JURNAL RISET MAHASISWA AKUNTANSI (JRMA) Volume 13. No. Tahun 2025 https://doi. org/10. 21067/jrma. Pengaruh Partisipasi Organisasi Profesi Akuntansi terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa Akuntansi dengan Soft Skills sebagai Variabel Intervening Ocktavia Pristamara Putria1*. Eko Prasetyoa2 Universitas Kahuripan Kediri. Indonesia p@students. *Ocktavia Pristamara Putria1 Received: 20 September 2025 . Revised: 17 Oktober 2025 . Accepted: 20 Oktober 2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh partisipasi organisasi profesi akuntansi terhadap kesiapan kerja mahasiswa akuntansi dengan soft skills sebagai variabel intervening. Sampel penelitian adalah 44 pengurus aktif Anggota Muda IAI Wilayah Jawa Timur Komisariat Kediri, diambil menggunakan teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda, uji-t, uji koefisien determinasi (RA), dan analisis jalur dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi organisasi profesi akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja, serta terhadap soft skills. Selanjutnya, soft skills juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja. Namun, analisis jalur menemukan bahwa soft skills tidak memediasi secara signifikan pengaruh partisipasi organisasi profesi akuntansi terhadap kesiapan Hal ini diduga karena responden yang belum merasakan peran mediasi soft skills secara konkret dalam transisi ke dunia kerja. Penelitian ini merekomendasikan studi lanjutan yang melibatkan alumni untuk validasi peran mediasi soft skills yang lebih komprehensif. Kata kunci - Partisipasi Organisasi Profesi Akuntansi. Kesiapan Kerja. Soft Skills. Mahasiswa Akuntansi. IAI Muda Abstract This study aims to analyze the effect of participating in professional accounting organizations on accounting students job readiness, considering soft skills as an intervening variable. The sample consisted of 44 active board members of the IAI Young Members, in the East Java RegionAos. Kediri Branch, who were selected using saturated sampling technique. The dates, that were obtained via questionnaires, were then analized using multiple linear regression, t-tests. RA analysis, and path analysis using SPSS. The results indicate that participation in professional accounting organizations positive and significantly affects job readiness both job readiness and soft skills. Furthermore, soft skills also positively and significantly affect job readiness. However, path analysis revealed that soft skills do not significantly mediate the effect of participating in professional accounting organizations on job readiness. This is likely because the respondents, being active students, have not yet experienced the concrete role of soft skills in their career transition. This study recommends further research involving the alumni for a more comprehensive validation of soft skills' mediating role. Keywords - Accounting Professional Organization Participation. Job Readiness. Soft Skills. Accounting Students. Young IAI Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 163 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Putri. Prasetyo How to Cite : Putri. , & Prasetyo. Pengaruh Partisipasi Organisasi Profesi Akuntansi terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa Akuntansi dengan Soft Skills sebagai Variabel Intervening. Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi, 13. , 163Ae174. https://doi. org/10. 21067/jrma. PENDAHULUAN Era industri 4. 