JurnalAgroPet Vol. 14 Nomor 2 Desember 2017ISSN: 1693-9158 KAJIAN PRODUKSI PADI SAWAH TERHADAP PENGGUNAAN PUPUK NPK Oleh: Ridwan dan Marten Pangli. RINGKASAN Tanaman padi merupakan komoditi tanaman pangan yang amat penting dalam pemenuhan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi padi setelah petani melakukan pemupukan NPK. Penelitian dilaksanakan di Desa Masamba. Kecamatan Poso Pesisir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode wawancara dan observasi yang memamnfaatkan kuisioner. Data primer dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara terhadap responden secara langsung dengan menggunakan daftar pertanyaan . Data sekunder diperoleh dariliterature yang terdapat pada dinasPertanian dan Instansi yang terkait dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan pupuk NPK dapat menghasilkan produksi padi sebesar 70. 200 ton/MT dengan rata-rata per responden sebesar 965,6 ton/MT dengan harga penjualan Rp 7000/kg. Total pendapatan 30 petani responden setelah menggunakan pupuk NPK sebesarRp 491. 000 dengan rata-rata pendapatan per responden Rp 6. 200/MT. Sedangkan penggunaan pupuk organik pada tahun pertama akan terjadi penurunan produksi 20 persen dari panen sebelum nya. Metode wawancara digunakan dalam penelitian ini dan bukan pengambilan/pengumpulan Kata kunci: pupuk NPK, produksi padi PENDAHULUAN Tanaman padi (Oryza sativa L) merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang memegang peran penting dalam perekonomian Indonesia yang akhir-akhir ini menjadi isu penting dalam program pemerintah untuk Indonesia menjadi pengembangan tanaman padi. Hal ini dibuktikan dengan adanya alat-alat sekitas 3 000 unit handtraktor. Proses tersebut merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan produksi padi selain pengunaan bibit unggul dan teknologi pemupukakan yang baik. Jumlah penduduk indonesia yang semakin besar mengakibatkan kebutuhan pangan juga meningkat. Taslim, . kebutuhan beras di indonesia terus tahun-tahun mendatang karena bertambahnya jumlah penduduk serta komsumsi yang selalu meningkat. Oleh karena itu, salah satu upaya yang dapat produksi padi adalah penggunaan pemupukan NPK yang tepat Perkembangan produksi padi di kabupaten Poso untuk tahun 2011 mengalami kenaikan besar 10,41% dibanding tahun 2010. Hal ini merupakan faktor penyebab naiknya produksi padi selain cuaca yang juga StafPengajar Program StudiAgroteknologi,FakultasPertanian. UniversitasSintuwuMaroso mendukung. Produksi padi di kabupaten poso pada tahun 2011 054 ton sedangkan pada tahun 2010 hanya 91. 527 ton. Produktivitas padi pada tahun 2011 adalah 43,57 kw/ha gabah kering Kecamatan poso pesisir khususnya desa Masamba sendiri sebagai salah satu sentra produksi beras poso yang mana petani telah menggunakan pupuk NPK sebagai tehnologi budidaya padi (BPS, 2. Pemupukan NPK sebagaisalah satu solusi dalam upaya menambah unsur hara yang terdapat dalam tanah yang sangat nyata pengarunya terhadap produksi NPK merupakan pupuk majemuk berimbang yang selama ini digunakan secara berkelanjutan setelah pemberian pupuk tunggal Urea. Sebagai produksi yang lebih baik khususnya petani padi di desa Masamba kecamatan Poso pesisir. Tujuan dari mengetahui produksi padi setelah petani melakukan pemupukan NPK METODOLOGI PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di Desa Masamba kecamatan Poso pesisir Kabupaten Poso. Waktu pelaksanaannya dimulai dari bulan Mei sampai September 2017. Alat Penelitian Adapun alat yang digunakan pada penelitian ini adalah komputer, kamera, dan alat tulis menulis. Metode penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metodewawancara dan observasi. Lokasi penelitian dipilih secara . urposive kawasan persawahan terbanyak didaerah tersebut dengan mengaju pada kelompok-kelompok padi yang sudah melakukan pemupukan NPK 980 Ha sekitar 300 KK (BPS,2. dikemukakan oleh Arikunto . bahwa besarnya sampel ditentukan sebesar 10 % dari jumlah populasi, maka jumlah petani yang di pilih sebagai responden ( sampl. adalah 30 Petani Pelaksanaan penelitian Penelitian ini menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui wawancara tertruktur dengan menggunakan daftar pertanyaan