Buletin Al-Turas Vol. 26 No. 1 January 2020, pp. Perukunan Tsamaratul Insan dan Perannya Dalam Menghadapi Perubahan Sosial Budaya Di Provinsi Jambi Siti Mariah Ulfah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Indonesia ulfahhawasyi76@gmail. Siti Asiah Wahyuni Hawasyi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Indonesia u9hawasyi@uinjambi. Abstract The study is aimed at identifying how the existence of four madrassas established by Perukunan Tsamaratul Insan in dealing with social change and development in the city of Seberang Jambi. This study uses a qualitative approach and historical method with steps: determining the topic. The study finds out that the existence of the four madarasas in social change and development in the opposite city indeed felt less by the local community, because the community itself is less interested in sending their children to the However, the efforts made have been able to redevelop the enthusiasm and contribution of the madrasa towards community development and vice versa. It is also the Social Change of the Community that influences the development of the four madrassas through management innovation from the madarasas system to the Modern Islamic Boarding School system, social organizations formation by the community such as the Jambi Seberang Community Community (JSCC). Jambi Lecturers Opposite City (JLOC). Jambi City Student Forum (JCSF) participate in giving suggestions and assistance criticism. It can be concluded that in the midst of social change and the development of modern education, the people of Seberang Jambi still have great expectation for madrassas and the Islamic education system which is manifested in the support of various communities in the development of the four madrassas. Keywords: existence. Perukunan Tsamaratul Insan. social change Doi: 10. 15408/bat. | 135 Siti Mariah Ulfah. Siti Asiah Wahyuni Hawasyi. Perukunan Tsamaratul Insan dan Perannya A Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana eksistensi empat madrasah yang didirikan oleh Perukunan Tsamaratul Islam dalam menghadapi perubahan sosial dan pembangunan di kota Seberang Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif historis dengan langkahlangkah: penetapan topik. pemeriksaan atau pengujian terhadap kebenaran laporan. dan historiografi. Hasil penelitian yaitu eksistensi keempat madarasah dalam perubahan sosial dan pembangunan di kota Seberang memang dirasakan kurang oleh masyarakat setempat, karena masyarakat sendiri kurang berminat menyekolahkan anaknya di madrasah Namun usaha-usaha yang dilakukan saat ini telah dapat mengembangkan kembali semangat dan kontribusi madrasah terhadap perkembangan masyarakat dan begitu pula Perubahan sosial masyarakat jugalah yang dapat mempengaruhi perkembangan keempat madrasah tersebut yaitu melalui inovasi pengelolaan dari sistem madarasah ke sistem pondok pesantren modern, pendirian organisasi kemasyarakatan oleh masyarakat, antara lain Komunitas Masyarakat Jambi Kota Seberang (KMJKS). Dosen Jambi Kota Seberang (DJKS), serta Forum Mahasiswa Jambi Kota Seberang (FMJKS). Dapat disimpulkan bahwa ditengah perubahan sosial dan perkembangan pendidikan modern, masyarakat Seberang Jambi masih memiliki kepedulian tinggi terhadap madrasah dan sistem Pendidikan Islam yang diwujudkan dalam dukungan berbagai komunitas masyarakat dalam perkembangan empat madrasah tersebut. Kata Kunci: Perukunan Tsamaratul Insan. perubahan sosial. eksistensi pendidikan AEIEAA Perukunan Tsamaratul Insan ANA NN E uEO O EOAO OO I OIO INA A O I N E EIEA. AAO ION EOO EIO OEIIO AO IOI OOI IOA A O EIOOu eu ECOC O E EOA:AEEOAO I EOC EOO EO EEOA A EI I AO IOI OOI E EO EOOA. ACOC ECOu EAOu OEOA A EOOAUA AO EOCA. AEIO OEIIO EEII EIEO CE ENII EO O EAEA A OEO O I II EE EE uEO (II II EI uEOA U AEIO OA (Komunitas Masyarakat Jambi A OuI Ei EIIO II CEAU)AII EI EEO EOA (Forum Mahasiswa Jambi Kota A OAU (Dosen Jambi Kota Seberan. DJKS UKot. KMJKS A I E I NEO OOI IO E OEOI ENII EO EIAUAeASeberan. FMJKS AOII EEOI uEEIO EO OEO AO I EII EIIO EIEA AO OO IA Au EOO EIOu OO EEOIAPerukunan Tsamrotul Insan :AeI EOOA Buletin Al-Turas Vol. 26 No. 1 January 2020, pp. PENDAHULUAN Masyarakat dalam menjalankan roda kehidupan bisa diapstikan menghadapi dan mengalami perubahan-perubahan yang dapat terjadi secara cepat atau lambat. Menurut sifatnya perubahan dapat berbentuk proses menuju ke arah kemajuan, atau ke arah kemunduran yang juga seringkali memingunkan manusi yang mengahdapinya. Dalam teorinya. William F. Ogburn mengungkapkan bahwa ruang lingkup perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan, baik material maupun immaterial yang fokusnya terletak pada bagaimana unsur material mempengaruhi terjadainya pada unsur Menurut Kingsley Davis, perubahan sosial merupakan manifestasi dari perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi suatu masyarakat yang diperkuat dengan pendapat Samuel Koening yang menyebutkan bahwa perubahan sosial bersumber dari modifikasi pola kehidupan manusia yang terjadi karena pengaruh factor internal dan eksternal (Heryansyah, 2. Jadi, perubahan sosial ialah suatu hal yang tetap dan selalu ada yang melibatkan unsur-unsur struktur sosial dan perilaku manusia dari satu keadaan tertentu ke keadaan yang lain, baik bersifat kemajuan maupun kemunduran, termasuk dalam duni pendidikan. Pendidikan merupakan salah salah satu mesin perubahan yang perannya tidak bisa diabaikan dalam peningkatan kualitas hidup manusia. Pendidikan lebih banyak bekerja pada aspek koginitf, afektif, dan psikomotor manusia sehingga mampu menggerakkan dirinya untuk memperoleh dan miningkatkan taraf hidup. Pendidikan tidak bekerja secara sporadis, tetapi tertata rapi tahap demi tahap sesuai dengan kematangan manusia baik dari segi usia dan mental. Oleh karena itu, pendidikan menjadi suatu sistem agen perubahan social yang efektif, baik dilaksanakan secara formal maupun informal. Di Indonesia, pendidikan formal diatur Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 terutama pasal 11 ayat 1 (Undang-Undang Sisem Pendidikan Nasional, 2. Apa yang terjadi di masyarakat memberikan pengaruh pengaruh yang sangat besar pada dunia pendidikan. Kompleksitas masalah-masalah sosial yang terjadi juga