Bencana Alam dan Pernikahan Dini di Kota Palu Nurhaya S. Patui*1. Elvaria Mantao1. Nadya Sidiqah Ponto1. Nelyanti1. Nur Maulidyani Aulia1 1Departemen Kesehatan Reproduksi. Fakultas Kesehatan Masyarakat,Universitas Tadulako Author's Email Correspondence (*): mantaoelvaria21@gmail. ABSTRAK Pernikahan dini di Indonesia adalah masalah yang serius. Pada tahun 2018, tercatat 11,21% perempuan di Indonesia menikah sebelum menginjak usia 18 tahun. Angka ini menempatkan Indonesia di antara delapan negara dengan angka pernikahan dini tertinggi di dunia. Bencana alam tsunami dan likuifaksi yang melanda Palu Sulawesi Tengah 4 tahun lalu memiliki dampak salah satunya adalah semakin tingginya perkawinan dini di wilayah kota Palu. Sulawesi Tengah menempati peringkat sebelas dalam kasus pernikahan dini tertinggi di Indonesia. Angka pernikahan usia dini di kota Palu cukup tinggi berdasarkan data BPS tahun 2017 angka pernikahan usia dini sebesar 43,12% dan pada tahun 2018 meningkat menjadi 44,1%. Tujuan penelitian ini untuk memaparkan dampak bencana terhadap tingginya angka pernikahan dini di kota Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei analitik dengan pendekatan kuantitatif. Desain dalam penelitian ini adalah Cross Sectional, jumlah sampel sebanyak 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan anatra pendidikan dengan kejadian pernikahan dini dengan p-value . , terdapat hubungan antara status keluarga dengan pernikahan dini dengan p-value . , terdapat hubungan antara pendapatan keluarga dengan pernikahan dini dengan p-value . Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubunga antara pendidikan, status keluarga, dan pendapatan keluarga terhadap pernikahan dini di kota Palu. Kata Kunci : Pernikahan dini, bencana alam, status keluarga. Published by: Article history : Tadulako University Received : 10 01 2024 Address: Received in revised form : 08 03 2024 Jl. Soekarno Hatta KM 9. Kota Palu. Sulawesi Tengah. Accepted : 10 04 2024 Indonesia. Available online : 30 04 2024 Phone: 6282290859075 licensed by Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Email: preventifjournal. fkm@gmail. PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 15 NOMOR 1 ABSTARCT Early marriage in Indonesia is a serious problem. In 2018, it was recorded that 11. 21% of women in Indonesia married before turning 18 years old. This figure places Indonesia among the eight countries with the highest rates of early marriage in the world. The natural disaster of the tsunami and liquefaction that hit Palu. Central Sulawesi 4 years ago, had an impact, one of which was the increase in early marriage in the Palu city area. Central Sulawesi is ranked eleventh in terms of the highest cases of early marriage in Indonesia. The rate of early marriage in the city of Palu is quite high, based on BPS data in 2017, the rate of early marriage was 43. 12% and in 2018 it increased to 44. The aim of this research is to explain the impact of disasters on the high rate of early marriage in the city of Palu. The type of research used is analytical survey research with a quantitative approach. The design in this research is cross sectional, the sample size is 30 respondents. The results of the research show that there is a relationship between education and the incidence of early marriage with a p-value . there is a relationship between family status and early marriage with a p-value . , there is a relationship between family income and early marriage with a p-value . The conclusion from this research is that there is a relationship between education, family status and family income on early marriage in the city of Palu. Keywords: Early marriage, natural disaster, family status PENDAHULUAN Pembatasan usia kawin memiliki relevansi dengan masalah kependudukan, karena batas usia kawin yang lebih rendah mengakibatkan laju kelahiran yang lebih tinggi. Maka dari itu, pemerintah menetapkan batas usia kawin seperti yang termuat dalam UndangUndang Perkawinan. Akan tetapi pada kenyataannya, di dalam