JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 04 Oktober 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. Maraknya Pinjaman Online Ditengah Rendahnya Literasi Keuangan (Studi Pada Desa Tunggilis Ae Kabupaten Pangandara. Agung Pramayuda1. Irfan Achmad Musadat2. Retno Widya Ningrum3. Mugi Puspita Ningrum4 1,2,3,4 Diterima : 15 - 11- 2024 Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia *Email: agungpramayuda@unibi. Direvisi : 07 -12- 2024 Disetujui : 08 -12- 2024 Dipublikasikan : 04 -01- 2025 Abstrak Pinjaman online sering kali disediakan oleh platform atau perusahaan fintech . inancial technolog. yang menggunakan teknologi digital untuk menyederhanakan dan mempercepat proses pengajuan pinjaman. Proses pengajuan pinjaman online umumnya lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan pinjaman tradisional yang memerlukan kunjungan langsung ke kantor bank atau lembaga keuangan. Maraknya pinjaman onlile mulai memasuki Desa Tunggilis dan mulai banyak masyarakat yang terjerat pinjaman online, dimana masyarkat masih sangat minim pengetahuan tentang pinjaman online. Kondisi ini dikhawatirkan akan terus memburuk apabila tidak ada langkah konkret untuk menanggulangi hal tersebut. Metode dalam penelitian ini menggunakan metodologi PAR ( Participatory Action Research ) memiliki tujuan untuk menghasilkan pengetahuan baru dalam rangka pemecahan masalah atau perbaikan terhadap pemecahan masalah dalam kehidupan praktis. Hasil dari kegiatan PKM ini masyarakat dapat mengetahui ciri-ciri perusahaan financial technology . yang legal dan illegal, sehingga masyarakat dapat memilih perusahaan fintech yang legal dan terdaftar di OJK untuk menggunakannya jika diperlukan. Kata Kunci: Pinjaman Online. Fintech. Literasi Keuangan. Abstract Online loans are often provided by fintech . inancial technolog. platforms or companies that use digital technology to simplify and speed up the loan application process. The online loan application process is generally faster and easier compared to traditional loans which require a direct visit to a bank or financial institution office. The rise of online loans is starting to enter Tunggilis Village and many people are starting to get caught up in online loans, where people still have very little knowledge about online loans. It is feared that this condition will continue to worsen if there are no concrete steps to overcome this. The method in this research uses PAR (Participatory Action Researc. methodology with the aim of generating new knowledge in the context of solving problems or improving problem solving in practical life. As a result of this PKM activity, the public can find out the characteristics of legal and illegal financial technology . companies, so that the public can choose a fintech company that is legal and registered with the OJK to use it if necessary. Keywords: Online Loans. Fintech. Financial Literacy PENDAHULUAN Pinjaman online merujuk pada layanan pinjaman yang dapat diakses dan diperoleh secara elektronik melalui internet. Layanan ini memungkinkan individu atau bisnis untuk mengajukan pinjaman, melengkapi proses aplikasi, dan menerima dana tanpa harus berkunjung ke kantor fisik lembaga keuangan. Pinjaman online sering kali disediakan oleh platform atau perusahaan fintech . inancial technolog. yang menggunakan teknologi digital untuk menyederhanakan dan mempercepat proses pengajuan pinjaman. Proses pengajuan pinjaman online umumnya lebih cepat dan mudah dibandingkan Jurnal Lentera Pengabdian : Agung Pramayuda. Irfan Achmad Musadat. Retno Widya Ningrum. Mugi Puspita Ningrum JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 04 Oktober 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. dengan pinjaman tradisional yang memerlukan kunjungan langsung ke kantor bank atau lembaga Keuntungan dari pinjaman online termasuk akses yang lebih mudah, persyaratan yang lebih fleksibel, dan penyelesaian proses yang lebih cepat. Namun, pengguna juga harus berhati-hati dan memahami syarat dan ketentuan dengan seksama, serta memastikan bahwa mereka berurusan dengan penyedia pinjaman online yang sah dan terpercaya. Sebelum mengajukan pinjaman online, penting bagi peminjam untuk memahami tingkat suku bunga, biaya administrasi, dan ketentuan pembayaran agar dapat membuat keputusan yang informasional dan finansial yang baik. Selain itu, pastikan untuk hanya menggunakan layanan pinjaman online dari penyedia yang diatur dan diawasi oleh otoritas keuangan yang berwenang untuk melindungi kepentingan konsumen. Literasi keuangan menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merupakan pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan, yang mempengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dalam rangka mencapai Literasi keuangan sangat berkaitan dengan kesejahteraan individu. Pengetahuan keuangan dan ketrampilan dalam mengelola keuangan pribadi sangat penting dalam kehidupan sehari. Kesulitan keuangan bukan hanya fungsi dari pendapatan semata . endahnya pendapata. Kesulitan keuangan juga dapat muncul jika terjadi kesalahan dalam pengelolaan keuangan . seperti kesalahan penggunaan kredit, dan tidak adanya perencanaan keuangan. Keterbatasan finansial dapat menyebabkan stress, dan rendahnya kepercayaan diri (Yunita, 2. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh OJK pada tahun 2013, bahwa tingkat literasi keuangan penduduk Indonesia dibagi menjadi empat bagian, yaitu: . Well literate . ,84%), yakni memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan serta produk jasa keuangan, termasuk fitur manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkait produk dan jasa keuangan, serta memiliki keterampilan dalam menggunakan produk dan jasa keuangan, . Sufficient literate . ,69 %), memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan serta produk dan jasa keuangan, termasuk fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkait produk dan jasa keuangan, . Less literate . ,06 %), hanya memiliki pengetahuan tentang lembaga jasa keuangan, produk dan jasa keuangan, dan . Not literate . ,41%), tidak memiliki pengetahuan dan keyakinan terhadap lembaga jasa keuangan serta produk dan jasa keuangan, serta tidak memiliki keterampilan dalam menggunakan produk dan jasa keuangan. Survei tersebut menggambarkan bahwa masih ada sebanyak 2,47% masyarakat masih belum memiliki literasi keuangan yang baik. Namun, hal ini bertolak belakang dengan maraknya kasus gagal bayar pada pinjaman online akhir-akhir ini. Sebagian besar mata pencaharian masyarakat Desa Tungglisis adalah petani dan pedagang sehingga penghasilan mereka tidak menentu setiap bulannya. Maraknya pinjaman onlile mulai memasuki Desa Tunggilis dan mulai banyak masyarakat yang terjerat pinjaman online, dimana masyarkat masih sangat minim pengetahuan tentang pinjaman online. Kondisi ini dikhawatirkan akan terus memburuk apabila tidak ada langkah konkret untuk menanggulangi hal tersebut. METODE Metode dalam penelitian ini menggunakan metodologi PAR ( Participatory Action Research ) memiliki tujuan untuk menghasilkan pengetahuan baru dalam rangka pemecahan masalah atau perbaikan terhadap pemecahan masalah dalam kehidupan praktis. Pengabdian masyarakat dengan pendekatan PAR (Participatory Action Researc. berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, dalam pemberdayaan harus selalu memenuhi kebutuhan dan penyelesaian masalah yang ada di tengah-tengah Metode ini sejalan dengan kondisi yang terjadi di Desa Tunggilis Kab. Pangandaran diamana Maraknya pinjaman onlile mulai memasuki Desa Tunggilis dan mulai banyak masyarakat yang terjerat pinjaman online, sehingga membutuhkan literasi terkait dengan pinjaman online serta solusi yang dapat berikan. Jurnal Lentera Pengabdian : Agung Pramayuda. Irfan Achmad Musadat. Retno Widya Ningrum. Mugi Puspita Ningrum JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 04 Oktober 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. HASIL Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Desa Tunggilis Ae Kab. Pangandaran khususnya kepada masyarakat Desa Tunggilis dengan melaksanakan kegiatan literasi terkait "maraknya pinjaman online ditengah rendahnya literasi keuangan". Kegiatan ini bertujuan untuk menjelaskan kepada audiens mengenai maraknya pinjaman online ditengah rendahnya literasi keuangan yang didasari oleh fenomena pinjaman online yang memasuki Desa Tunggilis dan mulai banyak masyarakat yang terjerat pinjaman online. Hal ini sejalan dengan temuan Sari et al. yang mengungkapkan bahwa masyarakat pedesaan memiliki tingkat literasi keuangan yang lebih rendah dibandingkan masyarakat perkotaan, terutama dalam pemahaman tentang produk keuangan digital. Masyarakat Desa Tunggilis Ae Kab. Pangandaran pada umumnya memang belum cukup paham mengenai mekanisme pinjaman online serta pemilihan perusahaan pinjaman online yang legal, sehingga perlu adanya literasi untuk hal tersebut. Sebagaimana dikemukakan oleh Rahadi dan Zanial . , masih banyak masyarakat yang belum memahami risiko pinjaman online ilegal dan cara membedakannya dengan pinjaman online yang terdaftar di OJK. Kondisi tersebut cukup menghawatirkan, rendahnya literasi masyarakat akan hal tersebut dapat membuat keadaan ekonomi bukan menjadi membaik namun sebaliknya dapat menurunkan kondisi ekonomi apabila tidak diimbangi dengan literasi yang cukup. Selain pinjol yang sudah masuk ke wilayah tersebut, ada juga "bank keliling" yang turut serta memberikan pinjaman dengan bunga yang cukup tinggi, hal ini juga perlu diantisipasi dan diberikan pemahaman yang cukup sehingga masyarakat dapat dengan bijak dalam mangambil keputusan untuk mendapat pinjaman. Penelitian Nurdin et al. menunjukkan bahwa edukasi literasi keuangan yang tepat dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan keuangan yang lebih baik dan menghindari jeratan utang. Kegiatan PKM ini setidaknya dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan literasi keuangan yang cukup terkait pinjaman online maupun Aubank kelilingAy, masyarakat diberikan pemahaman dalam menentukan cara untuk memilih pinjaman online yang legal, serta dibekali langkahlangkah untuk mengambil keputusan dalam mendapatkan pinjaman agar tidak sampai merugikan diri sendiri maupun keluarganya. Hasil dari kegiatan PKM ini masyarakat dapat mengetahui ciri-ciri perusahaan financial technology . yang legal dan illegal, sehingga masyarakat dapat memilih perusahaan fintech yang legal dan terdaftar di OJK untuk menggunakannya jika diperlukan. Disisi lain masyarakat Desa Tunggilis Ae Kab. Pangandaran mendapatkan pemahaman tentang literasi keuangan, sehingga kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dalam rangka mencapai kesejahteraan dapat menjadi lebih baik. KESIMPULAN Berdasarkan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa masyarakat Desa Tunggilis Ae Kab. Pangandaran masih minim pengetahuan mengenai pinjaman online dan literasi keuangan, bahkan masih ada yang terjerat kedalam Aubank kelilingAy. Setelah kegiatan PkM ini dilaksakaan, diharapkan masyarkat Desa Tunggilis Ae Kab. Pangandaran dapat memahami dan menerapkan materi yang telah disampaikan, masyarakat dapat dengan bijak dalam memilih perusahaan pinjaman online yang legal serta dapat mengambil keputusan dengan bijak dalam menentukan/mendapatkan pinjaman agar tidak sampai merugikan diri sendiri maupun keluarganya. DAFTAR PUSTAKA