dialami dunia pendidikan. yang secara terus-menerus perlu dicarikan solusinya agar mampu beratahan dan mempertahankan perannbya secara kontekstual. Sistem, muatan, proses dan arah pendidikan perlu ditata ulang dan diatur secara khusus sehingga mampu menjawab sekaligus bermain di arena perubahan sosial tersebut. Karena proses pendidikan berjalan sejak dalam kandungan sampai ke liang lahat sesuai dengan hadist Nabi yaitu: )AE EEI II EIN EO EEN (EOA Artinya: Tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat (HR. Bukhori Musli. Pendidikan merupakan sarana dan juga alat perubahan dalam hidup manusia yang bisa didapat dimana saja dan kapan saja. Proses pendidikan yang paling efektif adalah melalui pendidikan formal di mana sekolah merupakan perwujudan nyata pendidikan yang dilakukan secara berjenjang atas dasar sistem dan kebijakan tertentu. Berdasarkan hal tersebut dunia pendidikan pun memiliki karakteristik dan persiapan untuk menghadapi perubahan-perubahan sosial tersebut. Mengamati hal tersebut, bagi kita merupakan suatu yang menarik untuk memprediksikan, merencanakan dan melaksanakan serta mengevaluasi bentuk pendidikan masyarakat secara umum dalam menghadapi perubahan sosial budaya, modernisasi dan pembangunan. Tentu saja perhatian tersebut harus didasari oleh teori-teori tentang perubahan sosial yang berbicara berbagai fenomena yang terjadi dalam kehidupan sosial masyarakat. | 137 Siti Mariah Ulfah. Siti Asiah Wahyuni Hawasyi. Perukunan Tsamaratul Insan dan Perannya A Salah satunya adalah sebuah organisasi yang didirikan masyarakat Kota Seberang Jambi yang bernama Perukunan Tsamaratul Insan, sebuah organisasi kemasyarakatan yang didirikan oleh para ulama Jambi, diresmikan oleh Residen Negeri Jambi No. pada tanggal 10 September 1915 M. bertepatan dengan tanggal 1 Zulqoidah tahun 1333 ditandatangani oleh salah satu Anggota pengurusnya yaitu Haji Ibrahim Bin Haji Abdul Majid dari Kampung Tengah. Pengurus perukunan berjumlah enam orang yang mewakili beberapa kampung di seberang saat itu yaitu. Haji Abdus Somad bin Haji Ibrahim Hof . enghulu Kotamadya Jamb. Haji Ibrahim Bin Haji abdul Majid . ampong Tenga. Haji Ahmad Bin Haji Abdul Syukur (Kampung Tahtul Yama. Haji Usman Bin Haji Ali (Kampung Tanjung Joho. Kemas H. Muhammad Sholeh Bin Haji Muhammad Yasin . ampong Tanjung Pasi. Sayyid Alwi Bin Muhammad Bin Syihab (Kampung Pasar Jamb. Walaupun Organisasi ini telah tiada namun program yang masih tetap eksis sampai saat ini yaitu empat buah madrasah yang didirikannya. Keempat madrasah tersebut telah mengalami perubahan dari berbagai sisi, dan telah mengalami perubahan dari mulai berdiri, mengalami puncak kemajuan, kemunduran kemudian saat ini baru mulai bangkit kembali. Fenomena yang terjadi adalah eksisitensi saat ini belum memberikan pengaruh yang sigifikan terhadap perubahan sosial di masyarakat, dan pembangunan di kota seberang. padahal sebagai pusat peradaban Islam dan pusat pendidikan di provinsi Jambi pada masa perkembangannya seharusnya perubahan dan pembangunan di kota seberang sudah dapat dikatakan modern baik dari Sumber Daya Manusia nya (SDM) maupun Sumber Daya Alam nya (SDA), namun kenyataannya berdasarkan studi pendahuluan dapat terlihat dari sisi pendidikan misalnya beberapa madrasah yang dahulunya merupakan lokomotif perkembangan pendidikan Islam khususnya di provinsi Jambi banyak yang mengalami kemunduran seperti madrasah yang didirikan oleh perkumpulan Tsamaratul Insan yang didirikan sejak tahun 1915 M. (Nurul Iman di Ulu Gedong. Nurul Islam di Tanjung Pasir. Madrasah SaAoadatuddaren di Tahtul Yaman dan Madrasah Jauharen di Tanjung Joho. Dari segi perubahan sosial, budaya dan pendidikan, mencerminkan belum begitu berpengaruhnya pendidikan di Kota Seberang dalam merubah dan mengembangkan SDM dan SDA yang ada di wilayah tersebut ke arah kemajuan yang positif sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan anggota masyarakatnya, sebaliknya lembaga ini mengalami kemunduran yang begitu jauh sampai akhirnya ada yang tutup dan beberapa tahun terakhir baru bangkit kembali. Penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui: . bagaimana eksistensi pendidikan masyarakat dalam wadah Perukunan Tsamaratul Insan. faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan pendidikan dalam wadah Perukunan Tsamaratul Insan. upaya yang dilakukan oleh Pendidikan Masyarakat dalam wadah Perukunan Tsamaratul Insan. Selain itu, melalui penelitian ini dapat dilakukan evaluasi program yang telah dirintis oleh perukunan Tsamaratul Insan di seberang Kota Jambi dalam bidang pendidikan sebagai bahan perbandingan dan pembelajaran bila kita kembali melihat sejarah perjuangan para pendiri organisasi ini dalam bidang pendidikan. METODE Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif Penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam Ilmu Pengetahuan Sosial yang secara fundamental bergantung dari pengamatan pada manusia baik dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan peristilahannya (Moleong, 2. Desain penelitian ini menggunakan metode sejarah. Menurut Gay . dalam Sukardi penelitian sejarah dapat diartikan sebagai Buletin Al-Turas Vol. 26 No. 1 January 2020, pp. pengumpulan bukti-bukti sejarah secara sistematis dan obyektif yang terkait dengan kejadian masa lalu untuk mengetahui secara jelas factor-faktor penyebab, efek atau tren dari peristiwa sejarah tersebut yang dapat membantu menjelaskan peristiwa saat ini dan mengantisipasi peristiwa masa depan (Sukardi, 2. Pemilihan metode ini berdasarkan pertimbangan sebagai berikut: Penelitian sejarah merupakan salah satu penelitian mengenai pengumpulan dan evaluasi data secara sistematik berkaitan dengan kejadian masa lalu untuk menguji hipotesis yang berhubungan dengan penyebab, pengaruh, atau perkembangan kejadian yang mungkin membantu dengan memberikan informasi pada kejadian sekarang dan mengantisipasi kejadian yang akan datang, dapat membantu berfikir kembali pada keadaan masa lampau karena beberapa alasan: . ilmu pengetahuan secara praktis dapat lebih baik dimengerti melalui belajar dari pengalaman masyarakat yang lalu. pola fikir, strategi dan tindakan masyarakat sekarang masih banyak yang menggunakan peristiwa masa lampau baik secara total