0 telah mengubah lanskap bisnis dan ekonomi secara signifikan, sehingga proses rekrutmen menjadi lebih selektif. Perusahaan kini mencari kandidat dengan keahlian khusus yang relevan dengan teknologi canggih, otomasi dan data. Saat ini, kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuan keuangan dan tetap kompetitif sangat bergantung pada sumber daya manusianya. Selain memiliki tenaga kerja dengan beragam pengetahuan, sektor yang berkembang pesat juga membutuhkan tenaga kerja terampil dan kreatif yang mampu bersaing dalam skala global (Setiarini et , 2. Perubahan ini menciptakan tantangan sekaligus peluang bagi individu untuk terus mengembangkan kapabilitas diri agar relevan dengan tuntutan zaman. Meskipun perkembangan industri menuntut SDM berkualitas. Indonesia masih dihadapkan pada masalah pengangguran yang signifikan, terutama di kalangan sarjana. Dari total 152. 603 jiwa angkatan kerja pada Februari 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa ada 7. 862 jiwa merupakan pengangguran terbuka. Dan dari jumlah tersebut, 871. 860 jiwa adalah lulusan universitas. Fenomena ini diperparah dengan jumlah lulusan sarjana yang terus meningkat setiap tahunnya, yang berpotensi memperburuk tingkat pengangguran jika kesiapan kerja mereka tidak memadai (BPS Statistics Indonesia, 2. Fenomena "job-education mismatch" yang diungkapkan oleh Mendikbudristek Nadiem Makarim, yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara bidang pekerjaan dan program studi yang diambil oleh lulusan universitas. Sebanyak 80% lulusan bekerja di bidang yang tidak sesuai dengan jurusannya, dan hanya 20% yang bekerja sesuai program studi yang ditempuh . com, 2. Hal ini mengindikasikan bahwa kurikulum pendidikan belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan industri. Oleh karena itu, setiap calon tenaga kerja perlu mempersiapkan diri dengan baik untuk dapat bersaing dan memenuhi persyaratan yang diharapkan oleh dunia kerja, khususnya dalam aspek kesiapan kerja. Kesiapan kerja mengacu pada kemampuan seseorang, terutama mahasiswa, untuk terus bekerja setelah jangka waktu tertentu tanpa memerlukan penyesuaian yang signifikan. Salah satu strategi penting untuk membantu mahasiswa menghadapi dunia kerja adalah melalui pengalaman berorganisasi. Keikutsertaan aktif dalam kegiatan organisasi telah terbukti membantu mengembangkan soft skills seperti kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan mengelola waktu, yang merupakan kebutuhan utama di tempat kerja. Penelitian sebelumnya di Universitas Muhammadiyah Surakarta menunjukkan bahwa meskipun keaktifan dalam organisasi tidak selalu berdampak langsung terhadap kesiapan kerja, keterampilan non-teknis yang diperoleh melalui pengalaman organisasi secara signifikan meningkatkan kesiapan mahasiswa untuk memasuki dunia kerja (Putri Pambajeng et al. , 2. Ini menegaskan bahwa ada peran soft skills sebagai mediator dalam hubungan antara partisipasi organisasi dan kesiapan kerja. Dalam konteks akuntansi, organisasi profesi akuntansi seperti IAI Muda memiliki peran Partisipasi dalam organisasi ini tidak hanya memperluas jejaring profesional tetapi juga meningkatkan kompetensi teknis dan non-teknis melalui berbagai kegiatan seperti seminar, pelatihan, atau sertifikasi (Erawan & Wirakusuma, 2. (Wijayanti et al. , 2. Organisasi IAI Muda, sebagai wadah bagi mahasiswa untuk secara aktif mengadakan program pelatihan dan lokakarya untuk meningkatkan profesionalisme dan keterampilan anggotanya dalam menghadapi tantangan globalisasi (Patimah & Sumaryoto, 2. Sebuah artikel juga menunjukkan bahwa anggota organisasi profesi memiliki peluang 30% lebih tinggi untuk mendapatkan pekerjaan dibandingkan yang tidak terlibat (Khoiroh & Prajanti, 2. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 164 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Putri. Prasetyo Terdapat research gap yang muncul dari beberapa temuan mengenai hubungan partisipasi organisasi terhadap kesiapan kerja. Salah satunya penelitian oleh (Putri Pambajeng et al. , 2. menemukan bahwa partisipasi dalam organisasi tidak memiliki pengaruh signifikan secara langsung terhadap kesiapan kerja, meskipun dapat meningkatkan soft skills. Hal ini mengindikasikan bahwa soft skills lebih berperan sebagai mediasi. Di sisi lain, studi lain menemukan bahwa keaktifan di organisasi memiliki pengaruh langsung dan signifikan terhadap kesiapan kerja (Deswarta et al. , 2. Kesenjangan ini menekankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memperdalam pemahaman mengenai bagaimana partisipasi organisasi memengaruhi kesiapan kerja, dan memastikan apakah soft skills memang berperan sebagai variabel intervening dalam hubungan tersebut. Berdasarkan pemaparan teori yang disampaikan diatas, dapat dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut. H1: Partisipasi organisasi profesi akuntansi berpengaruh terhadap kesiapan kerja mahasiswa H2: Partisipasi organisasi profesi akuntansi berpengaruh terhadap soft skills mahasiswa akuntansi. H3: Soft skills berpengaruh terhadap kesiapan kerja mahasiswa akuntansi. H4: Soft skills memediasi hubungan antara partisipasi organisasi profesi akuntansi dan kesiapan kerja mahasiswa akuntansi. METODE Penelitian ini mengadopsi metode kuantitatif yang berlokasi di lingkungan organisasi profesi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Muda Wilayah Jawa Timur Komisariat Kediri, dengan sampel berjumlah 44 pengurus aktif yang diambil menggunakan teknik sampling total atau jenuh, atau yang juga dikenal sebagai sensus. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring via Google Forms. Variabel yang diukur meliputi partisipasi organisasi profesi akuntansi . , soft skills . , dan kesiapan kerja . Analisis data dilakukan secara kuantitatif menggunakan SPSS, mencakup uji kualitas data . aliditas dan reliabilita. , uji asumsi klasik . , analisis regresi linier berganda, uji-t, uji koefisien determinasi (RA), dan analisis jalur. PEMBAHASAN Analisis statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan kondisi dari setiap sub-variabel yang diteliti. Pada penelitian ini analsis deskriptif diukur berdasarkan tingkat tanggapan responden terhadap keseluruhan variabel yakni partisipasi organisasi profesi akuntansi, soft skills, dan kesiapan kerja pada pengurus aktif IAI Muda Wilayah Jawa Timur Komisariat Kediri. Data kuesioner dikelompokkan dalam tiga kategori diantaranya rendah, sedang dan tinggi. Pengkategorian jawaban menggunakan skor idel, sehingga nilai terbesar diperoleh dari = skor maksimum . y jumlah Sedangkan nilai terendah diperoleh dari skor minimum . y jumlah pertanyaan. Setelah jarak interval diketahui, maka penulis mengetahui jarak interval setiap kategorinya. Lalu, data yang didapatkan dari kuesioner diklasifikasikan ke dalam tiga kategori sesuai letak jarak intervalnya. Berikut dijelaskan pada tabel 1. Tabel 1 Statistik Deskriptif Variabel Partisipasi Organisasi Profesi Akuntansi. Soft Skills, dan Kesiapan Kerja Kategori Tanggapan Responden Total Variabel Tinggi Sedang Rendah Partisipasi Organisasi Profesi Akuntansi Kesiapan Kerja Soft Skills Sumber : Data diolah 2025 Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 165 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Putri. Prasetyo Merujuk pada tabel 1, diperoleh hasil bahwa nilai total keseluruhan data dalam variabel yakni 44 responden yang bersumber dari sampel jenuh Pengurus IAI Muda Wilayah Jawa Timur Komisariat Kediri generasi 7. Tiap-tiap variabel akan dijelaskan berdasar pada tabel 1 diatas, yakni sebagai berikut. Variabel partisipasi organisasi profesi akuntansi memiliki tingkat kategori persentase AuTinggiAy 91% menunjukkan bahwa responden secara aktif terlibat dalam kegiatan organisasi. Ini mengkonfirmasi bahwa partisipasi mencakup keterlibatan fisik dan kognitif yang kuat dan ini sejalan dengan Teori Pembelajaran Sosial Bandura yang mana responden merasakan lingkungan kolaboratif dan menunjukkan komitmen yang cukup kuat terhadap organisasi. Variabel kesiapan