GENTA MULIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan eissn: 25806416 pISSN: 23016671 ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA PEMBELAJARAN YANG AKSESIBEL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Rika Rahmawati . Adi Mulyono2. Rizka Fauziana3. Qutrunnada Salsabila Yusup4 Pendidikan Matematika. Universitas Indraprasta PGRI Email: marikarika269@gmail. adimulyono@gmail. rizkafauziana2017@gmail. qutrunnadasalsabila201@gmail. Abstrak Artikel ini membahas mengenai pentingnya media pembelajaran yang aksesibel di SD Negeri Cisarua 01 untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif untuk mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi langsung di SD Negeri Cisarua 01. Hasil analisis menunjukkan adanya beberapa faktor penghambat utama yang mempengaruhi kebutuhan media pembelajaran yang aksesibel. Faktor-faktor tersebut meliputi seperti metode pengajaran, lingkungan belajar, dan motivasi siswa mempengaruhi hasil belajar. Ditemukan bahwa terdapat hambatan dalam media pembelajaran yang dapat memengaruhi minat dan motivasi belajar siswa. Menciptakan media pembelajaran yang aksesibel dan efektif untuk siswa dapat menjadi tantangan, tetapi bukan tidak mungkin. Salah satu pendekatannya adalah berkolaborasi dengan masyarakat lokal dan pemangku kepentingan untuk memahami kebutuhan dan tantangan mereka. Dengan bekerja sama, kita dapat mengembangkan materi pembelajaran yang relevan secara budaya dan sesuai konteks yang lebih efektif dan menarik bagi siswa. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan perlunya pengembangan media pembelajaran yang dapat memenuhi kebutuhan aksesibilitas dan meningkatkan kualitas pembelajaran di SD Negeri Cisarua 01. Kata-kata kunci: media pembelajaran, aksesibel, hasil belajar eissn: 25806416 pISSN: 23016671 GENTA MULIA- JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA PEMBELAJARAN YANG AKSESIBEL Rika Rahmawati Pendahuluan Hasil belajar yang kurang memuaskan seringkali menjadi perhatian dalam konteks pendidikan. Faktor-faktor seperti metode pengajaran, lingkungan belajar, dan motivasi siswa dapat mempengaruhi hasil belajar mereka. Oleh karena itu, penting untuk menjelajahi berbagai strategi dan faktor yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pendidikan adalah hak asasi manusia yang mendasar dan harus dapat diakses oleh semua orang, terlepas dari lokasi atau status sosial ekonomi mereka. Pentingnya memahami faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa tidak dapat diabaikan. Beberapa faktor dapat berperan dalam meningkatkan atau menghambat kemampuan siswa dalam mencapai hasil belajar yang Oleh karena itu, penelitian dan perhatian yang terus-menerus terhadap hasil belajar siswa menjadi hal yang penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Hak mendapatkan pendidikan menjadi hak asasi bagi setiap individu sehingga setiap individu berhak memperoleh pendidikan setinggi-tingginya (Indriyani, 2. Sayangnya, banyak daerah di seluruh dunia, khususnya di SD Negeri Cisarua 01, menghadapi hambatan pendidikan yang signifikan. Hambatan tersebut diantaranya kurangnya fasilitas sekolah yang berkualitas, dan ketersediaan media pembelajaran yang tidak memadai. Media pembelajaran yang dapat diakses dapat memainkan peran penting dalam mengatasi hambatan pendidikan yang dihadapi oleh peserta didik di SD Negeri Cisarua 01. Media pembelajaran digital, misalnya, dapat diakses dari mana saja, mengatasi hambatan geografis dan menjangkau sekolah di daerah terpencil. Media pembelajaran yang interaktif dan multimedia dapat meningkatkan keterlibatan dan pemahaman peserta didik, menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan dan efektif. Selain itu, media pembelajaran yang dapat diakses dapat mengakomodasi kebutuhan dan preferensi belajar yang beragam, sehingga memudahkan peserta didik dengan gaya belajar yang berbeda untuk berhasil. Untuk mewujudkan pendidikan yang baik guru memerlukan media pembelajaran yang menarik dan kreatif untuk meningkatkan minat belajar dan konsentrasi peserta didik di dalam kelas (Wijayanti, 2. Salah satu cara untuk meningkatkan minat peserta didik belajar dapat diatasi dengan pembuatan media belajar yang dapat membuat peserta didik menjadi tertarik dan minat belajar (Dwijayani, 2019. Ariawan, 2. Media . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA PEMBELAJARAN YANG AKSESIBEL Rika Rahmawati pembelajaran adalah suatu alat untuk menyampaikan atau mengantarkan pesan-pesan materi saat pembelajaran (Worang, 2021. Trisiana, 2020. Nurrita. Wahidin, 2. Tidak ada media pembelajaran yang menjadi penghambat proses pembelajaran, maka dituntutnya untuk melakukan pengembangan sebuah media pembelajaran yang dapat mendukung dalam proses pembelajaran dan meningkatkan kualitas pembelajaran (Noh, 2. Minat belajar yang kurang maksimal di SD Negeri 1 Cisarua dapat disebabkan oleh kebutuhan akan media pembelajaran yang belum terpenuhi. Hal ini didapat dari hasil wawancara siswa SD Negeri 1 Cisarua, rerata siswa memiliki minat belajar yang kurang. Kurangnya akses terhadap media pembelajaran yang interaktif dan menarik inilah yang mempengaruhi minat dan motivasi siswa dalam belajar. Untuk meningkatkan hasil belajar, penting bagi sekolah untuk mengatasi kebutuhan media pembelajaran agar siswa dapat lebih terlibat dan berinteraksi dengan materi pelajaran secara efektif. Maka dari itu kebutuhan media pembelajaran memegang peranan penting dalam pendidikan dasar. Media pembelajaran mengacu pada segala alat atau bahan yang digunakan untuk memfasilitasi pembelajaran, seperti buku pelajaran, video, dan perangkat lunak interaktif (Safitri, 2. Penggunaan media pembelajaran pada pendidikan dasar dapat meningkatkan pengalaman belajar peserta didik sehingga lebih menarik dan interaktif. Hal ini juga dapat membantu peserta didik mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam terhadap materi yang diajarkan (Nurfahillah, 2. Dengan demikian, memasukkan media pembelajaran ke dalam kelas dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap hasil belajar peserta didik sekolah dasar. Akhirnya penelitian ini ditunjukan untuk menganalisa tentang kebutuhan media pembelajaran yang aksesibel di SD Negeri 1 Cisarua. Kebutuhan akan media pembelajaran yang aksesibel sangat penting dalam meningkatkan hasil belajar di SD Negeri 1 Cisarua. Dalam era teknologi dan informasi seperti sekarang ini, siswa perlu memiliki akses yang mudah dan lengkap terhadap berbagai jenis media pembelajaran. Media pembelajaran yang aksesibel dapat mencakup buku teks digital, video pembelajaran interaktif, perangkat lunak edukatif, dan platform pembelajaran online. Dengan adanya media pembelajaran yang aksesibel, siswa dapat belajar secara mandiri, memperdalam pemahaman mereka, dan meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan di era digital. Selain itu, aksesibilitas media . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA PEMBELAJARAN YANG AKSESIBEL Rika Rahmawati pembelajaran juga dapat mempromosikan inklusi dan kesetaraan dalam pendidikan, memungkinkan siswa dengan kebutuhan khusus atau kondisi tertentu untuk belajar dengan cara yang sesuai bagi mereka. Dengan memenuhi kebutuhan akan media pembelajaran yang aksesibel. SD Negeri 1 Cisarua dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih kaya dan efektif bagi siswa, serta mempersiapkan mereka untuk tantangan masa depan. Metode Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian jenis deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang bertujuan menjelaskan suatu keadaan, peristiwa objek atau segala sesuatu yang berhubungan dengan variabel yang bisa dijelaskan, baik melalui kata-kata ataupun angka (Setyosari, 2. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran terkait suatu gejala atau fenomena (Kusumastuti, 2. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi sebagai alat pengambilan datanya. Yang terjadi pada saat sekarang dimana peneliti berusaha memotret peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatian untuk kemudian digambarkan sebagaimana adanya (Sudjana, 1. Metode penelitian deskriptif digunakan untuk memecahkan sekaligus menjawab permasalahan yang terjadi pada masa sekarang (Ali, 1. Penelitian ini diawali dengan tahapan dilakukannya analisis kebutuhan yang dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi. Analisis kebutuhan ini dilakukan di SD Negeri Cisarua 01 Kabupaten Bogor pada Selasa, 17 April 2023. Ahli yang dijadikan narasumber pada tahap analisis kebutuhan ini adalah guru senior di jenjang Sekolah Dasar. Analisis kebutuhan ini bertujuan untuk menggali hambatan pendidikan di SD Negeri Cisarua 01 dan upaya memenuhi kebutuhan media pembelajaran yang aksesible, lalu untuk mengidentifikasi karakteristik peserta didik di jenjang Sekolah Dasar, juga untuk mengobservasi keadaan lingkungan disekitar sekolah, dan mengidentifikasi media pembelajaran yang digunakan oleh narasumber saat berlangsungnya kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan media pembelajaran yang aksesibel sebagai upaya mengatasi hambatan pendidikan di SD Negeri Cisarua 01. Peneliti melakukan wawancara secara langsung kepada guru senior, dalam hal ini dapat dianggap sebagai pakar pelajaran di jenjang sekolah yang mereka ajar. Materi wawancara meliputi, . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA PEMBELAJARAN YANG AKSESIBEL Rika Rahmawati pembelajaran di jenjang SD, . hambatan pendidikan yang dialafmi oleh guru, dan . media pembelajaran yang tersedia dan digunakan secara langsung dalam kegiatan belajar-mengajar. Hasil wawancara di SD Negeri Cisarua 01 Kabupaten Bogor, yang terdiri dari guru senior menunjukkan bahwa tujuan pembelajaran di jenjang sekolah dasar yaitu untuk mengajarkan ilmu kecerdasan dasar, pengetahuan, sikap, akhlak, dan keterampilan untuk belajar hidup secara mandiri dan mengikuti pendidikan di jenjang selanjutnya. Hambatan pendidikan yang dialami oleh guru yaitu terbatasnya media pembelajaran, dan kurang menunjangnya fasilitas pendidikan di lingkungan sekolah. Media pembelajaran yang digunakan yaitu buku tematik, buku pedoman guru, papan tulis, dan fasilitas terbatas lainnya. Media pembelajaran pelengkap yang sulit diakses membuat pembelajaran kurang maksimal dan dirasa sulit untuk mencapai standar pembelajaran yang telah ditentukan dari pusat pendidikan. Metode pembelajaran yang digunakan hanyalah metode ceramah, dimana kegiatan pembelajaran hanya berpusat dari guru. Selain itu, didapat pula hasil observasi yang telah peneliti laksanakan yaitu kondisi ruang kelas yang terbilang sederhana tanpa adanya media penunjang yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dalam kelas. Kondisi sekolah pun belum dilengkapi dengan fasilitas penunjang lainnya seperti perangkat elektronik, media pembelajaran modern dan fasilitas pendukung kualitas pembelajaran lainnya. Keadaan lingkungan sekitar sekolah masih sangat asri, dikelilingi perbukitan dan jauh dari pusat kota. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang telah dipaparkan sebelumnya, kemudian peneliti mengambil kesimpulan sesuai dengan jawaban wawancara pakar serta hasil observasi yang telah peneliti lakukan. Peneliti menyimpulkan bahwa hambatan pendidikan di SD Negeri Cisarua 01 yaitu kebutuhan media pembelajaran yang aksesibel yang dapat berpengaruh pada hasil belajar peserta didik. Pembahasan Hasil analisis yang peneliti dapatkan di sekolah SD Negeri Cisarua 01 mengenai persepsitif mata pelajaran matematika, metode pembelajaran matematika, karakteristik siswa, hasil belajar siswa, dan permasalahan yang di hadapi dalam pembelajaran matematika. Fokus yang dibahas oleh peneliti . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA PEMBELAJARAN YANG AKSESIBEL Rika Rahmawati mengenai permasalah yang di hadapi oleh siswa dan guru yaitu mengenai kebutuhan media pembelajaran yang aksesibel untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan mencapai tujuan pembelajaran matematika. Dampak media pembelajaran terhadap hasil belajar telah menjadi subjek banyak penelitian sebelumnya. Hasil penelitian sebelumnya didapat bahwa penggunaan media pembelajaran dan kreativitas guru berpengaruh positif terhadap prestasi belajar peserta didik (Supartini, 2. Penggunaan media pembelajaran visual berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran sosial (Yulianti, 2. Penelitian lain juga menunjukkan dampak positif media pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar peserta didik sekolah dasar (Harsiwi, 2. Temuan ini menunjukkan bahwa pentingnya media pembelajaran dan penggabungan media pembelajaran ke dalam kelas dapat menyebabkan peningkatan hasil belajar bagi peserta didik sekolah dasar. Media pembelajaran memiliki dampak yang signifikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Dampak media pembelajaran yang aksesibel ini diantaranya untuk dapat membantu . memvisualisasi yang lebih baik seperti dengan gambar, vidio dan animasi akan dapat membantu siswa memvisualisasi konsep yang sulit dan dapat membantu mereka dalam memahami dan mengingat informasi dengan lebih baik. media pembelajaran ini memiliki elemen interaktif yang memungkinkan siswa berpartisipasi aktif dalam proses pembelajan melalui aktivitas kuis, simulasi dan permainan. Aksesibilitas yang lebih besar, media pembelajaran dapat diakses dengan mudah melalui perangkat elektronik seperti komputer, tablet, dan gawai. Ini memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar di mana saja dan kapan saja tanpa terbatas oleh waktu. pembelajaran yang mandiri, media pembelajaran yang aksesibel memungkinkan siswa untuk belajar secara mandiri dengan kemampuan dan gaya belajar siswa sendiri. Suyanto & Jihad . motivasi berpangkal dari kata AomotifAo. Biasanya motif diartikan sebagai daya penggerak yang ada dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Hal . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA PEMBELAJARAN YANG AKSESIBEL Rika Rahmawati senada diungkapkan oleh Sardiman . bahwa motif merupakan daya penggerak dari dalam untuk melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan. Media pembelajaran yang aksesibel dapat berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dengan cara menyediakan lingkungan yang inklusif dan memfasilitasi partisifasi aktif. Keterkaitan mengenai motivasi belajar dengan adanya media pembelajaran yang aksesibel dapat mendorong keterlibatan siswa dengan menyajikan materi secara menarik dan relevan dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara mandiri dengan dukungan berbasis teknologi. Sebaliknya, kurangnya media pembelajaran dapat mengakibatkan peserta didik tidak memahami materi sehingga menyebabkan prestasi akademik yang buruk (Afliaturrohmaniah, 2. Oleh karena itu, sangat penting bagi sekolah untuk memastikan bahwa peserta didik memiliki akses ke berbagai media pembelajaran untuk mendukung keberhasilan akademik mereka (Safitri, 2. Menciptakan media pembelajaran yang aksesibel dan efektif untuk siswa di SD Negeri Cisarua 01 dapat menjadi tantangan, tetapi bukan tidak mungkin. Salah satu pendekatannya adalah berkolaborasi dengan masyarakat lokal dan pemangku kepentingan untuk memahami kebutuhan dan tantangan Dengan bekerja sama, kita dapat mengembangkan materi pembelajaran yang relevan secara budaya dan sesuai konteks yang lebih efektif dan menarik bagi siswa. Selain itu, kami dapat memanfaatkan teknologi dan desain inovatif untuk memastikan aksesibilitas bagi siswa penyandang disabilitas atau sumber daya terbatas. Misalnya, menggunakan teknologi text-to-speech atau menyediakan materi dalam berbagai format dapat membuat pembelajaran lebih mudah diakses oleh siswa tunanetra atau Sekolah sendiri juga dapat mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan akses terhadap media pembelajaran. Misalnya, sekolah dapat berkolaborasi dengan bisnis dan organisasi lokal untuk mengamankan sumbangan peralatan dan bahan (Nurfahillah, 2. Selain itu, sekolah . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA PEMBELAJARAN YANG AKSESIBEL Rika Rahmawati dapat mengutamakan penggunaan pembelajaran berbasis digital atau elearning yang memungkinkan siswa belajar kapan saja tanpa terikat jam belajar tertentu. Ini dapat membantu memastikan bahwa siswa memiliki akses ke materi pembelajaran bahkan ketika mereka tidak hadir secara fisik di kelas. Solusi berbasis komunitas juga bisa efektif dalam meningkatkan akses ke media pembelajaran. Misalnya, anggota masyarakat dapat secara sukarela memberikan bimbingan dan bimbingan kepada siswa, yang dapat membantu melengkapi pembelajaran mereka dan menyediakan sumber daya tambahan (Saputra, 2. Selain itu, organisasi masyarakat dapat bermitra dengan sekolah untuk menyediakan akses ke materi dan peralatan Dengan bekerja sama, masyarakat dapat membantu memastikan bahwa semua siswa memiliki akses ke sumber daya yang mereka butuhkan untuk berhasil dalam pendidikan mereka (Nurfahillah. Kesimpulan Media pembelajaran yang aksesibel dapat memiliki dampak positif terhadap hasil belajar siswa dan motivasi belajar mereka. Penggunaan media memvisualiasasikan konsep dengan lebih baik, berpartisipasi aktif dalam pembelajaran, mengakses materi dengan mudah, dan belajar secara mandiri sesuai dengan gaya belajar mereka. Motivasi belajar siswa dapat di tingkatkan melalui lingkungan pembelajaran yang inklusif dan partisipasi aktif dalam media pembelajaran yang menarik dan relevan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi para peneliti pendidikan untuk mengembangkan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik, sehingga pembelajaran dapat berjalan lebih efektif dan menjawab kebutuhan (Leonard, 2. Ucapan Terimakasih Peneliti mengucapkan terima kasih kepada SD Negeri Cisarua 01 Kabupaten Bogor, khususnya pada Ibu Haryanti. Pd. selaku pakar GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA PEMBELAJARAN YANG AKSESIBEL Rika Rahmawati pelajaran jenjang sekolah dasar yang telah bersedia menjadi narasumber wawancara bagi peneliti dan membimbing peneliti dalam melaksanakan observasi, juga peneliti ucapkan terima kasih kepada Bapak Huri Suhendri. Pd. selaku pakar dosen metode penelitian yang telah membantu mengarahkan dan memberikan kritik yang membangun sehingga artikel ini dapat terselesaikan. Daftar Pustaka