ditiru dan atau sebagaian dimodifikasi untuk memecahkan masalah yang dialami oleh masyarakat . masalah tertentu dalam dunia pendidikan masih mempunyai relevansi dan hidup pada masa sekarang. Misalnya, sistem penilaian, perubahan kurikulum, pengelolaan sekolah model sentralisasi dan desentralisasi, masih relevan di bahas walaupun sudah berpuluh tahun kejadian tersebut muncul, dan saat ini telah terjadi perubahan pola fikir dan tuntutan serta perkembangan sosial masyarakat (Sukardi, . Jack R. Fraenkel dan Norman E. Wellen menyatakan bahwa para peneliti pendidikan sejarah melakukan penelitian sejarah dengan tujuan untuk: . membuat orang menyadari apa yang terjadi pada masa lalu sehingga mereka mungkin mempelajari dari kegagalan dan keberhasilan masa lampau. mempelajari bagaimana sesuatu telah dilakukan pada masa lalu, untuk melihat jika mereka dapat mengaplikasikan masalahnya pada masa sekarang. membantu memprediksi sesuatu yang akan terjadi pada masa mendatang. membantu menguji hipotesis yang berkenaan dengan hubungan atau kecendrungan. memahami praktik dan politik pendidikan sekarang secara lebih lengkap (Fadli, 2. Dalam penelitian ini akan dicari data yang berkaitan dengan organisasi masyarakat yang dalam programnya ada kegiatan pendidikan tentu akan diperoleh data mengenai Kemudian kemajuan serta kemundurannya yang bermanfaat untuk mengevaluasi program dan pengelolaan pendidikan di masa yang lalu sehingga menjadi acuan untuk masa sekarang. Menurut Abror, model langkah-langkah penelitian sejarah sebagai berikut (Abror, 2. | 139 Siti Mariah Ulfah. Siti Asiah Wahyuni Hawasyi. Perukunan Tsamaratul Insan dan Perannya A Gambar 1. Model Langkah-langkah dalam Penelitian Sejarah . Pemilihan Subyek yang akan diteliti (Bening Diniarti, 2. Topik yang akan dikaji yaitu mengenai pendidikan masyarakat yang berada di bawah organisasi AuPerukunan Tsamaratul Insan, sejarah organisasi sendiri kemudian keempat madrasah yang didirikannya dan eksistensi keempat madrasah di bawah organisasi tersebut dalam menghadapi perkembangan sosial budaya, modernisasi dan pembangunan di provinsi Jambi. Heuristik (Mengumpulkan Sumbe. Heuristik berasal dari kata Yunani, heuriskein, artinya adalah menemukan. Heuristik, maksudnya ialah tahap untuk mencari, menemukan, dan juga mengumpulkan sumber-sumber berbagai data agar bisa mengetahui segala bentuk peristiwa atau kejadian sejarah masa lampau yang relevan dengan topik atau judul penelitian (Abror, 2. Sumber yang bisa digunakan terbagi menjadi dua, primer dan Sumber primer berasal langsung dari para pelaku sejarah, seperti naskah, prasasti, artefak, dokumen-dokumen, foto, bangunan, catatan harian, hasil wawancara, video dan lain-lain. Sumber primer terdiri dari sumber lisan yaitu sumber primer. Jika ada pelaku sejarah yang masih hidup, dapat menceritakan pengalamannya secara langsung, ketika peristiwa sejarah itu terjadi data yang dikumpulkan seperti: naskah kuno pada penelitian ini yaitu piagam perukunan Tsamaratul Insan, logo Perukunan, foto pembangunan Madrasah Nurul Islam Tanjung Pasir. Foto Madrasah Nurul Iman periode awal, foto tokoh-tokoh Tsamaratul Insan, foto-foto mudir Nurul Iman dan guru-guru di 4 . madarasah, foto bangunan Madrasah Saadatuddarain Tahtul Yaman, foto bangunan Madrasah Al-Jauharen Tanjung Johor. Sumber sekunder berasal dari pihak yang bukan pelaku sejarah. Jika dilihat dari sifat, dan langkah penelitian sejarah, maka ada 3 . hal yang menjadi bagian penting, yaitu sumber lisan, terbagi atas sumber primer jika ada pelaku sejarah yang masih hidup, dapat menceritakan pengalamannya secara langsung, ketika peristiwa sejarah itu terjadi. sumber sekunder jika bukan pelaku, tetapi ia menyaksikan saat terjadinya suatu peristiwa sejarah. bukti, adanya kenyataan sejarah. fakta, hipotesa, kesimpulan dari penyelidikan dokumen-dokumen dan sumber sejarah, masih perlu kajian dan penelitian lebih lanjut (Fadli, 2. Verifikasi . Ada dua macam kritik yang dilakukan, yakni estern dan intern. Kritik estern adalah tinjauan terhadap keakuratan dan keaslian sumber. dan kritik intern adalah Buletin Al-Turas Vol. 26 No. 1 January 2020, pp. penngujian terhadap kredibilitas sumber. Verifikasi yang penulis lakukan adalah menentukan subjek penelitian, informan dan responden yang akan diwawancarai yaitu: Tuo Tengganai atau pemuka masyarakat dan ulama yang menyaksikan peristiwa sejarah atau ikut dalam mengelola keempat madrasah seperti pimpinan madrasah, kepala madrasah saat ini dari tingkat RA sampai Aliyah yang ada di masing-masing pondok pesantren, guru, staf dan pegawai yang ada di madrasah . Interpretasi/Eksplanasi . Metode penelitian sejarah yang ketiga adalah interpretasi. Di sini peneliti melakukan penafsiran akan makna atas fakta-fakta yang ada serta hubungan antara berbagai fakta yang harus dilandasi oleh sikap objektif. Historiografi (Penulisan Sejara. Metode Hitoriografi berasal dari kata historia artinya sejarah dan graphia artinya Historiografi merupakan tahap paling akhir dalam kegiatan penelitian untuk penulisan sejarah. Historiografi adalah proses penyusunan fakta-fakta sejarah dan berbagai sumber yang telah diseleksi dalam sebuah bentuk penulisan sejarah (Al. Langkah-langkah penelitian sejarah Historiografi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu Historiografi naratif . ecara pribad. dan Historiografi strukturalis. penelitian ini menggunakan langkah-langkah historiografi strukturalis yaitu penulisan sejarah yang berisi tentang perubahan yang terjadi di masyarakat, sering juga disebut sejarah sosial. TEMUAN DAN PEMBAHASAN Eksistensi Perukunan Tsamaratul Insan Usaha Penanaman ajaran Islam di tengah-tengah kehidupan masyarakat di provinsi Jambi telah dimulai sejak masuknya Islam pertama kali di provinsi Jambi pada Tahun 1350 M, yaitu sejak lahirnya kerajaan Jambi di bawah pemerintahan Datuk Paduko Berhalo (Ahmad Salim bin Arsyad Kha. yang berasal dari Turki Usmani dan juga merupakan keturunan dari Rasulullah SAW. Dari anak beliau (Fatimah dengan Ali Bin Abi Thali. yang terdampar di kampung Berhalo di Kabupaten Tanjung Jabung (Bafadhal, 1. Perkembangan Islam melalui pendidikan telah ada sejak masuknya Islam di daerah Jambi. Pada awalnya, pendidikan Islam terjadi secara perorangan dan bersifat