atau koesioner. Data yang diperoleh melalui wawancara tersebut dihitung dan disusun kemudian dirata-rata. Pengambilan data sekunder diperlukan untuk melengkapi data digunakan dalam cross ceck data. Data sekunder diperoleh dari dan hasil-hasil penelitian terdahulu yang ada hubungannya dengan penelitian Variabel Wawancara Tingkat pengetahuan pemberian pupuk NPK pada tanaman padi dan pemeliharaannya Lama usahatani adalah lamanya responden bekerja sebagai petani sampai pada saat penelitian dilakukan, hasil usahataninya diukur pada tahun berjalan. Tingkat produksi adalah sebelum dilakukan Pemupukan NPK dan sesudah pemupukan NPK Pendidikan pendidikan formal yang ditempuh Luas usahatani merupakan luas lahan garapan yang dimiliki oleh petani pada saat penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Petani responden yang ada Masamba berdasarkan hasil observasi dan responden maka karakteristik petani responden yang diambil antara lain umur responden, luas lahan, tingkat jumlah tanggungan keluarga dan lama berusaha tani. Umur Responden Umur mempengaruhi keberhasilan dalam mengelola suatu usahatani, petani yang berumur mudah dan sehat mempunyai kemampuan fisik yang lebih kuat dibandingkan petani berumur tua. Petani yang menjadi responden untukpetani padi sawahdi desa Masamba berjumlah 30 orang dengan umur bervariasi antara 22 tahun hingga 64 tahun untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Data Jumlah Responden Berdasarkan Klasifikasi Umur Klasifikasi Umur Jumlah Responden Presentase Jumlah Sumber: Data primer setelah diolah,2017 Berdasarkan Tabel 1 dapat dijelaskan bahwa kelompok umur petani responden di Desa Masamba berada pada kelompok usia produktif 16 orang dengan presentase 52 %. Dan kelompok yang umur kurang produktif berjumlah 8 orang dengan presentase 28 %. Tingkat Pendidikan Tingkat pendidikan umumnya merupakan salah satu faktor yang turut menentukan dalam mengelola menerima informasi dan tehnologi yang berkaitan dengan usaha tani. Tingkat pendidikan juga bisa merubah cara berfikir menjadi lebih berpendidikan lebih tinggi umumnya akan memiliki cara berfikir yang lebih baik dibandingkan yang memiliki SD,SLTP dan SLTA. Tabel 2. Jumlah Tingkat pendidikan Responden di Desa Masamba Tingkat pendidikan Jumlah Responden Presentase SLTP SLTA Jumlah Sumber: Data primer setelah diolah, 2017 Tingkat responden sebagian besar hanya berpendidikan SD yaitu sebanyak 9 orang dengan presentase 17 %responden, yang berpendidikan SLTP yaitu sebanyak 11 orang dengan presentase 45 % serta SLTA 8 orang dengan presentase 38 % (Tabel . Dengan melihat data tingkat pendidikan responden petani sawah dapat disimpulkan bahwa pada umumnya petani sawah di desa Masamba relatif berpendidkan Jumlah Tanggungan Keluarga Jumlah tanggungan Keluarga dari tiap-tiap kepala keluarga ditentukan oleh banyaknya anggota keluarga yang menjadi tanggung jawab dari seorang kepala keluarga. Jumlah tanggungan kepala keluarga penelitian bervariasi. Keadaan jumlah tanggungan keluarga dapat dilihat di Tabel 3. Tabel 3. Jumlah keluarga responden di Desa Masamba Jumlah tanggungan Jumlah Responden Presentase Keluarga. Jumlah Sumber: Data primer setelah diolah, 2017 Pada Tabel 3 menunjukkan bahwa responden yang memiliki tanggungan 1-2 orang sebesar 30 %, yang memiliki tanggungan keluarga 3-4 orang sebesar 50 %, setara 5-6 memiliki presentase 20 Dengan melihat data jumlah tanggungan keluarga dapat diambil kesimpulan bahwa kondisi keluarga responden merupakan keluarga Pengalaman BerusahaTani Pengalaman sangat erat kaitannya dengan mengambil keputusan dan kebijakan mempertimbangkan resiko yang mungkin terjadi. Petani yang mempunyai pengalaman yang lebih banyak sangat hati-hati melakukan kegiatan usahataninya. Jumlah dan berdasarkan pengalaman berusaha tani disajikan pada Tabel 4. Tabel 4. Jumlah pengalaman berusaha tani responden di Desa Masamba Pengalaman Usahatani (Tahu. Jumlah Responden Presentase Jumlah Sumber: Data primer setelah diolah, 2017 Tabel 4. Menunjukkan bahwa jumlah responden yang memiliki pengalaman terendah berada pada 3-4 tahun yaitu 1 orang dengan presentase 2 %, sedangkan 5-6 tahun yaitu 3 0rang dengan presentase 4 % serta 