kerja memiliki persentase 82% dan berada dalam kategori AuTinggiAy, yang mengindikasikan adanya kepercayaan diri yang kuat terhadap pengetahuan akuntansi dan keterampilan yang mereka miliki. Hasil ini konsisten dengan Teori Modal Manusia (Human Capital Theor. , di mana pengalaman dan pelatihan meningkatkan nilai individu di pasar kerja. Selain itu, responden menunjukkan mentalitas proaktif dan resiliensi yang baik, yang sangat penting dalam menghadapi tantangan di era industri 4. Variabel soft skills memiliki persentase AuTinggiAy 73% menunjukkan bahwa pengalaman di organisasi secara efektif meningkatkan kemampuan komunikasi, kerja sama dan problem solving. Hasil ini mendukung Teori Pembelajaran Kolaboratif. Selain itu tanggapan responden menunjukkan kemampuan untuk berpikir kritis, kreatif, dan mengambil peran kepemimpinan secara proaktif. Hasil Pengujian Kualitas Data Pengujian kualitas data dilakukan dua tahap yakni uji validitas dan uji reliabilitas, dan dilakukan dengan alat bantu statistik SPSS. Uji Validitas Uji validitas dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan nilai r tabel pada degree of freedom . = n-2, dengan tingkatan probabilitas kesalahan 0,05. Penelitian ini menggunakan 44 responden, jadi r tabel: df = (N-. = 44 Ae 2 = 42. Dengan probabilitas 5%, nilai r tabelnya yakni 0,297. Dan kaidah yang digunakan yakni apabila r hitung > r tabel, maka butir pernyataan valid. Sebaliknya apabila r hitung < r tabel, maka butir pernyataan tidak valid. Berikut perolehan hasil uji validitas. Tabel 2 Hasil Uji Validitas Partisipasi Organisasi Kesiapan Kerja (Y) Soft Skills (Z) Profesi Akuntansi (X) Indikator R hitung Indikator R hitung Indikator R hitung 0,587 0,658 0,847 0,723 0,826 0,898 0,768 0,917 0,909 0,824 0,797 0,884 0,810 0,862 0,821 0,857 Sumber : Data diolah SPSS, 2025 Berdasarkan tabel 2 diatas, diperoleh hasil untuk keseluruhan indikator pada setiap variabel nilai r hitung > r tabel . Yang mana artinya adalah semua indikator pada pengukuran variabel x, y, dan z dinyatakan valid. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas pada penelitian ini menggunakan uji statistik Cronbach Alpha, dengan ketentuan apabila angka Cronbach Alpha > 0,60 maka instrumen penelitian dinyatakan reliabel begitupun sebaliknya. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 166 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Putri. Prasetyo Gambar 1 Hasil Output SPSS Uji Reliabilitas Dapat dilihat dari gambar 1 diatas, hasil hitung uji reliabilitas untuk seluruh variabel adalah 0,945 > 0,60. Dapat disimpulkan bahwa, seluruh variabel penelitian reliabel. Dengan kata lain, semua pertanyaan pada kuesioner mempunyai kesamaan hasil walaupun pada waktu yang berbeda . dan data yang ada akurat serta bisa dipakai selaku alat ukur Hasil Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik dilakukan untuk memastikan model regresi linear yang digunakan memenuhi persyaratan statistik yang fundamental. Jika asumsi ini tidak terpenuhi, hasil analisis regresi bisa menjadi tidak valid, bias, atau tidak efisien. Dengan kata lain, tanpa pemenuhan asumsi ini, kesimpulan yang ditarik dari analisis mungkin tidak dapat dipertanggungjawabkan Uji Normalitas Dalam penelitian ini, pengujian normalitas data dilakukan melalui tiga metode, yaitu uji histogram, uji normal p-plot, dan kolmogorov-smirnov. Dasar dari pengambilan nilai pada uji normalitas adalah apabila nilai signifikan >a = 0,05 maka datanya terdistribusi normal, sebaliknya bila nilai signifikan 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Gambar 4 Output SPSS Kolmogorov Smirnov Uji Multikolinieritas Dasar pengambilan keputusan dalam uji multikolinieritas adalah nilai statistics VIF <10 artinya tidak ada masalah multikolinieritas yang signifikan. Dalam melakukan uji multikolinieritas, pada penelitian ini diperoleh nilai statistics VIF sebesar 2. 