Seiring perkembangan Islam di Jambi, pendikan tidak lagi dilakukan dalam keluarga, tetapi sudah mengambil tempat beribadah seperti masjid/langgar sebagai pusat dan rumah-rumah tokoh ulama juga sudah mulai berfungsi sebagai pusat Meskipun pendidikan Islam sudah berlangsung secara berkelompok di tempat peribadatan, namun sistem yang digunakan masih tradisional bersifat sorogan dan perorangan, atau masih belum menggunakan system klasikal (Masitoh, 2. Minat masyarakat terhadap pendidikan Islam sangat baik. Hal ini dapat dilihat pada motivasi masyarakat terhadap pendidikan Islam terbukti dengan keterlibatan masyarakat dengan mendirikan tempat peribadatan yang berfungsi ganda, yaitu sebagai tempat ibadah dan sebagai tempat belajar ilmu agama. Serta sambutan mereka terhadap para pelajar dari luar. Salah satu pengembang pendidikan Islam di Jambi adalah organisasi yang bernama AuPerukunan Tsamaratul InsanAy, organisasi ini berdiri berdasarkan izin Residen Negeri Jambi Nomor 1636, tercantum di dalam peraturan pendirian yang dibuat di Jambi pada tanggal 10 November 1915, bertepatan dengan 1 Zulqaidah 1333 H dalam akta pendirian | 141 Siti Mariah Ulfah. Siti Asiah Wahyuni Hawasyi. Perukunan Tsamaratul Insan dan Perannya A tersebut tercantum maksud dan tujuan serta peraturan dibentuknya organisasi ini. dalamnya tercantum nama-nama pengurusnya dan utusan dari keempat madrasah yang Perukunan Tsamaratul Insan didirikan dalam negeri Jambi dengan izin dari Sri Paduka Tuan Besar Resident Negeri Jambi Nomor 10 september 1915. Tujuan berdirinya adalah selain membantu bagi kematian dalam anggota perukunan atau tanggungannya, perukunan ini juga mengurus masalah infaq, shodaqoh, zakat serta wakaf umat Islam. Selain itu, perukanan ini juga mengadakan dan menyelenggarakan pendidikan dengan guru-guru terbaik, membuat perkebunan untuk membantu membiayai setiap kegiatan Tsamaratul Insan, serta membangun badan wakaf, infaq dan shodaqoh serta membangun sarana kesehatan yaitu rumah sakit dengan memakai syarat-syarat sebagaimana tersebut di dalam surat peraturan tersebut. Penjelasan lengkap menganai awal pendirian dan kriprah yang dilakukan perkumpulan ini dapat dilihat pada piagam pendiriannya seperti tertulis dalam gambar 2. Gambar 2. Piagam Perkumpulan Tsamaratul Insan 1913 M Jadi perkumpulan ini bertujuan untuk mengurus permasalahan yang ada di seberang dengan diresmikan dan disahkan oleh Residen Negeri Jambi No. 1636 adapun maksud dan tujuannya mencakup: . mengurus masalah kematian bagi anggota ataupun tanggungan dari perukunan. mengurus masalah infaq, shodaqoh, zakat,serta wakaf umat Islam yang ada didaerah pacinan. mengadakan dan menyelenggarakan pendidikan dengan guru-guru terbaik. membuat perkebunan untuk membantu membiayai setiap kegiatan Tsamaratul Insan. membangun sarana kesehatan yaitu Rumah Sakit. Pada Tahun 1915 M. Perukunan ini mendirikan dan meresmikan empat buah Madrasah dibawah naziirulAoaamnya yaitu guru Haji Abdul Somad Khof Penghulu Jambi sebagai pimpinan umumnya Keempat madrasah tersebut yaitu Madrasah Nurul Iman. Madrasah Nurul Islam. Madrasah SaAoadatuddarain. Madrasah Jauharain. Adapun program pendidikannya yaitu membangun lembaga pendidikan yang pertama pada tahun 1915 dengan berdirinya organisasi diawali dengan madrasah Nurul Iman atau AuMadrasah BuluhAu karena terbuat dari bambu. Kemudian madrasah SaAoadatuddaren . Kelurahan Tahtul Yaman. Madrasah Nurul Islam Kelurahan Buletin Al-Turas Vol. 26 No. 1 January 2020, pp. Tanjung Pasir . selanjutnya Madrasah Al-Jauharen . Kelurahan Tanjung Johor. Pendirian lembaga pendidikan ini merupakan titik awal pengembangan pendidikan Islam secara formal di Kota Jambi. Eksistensi Perukunan Tsamaratul Insan dan Madrasah yang didirikannya sejak zaman penjajahan Belanda hingga Jepang masuk ke wilayah seberang Kota Jambi, mengalami pasang surut perkembangan terutama pada masa penjajahan Belanda sebelum Pada masa awal sekitar tahun 1930. Perukunan Tsamaratul Insan dengan ke4 madrasahnya mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal ini ditandai dengan banyaknya masyarakat yang menyekolahkan anaknya/belajar pada keempat madrasah Dan kemudian Jepang masuk dan mengambil alih kekuasaan. Meskipun perang secara fisik tidak terjadi di Jambi, namun masalahnya banyak sekolah rakyat dan madrasah ditutup karena kesulitan penghidupan. Hal ini menyebabkan keempat madrasah tidak dapat melaksanakan kegiatannya secara bebas bahkan begitu kejamnya penjajah banyak guru-guru menyelamatkan diri dan sembunyi hingga berhenti mengajar. Akhirnya keempat madrasah mengalami kemunduran. Sampai penjajah Jepang kembali ke Tahun 1947 setelah penghidupan menjadi lebih baik, masyarakat bersama para alim ulama dan guru agama mulai membina kembali madrasah terutama yang didirikan organisasi Tsamaratul Insan (Masitoh, 2. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia eksistensi adalah hal berada atau Sedangkan menurut Zaenal Abidin . , eksistensi adalah suatu proses yang dinamis, suatu, menjadi atau mengada. Ini sesuai dengan asal kata eksistensi itu sendiri, yakni exsistere, yang artinya keluar dari, melampaui atau mengatasi. Jadi eksistensi tidak bersifat kaku dan terhenti, melainkan lentur atau kenyal dan mengalami perkembangan atau sebaliknya kemunduran, tergantung pada kemampuan dalam mengaktualisasikan potensi-potensinya (Hasinta, 2. Dalam pembahasan ini eksistensi pendidikan masyarakat di bawah naungan Perukunan Tsamaratul Insan telah menyusun programnya yang ada pada piagam Programnya yaitu. organisasi yang mengurus kematian di setiap kampung pacinan . ari Tanjung pasir sampai Tanjung Joho. atau Jambi Kota Seberang. mengurus perkebunan. mengurus pendidikan dan mendirikannya. Mengurus kesehatan dan rumah sakit bagi masyarakat saat itu belum dapat diwujudkan oleh organisasi ini. Yang terlaksana dan masih terus berjalan adalah mengurus kematian, perkebunan untuk pendidikan dan membangun lembaga pendidikan. Fakta dalam kehidupan bermasyarakat bahwa lembaga Madrasah yang lahir dari organisasi masyarakat Tsamaratul Insan yaitu Madrasah Nurul Islam (Tanjung Pasi. Madrasah Nurul Iman (Ulu Gedon. Madrasah SaAoaadatuddaren (Tahtul Yama. dan Madrasah AlJauharen (Tanjung Joho. , banyak meluluskan alumni siswa/santri