7-9 tahun memiliki responden 94 orang dengan presentase 50 %. Luas Lahan Lahan merupakan mempengaruhi usahatani. Secara sederhana dapat dinyatakan bahwa suatu usahatani dengan areal yang sempit akan lebih mudah untuk dikelola dibandingkan dengan lahan yang relatif luas (Hermawan,2. Pada umumnya luas lahan yang dimiliki oleh responden 1 ha, 2 ha dan 3 ha, adapun luas lahan responden di desa Masamba. Tabel 5. Luas lahan responden di Desa Masamba Luas Lahan Jumlah Responden. rang Jumlah Pada Tabel dijelaskan bahwa petani padi sawah di desa Masamba yang memiliki luas 1 ha yaitu 12 orang dengan Presentase % presentase 50 %, sedangkan petani yang meliki luas 2 ha yaitu 8 orang dengan presentase 15 % dan luas lahan petani 3 ha yaitu 10 orang presentase 35 % Penggunaan Benih Benih merupakan salah satu keberhasilan dalam berusahatani. Benih yang digunakan oleh petani padi sawah di desa Masamba yaitu benih unggul yang diproduksi ditingkat daerah maupun tingkat Nasional. Adapun benih yang digunakan adalah varietas ciliwung. Penggunaan benih unggul pada usahatani bervariasi sesuai luas lahan yang digarap petani. Ratarata responden sebelum dan sesudah penggunaan pupuk NPK adalah 55 kg dengan rata-rata harga per kg yaitu Rp 5000 sehingga jumlah total biaya yang dikeluarkan oleh 30 responden adalah Rp 8. 000/MT atau rata-rata Rp 1. 650 00/MT. Penggunaan Pupuk NPK Pupuk merupakan salah satu meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Secara umum, responden petani padi sawah adalah pupuk NPK Phonska. Rata-rata penggunaan pupuk NPK Phonska 30 responden adalah 300 kg dengan rata-rata per responden 6 karung. Total biaya yang dikeluarkan oleh Rp. 000 dengan rata-rata biaya oleh setiap Rp. 000/MT. Produksi Padi Sawah Berdasarkan hasil penelitian 30 petani responden padi sawah di Desa Masamba sebelum dan sesudah penggunaan pupuk NPK phonska dapat dilihat pada Tabel 6 Tabel 6. Rata-rata Produksi Padi 30 Petani Responden Sebelum Menggunakan Pupuk NPK Phonska Jumlah Produksi RataNo Luas Areal (H. Produksi (To. Jumlah Sumber: Data Setelah Diolah Pada Tabel 6 dapat dilihat rata-rata produksi 30 responden petani padi pupuk NPK Phonska sebesar 800ton dengan rata-rata per responden 671,2 ton/MT dengan harga penjualan Rp 7000/Kg. Total pendapatan 30 responden selama musim tanam Rp 341. dengan rata-rata per responden yaitu Rp 4. 400/MT. Tabel 7. Rata-rata Produksi Padi 30 Petani Responden Setelah Menggunakan Pupuk NPK Phonska Jumlah Luas Areal Produksi RataNo Produksi (To. (H. Jumlah Pada Tabel 7 dapat dilihat peningkatan produksi padi sawah setelah menggunakan pupuk NPK Rata-rata produksi 30 petani responden sebesar 70. ton/MT dengan rata-rata responden sebesar 965,6 ton/MT dengn harga penjualan Rp 7000/kg. Total responden setelah menggunakan pupuk NPK sebesar Rp 491. dengan rata-rata pendapatan per responden Rp 6. 200/MT. Peningkatan Hasil produksi padi sawah menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan produksi padi disebabkan oleh adanya tambahan unsur hara NPK. Pupuk NPK merupakan salah satu tehnologi penambahan unsur hara yang siap diserap oleh tanaman secara cepat (Basri,2. Pengaruh pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil padi sawah cukup signifikan seiring Penggunaan pupuk sesuai dengan dosis anjuran yang efektif dapat (Prasetiyo,2. Perbaikan sifat fisik tanah memperbaiki aerasi dan drainase, meningkatkan ikatan erosi antara partikel, meningkatkan kapasitas menahan air, mencegah erosi dan longsor (Suwono, dkk. , 2. Pupuk NPK merupakan pupuk yang siap pakai oleh tanaman sebagai unsur esensial untuk digunakan tanaman secara langsung. (Mulyani,2. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata pendapatan usahatani oleh 30 responden petani padi sawah di Desa Masamba kabupaten Poso sebesar sebesar 2. 340 ton/MT dengn harga penjualan Rp 7000/kg. Total responden setelah menggunakan pupuk NPK sebesar Rp 491. dengan rata-rata pendapatan per responden Rp 16. 000/MT. Saran Berdasarkan tersebut di sarankan kepada petani agar menggunakan pupuk NKP produktivitas tanaman padi, serta peran pemerintah agar dapat membantu dalam menyediakan pupuk NPK ketika waktu pemupukan padi sawah. DAFTAR PUSTAKA