166 <10, yang dalam artian bahwa variabel independen tidak terlalu dipengaruhi oleh keberadaan variabel independen lainnya dalam model regresi, dan multikolinieritas dinilai signifikan. Uji Heteroskedastisitas Berdasarkan gambar 5 menunjukkan hasil output hasil SPSS uji heteroskedatisitas yang menunjukkan gambar titik titik pada scatterplot yang menyebar secara tidak beraturan antara sumbu x dan y, artinya adalah tidak terjadi heteroskedastisitas. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 168 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Putri. Prasetyo Gambar 5 Uji Heteroskedastisitas Hasil Uji Hipotesis Analisis jalur merupakan metode statistik yang dikembangkan dari analisis regresi linear Dalam studi ini, analisis jalur diterapkan untuk memahami bagaimana variabel x memengaruhi variabel y secara langsung dan secara tidak langung . elalui mediasi variabel intervenin. , sehingga memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang struktur hubungan antar variabel. Langkah pertama dalam analisis jalur ini adalah melakukan uji t untuk setiap jalur hipotesis yang diajukan. Uji T Uji T adalah pengukuran yang digunakan untuk menguji signifikasi pengaruh masingmasing variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Ketentuan uji t yang digunakan pada penelitian ini adalah jika nilai sig. < 0,05, atau t hitung > t tabel, maka terdapat pengaruh parsial antar variabel dan sebaliknya. Berikut rumus untuk mencari nilai t tabel. t tabel = t ( . n Oe k Oe . = t . ,025 . = 2,018. Berikut adalah hasil uji t pada penelitian ini. Tabel 3 Hasil Uji T-test Partisipasi Organisasi Profesi Akuntansi -> Kesiapan Kerja Partisipasi Organisasi Profesi Akuntansi -> Soft Skills Soft Skills -> Kesiapan Kerja Sumber : Data diolah SPSS, 2025 t hitung 3,993 2,193 Nilai sig. 0,005 0,34 Pengaruh partisipasi organisasi profesi akuntansi terhadap kesiapan kerja mahasiswa Diperoleh nilai Sig. untuk pengaruh x terhadap y adalah sebesar 0,001 < 0,05 dan nilai t hitung 3,993 > t tabel 2,018. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa H1 diterima, ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh x terhadap y. Pengaruh partisipasi organisasi profesi akuntansi terhadap soft skills mahasiswa akuntansi. Diperoleh nilai Sig. untuk pengaruh x terhadap z adalah sebesar 0,005 < 0,05 dan nilai t hitung 2,942 > t tabel 2,018. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa H2 diterima, ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh x terhadap z. Pengaruh soft skills terhadap kesiapan kerja mahasiswa akuntansi. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 169 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Putri. Prasetyo Diperoleh nilai Sig. untuk pengaruh z terhadap y adalah sebesar 0,034 < 0,05 dan nilai t hitung 2,193 > t tabel 2,018. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa H3 diterima, yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh z terhadap y. Analisis Jalur (Path Analysi. Analisis Jalur dilakukan dengan menguji dua model regresi terpisah yang membentuk struktur hubungan antar variabel. Gambar 6 Analisis Regresi Model 1 Pada gambar 6 untuk uji regresi model I diketahui bahwa nilai signifikansi dari variabel x = 0,001 dan variabel z = 0,034 lebih kecil dari 0,05. Hasil ini memberikan kesimpulan bahwa regresi model I yakni variabel x dan z berpengaruh signifikan terhadap y. Gambar 7 Analisis Regresi Model 2 Pada gambar 7 untuk uji regresi model 2 diketahui bahwa nilai signifikansi dari variabel x = 0,005 dan variabel y = 0,034 lebih kecil dari 0,05. Hasil ini memberikan kesimpulan bahwa regresi model 2 yakni variabel x dan y berpengaruh signifikan terhadap z. Sehingga dapat disimpulkan dari gambar 6 dan 7, hasil analisis jalur . ath analysi. diperoleh