yang memiliki pegetahuan agama dan prilaku yang baik sehingga bisa menjadi panutan ketika berjuang di tengah lingkungan masyarakat. Meraka sudah banyak yang menjadi figur utama dalam membangun masyarakat madani. Karena memiliki kemampuan dalam pengetahuan tentang agama Islam yang baik, banyak di antara mereka yang menjadi alim ulama, ustadz dan tokoh masyarakat yang disegani. Bahkan ketika mereka kembali ke daerah mereka masing-masing, ada yang mendirikan madrasah, pondok pesantren yang pola pendidikannya seperti madrasah mereka dahulu, yaitu madrasah di bawah perukunan Tsamaratul Insan Jambi Kota Seberang. Eksistensi pendidikan tersebut yang telah dibentuk oleh masyarakat sangat diharapkan keberadaannya. Keberadaannya semakin beraneka macam dalam bentuk/sistem dan peranannya. Fenomena seperti ini merupakan bagian dalam | 143 Siti Mariah Ulfah. Siti Asiah Wahyuni Hawasyi. Perukunan Tsamaratul Insan dan Perannya A pengembangan pendidikan yang dipelopori oleh masyarakat (Arofah, 2. Fungsi madrasah-madarasah yang berada di bawah wadah/ organisasi perukunan Tsamaratul Insan di masyarakat bukan saja sebagai lembaga pendidikan dan dakwah, secara prakteknya madrasah-madrasah yang didirikan perukunan Tsmaratul Insan mampu melahirkan perubahan dalam masyarakat. Sebagai lembaga pendidikan Islam, madrasahmadrasah tersebut juga merupakan bagian dari sebuah lembaga sosial yang telah melahirkan lingkungan masyarakat dalam tatanan kehidupan masyarakat yang lebih maju dan berkarakter islami. Berdasarkan sejarah perukunan Tsamaratul Insan bahwa yang memperkuat pendidikan yang mereka dirikan adalah lembaga yang dapat membawa perubahan budaya sosial dan modernisasi sehingga pembangunan dapat terus dijalankan di Kota Seberang khususnya dan provinsi Jambi umumnya. Sehingga masyarakat mulai beradab islami, berbudaya dan berkembang, hal ini dapat diamati melalui beberapa indikator bahwa madrasah yang empat yaitu Madrasah Nurul Islam (Tanjung Pasi. Madrasah Nurul Iman (Ulu Gedon. Madrasah SaAoadatuddaren (Tahtul Yama. dan Madrasah Al-Jauharen (Tanjung Joho. pada masa 1915 sampai dengan 1970-an telah mencetak alumni yang mampu menjadi tauladan dan lokomatif pendidikan Agama Islam yang ada di Provinsi Jambi. Sebuah fakta sosial yang dapat ditunjukkan kepada halayak, bahwa dibalik perkembangannya yang pasang surut keempat madarasah telah mewarnai sejarah pendidikan di Provinsi Jambi, dengan segala keterbatasannya telah melahirkan ulamaulama besar para petinggi negeri serta guru-guru yang selalu tawadhuAo dan penuh keikhlasan dalam mengembangkan keilmuan guna mendidik generasi penerus sebagai sumber daya manusia yang unggul di Provinsi Jambi. Dan telah berusaha melakukan transformasi peradaban islam yang lebih komprehensif dan integral. Walaupun bentuknya berupa madrasah namun eksistensinya adalah sebuah pondok pesantren . ntuk di pulau Jawa/ provinsi lai. pada masa lampau. Pondok pesantren yang sebelumnya dianggap sebagai lembaga yang hanya mencetak ulama-ulama dan guru-guru ngaji saja namun seiring sejarah juga mampu menghadirkan kader-kadernya dalam jumlah besar. Para alumninya hadir di semua lini kehidupan dalam suasana yang berbeda dengan tetap mempertahankan nilai-nilai Islam. Berdasarkan hasil wawancara dengan alumni madrasah Nurul Iman mengatakan bahwa madrasah ini telah banyak melahirkan ulama-ulama besar sampai ke Kalimantan. Malaysia. Beberapa tahun yang lalu mereka datang dari Kalimantan ke Seberang hanya ingin melihat rumah gurunya yaitu Kyai H. Saman Muhi tempat beliau menthelaah/ngaji kitab bersama-sama murid-murid yang lain. (Alumni, 2. Karena menurut Rahmat, dimensi fungsional Pondok Pesantren tidak terlepas dari hakekat dasarnya untuk mengembangkan masyarakat Islam yang mengarah kepada nilai-nilai normatif, edukatif dan progresif. Nilai-nilai normatif pada dasarnya meliputi kemampuan masyarakat dalam memahami ajaran-ajaran agama dalam artian ibadah mahdah. Banyak masyarakat yang cenderung baru memiliki agamaAuhaving religionAy tetapi belum menghayati agama Aubeing religionAy. Nilai-nilai edukatif meliputi tingkat pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam masalah agama, ilmu pengetahuan dan teknologi. Nilai-nilai progresif dapat ditunjukkan melalui kemampuan masyarakat dalam memahami perubahan masyarakat seiring dengan perkembangan zaman. Adanya fenomena sosial seperti ini, menjadikan pondok pesantren sebagai lembaga yang seiring dengan perubahan masyarakat yang semakin kompleks (Arofah, 2. Begitulah keberadaan empat madarasah hasil dari implementasi program organisasi perukunan Tsamaratul Insan sebagai lembaga pendidikan Islam yang konsisten Buletin Al-Turas Vol. 26 No. 1 January 2020, pp. menjalankan peranan yang sangat penting dalam membangun masyarakat Jambi Kota Seberang yang religius. dan sebagai komunitas masyarakat kecil yang mempunyai keunikan tersendiri. Letak keunikannya yaitu madrasah ini masih terus bertahan menggunakan istilah madrasah sampai pada akhir masa kemundurannya seperti madrasah Nurul Islam dari awal berdiri yaitu tahun 1922 masih tetap menggunakan istilah madrasah walaupun dahulu ketika masa kemajuannya sudah memenuhi unsur pondok pesantren namun istilah pondok pesantren tetap tidak digunakan. Begitu pula madrasah Nurul Iman dari mulai berdiri tahun 1915 sampai Tahun 2013 masih tetap menggunakan istilah madrasah dan sekitar tahun 2013 akhir baru berubah namanya menjadi Pondok Pesantren Madrasah Nurul Iman (Guru, 2. Menurut salah seorang guru madrasah mengatakan bahwa, perubahan nama Madrasah Nurul Iman menjadi Pondok Pesantren Madrasah Nurul Iman diubah sejak tahun 2013 dengan alasan mengikuti perkembangan madrasahmadrasah lain yang ada di bawah perukunan Islam telah berubah menjadi Pondok Pesantren kecuali madrasah Nurul Islam, karena hanya ada tingkat Ibtidaiyah dan RA sajaAy (Guru, 2. Untuk madrasah SaAoadatuddaren tetap berpegang pada sistem salafiyah-nya yaitu mengaji kitab-kitab kuning, namun tetap memberikan bekal ilmu pegetahuan dan teknologi seperti TIK bagi santrinya. Untuk keempat madrasah mulai vakum yaitu sejak adanya penjajahan di Indonesia mulai masuknya Belanda kemudian tahun 1942 Jepang masuk ke Kota Seberang dan banyak larangan penjajah terhadap kegiatan yang dilakukan