lignin yang tinggi yang susah dirombak jika dibandingkan dengan selulosa yang Namun, menurut Horak dan Ryvarden . Polyporus pargamenus menyukai habitat yang mengandung lignin yang tinggi. Hal ini Polyporus pargamenus memiliki pertumbuhan individu yang paling tinggi di kuadrat 2 karena di dalam kuadrat 2 dominan terdapat kayu besar dan keras yang menjadi habitat kesukaanya. Spesies dijumpai di kuadrat 3 dengan jumlah individu paling tinggi yakni spesies Coltricia cinnamomea (Jamur Gasin. Spesies ini banyak ditemukan tumbuh di kayu lapuk dan seresah dekat dengan pohon besar. Kudrat 3 merupakan kuadrat yang dominan ditumbuhi pohon-pohon besar seperti pohon Meranti. Spesies Coltricia cinnamomea mampu hidup dan tumbuh dengan baik di dekat pohon konifer maupun pohon berdaun lebar (Suhono, 2. Hal ini Coltricia cinnamomea dapat dijumpai dengan jumlah individu yang paling tinggi di BIOEDUKASI VOL 6. NO 2. NOP 2015 Makrofungi individunya paling tinggi di dalam kuadrat 4 adalah spesies Amanita vaginata (Amanita ramping cokla. Lokasi umum kuadrat 4 merupakan area yang tanahnya subur dan berhumus dan jarang ditumbuhi pohon Spesies ini umum terdapat di hutan berdaun lebar dan di jalan yang lebar pada tanah subur (Suhono, 2. Hal ini menyebabkan spesies Amanita vaginata mampu tumbuh dengan jumlah individu yang paling tinggi Banyaknya jumlah individu makrofungi yang ditemukan dapat digunakan untuk mengukur indek Penghitungan indeks keanekaragaman Shannon-Wienner dan tertinggi terlihat pada kuadrat dengan nilai 1,235076 dan terendah pada kuadrat 1 dengan nilai 1,144666. Namun jika dilihat dari seluruh kuadrat amatan menunjukan nilai 1,345474 yang berarti bahwa kriteria sedang . Menurut Odum . alam Fachrul, 2007:. Nilai HAo > 3 menunjukan bahwa keanekaragaman spesies pada suatu transek adalah melimpah atau tinggi, nilai HAo 1 O HAo O 3 menunjukan bahwa keanekaragaman spesies pada transek adalah sedang, dan nilai HAo< 1 menunjukan bahwa keanekaragaman spesies pada suatu tarnsek adalah sedikit atau rendah. Keanekaragaman dalam penelitian ini menunjukan kriteria sedang dapat disebabkan oleh faktor pertumbuhan seperti pH yang kurang sesuai dengan pH optimal tumbuh makrofungi serta habitat berbeda-beda. Makrofungi tidak dapat tumbuh secara optimal dikarenakan pH yang ada di IDA. & RASUANE. PENYUSUNAN LEMBAR KERJA PESERTA. dalam kuadrat amatan terlalu basa. Hal keanekaragaman tidak dalam kriteria tinggi atau melimpah di area pos Way Kanan. Implementasi Hasil Penelitian sebagai Sumber Belajar LKPD Kelayakan sumber belajar LKPD Fungi/Jamur Basidiomycota untuk digunakan sebagai sumber belajar peserta didik SMA/MA dinilai oleh dua validator dengan angket uji ahli terhadap desain dan peyajian materi LKPD. Berdasarkan hasil validasi menunjukan bahwa penyajian materi dan desain LKPD yang masing- masing dinilai menggunakan angket dengan 10 pernyataan mendapatkan skor dengan rentan 3-5 yang menunjukan persentase kelayakan 70%-90%. Menurut Fahrucah & Sugiarto . : Secara toritis hasil validasi LKPD memiliki beberapa kriteria yang didasarkan pada persentase hasil Persentase 0%-20% memiliki kriteria sangat kurang, 21%-40% memiliki kriteria kurang, 41-60% memiliki kriteria cukup, 61%-80% memiliki kriteria kuat, dan 81%-100% memiliki kriteria kelayakan sangat Hasil penilaian angket uji ahli terhadap penyajian materi dan desain lembar kegiatan peserta didik (LKPD) masing- masing memiliki nilai rata-rata presentasi kelayakan sebesar 80%. Hasil presentasi tersebut menunjukan bahwa lembar kegiatan peserta didik secara teoritis bernilai kuat dan dapat digunakan sebagai sumber belajar biologi sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan penelitian tentang studi keanekaragaman makrofungi di BIOEDUKASI VOL 6. NO 2. NOP 2015 Resor Way Kanan Balai Taman Nasional Way Kambas Spesies Makrofungi yang ditemukan di Resor Way Kanan Balai Taman Nasional Way Kambas sebanyak 26 spesies Sarcoscypha Phycnoporus cinabarius. Lepiota sp. Coltricia perennis. Ramariopsis kunzei. Auricularria Termitomyces Amanita Polyporus Heterobasidion annosum. Ganoderma Fomes fomentarius. Pycnoporus sp. Marasmius rotula. Pycnoporus sanguineus. Schizophyllum Xylaria Daedalea Trichaptum Coprinus Ganoderma Crepidotus Auriscalpium Ganoderma sp. Coltricia cinnamomea, dan Marasmiellus candidus. Keanekaragaman makrofungi di Resor Way Kanan Balai Taman Nasional Way Kambas dalam kriteria sedang, dengan nilai indeks seluruh kuadrat sebesar 1,345474. Hasil penelitian tentang studi keanekaragaman makrofungi di Resor Way Kanan Balai Taman Nasional Way Kambas disusun sebagai sumber belajar LKPD (Lembar Kerja Peserta Didi. biologi SMA yang berbasis (Scientific Approac. dan berdasarkan validasi menyatakan bahwa LKPD secara teoritis memiliki kriteri kuat dan dapat digunakan sebagai sumber belajar biologi materi jamur Basidiomycota. Saran