kehidupan sehari-hari masyarakat masih kurang menyadari akan pentingnya pembatasan usia yang telah diatur dalam Undang- Undang Perkawinan tersebut . Di Indonesia, pernikahan dini adalah masalah yang serius. Pada tahun 2018, misalnya, tercatat 11,21% perempuandi Indonesia menikah sebelum menginjak usia 18 tahun. Angka ini menempatkan Indonesia di antara delapan negara dengan angka pernikahan dini tertinggi di dunia. Selain faktor budaya dan agama, ternyata ada faktor lain yang PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 15 NOMOR 1 berkontribusi terhadap tingginya angka pernikahan dini, yakni bencana alam yang terjadi di Indonesia . Bencana alam tsunami dan likuifaksi yang melanda Palu Sulawesi Tengah 4 tahun lalu, masih menyisakan sejumlah keprihatinan yang hingga sekarang masih dirasakan oleh sejumlah masyarakat terdampak . Salah satunya adalah semakin tingginya perkawinan dini di wilayah kota Palu. Sulawesi Tengah menempati peringkat sebelas dalam kasus pernikahan dini tertinggi di Indonesia Palu sebagai Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah tidak luput dari masalah pernikahan dini. Angka pernikahan usia dini di kota palu cukup tinggi berdasarkan data BPS tahun 2017 angka pernikahan usia dini di kota palu yaitu 43,12% dan pada tahun 2018 meningkat menjadi 44,1% untuk pernikahan bawah usia 21 Tingginya angka pernikahan usia dini di kota palu berbanding lurus dengan angka usia kehamilan pertama. Berdasarkan data BPS tahun 2019 usia hamil pertama di atas21 tahun akan mempengaruhi angka kematian ibu dan anak. Anak perempuan berusia 10-14 tahun beresiko lima kali lipat meninggal saat hamil maupun bersalin dibandingkan kelompok usia 20-24 tahun, sementara resiko ini meningkat dua kali lipat pada kelompok usia 15 -19 tahun . Pernikahan usia dini di kota Palu saat ini masih cukup tinggi. Bahkan dari jumlah penikahan tersebut, sebagian diantaranya masih usia sekolah. Kondisi ini tentunya sangat berdampak pada regenerasi. Dampak negatif dari pernikahan dini tersebut, akan melahirkan generasi yang tidak baik, tidak berkualitas, dan berakibat buruk bagi ibu serta bayinya . Faktor yang menyebabkan terjadinya pernikahan dini yang sering kita jumpai di masyarakat yaitu karena factor ekonomi, pernikahan dini terjadi karena hidup digaris kemiskinan sehingga untuk meringankan beban orangtuanya maka anaknya dinikahkan dengan orang yang dianggap mampu, faktor pendidikan, rendahnya tingkat Pendidikan PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 15 NOMOR 1 maupun pengetahuan orang tua, anak, dan masyarakat menyebabkan adanya kecenderungan menikahkan anaknya yang masih dibawah umur . Selain itu dampak bencana juga menjadi factor meningkatnya jumlah pernikahan dini. Hal ini terjadi karena bahwa dalam kondisi normal sebelum bencana saja, pernikahan dini sudah marak terjadi, apalagi dalam kondisi sulit pasca bencana. Situasi yang memaksa banyak warga korban gempa harus menjalani hidup. Maka perkawinan dini itu sangat mungkin terjadi dalam jumlah yang signifikan . Sebuah Studi lanjutan tentang dampak pernikahan dini yaitu peningkatan pernikahan dini setelah Banjir 2010 di Pakistan dan gempa bumi di Haiti. Di Bangladesh dan Somalia, di saat kekurangan pangan dan kekeringan, anak perempuan sering dianggap sebagai 'beban' untuk rumah tangga yang harus diberhentikan. Selain faktor ekonomi, kesejahteraan anak perempuan setelah bencana juga merupakan faktor yang mendorong keputusan keluarga mengenai pernikahan dini . Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang dampak bencana alam dengan tingginya angka pernikahan dini di Kota Palu. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan dampak bencana terhadap tingginya angka pernikahan dini di kota Palu. METODE (Huruf Kapital. Tegak. Ditebalkan. Cambria 12. Spasi 1,. METODE Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei analitik dengan pendekatan Desain dalam penelitian ini adalah Cross Sectional, dimana variabel sebab atau risiko dan akibat atau kasus yang terjadi pada objek penelitian diukur atau di kumpulkan dalam waktu yang bersamaan. Studi Cross Sectional di gunakan untuk meneliti suatu populasi referen yang di lakukan pada periode waktu tertentu. Penelitian ini akan PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 15 NOMOR 1 dilaksanakan di Kota Palu pada tahun 2023 tepatnya di Kelurahan Duyu dan Kelurahan Tondo. Perhitungan jumlah sampel responden dengan menggunakan rumus slovin, besar sampel sebanyak 30 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan analaisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. HASIL Analisis Univariat Tabel 1. Karakteristik Responden Karakteristik Responden Usia Pertama Menikah < 19 Tahun Ou 19 tahun Umur < 22 tahun Ou 22 tahun Pendidikan terakhir SMA Sederajat Perguruan Tinggi Status Keluarga Orang tua Lengkap Orang tua tidak lengkap Pendapatan Keluarga < 3. >3. Sumber :Data Primer, 2023 Berdasarkan Tabel 1 menunjukkan bahwa distribusi berdasarkan usia pertama menikah responden yang terbanyak yaitu >19 tahun sebanyak 66. Usia responden yang terbanyak yaitu >22 tahun sebanyak 66. Pendidikan terakhir responden yang PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 15 NOMOR 1 terbanyak yaitu Perguruan Tinggi sebanyak 66. Status keluarga responden yang terbanyak yaitu memiliki orang tua lengkap sebanyak 66. Serta pendapatan keluarga responden yang terbanyak yaitu >3. 895 sebanyak 66. Analisis Bivariat Tabel 2. Hubungan Pendidikan dengan kejadian Pernikahan dini di Kota Palu Pernikahan Dini Total Pendidika Tidak A value Pernikahan % Pernikahan Dini Dini Rendah Tinggi Total Sumber: Data Primer, 2023 Berdasarkan Tabel 2 diatas menunjukkan Hasil uji statistik terdapat hubungan antara pendidikan dengan kejadian pernikahan dini di kota Palu dengan nilai p-value 0. Tabel 3 Hubungan Status Keluarga dengan kejadian Pernikahan dini di Kota Palu Pernikahan Dini Total Status Tidak A value Pernikahan Keluarga Pernikaha Dini n Dini Tidak Lengkap Lengkap Total Sumber: Data Primer, 2023 Berdasarkan Tabel 3 diatas menunjukkan Hasil uji statistik terdapat hubungan antara status keluarga dengan kejadian pernikahan dini di kota Palu dengan nilai p-value 0. PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 15 NOMOR 1 Tabel 4. Hubungan Pendapatan Keluarga dengan kejadian Pernikahan dini di Kota Palu Pernikahan Dini Total Pendapatan Tidak A value Pernikahan Keluarga % Pernikaha % Dini n Dini < 3. >3. Total Sumber: Data Primer, 2023 Berdasarkan Tabel 4 diatas menunjukkan Hasil uji statistik terdapat hubungan antara status keluarga dengan kejadian pernikahan dini di kota Palu dengan nilai p-value 0. PEMBAHASAN Hubungan Pendidikan dengan Kejadian Pernikahan Dini di Kota Palu Pernikahan usia dini memberi resiko yang lebih besar pada remaja perempuan khususnya pada aspek kesehatan reproduksinya. Hal yang perlu mendapat perhatian dalam pernikahan dini adalah komplikasi yang terjadi dalam masa kehamilan dan persalinannya dimana hal ini akan menyebabkan anak yang akan dilahirkan serta kemungkinan beresiko serta menyumbangkan peningkatan angka kematian pada ibu dan bayi. Pernikahan usia dini juga akan berimplikasi pada keterbelakangan pengetahuan akibat terhambatnya proses pendidikan disebabkan pernikahan tersebut. aspek sosial budaya masyarakat memberi pengaruh terhadap pelaksanaan pernikahan dan tidak terlepas pula pada pernikahan usia dini . Dari studi literasi UNICEF disebutkan bahwa pernikahan dini berkaitan dengan tradisi dan budaya, sehingga sangat sulit untuk mengubahnya . Dalam lingkup pendidikan, rendahnya tingkat pendidikan maupun pengetahuan orang tua, anak dan masyarakat, menyebabkan adanya kecenderungan mengawinkan anak yang masih dibawah umur. Sedangkan faktor yang juga mendukung terjadinya pernikahan dini adalah kekhawatiran PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 15 NOMOR 1 orang tua terhadap perilaku anakanaknya, dalam hal ini bertujuan untuk terhindar dari aib. Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan, dimana pendidikan dapat menyongsong kehidupan yang cerah dimasa depan, baik bagi diri sendiri, sosial, lingkungan, agama, nusa dan bangsa. Tanpa adanya pendidikan, kualitas diri sendiri juga akan sangat rendah, yang juga akan berpengaruh pada kualitas berbangsa dan bernegara . Dampak Pernikahan Dini Terhadap Pendidikan Anak Dalam Keluarga. Dampak pernikahan usia dini terhadap kualitas keturunan. Kawin dibawah umur, mudah dihinggapi bahaya, anaknya gugur, lemah atau meninggal dan tak jarang pula sang ibu muda itu yang menjadi korban. Gadis yang masih muda penuh cita-cita untuk hari depan, belum pada waktunya dibebani kewajiban-kewajiban berat, dilepas dari asuhan orang tua, diserahi mengurus rumah tangga, bahkan lebih berat lagi, dengan segala anggota tubuh yang masih muda, dengan alat kandungan yang belum cukup matang, ia harus memelihara manusia baru dalam badannya. Maka tidak heran jika karena itu banyak terjadi Badan yang sedang tumbuh masih membutuhkan perkembanganperkembangan dalam tubuhnya, tidak diberi kesempatan lebih dahulu untuk bersiapsiap, sudah dibebani dengan beban lain yang lebih berat . Pernikahan dini sangat berdampak bagi pendidikan anak yang masih memerlukan bimbingan dari orang tua terutama orang tua yang kurang dalam memberikan kasih sayang terhadap anak. Selain itu ekonomi orang tua yang kurang memadai dapat mengganggu pendidikan anak disekolah, kurang harmonisnya keluarga dapat mengganggu mental anak, karena orang tua yang menikah dini masih memikirkan diri mereka sendiri . Hubungan Status Keluarga dengan Kejadian Pernikahan Dini di Kota Palu Keluarga merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dalam kehidupan keluarga menjadi tempat pertama seseorang memulai kehidupannya. Keluarga membentuk suatu hubungan yang sangat erat antara ayah, ibu maupun anak. Hubungan tersbut terhadi PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 15 NOMOR 1 dimana antar anggota keluarga saling berinteraksi. Interaksi tersebut menjadikan suatu keakraban yang terjalin di dalam keluarga, dalam keadaan yang normal maka lingkungan yang pertama yang berhubungan dengan anak adalah orang tuanya, saudara-saudaranya serta mungkin kerabat dekatnya yang tinggal serumah. Melalui lingkungan itulah anak mulai mengenal dunia sekitarnya dan pola pergaulan hidup sehari-hari, melalui lingkungan itulah anak mengalami proses sosialisasi awal. Peran orang tua sangatlah penting terhadap anak dan pendidikan keluarga yang terdiri atas ayah, ibu, dan anak masing-masing saling mempengaruhi, saling membutuhkan, saling meladeni. Anak membutuhkan pakaian bimbingan dan sebagaianya dari orang tuanya, selama anak belum dewasa maka orang tua mempunyai peranan pertama dan utama bagi anakanaknya . Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan status kelurga dengan kejadian pernikahan dini. orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah pernikahan dini. Sejak dini, bila perlu sejak balita, anak di dekatkan pada ajaran agama, sehingga mencegah pergaulan bebas saat anak tersebut telah remaja. Orang tua juga sedapat mungkin jangan terlalu ngoyo dalam mencari nafkah, sehingga melupakan pemberian perhatian dan kasih sayang pada anaknya. Janganlah sampai orang tua itu bekerja dari pagi sampai malam, dari senin sampai minggu, tanpa memiliki waktu barang sehari atau dua hari, satu atau dua jam bersama anak . Apabila orang tua meyakini bahwa anak dan pasangannya sudah memiliki modal untuk melakukan pernikahan, maka orangtua wajib untuk memberikan ijin untuk menikah. Namun apabila orangtua melihat bahwa anak dan pasangannya masih terlalu dini untuk menikah, maka wajib untuk mencegah perkawinan dini, daripada timbul mudharat dikemudian hari, dimana tanggungjawab orangtua pun rasanya tetap akan dimintai pertanggungjawabannya di Sehingga dalam rangka upaya pencegahan pernikahan dini, orang tua mempunyai PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 15 NOMOR 1 peran yang sangat penting untuk melihat lebih banyak manfaat atau mudharatnya, sebelum orang tua memberikan izin untuk melangsukan pernikahan dini