hasil bahwa pengaruh langsung variabel x terhadap z tercatat sebesar 0,465. Sementara itu, pengaruh tidak langsung x terhadap y yang dimediasi oleh z adalah hasil perkalian antara pengaruh x terhadap z . dan pengaruh z terhadap y . , menghasilkan nilai sebesar 0,140895. Dengan menjumlahkan pengaruh langsung dan tidak langsung, total pengaruh x terhadap y adalah 0,605. Namun demikian, karena nilai pengaruh tidak langsung . ,140. lebih kecil dibandingkan pengaruh langsung . , maka dapat disimpulkan bahwa variabel z tidak berperan sebagai mediator yang signifikan dalam hubungan antara x dan y. Uji Koefisien Determinan (RA) Uji Koefisien Determinan (RA) digunakan untuk mengukur proporsi variasi dalam variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independen dalam model. Nilai RA berkisar antara 0 hingga 1. Dalam regresi berganda, biasanya digunakan Adjusted R Square karena nilai ini memberikan penyesuaian terhadap jumlah variabel independen dalam model, sehingga hasil pengukuran menjadi lebih akurat. Berikut disajikan hasil pengujian koefisien determinasi (RA) untuk masing-masing model yang digunakan dalam penelitian ini. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 170 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Putri. Prasetyo Gambar 8 Uji Koefisien Determinan (RA) Model 1 Berdasarkan gambar 8 diatas, nilai hasil koefisien determinasi (RA) atau R Square adalah 0,640. Hal tersebut bermakna bahwa 64 %, sementara sisanya 36% merupakan kontribusi dari variabel-variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian. Nilai error term . untuk Model 1 dapat dihitung dengan rumus: e1 = Oo . -0,. = 0,6. Gambar 9 Uji Koefisien Determinan (RA) Model 2 Sedangkan pada gambar 9 diatas, nilai R Square sebesar 0,587. Hal tersebut bekmakna bahwa 58,7%, sementara sisanya 41,3% merupakan kontribusi dari variabel-variabel lain yang tidak dimasukkan didalam penelitian. Nilai error term . untuk Model 2 dapat dihitung dengan rumus: e2 = Oo . -0,. = 0,6427. Dengan demikian diperoleh diagram jalur model struktur sebagai berikut. Gambar 10 Struktur Hasil Analisis Data KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pengaruh partisipasi dalam organisasi profesi akuntansi terhadap kesiapan kerja mahasiswa akuntansi, dengan soft skills sebagai variabel intervening pada IAI Muda Komisariat Kediri. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan sebagai berikut. Hipotesis pertama Aupengaruh langsung partisipasi organisasi profesi akuntansi terhadap kesiapan kerja mahasiswa akuntansiAy diterima. Partisipasi aktif dalam organisasi profesi akuntansi memiliki pengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap kesiapan kerja mahasiswa. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 171 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Putri. Prasetyo Semakin aktif mahasiswa berpartisipasi, semakin tinggi pula tingkat kesiapan kerja yang mereka Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman berorganisasi adalah cara yang efektif untuk meningkatkan kesiapan kerja. Implikasi dari penelitian ini untuk hipotesis pertama adalah institusi pendidikan tinggi hendaknya secara aktif mendorong dan mempermudah mahasiswa untuk berpartisipasi dalam organisasi profesi akuntansi sebagai cara yang efektif dalam meningkatkan kesiapan kerja lulusan. Di sisi lain, organisasi profesi akuntansi memiliki peran penting dalam menyediakan sarana dan kegiatan yang relevan untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa serta mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja. Dengan demikian, mahasiswa akuntansi sebaiknya secara aktif mencari dan memanfaatkan berbagai kesempatan untuk terlibat dalam organisasi profesi akuntansi demi meningkatkan kesiapan kerja mereka secara langsung. Hipotesis kedua Aupengaruh langsung partisipasi