e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Jurnal Kebidanan. Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES) 2025. Vol. 5 (No. : Halaman: 8-13 Kemampuan Berpikir Kritis. Problem Solving, dan Presentasi sebagai Prediktor Hasil Ujian Akhir Semester Mahasiswa Keperawatan Critical Thinking. Problem-Solving, and Presentation Skills as Predictors of Nursing Students' Final Examination Scores Abul AAola Tarigan*1. Halimuddin2. Rosa Galica Gita Gressia3 & Brury Apriadi Husaini4 1*,2,3 Fakultas Keperawatan. Universitas Syiah Kuala. Indonesia 4 Fakultas Sains. Teknologi Dan Ilmu Kesehatan Universitas Bina Bangsa Getsempena. Indonesia Disubmit: 16 Agustus 2025. Diproses: 1 September 2025. Diaccept: 28 Oktober 2025. Dipublish: 30 November 2025 *Corresponding author: E-mail: aatarigan29@usk. Abstrak Kualitas layanan keperawatan sangat bergantung pada kemampuan kognitif dan keterampilan komunikasi profesional, termasuk berpikir kritis dan pemecahan masalah . roblem solvin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengukur sejauh mana kemampuan presentasi, berpikir kritis, dan problem solving secara simultan memprediksi Hasil UAS Mahasiswa Keperawatan. Desain kuantitatif cross-sectional digunakan dengan melibatkan 114 mahasiswa keperawatan sebagai sampel. Data dianalisis menggunakan Regresi Linear Berganda setelah memenuhi uji asumsi klasik . ormalitas residual dan non-multikolinearita. Variabel independen yang diuji adalah presentasi, berpikir kritis, dan problem solving, sedangkan variabel dependen adalah nilai UAS. Model regresi menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut secara bersamaan menjelaskan 9,9% variasi nilai UAS (R2= 0,. Secara parsial, kemampuan presentasi (= 0,826. p = 0,. dan berpikir kritis ( = 0,854. p = 0,. terbukti menjadi prediktor positif yang signifikan. Menariknya, kemampuan problem solving ditemukan berpengaruh negatif signifikan ( = -1,743. p = 0,. Berpikir kritis dan kemampuan presentasi memiliki peran krusial dan positif dalam memprediksi capaian akademik. Kata Kunci: Berpikir Kritis. Problem Solving. Kemampuan Presentasi. Hasil Belajar Abstract The quality of nursing services is highly dependent on cognitive abilities and professional communication skills, including critical thinking and problem solving. This study aims to analyze and measure the extent to which presentation skills, critical thinking, and problem solving simultaneously predict Nursing Students' Final Exam Results. A cross-sectional quantitative design was used involving 114 nursing students as a Data were analyzed using Multiple Linear Regression after meeting the classical assumption tests . ormality of residuals and non-multicollinearit. The independent variables tested were presentation, critical thinking, and problem solving, while the dependent variable was the Final Exam score. The regression model showed that the three variables together explained 9. 9% of the variation in the Final Exam score (R2 = 0. Partially, presentation skills ( = 0. p = 0. and critical thinking ( = 0. proved to be significant positive predictors. Interestingly, problem solving skills were found to have a significant negative effect ( = -1. p = 0. Critical thinking and presentation skills have a crucial and positive role in predicting academic achievement. Keywords: Critical Thinking. Problem Solving. Presentation Skills. Learning Outcomes DOI: 10. 51849/j-bikes. v%vi%i. Rekomendasi mensitasi : Tarigan. AA. Halimuddin. Gressia. RGG & Husaini. BA. Kemampuan Berpikir Kritis. Problem Solving, dan Presentasi sebagai Prediktor Hasil Ujian Akhir Semester Mahasiswa Keperawatan. Jurnal Kebidanan. Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES), 5 . : Halaman. e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes PENDAHULUAN Pendidikan keperawatan modern menuntut mahasiswa untuk menguasai tidak hanya pengetahuan teknis klinis, tetapi juga kemampuan kognitif tingkat tinggi dan keterampilan komunikasi yang efektif untuk menghadapi kompleksitas asuhan kesehatan (El-gazar et al. , 2. Dua pilar utama dari kompetensi ini adalah berpikir kritis dan pemecahan masalah . roblem solvin. Kemampuan analisis informasi secara objektif dan mendalam untuk merumuskan keputusan yang rasional dan berbasis bukti (Mohamed et al. , 2. Keterampilan ini keperawatan karena memungkinkan mahasiswa untuk mengintegrasikan teori yang dipelajari di kelas dengan praktik klinik yang dinamis secara optimal (Christianson, 2020. Nemati-Vakilabad et , 2. Penerapan berpikir kritis inilah yang menjadi kunci bagi perawat dalam melakukan penilaian klinis dan membuat keputusan intervensi yang aman. Selain mengidentifikasi akar masalah klinis, menganalisis alternatif solusi yang tersedia, dan menerapkan intervensi tersebut secara sistematis (Selyuk Tosun et , 2025. Tawfik et al. , 2. Meskipun kemampuan ini esensial, efektivitasnya dalam mendukung prestasi akademik dapat bervariasi, dipengaruhi oleh kesesuaian antara metode pengajaran dengan strategi evaluasi ujian yang digunakan (Nemati-Vakilabad et al. , 2. Aspek lain yang tidak kalah penting Keterampilan ini memainkan peran krusial dalam komunikasi profesional. Mahasiswa yang mahir menyampaikan informasi menunjukkan penguasaan materi yang lebih baik, tetapi juga memfasilitasi proses belajar, kolaborasi tim, dan secara signifikan meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal yang diperlukan dalam asuhan pasien (El-gazar et al. , 2024. Komarudin et al. , 2. Prestasi akademik mahasiswa, yang seringkali diukur melalui UAS, menjadi indikator awal keberhasilan kurikulum dalam membentuk kompetensi lulusan. Penelitian terdahulu telah banyak menyoroti dan menekankan hubungan antara satu variabel kognitif atau komunikasi dengan capaian akademik (Setlogelo & Nyoni, 2024. Ruslan & Ruslan. Namun, masih terbatas penelitian yang secara simultan menganalisis kontribusi prediktif dari ketiga variabel utama iniAiberpikir kritis, problem solving, dan presentasiAiterhadap hasil ujian (Akpur, 2. Model prediksi yang melibatkan ketiga variabel ini secara bersamaan diperlukan untuk memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai faktor penentu keberhasilan akademik di institusi keperawatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana kemampuan berpikir kritis, problem solving, dan keterampilan presentasi secara simultan memprediksi UAS pada Mahasiswa Keperawatan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan objek e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes studi mahasiswa program studi sarjana keperawatan yang mengampu mata kuliah Keperawatan Kritis. Teknik total sampling diterapkan, melibatkan seluruh populasi (N=114 Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala Pelaksanaan pengumpulan data dilakukan pada tanggal 6 hingga 13 Maret 2025 di lokasi tersebut. Variabel independen yang diukur meliputi kemampuan berpikir kritis, problem solving, dan kemampuan presentasi. Variabel dependen adalah nilai UAS. Berpikir Kritis Problem Solving Hasil belajar Max Mean 3,63 88,08 87,84 4,20 87,95 3,32 64,05 8,75 Tabel 2. Uji Regresi Linier Berganda Adjusted Std. Error Model DurbinWatson Sumber : Data Primer (SPSS) Koefisien regresi menunjukkan bahwa kemampuan presentasi (B = 0,826, p = 0,. dan berpikir kritis (B = 0,854, p = 0,. berpengaruh positif signifikan UAS, kemampuan problem solving berpengaruh negatif signifikan (B = -1,743, p = 0,. Tabel 1. Deskriptif karakteristik responden Min Sumber : Data Primer (SPSS) Hasil presentasi, berpikir kritis, dan problem bersama-sama berkontribusi sebesar 9,9% terhadap variasi nilai UAS (RA = 0,099, p = 0,. Model autokorelasi (Durbin-Watson = 0,. dan tidak terdapat multikolinearitas (VIF < 10. Tolerance > 0,. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis deskriptif terhadap 114 kemampuan presentasi berkisar antara 75Ae93 dengan rata-rata 88,08 (SD = 3,. Kemampuan berpikir kritis memiliki ratarata 87,84 (SD = 4,. , sedangkan kemampuan problem solving rata-rata 87,95 (SD = 3,. Nilai UAS mahasiswa bervariasi antara 33Ae79, dengan rata-rata 64,05 (SD = 8,. Variabel Kemampuan Tabel 3. Hasil ANOVA untuk Model Regresi Sumber Variasi Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Sumber : Data Primer (SPSS) Analisis koefisien menunjukkan bahwa kemampuan presentasi (B = 0,826, p = 0,. dan berpikir kritis (B = 0,854, p = 0,. berpengaruh positif signifikan terhadap nilai UAS, sedangkan kemampuan problem solving berpengaruh negatif signifikan (B = 1,743, p = 0,. e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Tabel 4. Koefisien Regresi Linier Berganda Variabel SE B Tolerance VIF (Konstant. Ae Ae Ae Kemampuan Presentasi Berpikir Kritis Problem Solving Sumber : Data Primer (SPSS) Hasil Condition Index menunjukkan semua nilai < 150, sehingga tidak terdapat multikolinearitas serius antarvariabel independen. Nilai VIF dan Tolerance pada Tabel 4 juga mendukung hal ini. Tabel 5. Diagnostik Multikolinearitas Dimension Eigenvalue Condition Index Constant Presentasi Berpikir Kritis Problem Solving Sumber : Data Primer (SPSS) Distribusi residual normal dengan nilai residual berkisar -33,447 hingga 13,094, dan standardized residual antara -3,976 hingga 1,556, menunjukkan model regresi layak Tabel 6. Diagnostik Multikolinearitas Statistik Min Max Mean Predicted Value Residual Std. Residual Sumber : Data Primer (SPSS) Penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan presentasi dan problem solving berkontribusi signifikan terhadap hasil UAS mahasiswa keperawatan. Hasil ini sejalan dengan temuan Kim et al. dan Huda et al. yang menegaskan pentingnya keterampilan komunikasi ilmiah dan pemecahan masalah dalam Kemampuan presentasi mencerminkan mempertahankan argumen secara logis. e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Dalam proses pembelajaran keperawatan, kemampuan refleksi dan kolaborasi yang relevan dengan praktik profesional (Sari & Murni, 2. Kemampuan terbukti memengaruhi hasil UAS karena berkaitan langsung dengan kemampuan analisis situasi klinik, penerapan konsep, dan pengambilan keputusan (Mulyani & Wulandari. Lasater. Mahasiswa yang terbiasa dengan kegiatan pemecahan masalah, seperti ProblemBased Learning (PBL), cenderung memiliki pemahaman konseptual yang lebih mendalam (Nasir et al. , 2. Temuan ini mendukung pentingnya integrasi metode pembelajaran aktif yang menekankan pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan keterampilan praktis di lingkungan pendidikan keperawatan. Sebaliknya, kemampuan berpikir kritis tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap nilai UAS. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh bentuk soal UAS yang lebih menilai pengetahuan kognitif daripada analisis reflektif. Hasil ini juga sejalan dengan temuan Yuliana & Handayani . bahwa asesmen berpikir kritis sulit diukur melalui ujian tertulis konvensional. Hasil pentingnya merancang pembelajaran yang kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan metode penilaian yang lebih nyata, seperti studi kasus, diskusi klinik, dan simulasi. Pendekatan ini diharapkan dapat secara menyeluruh meningkatkan keterampilan akademik dan profesional mahasiswa keperawatan, sekaligus mempersiapkan mereka sesuai dengan kompetensi klinik yang dibutuhkan di masa depan. SIMPULAN Kemampuan problem solving merupakan prediktor UAS Disarankan pengembangan mengintegrasikan keterampilan berpikir tingkat tinggi dan evaluasi autentik untuk DAFTAR PUSTAKA