oleh keempat madrasah, puncaknya ketika madrasah Nurul Iman mulai mengurangi kegiatan dan akhirnya vakum. Murid-murid yang dari luar daerah pulang kampung, hanya ada beberapa anak/murid yang masih bertahan tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran karena bertempat tinggal di kampung itu sendiri. Hingga pada tahun 1947 muncul inisiatif dari para alumni dan pengurus madrasah yang lama untuk menghidupkannya kembali dengan merubah pengelolaan menjadi madrasah modern dengan sebutan Pondok Pesantren Terpadu Al-Jauharen. Sumber Daya Manusia (SDM) untuk memimpin pengelolaan saat ini dipegang oleh KH. Sirojudin, dan dibantu oleh anaknya yang alumni Mesir. Dalam lingkungan madrasah tersebut tradisi-tradisi sosial kemasyarakatan masih tetap utuh tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Kegiatan sosial kemasyarakatan dan keagamaan tersebut yaitu: Pertama, acara peringatan hari besar Islam diadakan setiap tahun dimana berbagai masyarakat akan menghadiri untuk mempererat silaturrahmi, kegiatan ini dilaksanakan di gedung madrasah itu sendiri seperti Madrasah Nurul Iman yang terkenal dengan istilah AumaulidanAy atau AuduabelasanAy. Dimana yang hadir yaitu bapak-bapak dan dan anak-anak muda Jambi Kota Seberang. Mereka mengundang gubernur dan pejabat daerah serta alumni-alumninya, ibu-ibu dan masyarakat bergotong royong membuat jamuan. Namun sayang saat ini kegiatan tersebut tidak semeriah ketika tahun 60-70 puluhan. Menurut salah seorang alumni mengatakan bahwa pada setiap acara dua belasan beliau selalu ikut setiap tahun sebagai ajang silaturrahmi antara guru-guru dan alumni yang banyak menjadi orang penting di pemerintahan, suasana khidmat itu sangat terasa sekali saat itu. Namun sekarang tradisi itu telah mulai terkikis oleh perkembangan zaman, rasa kekeluargaan dan kegotong-royongan itu telah memudar. tidak ada lagi undangan yang hadir setingkat gubernur dan para alumni, dulu walau tidak diundang setiap acara keislaman beliau tetap datang, namun saat ini beliau sudah sepuh. Sekarang semua alumni yang sebaya beliau telah banyak yang berpulang, anak muda sekarang cara dan pandangan mereka berbeda terhadap orang tuaAy(Alumni, 2. | 145 Siti Mariah Ulfah. Siti Asiah Wahyuni Hawasyi. Perukunan Tsamaratul Insan dan Perannya A Kedua, penyelenggaraan jenazah. Dan juga kegiatan ini memiliki makna spiritual yang tidak bisa diukur oleh nalar kita. Keempat madrasah di Jambi Kota Seberang tersebut disamping sebagai sarana lembaga pendidikan Islam akan tetapi juga sebagai penempaan pembelajaran mental dan fisik . isicly and mentally learnin. para siswanya atau peserta didiknya dengan khasnya yang unik dan sekarang keberadaan keempat madrasah tersebut secara tidak langsung mempunyai keterkaitannya dengan perkembangan dan kemajuan jaman sekarang ini. Di era globalisasi ini dimana perkembangan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang modern mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan dunia pendidikan khususnya di mana kempat madarasah tersebut telah berubah dari sifatnya dari informal menjadi formal bahkan bentuk yang asalnya adalah madrasah tradisional menjadi madrasah yang modern dan bahkan menjadi pesantren besar yang akan terus Dimana dalam pengelolaannya madrasah ini telah terjadi perubahan dalam proses pembelajaran yang dapat memadukan mental dan kepribadian islami dengan memiliki pengetahuan teknologi bagi para santri atau peserta didik. Perkembangan dan perubahan sistem informasi dan teknologi . echnology and information system chang. dapat mempengaruhi perkembangan masyarakat secara umum di dunia. Sehingga dapat menimbulkan perubahan-perubahan yang signifikan dalam kehidupan masyarakat dalam hal kebutuhan hidup . ife nee. dan juga dalam gaya hidup . ife styl. Fenomena tersebut dapat penulis ungkapkan melalui observasi partisipan dan juga wawancara dengan beberapa pemimpin dari masing-masing madrasah. Keempat madrasah ini dengan segala ciri khasnya akan senantiasa memberikan kontribusinya terhadap pembentukan dalam pembangunan manusia seutuhnya dalam lingkungan masyarakat yang religius dan akan menjadi penerang dalam kegelapan. Hal ini berkat gigihnya pengelola madrasah-madarasah dalam berusaha mengembangkan dan mensyiarkan ajaran agama Islam di tengah kehidupan masyarakat yang masih jauh tertinggal untuk memahami dan mengamalkan ajaran agama Islam sebagai kewajiban sebagai muslim Berdasarkan hasil wawancara dan observasi pada masa awal yang belajar di madrasah-madrasah ini adalah anak-anak dari setiap kampung yang ada di sekitar madrasah, jadi mereka pulang ke rumah masing-masing, kemudian seiring perkembangannya banyak dari mereka adalah pelajar dari kabupaten-kabupaten yang ada di provinsi Jambi. Pada masa awal masih menggunakan transportasi air untuk mencapai madrasah tempat mereka menuntut ilmu. Madrasah-madrasah tersebut belum memiliki gedung yang permanen mereka masih menempati langgar, untuk madrasah pertama yaitu madrasah nurul Iman dilaksanakan di langgar Putih kampung/kelurahan Ulu Gedong saat ini, yang akhirnya berkembang berdasarkan bertambahnya santri yang menuntut ilmu. Awal mulanya para santri merupakan santri kalong . anpa mengina. Karena pertambahannya semakin meningkat dan mereka tidak saja berasal dari satu daerah, kemudian para santri ditempatkan di beberapa bagian langgar. Kemudian mereka menyewa pondok-pondok yang dibangun oleh masyarakat Jambi Kota Seberang. Berdasarkan hasil pengamatan masih ada sisa-sisa pondok-pondok yang dihuni oleh para santri pada masa awal dan pertengahan sekitar tahun 1960-an. Bila pesantren di pulau Jawa pada umumnya secara bergotong royong mereka membuat rumah-rumah bilik di dekat rumah Kyainya yang selanjutnya disebut pondok . ahasa Arab: funduq, yang berarti mengina. Kata santri berasal dari kata AuchantrikAy yang berarti orang yang sedang Adapun kata pesantren merupakan bentukan dari kata santri yang mendapat affiks Aupe-anAy, menjadi AupesantrianAy(Shodiq, 2. Buletin Al-Turas Vol. 26 No. 1 January 2020, pp. Pada tahun-tahun perjuangan kemerdekaan yaitu sekitar tahun 1940an sampai 1945 peran pondok pesantren sangat besar. Mobilisasi umat dilakukan oleh kyai untuk melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda dan