JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9,N0,1. Halaman 61 - 87 PENYUTRADARAAN DALAM PROSES PRODUKSI ACARA AuKETHOPRAKAy DI RRI YOGYAKARTA Sri Hastuti . Program Studi Manajemen Produksi Siaran. Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta Jl. Magelang No. KM. Mlati. Sleman. Yogyakarta 55284 Email: srihastuti. mmtc@gmail. Abstract: RRI Yogyakarta has a production program called "Kethoprak" which shows the local culture and is loved by listeners because the packaging of the program is made closer to the listener. The program prioritizes creativity and improvisation with the characters possessed by each player. As a guide, the player refers to the script made by the director even though only in the form of a story framework and some notes relating to "Kethoprak". The problem faced by RRI Yogyakarta is that not all directors can understand the character and spirit of kethoprak artistry due to the cultural background of each director. Also, not many directors are interested in directing kethoprak because there is a tendency to prefer to be drama directors who are seen as more general in nature and have no complicated production processes. This research uses a theoretical approach to Directing and the concept of Ketoprak which is described descriptively with an analysis of the production stages starting from the planning stage, the production stage, and the post-production stage. Planning begins with analyzing the script, understanding the characters and optimizing the role in the production script, at the production stage the director maximizes the role through sound, intonation, speed, and harmonization of characters in dialogue while at the post-production stage further strengthens the nuances that describe places and events through music and sound effect. Keywords: kethoprak, directing, program production Abstrak: RRI Yogyakarta mempunyai produksi acara yang bertajuk AuKethoprakAy yang menunjukkan budaya lokal dan digemari oleh pendengar karena pengemasan program dibuat lebih mendekatkan pada pendengar. Acara tersebut lebih mengutamakan kreativitas dan improvisasi dengan karakter yang dimiliki oleh masingmasing pemain. Sebagai pegangan, pemain mengacu pada naskah yang dibuat oleh sutradara meskipun hanya berupa kerangka cerita serta beberapa catatan yang berkaitan dengan AyKethoprakAy. Permasalahan yang dihadapi oleh RRI Yogyakarta adalah tidak semua sutradara mampu memahami karakter dan jiwa dari kesenian kethoprak disebabkan latarbelakang budaya yang dimiliki oleh masing masing sutradara. Selain itu, tidak banyak sutradara yang tertarik sebagai sutradara kethoprak karena ada kecenderungan lebih suka menjadi sutradara drama yang dipandang lebih bersifat umum dan tidak rumit proses produksinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori Penyutradaraan dan konsep Ketoprak yang digambarkan secara diskriptif dengan analisa tahapan produksi mulai dari tahap perencanaan, tahap produksi dan tahap paska produksi. Perencanaan diawali dengan cara menganalisa naskah, memahami karakter dan mengoptimalkan peran kedalam naskah produksi, pada tahap produksi sutradara lebih memaksimalkan peran melalui suara, intonasi, kecepatan serta harmonisasi tokoh dalam dialog sedangkan pada tahap paska produksi lebih memperkuat nuansa yang menggambarkan tempat dan kejadian melalui music dan sound efek. Kata Kunci: ketoprak, penyutradaraan, produksi acara PENDAHULUAN Eksistensi media radio di Indonesia yang mentransformasikan identitas kultur masyarakat Jawa dapat dijumpai dengan operasionalisasi media televisi lokal. RRI, radio lokal, televisi komunitas, dan radio komunitas hingga saat ini. Identitas yang dimiliki sebuah komunitas masyarakat merupakan bagian utama dalam kenyataan subyektif dan berhubungan Submitted: April 2021. Accepted: Februari 2020. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9,N0,1. Halaman 61 - 87 secara dialektis dengan masyarakat. Identitas dibentuk oleh proses sosial, begitu wujudnya diperoleh, ia akan dipelihara, dimodifikasi, atau malahan dibentuk secara berulang oleh hubungan-hubungan sosial (Berger & Luckmann, 1. Demikian pula budaya sebagai produk yang dimiliki oleh komunitas masyarakat merupakan bagian dari proses dialektika dalam hubungan antara individu dalam masyarakat. Sejalan dengan kondisi tersebut RRI Yogyakarta melakukan hubungan komunikasi dengan pendengar, tercermin dalam program yang disajikan dengan mengedepankan budaya lokal. Produksi program radio yang mengangkat budaya lokal pada saat ini sudah mulai Hal ini dapat dilihat dalam siaran radio pada AuPrime TimeAy yang pada umumnya didominasi oleh program produksi hiburan yang hanya memberikan kesan menghibur asal Di antara contoh itu bisa disaksikan secara langsung di stasiun-stasiun radio dalam program, seperti misalnya dangdut, lawak, drama yang kurang mendidik, dan sebagainya. Meskipun menghibur dan terkesan diminati oleh banyak masyarakat, tetapi acara-acara ini tampaknya banyak meninggalkan budaya