tersebut . Hubungan Pendapatan Keluarga dengan Kejadian Pernikahan Dini di Kota Palu Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan pendapatan kelurga dengan kejadian pernikahan dini. Faktor yang menyebabkan masyarakat menikahkan anaknya secara dini diantaranya yang pertama faktor ekonomi. Ketika orang tua yang tidak mampu untuk membiayai anaknya dan memutuskan untuk menikahkan anaknya dengan dengan orang Hal ini juga yang menyebabkan rendahnya tingkat pendidikan pada perempuan, karena wanita lebih memilih menikah daripada mengenyam Penelitian lain juga menyebutkan bahwa salah satu faktor terjadinya pernikahan dini adalah faktor ekonomi, di mana tinggi dan rendahnya perekonomian keluarga akan mempengaruhi cara hidup mereka, apalagi bagi mereka yang status ekonominya rendah maka cenderung untuk menikahkan anaknya di usia dini dengan harapan bisa meringankan beban ekonomi keluarga . Salah satu masalah klasik yang dialami oleh sebagian masyarakat di Indonesia dan menjadi salah satu pemicuterjadinya permasalahan kesehatan adalah adanya tradisi pernikahan dini yang masih dipraktikkan di masyarakat. Meskipun dalam kurun waktu beberapa tahun telah mengalami trend penurunan, namun praktik pernikahan dini masih sering ditemukan di masyarakat Indonesia. pernikahan dini cenderung terjadi pada masyarakat pedesaan . ural communit. Hal ini berkiatan dengan kondisi perekonomian yang dalam kategori menengah kebawah atau berhubungan dengan tingkat pendidikan yang masih rendah. Namun pergeseran trend pernikahan dini juga mulai marak terjadi pada wilayah perkotaan . rban communit. Faktor ekonomi selama ini menjadi salah satu faktor pemicu utama terjadinya banyak kasus pernikahan dini. Memperbaiki status ekonomi keluarga, memastikan anak perempuan yang dimiliki bisa mendapatkan kehidupan yang layak, dan memberikan PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 15 NOMOR 1 jaminan atas kehidupan yang layak bagi anaknya menjadi alasan pembenaran dari orang tua yang menikahkan anaknya pada usia dini . Perkawinan dini sering terjadi karena kondisi perekonomian keluarga yang hidup dan berada di garis kemiskinan. Untuk dapat meringankan beban orang tuanya, biasanya anak secara sukarela atau dapat pula dengan terpaksa menerima dan mau untuk dinikahkan dengan laki-laki yang berumur namun memiliki kehidupan yang mapan . Praktik seperti ini tidak hanya terjadi pada masyarakat pedesaan . ural communit. namun juga dapat terjadi pada masyarakat perkotaan . rban communit. Masyarakat perkotaan . rban communit. tidak semuanya memiliki tingkat ekonomi yang memadai. Beragam latar belakang pekerjaan dan profesi dapat ditemukan masyarakat perkotaan . rban communit. Dari semua profesi yang dimiliki oleh masyarakat perkotaan . rban communit. ada beberapa kelompok masyarakat yang harus hidup dibawah garis kemiskinan . Pada komunitas masyarakat ini, resiko untuk terjadinya pernikahan dini memiliki yang semakin besar karena keterbatasan kemampuan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan hidup mereka, sehingga seringkali keputusan menikah di usia dini menjadi pilihan yang harus diambil. Kondisi ekonomi yang rendah membuat pelaku pernikahan dini memutuskan untuk menikah. Tidak ada biaya sekolah menjadi alasan mereka untuk putus sekolah . KESIMPULAN DAN SARAN (Huruf Kapital. Tegak. Ditebalkan. Cambria 12. Spasi 1,. Berdasarkan Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan anatra pendidikan dengan kejadian pernikahan dini dengan p-value . , terdapat hubungan antara status keluarga dengan pernikahan dini dengan p-value . , terdapat hubungan antara pendapatan keluarga dengan pernikahan dini dengan p-value . Dalam upaya PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 15 NOMOR 1 pencegahan kejadian pernikahan dini maka dapat menyediakan pendidikan formal memadai, melakukan sosialisasi tentang pendidikan seks, memberdayakan masyarakat agar lebih paham bahaya pernikahan dini, meningkatkan peran pemerintah serta mendorong terciptanya kesetaraan gender. DAFTAR PUSTAKA