kemudian dilanjutkan oleh penjajahan Jepang sehingga di seberang kota ada di kenal AuJalan jepang yaitu dibangun pada masa Penjajahan Jepang. Pada masa penjajahan inilah, madrasah-madrasah ini mengalami tekanan yang amat berat. Tapi madrasah-madrasah saat itu tetap memberikan pengajaran tentang cinta tanah air dan menanamkan sikap patriotik pada murid-muridnya . i seberang istilah yang digunakan adalah guru dan murid madrasa. Di samping memberikan pembinaan mental dan spiritual para muridnya. Perkembangan lain mengenai madrasah-madrasah ini adalah pada saat tumbuhnya berbagai organisasi keagamaan yang berbasiskan pada masyarakat luas seperti NU dan Masyumi saat itu. Hal ini amat berarti pada perkembangan madrasah-madrasah selanjutnya dikarenakan penyebaran organisasi tersebut ikut mendukung eksistensi madrasah yang ada di kota seberang tersebut. Bahkan dapat dikatakan, bahwa penyebaran organisasi tersebut ikut mempengaruhi perkembangan pendidikan di seberang Kota Jambi. Eksistensi Pendidikan Masyarakat Pendidikan adalah upaya yang sadar dilakukan untuk meningkatkan kemampuan individu agar dapat menentukan kehidupan secara mandiri. Pendidikan dapat dilihat dari dua pandangan yaitu dalam perspektif modern dan sederhana. Menurut Zainuddin Maliki, dalam perspective modern, pendidikan diartikan sebagai proses formal yang direncanakan di mana warisan kebudayaan dan norma-norma sebuah masyarakat ditransmisikan dari generasi ke generasi, dan melalui transmisi warisan itu dikembangkan melalui penemuan ilmiah. Sedangkan pendidikan dalam pengertian konvensional dipahami dengan memberikan materi-materi kebudayaan dimaksudkan agar pengetahuan anak tentang budaya manusia bertambah, jika kegiatan tersebut dilanjutkan kepada usaha membentuk/membimbing kepribadian anak . Pendidikan memiliki andil besar dalam kehidupan manusia, oleh sebab itu pendidikan memiliki fungsi yang berhubungan dengan perubahan sosial di masyarakat, yaitu: . fungsi pendidikan sebagai perubahan . fungsi memindahkan nilai-nilai budaya . ransformasi kebudayaa. fungsi mengembangkan dan memantapkan hubungan-hubungan sosial (Nursyahfitriyah. Perubahan Sosial Budaya Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia perubahan berarti hal . Sedangkan sosial adalah hal yang berkenaan dengan masyarakat. Perubahan sosial adalah berubahnya struktur atau susunan sosial . dalam suatu masyarakat. Perubahan tersebut merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap tatanan masyarakat, perubahan itu juga terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin berubah dari satu keadaan kepada keadaan lain yang lebih baik. Pudjiwati Sajagyo mengutip pendapat Hirschman yang mengatakan bahwa kebosanan manusia adalah penyebab suatu perubahan (Berry, 2. Beberapa defenisi perubahan sosial menurut para ahli (Abdillah, 2. sebagai | 147 Siti Mariah Ulfah. Siti Asiah Wahyuni Hawasyi. Perukunan Tsamaratul Insan dan Perannya A Max Weber Menurut buku Sociological Writings, perubahan sosial budaya menurut Max Weber adalah perubahan situasi dalam masyarakat sebagai akibat dari adanya ketidaksesuaian unsurunsur di dalamnya. Selo Soemardjan Perubahan sosial adalah perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat, yang memengaruhi sistem sosial termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok dalam masyarakat. William Kornblum Perubahan sosial budaya adalah perubahan suatu budaya secara bertahap dalam jangka waktu yang lama Setiap unsur di masyarakat pasti mengalami perubahan sosial. Perubahan sosial dapat meliputi perubahan nilai-nilai, norma, teknologi, dan interaksi sosial. Dari defenisi perubahan sosial menurut para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial pada hakekatnya merupakan perubahan yang terjadi pada unsurunsur sosial dalam kehidupan masyarakat. Perubahan tersebut dapat meliputi proses interaksi sosial, struktur sosial, lapisan, sosial, nilai, norma maupun kontrol sosial dalam lembaga kemasyarakatan. Perubahan sosial dapat terjadi dalam segala bidang yang wujudnya/bentuknya dapat dibagi menjadi beberapa bentuk. Menurut Soekanto, perubahan sosial mencakup perubahan dalam arti kemajuan . atau menguntungkan. dan perubahan dalam arti kemunduran . yaitu yang membawa pengaruh kurang menguntungkan bagi masyarakat . Al-quran telah mengisyaratkan bahwa perubahan yang baik adalah yang mengarah pada kebaikan bukan sebaliknya oleh sebab itu perubahan harus dimulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat umumnya. Firman Allah SWT dalam Al-Quran surat Al- RoAodu ayat 11 yang artinya: bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah . Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan . yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum. Maka tak ada yang dapat menolaknya. dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia (Anonim, 2. Tafsirnya yaitu . Tuhan tidak akan mengubah keadaan mereka, selama mereka tidak mengubah sebab-sebab kemunduran mereka. Faktor Penyebab Proses Perubahan Sosial Terdapat beberapa faktor perubahan, yaitu faktor yang bersumber dari masyarakat itu sendiri . dan faktor dari luar masyarakat atau dari masyarakat lain . Menurut Soerjono Soekanto, faktor internal antara lain yaitu: perubahan kependudukan, penemuan-penemuan baru, pertentangan . , terjadinya pemberontakan atau revolusi dalam masyarakat, perubahan yang diakibatkan oleh lingkungan fisik, peperangan dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Sedangkan faktor eksternal . iluar masyarakat tersebu. penyebab perubahan sosial adalah sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik, misalnya gempa bumi. pengaruh kebudayaan lain, yaitu melalui difusi, akulturasi dan asimilasi (Soekanto, 2. Buletin Al-Turas Vol. 26 No. 1 January 2020, pp. Faktor Penghambat Proses Perubahan Sosial Faktor penghambat dalam proses perubahan sosial mencakup kurangnya hubungan dengan masyarakat lain. perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat. masyarakat yang sangat tradisional. adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat atau vested interests. rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi prasangka terhadap hal-hal baru atau asing atau sikap yang tertutup. hambatan-hambatan yang bersifat ideologis. adat