lokal. RRI Yogyakarta mempunyai produksi acara yang menunjukkan budaya lokal dan digemari oleh pemirsa, pengemasan program yang dibuat lebih mendekatkan pendengar, dengan cara mengundang pendengar dari berbagai daerah untuk mendengarkan secara langsung di dalam studio pada saat acara berlangsung. Di dalam siaran, acara AuKethoprakAy lebih mengutamakan kreativitas dan improvisasi dengan karakter yang dimiliki oleh masing-masing pemainnya sendiri. Sebagai pegangan pemain mengacu pada naskah yang dibuat oleh sutradara meskipun hanya berupa kerangka cerita serta beberapa catatan yang berkaitan dengan AyKethoprakAy. AyKethoprakAy termasuk jenis Kesenian tradisional yang memiliki watak, tokoh, acting, serta ekspresi, yang dilakukannya semua diserahkan sepenuhnya kepada pemeran dan untuk selanjutnya dikembangkan sendiri oleh para pemeran dengan menggunakan improvisasi Submitted: April 2021. Accepted: Februari 2020. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9,N0,1. Halaman 61 - 87 masing-masing, tanpa menghilangkan sifat tradisionalnya. Seiring dengan berjalannya proses komunikasi dan sosialisasi, acara diharapkan dapat membentuk suatu kesenian nasional, yang tidak hanya merupakan penjumlahan dari bagian-bagian. Selain itu, pendengar dan budaya yang memiliki hubungan sangat erat itu wajib dijaga dan dilestarikan . RRI Yogyakarta yang merupakan stasiun daerah, berusaha agar keberadaannya tetap bisa diterima di masyarakat dengan mengangkat program-program yang khas. Program acara itu lebih menekankan pada pelestarian kebudayaan, khususnya budaya Jawa sehingga masyarakat tidak melupakan budayanya sendiri akibat pengaruh perkembangan zaman. antara produksi acara yang dimiliki oleh RRI Yogyakarta, dan menjadi salah satu acara yang menjadi unggulan dan memiliki tempat di hati pemirsa adalah AyKethoprakAy. Permasalahan yang dihadapi oleh RRI Yogyakarta adalah tidak semua sutradara mampu memahami karakter dan jiwa dari kesenian kethoprak, hal ini disebabkan keragaman budaya menjadi latar belakang yang dimiliki oleh masing masing sutradara tidak sama sehingga kemampuan adaptasi terhadap drama tradisional sangat diperlukan. Namun ternyata tidak banyak sutradara yang tertarik sebagai sutradara kethoprak karena ada kecenderungan lebih suka menjadi sutradara drama yang dipandang lebih bersifat umum dan tidak rumit proses produksinya. Sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang bagaimana proses produksi acara Kethoprak sehingga banyak menarik perhatian pendengar. Masalah penelitian yang diangkat dalam penelitian ini adalah bahwa sejauh pengetahuan peneliti penelitian tentang masalah ini belum pernah dilakukan. Penelitian Terdahulu Penelitian Harwi Hardiyanto mahasiswa Institut Seni Indonesia Yogyakarta dengan judul Teknik Penyutradaraan Bondan Nusantara Pada Ketoprak Mataram Sapta Mandala Submitted: April 2021. Accepted: Februari 2020. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9,N0,1. Halaman 61 - 87 Kodam IV Diponegoro Studi Kasus Pementasan Mangkubumi Wisudha Skripsi ini membahas teknik penyutradaraan Bondan Nusantara, salah satu sutradara pada ketoprak Sapta Mandala, dengan studi kasus pementasan Mangkubumi Wisudha. Pembahasan diawali dari perkembangan penyutradaraan ketoprak. Hal ini dimaksudkan untuk melacak munculnya istilah dhalang dan sutradara dalam ketoprak. Terbukti, istilah dhalang diambil dari perbendaharaan istilah wayang dan sutradara diambil dari istilah teater modern. Penelitian HY. Agus Murdiyastomo yang berjudul Revitalisasi Teater Tradisional AuKetoprakAy Penelitian ini mencari tahu apakah seni ketoprak masih diminati oleh masyarakat, khususnya di DIY, dan mengembangkannya menjadi atraksi yang bukan sekedar tontonan tetapi juga tuntunan, mengingat atraksi ini dapat disisipi dengan pesan moral. Landasan Teori Teori Penyutradaraan Sebuah program acara adalah cerminan dari sutradaranya. Karena sutradara adalah orang menentukan wajah sebuah program. Sutradara mempunyai visi (Morissan, 2. Visi tersebut tertuang dalam proses produksi dan tercermin dalam hasil akhir program. Kualitas dan nilai yang terkandung dalam program juga menjadi tanggungjawab sutradara. Hal ini didukung oleh (Rabiger, 2. , bahwa sutradara bertanggungjawab pada detail, kualitas dan arti dari sebuah film. Sehingga dapat dikatakan bahwa sutradara memegang peran penting dalam produksi sebuah program. Dijelaskan oleh (Naratama, 2. AuSutradara adalah orang memegang peranan penting dalam proses produksi karya audio-visual karena yang bertanggungjawab atas hasil akhir sebuah karya seni audiovisual. Secara sederhana, tugas sutradara adalah mengubah cerita dalam bentuk naskah menjadi sebuah bentuk visual. Ay Dibutuhkan kerjasama dengan penulis naskah dan kerabat kerja lainnya dalam menentukan cakupan, visi dan tujuan dari program sehingga didapat hasil akhir yang Tanggungjawab dan peran sutradara dijelaskan lebih jauh oleh (Naratama, 2. Submitted: April 2021. Accepted: Februari 2020. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9,N0,1. Halaman 61 - 87 yaitu . Sutradara sebagai pemimpin, . Sutradara sebagai seniman, . Sutradara sebagai pengamat program dan pemasaran, dan . Sutradara sebagai penasihat teknik. Sutradara sebagai pemimpin Sutradara harus mampu memimpin kerabat kerja. Sutradara tidak hanya berperan sebagai orang yang mengambil keputusan, tetapi sutradara juga harus mampu merangkul seluruh kerabat kerjanya. Sehingga akan tercipta koordinasi dan manajemen yang baik. Sutradara sebagai seniman Menjadi seorang sutradara membutuhkan pengetahuan seni yang baik, memahami nilai keindahan, dan mempunyai selera seni yang baik. Hal tersebut menjadi dasar kreatifitas dan imajinasi seorang sutradara dalam menentukan visi dan mengembangkan konsep sebuah program. Sutradara sebagai pengamat program dan pemasaran Sebuah program pada akhirnya akan menjadi konsumsi publik untuk ditonton. Sehingga dibutuhkan pengetahuan akan selera pasar dan pemasaran, agar program dapat diterima dengan baik oleh publik sesuai dengan visi dan tujuan di awal. Di samping itu, sutradara juga harus menemukan keseimbangan antara idealisme pribadinya dan kebutuhan Sutradara sebagai penasihat teknik Sutradara harus mampu mendampingi dan mengarahkan tim teknik yang bekerja sama dalam produksinya. Oleh karena itu, sutradara harus memahami aspek aspek teknis, mulai dari tata kamera, tata suara, tata cahaya, dan penyuntingan gambar. Peran sutradara mengharuskan seorang sutradara untuk mengerti aspek aspek teknis dengan Submitted: April 2021. Accepted: Februari 2020. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9,N0,1. Halaman 61 - 87 In addition to technical knowledge, the documentary director must also have the vision and attitude appropriate to the genre (Alan Rosenthal, 2. Pendapat Alan Rosenthal tersebut dapat diterjemahkan menjadi. Auselain pengetahuan teknis, sutradara juga harus mempunyai visi dan sikap terhadap genre yang sesuaiAy. Menjadi sutradara memiliki spesifikasi yang sedikit berbeda dengan sutradara film fiksi. Bekal yang harus dimiliki oleh sutradara menurut (Alan Rosenthal, 2. , antara lain . Clarity of purpose, . Style, . Ability to listen, dan . Decision making ability. Clarity of Purpose (Kejelasan Tujua. Sutradara harus mempunyai tujuan dan tahu bagaimana cara untuk mencapai tujuan Sutradara harus mengetahui dengan jelas apa yang ingin disampaikan oleh filmnya dan fokus pada hal tersebut. Style (Gay. Adalah hal yang penting untuk menentukan dan mengembangkan gaya yang ingin digunakan dalam film sejak awal dan menjaga konsistensinya sepanjang proses produksi. Gaya tersebut dapat meliputi aksi, flashbacks, humor, atau satir, puitis, dan moody. Pesan yang ingin disampaikan dalam sebuah film dapat menentukan gaya visual yang cocok untuk sebuah film. Ability to listen (Kemampuan untuk mendenga. Sutradara harus dapat menjaga otoritasnya sebagai seorang pimpinan produksi. Namun di atas itu, sutradara harus dapat mendengarkan. meresapi, dan Sutradara mencoba memahami, sehingga pada akhirnya ia mampu menyampaikan hasil observasinya pada penonton. Decision Making Ability (Kemampuan Pengambilan Keputusa. Submitted: April 2021. Accepted: Februari 2020. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9,N0,1. Halaman 61 - 87 Pengambilan keputusan adalah inti dari penyutradaraan. Keputusan yang sulit muncul pada adegan yang tidak direncanakan sebelumnya, dimana kejadian tidak dapat dipastikan sebelumnya dan situasi senantiasa berubah. Disanalah seorang sutradara butuh kemampuan untuk memisahkan hal yang penting dan Kethoprak Istilah Kethoprak pada awalnya dipopulerkan oleh seorang pelawak terkenal yang berasal dari Semarang bernama Basiyo. Semula nama Kethoprak adalah nama sebuah gendhing jawa yang berisi tentang cara-cara nembang dalam bahasa jawa . dengan diselingi lawakan/guyonan tetap memegang irama atau nada dari lagu/tembang yang sedang Begitu pula teknis ataupun cara memukul insrumen gamelan sebagai pengiring lagu/tembang juga tidak seperi pada umumnya, karena kendang sebagai AukomandoAy untuk mengawali maupun mengakhiri irama ketukan yang dipakai sebagai tanda waktu untuk memukul semua instrumen gamelan secara keras khususnya instrumen gamelan kelompok saron baik besar maupun kecil. Kethoprak sebagai kesenian tradional biasanya ditampilkan dalam pertunjukan panggung tertutup maupun panggung terbuka khususnya di daerah pedesaan. sebagai upaya untuk melestarikan budaya atau tradisi yang ada dalam masyarakat Jawa khususnya. Hal ini dapat diperhatikan dalam penyajiannya selalu menggunakan bahasa Jawa, demikian pula busana yang dikenakan oleh para pemain adalah pakaian tradisional Jawa baik pemeran laki-laki maupun wanita. Untuk pemeran wanita mengenakan sanggul Jawa, baju kebaya dan kain, sedangkan untuk laki-laki mengenakan kelengkapan di kepala dengan penutup kepala berupa blangkon dan keris yang diselipkan di dalam ikat pinggang di bagian punggungnya. Untuk setting artistik dekorasi/property, menyesuaikan tema atau cerita yang dipergelarkan, di sini para pemain tetap menyatu dengan level panggung tempat instrumen gamelan beserta Submitted: April 2021. Accepted: Februari 2020. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9,N0,1. Halaman 61 - 87 Dekorasi menggunakan bahan kayu berupa gebyok ukir dengan warna khas yang di depannya ditata dengan ditambahkan ornamen tumbuh-tumbuhan agar terkesan lebih alami. Kethoprak panggung merupakan paduan seni peran tradisional yang disajikan dalam bentuk cerita rakyat atau legenda sejarah dan diselingi dengan lawakan atau sering disebut dengan yang sampai saat ini tetap eksis meskipun semakin sedikit jumlah paguyuban kesenian ketoprak untuk saat ini, siapa saja yang berkeinginan untuk bisa terlibat dalam acara ini harus memerlukan kesabaran karena harus mengantre. Baik itu bintang tamu, pengrawit, apalagi penonton harus bersabar menanti giliran sekitar 6. bulan kedepan untuk dapat menyaksikan kesenian ketoprak. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan di LPP RRI Yogyakarta mengapa wilayah ini dipilih karena memiliki karakteristik tradisi dan budaya yang berada dalam transisi. Daerah ini merupakan pusat pemerintahan yang tentu saja banyak pendatang atau bermukim di daerah ini yang ikut mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakatnya. Paradigma yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah paradigma konstruktivis. Meskipun serupa dengan pandangan kalangan interpretivis untuk menekuni dunia pengalaman yang dirasakan aktor sosial dalam penelitian, paradigma konstruktivis memiliki beberapa kekhasan yang berbeda dengan pemikiran interpretivis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif. (Bungin, 2. Untuk memperoleh data mengenai persepsi masyarakat Yogyakarta terhadap kualitas isi siaran AuKethoprakAy di Lembaga Penyiaran Publik RRI Stasiun Yogyakarta, teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian adalah menggunakan teknik wawancara, observasi serta dokumentasi. Wawancara merupakan cara/teknik pengumpulan data dengan mengadakan tanya-jawab langsung secara mendalam dengan pihak-pihak yang terkait. Submitted: April 2021. Accepted: Februari 2020. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9,N0,1. Halaman 61 - 87 Observasi merupakan cara/teknik pengumpulan data dengan cara mengamati secara langsung terhadap proses produksi acara AuKethoprakAy sedangkan dokumentasi acara Kethoprak yang sudah diproduksi sebagai bahan perbandingan dan referensi. Data-data penelitian yang terkumpul akan dianalisis secara kualitatif. Adapun data yang dicari sebagai dasar analisa adalah data mengenai: Perencanaan Produksi kethoprak mulai dari cara menulis naskah dan ide cerita, pengisi acara serta lokasi yang akan digunakan. Proses pelaksanaan produksi dalam hal ini lebih fokus mengalisa tentang pengelolaan adegan pementasan kedalam suara. Proses akhir yaitu tentang penyelaran cerita dan suara melalui editing dan montage. Data-data yang didapat tersebut kemudian dijabarkan secara kualitatif berdasarkan prosedur dan tatacara yang sudah ditetapkan oleh RRI Yogyakarta. Hasil dan Pembahasan Profil RRI Purwokerto RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik yang independen, netral dan tidak komersial berfungsi memberikan pelayanan siaran informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol sosial, serta menjaga citra positif bangsa di dunia internasional. Secara jelas. Visi dan Misi RRI sebagai berikut (PROFIL RADIO REPUBLIK INDONESIA, 2. Visi RRI AuMenjadikan Layanan Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia radio berjaringan terluas, pembangun karakter bangsa, berkelas duniaAy Misi RRI Submitted: April 2021. Accepted: Februari 2020. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9,N0,1. Halaman 61 - 87 Memberikan pelayanan informasi terpecaya yang dapat menjadi acuan dan sarana kontrol sosial masyarakat dengan memperhatikan kode etik jurnalistik/kode etik Mengembangkan siaran pendidikan untuk mencerahkan, mencerdaskan, dan memberdayakan serta mendorong kreatifitas masyarakat dalam kerangka membangun karaktek bangsa. Menyelenggarakan mengembangkan budaya bangsa, memberikan hiburan yang sehat bagi keluarga, membentuk budi pekerti dan jati diri bangsa di tengah arus globalisasi. Menyelenggarakan program siaran berperspektif gender yang sesuai dengan budaya bangsa dan melayani kebutuhan kelompok minoritas. Memperkuat program siaran di wilayah perbatasan untuk menjaga kedaulatan NKRI Meningkatkan kualitas siaran luar negeri dengan program siaran yang mencerminkan politik negara dan citra positif bangsa. Meningkatkan partisipasi publik dalam proses penyelenggaraan siaran mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program siaran. Meningkatkan kualitas audio dan memperluas jangkauan siaran secara nasional dan internasional dengan mengoptimalkan sumberdaya teknologi yang ada dan mengadaptasi perkembangan teknologi penyiaran serta mengefisienkan pengelolaan operasional maupun pemeliharaan perangkat teknik. Mengembangkan organisasi yang dinamis, efektif, dan efisien dengan sistem manajemen sumber daya (SDM, keuangan, asset, informasi dan operasiona. berbasis teknologi informasi dalam rangka mewujudkan tata kelola lembaga yang baik . ood corporate governanc. Submitted: April 2021. Accepted: Februari 2020. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9,N0,1. Halaman 61 - 87 Meningkatkan kualitas siaran luar negeri dengan program siaran yang mencerminkan politik negara dan citra positif bangsa. Memberikan pelayanan jasa-jasa yang terkait dengan penggunaan dan pemanfaatan asset negara secara profesional dan akuntabel serta menggali sumber-sumber penerimaan lain untuk mendukung operasional siaran dan meningkatkan kesejahteraan Produksi Program Ketoptak di RRI Yogyakarta Berdasarkan wawancara penulis dengan sutradara ketoprak bapak Sugiman tentang proses penyutradaraan produksi program ketoprak di RRI Yogyakarta dibagi dalam beberapa tahapan produksi. Pra-Produksi Threatment Pada tahapan Praproduksi atau tahap perencanaan sebelum produksi dilakukan, sutradara melakukan beberapa hal meliputi: Analisis Naskah Sutradara melakukan analisis terhadap naskah mengenai kebutuhan dan konsep produksinya seperti definisi karakter. Dalam penelitian ini focus pada cerita Panewu Galigajaya dan Sri Kuning, adapun analisa dilakukan pada treatmen cerita tersebut. Babak 1 Babak 1 Taman kapanewon Iringan Paraga Kencanawati. Set/properti Taman. Submitted: April 2021. Accepted: Februari 2020. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9,N0,1. Halaman 61 - 87 bayi, pecut EFX Kutut, bayi nangis Lampu General Katrangan IRINGAN SLEPEG SUWUK. MLEBET ILUSTRASI LAYAR KABIKAK SAMPUN KETINGAL. SARIWATI LAN BANDINI SESUKAN KALIAN EMBAN. ALON ALON KENCANAWATI MLEBET SWETAWIS SAMI NGUDANG INGKANG RAYI KANTI REMEN. Penewu Galigajaya kocap kundur saking pasowanan, mlebet ndalem remen mriksani para putra Bandini lan Sariwati lajeng kadawuhan mlebet, nggendhong/momong ingkang rayi. Kencanawati lajeng ngladosi Penewu Galigajaya dhahar kanti ing semu sruwa sruwi tansahngalembana dhumateng Kencanawati (Putra mbare. Mekaten ugi nalika badhe tindak ngagem (Blangkonan panggun. SRI KUNING MLEBET. KENCANAWATI TANGGAP INGGIH LAJENG MUNDUR MLEBET DALEM WINGKING. Sri Kuning caos atur menawi Kencanawati badhe kadhaupaken pikantuk Sutadi . nakipun Wirya/tani Galigajaya mboten sarujuk kanti pawadan mboten timbang kalenggahanipun, kepara malah badhe kapundhut garwa . menawi perlu putra tiga badhe karasuk garwa. Sri Kuning nduwa, nanging Submitted: April 2021. Accepted: Februari 2020. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9,N0,1. Halaman 61 - 87 Galigajaya puguh. Inggih lajeng KENCANAWATI. MEDAL NANGIS Sri Kuning nimbali sutadi, saklajengipun Kencanawati kadhawuhan kesah medal pungkuran. LAYAR KATUTUP-BABAK I RAMPUNG Babak 2 Babak 2 Griyanipun Wirya Iringan Gecul Paraga Puthut. Surono. Wirya. Mbok Wirya. Sutadi. Kencanawati. Para Adiguna. Riyatman Set/properti Plataran. Lincak. Wit witan EFX Oceh ocehan Lampu General Katrangan GENDHING GECUL. REWANG SAWETAWIS GUYON PARIKENA (ATUR PANUWUN PANYENNGKUYUNG UGI PARA PAMRIKSA) Dumuginipun Kencawati badhe pinanggih kaliyan Sutadi. Saklajengipun Sutadi medal, kekalihipun sawetawis andon katresnan (GANDRUNG). TK. Pak Wirya lan Mbok Wirya, remen manahipun sumerep anakipun sampun sami tresnanipun, namung ugi kuwatos Submitted: April 2021. Accepted: Februari 2020. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE C Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9,N0,1. Halaman 61 - 87 menawi ngantos kadukanan Penewu Galigajaya. TK. Para bebahu. Sutadi dipun ajar ngantos pejah mekaten ugi Pak Wirya. Kencanawati lajeng kaglandhang kesah. Mbok Wirya lan para abdi sami nangis. TK. Adiguna lan Riyatman ingkang nembe wangsul saking meguru ing Gunung Lawu, sumerep pak Wirya pejah inggih lajeng sedih. lan niyat badhe pados cara milujengaken kluarga ing Kapanewon. LAYAR KATUTUP-BABAK II RAMPUNG Babak 3 Babak 3 Dalem Kapanewon Iringan Paraga Sri Kuning. Galigajaya Set/properti Dalem, palenggahan. Pecut. EFX Suara bayi Lampu Katrangan GALIGAJAYA MLEBET NDALEM C Galgajaya mundhut priksa,kados pundi ingkang putra. C Sri Kuning blaka menawi ingkang putra kesah saking kapanewon. C Galigajaya duka, sri Kuning dipun pulasara kanti pecut, tanpa sengaja ingkang putra (Bondha. kenging garaning pecut ngantos pejah. C Sri Kuning njelih, nangis. Lajeng kesah/mlajar. C Galigajaya nimbali para bebahu, kadhawuhan madosi ingkang putra (Kencanawati. Sariwati lan Bandin. Submitted: April 2021. Accepted: Februari 2020. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9,N0,1. Halaman 61 - 87 C Para bebhu sagah. BIDHAL LAYAR KATUTUP-BABAK II RAMPUNG Babak 4 Babak 4 Gisiking Samudra Iringan Ilustrasi sedih Paraga Sri Kuning. Ratu Kidul Set/properti Mega. Wit witan. Bayi EFX Suara ombak. Angin Lampu Damel Katrangan C LAYAR KABIKAK KETINGAL SRIKUNING NANGIS KALIYAN MBOPONG BAYI. ALON ALON NYAKETI SAMUDRA BAYI DIPUN PARINGAKEN GISIK. KAPIRENG SWARA OMBAK. BAYI KASERET OMBAK. SRI KUNING NJERIT KEPATI, NGLUMPRUK PRADUL DHUMATENG RATU KIDUL. TUNGKA RATU KIDUL. LAJENG PRATELA BADHE PARING CARA KANGGE MALES NGUDI TUWUH LARA WIRANG. ING MRIKU LAJENG MANJING ING RAGANIPUN SRI KUNING. SAKLAJENGIPUN SRI KUNING NGAME AME NGAJAB PEJAHIPUN PENEWU GALIGAJAYA. LAYAR KATUTUP Ae BABAK IV RAMPUNG Submitted: April 2021. Accepted: Februari 2020. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9,N0,1. Halaman 61 - 87 Babak 5 Babak 5 Desa Iringan Paraga Lurah. Jagabaya. Adiguna. Riyatman, tiyang2 ndhusun Set/properti Plataran. Bethek. Wit witan EFX Lampu General Katrangan LAYAR KABIKAK SAMPUN KETINGAL PARA WARGA DHUSUN SAMI NGLEMPAK. KI LURAH MEDAL KALIYAN PARA PRABOT. Para warga sami pradul perkawis pakartinipun Penewu Galigajaya ingkang wengis, saklajengipun Riyatman lan Adiguna badhe ngimpun kekiyatan kangge ngadhepi, ugi wontenipun wong wadon edan ingkang nyalawadi, kamangka tansah ngame ame maosi Penenwu Galigajaya. Para warga mboten wonten ingkang wani Saklajengipun andum damel, sakperangan ngawat awati dhusun. Lurah badhe caos palapuran ing Kraton Mataram. LAYAR KATUTUP Ae BABAK V RAMPUNG Babak 6 Babak 6 Kraton Mataram Iringan Paraga Sulan Agung. Pth. Singaranu. Tmg. Tepasana. Png. Martapura Lurah Submitted: April 2021. Accepted: Februari 2020. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Set/properti Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9,N0,1. Halaman 61 - 87 kwaru. Panwu Galigajaya. Kraton. Palenggahan 2 EFX Lampu Katrangan LAYAR KABIKAK SAMPUN KETINGAL SULTAN AGUNG LENGGAH. KAADHEP PARA NAYAKA. C Sultan Agung rena lan ngalembana dhumateng Panewu Galigajaya ingkang tansah saged nindakaken jejibahan kanti sae, kalebet mbrastha rerusuh . ara brandha. ingkang mapan ing wewengkon ereng2ing redi merapi. C Pth. Singaranu lan para punggawa ugi mekaten, jumurung pangandika Dalem Sultan Agung. C Panewu Galigajaya saya bombong manahipun, mekaten kawicaksanan Dalem Sultan Agung. GANGSA GESANG. SOWANIPUN LURAH KWARU C Lurah Kwaru caos palapuran menawi kawontenan tintrim amargi wontenipun tiyang ewah ingkang ngame ame pinanggih Panewu Galigajaya, satemah damel mboten tentrem. C Galigajaya matur, mbokmenawi menika namung tiyang ingkang kedanan piyambakipun rehning sakmangkeh kagungan panguwasa lan cinaket ing Mataram. saklajengipun nyuwun lilah badhe wangsul ing Kapanewon ugi ngrampungi perkawis menika. BIDHAL C Sultan Agung ngersakaken tedhak nitipriksa kawontenan. LAYAR KATUTUP Ae BABAK VI RAMPUNG Submitted: April 2021. Accepted: Februari 2020. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9,N0,1. Halaman 61 - 87 Babak 7 Babak 7 Patunggon Iringan Paraga Galigajaya. Sri Kuning Set/properti EFX Suara Horor Lampu Swasana mencekam Katrangan LAYAR KABIKAK KETINGAL PENEWU GALIGAJAYA SAYAH, LAJENG MAPAN SARE ING PATUNGGON. ALON ALON SRI KUNING MEDAL SAKING NGANDHAPING PATUNGGON. BADHE MERJAYA GALIGAJAYA SATEMAH MLAJAR LAYAR KATUTUP Ae BABAK VI IRAMPUNG Babak 8 Babak 8 Pesisir Kidul Iringan Paraga Sri Kuning. Sultan Agung. Sutadi. Riyatman. Bandini. Sariwati. Ratu Kidul Set/properti EFX Suara Horor Lampu Katrangan LAYAR KABIKAK. KETINGAL SRI KUNING MBUJUNG GALIGAJAYA. INGGIH LAJENG KAPERJAYA. KOCAP GETIH KAKOKOP. USUS KAUDHAL UDHAL. C Sultan Agung alon alon nungka C Sri Kuning noleh lajeng nguman uman Sultan Agung C Sultan Agung priksa inggih lajeng Submitted: April 2021. Accepted: Februari 2020. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE C Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9,N0,1. Halaman 61 - 87 nyuwun pangapunten, lan ngaturi ratu Kidul medal saking raganipun Sri Kuning. Ratu kidul miyos, sawetawis suka pemut dhumateng Sultan Agung. Inggih lajeng kundur. Sri Kuning sambat, lajeng ambruk Sariwati. Bandini njelih ngrungkebi Sri Kuning. IRINGAN SESEG Ae SUWUK Ae NYANDHAK GENDHING PANUTUP Definisi Karakter Dari treatment diatas karakter dapat di ketahui sebagai berikut : Galigajaya : Psikologis Jujur, sabar, tetapi sangat memiliki ambisi yang tinggi dan tidak mudah pantang menyerah. Dan memiliki pemikiran skeptis terhadap sesuatu hal. Tenang meskipun sangat ambisius. Merupakan seorang dengan pengamat yang tinggi. Pengalaman pendidikan sedang. Sosiologis Rajin dalam melakuan sesuatu hal. Memiliki pergaulan yang cukup, dan sopan santun dalam pergaulan. Sedikit introvert. Tidak berbelit Ae belit. Tegas dalam berbicara. Pekerjaan sehari Ae hari sebagai Panewu. Fisiologis Tinggi sedang, memiliki warna kulit gelap. Gemar mengenakan pakaian berwarna teduh berkarakter suara riang, ceplas ceplos. Kencanawati : Psikologis Jujur, sabar, ramah, lapang dada, mudah menyerah dan lebih menerima keadaan. Pasrah terhadap suatu hal baru. Sosiologis Rajin dalam mengerjakan Memiliki pergaulan yang cukup, dan sopan santun dalam pergaulan. Berbelit Ae belit ketika berbicara. Fisiologis Tinggi kurus, memiliki warna kulit sedikit gelap. karakter suara tidak terburu buru dan tenang. Sri Kuning : Psikologis Jujur, tidak sabar, mudah terpengaruh dan mudah menyerah. Tidak memiliki sikap skeptis, tetapi hati Ae hati dalam menerima perubahan baru. Submitted: April 2021. Accepted: Februari 2020. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9,N0,1. Halaman 61 - 87 Pengamat yang rendah. Pengalaman pendidikan tinggi. Pekerjaan sehari Ae hari sebagai Sosiologis Rajin. Memiliki pergulan yang lebih luas, mudah bergaul dengan orang baru, dan sopan santun dalam pergaulan. Tidak berbelit Ae belit. Fisiologis Tinggi kurus, memiliki warna kulit sedikit cerah. Gemar mengenakan pakaian berwarna terang dan mempunyai suara yang berat berwibawa. Proses Penyutradaraan Program Kethoprak Sutradara membuat naskah panduan rekaman suara dalam bentuk tabel untuk memberikan gambaran secara utuh baik secara teknis maupun artistic yang didalamnya tergambar juga masalah tempat dan waktu dalam cerita tersebut. Menentukan Tim Produksi Pertama memilih Produser dan Sutradara yang akan menjalankan dan mengagendakan seluruh kegiatan produksi. Kemudian. Produser bersama Sutradara memilih kru produksi dengan kebutuhan yang telah disusun. Pertemuan Tim Produksi. Pertemuan Tim Produksi atau disebut juga rapat produksi dilakukan untuk pembahasan koordinasi kerja setiap divisi secara intens demi tercapainya kelancaraan produksi. Pembahasan setiap rapat produksi yang dilakukan adalah: Story Convrence Pada tahap ini. Sutradara bersama penulis naskah memaparkan cerita yang akan Prosesnya adalah, seluruh cerita dibaca hingga selesai kemudian dilakukan proses sharing terhadap seluruh kerabat kerja. Agar nantinya seluruh kerabat kerja mengerti apa yang akan disampaikan dari cerita tersebut. Pembuatan Konsep Produksi. Pada tahap ini, seluruh penanggung jawab yang bertanggung jawab pada produksi ini merancang konsep yang akan dikerjakan dalam produksi. Casting Sutradara melakukan penyeleksian pemain yang telah dirancang. Dalam produksi Submitted: April 2021. Accepted: Februari 2020. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9,N0,1. Halaman 61 - 87 ini, casting yang digunakan adalah casting by type, yaitu menyeleksi pemain dengan tipe karakter yang sudah ditentukan oleh sutradara. Latihan Dalam tahap latihan, sutradara melaksanakan berbagai tahapan latihan, yaitu: Reading Pada tahapan ini Sutradara dengan asisten sutradara melakukan reading terhadap seluruh pemain. Pemain membaca naskah dengan dialog dari setiap karakternya dengan interpretasinya masing Ae masing. Kemudian sutradara mengolah lagi dengan tingkat emosi yang berbeda pada tahapannya masing Ae masing. Pada proses ini juga sekaligus berlangsung proses olah vokal untuk melatih kekuatan vokal utamanya emosi yang akan dimainkan pada setiap karakter nantinya. Acting Pada tahapan ini sutradara melakukan latihan dengan mempertemukan semua pemain dengan lawan bermainnya masing Ae masing. Pada tahapan ini masih dengan membaca, pemain mulai memainkan dialognya dengan lawan mainnya. Pada proses ini sutradara mulai memberikan mimic dan plastic yang dibutuhkan pada setiap Pada tahapan ini sutradara mulai mempertegas flat character dan round . Blocking Dengan set bayangan, sutradara mulai mengarahkan pemain untuk melakukan gerak pada adegan setiap babaknya. Beberapa kali sutradara dengan asistennya memberikan contoh terlebih dahulu kepada pemainnya. Kemudian pemain mulai memainkan adegannya tanpa membaca naskah. Latihan ini dilakukan satu scene penuh tanpa jeda. Latihan ini digunakan untuk menimbulkan aksi dan reaksi pemain ketika melakukan adegan. Pengecekan Alat Pada tahapan ini sutradara dengan koordinator tekhnis melakukan pengecekan teknis untuk produksi serta peralatan pendukung lainnya untuk kelancaran Pada tahapan ini juga asisten sutradara beserta produser membagikan jadwal produksi dan membahasnya untuk pesiapan produksi nanti. Submitted: April 2021. Accepted: Februari 2020. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9,N0,1. Halaman 61 - 87 Produksi Pada tahapan produksi sutradara dengan tim produksi melakukan kegiatan sebagai Melakukan perekaman Suara sesuai jadwal rundown yang telah disusun. Ketika produksi, jadwal yang telah disusun oleh asisten sutradara akan dilakasanakan penuh dan diakomodir oleh asisten sutradara melalui keputusan sutradara. Melakukan briefing terhadap aktor Briefing yang dilakukan adalah mengarahkan blocking pemain dengan mikropon yang telah disesuaikan. Cek Akhir Sebelum diambilnya adegan, sutradara melakukan latihan dahulu di lokasi dan set yang telah dipersiapkan. Kemudian sutradara mengecek kembali kekurangannya dan mengakomodir pemain. Setelah itu, sutradara menanyakan persiapan terakhir kepada penata suara sebelum adegan diambil. Jika semua set sudah siap untuk dilakukan pengambilan adegan. Maka proses perekaman sudah siap dimulai. Review Suara Setelah dilakukannya perekaman suara, maka sutradara menanyakan kepada asistern sutradara untuk mengecek kesempurnaan dialog. Pencatatan Apabila telah selesai dilakukannya review suara dan kemudian pengadeganan telah sempurna, maka sutradara akan menanyakan kepada bagian penata suara hasil yang diperoleh untuk kesempurnaannya. Apabila hasil dari penata suara telah sempurna, maka adegan akan dibungkus dan melakukan tahapan selanjutnya. Pembahasan Berdasarkan data hasil penelitian apabila dilihat dari standar operating procedur (SOP) sutradara telah cukup lengkap melakukan proses tahapan produksinya seperti halnya Submitted: April 2021. Accepted: Februari 2020. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9,N0,1. Halaman 61 - 87 dalam perumusan karakter dalam praproduksi ini cukup rinci secara Psikologis dan sosiologis meskipun sebenarnya masih bisa ditingkatkan lagi dengan melakukan gambaran karakter melalui sisi fisiologis sehingga penggambaran tokoh pada cerita ini Hakekat Kethoprak adalah mendekatkan sebuah cerita dengan sebuah kondisi nyata pada jamannya, sehingga tidak cukup memberikan analisa karakter secara psikologis saja, factor fisiologis menjadi penting untuk memberikan gambaran karakter tokoh pada jamannya, seperti penggambaran tokoh Galigajaya sebagai tokoh sentral perlu diberikan gambaran secara fisik misalnya, tinggi badan, bentuk muka, umur sehingga penggambaran seorang murid yang bersekolah lebih nyata. Hal ini sangat diperlukan oleh seorang sutradara karena penggambaran tokoh secara rinci akan sangat membantu dalam proses pemilihan pemeran agar biasa lebih memberikan informasi tentang situasi dan kondisi nyata pada cerita tersebut sehingga nuansa budaya yang ada bisa tergambarkan secara jelas mengingat andalan siaran radio adalah suara. Evaluasi Penyutradaran Program Ketoprak RRI Yogyakarta Alur Penulisan Naskah pada Acara cerita ini cukup jelas dimana penempatan konflik yang pas meski terkesan umum dan mudah ditebak, ada sebuah tahapan yang dilewati dalam penulisan naskah ini karena hanya ditulis dalam bentuk treatment seharusnya dari treatment tersebut dijabarkan lebih rinci dalam sebuah scenario hal ini terjadi karena keterbatasan waktu dalam penjadwalan produksi sehingga terjadi pemangkasan tahapan produksi. Hal ini berpengaruh terhadap strategi sutradara dalam penyutradaraan, strategi yang diterapkan adalah Teori Leissez Faire Dimana sutradara memberikan kebebasan terhadap pemeran dalam aktingnya, kebebasan disini merupakan kebebasan dalam mengembangkan dialog dan mengekplorasi mimic, plastic dan gesture saat melakukan pemeranan. Sutradara hanya Submitted: April 2021. Accepted: Februari 2020. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9,N0,1. Halaman 61 - 87 memberikan gambaran secara garis besar cerita dan arahan memaksimalkan peran. Kelemahan dari strategi ini adalah keberhasilan dan mutu dari sebuah seni peran sangat tergantung dari pemerannya, dalam acara Kethoprak Radio ini focus pemeran adalah remaja sehingga optimalisasi pemeranan dari tokoh yang diperankan terkadang kurang maksimal karena mereka bukanlah actor professional, mereka dilatih dalam waktu yang relative singkat, karena jarak dan waktu sehingga sutradara tidak dapat mendampingi dan melatih mereka secara intens. Sehingga sering terjadi perbedaan persepsi antara guru yang melatih acting dengan keinginan sutradara. Dalam produksi acara ketoprak sutradara sudah berperan sebagaimana fungsi, peran tanggung jawabnya. Sebagai sebagai pemimpin, sutradara program acara ketoprak dapat dengan lugas memimpin crew serta pemain dalam memerankan setiap tugas yang diberikan oleh sutradara. Sutradara program acara ketoprak memiliki jawa seni yang mengakar pada budaya dan kearifan lokal. Demikian juga peran sutradara sebagai penasihat teknis dan pengamat program yang memiliki pengetahuan yang mendalam secara teknis pergelaran Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Berdasarkan hasil pembahasan pada bab terdahulu, maka dapat kami simpulkan bahwa dalam Penyutradaraan acara Kethoprak sebagai berikut: Sutradara telah melakukan tugasnya dengan mengikuti sebagian besar SOP yang telah Sutradara sangat memperhatikan kualitas acting dan pengembangan karakter sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada Sutradara pada program mampu memahami karakter dan jiwa dari kesenian Submitted: April 2021. Accepted: Februari 2020. Published: Juni 2021 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 9,N0,1. Halaman 61 - 87 kethoprak, hal ini disebabkan sutradara memiliki latar belakang budaya dan kearifan lokal sehingga mampu dengan cepat beradaptasi. Sutradara program ketoprak di RRI Yogyakarta, memimpin proses penciptaan karya dari tahapan Pra-Produksi. Produksi dan Pasca Produksi sesuai dengan fungsi, peran dan tanggunggawabnya. Saran SOP tentang proses penyutradaraan dalam pembuatan Program Ketoprak sebaiknya tetap dilaksanakan meski terkendala waktu dan biaya. Peran sutradara dapat sebagian diberikan kepada orang lain sepanjang mempunyai kompetensi untuk membantu melaksanakan tugas sutradara. Sebagai gambaran nyata dalam melakukan penyutradaraan harus mampu menerapkan strategi dan teori yang sesuai untuk mensiasati semua kendala dilapangan. Referensi