organisasi profesi akuntansi terhadap soft skills mahasiswa akuntansiAy diterima. Partisipasi dalam organisasi profesi akuntansi juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan soft skills mahasiswa. Keterlibatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan penting seperti komunikasi, kerja tim, dan kepemimpinan, yang sangat dibutuhkan di dunia profesional. Implikasi untuk hipotesis kedua adalah bahwa institusi pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab untuk secara aktif mendorong dan memfasilitasi partisipasi mahasiswa dalam organisasi profesi akuntansi sebagai platform krusial untuk mengembangkan soft skills yang melengkapi kurikulum formal. Organisasi profesi akuntansi memegang peranan penting dalam merancang dan menyediakan program serta kegiatan secara sistematis, yang bertujuan untuk meningkatkan soft skills spesifik yang dibutuhkan dalam lingkungan kerja profesional. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa akuntansi untuk menyadari nilai partisipasi aktif dalam organisasi ini, yang tidak hanya menambah wawasan akademik, tetapi juga memberikan keterampilan non-teknis yang dibutuhkan oleh dunia industri, sehingga mampu meningkatkan peluang karier di masa depan. Hipotesis ketiga Aupengaruh langsung soft skills terhadap kesiapan kerja mahasiswa akuntansiAy Soft skills memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja. Mahasiswa dengan soft skills yang baik cenderung merasa lebih siap untuk memasuki dunia kerja. Ini menegaskan bahwa soft skills adalah kompetensi esensial yang sangat memengaruhi kesiapan karir. Implikasi untuk hipotesis ketiga adalah institusi pendidikan tinggi sebaiknya mengintegrasikan kompetensi soft skills ke dalam kurikulum dan kegiatan mahasiswa, mengingat pentingnya soft skills sebagai bagian penting dalam persiapan karir. Mahasiswa juga perlu aktif mengembangkan soft skills karena signifikan memengaruhi kesiapan kerja. Penelitian selanjutnya disarankan untuk lebih fokus mengidentifikasi jenis soft skills spesifik . aik intrapersonal maupun interpersona. yang paling relevan untuk kesiapan kerja akuntan, serta bagaimana soft skills mempengaruhi kesiapan kerja melalui faktor lain seperti Hipotesis keempat Auperan mediasi soft skills dalam hubungan antara partisipasi organisasi profesi akuntansi dan kesiapan kerja mahasiswa akuntansiAy ditolak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soft skills tidak memediasi hubungan antara partisipasi organisasi profesi akuntansi dan kesiapan kerja. Pengaruh partisipasi organisasi terhadap kesiapan kerja terjadi secara langsung. Ini berarti bahwa manfaat partisipasi organisasi terhadap kesiapan kerja tidak harus melalui peningkatan soft skills sebagai perantara yang signifikan, tetapi juga berasal dari manfaat langsung lainnya seperti jaringan . dan pemahaman praktis yang diperoleh selama berorganisasi. Implikasi untuk hipotesis keempat adalah penelitian mendatang sebaiknya melibatkan responden dengan pengalaman kerja untuk menguji peran soft skills sebagai penghubung antara partisipasi organisasi akuntansi dan kesiapan kerja di dunia profesional. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat mencari tahu jenis soft skills spesifik mana yang paling berperan dalam transisi karir mahasiswa akuntansi. Institusi pendidikan tinggi perlu menyadari bahwa persepsi kesiapan kerja mahasiswa aktif mungkin lebih dipengaruhi langsung oleh manfaat organisasi seperti jaringan dan pemahaman praktis, bukan mediasi soft skills yang belum terasa tanpa pengalaman kerja. Mahasiswa aktif juga perlu memahami bahwa manfaat penuh soft skills dari organisasi mungkin baru akan terasa setelah mereka bekerja. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 172 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Putri. Prasetyo Daftar Pustaka