atau kebiasaan. dan nilai bahwa hidup ini pada hakikatnya buruk dan tidak mungkin diperbaiki. Salah satu fakta sejarah yaitu ketika guru KH. Qodir Ibrahim menyampaikan pemikirannya tentang pendidikan, dimana beliau selalu berkomunikasi, dan mengikuti perkembangan pendidikan di luar Jambi yaitu melalu adiknya yang berada di Mesir, melalui radio, majalah almunawwar sehingga pemikirannya terbuka untuk menerima pembaharuan sedangkan yang lain belum dapat menerima perubahan tersebut karena kurangnya informasi yang diperoleh dan komunikasi dengan daerah lain. Perkembangan ilmu pengetahuan juga merupakan faktor penghambat perubahan yang terjadi pada keempat madrasah, kemudian sikap masyarakat yang masih tradisional misalnya dahulu, madrasah Nurul Iman tidak boleh di masuki oleh perempuan itu adalah pantangan dan larangan oleh para ulama terdahulu, kemudian adat dan juga kebiasaan masyarakat kota seberang bahwa murid perempuan tidak boleh sekolah dan belajar di madrasah, mereka belajar dirumah guru peempuan saja. Banyak lagi factor-faktor penghambat perkembangan dan pembaharuan di Kota seberang Jambi. Namun kini mereka baru terbuka dan menerima pembaharuan tersebut. Modernisasi dan Pembangunan Modernisasi adalah suatu bentuk perubahan sosial yang biasanya merupakan perubahan sosial yang terarah . irected chang. yang didasarkan pada suatu perencanaan yang disebut social planning. Adapun dampak positif modernisasi meliputi: tercapainya kemajuan kebudayaan bangsa. meningkatnya industri yang menyebabkan masyarakat lebih sejahtera . apangan kerja, barang konsumsi, ekspor dan lainlain. efisiensi, efektifitas dan transportasi serta komunikasi. dan meningkatnya sistem ekonomi, pendidikan, kesehatan dan kualitas sumber daya manusia. Sedangkan dampak negatifnya, antara lain adalah pudarnya pengetahuan tradisional. pudarnya sistem kepercayaan atau religi tradisional. bergesernya nilai budaya akibat kemajuan di bidang teknologi dan pengetahuan. melemahnya etos kerja tradisional. meningkatnya angka kriminalitas dan kenakalan remaja. meningkatnya tingkat pencemaran lingkungan. menimbulkan kesenjangan sosial ekonomi. Keempat madrasah telah mengalami pembaharuan terutama di bidang pengelolaan madrasah dari segi nama telah mereka rubah menjadi Pondok Pesantren Moderen, seperti Pondok Pesantren Moderen Al-Jauharen, pondok pesantren Madrasah Nurul Iman. Pondok Pesantren SaAoadatuddaren dan hanya Nurul Islam saja yang tetap menggunakan pola Madrasah Ibtidaiyah Terpadu (MIT). Di samping perubahan yang dilakukan oleh lembaga itu sendiri masyarakat turut serta mengiringi perubahan tersebut denga membentuk Organisasi kemasyarakatan yang bertujuan untuk memberikan sumbang saran dan bantuan kepada keempat madrasah dan lembaga pendidikan lain yang berada di Kota seberang Jambi. Organisasi tersebut seperti Komunitas Masyarakat Jambi Kota Seberang (KMJKS) dan Dosen Jambi Kota Seberang (DJKS). Serta Forum Mahasiswa Jambi Kota Seberang (FMJKS). | 149 Siti Mariah Ulfah. Siti Asiah Wahyuni Hawasyi. Perukunan Tsamaratul Insan dan Perannya A KESIMPULAN Lembaga pendidikan yang dibentuk oleh Tsamaratul Insan adalah Madrasah Nurul Iman di Kelurahan Ulu Gedong. Madrasah Nurul Islam di Kelurahan Tanjung Pasir. Madrasah SaAoadatuddaren di Kelurahan Tahtul Yaman dan Madrasah Al-Jauharen di Kelurahan Tanjung Johor. Sekarang lembaga-lemabga pendidikan tersebut telah mengalami beberapa perubahan sosial dan budaya diantaranya berubah menjadi Pondok Pesantren untuk madrasah Nurul Iman. SaAoadatuddaren dan Al-Jauharen. Keberadaanya sangat dinantikan oleh masyarakat karena sejarah mencatat madrasah-madrasah tersebut menjadi lokomatif pendidikan yang ada di provinsi Jambi, sebagai penggerak dan pejuang kemerdekaan di Provinsi Jambi, sebagai penyebar ajaran agama Islam dan alumninya, dan sebagai panutan di masyarakat. Perkembangan pendidikan dalam wadah Perukunan Tsamaratul Insan dipengaruhi faktor internal yang bersumber dari masyarakat dan eksternal, seperti: . kurangnya hubungan dengan masyarakat lain, . perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat, . sikap masyarakat yang sangat tradisional, . adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat atau vested interests, . rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan, . prasangka terhadap hal-hal baru atau asing atau sikap yang tertutup, . hambatan-hambatan yang bersifat ideologis, . adat atau kebiasaan. Walaupun dirasakan kurang oleh masyarakat setempat, karena masyarakat sendiri kurang berminat untuk menyekolahkan anaknya di madrasah tersebut, namun usahausaha yang dilakukan saat ini telah dapat mengembangkan kembali semangat dan kontribusi madrasah terhadap perkembangan masyarakat dan begitu pula sebaliknya. Perubahan sosial masyarakat jugalah yang dapat mempengaruhi perkembangan keempat madrasah tersebut yaitu melalui inovasi pengelolaan dari sistem madarasah ke sistem Pondok Pesantren Moderen, kemudian keikutsertaan masyarakat dalam pembangunan madrasah baik moril maupun materil dari berbagai organisasi kemasyarakatan yang dibentuk oleh masyarakat seperti Komunitas Masyarakat Jambi Kota Seberang (KMJKS) dan Dosen Jambi Kota Seberang (DJKS). Serta Forum Mahasiswa Jambi Kota Seberang (FMJKS). Ikut serta memberikan kritik saran dan bantuan. Bila dilihat dari perubahannya, perkembangan madrasah ini masuk kategori perubahanan secara lambat dan menggunakan proses yang sangat panjang untuk bangkit kembali dari kemundurannya, para pengelola berupaya untuk mengevaluasi dan menghidupkan madrasah warisan nenek moyang yang sangat berharga. Dan madrasah ini tidak boleh mati untuk itulah perlu ada upaya untuk menghidupkan keberadaannya di provinsi Jambi. Madrasah telah berubah menjadi Pondok Pesantren dikelola oleh yayasan masing-masing dan tidak lagi berada di bawah naungan perukunan Tsamaratul Insan. Tsamaratul Insan pun tinggal nama ibarat induknya yang telah tiada meninggalkan anak-anaknya untuk berkembang sendiri-sendiri dalam menghadapi perubahan sosial budaya dan modernisasi serta pembangunan di Provinsi Jambi UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada Kementerian Agama Republik Indonesia yang telah membiayai penelitian ini. Buletin Al-Turas Vol. 26 No. 1 January 2020, pp. REFERENSI